TEKNIK PEMBUATAN
PROGRAM KERJA AUDIT (PKA) &
KERTAS KERJA AUDIT (KKA)
AUDIT MUTU INTERNAL PERGURUAN
TINGGI (AMIPT)
Dr Wonny Ahmad Ridwan, MM Kepala Kantor Audit Internal IPB
HP : 087870297113 Email : [email protected]
PROGRAM AUDIT
Seperangkat prosedur analitis,
berupa alur/urutan
langkah-langkah dalam pengumpulan data
dan bukti
TUJUAN PROGRAM AUDIT
ļ
Sebagai pedoman dan arah audit yang akan
dilakukan
ļ
Untuk menyamakan persepsi auditor
ļ
Untuk mengurangi kesenjangan pengeta-huan,
ketrampilan dan pengalaman auditing diantara para
auditor
ļ
Memudahkan pelaksanaan audit sampai ke
penyusunan laporan
ļ
Sebagai alat kendali
KRITERIA PROGRAM AUDIT
ļ
Harus spesifik, sesuai dengan penugasan
ļ
Reasonable
ļ
Kalimat instruksi positif
ļ
Menunjukkan langkah kerja
ļ
Menunjukkan prioritas
ļ
Namun tetap fleksibel, memungkinkan
penggunaan inisiatif dan judgement untuk
direvisi
ISI DAN KOMPONEN PROGRAM AUDIT
ļ
Nomor KKA dan Satuan Kerja yang diaudit
ļ
Tujuan Audit
ļ
Kegiatan Audit
ļ
Prosedur Audit
ļ
Nama Auditor
ļ
Tanggal dan alokasi waktu
ļ
Nomor Kertas Kerja Audit
OBYEK AUDIT
ļ
Berdasar Struktur
ļ Instalasi, Unit, Divisi ļ
Berdasar Fungsi
ļ Keuangan, SDM, Material, Belajar Mengajar,
Penelitian, Kemahasiswaan
ļ
Berdasar Kegiatan
PROSES BELAJAR MENGAJAR
ļ
Melakukan kontrak belajar
ļ
Memberikan kuliah
ļ
Memberikan tanya jawab
ļ
Melakukan pencatatan kehadiran
ļ
Memberikan praktikum
LABORATORIUM
ļ
Memberikan pelayanan Praktikum/Penelitian
/Pengabdian Kepada Masyarakat
ļ
Penggunaan alat lab
ļ
Memberikan pelayanan analisis
ļMemberikan pelayanan konsultasi
TAHAPAN AUDIT
ļ
PERSIAPAN
ļ
PENYUSUNAN PROGRAM
ļ
PELAKSANAAN AUDIT
ļ
PENYUSUNAN LAPORAN
PERSIAPAN
ļ
Pelajari Kinerja Prodi/Departemen yang akan diaudit
(auditee)
ļ
Pelajari laporan dari data dan standar yang ada
ļPelajari SOP yang berlaku di Departemen, baik
menyangkut pelayanan maupun admi nistratif.
ļPelajari pelaksanaan internal control unit
Review Data dan Informasi
ļ¬
Analisa data dan informasi yang didapat
ļ¬
Tulis hal2 yang ingin dan perlu digali lebih
lanjut, baik dari data sekunder maupun
primer dan atau observasi
ļ¬
Pembagian tugas auditor
MENYUSUN PROGRAM AUDIT
ļ
Hasil Review Pendahuluan, diketahui:
ļ Capaian Kinerja, Pencapaian target dll ļ Resiko yang mungkin timbul
ļ Kelemahan yang harus diperbaiki
ļ
Informasi dan data yang harus digali lebih
lanjut (sebab dan akibat, utk analisa)
ļ
Metoda
ļ
Data primer dan data sekunder
ļ
Pembuktian
⢠A. PKA
Kelengkapan Dokumen
⢠B. PKA
Cheklist
ā¢
C. PKA Langkah Langkah Audit
TEKNIK PEMBUATAN
KERTAS KERJA AUDIT (KKA)
AUDIT MUTU INTERNAL PERGURUAN
TINGGI (AMIPT)
KERTAS KERJA AUDIT
ļ
Adalah DOKUMENTASI proses audit yang dijalankan
oleh auditor
ļ
KKA dibuat oleh Auditor, direview oleh pengawas dan
penanggung jawab audit
ļ
Isi dokumentasi:
ļ
Langkah-langkah dan hasil audit
ļAnalisa dan Temuan
ļ
Kesimpulan
ļBukti
Kertas Kerja Audit adalah
:
Semua berkas/dokumentasi prosedur audit dan
temuan pemeriksaan, yang dikumpulkan oleh
auditor dalam menjalankan pemeriksaan, yang
berasal dari :
Pihak klien
Analisa yang dibuat oleh auditor
Pihak ketiga
TUJUAN KERTAS KERJA AUDIT
ļ
Untuk mencatat informasi dan data yang
diperoleh dari audit yang dilaksanakan
sesuai dengan program audit
ļ
Sebagai bahan untuk menyusun laporan
ļ
Untuk melacak (tracing) bila ada perbe
daan penafsiran penulisan temuan dan
atau kelengkapan pelaksanaan audit.
ļ
Untuk menilai kinerja auditor
ļ
Bukti berupa dokumen, rekaman dan atau
gambar dimuat dalam lampiran
ļ
Lampiran harus dibubuhi tanda tangan
sumber, untuk jaminan kebenaran alat
bukti tersebut (dokumen)
PENOMORAN KKA
ļ
Sesuai dengan yang tertulis dalam Program
Audit
ļ
Menggunakan cara penomoran yang lazim
(angka dan atau huruf latin)
ļ
Dibuat berurutan
ā¢
Akurat dan lengkap
ā¢
Jelas, tidak dapat ditafsirkan lain
ā¢Relevan dengan permasalahan
ā¢Rapi penulisannya
ā¢
A. KKA Ringkasan Kondisi
ā¢
B. KKA Deskripsi Kondisi
ā¢
C. KKA
Catatan Audit
PERSIAPAN VISITASI dan
Pembuatan Laporan
AUDIT MUTU INTERNAL
PERGURUAN TINGGI
Dr Wonny Ahmad Ridwan, MM Kepala Kantor Audit Internal IPB
HP : 087870297113 Email : [email protected]
MATERI PERTEMUAN PEMBUKAAN
ļ§ Perkenalan peserta (tim audit dan auditi) dan tugas / peranannya
ļ§ Konfirmasi tujuan, ruang lingkup dan kriteria audit
ļ§ Konfirmasi jadwal audit
ļ§ Metode dan prosedur untuk audit
ļ§ Konfirmasi saluran komunikasi formal antara tim audit dan auditi
ļ§ Konfirmasi bahwa sumberdaya dan fasilitas yang diperlukan oleh tim audit tersedia
ļ§ Konfirmasi hal-hal terkait kerahasiaan
ļ§ Konfirmasi prosedur keselamatan kerja, tindakan darurat, dan keamanan
ļ§ Penjelasan kategori ketidaksesuaian
ļ§ Informasi tentang kondisi yang dapat menyebabkan audit diakhiri.
ļ§ Informasi tentang sistem banding terhadap pelaksanaan dan kesimpulan audit
PELAKSANAAN
PERTEMUAN PENUTUPAN
Pertemuan dipimpin oleh ketua tim audit; peserta sama dengan pertemuan pembukaan dan dapat ditambah dengan klien audit.
Maksud pertemuan penutupan adalah:
ļ§ Mempresentasikan temuan dan kesimpulan audit sampai dimengerti
dan disetujui oleh auditi
ļ§ Bila memungkinkan, menyepakati jangka waktu yang diberikan kepada
auditi untuk menyampaikan rencana tindakan korektif dan pencegahan Pertemuan bersifat formal, risalah rapat dibuat, dan rekaman kehadiran disimpan.
Perbedaan pendapat dibahas dan diselesaikan; bila tidak dapat diselesaikan, seluruh pendapat direkam.
PENYIAPAN, PENGESAHAN DAN PENYAMPAIAN
LAPORAN AUDIT
ļ§
Ketua tim audit bertanggung jawab terhadap penyiapan dan isi
laporan audit
ļ§
Laporan audit memberikan rekaman audit yang lengkap, akurat,
singkat dan jelas
ļ§
Laporan diterbitkan dalam periode waktu yang disepakati; bila
tidak terpenuhi, alasan penundaan dikomunikasikan kepada
klien untuk disepakati tanggal penerbitan yang baru
ļ§
Laporan diberi tanggal, ditinjau dan disahkan sesuai dengan
prosedur program audit
ļ§
Laporan yang telah disahkan disampaikan kepada penerima
yang ditetapkan oleh klien audit
ļ§
Laporan audit adalah milik klien audit; anggota tim audit dan
seluruh penerima laporan harus memelihara kerahasiaannya.
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1.
Pemetaan risiko
2.
Sediakan slot untuk audit khusus
3.
Bisa digunakan instrumen BAN PT
1.
Jumlah Auditor ganjil (3-5 orang)
2.
Ketua tim berdasarkan kemampuan dan pengalaman
3.Audit mutu internal akademik dan non akademik
dapat berasal dari dosen atau non dosen
4.
Jika SDM kurang kompetensinya dapat melakukan
outsourching
5.
Bisa menggunakan narasumber/ahli
6.Surat tugas dari pimpinan tertinggi
7.
Pelajari auditi sebelum pertemuan pendahuluan
8.Siapkan program dan jadwal audit tentative
KIAT KIAT
1.
Berkomunikasi dengan auditi sebelumnya
2.
Informasikan kebutuhan dokumen sebelum datang
3.Pimpinan pertemuan seharusnya ketua tim auditor
4.Auditor jangan terlalu banyak bicara
(siapkan
pembagian tugas sebelumnya)
5.
Usahakan kesepakatan terutama
tujuan,
ruanglingkup dan jadwal
6.
Informasikan kebutuhan sarana dan prasarana yang
dibutuhkan (ruang, meja, dll) dan pemandu atau
pendamping
KIAT-KIAT
1.
Kumpulkan kriteria seperti Kebijakan, peraturan, SOP,
dll selengkap mungkin
2.
Kumpulkan informasi dokumen laporan atau
pelaksanaan kegiatan selengkap mungkin
3.
Evaluasi dulu dokumen laporan atau pelaksanaan
kegiatan kemudian bandingkan dengan kriteria
4.
Revisi program audit
KIAT-KIAT
1.
Sebelum berkunjung sepakati jadwal, orang yg ingin
ditemui dan dokumen yang ingin digali lebih dalam.
2.
Datang tepat waktu
3.
Terapkan
speak with data
4.
Libatkan auditi dalam menganalisa dan menguji
BUKTI DAN TEMUAN AUDIT
Bukti Audit
Rekaman, pernyataan mengenai fakta atau informasi lain yang terkait dengan kriteria audit dan dapat diverifikasi
Temuan Audit
Hasil evaluasi dari bukti audit yang dikumpulkan terhadap kriteria audit, berupa: ļ§ Kesesuaian ļ§ Ketidaksesuaian, ļ§ Observasi ⢠positif ⢠peluang perbaikan
PENYIAPAN KESIMPULAN AUDIT
Tim audit perlu bertemu secara internal (sebelum
pertemuan penutupan) untuk:
ļ§
Meninjau dan memformulasikan temuan audit dan
informasi lain yang sesuai dengan mengacu pada
tujuan audit
ļ§
Menyetujui kesimpulan audit dengan memperhatikan
ketidakpastian dalam proses audit
ļ§
Menyiapkan rekomendasi, bila ditetapkan dalam
tujuan audit
ļ§
Mendiskusikan tindak lanjut, bila dicakup dalam
rencana audit
K
e
T
idak
S
esuaian
(KTS)
Ob
servasi
KTS
ļ®
KTS yang berpengaruh besar terhadap mutu
produk/pelayanan.
ļ®
KTS yang menyebabkan risiko kehilangan
konsumen.
ļ®
KTS yang mengancam sertifikasi atau akreditasi.
ļ®KTS yang merupakan ancaman terhadap kegiatan
atau para pelaksana dalam organisasi.
ļ®
KTS yang menyebabkan potensi pidana atau
OB
ļ®
Observasi (OB) adalah KTS yg ringan dan hal hal yg
bersifat anjuran serta yg bersifat positip
ļ®
KTS yang tidak secara langsung mempengaruhi
mutu.
ļ®
KTS yang mudah diralat.
ļ®
KTS yang tidak menghambat sertifikasi atau
akreditasi.
ļ®
Kesesuaian yg bersifat positip dan belum ada
ditempat lain
KIAT-KIAT
1.
Diskusikan rekomendasi dengan auditi
2.
Rekomendasi seharusnya tajam dan tidak kualitatif
3.Temuan sebaiknya di presentasikan di depan auditi
sebelum dilaporkan ke pimpinan
4.
Temuan harus dikomentari auditi dan ditandatangani
5.Tindak lanjut bukan tanggungjawab auditor
6.
Semua pelaksanaan audit di catat dalam form
KIAT-KIAT
1.
Mulai membuat laporan dari awal pelaksanaan audit
2.
Catatan temuan, kriteria, sebab, akibat dan rekomendasi
dalam KKA sebaiknya tulisan bahasa laporan
3.
Bila audit belum selesai untuk kebutuhan yang
mendesak atau permintaan pimpinan bisa dibuat
laporan sementara (lisan maupun tulisan)
KIAT-KIAT
1.
Monitor tindak lanjut bila tidak sesuai diluruskan
2.Bila tidak dilaksanakan juga ada kemungkinan
PELAPORAN
ļµ
Dokumentasi & komunikasi hasil audit
ļµProduk dari penugasan audit
ļµ
Temuan dan rekomendasi
ļµ
Ditandatangani oleh auditor yang telah
bersertifikat
ARTI
PENTING
LAPORAN HASIL AUDIT
ļ±
Memuat hasil audit, penilaian auditor terhadap
pelaksanaan tugas pokok, ketaatan terhadap
peraturan dan efisiensi
ļ±
Memuat
TEMUAN
/
KONDISI
serta rekomendasi tindak
lanjut
ļ±
Hanya disampaikan kepada pihak yang
berkepentingan/wewenang
ļ±
Ukuran kinerja auditor
ļ
kondisi yg betul2 penting
TUJUAN
LAPORAN HASIL AUDIT
ļ±
Menyediakan data dan informasi kepada
manajemen sebagai
EARLY WARNING SYSTEM
ļ±
Menginformasikan kondisi yang sebenarnya
terjadi dan resiko yang mungkin terjadi.
Laporan hasil audit sebaiknya terdiri dari :
1. Cover yang dibuat menarik
2. Ringkasan eksekutif (2-3 lembar)
3. Pendahuluan
4. Daftar isi, table, gambar dan lampiran
5. Gambaran umum auditi
6. Hasil Audit yang berisikan temuan berupa kondisi,
kriteria, akibat, sebab rekomendasi dan tindak lanjut
yang diharapkan dari auditi.
7. Kesimpulan berupa jawaban atas tujuan audit yang
dilakukan.
8. Lampiran yang terdiri dari seluruh kertas kerja audit
dan dokumen pendukung lainnya.
SYARAT
LAPORAN HASIL AUDIT
ļ±
Sifatnya komprehensif, obyektif, lengkap,
relevan dan handal
ļ±
Mendorong manajemen untuk mengambil
langkah tindak lanjut
ļ±
Temuan harus disampaikan secara wajar
STANDAR KUALITAS
ļ±
Lugas dan langsung
ļ±
Sesuai dengan kondisi
ļ±
Persuasif
ļ±
Konstruktif
ļ±
Orientasi Hasil
ļ±
Menarik
PERHATIAN PEMBACA
ļ±
Kondisi
ļ±
Kriteria
ļ±
Akibat
ļ±
Sebab
ļ±
Rekomendasi
45
URUTAN LAPORAN
⢠Apa yang ditemukan
⢠Sama dengan auditee
Kondisi/Temuan
⢠Standar/ekspektasi/aturan
⢠Yang ada atau dikembangkan
Kriteria/Standar
⢠Dampak atau risiko jika dibiarkan
⢠Potensi maupun realised
Akibat/Dampak
⢠Disain
⢠Implementasi
Sebab/Akar
Masalah
⢠Saran perbaikan eliminir sebab
⢠Jangan restate kriteria
PENYAJIAN DATA
ļ±
Tabel
ļ±
Grafik
ļ±
Diagram
ļ±
Prosentase
vs
nominal
10 13 13 13 12 14 10 12 0 2 4 6 8 10 12 14 16 Ju m la h pe rt em uan MatakuliahKONSTRUKTIF
ļ±
Agar pembaca fokus pada
ISI,
bukan pada
bahasa
ļ±
Hindari opini tanpa dukungan
ļ±
Berikan perspektif seimbang
ļ±
Penekanan pada manfaat dan pemecahan
PERSPEKTIF SEIMBANG
ļ±
Tidak membesar-besarkan masalah
ļ±
Sajikan hal-hal positif atau prestasi yang telah
dicapai
ļ±
Trade-off antara resiko atas kondisi yang ada
MENULIS KESIMPULAN
ļ
Menjawab tujuan Audit
ļ
Menggunakan informasi dan data pendukung
yang konkret dan akurat
ļ
Seimbang
ļ
Beri perspektif
ļ
Komentar terhadap tanggapan
CARA / TEKNIK
1.
Bahan disiapkan bersamaan dengan proses
audit
2.
Gunakan klasifikasi standar
3.
Dapatkan persetujuan atas substansi
4.
Segera susun laporan dan revisi draft
Tulis laporan bersamaan dengan proses Audit
ļ±
Auditor sudah terbiasa mendokumentasikan
pengujian
ļ±
Resume untuk laporan :
ļ±Simpulan
ļ±
Signifikasi
ļ±Persuasif
Sajikan dalam bentuk yang mudah dibac
a
ļ±
Angka dan prosentase
ļ±
Daftar (list)
ļ±
Grafik dan bagan
ļ±
Lampiran
Gaya kesimpulan yang banyak dijumpai
ļ±
Penyakit 1:
ļ±
Terlalu luas, kabur, dan dapat digunakan untuk
hampir setiap laporan
ļ±
Penyakit 2:
ļ±
Membingungkan; nuansa berpindah-pindah dari
Enam langkah menuju simpulan yang efektif
ļ±
Menjawab tujuan audit
ļ±
Menggunakan informasi pendukung yang kongkrit
ļ±Gunakan ānadaā yang konsisten dan tepat
ļ±
Balance
ļ±
Beri perspekif
Menjawab tujuan audit
ļ±
Memberikan jawaban atas tujuan audit
secara langsung
ļ±
Jika terdapat lebih dari satu tujuan audit,
berikan jawaban untuk semua tujuan
tersebut
Beri perspektif
ļ±
memudahkan pembaca menginterpretasikan
hasil
ļ±
menggambarkan besar masalah implikasi
terhadap organisasi
ļ±
perspektif dengan menjelaskan signifikan (efek)
temuan, memberikan perbandingan atau
menunjukan penyebab masalah
Komentar terhadap tanggapan
manajemen
ļ±
Nilai = tindakan korektif yang dilakukan oleh
manajemen
FORMAT DAN STRUKTUR
ļ±
Format dan struktur menarik perhatian pembaca,
mengundang mereka untuk membuka dan membaca
isinya
ļ±
Prinsip format dan struktur yang baik:
o
Buat bagian (bab-bab) yang sesuai
o
Susun ikhtisar hasil audit
o
Laporan berlapis untuk berbagai pembaca
o
Format yang mudah dibaca
58
ļ±
Susun ikhtisar hasil-hasil audit
ļ±
Memberi overview atas laporan
ļ±
Ikhtisar tidak sama dengan kesimpulan
ļ±
Laporan berlapis untuk berbagai pembaca
ļ±
Memenuhi kebutuhan berbagai lapis manajemen perlu
dibuat struktur laporan yang
flexible
ļ±
Mengatur hasil audit(komentar dan rekomendasi)
ļ±
Komentar yang penting disajikan di bagian awal
ļ±
Hindari pengulangan informasi
Format yang mudah dibaca
ļ±
Format harus profesional, resmi, dan menarik
ļ±
Penampilan harus unik
ļ±
Unsur format:
headings
, penomoran, spasi,
CONTOH 1
ļ
Pelaksanaan Perkuliahan
Kami telah melakukan pengujian kepatuhan atas Ketentuan Waktu Pelaksanaan Perkuliahan dengan mengambil sampel sebanyak 8 matakuliah yang diselenggarakan pada semester ganjil dan genap tahun 2013/2014, di Program Studi Teknik Kimia. Berdasarkan wawancara dengan mahasiswa dan dosen, dan peninjauan langsung di beberapa kelas ternyata terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan perkuliahan.
Secara ringkas hasil pemeriksaan tersebut adalah sebagai berikut:
a) Lima matakuliah dari delapan matakuliah yang diperiksa, yaitu Fisika, Pengantar Matematika, Kimia Terapan, B Inggris dan B Indonesia, waktu tatap mukanya kurang dari waktu yang ditetapkan
b) Dosen matakuliah Kimia Terapan terlambat datang ke kelas lebih dari 15 menit pada 5 kali pertemuan , sementara dosen matakuliah B Inggris mengakhiri kuliah 15 menit lebih awal dari yang seharusnya.
CONTOH 1
ļ
Pelaksanaan Perkuliahan (sebaiknya)
Ada lima matakuliah (
disebutkan) yang tidak
dilaksanakan dengan waktu tatap muka sesuai
ketentuan perkuliahan.
3 dari 5 matakuliah (
disebutkan) tidak dilaksanakan
dengan waktu tatap muka sesuai ketentuan SKS.
atau
60% dari 5 matakuliah (
disebutkan) tidak
dilaksanakan dengan waktu tatap muka sesuai
ketentuan SKS.
CONTOH 2
ļ
Pelaporan Nilai
Proses rekapitulasi dan pelaporan nilai akhir matakuliah perlu disupervisi dengan ketat. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada proses pelaporan nilai akhir matakuliah, dan proses pemindahan dan rekapitulasi nilai yang
dilakukan oleh staf Bagian Akademik, ternyata terjadi kesalahan pemindahan nilai matakuliah untuk 5 mahasiswa. Sebagai contoh, dari hasil pemeriksaan daftar nilai, nilai matakuliah Pengantar Matematika untuk Sdr. Samsul Arifin berdasarkan daftar nilai dari dosen adalah āBā, tetapi pada rekapitulasi dan laporan pada file di Bagian Akademik, ternyata nilainya āDā.
sebaiknya
Terjadi kesalahan pemindahan nilai dari daftar nilai dari
dosen matakuliah (
bisa disebutkan matakuliahnya) ke daftar
YANG HARUS DIPERHATIKAN !
ļ±
Hindari bahasa opini dan generalisasi tanpa
dukungan
ļ
Laporan audit harus faktual dan konklusif, tidak
boleh kabur dan berbau opini;
ļ
Secara tidak sadar kita sering menggunakan bahasa
opini
A.
Gunakan bahasa yang kongkrit dan faktual
ļ
Bahasa opini melemahkan argumen yang kita
Contoh kata/kalimat opini:
1)
Untuk meningkatkan ketaatan terhadap kebijakan
manajemen, kami berkeyakinan bahwa koordinasi Ketua
Jurusan dengan Staf Bagian Akademik perlu ditingkatkan
2)
Kami rasa, karena jumlah mahasiswa bertambah, terjadi
kesulitan dalam mengatur jadwal kuliah dan praktikum
3)
Karena kami mengetahui bahwa akan terdapat temuan,
kami memutuskan untuk memeriksa prosedur baku yang
ada di tingkat fakultas dan jurusan.
4)
Nampaknya, usaha-usaha yang telah dilakukan untuk
mengatasi masalah ini belum membuahkan hasil
5)
Menurut pendapat kami, pedoman operasi sebaiknya
Yang harus diperhatikan (lanjutan)
B.
Hindari kata-kata dengan konotasi negatif
ļ¶
Temuan
ļ¶
Mengungkap vs mengidentifikasikan
C.
Hindari generalisasi yang tanpa dukungan
ļ¶
Jangan gunakan bahasa yang tidak persis/kabur
(e.g..
ābanyak sekali
ā : ā
berlebihan
ā)
Pelaporan nilai akhir matakuliah seharusnya
disampaikan secara tepat waktuā¦ā¦ā¦
tepat waktu, maksudnya ?
Prespektif yang seimbang
ļ±
Prioritas berdasarkan tujuan dan resiko (goal vs kontrol)
ļ±Tidak membesar-besarkan masalah (beri prespektif)
ļ±
Jangan membuat ālistā masalah-masalah yang minor
ļ±Hargai tindakan-tindakan yang telah dilaksanakan
ļ±
Menekankan manfaat, rekomendasi, dan pemecahan
masalah
ļ±
Menekankan solusi/manfaat
ļ±
Tidak menunjukkan masalah yang sudah diketahui oleh
manajemen
PEMANTAUAN
ļ±
Apakah ada tindak lanjut dari rekomendasi
yang telah disampaikan
ļ±
Apakah ada hambatan dalam melaksanakan
rekomendasi
ļ±
Apakah ada kemungkinan rekomendasi tidak
dapat dilaksanakan
ļ±
Sampaikan
feedback
pada manajemen (bukan
LANJUTAN
ā¦ā¦..
ļ±
Secara berkala sajikan informasi rekapitulasi
hasil pemantauan tindak lanjut kepada
manajemen
ļ±
Berikan tembusan
feed back
hasil
TUGAS KETUA TIM
1. Mengkoordinir pemnyusunan PKA dengan anggota Tim 2. Membagi tugas anggota tim
3. Membuka, menyampaikan hasil dan menutup pelaksanaan audit ⢠Membuka
a. Salam pembuka
b. Ucapan terima kasih atas penerimaan dan mohon maaf karena telah mengganggu
c. Perkenalkan anggota tim
d. Sampaikan tujuan dan ruang lingkup e. Sampaikan kerahasian hasil audit
f. Sampaikan permintaan bantuan penggunaan ruang dan sarana yang mungkin digunakan (LCD, printer dsb)
g. Menyampaikan permintaan dokumen2 (dasar nya PKA) h. Mempersilahkan auditi untuk meninggalkan auditor
⢠Penyampaian hasil audit a. Salam pembuka
b. Menyampaikan hasil audit (ringkasan kondisi) secara menyeluruh c. Menyampaikan kondisi audit (deskripsi kondisi) satu persatu dan
membahas tentang kesepakatan atas kondisi ⢠kondisi (disepakati oleh auditi),
⢠akar penyebab didiskusikan dengan auditi, hingga ketemu persoalan mendasarnya
⢠rekomendasi, (disepakati oleh auditi)
⢠Rencana perbaikan, rencana pencegahan (apa yang harus dilakukan)
⢠Jadwal perbaikan, jadwal pencegahan ⢠Meminta tanggapan atas hasil audit ⢠Meminta persetujuan atas hasil audit
Dapat dibagi dengan anggota tim utk memimpin pembahasan
⢠Menutup pertemuan
⢠Sampaikan ucapan terima kasih ⢠Sampaikan permohonan maaf