• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Ekonomi Moneter Kredit dan Perma

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Ekonomi Moneter Kredit dan Perma"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

EKONOMI MONETER

“Kredit dan Permasalahanya”

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas Kelompok dalam Mata Kuliah

Ekonomi Moneter

Dosen Pengampu :

Maman Rahman Hakim, S.EI, M.M

Di susun oleh :

Nurkholisoh 1113015000096

Isnina Intan Cahya 1113015000105

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

(2)

1. Kredit

1.1 Pengertian Kredit

Dalam pengertian sederhana kredit merupakan penyaluran dana dari pihak pemilik dana kepada pihak yang memerlukan dana. Penyaluran dana tersebut didasarkan pada kepercayaan yang diberikan oleh pemilik dana kepada pengguna dana. Dalam bahasa Latin, kredit berasal dari kata “credere” yang artinya percaya. Artinya pihak yang memberikan kredit percaya kepada pihak yang menerima kredit, bahwa kredit yang diberikan pasti akan terbayar. Di lain pihak, penerima kredit mendapat kepercayaan dari pihak yang memberi pinjaman, sehingga pihak peminjam berkewajiban untuk mengembalikan kredit yang telah diterimanya. Beberapa ahli menerjemahkan kredit sebagai berikut:

a. “… Kredit itu adalah suatu pemberian prestasi yang balas prestasinya (kontra prestasi) akan terjadi pada suatu waktu di hari yang akan datang …” (Drs. Amir Rajab Batubara)

b. “in a general sense credit is based on confidence In the Debtors ability to make a money payment at some future time” (Rollin G. Thomas) Apabila kita definisikan secara bebas, kredit dalam pengertian umum merupakan kepercayaan atas kemampuan pihak debitur (penerima kredit) untuk membayar sejumlah uang pada masa yang akan datang.

c. Dalam undang-undang perbankan No. 10 Tahun 1998, Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utanngnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Kredit ini, merupakan penyaluran dana yang dilakukan oleh bank konvensional kepada nasabah (debitur).

(3)

bahwa kredit yang diberikan benar-benar aman. Pemberian kredit tanpa dianalisis terlebih dahulu akan sangat membahayakan bank. Nasabah dengan mudah memberikan data-data fiktif, sehingga mungkin saja kredit yang diberikan tidak layak tetapi justru diberikan.

Di dalam perbankan syariah, istilah kredit tidak dikenal, karena bank syariah memiliki skema yang berbeda dengan bank konvensional dalam menyalurkan dananya kepada pihak yang membutuhkan dana. Bank syariah, menyalurkan dananya kepada nasabah dalam bentuk pembiayaan. Sifat dari penyaluran dana dengan skema pembiayaan, bukan merupakan utang piutang, tetapi merupakan pembiayaan yang diberikan bank kepada nasabah dalam melakukan usaha. Menurut Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998 “pembiayaan kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dan pihak lain yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil”

Pembiayaan berbeda dengan kredit terutama dari imbalan yang diterima oleh bank. Bank konvensional mendapat imbalan berupa bunga sementara bank syariah mendapat imbalan berupa bagi hasil dari debitur. Di dalam perbankan syariah, pembiayaan yang diberikan kepada pihak pengguna dana berdasarkan pada prinsip syariah. Aturan yang digunakan yaitu sesuai dengan hukum Islam.

1.2 Unsur-unsur Kredit

1. Kreditor

Kreditor merupakan pihak yang memberikan kredit (pinjaman) kepada pihak lain yang mendapat pinjaman. Pihak tersebut bisa perorangan atau badan usaha. Bank yang memberikan kredit kepada pihak peminjam merupakan kreditor.

2. Debitur

Debitur merupakan pihak yang membutuhkan dana, atau pihak yang mendapat pinjaman dari pihak lain.

(4)

Kreditur memberikan kepercayaan kepada pihak yang menerima pinjaman (debitur) bahwa debitur akan memenuhi kewajibannya untuk membayar pinjamannya sesuai dengan jangka waktu tertentu yang diperjanjikan. Bank memberikan pinjaman kepada pihak lain, sama artinya dengan bank memberikan kepercayaan kepada pihak peminjam, bahwa pihak peminjam akan dapat memenuhi kewajibannya. Oleh karena itu, sebelum kredit diberikan harus dilakukan penelitian dan penyelidikan lebih dulu secara mendalam tentang kondisi nasabah baik secara interen maupun eksteren untuk menilai kesungguhan dan etika baik nasabah terhadap bank.

4. Perjanjian

Perjanjian merupakan suatu kontrak perjanjian atau kesepakatan yang diperlukan antara bank (kreditur) dengan pihak peminjam (debitur).

5. Risiko

Setiap dana yang disalurkan oleh bank selalu mengandung adanya risiko tidak kembalinya dana. Risiko adalah kemungkinan kerugian yang akan timbul atas penyaluran kredit bank. Risiko ini menjadi tanggungan bank, baik risiko yang disengaja oleh nasabah maupun yang tidak disengaja misalnya karena terkena bencana alam atau bangkrutnya usaha nasabah , sehingga nasabah tidak mampu lagi melunasi kredit yang diperolehnya.

6. Jangka Waktu

Jangka waktu merupakan lamanya waktu yang diperlukan oleh debitur untuk membayar pinjamannya kepada kreditur. Jangka waktu bisa berbentuk jangka pendek (< 1 tahun), jangka menengah (1-3 tahun), atau jangka panjang (>3 tahun).

7. Balas Jasa

Sebagai imbalan atas dana yang disalurkan oleh kreditur, maka debitur akan membayar sejumlah uang tertentu sesuai dengan perjanjian. Dalam perbankan konvensional, imbalan tersebut berupa bunga, sementara di dalam syariah terdapat beberapa macam imbalan, tergantung pada akadnya.

(5)

Tujuan kredit dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Tujuan kredit bagi bank

a. Kredit yang diberikan bank kepada nasabah akan mendapat balas jasa berupa bunga.

b. Pendapatan bunga bank berpengaruh kepada peningkatan profitabilitas bank. Hal ini dapat tercermin pada perolehan laba.

c. Pemberian kredit kepada nasabah secara sinergi akan memasarkan produk lain seperti produk dana dan jasa.

d. Kegiatan kredit dapat mendorong peningkatan kemampuan pegawai untuk lebih memahami secara perinci aktivitas usaha para debitur di berbagai sektor usaha. Dengan demikian, para pegawai menjadi terlatih dan mempunyai keahlian dalam beberapa usaha nasabah. Hal ini merupakan aset bagi bank.

2. Tujuan kredit bagi debitur

a. Meningkatkan usaha nasabah: Kredit yang diberikan oleh bank untuk memperluas volume usaha, misalnya kredit untuk membeli bahan baku, pengadaan mesin dan peralatan, dapat membantu nasabah untuk meningkatkan volume produksi dan penjualan.

b. Biaya kredit bank (provisi dan administrasi) pada umunya murah.

c. Bank menawarkan berbagai jenis kredit sehingga debitur dapat memilih jenis kredit sesuai dengan tujuan penggunaan.

d. Bank juga memberikan fasilitas lainnya kepada debitur, sehingga debitur dapat menikmati fasilitas lainnya yang ditawarkan oleh bank. Fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh debitur antara lain Letter of credit, transfer, bank garansi, dan fasilitas lainnya.

(6)

3. Tujuan kredit bagi pemerintah

a. Kredit dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apabila kredit tersebut diberikan kepada perusahaan untuk investasi atau modal kerja, maka perusahaan akan meningkatkan volume produksinya, sehingga peningkatan volume produksi akan berpengaruh pada peningkatan volume usaha dan akhirnya akan meningkatkan pendapatan secara nasional.

b. Kredit bank dapat digunakan sebagai alat pengendali moneter. Pada saat peredaran uang di masyarakat terlalu banyak, maka kredit perlu dikurangi. Pengurangan kredit tersebut dengan cara meningkatkan suku bunga, sehingga masyarakat tidak mengajukan kredit ke bank. Bank lebih fokus kepada penghimpunan dan pihak ketiga agar uang yang beredar dapat diturunkan. Sebaliknya, pada saat peredaran uang sedikit, maka arus tukar menukar barang dan jasa menjadi terhambat. Pada saat demikian, bank dapat meningkatkan kreditnya dengan menurunkan suku bunga sehingga arus tukar menukar barang dan jasa menjadi lancar karena adanya kenaikan jumlah uang yang beredar.

c. Kredit bank dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Peningkatan lapangan kerja akan meningkatan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya secara total akan meningkatkan pendapatan nasional.

d. Secara tidak langsung kredit bank dapat meningkatkan pendapatan negara diantaranya:

- Pajak pendapatan dari bank yang memberikan kredit karena terdapat kenaikan laba yang berasal dari bunga kredit.

- Pajak pendapatan dari debitur. Debitur yang mendapatkan kredit berusaha untuk meningkatkan volume usahanya, dan kenaikan volume usaha berpengaruh pada kenaikan laba perusahaan, sehingga pajak pendapatan akan meningkat.

(7)

4. Tujuan Kredit Bagi Masyarakat Luas

a. Mengurangi tingkat pengangguran. Kredit yang diberikan untuk perusahaan dapat menyebabkan adanya tambahan volume produksi, tentu akan menambah jumlah tenaga kerja.

b. Melibatkan masyarakat yang memilki profesi tertentu, misalnya akuntan, notaris,

appraisal independen, dan asuransi. Pihak-pihak tersebut diperlukan oleh bank untuk mendukung kelancaran kredit.

c. Penyimpan dana akan mendapat bunga lebih tinggi dari bank apabila bank dapat meningkatkan keuntungannya.

d. Memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan pelayanan jasa perbankan misalnya letter of credit, bank garansi, transfer, kliring, inkaso, dan layanan jasa lainnya.

Selain memiliki tujuan kredit juga mempunyai beberapa fungsi. Pada dasarnya fungsi kredit ialah merupakan pelayanan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya untuk meningkatkan usahanya. Masyarakat disini merupakan individu, pengusaha, lembaga, dan badan usaha yang membutuhkan dana. Kredit berfungsi membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui penyaluran dana yang diberikan oleh bank. Fungsi kredit secara terperinci adalah sebagai berikut:

1. Untuk meningkatkan daya guna uang

Dengan adanya kredit dapat meningkatkan daya guna uang. Jika uang hanya disimpan saja di dalam rumah tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Dengan diberikannya kredit uang tersebut menjadi berguna untuk menghasilkan barang atau jasa oleh si penerima kredit. Kemudian juga dapat memberikan penghasilan tambahan kepada pemilik dana.

2. Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang

(8)

3. Untuk meningkatkan daya guna barang

Kredit yang diberikan oleh bank akan dapat digunakan oleh si debitur untuk mengelola barang yang semula tidak berguna menjadi berguna atau bermanfaat. Sebagai contoh seorang pengusaha memperoleh kucuran dana dari salah satu bank untuk mengelolah limbah plastik yang sudah tidak dipakai menjadi barang-barang rumah tangga. Biaya pengolahan barang tersebut diperoleh dari bank. Dengan demikian, fungsi kredit dapat meningkatkan daya guna barang dari barang yang tidak berguna menjadi berguna.

4. Meningkatkan peredaran barang

Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya, sehingga jumlah barang yang beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat pula meningkatkan jumlah barang yang beredar. Kredit untuk meningkatkan peredaran barang biasanya untuk kredit perdagangan atau kredit ekspor impor.

5. Sebagai alat stabilitas ekonomi

Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagia alat stabilitas ekonomi karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat. Kredit dapat pula membantu mengekspor barang dari dalam negeri ke luar negeri, sehingga dapat meningkatkan devisa negara.

6. Untuk meningkatkan kegairahan berusaha

Bagi si penerima kredit tentu akan dapat meningkatkan kegiatan berusaha , apa lagi bagi si nasabah yang memang modalnya pas-pasan. Dengan memperoleh kredit nasabah bergairah untuk dapat memperbesar atau memperluas usahanya.

7. Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan

(9)

dapat memperoleh pendapatan seperti gaji bagi karyawan yang bekerja di pabrik dan membuka warung atau menyewa rumah kontrakan atau jasa lainnya bagi masyarakat yang tinggal disekitar lokasi pabrik.

8. Untuk meningkatkan hubungan internasional

Dalam hal pinjam meminjam internasional akan dapat meningkatkan saling membutuhkan antara si penerima kredit dengan si pemberi kredit. Pemberian kredit oleh negara lain akan meningkatkan kerja sama dibidang lainnya, sehingga dapat pula tercipta perdamaian dunia.

1.4 Jenis Kredit

Dalam praktik kredit yang diberikan bank umum dan bank pengkreditan rakyat untuk masyarakat terdiri dari berbagai jenis. Secara umum kredit dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain:

1. Kredit dilihat dari segi kegunaan

a. Kredit Investasi

Kredit investasi merupakan kredit yang diberikan oleh bank kepada debitur untuk pengadaan barang-barang modal (aktiva tetap) yang mempunyai nilai ekonomis lebih dari satu tahun.

Contoh:

PT Anugerah (industry sepatu) mengajukan kredit ke Bank MB Surabaya untuk membeli 100 unit mesin jahit sepatu. Masing-masing mesin jahit seharga Rp 5.000.000,- sehingga dana yang diperlukan sebesar Rp

500.000.000,-Mesin jahit merupakan aktiva tetap atau barang modal, sehingga permohonan kredit tersebut tergolong kredit investasi.

b. Kredit Modal Kerja

(10)

Contoh:

PT Anugerah memerlukan tambahan dana sebesar Rp 500.000.000,- untuk meningkatkan volume penjualan yang ditargetkan sebesar 30% dari penjualan tahun sebelumnya. Tambahan dana tersebut untuk meng-cover piutang dan membeli bahan baku, maupun persediaan lainnya. PT Anugerah mengajukan kredit kepada Bank MB Surabaya, maka bank MB Surabaya dapat memberikan kredit modal kerja.

2. Dilihat dari segi tujuan Kredit

a. Kredit produktif

Kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi atau investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang atau jasa. Sebagai contoh kredit untuk membangun pabrik yang nantinya akan menghasilkan barang dan kredit pertanian akan menghasilkan produk pertanian, kredit pembangunan menghasilkan bahan tambang atau kredit industri akan menghasilkan barang industri.

b. Kredit Konsumtif

Kredit konsumtif merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah untuk membeli barang dan jasa untuk keperluan pribadi dan tidak untuk digunakan keperluan usaha.

Contoh:

Andika mengajukan kredit untuk pembelian rumah dengan harga Rp. 200.000.000,-. Atas pembelian rumah tersebut dia sudah membayar uang muka sebesar Rp 50.000.000,- sisanya diajukan kredit ke bank MB Surabaya. Bank MB Surabaya dapat memberikan kredit konsumtif kepada andika.

c. Kredit perdagangan

(11)

membeli barang dalam jumlah besar. Contoh kredit ini misalnya kredit ekspor dan impor

3. Kredit dilihat dari jangka waktunya

a. Kredit jangka pendek

Merupakan kredit yang memiliki jangka awaktu kurang dari satu tahun atau paling lama satu tahun, dan biasanya digunkana untuk keperluan modal kerja. Contohnya untuk peternakan, misalnya peternakan ayam atau jika untuk pertanian misalnya tanaman padi atau palawijaya.

b. Kredit jangka menengah

Jangka waktu kreditnya berkisar antara satu tahun sampai dengan tiga tahun dan biasanya kredit ini digunakan untuk melakukan investasi. Sebagai contoh kredit untuk pertanian seperti jeruk, atau peternakan kambing.

c. Kredit jangka panjang

Merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang. Kredit jangka panjang waktu pengembaliannya di atas tiga tahun. Atau lima tahun. Biasanya kredit ini untuk investasi jangka panjang seperti perkebunan karet, kelapa sawit atau manufaktur, dan untuk kredit konsumtif seperti kredit perumahan.

4. Dilihat dari segi sektor usaha

a. Kredit pertanian, merupakan kredit yang dibiayai untuk sektor perkebunan atau pertanian. Sektor usaha pertanian dapat berupa jangka pendek atau jangka panjang.

b. Kredit peternakan, merupakan kredit yang diberikan untuk sektor peternakan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek misalnya peternakan ayam dan jangka panjag ternak kambing atau ternak sapi.

(12)

d. Kredit pertambangan, merupakan kredit yang diberikan kepada usaha tambang, jenis usaha tambang yang dibiayainya biasanya dalam jangka panjang, seperti tambang emas, minyak atua timah.

e. Kredit pendidikan, merupakan kredit yang diberikan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula berupa kredit untuk para mahasiswa.

f. Kredit profesi, merupakan kredit yang diberikan kepada para kalangan profesional seperti dosen, dokter, atau pengacara.

g. Kredit perumahan, yaitu kredit untuk membiayai pembangunan atau pembelian perumahan dan biasaya berjangka panjang.

1.5 Kualitas kredit

Kredit merupakan unsur utama untuk memperoleh keuntungan, artinya besarnya laba suatu bank sangatlah dipengaruhi dari jumlah kredit yang disalurkan dalam satu periode. Bank mengandalkan penghasilan utamanya dari jumlah penyaluran kreditnya (spread based), kemudian penghasilan lainnya melalui biaya-biaya yang dibebankan kepada nasabah. Dalam praktinya agar laba bank optimal, maka jumlah kredit yang disalurkan haruslah sesuai dengan terget yang telah ditetapkan. Manajemen juga harus memperhatikan kualitas kreditnya. Hal ini penting karena kualitas kredit berkaitan dengan risiko kemacetan (bermasalah) suatu kredit yang disalurkan. Artinya makin berkualitas kredit yang diberikan, maka akan memperkecil risiko terhadap kemungkinan kredit tersebut macet atau bermasalah.

Banyak cara yang dapat dilakukan agar kualitas kredit meningkat atau kredit yang disalurkan tidak menimbulkan masalah. Untuk menghindari kredit yang disalurkan bermasalah, maka dapat melepas kreditnya pihak perbankan perlu memerhatikan dua unsur penting, yaitu:

(13)

2. Tingkat risiko (risk), artinya tingkat risiko yang akan dihadapi terhadap kemungkinan melesetnya perolehan laba bank dari kredit yang disalurkan. Risiko kredit perlu diperhatika mengingat berbagai kondisi yang dapat memengaruhinya, baik ekonomi, hukum politik atau lainnya penuh dengan ketidakpastian.

Dalam rangka memenuhi tingkat perolehan laba, perbankan harus memperhatikan faktor-faktor seperti:

1. Tingkat return on assets (ROA)

2. Return on equity (ROE)

3. Timing of return (waktu perolehan laba)

4. Future prosepect (prospek ke depan/di masa yang akan datang)

Tingkat perolehan laba juga harus mengetahui risiko-risiko yang akan dihadapinya. Secara umum jenis-jenis risiko yang mungkin atau bakal dihadapi meliputi:

1. Risiko lingkungan

Risiko lingkungan merupakan risiko yang berkaitan dengan lingkungan perbankan terutama yang berkaitan dengan lingkungan luar (eksternal) perbankan. Risiko lingkungan terdiri dari beberapa risiko antara lain, risiko ekonomi, risiko kompetisi, dan risiko peraturan.

2. Risiko manajemen

Risiko manajemen merupakan risiko yang berkaitan dengan risiko dari dalam perusahaan (internal) seperti risiko organisasi, risiko kemampuan, dan risiko kegagalan.

3. Risiko penyerahan

Risiko penyerahan merupakan risiko yang dipengaruhi oleh internal bank seperti risiko operasional, risiko teknologi, dan risiko strategik.

(14)

Risiko keuangan berkaitan erat dengan pengaruh internal dan eksternal bank seperti risiko kredit, risiko likuiditas, risiko suku bunga, risiko leverage, dan risko internasional.

Agar kredit yang disalurkan oleh suatu bank memiliki likuiditas kualitas kredit yang baik, maka perlu pula dilakukan pemisahan fungsi dalam organisasi kredit. Dalam manajemen kredit terdapat beberapa fungsi guna memudahkan bank untuk menjalankan aktivitas kreditnya. Dalam praktiknya pemisahan fungsi dalam organisasi pada umumnya terdiri dari:

1. Pemasaran kredit

2. Analisis kredit

3. Transaksi jaminan

4. Administrasi kredit

5. Audit kredit

Tujuan pemisahan fungsi kredit adalah agar pengelolaan suatu permohonan kredit dapat diproses secara benar, lengkap, teliti dan sempurna, sehingga memiliki risiko rendah dan tidak menimbulkan masalah di masa yang akan datang. Sekalipun terjadi pemisahan fungsi kredit, semua fungsi harus berjalan seiring dengan satu tujuan, sehingga sesuai dengan harapan manajemen sebelumnya. Dalam memutuskan suatu permohonan kredit perlu dibentuk komite kredit (loan committees). Komite ini bertugas memberikan pelayanan hal-hal yang berkaitan dengan kredit disalurkan. Tugas komite kredit ini adalah:

1. Membuat keputusan dan penelaahan kredit baru, artinya setiap adanya permohonan kredit baru, maka perlu ditelaah secara benar tentang kelayakan kredit sebelum diambil keputusan. Penelaahan harus dilakukan secara objektif, artinya hanya kredit yang layak yang akan diberikan.

(15)

apapun syarat kelengkapan dokumen mutlak untuk diserahkan. Syarat ini merupakan salah satu aspek penilaian kelayakan suatu kredit sehingga tidak menimbulkan masalah kedepan.

3. Persetujuan perpanjangan kredit, artinya bagi kredit yang sudah berakhir masa pinjamannya dan nasabah tersebut masih ingin memperpanjang kredit karena sesuatu hal, maka komite kembali harus memberikan persetujuan apakah kredit tersebut layak atau tidak untuk diperpanjang dengan pertimbangan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4. Perubahan kondisi dan syarat kredit, artinya kalau kondisi nasabah dengan situasi yang berkembang di luar yang menyebabkan nasabah mengalami kesulitan, maka pihak perbankan perlu untuk melakukan perubahan tentang kondisi dan syarat kredit, misalnya perubahan jangka waktu pembayaran atau bunga yang akan diberikan ke nasabah.

Untuk menentukan berkualitas tidaknya suatu kredit perlu diberikan ukuran-ukuran tertentu. Bank Indonesia menggolongkan kualitas kredit menurut ketentuan sebagai berikut:

1. Lancar (pas)

Lancar artinya kredit yang disalurkan tidak menimbulkan masalah. Suatu kredit dapat dikatakan lancar apabila:

a. Pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga tepat waktu.

b. Memiliki mutasi rekening yang aktif.

c. Bagian dari kredit yang dijamin dengan agunan tunai (cash collateral)

2. Dalam perhatian khusus (spesial mention)

(16)

a. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga yang belum melampaui 90 hari.

b. Kadang-kadang terjadi cerukan.

c. Jarang terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan.

d. Mutasi rekening relatif aktif.

e. Didukung dengan pinjaman baru.

3. Kurang lancar (substandard)

Dikatakan kurang lancar, artinya kredit yang diberikan pembayarannya sudah mulai tersendat-sendat, namun nasabah masih mampu membayar. Kondisi kurang lancar apabila memenuhi kriteria berikut:

a. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga yang telah melapaui 90 harri.

b. Sering terjadi cerukan.

c. Terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan lebih dari 90 hari.

d. Frekuensi mutasi rekening relatif rendah.

e. Terdapat indikasi masalah keuangan yang dihadapi debitur.

f. Dokumen pinjaman yang lemah.

4. Diragukan (doubtful)

Dikatakan diragukan artinya kemampuan nasabah untuk membayar makin tidak dapat dipastikan. Kondisi diragukan apabila memenuhi kriteria berikut:

a. Terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga yang telah melapaui 180 hari.

b. Terjadi cerukan yang berisfat permanen.

(17)

d. Terjadi kapitalisme bunga.

e. Dokumen hukum yang lemah baik untuk perjanjian kredit maupun pengikatan jaminan.

b. Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru.

c. Dari segi hukum kondisi pasar, jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai wajar.

Dalam rangka penetapan kriteria kualitas kredit serta penentuan tingkat kesehatan bank, maka manajemen perlu memperhatikan peraturan-peraturan dan ketentuan yang berlaku. Sesuai dengan ketentuan pemerintah tingkat kesehatan bank dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

No Kriteria Penilaian Bobot

1 Permodalan (capital adequacy ratio) 20,0%

2 Aktivita produktif

a. Non performing loan (NPL) 12,5% b. Penuhan PPAP 7,5%

3 Rentabilitas

a. Return on average assets 10,0% b. Retun on average equity 10,0%

4 Likuiditas

a. Loan to deposit ratio (LDR) 15,0% b. Pertumbuhan kredit/pertumbuhan dana 5,0%

5 Efisiensi

a. Beban operasional/pendapatan operasional (BOPO) 10,0% b. Net interest margin (NIM) 10,0%

Total 100%

1.6 Prinsip pemberian kredit

(18)

terlebih dahulu bahwa kredit yang diberikan benar-benar akan kembali. Keyakinan tersebut diperoleh dari hasil penelitian kredit sebelum kredit tersebut disalurkan. Penilaian kredit oleh bank dapat dilakukan dengan berbagai prinsip untuk mendapatkan keyakinan tentang nasabahnya.

Ada beberapa prinsip-prinsip penilain pemberian kredit yang sering dilakukan yaitu dengan analisis 5C, analisis 7P, dan studi kelayakan. Kedua prinsip ini, 5C dan 7P memiliki persamaan, yaitu apa-apa yang terkandung dalam 5C dirinci lebih lanjut dalam prinsip 7Pdan didalam prinsip 7Pdisamping lebih terinci juga jangkauan analisisnya lebih luas dari 5C. Prinsip penilaian pemberian kredit dengan analisis dengan 5C kredit dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Character adalah sifat atau watak seseorang dalam hal ini calon debitur. Tujuannya adalah memberikan keyakinan kepada bank bahwa sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya. Keyakinan ini tercemin dari latar belakang si nasabah/calon debitur, baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat pribadi seperti: cara hidup atau gaya hidup yang dianutnya, keadaan keluarga, hobi, dan sosial standingnya. Cbaracter

merupakan ukuran untuk menilai “kemauan” nasabah membayar kreditnya dengan berbagai cara.

2. Capacity (Capabality), untuk melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit yang dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis serta kemampuannya mencari laba. Sehingga pada akhirnya akan terlihat kemampuannya dalam mengembalikan kredit yang di salurkan. Semakin banyak sumber pendapatan seseorang, semakin besar kemampuannya untuk membayar kredit

(19)

4. Colleteral, merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya sehingga jika terjadi suatu masalah, jaminan yang dititipkan akan dapat dipergunakan secepat mungkin. Fungsi jaminan adalah sebagai pelindung bank dari risiko kerugian.

5. Condition, dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi sekarang dan untuk di masa yang akan datang sesuai sektor masing-masing. Dalam kondisi perekonomian yang kurang stabil, sebaiknya pemberian kredit untuk sektor tertentu jangan diberikan terlebih dahulu dan kalaupun jadi diberikan sebaiknya juga dengan melihat prospek usaha tersebut di masa yang akan tersebut di masa yang akan datang.

Sementara itu, penilaian dengan 7P kredit adalah sebagai berikut:

1. Personality yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masa lalunya. Personality juga mencakup sikap, emosi, tingkah laku, dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah. Persoanality hampir sama dengan character dari 5C .

2. Party yaitu mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas, serta karakternya sehingga nasabah dapat digolongkan ke golongan tertentu dan akan mendapatkan fasilitas kredit yang berbeda pula dari Bank. Kredit untuk pengusaha lemah sangat berbeda dengan kredit untuk pengusaha yang kuat modalnya, baik dari segi jumlah, bunga, dan persyaratan lainnya .

3. Perpose yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah. Tujuan pengambilan kredit dapat bermacam-macam apakah untuk Tujuan konsumtif, produktif, atau perdagangan .

(20)

5. Payment merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit yang diperolehnya . Semakin banyak sumber penghasilan sebitur, akan semakin baik sehingga jika salah satu usahanya merugi akan dapat ditutupi oleh sektor lainnya.

6. Profitability untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.Profitability diukur dari periode ke periode apakah akan tetap sama atau akan semakin meningkat, apalagi dengan tambahan kredit yang akan diperolehnya dari bank.

7. Protection tujuannya Adalah bagaimana menjaga kredit yang dikucurkan oleh bank, tetapi melalui suatu perlindungan dapat berupa jaminan barang atau orang atau jaminan asuransi .

Disamping penilaian dengan 5C dan 7P, prinsip penilaian kredit dapat pula dilakukan dengan studi kelayakan terutama untuk kredit dalam jumlah yang relatife besar. Adapun penilaian kredit dengan studi kelayakan meliputi sebagai berikut.

1. Aspek Hukum, merupakan aspek untuk menilai keabsahan dan keaslian dokumen-dokumen atau surat-surat yang dimiliki oleh calon debitur, seperti akta notaris, izin usaha atau sertifikat tanah, dan dokumen atau surat lainnya.

2. Aspek Pasar dan Pemasaran yaitu aspek untuk menilai prospek usaha nasabah sekarang dan di masa yang akan datang.

3. Aspek Keuangan, merupakan aspek untuk menilai kemampuan calon nasabah dalam membiayai dan mengelola usahanya. Dari aspek ini akan tergambar berapa besar biaya dan pendapatan yang akan dikeluarkan dan diperolehnya. Penilaian aspek ini dengan menggunakan rasio-rasio keuangan.

4. Aspek Operasi/Teknis, merupakan aspek untuk menilai tata letak ruangan, lokasi usaha, dan kapasitas produksi suatu usaha yang tercermin dari sarana prasarana yang dimilikinya

(21)

6. Aspek Ekonomi/Sosial, merupakan aspek untuk menilai dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan dengan adanya suatu usaha terutama terhadap masyarakat, apakah lebih banyak benefit atau cost atau sebaliknya.

(22)

Simpulan

Dalam pengertian sederhana kredit merupakan penyaluran dana dari pihak pemilik dana kepada pihak yang memerlukan dana. Penyaluran dana tersebut didasarkan pada kepercayaan yang diberikan oleh pemilik dana kepada pengguna dana. Ada beberapa unsur dalam kredit yaitu:

1. Kreditor

2. Debitur

3. Kepercayaan (Trust)

4. Perjanjian

5. Risiko

6. Jangka Waktu

7. Balas Jasa

Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai beberapa tujuan dan fungsi yang hendak dicapai tergantung dari tujuan bank itu sendiri. dalam praktiknya tujuan pemberian suatu kredit adalah sebagai berikut:

1. Mencari keuntungan: keuntungan diperoleh dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank juga dapat membesarkan hidup bank. Sangat penting bagi bank untuk memperoleh keuntungan mengingat biaya operasional bank juga relatif cukup besar.

2. Membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana untuk ivestasi maupun dana untuk modal kerja.

(23)

- Penerimaan pajak, dari keuntungan yang diperoleh nasabah dan bank

- Membuka kesempatan kerja, dalam hal ini untuk kredit pembangunan usaha baru dan perluasan usaha akan membutuhkan tenaga kerja baru, sehingga dapat menyedot tenaga kerja yang masih menganggur

- Meningkatkan jumlah barang dan jasa, kredit yang disalurkan akan dapat meningkatkan jumlah produksi barang dan jasa yang beredar dimasyarakat, sehingga akhirnya masyarakat memiliki banyak pilihan.

- Menghemat devisa negara, terutama untuk produk-produk yang sebelumnya diimpor dan apabila sudah dapat diproduksi di dalam negeri dengan fasilitas kredit yang ada jelas akan dapat menghemat devisa negara.

- Meningkatkan devisa negara apabila produk dari kredit yang dibiayai untuk keperluan ekspor.

Dalam praktik kredit yang diberikan bank umum dan bank pegkreditan rakyat untuk mayarakat terdiri dari berbagai jenis. Secara umum kredit dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain:

1. Kredit dilihat dari segi kegunaan

c. Kredit Investasi

Kredit investasi merupakan kredit yang diberikan oleh bank kepada debitur untuk pengadaan barang-barang modal (aktiva tetap) yang mempunyai nilai ekonomis lebih dari satu tahun.

d. Kredit Modal Kerja

Kredit modal kerja merupakan kredit yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang biasanya habis dalam satu siklus usaha.

(24)

a. Kredit produktif, Kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi atau investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang atau jasa.

b. Kredit Konsumtif merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah untuk membeli barang dan jasa untuk keperluan pribadi dan tidak untuk digunakan keperluan usaha.

c. Kredit perdagangan, merupakan kredit yang diberikan kepada pedagang dan digunakan untuk membiayai aktivitas perdagangannya.

3. Kredit dilihat dari jangka waktunya

a. Kredit jangka pendek, merupakan kredit yang memiliki jangka awaktu kurang dari satu tahun atau paling lama satu tahun, dan biasanya digunkana untuk keperluan modal kerja.

b. Kredit jangka menengah, jangka waktu kreditnya berkisar antara satu tahun sampai dengan tiga tahun dan biasanya kredit ini digunakan untuk melakukan investasi.

c. Kredit jangka panjang, kredit jangka panjang waktu pengembaliannya di atas tiga tahun. Atau lima tahun. Biasanya kredit ini untuk investasi jangka panjang.

4. Dilihat dari segi sektor usaha

a. Kredit pertanian, merupakan kredit yang dibiayai untuk sektor perkebunan atau pertanian. Sektor usaha pertanian dapat berupa jangka pendek atau jangka panjang.

b. Kredit peternakan, merupakan kredit yang diberikan untuk sektor peternakan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek misalnya peternakan ayam dan jangka panjag ternak kambing atau ternak sapi.

(25)

d. Kredit pertambangan, merupakan kredit yang diberikan kepada usaha tambang, jenis usaha tambang yang dibiayainya biasanya dalam jangka panjang, seperti tambang emas, minyak atua timah.

e. Kredit pendidikan, merupakan kredit yang diberikan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula berupa kredit untuk para mahasiswa.

f. Kredit profesi, merupakan kredit yang diberikan kepada para kalangan profesional seperti dosen, dokter, atau pengacara.

g. Kredit perumahan, yaitu kredit untuk membiayai pembangunan atau pembelian perumahan dan biasaya berjangka panjang.

Dalam praktinya agar laba bank optimal, maka jumlah kredit yang disalurkan haruslah sesuai dengan terget yang telah ditetapkan. Manajemen juga harus memperhatikan kualitas kreditnya. Hal ini penting karena kualitas kredit berkaitan dengan risiko kemacetan (bermasalah) suatu kredit yang disalurkan. Artinya makin berkualitas kredit yang diberikan, maka akan memperkecil risiko terhadap kemungkinan kredit tersebut macet atau bermasalah.

Banyak cara yang dapat dilakukan agar kualitas kredit meningkat atau kredit yang disalurkan tidak menimbulkan masalah. Untuk menghindari kredit yang disalurkan bermasalah, maka dapat melepas kreditnya pihak perbankan perlu memerhatikan dua unsur penting, yaitu:

1. Tingkat perolehan laba (return), artinya jumlah laba yang akan diperoleh atas penyaluran kredit dalam suatu periode. Jumlah perolehan laba tersebut harus memenuhi ketentuan yang brelaku apabila ingin dinilai baik kesehatannya. Perbankan harus menerapkan target yang akan dicapai.

2. Tingkat risiko (risk), artinya tingkat risiko yang akan dihadapi terhadap kemungkinan melesetnya perolehan laba bank dari kredit yang disalurkan. Risiko kredit perlu diperhatika mengingat berbagai kondisi yang dapat memengaruhinya, baik ekonomi, hukum politik atau lainnya penuh dengan ketidakpastian.

(26)

1. Tingkat return on assets (ROA)

2. Return on equity (ROE)

3. Timing of return (waktu perolehan laba)

4. Future prosepect (prospek ke depan/di masa yang akan datang)

Ada beberapa prinsip-prinsip penilain pemberian kredit yang sering dilakukan dengan analisis 5C, analisis 7P, dan studi kelayakan. Prinsip 5C yaitu sebagai berikut:

1. Character 2. Capacity 3. Capital 4. Colleteral 5. Condition.

Sementara itu, penilaian dengan 7P kredit adalah sebagai berikut:

1. Personality

2. Party

3. Perpose

4. Prospect

5. Payment

6. Profitability

7. Protection

Kemudian, penilaian dengan studi kelayakan sebagai berikut :

1. Aspek Hukum

(27)

3. Aspek Keuangan

4. Aspek Operasi/Teknis

5. Aspek Manajemen

6. Aspek Ekonomi/Sosial

(28)

Daftar Pustaka

Kasmir. 2012. Dasar-Dasar Perbankan. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta http://kotamobaguonline.com/2016/01/5089/

Referensi

Dokumen terkait

Setelah pelaksanaan ujicoba bahan ajar menulis dongeng menggunakan pendekatan kontekstual secara sampel pada siswa SMP kelas VII, bahan ajar ini memenuhi indikator yang ingin

Sehingga dapat disimpulkan bahwa website yang dikembangkan layak dijadikan sebagai media pembelajaran Fisika untuk SMA kelas X pada pokok bahasan listrik dinamis.. Kata kunci

Contoh SKB modified by Zainul Muchlas [email protected] Halaman 3 PROPOSAL STUDI KELAYAKAN BISNIS TRAVEL ASIA DAY MADIUN - MALANG.. LATAR BELAKANG

Kriteria inklusi sampel adalah resep untuk pasien yang berobat di Puskesmas Kediri II pada bulan januari sampai dengan Desember, dari tahun 2013 sampai dengan tahun

menunjukkan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sehingga diharapkan dengan adanya peningkatan dalam pemberian kompensasi,

Sistem eksitasi adalah sistem pasokan listrik DC sebagai penguatan pada generator listrik atau sebagai pembangkit medan magnet, sehingga suatu generator dapat

2) Kompetensi Dasar. Setelah mengikuti Diklat/Kursus ini, peserta diharapkan mengerti kaidah-kaidah dasar bahasa Arab tingkat dasar dan dapat menggunakannya baik lisan

(2) Untuk ciptaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang dimiliki oleh 2 (dua) orang atau lebih, maka Hak Cipta berlaku selama hidup Pencipta yang terlama hidupnya dan