• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAPARAN PERGUB 108 tahun 2016 ttg TKD Administrasi dan fungsional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PAPARAN PERGUB 108 tahun 2016 ttg TKD Administrasi dan fungsional"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Disampaikan pada :

Sosialisasi Pokok-pokok Pergub TKD

(2)

DASAR HUKUM

1.

PERGUB No. 108 Tahun 2016 tentang

Tunjangan Kinerja Daerah (berlaku

mulai bulan Mei 2016)

2.

PERGUB No. 217 Tahun 2015 tentang

Jenis Aktivitas Tunjangan Kinerja

Daerah

(3)

TUJUAN PEMBERIAN TKD

1.

Kualitas pelayanan masyarakat

2.

Disiplin PNS dan CPNS

3.

Kinerja PNS dan CPNS

4.

Keadilan dan kesejahteraan PNS dan CPNS

5.

Integritas PNS dan CPNS

6.

Tertib administrasi keuangan daerah

(4)

PNS DAN CPNS YG TDK DIBERIKAN

TKD

1.

Mengambil Masa Persiapan Pensiun

2.

Penerima uang tunggu

3.

Pegawai titipan

4.

Cuti di Luar Tanggungan Negara

5.

Cuti besar

6.

Cuti Persalinan ke 3 dan seterusnya sejak

menjadi Calon PNS

7.

Diberhentikan sementara

8.

Tugas Belajar

(5)

PNS DAN CPNS YG TDK DIBERIKAN

TKD

11. PNS dan CPNS yg sedang cuti persalinan

anak pertama dan kedua sejak menjadi

CPNS diberikan TKD 50 %

12. Cuti sakit lebih dari 2 hari s.d 3 bulan

diberikan TKD 20 %

13. Diperbantukan di luar Pemerintah Daerah

kecuali : BKSP Jabotabekjur, Bazis, LBIQ,

LPTQ

(6)

POKOK- POKOK PERGUB 108/2016

NO PERIHAL PERUBAHAN

PERGUB 193/2015 PERGUB 108 / 2016

1. Nilai per point RSKD/RSUD : 7.000 Non RSUD : 18.000

RSKD : 12.000 RSUD PS. MINGGU: 18.000 RSUD Lainnya : 9.000 Non RSUD : 18.000 2. Bobot Penilaian

Prestasi kerja

1. Jabatan Pimp. Tinggi a. Aktivitas 80%

b. Anggaran 20% 2. Jabatan Adm dan

Fungsional :

a. Aktivitas 75% b. Perilaku 15% c. Anggaran 10%

1. Jabatan Pimp. Tinggi a. KPI 60%

b. TL arahan gubernur 10% c. TL aduan 10%

d. Anggaran 20%

2. Jabatan Administrasi dan Fungsional :

a. Aktivitas 70% b. Perilaku 10% c. Anggaran 20% 3. Pembayaran Pembayaran dengan

dua tahap

(7)

NO PERIHAL

PERUBAHAN

PERGUB 108 / 2016

4. Perhitungan KPI

Capaian KPI 1 + Capaian KPI 2 + Capaian KPI 3 3

Capaian komponen KPI a. Realisasi KPI

x 100 Target KPI

b. Jika target KPI adalah 0 :

Exponen (-50% x realisasi KPI) 5. Perhitungan TL

Arahan Bapak Gubernur

Jumlah TL arahan Gubernur yang selesai tepat waktu

Jumlah TL arahan Gubernur yang seharusnya selesai pada bulan tersebut

6. Perhitungan TL Aduan

Masyarakat

Jumlah TL Aduan Masyarakat yang selesai tepat waktu

Jumlah TL Aduan Masyarakat yang seharusnya selesai pada bulan tersebut

(8)

NO PERIHAL PERUBAHAN

PERGUB 108 /2016

7. Serapan Anggaran

Jumlah Penyerapan satu bulan SPS bulan tersebut

Serapan Perkiraan Sendiri (SPS) adalah perkiraan yang dihitung sendiri oleh SKPD/UKPD berkaitan dengan target penyerapan anggaran pada bulan tertentu.

8. Alokasi

remunerasi bagi RSUD/RSKD

Alokasi remunerasi dari pendapatan RSUD/RSKD yang menerapkan PPK-BLUD dan menerapkan remunerasi adalah paling banyak 45%

9. Maksimal TKD dan remunerasi bagi pejabat struktural RSUD/RSKD

Jumlah akumulasi TKD dan remunerasi bagi pejabat struktural pada RSUD/RSKD yang menerapkan PPK BLUD dan menerapkan remunerasi adalah paling besar 120% dari besaran TKD sesuai peringkat jabatan dan nilai jabatan per poin Rp.

18.000,-Exp.Dir RSUD : TKD (2775)

=24.975.00049.950.00059.940.000

(9)

NO PERIHAL

PERUBAHAN

PERGUB 108 / 2016

10 Perhitungan Aktivitas

Minimal [Capaian Waktu Efektif, Batas Maksimal Waktu Efektif]

Jumlah Waktu Efektif Bulan Tersebut

Keterangan :

a. Jika Capaian Waktu Efektif lebih kecil dari Batas Maksimal Waktu Efektif maka

Nilai Aktivitas Kerja = Capaian Waktu Efektif / Jumlah Waktu

Efektif Bulan Tersebut5000/6000

b. Jika Capaian Waktu Efektif lebih besar atau sama dengan Batas Maksimal Waktu Efektif maka

Nilai Aktivitas Kerja = Batas Maksimal Waktu Efektif / Jumlah

Waktu Efektif Bulan Tersebut6000/6000

(10)

NO PERIHAL

PERUBAHAN

PERGUB 108 / 2016

11 Perhitungan Aktivitas

Capaian Waktu Efektif = ∑ ( Waktu Efektif x Volume)

Batas Maksimal Waktu Efektif = (Hari Kerja Efektif x Menit Kerja Efektif) Pengurang Absensi Jumlah Waktu Efektif Bulan Tersebut = Hari Kerja Efektif x

Menit Kerja Efektif Keterangan :

1. Waktu Efektif adalah jangka waktu tiap-tiap Aktivitas Kerja sesuai Peraturan Gubernur tentang Jenis Aktivitas Tunjangan Kinerja Daerah.

2. Volume adalah frekuensi pelaksanaan tiap-tiap Aktivitas kerja.

3. Hari Kerja Efektif adalah hari kerja dalam 1 (satu) bulan. 4. Menit Kerja Efektif dihitung selama 300 menit/hari.

(11)

NO PERIHAL

PERUBAHAN

PERGUB 108 / 2016

12 Serapan Perkiraan Sendiri

1. SPS merupakan target kebutuhan anggaran SKPD/UKPD 2. Setiap SKPD/UKPD yang memiliki DPA wajib menghitung,

menginput dan bertanggung jawab terhadap SPS anggaran termasuk apabila dalam perubahan APBD terjadi perubahan DPA maka SKPD wajib menghitung, menginput dan bertanggung jawab terhadap SPS paling lambat 1 minggu setelah penetapan DPA perubahan

3. SKPD/UKPD yang mempunyai DPA wajib menghitung, menginput, dan bertanggung jawab terhadap realisasi anggaran setiap bulan

13 Perilaku Review Perilaku dilakukan oleh atasan langsung terhadap perilaku bawahan dengan menjawab pertanyaan terkait orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin,

kerjasama dan kepemimpinan

(12)

NO PERIHAL

PERUBAHAN

PERGUB 193/2015 PERGUB

108/2016 14 Hukuman Disiplin (Tidak diberikan TKD)

Hukdis tingkat ringan : a. Teguran lisan :3 bulan b. Teguran tertulis :6 bulan

c. Pernyataan tidak puas secara tertulis : 9 bulan

1 bulan 2 bulan 3bulan

Hukdis tingkat sedang

a. Penundaan kenaikan gaji : 12 bln

b. Penundaan kenaikan pangkat : 15 bln c. Penurunan pangkat selama 1 thn : 18 bln

6 bulan 12 bulan 18 bulan Hukdis tingkat berat :

a. Penurunan pangkat selama 3 thn : 24 bln b. Pemindahan dalam rangka penurunan

jabatan : 30 bulan

c. Pembebasan dari jabatan :36 bulan

24 bulan 30 bulan 36 bulan

(13)

NO PERIHAL

PERUBAHAN

PERGUB 108 / 2016

15. (Tidak diberikan TKD)

Pejabat Pimpinan Tinggi/Administrator,

pengawas, pelaksana, fungsional, CPNS yang prestasi kerja efektinya kurang dari 50 persen dalam satu bulan tidak diberikan TKD pada bulan yang bersangkutan

16. Pengurangan TKD Atasan langsung yang tidak melakukan validasi aktivitas kerja selama satu bulan terhadap

bawahannya satu orang dan/lebih dilakukan pemotongan TKD sebesar 40%

(14)

NO PERIHAL PERUBAHAN

PERGUB 108 / 2016

17. Pemutusan TKD untuk sementara waktu

1. PNS yang diberhentikan dari jabatan karena pelanggaran integritas berdasarkan berita acara BAPERJAKAT, tidak diberikan TKD sementara waktu sampai dengan terbitnya keputusan

penjatuhan hukuman disiplin atau PNS dinyatakan melanggar integritas berdasarkan LHP Inspektorat

2. Masa waktu pemutusan TKD sementara waktu akan menjadi pengurang pemutusan TKD sesuai dengan keputusan penjatuhan hukuman disiplin

3. Apabila tidak terbukti melakukan pelanggaran integritas maka pemutusan TKD untuk sementara waktu akan dibayarkan (dipulihkan) sesuai dengan nilai prestasi kerja

(15)

NO PERIHAL PERUBAHAN PERGUB 108 / 2016

Pemutusan TKD untuk sementara waktu

4. Pelanggaran integeritas sebagai berikut :

- Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan atau meminjamkan

barang-barang-barang, dokumen atau surat berharga milik daerah secara tidak sah

- Menyalahgunakan wewenang untuk

mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain

- Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain

dengan menggunakan kewenangan orang lain -Memberi atau menyanggupi akan memberikan

sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan

- Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapa pun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya.

(16)

(Prestasi Kerja x Nilai Jabatan x Nilai Poin) - (Kewajiban + Potongan yang sah) Keterangan :

Prestasi kerja bagi PNS yang menduduki Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan yang disetarakan Jabatan Administrator/Pengawas, Jabatan Pelaksana , Jabatan Fungsional dan Calon PNS adalah Persentase hasil akumulasi penilaian aktivitas kerja, perilaku kerja dan capaian serapan anggaran SKPD.

Prestasi kerja bagi PNS yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi adalah Persentase hasil akumulasi penilaian KPI, Tindak Lanjut Arahan Gubernur, Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat dan capaian serapan anggaran SKPD.

Nilai Jabatan adalah Nilai sesuai peringkat jabatan

Nilai Poin adalah Besaran Rupiah yang digunakan sebagai faktor pengali nilai jabatan.

(17)

1. Pejabat Pimpinan Tinggi membuat KPI

sebanyak tiga komponen

2. KPI mendapat persetujuan Bapak Gubernur

3. Komponen KPI Wakil Kepala SKPD,SEKO,

SEKAB sama dengan komponen KPI kepala

SKPD yang menjadi atasannya

4. Komponen KPI ASDEP Gubernur sama dengan

Komponen KPI Deputi Gubenur

5. Bappeda Mengkoordinasikan penyusunan KPI

(18)

Jabatan : Kepala SKPD/UKPD

SKPD /UKPD : BPTSP

Sumber Data Cara Menghitung

Tahun 2016

KPI Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des

(19)

1.Penginputan KPI dilakukan oleh Pejabat Pimpinan Tinggi

paling lambat tanggal 5 bulan berikut nya dengan

disertakan bukti terkait

2.Validasi capaian KPI dilakukan paling lambat tanggal 8

bulan berikutnya oleh :

a. Gubernur terhadap capaian KPI Sekretaris Daerah,

Deputi Gubernur, Inspektur

b. Sekretaris Daerah terhadap capaian KPI Asisten

Sekda, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD

c. Deputi Gubernur terhadap capaian KPI Asisten

Deputi Gubernur

d. Asisten Sekretaris Daerah terhadap capaian KPI

kepala SKPD/UKPD

(20)

1. Tindak lanjut arahan Gubernur merupakan

tindak lanjut atas penugasan lisan dan/atau

tulisan yang tercatat di Bappeda

2. Penginputan Tindak lanjut arahangubernur

dilakukan oleh Pejabat Pimpinan Tinggi

paling lambat tanggal 5 bulan berikut nya

dengan disertakan bukti terkait

(21)

3.Validasi capaian tindak lanjut arahan Gubernur

dilakukan paling lambat tanggal 8 bulan berikutnya

oleh :

a. Gubernur terhadap capaian TL yang ditujukan

kepada Sekretaris Daerah, Deputi Gubernur,

Inspektur

b. Sekretaris Daerah terhadap capaian TL yang

ditujukan kepada Asisten Sekda, Kepala

Bappeda, Kepala BPKAD

c. Deputi Gubernur terhadap capaian TL yang

ditujukan kepada Asisten Deputi Gubernur

d. Asisten Sekretaris Daerah terhadap capaian TL

yang ditujukan kepala SKPD/UKPD

POKOK- POKOK PERGUB 108/2016

(22)

1.Tindak lanjut aduan masyarakat merupakan

tindak lanjut aduan yang tercatat pada Sistem

Pengaduan UPT Jakarta Smart City

2.Penginputan Tindak lanjut aduan masyarakat

dilakukan

oleh

Pejabat

Pimpinan

Tinggi

paling lambat tanggal 5 bulan berikut nya

3.Validasi

capaian

tindak

lanjut

arahan

Gubernur dilakukan paling lambat tanggal 8

bulan berikutnya oleh UPT Jakarta Smart City

(23)

1. Input aktivitas paling lambat tanggal 5 bulan

berikutnya

2. validasi aktivitas paling lambat tanggal 8 bulan

berikutnya

3. Review perilaku paling lambat tanggal 5 bulan

berikutnya

4. Absensi

paling

lambat

tanggal

8

bulan

berikutnya

5. Serapan anggaran paling lambat tanggal 10

bulan berikutnya dan khusus bulan Desember

dilakukan paling lambat tanggal 31 Desember

(24)

Apabila

pegawai

tidak

melakukan

input

aktivitas,

Perilaku dan Validasi, Absensi, dan

Serapan pada tanggal yang telah ditentukan,

maka tidak

dapat dilakukan

penginputan

susulan kecuali terjadi kegagalan/gangguan

sistem ekinerja

(25)

No Jenis Pengurang Pengurang (menit)

Penambah (menit)

1. Alpa 600

-2. izin 300

-3. Sakit (1-2 hari) 300/hari

-4. Sakit > 2 hari 240/hari 60 /hari 5. Cuti Alasan Penting (1-5 hari) - 300 6. Cuti Alasan Penting >5 hari 300/hari -7. Cuti Persalinan pertama dan

kedua sejak CPNS

150 150

8. Izin setengah hari 150 150

9. Terlambat/cepat pulang Jumlah menit terlambat/cepat

pulang

(26)

PNS/CPNS yang mendapat penugasan diberikan

nilai waktu efektif setiap hari 300 menit dan

dilarang meninput aktivitas :

1. Menjadi Petugas haji

2. Mengikuti Diklat

3. Perjalanan dinas sesuai ketentuan

4. Cuti tahunan

(27)

Ketidakhadiran guru dilakukan pengurangan

TKD berikut :

No Jenis pengurang Pengurang

1. apla 5 %

2. izin 2.5%

3. Sakit (1-2 hari) 1%

4. Sakit > 2 hari 2%

5. Cuti Alasan Penting > 6hari 2.5% 6. Terlambat / cepat pulang / izin kurang dari 1

hari (N)

N

x 2.5% 450 menit

(28)

SKPD wajib melakukan pengendalian kehadiran

melalui :

1.

Menyediakan perangkat absensi yang berfungsi secara

online dan real time

2.

Memeriksa dan memastikan pegawai telah melaksanakan

presensi setiap hari

3.

PNS/CPNS yang tidak hadir dibuktikan dengan surat

keterangan yang sah

4.

Khusus untuk untuk sakit > 2 hari dibuktikan dengan surat

keterangan dokter dan apabila surat keterangan tersebut

palsu maka dijatuhi hukuman disiplin pernyataan tidak

puas secara tertulis

5.

Terhadap PNS/CPNS yang ditugaskan ke luar kantor, boleh

(29)

1. Pembayaran TKD dilakukan satu tahap yakni

Paling lambat tanggal 26 pada bulan berikutnya

2. Pembayaran Kekurangan/Kelebihan TKD

Hanya dapat dilakukan apabila terjadi

kegagalan/gangguan sistem ekinerja dan

(30)

1. Kepala SKPD/UKPD melalui pejabat pengelola kepegawaian dan pengelola keuangan pada SKPD/UKPD wajib memeriksa dan melaporkan kepada BKD dan tembusan

kepada Diskominfomas apabila dalam penerbitan listing TKD terdapat kesalahan data khusus terhadap PNS/Calon PNS yang menerima TKD dengan status

kepegawaian pada bulan perhitungan prestasi kerja sebagai berikut :

mengajukan pensiun berdasarkan Batas Usia Pensiun;

mengajukan pensiun berdasarkan permintaan sendiri;

melaksanakan tugas belajar;

menjalani pemutusan TKD akibat pejatuhan hukuman disiplin; dan

meninggal dunia

2. SKPD/UKPD menunda pembayaran TKD khusus terhadap PNS/Calon PNS dengan status kepegawaian sebagaimana dimaksud angka 1 sampai dengan dilakukan perbaikan data oleh BKD dan Diskominfomas berdasarkan usulan SKPD/UKPD.

(31)

1.

Saksi pemotongan TKD atas pelanggaran

disiplin yang telah dilakukan pemeriksaan

sebelum Pergub No. 108 Tahun 2016

diundangkan berlaku ketentuan Pergub No.

108 Tahun 2016

2.

Jenis Aktivitas TKD tetap mengacu pada

(32)
(33)

Referensi

Dokumen terkait