Info Artikel: Diterima 14/04/2015 Direvisi 23/05/2015 Dipublikasikan 30/06/2015
Volume 3 Nomor 2, Juni 2015, Hlm 1-7
Kolaboratif: Ker
Afdal
1*1Fakultas Ilmu Pendidikan, Un
Abstract
The successful implementation alone, but further a common administration officials and others). This paper presents id persons to help optimal studen
Keyword:guidance and counseling, collaborative
Copyright © 2015 IICE - Multikarya Kons (Padang - Indonesia) - All Rights Reserved
Indonesian Institute for Counseling and Education (IICE) Multikarya Kons
PENDAHULUAN
Sistem pendidikan di Ind bagian utuh dari pendidikan praktiknya, layanan bimbingan dikenal dengan bimbingan dan dan konseling diselenggarakan dan tidak hanya melayani siswa lingkungan luar sekolah, seperti Lingkungan keluarga me merupakan lingkungan yang p lingkungan sosial dan pendid kepribadian individu, yang aka
Studi yang dilakukan b mempersiapkan dan merencan perencanaan karir anaknya ad hanyalah mempersiapkan da merencanakan karir mereka m perkembangan karir anak) se pendidikan kepada guru, terda
Volume 3 Nomor 2, Juni 2015, Hlm 1-7
erangka Kerja Konselor Mas
Universitas Negeri Padang
tion of guidance and counseling in schools is not only n task among school personnel (both the principal, tea nd other students) and the school environment (paren s ideas with regard to the importance of establishing c
ents development.
guidance and counseling, collaborative
Copyright © 2015 IICE - Multikarya Kons (Padang - Indonesia) - All Rights Reserved
Indonesian Institute for Counseling and Education (IICE) Multikarya Kons
ndonesia jauh-jauh hari sudah menetapkan layanan bim n untuk mewujudkan siswa yang mandiri dan berkem gan dan konseling itu mengacu kepada pola pelayanan b an konseling komprehensif. Pola tersebut mengandung a an secara terpadu dan berkesinambungan pada semua a iswa di sekolah saja, akan tetapi juga memberikan layana
erti lingkungan keluarga serta lingkungan masyarakat. menjadi perhatian layanan bimbingan dan konseling g penting dalam perkembangan individu, mengingat lin didikan pertama yang berpengaruh terhadap pemben kan berpengaruh bagi kehidupannya dimasa mendatang. berkenaan dengan peran lingkungan keluarga dal canakan karirnya, banyak orang tua yang beranggapan adalah urusan guru. Ada juga orangtua yang berpen dari segi materi yang dibutuhkan anaknya dalam a masing-masing. Sedangkan urusan lain berkenaan d sepenuhnya diserahkan kepada guru atau sekolah. rdapat juga orangtua yang menyerahkan urusan pendid
Volume 3 Nomor 2, Juni 2015, Hlm 1-7
asa Depan
nly the duty of counselor teachers, class guardian, rents , communities, and g collaborative with other
guidance and counseling, collaborative
Copyright © 2015 IICE - Multikarya Kons (Padang - Indonesia) - All Rights Reserved
Indonesian Institute for Counseling and Education (IICE) Multikarya Kons
imbingan dan konseling sebagai embang secara optimal. Dalam n bimbingan dan konseling yang g arti bahwa layanan bimbingan a aspek dan jenjang pendidikan, nan bimbingan dan konseling di t.
ng karena lingkungan keluarga lingkungan keluarga merupakan bentukan sikap, keyakinan dan ng.
kepada pembantu, sehingga t dengan orangtua kandungnya s Permasalahan tersebut m mendalam tentang anak dan pe untuk secara bersama mewu keputusan secara tepat dan ma kerjasama dengan orangtua. konseling, mengingat kolabora oleh guru BK/konselor, seperti dan profesionalitas secara berk bekerja sama dengan pihak-p (Depdiknas, 2008:164).
Permasalahannya sekaran penting dalam pelaksanaan k dilakukan terhadap 3 (tiga) o ditemukan bahwa pada umum perencanaan karir anak, termas karis siswa secara bersama. Ha jawab pendidikan kepada guru pendidikan siswa. Termasuk kelekatan) tidak terjalin den memunculkan permasalahan si dengan potensi diri dan tuntuta
KONSEP DASAR KOLABO Untuk mencapai perkemb bidang kegiatan (seperti hanya merupakan kerjasama yang b Kerjasama yang baik itu tidak pihak yang memiliki perannya
Penggunaan istilah kolab collaboration yang berarti k mendefenisikan kolaboratif seb Hal ini mengisyaratkan bahwa boleh berbeda-beda, sehingga lanjut secara bersama sehingga Idol & Baran (dalam Schmidt, joint effort. Ini berarti dalam merupakan usaha bersama.
Istilah kolaboratif dalam il
perkembangan yang cukup pa kolaboratif ke dalam tiga pola, lalu yang didominasi oleh teor layanan acuan ini lebih meng pengkondisian, dan kontribusi pandangan dari intrafisik dan intrafisik merupakan interaksi karena pengaruh dari lamanya rangsangan dan tanggapan. P membantu memecahkan masal seperti struktur keluarga, pera interaksi, (3) pola layanan y
a tercipta hubungan emosional yang lebih dalam den a sendiri (Kompasiana, 24 September 2011).
t menjadi bertambah ketika guru BK/konselor yang me perkembangan karir tidak melakukan kegiatan kolaboras wujudkan perkembangan karir anak yang optimal s mandiri dalam hal pendidikan dan karirnya di masa aka a. Hal ini tentunya memerlukan perhatian khusus da
oratif dengan orangtua merupakan salah satu bagian ko rti yang tercantum dalam kompetensi konselor dalam bi erkelanjutan dengan mengimplementasikan kolaborasi k-pihak terkait di dalam tempat bekerja termasuk di
rang adalah pelaksanaan kolaboratif dengan orangtua b keseluruhan program oleh guru BK/konselor di sek ) orang guru BK/konselor di SMA kota Padang pa mnya guru BK/konselor tidak melakukan kegiatan kol asuk di dalamnya dalam hal merencanakan dan menge Hal ini juga menimbulkan persepsi seolah-olah orangtua uru dan guru juga dipersepsi sebagai orang yang paling uk dalam hal pengembangan karir, nilai-nilai kelua
engan baik antara anak dan orangtua karena berba siswa dalam bidang karir (seperti tidak mampu merenc utan lingkungan dan sebagainya).
ABORATIF
mbangan siswa yang optimal, proses pendidikan tidak ha ya pada pembelajaran bidang studi atau bidang bimbing g baik antar komponen pendidikan untuk mencapai
ak hanya dilakukan dalam internal sekolah saja akan te ya masing-masing. Kerjasama tersebut dilakukan dalam laboratif berasal bahasa Inggris yaitu collaborative ya kerja sama. Dalam pengertian yang lebih luas, F sebagai gaya/cara yang dipilih oleh para profesional untu wa individu yang terlibat dalam kegiatan kolaboratif mem
ga membutuhkan adanya mekanisme perencanaan, pela gga tujuan bersama yang akan dicapai dapat terwujud. Ha
dt, 2003:60) yang menyatakan bahwa in collaborative, p lam pelaksanaan kolaboratif yang efektif, kegiatan p
m ilmu konseling dan psikoterapi menurut Bertolino & O’
panjang, dengan menguraikan perkembangan pola laya la, yakni (1) pola acuan yang memfokuskan pada fisik, p eori psikoanalisa, psikodinamik dan psikiatri biologis d ngutamakan alasan hasil berpikir analitik, berdasarkan usi analisis secara mendalam dari psikoanalisis. (2) p an tindakan masa lalu menuju tindakan masa kini. Dala si dalam mempelajari hubungan, yang berarti bahwa be ya interaksi dengan orang lain, tetapi dari pola komunika . Pola ini dikembangkan tahun 1950. Dalam pola ini
salah klien dengan menentukan ketidakberfungsian hubu eran, aturan, batasan dan intervensi untuk perubahan, g yang berbasis kolaboratif dimulai dari suatu hal ya
dengan pembantu dibandingkan
memahami dan mengerti secara rasi/kerja sama dengan orangtua l sehingga mampu mengambil kan datang, termasuk dalam hal dari para ahli bimbingan dan kompetensi yang harus dimiliki bidang mengembangkan pribadi si intern di tempat bekerja yaitu di dalamnya dengan orang tua
a bukanlah menjadi bagian yang ekolah. Wawancara awal yang pada tanggal 18-20 September olaboratif/kerja sama dalam hal ngevaluasi program perencanaan tua melepaskan semua tanggung ing bertanggung jawab terhadap luarga (seperti kehangatan dan rbagai hal sehingga berpotensi ncanakan karir yang tepat sesuai
hanya bisa diserahkan pada satu ingan dan konseling) akan tetapi ai tujuan bersama pendidikan. tetapi juga melibatkan berbagai m bentuk kegiatan kolaboratif. yang berarti bekerja sama atau , Frans & Bursuck (1996:74) ntuk pencapaian tujuan bersama. emiliki tujuan yang sama, tidak elaksanaan, evaluasi dan tindak . Hal ini sesuai dengan pendapat , planning and implementing are perencanaan dan pelaksanaan
O’Hanlon (2001) terjadi dalam
dianalisis yang dimulai sejak keluarga yang menggunakan a pada individu-individu dalam terapis/konselor mengedepank meningkatkan hasil terapi/kons
PENTINGNYA KOLABORAT Kolaboratif dilaksanakan sendiri/berdiri sendiri untuk m kesuksesan tergantung pada u serta kegiatan kolaboratif yan keluarga mereka (Dahir & Ston dikatakan profesional apabila teaming) secara tepat dengan b dengan guru lain, siswa, ora menyebutkan bahwa kolabora perkembangan siswa menjadi s yang menyatakan bahwa kons konselor sekolah yang bisa me pendidikan anaknya di sekola mengundang orangtua sebagai tutor pada suatu program instr serta dapat juga memperkuat orang dewasa.
Program bimbingan dan pengembangan akademik, kar sekolah, orangtua, dan kolega yang dilakukan dengan orangt digunakan untuk membantu perencanaan individual untuk tersebut direncanakan untuk m (consulting) dalam kerangkan b
Berkenaan dengan kolab (Young, 2013:2) memberikan pihak lain (termasuk orangtua) disimpulkan oleh Grothaus & orangtua dalam pendidikan ana motivasi, tingkat kehadiran, di menamatkan pendidikan tepat 2012:163) menunjukkan bah masyarakat dan profesi) dapat siswa. Hal yang sama juga terja professionals dan orangtua yan ini memberikan asumsi bahwa penyelesaian tugas yang lebih akan berpengaruh terhadap pe dengan berbagai pihak (terma tujuan pelayanan bimbingan BK/konselor sebagai kompon kebutuhan orangtua berkenaan tujuan untuk meningkatkan kei lebih akrab dalam rangka keiku
ak akhir tahun 1970 dan awal 1980. Pola ini pada awa n aktivitas kolaboratif dalam terapi keluarga untuk me am keluarga. Dengan mengedepankan kolaboratif yan ankan berbagai kekuatan, kemampuan dan sumber onseling yang lebih baik dimasa-masa akan datang.
RATIF
an di sekolah dengan alasan bahwa sekolah dan guru BK/ memenuhi semua kebutuhan siswa. Pemenuhan kebu a usaha kolaborasi yang dilakukan oleh guru BK/kons ang dilakukan, tidak hanya bisa membantu siswa aka tone, 2012:394). Lebih lanjut, Fields & Hines (2010:250 ila mampu melakukan kolaborasi dan bekerja secara n berbagai pihak yang mendukung tercipta dan tercapain orangtua bahkan dengan masyarakat yang lebih luas orasi yang terjadi antar pihak yang berkepentingan da di salah satu ciri sekolah yang efektif. Hal ini sejalan den
onselor sekolah yang diharapkan ada pada masa seka mengembangkan dan mendesain suatu program meliba olah melalui kegiatan kolaboratif. Pelibatan orantua y gai anggota komite sekolah, memberikan kesempatan ke struksional, keterlibatan orangtua dalam pendanaan pro at pemahaman dan keterampilan orantua berkenaan den
an konseling komprehensif di sekolah mencakup ak arir dan personal/sosial siswa. Aktifitas kolaborasi itu ga di masyarakat yang lebih luas (Dollarhide & Saginak ngtua merupakan salah satu perwujudan komponen pro tu mendukung komponen program pelayanan dasa tuk mencapai kemandirian dan perkembangan optimal menjalankan fungsi konseling (counseling), koordinasi n bimbingan dan konseling komprehensif (Dollarhide & laborasi dalam bimbingan dan konseling, penelitian an makna bahwa proses kolaborasi yang dilakukan ol tua) memberikan dampak pada tingginya motivasi siswa & Cole (2012:6) yang menyatakan bahwa kegiatan anaknya dapat meningkatkan munculnya potensi untuk s , disiplin, penyelesaian tugas yang lebih baik dan menin pat waktu. Lebih lanjut, penelitian Brabeck, Walsh &
ahwa dengan adanya kolaborasi antar kelompok ( pat memberikan dampak yang positif terhadap motiva erjadi pada kolaborasi dengan administrator, guru, staf, p
ang memberikan pengaruh terhadap kesuksesan siswa d hwa apabila siswa memiliki motivasi yang tinggi, me ih baik dan memiliki kemampuan untuk menamatkan pe
perkembangan karir siswa tersebut. Hal ini menunjukk masuk dengan orangtua) penting dilakukan oleh guru B
n dan konseling menuju perkembangan siswa yang onen utama kolaboratif hendaknya mampu membant aan dengan tanggung jawab pendidikan terhadap anakn keikutsertaan orangtua dan merancang strategi untuk me ikutsertaan orangtua dalam aktivitas yang lebih luas (Sch
awalnya dilakukan oleh terapis mendapatkan hasil yang optimal yang berbasis kompetensi, para er daya yang beragam untuk
BK/konselor tidak bisa berfungsi ebutuhan siswa untuk mencapai nselor dengan pihak-pihak lain kan tetapi juga bisa membantu :250) guru BK/konselor baru bisa ara kelompok (collaboration & ainya kesuksesan siswa, baik itu luas. Bahkan, Tang (2010:389) dalam program pendidikan dan dengan pendapat Schmidt (2003) karang dan akan datang adalah libatkan orangtua dalam program a yang dimaksud dapat berupa kepada orangtua untuk menjadi program sekolah yang lebih luas dengan perkembangan anak dan
aktifitas kolaborasi dalam hal itu dilakukan dengan kolega di nak, 2012:vi). Bentuk kolaborasi program dukungan sistem, yang asar, pelayanan responsif dan al siswa. Pelaksanaan program asi (coordinating) dan konsultasi
& Saginak, 2012).
PRINSIP-PRINSIP KOLABO
Friend & Cook (Lee, 20 yakni (1) kolaboratif bersifat kolaboratif secara sukarela, tid (2) kolaboratif didasarkan pad semua individu yang berkon dilaksanakan atas tujuan bersa BK/konselor dengan orangtua penting, hal ini berarti bahwa berbagi tanggung jawab, (5) ko keputusan penting hendaknya jawab akan akuntabilitas kegia berbagai sumber, yang berarti ilmu, memberikan informasi kegiatan kolaboratif menjadi perkembangan siswa yang opti
BENTUK BIMBINGAN KO
Berbagai bentuk kolabo konseling di sekolah. Dianta Colllaboration Inclusion Mode Simcox, Nuijens dan Lee (Doll
1) Model CASST
Model CASTT ya Technology merupakan masyarakat, administra prestasi baik dalam bida
Lebih lanjut, dala dapat dilakukan dengan bekerjasama dengan ( kepemimpinan dalam se mengetahui kebutuhan berkenaan dengan data program sekolah dan pr kondusif untuk tercipt membantu penguatan m tangan kasus, promosi remedial; (3) siswa, ker peer helper, peer facilit
Di lingkungan lua pihak yang dapat dima dengan (1) orangtua, ya pelaksanaan program s bimbingan dan konselin bimbingan, berpartisipa untuk membantu keter dilakukan untuk menca membantu siswa menca dimanfaatkan oleh gur berminat dalam hal ya
ABORATIF
2013) menjelaskan bahwa prinsip kolaboratif hendakn ifat sukarela, dimana antara komponen kolaboratif hen
tidak ada pemaksaan baik dari guru BK/konselor ke or ada kesamaan/keseimbangan, dimana guru BK/konselo kontribusi memiliki nilai/keberartian yang sama dan rsama, dimana tujuan tersebut dirumuskan dan akan dica tua, (4) kolaboratif termasuk di dalamnya berbagi tang wa kegiatan kolaboratif tidak hanya menjadi dominasi ) kolaboratif berbagi akuntabilitas untuk hasil, dimana s
ya guru Bk/konselor dan orangtua dalam kegiatan ko giatan yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dica rti bahwa antara komponen kolaboratif hendaknya saling si agar kesemuanya memiliki kemampuan yang hamp di kegiatan yang ada dalam mencapai tujuan yang ptimal
ONSELING KOLABORATIF
aboratif disajikan oleh beberapa ahli dalam usaha men ntaranya yang dikemukakan oleh Stone dan Dahir m odels oleh Clark dan Bremen, serta Collaborative Cultu Dollarhide & Saginak, 2012:166-170).
yang merupakan akronim dari Community, Administra an usaha kerjasama lebih luas yang dapat dilakukan ol trator, siswa, guru dan teknologi untuk membantu siswa idang pribadi sosial, akademik maupun dalam bidang ka alam CASTT tersebut, Dahir & Stone (2012:401) men gan pihak di sekolah dan luar sekolah. Di pihak seko (1) administrator, kolaborasi dengan para administ
sekolah. Hubungan antara guru BK/konselor dengan ad an siswa dengan berbagai aktifitas seperti penyediaan ata siswa yang lebih luas, saling berbagi data yang d
program BK yang saling melengkapi dan membantu te iptanya kesuksesan; (2) guru lain, kerjasama yang b n manajemen kelas, menciptakan kondisi yang nyaman osi program dan perlakuan bagi siswa yang memerlu
kerjasama dengan siswa dapat dilakukan dalam bentuk ilitator, peer mediator, peer tutor dan peer supporters.
luar sekolah, lebih lanjut Dahir & Stone (2012:397) m imanfaatkan oleh guru BK/konselor dalam pelaksanaa , yang tidak hanya bisa menjadi sponsor utama berkena
sekolah akan tetapi juga berperan lebih dalam me eling sekolah, seperti sebagai tutor, mentor, konsultas ipasi dalam kegiatan sekolah, serta dapat juga suatu ke etercapaian tujuan program; (2) profesi kemanusiaan capai kesuksesan akademik siswa dan juga dapat memp capai kesuksesan akademiknya; (3) kelompok/rukun tet uru BK/konselor untuk mencapai kesuksesan pelaksa yang berkaitan dengan pendidikan, housing, rekreas
knya mengacu pada enam sifat hendaknya melakukan kegiatan orangtua maupun kepada siswa, elor hendaknya meyakini bahwa dan seimbang, (3) kolaboratif icapai secara bersama oleh guru nggung jawab untuk keputusan asi satu orang saja, akan tetapi a selain bertanggung jawab akan kolaboratif memiliki tanggung icapai, (6) kolaboratif hendaknya ling mengisi, saling memberikan mpir sama, dan (7) hendaknya ng lebih baik dalam mencapai
encapai tujuan bimbingan dan melalui CASTT a Wider net, lturally Competent Schools oleh
trators, Students, Teachers, and oleh guru BK/konselor dengan siswa mencapai kesuksesan dan karir.
engemukakan bahwa kerjasama ekolah, guru BK/konselor dapat istrator dapat menguatkan tim administrator dibutuhkan untuk aan informasi yang dibutuhkan dibutuhkan untuk membangun u terciptanya iklim sekolah yang baik dengan guru lain dapat an bagi siswa, konsultasi, alih rlukan perhatian khusus seperti tuk layanan teman sebaya seperti
.
masyarakat yang lebih mendukung perkemban optimal anak; (4) perus dengan karir. Selain itu kegiatan sekolah; (5) pe bagi siswa maupun bag berbagi pengalaman. K mengukur pengaruh pro dengan mengundang al yang dijalaninya untuk pekerjaan dan dapat ju akademiknya
.
2) Collaborative inclusion Clark dan Bremen berbagai praktik konsult dimana guru dan konse intervensi dalam ruang direkomendasikan itu a atas inisiatif sendiri o indentifikasi masalah de mitra seperti guru, oran jawaban atas tujuan yan sebagai kebutuhan. La memberikan dukungan membiarkan guru dan dalam ruang kelas. Pad balik dan diikuti denga Konselor dapat melaku pelaksanaan intervensi d kelompok kecil dan kon peran keluarga melalui berkenaan dengan kurik pendidikan administras pengembangan profesio budaya, respon dan ko kompetesi dalam prak masyarakat dapat beker umumnya. Kolaborasi program sekolah dan p berbasis kemasyarakata
ih luas. Hal ini juga mengisyaratkan bahwa lingkunga bangan anak akan menjadi modal penting dalam usah rusahaan, kerjasama dapat dilakukan dalam usaha pend itu perusahaan dapat diminta pertolongan untuk menduk ) perguruan tinggi, kerjasama dapat dilakukan dalam ha agi peningkatan kompetensi guru BK/konselor dalam b . Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah kerjas program yang diterima siswa; (6) alumni, kerjasama d alumni berbagi pengalaman mereka terhadap berbagai k dibagi kepada siswa sehingga mereka memiliki pemah t juga memberi dampak pada motivasi belajar siswa
.
on model
en menciptakan model kolaboratif untuk konselor dan sultasi. Model ini merekomendasikan Enam langkah ink
selor secara bersama merencanakan, mengimplementas ang kelas dimana semua siswa bisa memperoleh m u adalah (a) klien dapat diperoleh dari alihtangan guru i oleh siswa yang bersangkutan untuk mendapatkan dengan memperoleh dan menggali informasi dari berba rangtua dan administrator, (c) merencanakan intervens yang akan dicapai secara bersama, (d) melaksanakan int Langkah ini juga termasuk di dalamnya infusi melalu
an kepada siswa yang berkelanjutan, (e) mengemban an siswa untuk menindaklanjuti kegiatan setelah konse Pada tahap ini termasuk di dalamnya adalah memberik gan panduan-panduan yang memungkinkan, dan (f) eva kukan pengawasan kepada guru dan siswa secara peri si dalam ruang kelas.
ally Competent Schools
mbangkan oleh Simcox, Nuijens dan Lee dengan m sitif secara kultural dan ekologis antara konselor sekola etensi budaya di sekolah. Model ini mengedepankan psikolog sekolah dalam mengembangkan, melaksanak t tingkatan utama pelayanan terhadap siswa, orangtua disajikan secara ringkas ke empat tingkatan yang dimak , merupakan bentuk intervensi yang dilakukan terhadap dalam bidang akademik, pribadi-sosial, dan karir m konsultasi; (b) penguatan keluarga, intervensi pada tingk
lui berbagai penyajian topik dan forum pertemuan ter rikulum sekolah, asesmen dan penempatan, hubungan rasi; (c) konsultasi kolegial, tingkatan ini bertujuan un
sional bagi staf pendidik dan profesional dengan cara kompetensi sekolah. Workshop dan seminar dapat d raktik dan strategi pendidikan; (d) pemanfaatan sum kerjasama untuk mencapai kesuksesan sekolah pada kh si pada tingkatan ini dapat berupa peningkatan kes n pendidikan serta dapat juga secara bersama mengem
atan.
ngan masyarakat disekitar yang saha pencapaian perkembangan endidikan dan latihan berkenaan ukung secara finansial (sponsor) hal pendidikan dan latihan baik bentuk magang, praktikum dan jasama dalam penelitian untuk a dapat dilakukan salah satunya gai karir dan pengalaman hidup ahaman baru berkenaan dengan wa untuk mencapai kesuksesan
.
an guru yang merepresentasikan inklusif dalam proses intervensi tasikan dan mengevaluasi semua manfaat. Enam langkah yang ru, administrator, orangtua atau an layanan oleh konselor, (b) rbagai catatan, berbicara dengan ensi dalam kelas untuk mencari intervensi dan memodifikasinya lalui tutor/mentor sebaya untuk bangkan sebuah rencana untuk nselor menyelesaikan intervensi rikan penguatan, sistem umpan evaluasi dan monitor intervensi. eriodik atau observasi terhadap
SIMPULAN DAN SARAN
Pembahasan di atas me salahsatu kerangka acuan pela oleh para ahli menunjukkan b dan orang lain yang hendak program bimbingan kolabora 2012:303) yang menyatakan (implementing), dan evaluasi bersama bimbingan sehingga t Selain dalam manajemen prog diajak untuk melakukan kegi program secara keseluruhan ya langsung yang dapat diberika konseling kelompok, konsulta mendukung pelaksanaan progr berbagai pihak tersebut (orang dalam usaha mencapai perkem berdasarkan kebutuhan siswa, jawab masing-masing kompon
DAFTAR RUJUKAN
Bertolino, B. & O’Hanlon, W.H.
and Bacon.
Dahir, C. A., & Stone, C.B. (2
Depdiknas. (2008). Penataan p pendidikan formal. J
Dollarhide, C. T. & Saginak, Education Inc.
Frans & Bursuck W. (1996). In
Gladding, S. T. (2012). Konse Jakarta: Indeks.
Grothaus, T., & Cole, R. (201 and families with low
Keys, S.G., dkk. (1998). Colla Counseling and Deve
Lee, H. (2012). Collaboration http://education.shu.e
Lusky, M.B., & Hayes, R.L. ( and Development, 79
Memmott, J. (1998). Collabor hlm. 393-396.
Phillippo, K., & Stone, S. (200 Children & Schools J
menunjukkan pentingnya pelaksanaan kolaboratif den elaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Bebera bahwa kolaboratif sebagai usaha bersama yang dilaku aknya mampu diimplementasikan dengan menerapk ratif. Hal ini dikemukakan oleh Gysbers & Hender an perlu adanya perencanaan (planning), perancang si (evaluating) secara bersama dengan berbagai pihak a tujuan yang telah dirumuskan secara bersama dapat di rogram, guru BK/konselor dapat memberikan layanan egiatan kolaboratif, yang nantinya diharapkan berpen yang telah direncanakan, yang pada akhirnya berdampa ikan oleh guru BK/konselor adalah dengan konselin ultasi dan kegiatan-kegiatan lain seperti workshop be ogram, dan bentuk kegiatan lainnya. Untuk itu, guru BK/
angtua dan lainnya) ke sekolah untuk membicarakan l embangan siswa. Program yang dimaksud adalah prog wa, orangtua dan guru, dilaksanakan secara bersama sesu onen serta dilaksanakan secara aktif, sukarela dan penuh
.H. (2002).Collaborative, competency-based counselin
. (2012). The transformed school counselor. USA: Brook
n pendidikan profesional konselor dan layanan bimbing l. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.
k, K. A. (2012). Comprehensive school counseling pro
. Including student with special needs. Boston
nseling profesi yang menyeluruh (Alih Bahasa P.M. W
012). Meeting the challenges together: school counselo low income. Old Dominion University.
ollaborative consultant: A new role for counselors serv Development, 76 (2), hlm. 123-133.
tion: a must for teachers in inclusive educational se u.edu/pt3grant/ lee/collaboration.html Di akses 19 Mei 2
. (2001). Collaborative consultation and program evalu , 79 (1), hlm. 26-38.
borative practice in family therapy. Journal of Marital
2006). School-based collaborative teams: an explorator ls Journal, 28 (4), hlm. 229-235.
dengan berbagai pihak sebagai erapa model yang dikemukakan kukan antara guru BK/konselor pkan fungsi-fungsi manajemen derson (dalam Dahir & Stone, ngan (designing), pelaksanaan ak dalam penyusunan program t dicapai secara sukses dan tepat. an langsung ke komponen yang pengaruh terhadap pelaksanaan pak pada siswa. Bentuk layanan ling individual, bimbingan dan berkenaan dengan topik yang BK/konselor dapat mengundang n lebih lanjut program bersama ogram kolaboratif yang disusun suai dengan peran dan tanggung uh pertanggungjawaban.
eling and therapy. Boston: Allyn
oks/Cole Cencage Learning
ingan dan konseling dalam jalur
programs. New Jersey: Pearson
. Winarno dan Lilian Yuwono).
elor collaborating with students
erving at-risk youths. Journal of
settings [Online]. Tersedia di: ei 2013.
aluation. Journal of Counseling
ital and Family Therapy, 24 (3),
Schmidt, J.J. (2003). Counseli USA: Pearson Educa
Tang, M. (2010). Assesing an counseling, a handbo
Tersedia di: http://bebex-cuex.
Tersedia di: http://kompasiana.
Young, A.A., dkk. (2013). En implications for prin
seling in schools, essential services and comprehensiv ucation Inc.
and changing school culture. Dalam B.T. Erford (Pen dbook of theories, program & practices (hlm 387-398). T
ex.blogspot.com, peranan orangtua terhadap pendidikan a
na.com, isu-isu pendidikan. Di akses 17 Januari 2013
Enhancing school counselor instructional leadership th rincipals. NASSP Buletin, XX (X), hlm. 1-17.
sive programs (Fourth edition).
Penyunting), Profesional school ). Texas: Pro Ed.
n anak. Diakses 26 Mei 2013