Masyarakat Islam dan Pluralitas Budaya Nama : Rina Nurjanah
Jurusan : PMI ( PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM ) FAK. : DAKWAH&KOMUNIKASI
[email protected] A. ABSTARAK
Makna pluralitas kebudayaan menurut ahmad safei merupakan wasilah menuju persatuan masyarakat Islam melalui manajeman ikatan ikatan hati ( ukhuwah islamiyah ) yang kuat sehingga mampu melahirkan suatu kekuatan yang dahsyat untuk menghancurkan setiap lawan yag menghadang. Secara faktual, kita masih dihadapkan pada kenyataan bahwa pluralitas agama masih sering menjadi penyebab disintegrasi masyarakat.
secara linguistic pluralitas berasal dari kata plural yang artinya jama’ah, plurality artinya orang yang banyak atau perbedaan antara jumlah suara terbesar dan jumlah berikutnya. Sedangkan menurut istilah, pluralitas adalah keragaman suku, agama, dan budaya.
Keragaman tidk hanya patut diakui dan diterima kenyataanya oleh masyarakat, tetapi harus disertai dengan sikap yang mampu menjadikan keragaman sebagai hikmah yang bernilai positif. Fluralitas merupakan fitrah manusia dan rahmat dari Allah yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya sebagai sunnatullah yang given ( kodrati ) dalam kehidupan. Jika manusia dilahirkan berbeda dari segi fisiknyanya. Pluralitas dianggap sebagai conditio sine qua non ( keadaan atau syarat ) dalam penciptaan makhluk.
B. PEMBAHASAN Judul Buku : Sosiologi Islam
Oleh : Dr. H. AGUS AHMAD SYAFEI, M.Ag. Penerbit : Simbiosa Rekatama Media
Tahun terbit: 2017
Kelebihan buku : Buku ini memeiliki kelebihan bagi para pembaca agar menambahkan ilmu pengetahuan dan berwawasan yang luas serta dapat mempelajarinya dalam kehidupan sehari-hari
Kekurangan buku : Buku ini memiliki kekurangan karena tidak dapat memahami isi buku dan ada kata-kata yang tidak dimengerti
Di dalam buku ini penulis menulis tentang Masyarakat Islam dan pluralitas Budaya, yang menjelaskan didalamnya Mayarakat islam diindonesia belum sepenuhnya mampu merealisasikan sebuah konsep al-qur’an dalam menegakkan persatuan umat wahidah, umat Washata, dan khairu umat adalah tiga term yang digunakan al-qur' an yang menunjukkan masyarakat utama. Ketiga term term tersebut meruppakkan langkah menuju masyarakat qur’ani yang tidak menafikan keragaman umat manusia dimuka bumi dn mampu bersatu berdasarkan iman kepada Allah serta mengacu pada nilai-nilai kebajikkan. Pluralitas masyarakata dipahami sebagai kemajemukkan masyarakat yang terdiri atas berbagai suku dan agama yang menyatu dalam ikatan keberadaan. Ukhuwah islamiyah merupakan salah satu pilar untuk mencapai masyarakat yang beradab atau istilah lain yang lebih populer, yaitu masyarakat madani.
Perbandingan dengan ilmu lain : Perbandingannya :
Pada dasarnya masyarakat islam dan pluralitas budaya menjelaskan tentang : Simbol dan Nilai
Setiap orang terbentuk oleh lingkungan. Lingkungan pembentuk ini biasanya disebut kebudayaan, Dan, sebaliknya, manusia juga membentuk kebudayaan. Kebudayaan dapat dipandang sebagai tindakan berpola dalam masyarakat. Dengan kata lain, masyarakat terbentuk atau terkelompok oleh adanya kebudayaan.
bertindak. Dengan menggabungkan faktor diri dengan faktor kebudayaan, setiap orang dalam suatu kelompok memiliki symbol dan nilai yang sama. Didalam symbol dan nilai melahirkan:
Kebudayaan massa
Kebudayaan massa antara lain:
Geng Remaja
Gerakan moral dan bisnis
Pembangunan pertanian sebagai alternative
Pribumisasi islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan, tetapi berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi bentuknya yang otentik dari agama, seta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya.
Pada konteks selanjutnya, tercipta pola-pola keberagaman ( Islam ) yang sesuai dengan konteks lokalnya, dalam wujud “ Islam pribumi “ sebagai jawaban dari islam otentik atau “ Islam murni “. Yang ingin melakukan proyek arabisasi didalam setiap komunitas islam diseluruh penjuru dunia.
Sebagai contoh, dapat dilihat dari praktik ritual dalam budaya popular di Indonesia, sebagaimana dipraktikkan oleh kuntowijoyo, yang menunjukkan perkawinan antara Islam dn budaya local yang cukup erat.
C. KESIMPULAN
pluralitas kebudayaan merupakan wasilah menuju persatuan masyarakat Islam melalui manajeman ikatan ikatan hati ( ukhuwah islamiyah ) yang kuat sehingga mampu melahirkan suatu kekuatan yang dahsyat untuk menghancurkan setiap lawan yag menghadang.
keberagaman ( Islam ) yang sesuai dengan konteks lokalnya, dalam wujud “ Islam pribumi “ sebagai jawaban dari islam otentik atau “ Islam murni “.
Yang ingin melakukan proyek arabisasi didalam setiap komunitas islam diseluruh penjuru dunia. Watak dan kepribadian yang diciptakan Allah secara berbda-beda merupakkan sebuah keragaman dan keunikkan dimata manusia, sesuai dengan firman Allah dalam surah Al-an’am ayat 108.
D. DAFTAR PUSTAKA
Syafei, agus ahmad. 20017. Sosiologi Islam. Bandung: SIMBIOSA REKATAMA MEDIA
Nur’aeni, Henny gustini, 2006. Masyarakat dan budaya. Bandung: PUSTAKA SETIA Bandung