KATA PENGANTAR
Sebagai salah satu hasil Perencanaan yang dilakukan untuk sebuah kegiatan adalah laporan akhir, dimana laporan ini merupakan langkah lanjutan dari laporan sebelumnya sehingga ini menjadi sebuah rangkaian yang tidak terpisahkan dari laporan pendahuluan dan Laporan antara.
Laporan Akhir ini memuat tentang perencanaan Teknis pekerjaan termasuk di dalamnya hasil pengolahan data dari kegiatan sebelumnya dab menjadi dokumen dari pekerjaan yang berjudul Penyusunan DED SPAM Mata Air Kali Gojek.
Mengingat isi dari laporan akhir adalah Perencanaan Teknis, maka laporan ini sekaligus sebagai panduan untuk mengimplementasikan pekerjaan dan sebagai pegangan pelaksanaan fisik di lapangan.
Demikian Laporan Akhir ini disampaikan atas dukungan dari berbagai pihak dalam penyusunan laporan ini kami ucapkan terima kasih.
`
Semarang, 08 Juni 2020
CV. BINA SARANAWAHYU ANDRIAWAN, ST Direktur
DAFTAR ISI
HALAMAN
BAB I Pendahuluan ... 3
1.1. Latar Belakang ... 3
1.2. Maksud dan Tujuan ... 3
1.3. Sasaran ... 4
1.4. Lingkup Kegiatan ... 4
BAB II Lokasi Pekerjaan ... 6
BAB III Metode Pelaksanaan 3.I Umum ... 7
3.2 Metode Pelaksanaan………. 7
Bab IV Rencana Kerja Dan Jadual Pelaksanaan ... 13
BAB V Metode Pelaksanaan Pekerjaan 5.1. Pekerjaan Persiapan ... 14
5.2. Survey Dan Investigasi Lapangan ... 15
5.3. Dokumentasi Survey ... 16
BAB VI Rencana Dan Jadual Pelaksanaan 6.1. Sistem Pendekatan ... 22
6.2. Konsep Perencanaan ... 24
6.3. Analisis dan Perencanaan ... 26
BAB VII Perhitungan Teknis Perencanaan 7.1. Mata Air ... 29
7.2. Rumah Pompa ... 30
7.3. Reservoar Induk ... 30
7.4. Pompa Reservoar existing... 31
7.5. Perpipaan ... 32
BAB VIII Pemahaman KAK dan Struktur Organisasi 8.1. Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK)... 33
8.2. Persepsi Secara Teknis ... 33
8.3. Struktur Organisasi dan Alokasi Tenaga Ahli ... 35
BAB I
PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi kualitas dan keberlanjutan kehidupan manusia. Oleh karenanya air minum mutlak harus tersedia dalam kuantitas (jumlah) dan kualitas yang memadai (Permen PU No. 20, Tahun 2006). Penyediaan air minum sangat berhubungan dengan jumlah air baku yang tersedia, karena air baku tersebut yang akan diolah menjadi air minum dan selanjutnya didistribusikan kepada pelanggan. Jumlah air baku tersebut harus memenuhi berbagai syarat, salah satunya adalah syarat kontinuitas, dimana air baku di suatu lokasi harus selalu tersedia untuk diolah menjadi air minum.
Secara Geografis Kota Salatiga terletak didaerah pebukitan, maka ada sebaran penduduk yang tidak seluruhnya di kota tetapi masuk area yang sulit dijangkau oleh aliran air bersih dikarenakan beda tinggi yang bervareatif. Pertumbuhan penduduk ini dengan sendirinya dikuti dengan semakin banyaknya kawasan pemukiman yang dididirikan. Namun demikian Infrastruktur Sarana air bersih dan Sanitasi di kawasan pemukiman terutama didaerah dengan geografis yang relative tinggi di Kota Salatiga masih dibangun dengan konstruksi seadanya dan belum dilengkapai dengan Sanitasi yang baik dan benar, Sehingga seringkali timbul masalah kesehatan akibat dari kurangnya pola pikir dan hidup sehat .Berkaitan dengan hal tersebut PDAM Kota Salatiga bermaksud ingin meningkatkan Sarana sanitasi bagi masyarakat tersebut,
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dari pekerjaan Penyusunan DED SPAM Mata Air Kali Gojek, adalah untuk memperoleh hasil perencanaan yang sebaik baiknya sehingga dapat memenuhi harapan masyarakat akan infrastruktur Pembangunan Sarana Sanitasi yang berkualitas.
Tujuan dari Penyusunan DED SPAM Mata Air Kali Gojek adalah untuk menyediakan pedoman teknis dalam melaksanakan pembangunan fisik kegiatan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih PDAM Kota Salatiga,
serta memberi bantuan teknis dan administratif pada panitia pengadaan barang / jasa saat proses pengadaan sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku di Indonesia .
1.3. Sasaran
Berdasarkan maksud dan tujuan pekerjaan, maka sasaran dari pekerjaan ini adalah
a. Meningkatnya Kwalitas pola hidup sehat warga masyarakat, khususnya masyarakat miskin di wilayah Kota Salatiga.
b. Tersedianya jaringan Sarana Air Bersih dan Sanitasi yang dapat diandalkan untuk mendukung aktifitas masyarakat
c. Tersedianya jaringan Sarana Air Bersih lingkungan permukiman yang baik dan lancar
1.4. Lingkup, Lokasi Pekerjaan, Data dan Fasilitas Penunjang serta alih
Pengetahuan
1.41. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini antara lain adalah :
a. Pekerjaan persiapan perencanaan yang meliputi rencana tapak, program dan konsep pembangunan, pengumpulan data dan informasi lapangan, membuat interprestasi secara mendetail terhadap KAK dan Konsultasi dengan Pemerintah Daerah setempat mengenai peraturan daerah .
b. Penyusunan pengembangan rencana, antara lain membuat rencana struktur (beserta uraian konsep dan perhitungannya) dan perkiraan biaya .
c. Penyusunan rencana detail, antara lain membuat gambar gambar detail yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetetujui, Rencana Kerja dan Syarat syarat (RKS), rincian volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi, dan laporan akhir perencanaan
d. Membantu panitia pengadaaan barang / jasa untuk melakukan persiapan pelelangan, memberikan penjelasan teknis pada saat acara penjelasan pekerjaan (Aanwijzing), dan membatu menyusun berita acara penjelasan pekerjaan
e. Memberikan penjelasan teknis pada saat pelaksanaan pekerjaan fisik apabila terjadi perubahan / penyesuain baik gambar maupun spesifikasi teknis lainya, memberikan solusi teknis terhadap masalah masalah yang timbul dilapangan, membedakan saran, pertimbangan, dan rekomendasi tentang pengunaan bahan, serta memberikan masukan masukan teknis yang positif kepada dinas untuk perencanaan yang lebih baik untuk tahun selanjutnya.
1.4.2. Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan perencanaan ini adalah :
a. Rencana Kerja dan Syarat Syarat (RKS). b. Gambar rencana beserta detailnya.
c. Rencana Anggara Biaya (Engineer’s Estimate / EE).
d. Analisa Harga Satuan Pekerjaan (Engeneer’s Estimate / EE). e. Rencana Kegiatan dan Volume pekerjaan (Bill of Quantity / BQ).
1.4.3. Jangka Waktu Pelaksanaan
Jadwal waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan 30 (Tiga puluh) hari kalender, sejak diterbitkanya Surat Perintah Mulai kerja ( SPMK )
BAB II
LOKASI PEKERJAANPelaksanaan Pekerjaan Penyusunan DED SPAM Mata Air Kali Gojek ini berlokasi di Desa Bener Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang
Selanjutnya pekerjaan perencanaan dilaksanakan secara bertahap melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Pekerjaan persiapan
2. Survey dan investigasi Lapangan
3. Analisis dan Perencanaan
4. Dokumentasi hasil perencanaan
Hasil dari perencanaan akan disajikan menjadi gambar Pokok Perencanaan dilengkapi Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan serta Dokumen Tender untuk melaksanakan pelelangan pekerjaan.
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1. UMUM
Memperhatikan hal - hal tersebut diatas dan menghadapi tuntutan perubahan yang terjadi, maka dalam melaksanakan pekerjaan Penyusunan DED SPAM Mata Air Kali Gojek menerapkan prinsip-`prinsip , Yaitu :
a. Pembangunan Sarana Air Bersih mampu menjadi instrumen yang mengakomodasikan dan memenuhi berbagai perubahan yang terjadi b. Pembangunan Sarana Air Bersih mampu mendorong peningkatan
terciptanya budaya hidup bersih dilingkungan masyarakat luas.
c. Model Pembangunan Sarana Air Bersih merupakan hasil pelibatan seluruh stake holder terkait
d. Model Pembangunan Sarana Air Bersih berorientasi pada kepuasan pemanfaatan dan pelayanan kepada masyarakat
e. Model Pembangunan Sarana Air Bersih menjembatani kebutuhan nyata masyarakat dengan pencapaian tujuan visi dan misi dikawasan wilayah Kota Salatiga pada umumnya.
3.2.
METODE PELAKSANAAN
Dalam melaksanakan pekerjaan Penyusunan DED SPAM Mata Air Kali Gojek terbagi dalam beberapa tahapan sebagai berikut :
3.2.1 Tahap Koordinasi / Persiapan
Tahap ini merupakan proses awal dan persiapan setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja ( SPMK ) dari Pemberi Tugas. Koordonasi dan Konsultasi dengan Tim Teknis perlu dilakukan sebelum pelaksanaan pelaksanaan pekerjaan dilapangan dimulai. Koordinasi ini sangat penting guna menyamakan rencana program serta metoda pelaksanaan survey lapangan. Disamping koordinasi dengan Tim Teknis di PDAM Kota Salatiga Juga akan dilakukan koordinasi dengan instansi - instansi terkait guna memberi masukan untuk membuat rencana kerja tahap berikutnya.
Disamping mengadakan koordinasi juga melakukan pengumpulan data awal dari instansi terkait serta pembuatan kelengkapan - kelengkapan survey yang meliputi:
a. Pembuatan formulir survey
b. Menyusun rencana kerja serta persiapan pembuatan laporan awal c. Melakukan study pustaka untuk mengetahui kriteria teknis serta
peraturan perundangan dalam menyusun perancangan jaringan perpipaan .
3.2.2 Tahap Pelaksanaan / Survey
survey pendahuluan adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi lapangan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk survey detail selanjutnya. Survey ini juga mencakup pekerjaan pengumpulan data pendukung dari instansi yang terkait yang dapat dipergunakan sebagai masukan untuk pekerjaan survey lapangan selanjutnya maupun pekerjaan perencanaan .
Survey ini mencakup kegiatan kegiatan pengumpulan data sekunder ( data pendukung ) yang biasa diperoleh dari kantor PDAM Kota Salatiga serta Instansi terkait , adapun data yang dibutuhkan antara lain :
- Data Tata Guna Lahan
- Rencana sistem jaringan jalan
- Data lokasi sumber material
- Data harga satuan bahan , material dan upah
- Datail Inventarisasi Lokasi
- Data harga satuan dasar setempat
- Data mengenai utilitas yang ada maupun rencana disekitar lokasi
- Data mengnai bahan - bahan / material maupun peralatan yang
tersedia
- Foto-foto dokumentasi mengenai kondisi lapangan yang
bersangkutan dan khusus untuk kepentingan prasarana dan sarana serta utilitas
- Memperkirakan tipe perancangan yang akan digunakan
- Menyusun jadwal pelaksanaan dilapangan
- Mengamati secara visual keadaan existing mata air
- Mempelajari rekaman detail situasi fisik dan keadaan lokasi dengan
tambahan pengambilan gambar menggunakan kamera dengan film berwarna , minimal menunjukan / memproyeksikan lokasi
- Menentukan titik awal dan titik akhir proyek
- Membuat laporan lengkap dari semua jenis kegiatan survey
pendahuluan memberikan saran saran yang diperlukan untuk pekerjaan
3.2.3 Tahap Perencanaan
Berdasarkan hasil analisis data dalam rencana Pembangunan Sarana
Air Bersih yang kemudian direkomendasikan Rencana
Pembangunannya, sebagai konsultan perencana perlu mengadakan konsultasi teknis dengan pihak Pemberi Tugas sebelum melaksanakan pekerjaan yaitu untuk membicarakan hal hal yang dianggap perlu termasuk peralatan yang digunakan dalam bekerja.
Cara melaksanakan pengambilan data, pengukuran, pengujian lapangan, pengujian laboratorium, pengambilan contoh tanah, perhitungan dan penggambaran , dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan kecermatan yang tingggi sehingga didapat hasil yang baik .
a. Konsep Detail Perencanaan
Dalam perencanaan ini, konsultan akan melakukan proses perencanaan sebagai berikut :
a.1 Sesuai dengan hasil analisa lapangan, konsultan
mengajukan konsep konstruksi untuk disetujui Pemberi Tugas. sebelum dapat melangkah lebih lanjut
a.2 Setelah persetujuan konsep desain diberikan, maka konsultan mempersiapkan detail desain akhir (final Desain) lengkap termasuk didalamnya perubahan perubahan desain (bila ada) yang diminta sebelumnya oleh Pemberi Tugas a.3 Semua Desain sesiuai dengan instruksi dari pihak Pemberi
a.4 Konsultan merencanakan desain sedemikian rupa sehingga dapat dipakai dalam pelaksanaan
b. Gambar Perencanaan Akhir
Pembuatan gambar rencana selengkapnya, dilakukan setelah draft desaign mendapat persetujuan dari pemberi tugas dengan mencantumkan koreksi - koreksi dan saran - saran yang diberikan oleh Pemberi Tugas, Final design digambar diatas kertas berukuran A3 dan selengkapnya terdiri dari :
Sampul luar dan sampul dalam
Lembar judul yang memuat informasi lokasi jalan Lembar symbol dan singkatan
Lembar daftar volume pekerjaan
Typical cross section dilengkapi dengan detail konstruksi Situasi dan Layout
Potongan melintang dan memanjang Gambar detail konstruksi
Semua gambar disajikan dengan ukuran seragam dan mengikuti standart yang berlaku
Penggambaran pengukuran dilengkapi dengan elevasi dan letak potongan melintang
c. Perhitungan Volume dan Perkiraan Biaya
Perkiraan perhitungan volume dilakukan berdasarkan data - data yang diperoleh dari hasil perencanaan.
Standar harga satuan dari material dan upah diperoleh pada daerah yang terdekat dengan lokasi pekerjaan.
Perkiraan biaya yang didapat dari analisa dibandingkan dengan proyek - proyek sebelumnya dan perkiraan yang dilakukan tidak termasuk perhitungan biaya pembebasan tanah. Dokumen-dokumen yang disiapkan adalah
c.1 Volume Pekerjaan
c.2 Harga satuan dasar : material , upah / tenaga dan peralatan standar yang digunakan untuk masing masing paket yang direncanakan
c.3 Analisa harga satuan masing masing item pekerjaan c.4 Pekiraan biaya untuk masing - masing paket pekerjaan
d. Penyusunan Laporan Konsep Desain / Perancangan Teknik Kosep desain diperlukan untuk seluruh pekerjaan secara keseluruhan termasuk .
d.1 Perhitungan lengkap biaya Pembangunan Sarana Air Bersih d.2 Gambar gambar desain
d.3 Analisa Harga Satuan dan Upah d.4 Perkiraan volume pekerjaan d.5 Spesifikasi khusus
e. Penyampaian Dokumen Konsep Desain
Salinan dari semua konsep desain, diajukan kepada Pihak Pemberi Tugas untuk diperiksa / diperbaiki dan disetujui.
f. Dokomen Final Desain
f.1. Semua koreksi dan komentar yang diberikan oleh Pihak
Pemberi Tugas pada konsep detail desain diperbaiki oleh konsultan untuk sampai pada tahapan proses final desain
f.2. Setelah konsep final desain dinyatakan memenuhi syarat
oleh Pemberi Tugas, maka konsep final desain siap dicetak, digandakan dan dibukukan sesuai persyaratan standar yang berlaku.
f.3. Seluruh cetakan pada final desain dikerjakan diatas kertas
standart yang harus diberikan oleh konsultan kepada pemberi tugas didalam masa kontak yang terdiri atas : Laporan Survey Pendahuluan
Lapooran Final Engineering Desain Perhitungan Konstruksi
Perhitungan Analisa Unit Price dan Biaya Pembangunan Dokumen Lelang
Gambar - gambar Desain
f..4. Semua catatan - catatan dan perhitungan – perhitungan
desain aslinya diserahkan kepada pemberi tugas bersama sama dengan laporan finalnya
f.5. Sesudah memeriksa kembali dokumen - dokumen konsep
detail desain serta revisi desain yang telah dibuat maka gambar - gambar desain akan ditanda tangani oleh Pemberi Tugas
BAB IV
RENCANA KERJA DAN JADWAL PEKERJAAN
Berdasarkan pendekatan dan metodologi yang digunakan, dan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, Maka kegiatan - Kegiatan yang akan dilaksanakan Konsutan secara umum dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok kegiatan utama antara lain :
1. Tahap Koordinasi / Persiapan 2. Tahap Pelakksanaan Survey
3. Tahap Perencanaan dan Penyiapan Dokumen Lelang yang memuat a. Konsep Detail Perencanaan .
b. Gambar Perencanaan Akhir
c. Perhitungan Volume dan Perkiraan Biaya 4. Pelapooran
Selanjutnya dibawah ini disajikan jadwal pelaksanaan pekerjaan kegiatan Pembangunan Sarana Air Bersih yang terdiri atas beberapa kegiatan.
KEGIATAN MINGGU 1 MINGGU 2 MINGGU 3 MINGGU 4 MINGGU 5
Survey
Pengolahan Data
Draf Design & RAB
Paparan
Design & RAB
Dokumen
Lap. Pendahuluan
Lap. Antara
B A B V
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Selanjutnya pekerjaan perencanaan dilaksanakan secara bertahap melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Pekerjaan persiapan
2. Survey dan investigasi Lapangan 3. Analisis dan Perencanaan
4. Dokumentasi hasil Survey
Dalam laporan ini memuat perkembangan pekerjaan dan hasil analisis yang telah dicapai dengan melengkapi data-data hasil survey investigasi yang telah dilakukan beserta foto-foto dokumentasi secara lengkap
Masing-masing kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melakukan koordinasi dan diskusi bersama PDAM Kota Salatiga
5.1. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan merupakan suatu kegiatan awal untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan dalam menunjang seluruh pekerjaan. Pekerjaan persiapan tersebut meliputi :
5.1.1. Persiapan Personil
Mempersiapkan tenaga / personil yang akan menangani pekerjaan sesuai bidang keahlianya. Ketua tim mempersiapkan segala sesuatunya yang meyangkut kebutuhan anggota tim.
5.1.2 Persiapan Peralatan
Semua peralatan yang diperlukan dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan lapangan.
5.1.3. Pengumpulan Data
Pengumpulan data-data eksisting yang pernah ada termasuk studi-studi terdahulu.
5.2. SURVEY DAN INVESTIGASI LAPANGAN
Survey dan investigasi lapangan meliputi pekerjaan pengumpulan data serta pengujian-pengujian yang dilakukan di lapangan. Survey dan investigasi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi serta karakter jalan yang bersangkutan. Metode pengumpulan data dapat berupa pencatatan langsung di lapangan (bila memungkinkan ), informasi dari pihak lain, studi-studi terdahulu, ketetapan pemilik proyek dan sumber-sumber lain..
2.2.1. Inventarisasi Lingkungan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data umum tentang kondisi lingkungan dengan cara menghimpun catatan-catatan yang lengkap mengenai kondisi lingkungan.
2.2.2. Survey Geometrik
Survey geometric dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai geometric Lokasi yang bersangkutan. Survey geometric dilaksanakan dengan melakukan pengukuran bentuk dan dimensi struktur yang bersangkutan.
5.3. DOKUMENTASI HASIL SURVEY
Dokumentasi hasil Survey di Lokasi yang akan direncanakan system Air Minum
BAB VI
PENDEKATAN DAN ANALISIS DATA
Analisa data lapangan sangat diperlukan sehingga perencanaan akan menjadi dokumen yang dapat dilaksanakan juga sesuai fugsinya, untuk menuju hal diatas maka diperlukan sisten pendekatan terhadap semua data yang didapat.
Konsultan perencana menerapkan beberapa pendekatan antara laian sebagai berikut : 6.1.
SISTEM PENDEKATAN
1. Pendekatan Fungsional 2. Pendekatan Estetika 3. Pendekatan Teknis 1. Pendekatan FungsionalDengan pendekatan ini, kebutuhan secara fungsional kegiatan pada pelaksanaan Pembangunan di inventarisir dan dikelompokkan sesuai kondisi hirarki, hubungan kedekatan fungsinya.
Hirarki menelaah tentang kedudukan penggunaan ruangan dalam Struktur Organisasi yang baru dan diterjemahkan dalam zoning serta luasan dimensi ruangan, akses antar ruangan ditata sesuai dengan hubungan kedekatan fungsi tersebut.
2. Pendekatan Estetika
Pendekatan estetika merupakan salah satu unsur yang penting dalam menciptakan konsep suasana serta karakter ruangan yang dimaksud, kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari unsur-unsur estetika yang ada
(existing) dimana oleh pihak Pemberi Tugas merupakan patokan-patokan awal yang perlu diperhatikan.
Penggunaan material finishing serta komposisi warna sangat berpengaruh terhadap hasil akhir dari kesan estetika yang dicapai, disamping faktor keinginan Pemberi Tugas yang sedikit banyak dapat mempengaruhi.
3. Pendekatan Teknis.
Dalam proses perencanaan dan desain pertimbangan aspek teknis sangat diperlukan untuk dapat dibangun atau diwujudkan, proses analisa teknis akan mengontrol bisa atau tidaknya sebagai komponen interior serta kebutuhan-kebutuhan fungsi diterapkan secara logis dan berfungsi dengan baik.
Elemen-elemen teknis yang cukup berpengaruh dalam hal ini adalah : a. Elemen-elemen Struktur Bangunan (Existing)
b. Elemen-elemen Utilitas Bangunan (Existing)
Dalam proses pelaksanaan pekerjaan pertimbangan aspek teknis sangat diperlukan untuk dapat atau tidaknya digunakan untuk aktifitas kerja sehari-hari untuk aktifitas kerja sesehari-hari-sehari-hari sebagai ruangan fungsi kerja / aktifitas kerja yang diterapkan secara logis dan berfungsi dengan baik. Dalam hal ini proses analisa teknis dari konsultan perencana untuk proses pelaksanaan pekerjaan nantinya memberi masukan kepada Pemberi Tugas bahwa sekarang yang digunakan oleh Pengguna Prasarana . Pemberi Tugas, hal yang menjadi dasar pertimbangan dari analisa teknis sebagai Berikut: 1. Dari segi kebisingan yang ditimbulkan oleh pelaksanaan pekerjaan akan
mengganggu kenyamanan dan aktivitas kerja
2. Dari Segi Keselamatan Untuk Pelaksanaan pekerjaan diharapkan sesuai dengan Program K3
6.2. KONSEP PERENCANAAN
6.2.1. Kriteria Perancangan Struktur
a. Fungsi Bangunan :
Berdasarkan fungsi Ruangan akan dapat ditentukan kriteria bahan yang akan diterapkan dalam penganalisaan perhitungan struktur.
b. Denah Dan Bentuk Bangunan :
Denah dan bentuk bangunan akan menentukan dalam pertimbangan memilih bentuk sistem
c. Denah Lokasi Bangunan :
Akan menentukan jenis dan besar beban yang ada pada ruangan tersebut.
d. Bahan Bangunan :
Pemilihan bahan akan ditentukan oleh:
Sistem struktur dan pemilihan bahan akan memberikan hasil yang optimal
e. Efisiensi :
Pemilihan sistem struktur dan pemilihan bahan akan memberikan hasil yang optimal
6.2.2. Kriteria Perancangan Arsitektur
a. Penampilan interior bangunan disesuaikan dengan fungsinya.
c. Pemakaian bahan bangunan semaksimal mungkin menggunakan produk dalam negeri dan dengan biaya perawatan seminimal mungkin.
d. Berdasarkan fungsi Ruangan akan dapat ditentukan kriteria bahan yang akan digunakan dalam penganalisaan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pekerjaan Fisik / Engineering Estimate (EE).
e. Pemilihan bahan akan ditentukan oleh dari hasil penganalisaan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan pemilihan bahan yang tepat dan efisiensi akan memberikan hasil yang optimal.
6.2.3. Kriteria Perancangan Mekanikal dan Elekrikal (ME) a. Keamanan
Perancangan dan pemasangan sistem-sistem Mekanikal dan Elekrikal (ME) dapat menjamin tidak akan menambah kerawanan gedung tetapi justru harus mempertinggi tingkat keamanan terhadap :
Bangunan dan fasilitasnya
Sistim yang lain
Penghuni / Pemakai Bangunan
Lingkungan sekitar
b. Keandalan sistim
Keandalan / kontinuitas pelayanan yang tinggi akan ditentukan oleh :
Pemilihan bahan dan peralatan yang tepat dan baik kualitasnya.
Scedule maintenance yang tepat
Kemudahan mendapatkan suku cadang
c. Efisiensi
Efisiensi dalam tahap konstruksi maupun dalam tahap operasi d. Kemudahan pemeliharan
Persiapan dalam rancangan dengan melakukan
Memberikan ruang untuk pemeliharaan peralatan utama,
instalasi dan alat bantu.
Pengunaan jenis peralatan yang seragam.
Kemudahan mendapatkan suku cadang.
Kemudahan pemantauan.
e. Kemudahan pengoperasian
Kemudahan pengoperasian berpengaruh terhadap faktor efisiensi, keandalan dan keamanan.
6.3. ANALISIS DAN PERENCANAAN
Kegiatan analisis merupakan kegiatan pengolahan data yang dilakukan dalam upaya mengolah data mentah di lapangan menjadi suatu data yang siap saji guna mendukung pekerjaan perencanaan yang memuat tentang nilai-nilai fungsi bangunan sanitasi , termasuk pula pembuatan gambar-gambar yang diperlukan. Untuk pekerjaan Sanitasi analisis yang dilakukan meliputi beberapa hal sebagai berikut :
6.3.1. Analisis Data Bangunan
Analisis data Bangunan untuk menghitung besarnya beban dan kemampuan Banguanan komulatif selama umur rencana.
6.3.2. Analisis Data Unique Section
Penentuan unique section pada suatu gedung yang mempunyai karakteristik seragam dalam beberapa variable desain seperti :
Luas Bangunan yang ada
Nilai beban
Perubahan gambar/kemiringan melintang
6.3.3. Analisis Material
Mempelajari kemungkinan pemakaian tipe bahan yang sesuai. Tipe gedung yang diinginkan, untuk pekerjaan ini Analisis Material yang dipakai dari di Dinas Pekerjaan Umum .
6.3.4. Perencanaan Bangunan
Melakukan desain sesuai dengan hasil analisis jumlah Penduduk Pengguna dan kriteria desain serta dilakukan dengan Metode Analisa Komponen Direktorat Perumahan dan Pemukiman Republik Indonesia.
6.3.5. Perencanaan Instalasi Air
Merencanakan sistem instalasi air merupakan satu kesatuan dengan bangunan demikian diharapkan bangunan Sanitasi tidak terjadi permasalahan di sistem instalasi airnya.
6.3.6. Perencanaan Struktur Lainya
Melakukan perencanaan struktur pendukung yang dibutuhkan oleh bangunan, seperti ME, Plumbing dan struktur lainya.
6.3.7. Analisis Biaya
Menganalisis dan menghitung volume serta rencana anggaran biaya pekerjaan berdasarkan harga dasar yang berlaku untuk wilayah Kota Salatiga tahun 2020.
B A B VII
PERHITUNGAN TEKNIS PERENCANAAN
Pekerjaan penyusunan DED SPAM Kali Gojek memuat beberapa item dengan perhitungan teknis yang telah di sesuaikan dengan aturan yang ada, secara skema jalur pipa dapat dilihat sebagai berikut :
Dapat di jelaskan jalur pipa berawal dari Mata Air kali gojek terus di pompa ke reservoar induk, setelah dari reservoar induk keluar 2 outlet. Outlet 1 dipompa ke reservoar existing dan outlet 2 dialirkan secara grafitasi. Setelah reservoar existing dipompa lagi ke daerah layanan kembang.
Untuk pilihan bangunan dan perhitungan pompa bisa dilihat sebagai berikut :
7.1. MATA AIR
Pengelolaan mata air kali gojek pada saat awal adalah mata air yang tidak terawat dengan debit sampai 50 lt/detik sehingga di butuhkan bangunan yang kuat serta mudah untuk pengamanannya.
Pilihan teknis untuk mata air kali gojek digunakan menggunakan Sitepile dan untuk pengikat akan di beton monolit untuk atap brouncaptering
7.2. RUMAH POMPA
Perhitungan untuk rumah pompa kami fokuskan kepada dua hal yaitu V-Notch 90° untuk pengukuran debit mata air dan pemilihan pompa.
Pembuatan V-Notch 90° kami maksimalkan kepada ukuran yang dapat diukur oleh table, untuk table menunjukan maksimal di ukur adalah 73.775 lt/detik dengan tinggi V-Notch 90° = 39 cm
Pilihan Pompa yang digunakan adalah untuk mengangkat air sampai ke reservoir dengan perhitungan sebagai berikut :
SR = 3,000.00 x 4 : 12,000.00 jiwa Keb Air = 12000 x 120 : 1,440,000.00 lt/hari atau = 16.67 lt/dt Head total : 50 m
Debit
lt/dt
Jam Pemompaan ( jam )
Head
KW
34.72
11.52
61
26
3 Phase
7.3. RESERVOAR INDUK
Perencanaan reservoir mengacu kepada kebutuhan air 1 orang per hari adalah 120 lt/hari, secara lengkap perhituannya sebagai berikut :
SR = 3,000.00 x 4 : 12,000.00 jiwa Keb Air = 12000 x 120 : 1,440,000.00 lt/hari atau = 16.67 lt/dt
untuk kebutuhan reservoar adalah 20 % dari jumlah total kebutuhan
yaitu 1,440,000.00 x 0.2 = 288,000.00 atau 288 m3
Alur Sistem SPAM Mata Air Kali Gojek adalah dari Mata Air Kali Gojek lewat Rumah Pompa di pompa ke Reservoar induk, setelah dari reservoir induk terbagi menjadi 2 outlet.
Pipa Outlet yang pertama dipompa menuju reservoir existing dengan perhitungan sebagai berikut :
SR 2,000.00 x 4 : 8,000.00 jiwa Keb Air 8,000.00 x 120 : 960,000.00 lt/hari atau 11.11 lt/dt Head total : 37 m
Debit
lt/dt
Jam Pemompaan ( jam ) Head
KW
21.39
12.47
47
15
3 Phase
Untuk outlet ke dua akan mengalir daerah kota dengan kemiringan yang bagus, sehingga tidak menggunakan pompa .
7.4. POMPA RESERVOAR EXISTING
Aliran air bersih setelah sampai ke reservoar existing di pompa ke dukuh kembang dengan perhitungan sebagai berikut :
SR 1,000.00 x 4 : 4,000.00 jiwa Keb Air 4,000.00 x 120 : 480,000.00 lt/hari atau 5.56 lt/dt Head total : 86 m
Debit
lt/dt
Jam Pemompaan ( jam )
Head KW
12.78
10.43
90
19
7.5. PERPIPAAN
Perpipaan untuk Air bersih di rencanakan dengan Pipa HDPE dengan tekanan 10 BAR, ini diperhitungkan dengan tekanan pompa dan tekanan pipa maksimal adalah 9 bar. Ini bias dilihat dari tekanan pompa dengan head paling tinggi adalah 90 m kolom air.
BAB VIII
PEMAHAMAN KAK DAN STRUKTUR ORGANISASI
Pemahaman Terhadap Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), Adalah merupakan kerangka / pedoman pengarahan penugasan yang bersifat administrasi yang harus dipenuhi oleh Konsultan Perencana didalam rangkaian proses pelaksanaan pelelangan pekerjaan.
8.1. Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK
)
Pengarahan penugasan atau lazim disebut dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang dikeluarkan dari Panitia Pelelangan adalah sebagai berikut :
a. Panduan / kerangka dasar atau pedoman / acuan teknis bagi Konsultan Perencana didalam memahami dan mengerti terhadap maksud dan tujuan, lingkup kegiatan dan sasaran serta keluaran (out put) pekerjaan perencanaan ini secara utuh dan menyeluruh. b. Konsepsi Perencanaan diharapkan dapat menyesuaikan terhadap
beberapa hal yang menjadi ketentuan / peraturan sehingga tidak membias atau keluar dari sasaran yang diinginkan oleh Pemberi Tugas.
c. Kerangka Acuan juga merupakan bahan / materi kajian untuk mewujudkan wawasan pemahaman kesatuan sikap pandang konsultan perencana terhadap proyek ini secara utuh dan menyeluruh.
8.2. Persepsi Secara Teknis
Konsultan Perencana didalam membuat konsepsi-konsepsi perencanaan akan memperhatikan serta mempertimbangkan aspek-aspek teknis secara langsung menjadi acuan perencanaan, maupun aspek teknis perencanaan lainnya yang berkaitan dengan fungsi bangunan maupun estetika seperti :
a. Peraturan dan ketentuan standar-standar teknis yang berlaku, yang dikeluarkan oleh Pemerintah .
b. Standar harga bangunan yang berlaku, sesuai dengan buku petunjuk pedoman harga satuan bangunan negara, untuk standar klasifikasi bangunan dan tambahan harga non standar.
c. Peraturan-peraturan lain yang berlaku di Indonesia dengan memperhatikan dan mempertimbangkan ruang lingkup pekerjaan Konsultan Perencana yang meliputi tahapan persiapan proyek, tahap perencanaan / perancangan teknis serta jangka waktu pelaksanaan, maka Konsultan Perencana menyatakan mampu untuk mengerjakan perencanaan tersebut secara utuh dan meyeluruh dengan sebaik-baiknya.
Kesimpulan Konsultan Perencana terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah :
- Kerangka Acuan Kerja (KAK) secara utuh dan menyeluruh, adalah merupakan materi dasar atau pedoman dasar teknis di dalam pihak konsultan perencana mempersatukan alur / pola pikir, persepsi pemahaman dan kajian didalam rangka pembuatan usulan teknis.
- Kerangka Acuan Kerja (KAK) secara utuh dan menyeluruh, adalah merupakan ketentuan teknis yang akan dituangkan didalam dokumen kontrak perencanaan konsultan sehingga isi materi kerangka acuan ini adalah mengikat serta berkekuatan hukum yang pasti.
8.3. Struktur Organisasi dan Alokasi Tenaga Ahli
8.3.1. Struktur organisasi
Struktur organisasi pelaksanaan konsultan perencana, di
dalam melakukan aktivitas kegiatan perencanaan dan perancangannya, yang meliputi struktur penanganan dan pengendalian perencanaan, seperti :
Penanggung Jawab
Koordinator Team (Ahli Utama)
Kelompok Tenaga Ahli Lingkungan
8.3.2. Alokasi Tenaga Ahli
Alokasi tenaga ahli dan jadwal penugasan kelompok Tenaga Ahli / personil untuk membantu berhasilnya proses pelaksanaan pekerjaan Perencanaan secara keseluruhan.
Untuk melaksanakan proses perencanaan tersebut serta melihat lingkup pekerjaan perencanaan, kebutuhan personilnya adalah :
a. Koordinator Team (Team Leader)
o Untuk Koordinator Team (Team Leader) diperlukan personil yang memiliki kualifikasi keahlian dibidang Ahli Sumber Daya Air atau setingkat sarjana (S1) dengan pengalaman antara 1 s/d 2 tahun.
Jumlah personil : 1 Orang.
o Asisten Ahli Estimate Setingkat Sarjana Muda 5 s/d 8 tahun
Jumlah Personil : 1 Orang
b. Team Pendukung
Personil pendukung untuk proyek ini terdiri dari tenaga-tenaga sub profesional yang secara langsung berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan proses perencanaan tersebut.
Surveyor : 2 (dua) orang yang
melaksanakan survey
bangunan existing secara
simultan dilakukan secara detail mulai dari lay out sampai ukuran detail ruangannya.
Juru Gambar : 2 (dua) orang yang
melaksanakan gambar
dilakukan secara detail mulai dari lay out sampai ukuran detail ruangannya.
Adminstrasi : 1 (satu) orang untuk Penyiapan Administrasi Proyek.
8.3.3. Penetapan dan Wewenang Tenaga Ahli
Penanggung Jawab
Penangung jawab konsultan perencana adalah secara kontraktual mempunyai tanggung jawab dan hubungan langsung dengan pihak Pemberi Tugas, baik bersifat administratif dan teknis khususnya terhadap aspek teknis seperti : Kualitas, kuantitas, jadwal waktu dan administrasi. Dan dalam hubungan intern konsultan perencana, secara umum berkewajiban untuk mengendalikan team perencana dalam hal administrasi dan teknis.
Mengadakan koordinasi seluruh anggota team ahli maupun terhadap instansi yang terkait, serta kepada pihak Pemberi Tugas.
Sesuai keahliannya turut memberikan arahan dan pengendalian teknis kepada seluruh Tenaga Ahli.
Koordinator Team (Team Leader)
Koordinator Team konsultan perencana adalah secara kontraktual mempunyai tanggung jawab dan hubungan langsung dengan tenaga ahli lainnya, mengendalikan team perencana, mengadakan koordinasi seluruh anggota Tenaga Ahli maupun terhadap instansi yang terkait, serta kepada pihak Pemberi Tugas baik secara administrasi dan teknis.
Bertanggung jawab langsung kepada Pemberi Tugas, khususnya terhadap aspek teknis seperti : kualitas, kuantitas, jadwal waktu dan administrasi.
Ahli Estimate
Bertanggung jawab terhadap prosedur untuk pelaksanaan
Melaksanakan perencanaan dan membantu dalam penetapan sistim pelaksanaan pekerjaan proyek.
Membuat perhitungan besarnya Rencana Anggaran Biaya
(RAB) pembiayaan proyek.
Bertanggung jawab terhadap perencanaan proyek..
Menentukan Engineer Estimate (EE) terhadap pelaksanaan
proyek.
Tenaga Penunjang
Operator Komputer
Administrasi
Surveyor / Juru Ukur
Tenaga Pembantu
BAB IX
PENUTUP
Laporan Akhir dari pekerjaan Penyusunan DED SPAM Mata Air Kali Gojek telah menyajikan hasil dari kegiatan awal konsultan perencana yatu dari penyusunan rencana kerja perencanaan, jadwal perencanaan, survey lapangan, analisis hasil dan terakhir adalah proses perencaan gambar, Mengingat isi dari laporan akhir adalah Perencanaan Teknis, maka laporan ini sekaligus sebagai panduan untuk mengimplementasikan pekerjaan dan sebagai pegangan pelaksanaan fisik di lapangan
Dalam perjalanannya kedepan, maka dokumen perencanaan ini akan di lelangkan sehingga dapat terlaksana menjadi wujud bangunan yang siap dimanfaatkan, konsultan perencana juga mempunyai kewajiban ketika pemilik pekerjaan dalam hal ini adalah PDAM Kota Salatiga mengharapkan keikutsertaan konsultan perencana dalam proses tersebut sebagai narasumber waktu penjelasan pekerjaan.
Demikian Laporan Akhir ini disampaikan atas dukungan dari berbagai pihak dalam penyusunan laporan ini kami ucapkan terima kasih.