• Tidak ada hasil yang ditemukan

Morfologi Eosinofil pada Apusan Darah Tepi Menggunakan Pewarnaan Giemsa, Wright, dan Kombinasi Wright-Giemsa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Morfologi Eosinofil pada Apusan Darah Tepi Menggunakan Pewarnaan Giemsa, Wright, dan Kombinasi Wright-Giemsa"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Ketahanan Preparat dengan           Pewarnaan Giemsa 10%  (a)  Setelah  dicat  dengan  pewarnaan  Giemsa  10%,  (b)  Pewarnaan  Giemsa  setelah disimpan 5 hari

Referensi

Dokumen terkait

Jenis leukosit yang mengalami penurunan dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit menggunakan Sediaan Apus Darah Tepi (SADT), tetapi pada

Pengeringan sediaan apusan darah pada suhu 25 o C dan 30 o C tidak memberikan hasil berbeda terhadap morfologi sel darah putih, karena pada semua lapang pandang

Keduanya tidak dapat dibedakan dalam pewarnaan Giemsa karena memiliki morfologi yang sama dengan bentuk bula t dengan ukuran 12 μm.. Sitoplasma sedikit karena semua

PERBANDINGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN MENGGUNAKAN KAMAR HITUNG, HAPUSAN DARAH.. TEPI DAN

Adapun batas waktu penyimpanan pada suhu kamar waktu maksimum yang diijinkan pada sediaan apus darah tepi adalah kurang dari satu jam (Gandasoebrata, 2005). Guna