• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kitab Hadist Primer Hadist tentang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Studi Kitab Hadist Primer Hadist tentang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Studi Kitab Hadist Primer

Hadist tentang Istiqamah dan Iman

Disusun oleh :

Zainul Abidin (15530020)

FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

(2)

Dari abu Amr, dikatakan abu amrah, Sufyan bin Abdullah ats –Tsaqafy, disisbahkan ke pada tsaqif, suatu kabilah yang terkenal, dan dikatakan pula kepadanya ath-Thaify karena beliau termasuk penduduk thaif, suatu kota yang terkenal, beliau dijadikan Umar ra. Untuk mengurus sedekah Thaif. Beliau meriwayatkan lima hadits, dan Muslim mengambil riwayat beliau satu hadist, yaitu yang disebutkan oleh pengarang.

Beliau berkata, ‘’ Aku bertanya, wahai Rosulullah, katakanlah kepadaku dalam ajaran Isla, yaitu agama syari’at islam suatu perkataan, yaitu lafal yang mencakup berbagai perkara dan jelas, dimana aku tidak akan bertanya kepada siapapun selainmu karena terkandung di dalamnya semua perkara dan

mencakup berbagai hal serta sangatlah jelas

Beliau Rosulullah SAW bersabda , ‘’Katakanlah, wahai sufyan aku beriman kepada allah, artinya perbarui imanmu dalam keadaan kamu berzikir dengan lisanmu dan mengingat dengan hatimu. Ada yang berpendapat bahwa

maknanya adalah hendaklah selalu menjaga imanmu kepada Allah. Pendapat lain bahwa maknanya adalah tambahkan imanmu kepada Allah dengan bertafakkur pada ciptan-Nya.

Kemudian beristiqomahlah. ‘’Artinya istiqamah dalammengerjakan

perintah dan menjauhi larangan. Puncakistiqamah adalah seorang hamba tidak menoleh kepada selain Allah Ta’ala. Sehingga di katakan bahwa tidaklah

seseorang mampu melakukan istiqamah, kecuali para pembesar (yakni pada kedudukannya di sisi Allah ). Karena tidak diperoleh, kecuali meninggalkan hal – hal yang menyenangkan, berpisah dengan kebiasaan, dan melaksanakan

perintah Allah Ta’ala dengan kesungguhan dan benar sesuai hakikatnya.

Sebagian menyatakan bahwa istiqamah adaah taubat tanpa melanjutkan perbuatan dosanya, beramal tanpa lelah, ikhlas tanpa menoleh, yakin tanpa keimbangan, berserah diri tanpa rencana dan tawakkal tanpa ragu.

(3)

Sebagian menyatakan bahwa istiqamah merupakan suatu tingkatan hingga perkara menjadi sempurna, dan dengan keberadaannya mendapat kebaikan.

Barangsiapa yang tidak istiqamah maka sia – sia usahanya dan merugi kesungguhannya, sehingga dikatakan bahwa istiqamah itu lebih baik dari seribu karamah. Tidaklah allah memuliakan seorang hamda dengan suatu kemuliaan yang lebih baik dari pada istiqamah. Maka jadikalah orang yang beristiqamah bukan mencari karamah. Karena mungkin saja seseorang diberi karamah walaupun belum sempurna istiqamahnya. Bukankah kamu perhatikan bahwa tidak dinukilkandari para sahabat ra. Kecuali tentang sedikit karamah mereka. Adapun dengan selain mereka, orang orang selain mereka, dinukilkan lebih banyak mendapatkan karamah, padahal sahabat berada pada derajat istiqamahyang paling tinggi. Sehingga dapat diketahui bahwa munculnya karamah, walaupun menunjukkan adanya istiqamah, tetapitidakmenunjukkan ksempurnaannya.

Sayyidi Abu Abbas AL-Missiy berkata, ‘’bukanlah suatu kedudukan yang perlu dibanggakan bilabumi dilipat baginya sehingga ia tiba –tiba berada di makkah atau ditempat lainya dari berbagai negeri. Sesungguhnya kedudukan yang dapat dibanggakan bila yang terlipatadalah sifat – sifat dirinya, sehingga ia hanyalah hamba di sisituhannya.

Di sebutkan di hadapan Sahl bin Abdullah berbagai karamah maka beliau

berkata, ‘’Apakah karamah itu? Sesungguhnya karamah seperti itu akan berakhir pada waktunya. Namun, termauk karamah yang paling besar adalah mengubah akhlak terceladari dirimu dengan akhlah terpuji.

Dikatakan bahwa munculnya karamah bukan menunjukkan kelebihan orang tersebut, tetapi menunjukkan keutamaannya. Sesungguhnya kelebihan seseorang iyu dengan kuatnya iman, kesempurnaan makrifah, penyerahan diri kpada allah yang Maha Pembalas dan menggunakan anggota tubuh dalam beribadah dengan disertai adab danrasa takut kepadaNya.

Sayyidina Sa’id bin Jubair ra. Adalah salah seorang yang keadaanya semacam ini. Dikisahkan bahwa hajjaj bin yusuf ketika menengar tentang said bahwa ia mengutus panglimanya yang bernama mutalammis sin ahwash bersama dua puluh orang dari syam, yang merupakan orang orang khususnya untuk mencarinya. Ketika mencari, mereka bertmu dengan pendeta di tempat pribadatannaya. Lalu mereka menyatakan tentang beliau maka pendeta itu berkata, ‘’coba sebutkan sifat-sifatnya.’’ Mereka menyebutkan sifat –sifat beliau maka pendeta itu menunjukkan dimana beliau berada. Mereka pun pergi dan mendapati beliau sedang sujud bermunajat dengan suaranya yang keras. Mereka mendekatinya dan memberi salam kepadanya maka beliay mengangkat

kepalanya dan menyempurnakan sisa shalatnya, lalu menjawab salam mereka.

(4)

pendeta. Pendeta itu bertanya,’’Ya.’’Pendeta berkata,’’Naiklah masuk kerumah karena singa betina dan jantan berada di sekeliling ruamh. Segeralah masuk sebelum petang hari.’’ Merekapun melakukannya sedangkan abu Sa’id enggan masuk kerumah itu. Mereka berkata, ‘’kami memili firasat bahwa kamu ingin lari dari kami. ‘’beliau berkata, ‘’Tidak, tetapi aku tidak akan masuk rumah seorang musyrik selama-lamanya. ‘’Mereka berkata, ‘’Kami tidak akan tinggalkan kamu karena binatang buasakan membunuhmu. ‘’Said berkata, “”Sesungguhnya bersamaku Tuhanku, Dialah yang menyingkirkan binatang buas dariku, bahkan menjadikannya sebagai penjaga di sekitarku dari segala keburukan, dengan kehendak allah ta’ala. ‘’Mereka bertanya, ‘’apakah kamu termasuk para nabi? ‘’ Beliau berkata, abu bukan termasuk para nabi, akan tetapi aku adalah seorang hamba dari hamba – hamba allah yang bersalah dan berdosa. ‘’mereka berkata, ‘’bersumpahlah kepada kami bahwa kamu tidak akan meninggalkan tempat ini. ‘’ Beliau pun bersumpah kepada mereka.

Pendeta kepada mereka, ‘’naiklah ke rumah, buatlah aturan jaga agar dapat mengusir binatang buas dari hamba saleh ini karena ia enggan masuk dalam tempat pribadatanku.’’Mereka pun masuk dan bergilir menjaganya. Muncullah singa betina dan mendekat kepada said. Singa itu hanya

mengusapkan tubuhnya dan duduk di dekatnya. Kemudian muncul pula singa jantan, berbuat seperti singa betina. Tatkala pendeta itu melihat apa yang terjadi maka ketika pagi hari pendeta itu turun dan menanyakan kepadanya tentang syariat agamanya dan sunnah rosul saw. Said menjelaskan semua itu hingga pendeta itu masuk islam dan menjalankan dengan baik.

Orang orang itu pun menghampiri said, meminta maaf kepadanya, mencium tangan dan kakinya, dan mengambil debu bekan pijaknnya semalam serta mendoakannya. Mereka berkata ‘’wahai said,sesungguhnya hajjaj telah membuat kami bersumpah untuk mentalak istri dan membebaskan budak jika kami melihatmu tetapi membiarkanmu dan tidak membawamu kepadanya. Perintahkankepada kami apayang kami inginkan. ‘’ beliau berkata,’’ kerjakan urusan kalian sesungguhnya aku merasa akan kembali kepada penciptaku, dan tidak ada yang dapat menolak ketentuan allah.’’

Mereka melanjutkan perjalanan sampai ke kota Wasith suatu negri yang berada pada kekuasaan hajjaj. Ketika perjalanan telah berakhir maka said berkata kepada mereka,’’wahai kaum, aku telah menikmati perjalanan ini bersama kalian, dan aku tidak ragu bahwa ajalku telah dekat, masa itu telah berakhir maka bierkanlah aku malam ini mengambil bakal kematian dan

mempersiapkan diri menghadapi munkar dan nakir, mengingat siksa kubur dan bagaimana aku akan di timbun tanah. Dan besok pagi akan kupenuhi janji antara aku dan kalian di suatu tempat yang kalian inginkan.’’ Sebagian berkata, ‘’ kami tidak menginginkan bekasnya setelah mendapatan orangnya.’’ Sebagian yang lain berkata,’’ kalian telah mencapai harapan kalian, janganlah kalian lemah di hadapannya.’’ Sebagian lain berkata,’’ dia berada dalam tanggunganku, aku akan serahkan dia kepada kalian, insyallah.’’

Mereka meliat kepada said, kedua matanya telah berlinangan air

(5)

ejak mereka menjumpai dannmenamainya. Kemudian mereka

bersepakat ,’’wahai sebaik – baik penghuni bumi, andai saja kami tidak mengenalmu dan tidak mengrimmu.celaka bagi kami bagaimana kami membawamu. Mintakan maaf untuk kami pada pencipta kami di hari

kebangkitan karena dialah pemutus perkara yang berlaku adil dan tidak lazim. ‘’orang yang menanggung kepergiannya berkata, ‘’aku minta atas nama allah, wahai .sa’id, bekalilah kami doa dan ucapanmu . kami tidak pernah menjumpai seorang sepertimu. Said mendoakan mereka. Lalu mereka membebaskannya berjalan. Ketika pagi hari, beliau datang mengentuk pintu dan mereka bertanya, ‘’siapa?’’ beliau berkata, ‘’teman kalian, demi Tuhan Ka’bah. ‘’mereka pun turun dan menangis bersamanya dalam waktu yang lama.

Kemudian mereka membawanya menemui Hajjaj, mutalammis masuk dan memberikan salam dan kabar gembira dengan kedatangan sa’id bin jubair.

Ketika beliau berdiri di hadapannya, hajjaj bertaya, ‘’siapakah namamu? ‘’ beliau berkata, beliau berkata, ‘’said binjubair.’’ Arti nama beliau secara bahasa adalah orang yang bahagia dan anak dari orang yang menambal. Hajjaj berkata ‘’kamu syaqiy bin kusair.’’ Artinya orang yang celaka dan anak dari orang yang terputus. Beliau menjawab, ‘’ibuku lebih mengetahui tentang namaku daripada dirimu.’’hajjaj berkata, ‘’kamu celakadan ibumu jugacelaka.’’ Beliau menjawab, ‘’semua yangghaib itu diketahui oleh selain dirimu. ‘’

Hajjaj berkata, ‘’aku akan gantiakn dirimu di dunia dengan api yang

menyala. ‘’ beliau berkata, ‘’sekiranyaaku ketahui bahwa itu berada ditanganmu, niscaya dirimuakan kujadiakan Tuhan. ‘’

Hajjaj berkata, ‘’apa pendapatmu tentang Muhammad? Beiau menjawab, ‘’ Nabi pembawa rahmat. ‘’ Hajjaj bertanya, ‘’apa pendapatmu tentang Ali, apakah iadi surgaatau di neraka? Beliau menjawab, ‘’ jika aku telah masuk pada

keduanya dan aku mengetahui penghuni keduanya, niscaya aku tahu apa yang ada dalam keduanya. ‘’

Hajjaj berkata, ‘’apa pendapatmu tentang para khilafah? ‘’ beliau

menjawab, ‘’ aku bukanlahpengurus mereka,’’ hajjaj bertanya’’siapakah diantara mereka yang kamu sukai? ‘’ beliau menjawab, ‘’ orang yang di ridhai penciptaku. ‘’ hajjaj bertanya, ‘’siapakah yang paling diridhai pencipta? Beliau enjawab, ‘’ ilmu tersebut pada dzat yang mengetahui rahasia mereka dan bisikan mereka. ‘’

Hajjaj bertanya, ‘’ mengapa engkau tidak tertawa? ‘’ beliau menjawab, apakah seseorang makhluk yang diciptakan dari tanah dapat tertawa,

sedangkantanah itu dapat termakan oleh api? Hajjaj bertanya, ‘’ mengapa kami dapat tertawa? ‘’ beliau menjawab, ‘’hati setiap orang tidaklah sama.’’

Hajjaj memerintahkan untuk dibawakan mutiara, intan dan permata dan di letakkan di hadapan Sa’id berkata, ‘’jika kamu mengumpulkan ini untuk

(6)

Kemudian hajjaj memerintahkanuntuk diamainkan alat music, sa’id menangis lalu hajjaj berkata, ‘’celaka kamu wahai a’id, bagaimana cara

membunuh yang kamu inginkan ketika aku membunuhmu? ‘’beliau menjawab, ‘’pilihlah sendiri, wahai hajjaj. Demi allah, tidaklah kamu membunuhku dengan suatu cara, kecuali allah akan membunuhmu sepertiyang kamu

lakukanterhadapku di akhirat.’’

Hajjaj berkata, ‘’ apakah kamuingin aku emaafkanmu?’’ beliau menjawab, jikamaaf itu dari allah maka itu yang akuharapkan, dan jikadarimu maka akutidak memerlukannya. ‘’hajjaj berkata, bawa dia dan bunuhla. ‘’ ketika beliau keluar dari pintu, beliau tertawa maka hal itu diberitahukan kepada hajjaj maka hajjaj perintahkanuntuk mengembalikannya dan bertanya, apa yang menyebabkan kamutertawa? ‘’ beliaumenjawab,’’ aku heran dengan perbuatanmuyang

melampaui batas terhadap allah, dan bagaimana kebaikan allah terhadap dirimu. ‘’

Hajjaj perintahkan untuk dibawakan hamparan dari kulitdan di letakkan di hadapannya, dan hajjaj berkata, ‘’ bunuhlah dia. Said membacakan ayat al-qur’an, ‘’seungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang

menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang mempersekutukan Tuhan, ‘’(Qs. Al – An’am:79)

Hajjaj berkata, hadapkan ke selain kiblat, ‘’ maka kemanapun kalian menghadap di situlah wajah Allah, ‘’ (Qs. AL-Baqarah: 115)

Hajjaj berkata, ‘’sungkurkan wajahnya ke tanah ‘’ sa’id menjawab, ‘’dari bumi (tanah) itulah kami menjadikan kaliandan kepadanya kami akan

mengembalikan kalian dan daripadanya kami akan mengeluarkan kalian pada kali yang lain ,’’ (Qs. Thaha : 55)

Hajjaj berkata, sembeihlah dia. Said berkata, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu baginya, dan bahwasannya

Muhammad adalah hamba Utusan-Nya.’’ Kemudian ia berkata, ‘’ wahai allah, janganlah engaku berikan kepadanya kekuasaan untuk membunuh orang setelahku.’’

Beliau di sembelih di atas hamparan kulit, dan kepalanya setelah terputus terucap, tidak ada tuhan selain allah. ‘’

Hajja hidup setelah membunuh Sa’id selama 15hari. Kejadian itu terjadi pada tahun 95 H. Sedangkan umur sa’id adalah 49 tahun.

Hadist ini mempunyai tempat yang agung dan termasuk ucapan Nabi Saw. Yang sikat dan padat maknanya. Karena Beliau Saw. Telah merangkumkan bagi penannya ini seluruh makna islam dalam dua kalimat, yang di dalamnya terangkum tauhid dan keta’atan. Tauhid terdapatpada kalimat pertama

(7)

Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, dalam riwayat Tirmizdi terdapat tambahan penting, yaitu, ‘’aku katakan, wahai rosulullah, apakah yang paling mengkhawatirkan dari suatu yang kamu takutkan terhadap diriku? Beliau Saw. Memgang lisannya sendiri, lalu berkata, ‘ini. Sehingga terdapat peringatan bahwa sesuatu yang paling agung untuk diperhatiakn dalam istiqamah setelah hati adalah lisan karena lisan adalah penerjemah hati. Di riwayatkandari Abu Sa’idAl- Khuzriy dalam hadist marfu’. ‘’manusia jika berada di pagi hari, anggota tubuhnya berkata pada lisan, ‘’takutlah kepada Allah pada diri kami,

Referensi

Dokumen terkait