i$[i*
'@#.."
i ti
'-':.: !'
i :'"''-- .::'
l::...: :.:..._'..
Sudersoho :tl
..,'
t,,
iili,,,,,,,Suh.*m'
rw*niero
' l+ ++, i;:*i-,{.
'',J.l.'
Abstrak
Aksesibilitas
dan
sumberdaya pertanian merupakan prasyarat pentin_e bagrkelangsungan ekonomi.
Pedesaanyang
mengandalkanseklor
pertanianbah*a
aksesibilitas
dan
sumberdaya pertanian merupakan komponenyang
seharusnvadikembangkan agar kegiatan pertanian menjadi
progresif.
Pengembangan pertanianselayaknya mempertimbangkan aksesibilitas dan sumberdaya pertanian
di
pedesaanagar sesuai dengan sasaran secara
optimal.
Penelitian denganjudul
ldenttfikosi DanPemetaan : Aksesibilitcts Dan Sumberdaya Pertanian
Di
Pedesaan KabupcttenDan
II
Sleman,Daerah Istimewa
Yog,,almrta,bertujuaq
l.
Ingin
mengetahui vanasiaksesibilitas
dan
sumberdaya pertaniandi
KabupatenDati
II
Sleman;2.
Ingtnmenggambarkan distribusi aksesibilitas dan sumberdaya pertanian di Kabupaten Dati
ll
Sleman.Kabupaten
Dati
II
Sleman
sebagian besar wilayahnya merupakan pedesaandengan penduduk yang menggantungkan hidup di sektor pertanian. Penelitian dengan
kajian
data sekunderini
untuk
mencapai tujuan penelitian yangterkait
denganaksesibilitas dan sumberdaya pertanian dilakukan melalui kajian pustalia bersumber
dari Biro Pusat Statistik, beberapa lembaga
terkait
dan Peta yang relevan agar dapatmengetahui fenomena yang terdapat di daerah penelitian.
Hasil penelitian yang diperoleh mengenai aksesibilitas adalah sebagai berikut:
Terdapat
jalan
negara yang melintasi Kabupaten Sleman maslng masing mehntasrKecamatan Kalasan, Prambanan, Berbah,
Mlati,
Depolq Gamping- Sleman
danTempel. Jalan Propinsi juga melintasi Kabupaten dati tr Sleman melintasi Kecamatan
Depok, Ngaglik, dan Pakem, disamping itu jalan kabupaten yang hampir seluruhnr,a
telah
diperkeras hinggake
dusun dusun. Sambungan telepon rumah tangga telahbanyak
terpasang sebagaialat
komunikasi
(kuantitas tersambung terban-vak di KecamatanDepok
dan
Mlati)
dan
Klompencapir merupakan wahana penduduli untuk mengkomunikasikan tentang berbagai informasi dan inovasi guna memajulianberbagai kegratannya antar anggota.
Sumberdaya pertanian
di
17 kecamatan yang ada di Kabupaten DatiII
Slemanyang
memilikr
lahan usahatani
berupa sawah ,tegal dan pekarangan antara larniriga-si
teknis,
setengahteknis dan irigasi
sederhana,di
Kecamatan Godean danMinggir
terdapatirigasi
teknis
terbanyak diantara kecamatanlainnva.
Terdapatbendungan
baik
yang permanent, setengah permanent dan sederhana yang tercatatdan
12 daerah pengamatan air.Alat
pemberantasan hama dan alat pengolah pascapanen
ditemukan
secara meratadi
seluruh kecamatan kecuali alat penyosoh berashanya
ada
di
Kecamatan Cangkringan.Klompencapir
sebagaiwahana
diskusimerupakan sumberdaya pertanian yang penting agar pesan inovasi pertanian dapat
diserap oleh pendudukdi pedesaan dapat dijumpai di setiap kecamatan.
BAB
I
PENDAHULUAIY
A.
Latar
Belakang
lVlasalahPemerintah tetap konsisten dengan kebijakan yang menekankan pemerataan
pembangunan dengan harapan kesenjangan
antar
kawasandapat ditekan
dankesempatan pengembangan sumberdaya
di
seluruh kawasan dapatdimurcullan.
langkah tersebut terus digalakkan agar segera tenvujudnya kemajuan yang merata
ke seluruh
kawasan. Dsadari
bahwa
hasil pembangunanbelum
dapatdinikmati
secaramerata karena beftagai kendalayangmenyertai proses pembangrrnan antere
lain variasi ketersediaan sumberdaya menyarrgkut strmberdaya alam dan sumberdaya
manusia
serta
aksesibilitas
maupun
infiastuktur
masing
masing
kawasan.Fenomena tersebut seringkali menyulitkan b4gi perencruuum pengombangan wilayah
secara
komprehensif
sebagai acuan
dalam
penentuan
dan
pelaksanaanpembangunan-
orientasi
pembangunanmelalui
pemberdayaan sumberdaya yangtersedia
di
daerah merupakan prioritas yangdikedepankan
agar tercapai sasaranyang
diharapkan
dengan tetap memperhatikan kemampuanyang
dimiliki
suatukawasan
dapat
dimanfaatkanoptimal.
Di
pedesaanyang sebagan
besarpenduduknya
masih
menggantungkanhidup
pada sektor
percanian
bahwa
sumberdaya pertanian merupakan
potensi
strategisyang
memerlukan perhatianuntuk pengembangan pedesaan
menjadi
kawasanyang
lebih
maju.
pemerintahkrdonesia melaksanakan pembangunan
dipardu
dengan
GBHN
menekankanpembangunan
dari
dua arahitop
down dan bot$omup)
agar pembangunan tepatsulsaran oleh karena itu inventarisasi stunberdaya yang tersedia di daerah senantiasa
menjadi prjakan unhrk menentukan arah kebijakan pembangunan s@ara menyelunrh.
Memperhatikan
sumberdaya yangtersedia di
suatukawasan
balwasanyaaksesibilitas
memiliki
perananyang
harus dipertlmbanglen karena enat kaitannyadengan ketersediaan saftma
dan
prasaranayang
memberikan kemudalran bagikawasan tersebut dapat melakukan hubungan dengan kawasan lainnya sebagai salatt
satu
prasyarat
terwujudnyakemajuan.
Aksesibilitasyang
lebih
t'ngg
dengansumberdaya yang memadai
."**gniolrao
alselerasi kearah kemajuan yang lebihcept
Demikian pula
di
pedesaan bahwa alcesibilitasmemiliki
peranan pentingdalam memajukan desa tentu saja harus dituqiang dengpn ketersediaan sumberdaya
yang ada di pedesaan.
Pedesaan yang penduduknya mengganfiingkan sektor pertanian sebagai sumber
pendapatan
guna
memenuhi kebutuhanhidupnya,
sumberdayapertanian
akanmemiliki arti
penting dalam
mendukung kemajuan desa dengan basis ekonomipertanian.
Dapat
dijelaskanbahwa
sumberdaya pertanianakan
memiliki
nilai
tambah
yang
bermanfaat
bagr
penduduk
di
perdesaanyang hidup
denganmenggantungkan
sektor pertanian apabila dituqiang dengan aksesibilitas
-yangmemadai. Aksesibilitas
yang
memadai
akan
membuka
kesempatan grmamemperlancar pertukaran saprodi (sarana produlcsr)
dan
surplusproduksi
pertaniandi
pedesaan disampingitu
akanmemudahkan
penduduk memperoleh berbagaikebutuhan hidup.
Pedesaan yang saat
ini
masihdiyakini lebih memiliki
homogeniks
(Joan Hardjono,1987)
dari
permukaan yang nampakhomogen
seolah ..stati.s,, ternyatamemiliki
sumberdaya dan aksesibilitas ya4grelatif
berbed4
karakteristik tersebutselanjutrya
pada
pelkembangan
ke
depan
yang
bervariasi.Perkembangan pedesaan tersebut
di
Indonesiamemunculkan
pengkategonan atasperdesaan dan
melahirkan
indilmsi desa sebagaimana dikategorikan menjadi desaswakarsq desa swadaya dan desa swasembada (Depdagri, 1990). Aktifitas
di
sektorpertanian
masih
merupakan stunber pendapatanpotemial
di
perdesaan sehinggasumberdaya pertanian akan
memiliki
fungsi pokok dalam pengembangan ekonomipendudtrknya
Aksesibilitas
dapatditingkatlen
antaralain
melalui pembangunanFasarana
transportasi
dan komunikasi antar kawasan sehinggamembuka
safukawasan akhirnya
memiliki
berbagai kemudahan menjangkau kawasan disekitarnya.Melihat betapa pentingnya aksesibilitas dan sumberdaya pertanian
di
pedesaandi dalam mendukung kemajuan desa
dan
kenyataan yang ada menunjukkan bahwaterdapat
variasi
fenomena tersebutdi
belbagai kawasan perdesaan Indonesia padaumumnya serta
di
Daerah Tingkattr
KabupatenSleman
menarik perhatianultuk
mengkaji lebih jauh dengan mengangkat adanya variasi aksesibilitas dan sumberdaya
pertanian
di
pedesaan. Variasi
topografi
di
KabupatenDati
II
Sleman serta
ketenediaan
infrastruktur
antarkawasan
mergadikan kawasan tersebutmemiliki
tinglot kemajuan yang bervariasi
pula.
Bagan ba;:at, selatan dantimw
dari
daerah
ini
memiliki
kemudahan menjangkauke
kawasanlain
yang
ditatuijalur
antarpropinsi
dan
secara r'nenyeltnuhlebih
rnudah medangkauke
lbukota
propinsidengan kegratan ekonorni @etsaan yang berv"ariasi baik disektor pertanian maupun
bergerak kearah
non pertanian.
Bagran utara berbatasan dengan Gunung Merapirelatif
subur sehingga kegiatan pertanian merupakan andalan ekonomi pendudukny4namun
demikian akibat
perkembangankota Yogyakarta
nrenujuke
tnara telahmenjadikan kawasan
ini
menjadi lebih diwarnai kegiatan non pertanianB.
Rumusan MasalahAksesibilitas
sebagai
keterjangkauanyang
merupakan kemudahan
satukawasan
untuk
mengadakan hubmgpntimbal
balik
dengan kawasandisekitarq'a
A}sesibilitas ditentukan
oleh
berbagaifaktor
penyertameliputi
topografi
danperangkat
teknologi
sehingga mendasarkan kondisiitulah
pada akhinrya masingmasing kawasan
memiliki variasi
tingkat alaesibilitas.
Sumberdaya pertanian danAksesibilitas akan
memiliki
fingsi
srtrategis bagi pengembangan kawasan pe&saanyang
penduduknya
hidupdi
sektor peranian. Menjadikan sektorpertanian
kearah
yang lebih maju
bahwa
sumberdayapertanian
memerlukanperhatian dan
optimalisasi
agar dapat rnenjadi sumberdaya strategis yang dijadikantumpuan modal untuk pengembangan pedesaan. Bertitik tolak pada uraian tersebut
dalam penelitian ini dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut;
1. Bdgaimana karakteristik aksesibilitas dan sumberdaya
pertanian
di
Kab.Dati
II
Sleman ?
2.
Bagaimana
distribusi aksesibilitas dan sumberdaya pertaniandi
Kab. Dati tr
Sleman ?
:
C.
Tujuan
PenelitianMendasarkan pada latar belakang masalah yang kemudian dirumuskan sebagai
masalah
yang
ingrndikaji
melalui
penelitian
maka ditenfirkan tujuan penelitians€bagai berikut ;
1.
Mengetahui
variasi
alsesibilitasdan
sumberdaya pertaniandi
Kab.
Dati
II
Sleman
2.
Menggarnbarkan distribusi aksesibilitas dan sumberdaya pertanian antar kawasandi
Kab. Datitr
Slemann
t\tanfaat PenbHtianllasil
penelitian yang dicapai akan memiliki manfaaql.
Secarateoritis dapat
menambah wawasankajian geografi
dalam
rangkaiandiketatrnittya variasi-keruangan antar kawasan di pedesaan
2.
Sebagai
studi
perbandingan
yang
mengkaji
pedesaan
dalam
rangkapengembangan
ilmu
melalui penelitian serta kajiah ilmiah lainnya3.
Dapat menjadi bahan pertimbarrgandalam
pedentuan kebijakahyang
terkaitdbngan pengembangan pedesaan yang pada
hakekafrrya diorientasikan
demikesejahteraan
E.Keaslian Penelitian
Penelitian serupa
belum
banyak
dilatilkan
bahkan menurut
pengamatanpeneliti, bahwa peneliti belum pennh nrenjumpai kqiian tentang penelitian pdesaan
di
daerah penelitian yangnnlihat
variasi aksesibilitas dan sumberdaya pertanianserta distribusinya di antar wilayah kecamatan
F.
Ilefinisi
OperasionalAksesibilitas
merupakan kemudahan bergerat/ pemindalnn barangdari
satutempat ke tempat lain dalam satu witayah
png
te*ait &ngan jarak
oleh larenaitu
dalaln
penelitian
ini
alsesibilitas
dikaji
meliputi
sanna
dan
prasaranapengandruhq transportasi, lalu lintas dan komunikasi
&nnberdaya
peranian
meliputi
ketersediaan
sanna
rmtuk
kegiabnpeningkatan
proftksi
pertanianmeliprti,
saranairigasi
samna dan alat perhnian