• Tidak ada hasil yang ditemukan

Title: Retorika Juru Bicara Satgas Covid-19 Di Platform Youtube

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Title: Retorika Juru Bicara Satgas Covid-19 Di Platform Youtube"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185

Title: Retorika Juru Bicara Satgas Covid-19 Di Platform Youtube

Dimas Ahmad Rifandi1, Irwansyah2

1 Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi (dept. Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Indonesia), [email protected]

2 Staf Pengajar Pascasarjana Ilmu Komunikasi (dept. Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Indonesia), [email protected]

Abstract: At This time many emerging phenomenon – the phenomenon new. Both Indonesia

and Globally. There are many important events and great. From a variety of viewpoints. Present communication was to bridge it all. At this time there is also the role of a Rhetoric in making everything more easy and effective in conveying the speech the message is expected to be up to all elements, all layers of society, both great people, to ordinary people, in a speech known by many concepts, the most known is the Five Canon of Rhetoric, namely Invention, Arrangement, Style, Delivery and Memory. This concept has been used by a wide variety of leaders in the world. The connection between the Rhetoric of the practitioners of the Spokesman, by way of mastery of the concept of the Five Canon of Rhetoric, it is expected that the public relations practitioner or Spokesperson can implement this, so the technique of their speech can be understood easily by the listener and also the audience. Spokesman is very important, because it becomes a party to provide all the information to a company, body, corporate, organization. In December 2019 the world was shocked with the findings of a new disease, Covid19, that created a stir in the entire population of the world. In the beginning, Indonesia was not affected. But on march 2. 2020 President Joko Widodo announced the case of first infection from the cluster of kemang, South Jakarta. Live in Depok. From there the start of the disastrous outbreak of the disease is affecting the population of indonesia. Furthermore, the government formed a task force of acceleration handling Covid-19, His Spokesman is Achmad Yurianto, then replaced by Wiku Adisasmito, Seconded by Reisa Broto Asmoro, later became the Spokesman also. Interesting because they are all experts in the field of health, a health care practitioner. The way of delivering them in terms of the use of digital media, namely Youtube. From this the researchers wanted to examine the topic with the title “Rhetoric a Spokesman for the task force Covid-19 on the platform Youtube”. If there are constraints of the practice of Rhetoric with the concepts used. Future actions in anticipation of a surge in cases and the spread in the aspect of communication.

Keywords: Rhetoric, Public Relations, Spokesperson, Covid-19, New Media.

Abstrak: Pada saat ini banyak bermunculan fenomena – fenomena baru. Baik di Indonesia maupun global, terdapat banyak peristiwa penting dan besar. Dari berbagai macam sudut pandang. Komunikasi hadir untuk menghubungkan itu semua. Di saat ini ada juga peranan retorika dalam membuat segala sesuatu lebih mudah dan efektif dalam menyampaikan pidato. Pesan diharapkan bisa sampai kepada seluruh elemen, seluruh lapisan masyarakat baik orang besar, orang biasa, dalam berpidato dikenal dengan banyak konsep, yang paling dikenal adalah Five Canon of Rhetoric yaitu Invention, Arrangement, Style, Delivery dan Memory. Konsep ini telah digunakan oleh berbagai macam pemimpin di dunia. Kaitan antara retorika dengan praktisi Juru Bicara adalah dengan menggunakan penguasaan konsep Five Canon of Rhetoric. Maka diharapkan para praktisi kehumasan ataupun Juru Bicara bisa menerapkan ini. Agar teknik pidato mereka bisa dipahami dengan mudah oleh pendengar dan juga khalayak, Juru Bicara menjadi sangat penting, karena menjadi pihak untuk memberikan segala informasi di suatu perusahaan, badan korporasi, organisasi. Pada desember 2019 dunia digemparkan dengan

(2)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185

temuan penyakit baru yaitu Covid-19, ini membuat gempar seluruh penduduk dunia. Pada mulanya indonesia tidak terjangkit. Namun pada 2 maret 2020 Presiden Joko widodo mengumumkan kasus infeksi pertama dari cluster Kemang, Jakarta Selatan, berdomisili di depok, Jawa Barat. Dari situlah mulainya petaka wabah penyakit menyerang pernapasan ini dan menjangkit penduduk indonesia. Selanjutnya pemerintah membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, Juru Bicaranya adalah Achmad Yurianto, kemudian diganti oleh Wiku Adisasmito, diperbantukan oleh Reisa Broto Asmoro, kemudian menjadi Juru Bicara juga. Menarik dikarenakan mereka semua ahli dalam bidang kesehatan, seorang praktisi kesehatan. Cara penyampaian mereka dari segi Retorika baik sekali. Terlebih dengan menggunakan Media Digital yaitu Youtube. Dari sinilah peneliti ingin meneliti topik dengan judul “Retorika Juru Bicara Satgas Covid-19 di Platform Youtube”. Apakah ada kendala dari praktek Retorika dengan konsep-konsep yang digunakan. Tindakan kedepan sebagai antisipasi lonjakan kasus dan penyebaran dalam aspek komunikasi.

Kata kunci: Retorika, Hubungan Masyarakat, Juru Bicara, Covid-19, Media Baru.

1. Pendahuluan

Bulan Desember tahun 2019 ada laporan penyakit misterius menyerang pernapasan sehingga membuat orang tersebut mengalami pneumonia akut ini terjadi di Wuhan, provinsi Hubei di China dari laporan kasus pertama hingga 3 januari 2020 total ada 44 kasus terjangkit covid19, bahkan sudah menyebar ke berbagai negara sebut saja Thailand, Jepang, Korea Selatan dan tentunya di wilayah China lainnya. Sampel dari penyakit ini menunjukan ada variasi baru dari virus SARS biasa, awalnya namanya (2019-nCoV) (Supriatna, E. 2020). Kemudian otoritas kesehatan dunia WHO mengumumkan pada 11 Februari 2020 dengan nama Coronavirus Disease

(Covid-19). Yang menjadi penyebab virus ini ada dikarenakan adanya Severe Acute Respiratory Syndrome. Virus ini menular lewat manusia ke manusia melalui droplets. Lebih dari 190 negara terjangkit. 12 Maret 2020 WHO umumkan Covid-19 sebagai pandemik.Covid hadir pertama kali di Indonesia pada 2 Maret 2020 (Buana, D, 2020). presiden Jokowi bersama dengan Menkes Terawan Agus Putranto kala itu di Istana Negara umumkan kasus pertama kali dari cluster kemang amigos dimana berdomisili di Depok, Jawa barat satu orang wanita saat itu dia menularkan ke ibu dan saudara kandungnya, dari situ awal mula Indonesia menjadi sebaran kasus masuk

kategori zona hitam, merah, oranye, kuning dan hijau.

Banyak masyarakat menjadi harus adaptasi dengan keadaan dimana wabah Covid-19 menghantam dunia, Pada awalnya indonesia tidak terlalu khawatir dengan pandemi ini. Kalangan masyarakat mulai dari pesohor sampai orang kecil terkena dampak dari kejadian luar biasa ini yang dampaknya sangat nyata dan diluar dugaan semua pihak, Sehingga membuat publik menjadi dalam kesulitan hidup yang sangat jelas, di sisi lain terjadinya peningkatan kasus positif covid-19 yang semakin tinggi di tiap kota di indonesia. Pemerintah sudah maksimal melakukan segala upaya pencegahan agar tingkat positif covid-19 di indonesia bisa turun atau melandai, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, tidak menjaga jarak dan tidak mencuci tangan, ditambah adanya varian baru dari inggris baru saja diumumkan oleh WHO, varian ini lebih menular dikarenakan virus covid-19 selalu bermutasi walaupun vaksin sudah tersedia seperti pfizer-biontech, sinovac, astra zeneca, sputnik v, moderna dan vaksin lainnya yang diproduksi secara massal.

Indonesia telah memesan vaksin sinovac yang datang pada bulan desember 2020 Batch 1, Batch 2 pada bulan januari 2021, pemerintah juga telah menekan perjanjian dengan perusahaan vaksin lainnya yaitu Astrazeneca, Novavax yang rencananya akan datang kisaran hingga

(3)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 tahun 2022. Ini yang menjadi perdebatan di publik menjadi topik hangat, ada beberapa tahapan uji klinis yang harus dijalankan untuk mengetahui efektifitas dari masing-masing vaksin, Indonesia sedang menguji efektivitas Vaksin Sinovac. Brazil, Turki telah mengumumkan tingkat efektivitas dari Vaksin Sinovac ini. Diatas 50%-90% itu kisaran efektifitas dari Sinovac yang dirilis oleh Turki. Di bulan januari 2021 pemerintah melalui Bio-Farma mendistribusikan vaksin ini ke 34 provinsi di Indonesia, Presiden ingin agar Pandemi ini segera berakhir oleh karena itu distribusi vaksin dilakukan secara cepat. Langkah ini sudah tepat karena publik sudah jenuh dengan segala kejadian luar biasa menimpa seluruh penduduk dunia ini yaitu wabah Covid-19.

Indonesia termasuk mengalami kejadian ini lumayan parah dalam sehari saja bisa terjadi ribuan kasus positif covid-19, beberapa pejabat Bumn, Pemerintah seperti Menteri, Gubernur, walikota, Bupati. Di tingkat Legislatif bahkan banyak yang terkena juga baik DPR pusat atau DPRD Provinsi dan Kabupaten. Ini menjadi dilema karena ekonomi terkena dampaknya, pengangguran bertambah jumlahnya sampai jutaan, banyak keluarga yang meninggal, tetapi banyak juga yang bisa sembuh dan beraktifitas kembali seperti semula. Maka karena itu pemerintah menunjuk satuan tugas atau gugus covid-19 sebagai Jubir dan Hubungan Masyarakat yang menyampaikan info apapun terkait dengan penyebaran, pencegahan, dan pemberitahuan info jumlah kematian, angka kesembuhan, angka penambahan tingkat positif.

Dari beberapa literatur jurnal, ditemukan hal menarik dari pembahasan tentang Covid-19 ini, sehingga menyebabkan ada masalah dari segi kepatuhan Protokol dalam hal ini mematuhi Protokol Kesehatan. Jubir Satgas covid pada awalnya adalah bapak Achmad Yurianto dimana beliau seorang Dokter Militer, lalu sempat ada ibu Reisa Broto Asmoro, telah dikenal publik sebagai dokter influencer banyak melintang di

televisi, media, radio. Dan yang paling fenomenal jubir saat ini ada bapak Prof. Wiku Adisasmito dimana di bawah langsung komando dari kepala Satgas Covid-19 sekaligus kepala BNPB Doni Monardo. Satgas Covid-19 ini di bawah koordinator dari Menteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartarto. Menarik membahas gaya pidato atau Retorika dari tiap jubir dari mula awal bernama Gugus tugas hingga menjadi Satuan Tugas. Pertanyaan penelitian ini mengapa konsep-konsep dalam retorika hanya membahas Five Canon of Rhetoric di penelitian terdahulu maupun sebelumnya.

2. Tinjauan Pustaka

Tinjauan Pustaka dari variabel dalam jurnal ini cakupannya berada di bidang Ilmu Komunikasi yaitu Komunikasi Massa. Dari jurnal-jurnal yang peneliti kumpulkan untuk dijadikan rujukan pemetaan konsep, asumsi yang relevan dengan fenomena yang peneliti ambil. Ketertarikan di bidang komunikasi Massa karena bisa mempengaruhi media dan khalayak secara besar, sebagai contoh ada tokoh besar berbicara apa misalkan presiden Jokowi berbicara mengenai Percepatan Ekonomi di era Pandemi Covid-19 media langsung mendapatkan rating tinggi jika bisa mengambil kesempatan ini, karena figur sosok Presiden yang sakral dan memiliki kuasa penuh dalam setiap kebijakan yang telah dibuat, akan dibuat, ataupun diganti dengan kebijakan baru, aturan-aturan itu yang menjadi payung hukum secara nasional. Dikarenakan adanya kolaborasi antara eksekutif dengan legislatif.

A. Retorika

Menurut Aristotle (1991) Retorika menggunakan pendekatan persuasif dalam segala kasus. mempengaruhi individu atau kelompok di masyarakat, organisasi. Dengan menggunakan figur besar memiliki nama di media, baik media cetak maupun

(4)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 digital, dalam arti singkatnya seseorang biasanya memberikan retorika disaat ada hal yang penting baik dalam fenomena dan kasus. Hendrikus (2017) mengemukakan ada asumsi-asumsi dalam retorika sebagaimana berikut :

1. Pembicara diharuskan melakukan komunikasi efektif kepada khalayak, maksudnya adalah antara pembicara dan khalayak harus ada komunikasi yang baik. Pembicara harus menargetkan khalayak untuk ditujukan dengan baik. Dikarenakan khalayak ingin mendapatkan informasi yang baik, benar dan efektif. Khalayak juga bisa mempengaruhi serapan informasi untuk dibagikan kepada orang lain. Komunikasi proses transaksional, dengan cara menganalisis, mengevaluasi temuan di lapangan agar pesan tersampaikan dengan benar terhadap para pendengar.

2. Dalam presentasi speaker memakai bukti efektif. Ini ada hubungannya dalam hal pembicara untuk membuat kesan baik saat pidato karena telah mempersiapkannya dengan matang. Pathos, logos, ethos ini sebagai bukti agar pidato berjalan efektif. pathos merupakan emosi yang muncul dari para pendengar. Logos merupakan argumen atau bukti yang dipakai saat pidato, ethos merupakan niat dan karakter yang diciptakan oleh pembicara.

Menurut Aristotle (1991).Terdapat kanon retorika yang berguna untuk tuntunan atau konsep-konsep agar pidato berjalan dengan baik diantaranya :

1. Invention. merupakan susunan dari argumentasi di bangun secara konsruksi yang relevan dengan tujuan dari pidato itu sendiri. Harus ada integrasi dari pola pikir pidato.

2. Arrangement. kapabilitas dalam pengorganisasian pidato dari pembicara.

3. Style. Gaya dalam tata bahasa sebagai tujuan penyampaian pokok-pokok penting dari pidato.

4. Delivery. Khalayak menolak penyampaian jika direncanakan belum matang, sebaliknya jika spontanitas dari pembicara bisa membuat pendengar dapat menerima pesan dengan baik dengan lebih melakukan gesture, tatap mata, intonasi suara, logat, tampilan fisik

5. Memory. Upaya dari pembicara untuk mengingat informasi penting, bisa tahu apa isi dari setiap konten sedang dibicarakannya, teliti dan bisa mengantisipasi semua kemungkinan yang dapat terjadi.

Lebih lanjut lagi dari penelitian jurnal Ali Fikry (2020), dengan judul “representasi konsep Retorika Persuasif Aristotle dalam Pidato Ismail Haniyah Untuk Umat Islam Indonesia”. Didapatkan hasil penelitian untuk pengembangan teknik dalam pidato bisa menggunakan Five Canon of Rhetoric dengan kaidah ditetapkan dalam teori tersebut, dengan patuh dari ketentuan berlaku sehingga bisa menerapkan gaya pidato efektif dimengerti oleh khalayak.

Jurnal penelitian dengan judul “The pandemic and rhetoric of organization”. (Arta

Musaraj, 2012). Disimpulkan hasil adalah ada retorika yang muncul akibat pengorganisasian manajemen dari ilmu pengetahuan dengan adanya

(5)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 pandemi covid-19 sehingga membuat segala alternatif terjadi, memakai media digital memudahkan penyampaian, karena juga lingkungan berubah, keberlangsungan hidup berubah, fakta-fakta berubah, interaksi berkurang menjadi konsekuen seorang retorik mengubah gaya komunikasinya.

Jurnal penelitian, judul “the

rhetorical work of youtube’s beauty community: relationship and identity building in user created procedural discourse”.

Ditulis oleh Lehua Ledbetter (2018). Hasil : Retorika digunakan oleh kelompok besar dengan pandangan disiplin soal pengetahuan agar konten menarik bagi khalayak.

B. Juru Bicara

Juru Bicara adalah pekerjaan yang banyak digandrungi oleh setiap orang dengan keahlian di bidang komunikasi. Wewenang otoritas dimiliki oleh seorang Juru Bicara jugalah mentereng, sebagai contoh seperti tokoh besar dan tokoh penting di suatu wilayah, negara atau di suatu instansi. Seringkali menjadi condong agar untuk menyatakan segala informasi, akan tetapi tugas berat diemban oleh seorang Juru Bicara, dikarenakan ada hal-hal yang harus bisa dilakukan oleh Juru Bicara. Seperti untuk membangun citra positif terhadap individu maupun organisasi, biasanya di dalam tim Kehumasan ada Juru bicara, bertugas sebagai orang yang menyampaikan informasi ke khalayak, di media banyak aturan melekat sehingga membuat seorang Juru bicara harus bisa menyesuaikan segala hal telah diatur dalam aturan di media masing-masing, seperti tata krama, sopan santun, kode etik, nilai, di dalam media itu sendiri. Dalam penelitian ini fokus kepada

juru bicara dalam penanganan covid-19, jadi sebagai penyampai pesan dari pemerintah yang ditunjuk langsung dan dibentuk oleh presiden Joko Widodo dan menteri kesehatan republik Indonesia. Dimana memiliki tugas untuk menyampaikan informasi perkembangan perihal penyebaran dan antisipasi melonjaknya kasus covid-19.

Menurut McNair (2011), Juru Bicara adalah seseorang yang mendapat tugas untuk menjalin serta menjaga hubungan baik kepada khalayak media. Lanjut dari definisi sebagai contoh penerapan dari penggunaan jubir dalam “analisis dampak gaya komunikasi juru bicara KPK terhadap persepsi publik, (Sigit Pramono Hadi, 2020), didapatkan hasil penelitian bahwa : Jubir KPK memiliki peranan penting dalam penyampaian informasi kepada khalayak. Serta khalayak memandang peranan jubir KPK efektif sehingga berdampak positif dan berpengaruh terhadap citra KPK itu sendiri. Selain itu ada penelitian sejenis yaitu berjudul “Positive discourse analysis of the indonesian Government Spokesperson’s discursive strategies during the covid-19 pandemic”.hasil penelitian ini adalah

pemerintah menggunakan nominasi, argument, perspektif, dan predikat untuk tujuan mitigasi dalam penyampaian komunikasi kepada masyarakat.

C. Hubungan Masyarakat (Public

Relations)

Menurut Puspokusumo (2011)

Public relations adalah posisi pekerjaan dimana seseorang melayani serta memberikan informasi kepada khalayak atau masyarakat. Kemudian ada fungsi dari Humas untuk pencapaian target dari organisasi atau perusahaan karena program kerja jelas, komunikasi, rencana-rencana evaluasi yang telah ditetapkan secara bersama (Herlina, 2015). Selanjutnya terdapat peran dari seorang humas. Penasehat, saran, memantau kebijakan,

(6)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 mediasi dalam komunikasi, saran pemecahan masalah, dengan tujuan meningkatkan kepercayaan dari masyarakat(Apryanti, 2013 : 16). Contoh penerapan di era Digital terkandung dalam penelitian jurnal dengan judul ”Pemanfaatan media sosial sebagai strategi kehumasan digital di era revolusi industri 4.0”. menurut Mizanie dan Irwansyah (2019), Humas di era digital 4.0 memiliki peranan penting untuk mempengaruhi dukungan khalayak di dunia digital dan mempertahankan reputasi kelompok, metode dengan electronic word of mouth, buzzer, penggunaan aktivis sosial media serta optimalisasi pencarian informasi digital sehingga mampu menimbulkan dampak signifikan.

D. Covid-19

Corona Virus atau (SARS-CoV-2) adalah virus flu yang pertama kali ditemukan di wuhan, provinsi hubei, china. pertama kali terkonfirmasi pada tahun 2019 bulan desember

Sumber pertama dari kasus ini masih menjadi perdebatan hingga saat ini. mulai dari pasar hewan liar di wuhan, ada yang berpendapat dari laboratorium di wuhan dimana hanya terdapat tiga laboratorium tercanggih di dunia diantaranya berada di wuhan china, israel, dan amerika serikat. Virus ini sangat mematikan karena penyebarannya sangat masif cepat tidak terlihat, bakteri berukuran nano ini dapat hidup di benda mati, hingga berhari-hari. Virus ini menyerang sistem pernapasan pada paru-paru, membuat seseorang menjadi sesak nafas hingga pneumonia, virus ini bisa menginfeksi siapapun, sudah banyak penduduk global bahkan indonesia terkena covid ini, virus ini memiliki beberapa varian antara satu sampai delapan varian, pada akhir 2020 bahkan who merilis tentang ada varian baru dari inggris dimana varian ini lebih mematikan dari varian sebelumnya. Jurnal penelitian terdahulu dengan judul “Covid-19 dan Perubahan komunikasi sosial”. Ditarik hasil penelitian

bahwa faktor terpenting dari berubahnya diakibatkan oleh Covid-19 adalah pemerintah selaku hirarki tertinggi pembuat aturan serta kebijakan dengan keterlibatan swasta dan pihak lainnya seperti petugas medis, rumah sakit, media secara keseluruhan, dan terakhir masyarakat harus patuh dalam penerapan pembatasan sosial untuk menghentikan laju rantai covid-19 (Dani dan Mediantara, 2020).

Dari pandangan pemerintah muncul jurnal dengan judul “Komunikasi pemerintah melalui media center gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kepada publik”. (Oktariani dan Wuryanta, 2020). Mengemukakan hasil dari penelitian : Ketidak optimalan aspek timbal balik dari komunikasi digital yang dibangun oleh gugus tugas covid19. Sehingga penelitian ini memberikan saran pemerintah harus, mempunyai rencana, mempunyai manajemen krisis tim yang baik dan terlatih, memiliki konsep dengan update info terus menerus, diminta fokus dan monitoring lebih dalam lagi dalam pencegahan serta menangkal hoax karena banyak sekali isu liar dalam wabah ini, gugus tugas pasti bisa karena diisi oleh orang-orang terbaik dan kompeten.

menurut Nasution dan Wijaya (2020) Covid-19 sangat berbahaya serta mematikan membuat organ dalam tubuh menjadi rusak. Dikarenakan proses mutasi cepat terjadi (Setyawati,2020). Dari awal kasus terkonfirmasi Hingga saat ini ada jutaan kasus positif secara Global (Alwi,2020). Menurut (Hasrul,2020) pemerintah bertugas untuk memberikan edukasi pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penelitian dari (syaipudin,2020) pembahasan perihal komunikasi publik di wabah ini dimana memiliki judul “Studi kasus di gugus tugas percepatan

penanganan Covid-19 KAB.

Tulungagung”. Memberikan pernyataan harus diperketat lagi soal protokol

(7)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 kesehatan yang sedang dijalankan baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat.

E. Media Baru (New Media)

Media baru merupakan variasi dan pilihan dari para pengguna sosial media, suka akan interaksi, dimana banyak terdapat kelebihan dari media baru itu sendiri, pada saat ini perkembangan teknologi membuat semua orang melakukan alternatif dalam mencari informasi baik foto, video, panggilan, surat. Sedangkan menurut Danaher dan Davis (2003). Media baru adalah media terbentuk karena ada interaksi sesama manusia, di dalamnya ada media jaringan sosial secara online, forum online, web, blog dipermudah karena adanya telepon pintar dan komputer, jadi media baru sebagai fasilitator antara penerima dan pengirim ketika ada interaksi. Sehingga membuat internet menjadi hal baru juga fundamental dan penggunaan komputer bahkan telepon pintar atau gawai, jadi new media alat ataupun sebagai sumber pengiriman pesan (Mulyana, 2008). Lebih lanjut lagi melahirkan media sosial dimana gunanya untuk agar memudahkan manusia dalam berkomunikasi menurut Aleman & Wartman (2010) jejaring sosial memudahkan tiap manusia untuk berinteraksi dengan waktu singkat secara masif. Diantara contoh media sosial adalah instagram, youtube, whatsapp, Line, Tiktok, Telegram, Facebook, Twitter. Definisi dari media sosial adalah kelompok aplikasi basis internet dibangun dari teknologi web 2.0, membuat pertukaran konten antara penggunanya (Kaplan dan Haenlein, 2010). Selain itu media sosial ada enam jenis, diantaranya : proyek kolaborasi= Wikipedia, blog= wordpress.com, berbagi konten= vimeo dan slideshare, jejaring sosial= facebook, game virtual=situs game minecraft, virtual sosial= web game secondlife.com (Kaplan dan Haenlein, 2010).

Menurut Ardianto (2011) terdapat ciri-ciri perbedaan media baru dan media konvensional diantaranya : Privacy, Autonomy, Playfulness, Privacy, Personalization, interactivity, Social Presence. Dimana di media lama tidak terlalu sadar akan hal-hal baru akan muncul, penjabaran diatas ini merupakan munculnya akibat adanya media sosial. Dalam jurnal ini meneliti di platform youtube dimana berdiri tahun 2005, lahirnya youtube.com, melalui dukungan paypal di US. Diantaranya Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim, inspirasi pemberian nama youtube dari restoran pizza dan restoran jepang, di california. Pada oktober 2006 youtube dibeli Google dengan jumlah USD 1.65 JT, inilah awal puncak perkembangan Youtube. Dengan mendapatkan prestasi dari PC world masuk nominasi 10 besar Best Product 2006. Youtube bekerjasama dengan berbagai macam pihak : CNN. NBC, Disney, Fox, Lions Gate pada tahun 2007 bulan Agustus. 31 Maret 2010 Youtube melakukan update dari tampilan webnya.

November 2011, Google + koneksi langsung dengan Youtube dan juga dengan

Chrome. Youtube pada Desember 2011 melakukan pembaruan dengan membuat tampilan seperti timeline di media sosial, akhirnya mereka menjadi pemimpin dalam media sosial di bidang konten video selain instagram.

Jurnal penelitian mengenai ini berjudul “Youtube, citra media informasi interaktif atau media penyampaian aspirasi pribadi”. Ditulis oleh Edy Chandra (2017), dengan hasil peran situs Youtube dapat mempengaruhi seorang presiden dalam perilaku diluar protokolnya, karena Youtube dapat membagikan aktivitas berupa video dengan visual menarik dan suara jernih kualitas terbaik, sehingga dapat membuat khalayak menjadi terkesima dengan aplikasi ini. Bahkan presiden jokowi sekarang sangat aktif dalam kanal youtube pribadinya. Dengan pendekatan

(8)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 merakyat membuat rakyat indonesia salut akan konten dari bapak presiden.

3. Metodologi Penelitian

Retorika yang dilakukan oleh tim Satgas covid-19 sejauh ini sudah berjalan baik akan tetapi masyarakat harus lebih patuh dalam menjalankan protokol kesehatan dari berbagai macam media yang ada youtube menjadi media terdepan disamping twitter, instagram, di kanal channel youtube selalu ada pemberitaan tentang covid-19 yang disiarkan langsung atau tidak langsung, komunikasi massa yang dijalankan sudah baik juga akan tetapi masyarakat indonesia yang memang masih sangat minim pengetahuan tentang penyebaran penyakit ini kalo diliat dari penjuru pelosok negeri ini, banyak yang tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, poin dari ini semua maka dapat ditarik dalam metodologi penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dimana metode kualitatif menurut Kriyantono (2012), penelitian dengan menggunakan kumpulan-kumpulan data yang dianalisa secara dalam tanpa menggunakan alat perhitungan statistik. Penelitian kualitatif menekankan terjun ke lapangan untuk memilah dan mengumpulkan serta mengklasifikasikan data (Chairi, 2009). Metode Eksploratif menurut Kultar

Singh (2007) adalah usaha peneliti memaparkan serta memberikan gambaran dikarenakan belum memiliki arah yang jelas dari suatu fenomena. Sehingga membuat peneliti mengumpulkan fenomena yang menarik minat dengan data-data maupun studi terdahulu, dan untuk memberikan pemahaman lebih dalam dari suatu peristiwa, kasus, kejadian yang akan diteliti. Sedangkan menurut Given (2008) eksploratif adalah mengedepankan desain dari data yang dikumpulkan secara luas serta sistematis,

dengan tujuan totalitas melalui pemahaman sosial berbasis umum. Menjadi hal istimewa dengan pendekatan eksploratif agar bisa memecahkan masalah dari suatu kasus secara komprehensif.

Teknik pengumpulan data dengan data Primer, menurut Sugiyono (2017) data primer adalah data diperoleh dari hasil wawancara secara langsung, menjadi perwakilan dari responden yang telah menjadi sasaran dalam penelitian ini, merupakan sumber tidak mau disebutkan. Dengan strategi wawancara mendalam dimana pengertiannya adalah untuk peneliti mengetahui pengembangan konseptualisasi, masalah dari studi terdahulu, dan peneliti ingin mengetahui hal yang lebih fokus dari responden yang terbatas (Sugiyono, 2017). Teknik pengolahan data dengan transkrip, melalui pengkodean terbuka dimana diartikan perbandingan konseptualisasi dari proses sifat dimensi datanya (Moleong, 2008). Jenis Pengkodean terbuka dengan menggunakan aksial dimana diartikan menurut Strauss dan Corbin (1997) yaitu penyusunan prosedur menggunakan cara baru yang terdiri dari konteks, konsekuensi serta strateginya. Teknik analisis data menggunakan naratif diartikan analisa yang bisa merefleksikan perubahan dari komunikasi secara berkelanjutan diambil dari masalah-masalah terdahulu dengan menggunakan konsep (Eriyanto, 2014). Teknik konfirmasi data memakai triangulasi dimana pengertiannya peneliti melakukan perbandingan data dan informasi dari studi terdahulu dengan cara berbeda (Moleong, 2008).

4. Hasil Penelitian

Retorika menjadi pembahasan cukup fundamental, dikarenakan konsep retorika ini dikenal secara global pertama kali dicetus oleh Aristotle (1991)

(9)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 Dimana intinya adalah cara pidato agar khalayak dapat mengerti apa pesan yang disampaikan dengan etika secara komunikasi, disisi lain ada pekerjaan, mengedepankan sisi retorika ini sebut saja juru bicara dimana berfungsi untuk membangun hubungan dan menjaga relasi dengan masyarakat. Mempertahankan reputasi organisasi, individu. Dari dua variabel itu, ada hal menarik, disebutkan bahwa retorika dan jubir saling berkaitan karena untuk menguasai cara pidato secara baik dan efektif, juru bicara harus menguasai retorika. Dengan pengamatan dari pihak peneliti, retorika bisa menjadi satu konsep dalam teori komunikasi untuk di praktekan kepada semua juru bicara, tujuannya agar pesan tersampaikan dengan jelas. Saat ini satuan tugas covid-19 lebih sering membuat argumen atau fakta-fakta lebih jelas, terstruktur. Karena masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan yang telah disepakati secara bersama. WHO bahkan memprediksi virus Covid-19 masih belum selesai, walaupun vaksin telah ada, akan tetapi vaksin bukan solusi alami, alamiahnya masyarakat harus memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan menggunakan sabun diiringi air mengalir. Untuk kedepannya diharapkan seluruh masyarakat patuh akan protokol kesehatan, itu kenapa rumah sakit dan para petugas medis sudah lelah, mereka semua sudah kewalahan dalam menghadapi virus ini. Temuan dari penelitian ini juga memfokuskan kepada agar masyarakat lebih patuh, maka satgas covid-19 harus lebih memberikan pesan seram, dampak dari covid-19, mulai dari masalah kesehatan, hingga ke kejiwaan seseorang bisa terganggu jika kita teliti lebih lanjut, saat ini pemerintah mewajibkan untuk test rapid antigen untuk berpergian ke luar kota. Di tiap kota diadakan pembatasan jam malam. Pembatasan penumpang pesawat, kereta dan transportasi umum lainnya. Dari sumber

tidak disebutkan namanya, satgas covid-19 harus bisa bersinergi dengan seluruh elemen terkait, melibatkan pihak swasta, tokoh masyarakat setempat, pemuka agama. Ambil dari seluruh perspektif medis, agama, sosial. Agar ini berjalan lancar kebijakan regulasi sudah sangat baik dijalankan oleh pemerintah dan satgas covid-19. Pendistribusian petugas kesehatan harus lebih merata hingga ke pelosok daerah terpencil, agar bisa di lacak wilayah terpencil, apakah terdapat

cluster baru atau tidak. Saat ini menteri kesehatan budi sadikin. Sangat baik dalam berpidato pesan disampaikan sangat jelas, disaat vaksin covid-19 tiba banyak khalayak kagum dengan beliau. Ditangan beliau juga sinovac dalam

pengiriman kedua ia tangan secara langsung. Bersama seluruh jajaran terkait. Terkait dengan sumber informasi, dapat dicerna ada beberapa pertanyaan sudah dijawab oleh responden, yaitu. Retorika adalah teknik narasi dalam berpidato untuk mempengaruhi khalayak secara umum. Komunikasi yang dilakukan oleh tim jubir satgas sudah berjalan dengan baik, akan tetapi ada beberapa kekurangan seperti intonasi harus dipertegas, pembicaraan harus tegas, terstruktur. Menggunakan bahasa mudah dicerna semua pihak, sudah sesuai dengan kaidah konsep retorika, namun harus ditingkatkan lagi. Dampak retorika untuk agar membuat pesan tersampaikan dengan efektif dan diterima oleh semua khalayak. Jubir satgas saat ini sudah tepat merujuk dari portofolionya, dia profesional dibidangnya. Pandangan soal media digital youtube, tren terkini memang berpindah dari Tv ke Smartphone, dalam penggunaanya youtube sekarang dapat menggantikan Tv, karena isi konten beraneka ragam hadir di platform tersebut. Pesan tersampaikan dengan baik sehingga dapat mempengaruhi masyarakat untuk memahami apa itu covid-19, pola

(10)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 penyebarannya, masa inkubasinya. Ini dilakukan oleh Jubir satgas covid-19. Beberapa tindakan harus dilakukan Juru bicara satgas covid-19 dalam penerapan dan pencegahan wabah covid-19 agar berjalan dengan baik, lakukan pendekatan secara persuasif. Membuat info dampak dari covid-19 apa saja, covid-19 bisa menjangkit siapapun tidak pandang bulu, berdasarkan laporan dari WHO (2019), Covid-19 bisa dialami dengan gejala maupun tanpa gejala, atau disebut dengan OTG ( orang tanpa gejala ), bayangkan saja bahaya sekali jika masyarakat menyepelekan pesan ini. Sudah seharusnya menjadi renungan semua pihak agar kejadian luar biasa ini wabah datang 100 tahun sekali ini bisa dihentikan penyebarannya. Seluruh elemen masyarakat, investor, pemerintah, pihak swasta, serikat pekerja, pengusaha. Harus bersatu padu untuk melawan virus ini secara bersama-sama.

5. Diskusi

Pembahasan tentang Retorika yang menarik dari berbagai jurnal, internet, dan buku. Dapat dibahas ada banyak hal yang menjadi topik penguat berdasarkan asumsi dan konsep yang telah dielaborasi menjadi suatu penulisan yang menarik, namun banyak yang belum terdapat di dalam berbagai macam jurnal tersebut. Sumber rujukan tentang seluruh informasi penyakit menjangkit masyarakat global ini dapat dilihat di Who.int. dari aspek perkembangan secara global dapat diakses dan dilihat melalui tautan Worldometers.info, segala bentuk informasi pusat dari seluruh indonesia melalui tautan Covid19.go.id. informasi tentang kasus positif, sembuh, zona berbahaya. Baik dalam chart maupun infografis, dibawah ini adalah deretan juru bicara dari tim satgas Covid-19. Gambar 1 Sumber : Beritasatu.com Gambar 2 Sumber : Covid-19.go.id Gambar 3 Sumber : Nasional.kompas.com Gambar 4 Sumber : Covid19.go.id

Berdasarkan foto atau gambar diatas adalah pertama achmad yurianto,

(11)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 kedua Wiku Adisasmito, ketiga reisa broto asmoro, dan keempat contoh gambar infografis penyebaran covid-19 di indonesia. Dibawah ini juga merupakan gambar infografis dari Who.int/indonesia, dimana sebagai patokan data terbenar dan terpercaya di seluruh dunia.

Gambar 5

Sumber : Who.int/indonesia Gambar 6

Sumber : who.int/indonesia

Berdasarkan Gambar 5 Infografis diatas dapat kita terima bahwa gejala covid-19 itu mulai dari batuk, flu, demam, diare, nyeri dada, kelelahan, sakit kepala, mata merah, ruam pada kulit, kehilangan indra penciuman, sesak nafas. Terdapat juga fakta pada gambar 6 bahwa apakah vitamin D dapat

menyembuhkan Covid-19, jawabannya tidak menyembuhkan, tidak dapat dipastikan apakah vitamin D dapat melindungi seorang dari infeksi covid-19, namun vitamin D, dalam jumlah yang cukup, baik untuk kesehatan, karena memperkuat tulang dan terdapat manfaat lainnya. Peneliti melakukan perbandingan dari studi terdahulu yang peneliti kumpulkan dengan hasil bahwa banyak terdapat perbedaan data diantara pihak satu dengan lainnya. Info yang disampaikan ke publik sudah baik akan tetapi, beberapa tingkatan dalam masyarakat tidak mengerti akan hal tertentu, misalkan masalah literasi digital, di tingkatan generasi tua banyak yang tidak terlalu paham akan hal terbaru. Di sisi lain terdapat informasi telah menjadi asupan sehari-hari bagi beberapa pihak.

6. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah retorika menjadi hal yang penting dalam penerapan sebagai praktisi kehumasan khususnya jubir, dimana sebagai penyampai pesan kepada khalayak, dari segi pemerintah sudah baik dalam memberikan pidato dalam bernegara, diwakilkan oleh jubir satgas covid-19, akan tetapi masalah terjadi karena data berbeda antara satu instansi dengan instansi lainnya, banyaknya fenomena covid-19 masalah ditangani bukan oleh ahlinya, banyak salah pengertian, salah interpretasi, data disampaikan berbeda satu sama lain, dari pembahasan didapat beberapa jubir dari satgas covid19 ini pertama Achmad Yurianto dimana beliau jubir pertama, selanjutnya Reisa Broto Asmoro, lalu terkini atau sampai saat ini Wiku Adisasmito. Dengan latar belakang sebagai dokter ataupun ahli kesehatan. Efektifitas dari penyampaian pesan menggunakan rhetorica gaya five canon dari Aristotle (1991) dimana agar audiens dapat menerima pesan dengan

(12)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 sebaiknya melakukan itu. Dari segi pandang covid-19, ada hal yang banyak belum teridentifikasi dari penyakit ini. Seperti bentuk penyebaran hingga sekarang bagaimana, karena ilmu pengetahuan selalu dan terus berkembang. Jadi penyebaran menurut WHO, melalui droplets itu paling besar persentasenya, aerosol untuk petugas medis resikonya tinggi, sedangkan pola penyebaran dari variansi terbaru dari inggris belum diketahui secara klinis, dikarenakan masih dalam tahapan uji dari segi penyebaran, mutasi virusnya, inangnya, berapa durasi virus hidup di benda mati, maupun virus bertahan di badan manusia dalam jangka waktu berapa lama. Penggunaan platform digital sebagai penyampaian media secara kekinian, menarik dikarenakan media sosial atau digital khususnya youtube telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ada hal dari segi hiburan, berita, politik, kesehatan, gaya hidup, selebritis, selebgram dimana masuk dalam kategori Influencer, atau dengan kata lain orang bisa mempengaruhi orang banyak. Ini masuk dalam fenomena youtuber, trending akhir-akhir ini dalam 5 tahun terakhir. Penggunaan penyampaian pesan menggunakan infografis lebih dapat menarik khalayak banyak. Itulah metode harus digunakan oleh tim jubir satgas covid-19 perbanyak infografis atau video grafis agar menarik masyarakat, untuk mengetahui info terkini dari sebaran, angka kasus aktif, wilayah zona.

Saran akademis dari penelitian ini adalah dalam retorika harus dijalankan aspek manusia harus menghargai setiap orang berbicara baik di media digital youtube ataupun media lainnya, harus mengedepankan isi konteks dapat diterima dengan baik oleh khalayak, pendengar maupun masyarakat. Dari literatur konsep paling dominan adalah five canon of rhetoric dari aristotle (1991), sehingga

peneliti ingin melihat konsep lain yaitu

ethical reflection aristotle’s mean, definisi

golden mean : orang berbudi luhur akan menghindari konflik ekstrim. Ada tiga penjelasan, Extreme pertama : Bohong, pengecut, rahasia. Golden Mean :

Pernyataan benar, transparan, dan berani.

Extreme kedua : jujur secara brutal, memperlihatkan jiwa aslinya, dan nekat (Aristotle,1991). Tipe konsep ini adalah tipe terbaik untuk mempengaruhi khalayak dalam komunikasi sering terbukti dari berbagai retorika pemimpin melakukan tipe

Golden Mean ini. Dari aspek pendekatan kualitatif ini berbeda dengan jurnal yang telah peneliti kumpulkan dari segi analisa menggunakan metode eksploratif.

Saran praktis dari penelitian ini adalah dapat disimpulkan bahwa kontribusi peneliti membuat perbandingan konsep sedang atau sudah digunakan di jurnal-jurnal terdahulu, sehingga dapat menjadi referensi jurnal lainnya. Karena retorika sangat penting untuk mengetahui konsep serta cara efektif untuk implementasinya. Semoga teori retorika bisa lebih diresapi dan digunakan oleh siapapun dalam menyampaikan pesan untuk khalayak baik pria, wanita, orang tua, remaja, orang dengan kebutuhan disabilitas bisa mengetahui dengan cara gesture bahasa dalam disabilitas lebih sering dipergunakan agar informasi dapat diterima oleh semua pihak dan dimengerti secara baik.

Daftar Pustaka

Aristotle, On Rhetoric: A Theory of Civil Discourse, 2nd ed., George A. Kennedy (ed. and trans.), Oxford University, New York, 1991.

Apryanti, M. (2013). PELAKSANAAN FUNGSI PUBLIC RELATIONS OLEH BINAMITRA DI KANTOR POLSEKTA SAMARINDA ULU. E-Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(4), 235– 250.

(13)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185

Aleman, A.M.M. & Wartman, K.L. (2009). Online Social Networking on Campus: Understanding What Matters in Student Culture. Taylor & Francis Press. Penelitian Psikologi VOLUME 37, NO. 2, DESEMBER 2010:176–. 188. Argyle, M

Ardianto, E. (2011). Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama.

Alwi, V. A. P. (2020). makalah penyakit menular dan covid-19.

Chairi, A. (2009) Landasan Filsafat dan Metode Penelitian Kualitatif, Dalam: Workshop Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang, hlm. 1-27.

Corbin, J dan Strauss, A. Penyadur Ghony, D. 1997. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif. Pt Bina Ilmu, Surabaya. Danaher, P.J., Wilson, I and Davis, R. (2003).

A Comparison of Online and Offline Consumer Brand Loyalty, Marketing Science. Horton, Paul B dan Chestern L Hunt. (1996). Sosiologi Jilid 2 (edisi 6) Diterjemahkan oleh: Amiruddin Ram dan Tita Sobari). Jakarta: Erlangga

Eriyanto. 2014. Analisis Naratif: Dasar-dasar dan penerapannya dalam analisis Teks Berita Media. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Given, Lisa M (2008) The Sage Encyclopedia of Qualitative Research Methods, Los Angeles, Sage.

Herlina, S. (2015). STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS DALAM

MEMBENTUK CITRA

PEMERINTAHAN DI KOTA

MALANG. Jurnal Ilmu Sosial Dan iImu Politik, 4(3), 493–500.

Kaplan, A M., Michael H. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social Media. Business Horizons, x, 56-88

Kriyantono, R. (2012) Teknik Praktik Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Mulyana, D. (2007). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Moleong, LJ. 1994, Metodologi penelitian kualitatif. PT Rosdakarya, Bandung. Puspokusumo, A. (2011). PERANAN MANAGEMENT PUBLIC RELATIONS DALAM MEMPERTAHANKAN CITRA PERUSAHAAN JASA PERHOTELAN: STUDI

KUALITATIF PADA RE-OPENING HOTEL MANDARIN ORIENTAL, JAKARTA. Binus Business Review, 2(1), 202–215.

Richard Leo Enos and Lois Peters Agnew (eds.), Landmark Essays on Aristotelian Rhetoric, Lawrence Erlbaum, Mahwah, NJ, 1998.

Singh, Kultar. 2007. Quantitative Social Research Methods. New Delhi: Sage Publication.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.

Wuwur Dori Hendrikus. 2017. Retorika

Terampil Berpidato, Berdiskusi,

Berargumen, Bernegosiasi. Kanisius.

Jurnal

Ali Fikry, Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol. 5, No. 3, Maret 2020.

Buana, D. R. (2020). Analisis Perilaku

Masyarakat Indonesia dalam

Menghadapi Pandemi Virus Corona

(Covid-19) dan Kiat Menjaga

Kesejahteraan Jiwa. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 7(3), 217-226.

Dina Mizanie , Irwansyah. Komunikasi, Vol. XIII No. 02, September 2019: 149-164. Edy Chandra, YOUTUBE, CITRA MEDIA INFORMASI INTERAKTIF ATAU MEDIA PENYAMPAIAN ASPIRASI PRIBADI, Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni ISSN 2579-6348 (Versi Cetak) Vol. 1, No. 2, Oktober 2017: hlm 406-417 ISSN-L 2579-6356 (Versi Elektronik).

Hasrul, M. (2020). Aspek Hukum

Pemberlakuan Pembatasan Sosial

Berskala Besar (PSBB) Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease

(14)

https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.185 2019 (Covid-19). Jurnal Legislatif, 385- 398.

Jeratallah Aram Dani, Yogi Mediantara, Covid-19 Dan Perubahan Komunikasi Sosial, PERSEPSI: Communication Journal Vol 3 No. 1, 2020, 94-102, DOI: 10.30596/persepsi.v%vi%i.4510 Lehua Ledbetter (2018) The Rhetorical Work

of YouTube’s Beauty Community: Relationship- and Identity-Building in User-Created Procedural Discourse, Technical Communication Quarterly,

27:4, 287-299, DOI:

10.1080/10572252.2018.1518950 Musaraj, Arta. “History, sociology and politics:

The strange triangles of

Communication Day.” Academicus International Scientific Journal 3.05 (2012): 12-16.

Nasution, N. H., & WIJAYA, W. (2020).

MANAJEMEN MASJID PADA

MASA PANDEMI COVID 19.

Yonetim: Jurnal Manajemen Dakwah, 3(01), 84-104.

Rika Oktariani, AG. Eka Wenats Wuryanta,

Komunikasi Pemerintah Melalui

Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepada Publik, EXPOSE: Jurnal Ilmu Komunikasi ISSN 2620-8105 | E-ISSN 2621-0304 Volume 03, No. 02, November, 2020. Sigit Pramono Hadi, Inter Komunika: Jurnal

Komunikasi | Vol 5, No 1, Th 2020, 1-13.

Sultan, Muhammad Rapi, GEMA Online® Journal of Language Studies Volume

20(4), November 2020

http://doi.org/10.17576/gema-2020-2004-14.

Supriatna, E. (2020). Wabah Corona Virus Disease COVID-19 Dalam Pandangan Islam. Jurnal Sosial & Budaya, 7(6), 555-564.

Setyawati, N. (2020). IMPLEMENTASI SANKSI PIDANA BAGI MASYARAKAT YANG BERAKTIVITAS DI LUAR RUMAH SAAT TERJADINYA PANDEMI COVID19.

JURNAL EDUCATION AND

DEVELOPMENT, 8(2), 135-135

Syaipudin, L. (2020). Peran Komunikasi Massa di Tengah Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten

Tulungagung). Kalijaga Journal of Communication, 2(1), 14-34. Internet https://www.beritasatu.com/nasional/657857/g ugus-tugas-bubar-achmad-yurianto-tak-lagi-jadi-jubir-penanganan-covid19 https://covid19.go.id/p/berita/jubir-satgas- covid-19-jangan-sampai-unjuk-rasa-jadi-klaster-baru https://nasional.kompas.com/read/2020/10/12/ 20142611/jubir-satgas-covid-19- nyatakan-makin-banyak-warga-terapkan-3m?page=all https://covid19.go.id/p/berita/infografis-covid-19-1-november-2020 https://www.who.int/images/default- source/searo---images/countries/indonesia/infographics /covid-19-symptoms---bi.png?sfvrsn=1cd1a07e_5 https://www.who.int/images/default- source/searo---images/countries/indonesia/covid19/can -vit-d-cure-covid-19---bi.png?sfvrsn=529fb3a1_2

Referensi

Dokumen terkait

Segmentasi pasar merupakan sebagai pambagian pasar yang berbeda-beda (heterogen) menjadi keIompok-keIompok pasar yang homogen, dimana setiap kelompoknya bisa