PENGARUH INOVASI TERHADAP PENJUALAN TOYOTA KIJANG DALAM PASAR OLIGOPOLI
TUGAS TEORI EKONOMI
Disusun oleh:
Sri Rahmad Santoso (41183402130053)
PROGRAM SUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM “45” (UNISMA) BEKASI Jl. Cut Meutia no. 83 Kota Bekasi. Telp. (021) 8801027
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Pengaruh Inovasi Terhadap Penjualan Toyota Kijang Dalam Pasar Oligopoli ” ini dengan tepat waktu.
Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada:
1. Bp. Joko Purnomo yang telah membimbing kami dalam pemahaman Teori Ekonomi.
2. Rekan-rekan yang membantu dalam proses pencarian data dan kontribusi pikiran serta waktunya.
Makalah ini berisikan tentang informasi peranan inovasi dalam mengatasi kejenuhan pasar pada produk Toyota Kijang dengan menciptakan diferensiasi produk, sehingga Toyota Kijang tetap memiliki daya saing dan differensisasi di pasar oligopoli.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.
Bekasi, Desember 2014
DAFTAR ISI
2.4 Penerapan Inovasi Pada Kijang Inova...5
2.5 Perubahan Inovasi Toyota Kijang...6
2.5.1 Generasi I (1975-1981)...6
2.5.2 Generasi II (1981-1986)...6
2.5.3 Generasi III (1986-1996)...8
2.5.4 Generasi IV (1997-2004)...9
2.5.5 Generasi V (2004-2008)...10
2.6 Hasil yang diperoleh setelah Inovasi...14
BAB III...16
PENUTUP...16
3.1 Kesimpulan...16
3.2 Saran...17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lingkungan ekonomi yang berubah dengan cepat, menuntut setiap pelaku bisnis untuk senantiasa beradaptasi dengan pola perubahan yang ada agar mereka tetap kompetitif. Untuk menghadapi perubahan tersebut perusahaan harus mampu mengelola sumber daya yang dimiliki agar dapat meningkatkan kinerja suatu organisasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan. Inovasi menjadi salah satu kata kunci untuk membantu organisasi menjadi lebih kompetitif.
Beberapa ahli manajemen menyatakan bahwa inovasi merupakan salah satu jaminan untuk perusahaan atau organisasi dalam meningkatkan daya saingnya. Berbagai indikator menunjukkan bahwa ketertinggalan dalam inovasi menyebabkan sebuah produk tertinggal jaman atau kalah dalam persaingan yang ada. Tetapi bagaimana menyikapi dan mengantisipasi ketertinggalan tersebut melalui sebuah inovasi bukanlah suatu jawaban yang sederhana dan mudah.
Peran inovasi dalam mendongkrak kinerja usaha meliputi seluruh aspek penting yang bisa memberikan nilai tambah pada daya saing perusahaan: proses, produk, pasar, manajemen, dan sebagainya (Swa, 2005).
Ketakutan organisasi dalam menerapkan inovasi adalah besarnya biaya yang harus diinvestasikan. Ketakutan ini sebenarnya tidak beralasan sebab inovasi tidak harus dimulai dari teknologi yang canggih dan berbiaya besar , tetapi yang lebih penting terlembaga, konsisten , berkelanjutan dan memiliki cirri khas yang berbeda. Hal inilah yang diterapkan pada brand Toyota Kijang Inova.
Perkembangan dunia otomotif yang semakin pesat, memacu pihak Toyota untuk melakukan terobosan inovasi agar menumbuhkan minat konsumen terhadap produknya. Inovasi dan diferensiasi yang dilakukan Toyota Kijang yang dinilai sangat berhasil dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan industri otomotif nasional.
minat konsumen maka penulis mengangkat judul “Pengaruh Inovasi Terhadap Toyota Kijang Dalam Pasar Oligopoli”.
1.2 Rumusan masalah
a) Apa peranan inovasi terhadap pemasaran suatu produk? b) Apa dampak dari inovasi terhadap perusahaan?
c) Tahapan apa yang diperlukan agar inovasi mempermudah pencapaian tujuan perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan?
d) Kapan inovasi harus dilakukan?
e) Inovasi seperti apa yang dilakukan Toyota Kijang?
1.3 Tujuan
a) Mengetahui peranan inovasi terhadap pemasaran suatu produk. b) Mengetahui dampak dari inovasi terhadap perusahaan.
c) Mengetahui tahapan-tahapan agar inovasi sesuai dengan sasaran perusahaan. d) Mengetahui kapan inovasi harus dilakukan.
1.4 Metode Analisa
Metode yang digunakan ialah dengan cara metode deskriptif yang diambil dari beberapa sumber seperti Jurnal, Buku dan Internet.
BAB II
2.1 Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu keadaan pasar di mana terdapat beberapa produsen atau penjual menguasai penawaran, baik secara independen (sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam bekerja sama.
Ciri-ciri pasar oligopoli di antaranya sebagai berikut.
1. Terdapat sedikit penjual (3 sampai dengan 10) yang menjual produk substitusi, artinya yang mempunyai kurva permintaan dengan elastisitas silang yang tinggi (cross elasticity of demand).
2. Terdapat rintangan untuk memasuki industri oligopoli. Hal ini karena perusahaan yang ada dalam pasar sangat kompetitif.
3. Keputusan harga yang diambil oleh suatu perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan yang lain dalam industri.
Berdasarkan ciri tersebut, maka seorang ahli ekonomi P. Sweezy memperkenalkan kurva permintaan patah (Kinked Demand). Menurutnya, kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan oligopoli patah pada satu titik harga tertentu untuk mencerminkan perilaku produsen oligopoli.
Asumsi tentang teori kurva permintaan patah di antaranya:
1. industri telah dewasa, baik dengan diferensiasi produk maupun tanpa diferensiasi produk.
2. jika suatu perusahaan menurunkan harga, maka perusahaan lainnya akan mengikuti dan menandingi penurunan harga tersebut.
3. jika perusahaan menaikkan harga, maka perusahaan lainnya dalam industri tidak akan mengikutinya.
Agar Toyota Kijang memiliki diferensiasi produk dari perusahaan pesaing yang ada, maka stategi Inovasi sangat diperlukan untuk menumbuhkan daya saing dan minat konsumen terhadap produk Toyota Kijang.
2.2 Inovasi
Inovasi adalah suatu usaha mendayagunakan pemikiran, kemampuan, imajinasi dan keahlian dalam menghasilkan karya baru atau perubahan kualitatif pada produk yang sudah ada agar mampu bersaing dan menumbuhkan minat konsumen.
Konsep inovasi mempunyai sejarah yang panjang dan pengertian yang berbeda-beda, terutama didasarkan pada persaingan antara perusahaan-perusahaan dan strategi yang berbeda yang bisa dimanfaatkan untuk bersaing.
a) Memperkenalkan produk baru atau perubahan kualitatif pada produk yang sudah ada.
b) Memperkenalkan proses baru ke industri. c) Membuka pasar baru.
d) Mengembangkan sumber pasokan baru pada bahan baku atau masukan lainnya.
e) Perubahan pada organisasi industri.
2.3 Ukuran Inovasi
Berhasil tidaknya suatu inovasi dapat dilihat dari eksistensinya suatu produk dari perubahan yang ada dan mampu bersaing dengan produk yang serupa. Inovasi dapat diukur dengan nilai kepuasan dan memberi keuntungan dikedua pihak baik produsen maupun konsumen.
Inovasi yang berhasil harus mempunyai 4 ciri:
a) Memiliki perbedaan (diferensiasi) dari produk lainya. Kriteria :
Penting (Important); Perbedaan yang memberikan manfaat dengan memberi nilai yang tinggi kepada para pembelinya.
Ciri khas (distinctive); Perbedaan itu tidak ditawarkan oleh perusahaan lain.
Unggul (superior); Perbedaan itu unggul dan memberikan manfaat. b) Memiliki unsur pembaruan.
Unsur pembaruan dari produk sebelumnya dengan menambah : c) Memiliki program yang terencana.
d) Memiliki tujuan dan sasaran konsumen serta strategi pemasaran yang matang.
Dalam menerapkan inovasi pelaku bisnis harus mengetahui posisi perkembangan produk di pasar, kurva di bawah ini menunjukan siklus peredaran barang/jasa.
Penerapan Inovasi Toyota Kijang
Dari kurva diatas menerangkan tentang siklus peredaran barang atau jasa di pasar, dimulai dengan memperkenalkan produk sampai dengan siklus penurunan. Agar produk di pasar tidak mengalami penurunan maka perusahaan atau produsen harus melakukan Inovasi produk agar mampu bersaing dan mampu mempertahankan minat konsumen.
2.4 Penerapan Inovasi Pada Kijang Inova
Toyota Kijang awalnya adalah model kendaraan niaga yang kemudian bertransformasi menjadi mobil keluarga buatan Toyota dan merupakan kendaraan paling populer untuk kelas minibus di Indonesia. Toyota Kijang hadir di Indonesia sejak tahun 1977 dan saat ini merupakan salah satu model Toyota yang sukses secara komersial sampai sekarang. Sehingga berbagai varian dan generasi mobil ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Indonesia.
Kesuksesan Toyota Kijang telah berdampak dengan munculnya mobil-mobil sejenis yang meniru konsep dari Toyota Kijang (terutama dari segi nama hewan), misalnya Isuzu Panther dan Mitsubishi Kuda serta Daihatsu Zebra, namun para pesaing yang menirunya tidak mampu mengalahkan kesuksesan Toyota Kijang dalam melakukan terobosan inovasi.
Saat ini Toyota Kijang menghadapi persaingan yang cukup ketat, sehingga inovasi dijadikanya strategi yang terbaik untuk bersaing. Hal ini terbukti dengan eksistensinya dan kepercayaan konsumen untuk menggunakan minibus Toyota Kijang.
2.5 Perubahan Inovasi Toyota Kijang
Posisi pengemudi pada kijang ini terletak terlalu ketengah dengan tongkat perseneling untuk transmisi mesin yang sulit dijangkau. Mesin yang digunakan menggunakan mesin Toyota Corolla pada zamannya dengan tipe 3K berkapasitas 1200 cc dengan transmisi 4 percepatan. Selain keluar dengan tipe mobil bak terbuka (pick up), mobil kijang ini dimodifikasi menjadi mobil penumpang terutama dilakukan oleh perusahaan-perusahaan karoseri mobil seperti halnya mobil-mobil niaga pada masa itu dimana rancangan bodi tidak ditangani pabriknya langsung.
Spesifikasi:
1. Mesin : 1.2L (1,166 cc) 3K Bensin 2. Transmisi Manual,4 kecepatan 3. Kerangka pikup 2 pintu tanpa kunci
Masa produksi : 1975 – 1981
2.5.2 Generasi II (1981-1986)
Perjalanan mobil ini juga diiringi perkembangan baru seperti halnya disempurnakannya transmisi dan diferential sekaligus menambah booster rem pada tahun 1983. Toyota juga dikenal dalam
perencanaan produknya sampai 5 tahun berikutnya yang dapat dilihat melalui pengembangan mobil ini. Pada tahun 1984 mengadakan perubahan pada gril dan bumper, termasuk pemakaian lampu kotak. Lampu sein yang pada produksi awal masih terletak di bumper depan, kini naik ke grill mengapit tulisan TOYOTA .
Sampai tahun 1983, permintaan mobil ini tetap tinggi, sampai akhirnya Toyota melakukan perubahan pada mesin yang kemudian memakai tipe 5K dengan kapasitas 1500 cc namun irit dalam pemakaian.
Spesifikasi:
1. Mesin : 1.3L (1,290 cc) IK 4K Bensin 2. Transmisi Manual,4 kecepatan 3. Kerangka pikup 2 pintu dilengkapi
kunci
3. Kerangka MPV 5 pintu dilengkapi kunci
Masa produksi : 1986 - 1995
Jumlah Produksi: 4.624 unit Spesifikasi:
1. Mesin : 1.5L (1,486 cc) IK 5K Bensin 2. Transmisi Manual,4 kecepatan
3. Kerangka MPV 5 pintu dilengkapi kunci
Pada generasi inilah, muncul dua tipe minibus yang dikerjakan oleh perusahaan karoseri yang
ditunjuk Astra, yaitu :
Commando : minibus 5 pintu (dengan pintu paling belakang tipe ambulan yang terbagi dua membuka ke
kedua sisi), dengan kursi paling belakang saling berhadapan. Dapat memuat 8 penumpang. Tipe ini berlanjut sampai ke generasi III.
2.5.3 Generasi III (1986-1996)
Spesifikasi:
1. Mesin : 1.5L (1,486 cc) IK 5K Bensin 2. Transmisi Manual,4 kecepatan
3. Kerangka MPV 2 pintu dilengkapi kunci
Masa produksi : 19886 - 1996
Spesifikasi:
1. Mesin : 1.8L (1,781 cc) I4 7K Bensin 2. Transmisi Manual, 5 kecepatan
3. Kerangka MPV 5 pintu dilengkapi kunci
Masa produksi : 1992 - 1996
Di masa ini, bisa dikatakan sebagai generasi kejayaan Kijang sebagai mobil penumpang, terutama sebelum banyak mobil penumpang Built Up impor meramaikan pasar kendaraan di Indonesia serta puncak dominasi Toyota atas model-model kuat seperti Mitsubishi Colt L300 dan minibus tanpa bonnet lainnya seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Zebra dimana Kijang menjadi pilihan kuat konsumen saat itu. Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang pada generasi ini yakni tipe Super Kijang dan Grand Extra dengan memiliki life cycle cukup panjang (lebih dari satu dekade) dibandingkan generasi sebelumnya.
2.5.4 Generasi IV (1997-2004)
Spesifikasi:
1. Mesin : 2.0L (1,998 cc) I4 1RZ-EFI 2. Transmisi Manual, 5 kecepatan
3. Kerangka MPV 5 pintu dilengkapi kunci
Masa produksi : 2000-2004
Kijang generasi keempat ini, dominasi Jepang semakin besar. Kalau sebelumnya
Toyota Astra Motor memanfaatkan perakitan bodi mobil banyak menggunakan karoseri. Pada generasi ini sudah dikatakan menyiratkan mobil yang sesungguhnya. Desainnya membulat seperti kapsul dan lebih aerodinamis dan menjadi loncatan
desain pada masanya. Pada Kijang yang dikenal sebagai Kijang baru ini, Toyota mengeluarkan dua tipe mesin yakni Mesin bensin 1800cc (tipe 7K) seperti generasi sebelumnya dan Mesin diesel 2400cc (tipe 2L) tanpa turbo milik Toyota HiAce yang membuat persaingan dengan Isuzu Panther untuk mobil keluarga bermesin diesel yang saat itu mendominasi pasaran Indonesia.
Pada Kijang versi tahun 1997 - 1999, mesin bensin masih menggunakan karburator, barulah pada tahun 2000, tersedia mesin bensin dengan sistem injeksi elektronik, Electronic Fuel Injection (EFI). Ada dua pilihan untuk mesin bensin EFI, yaitu 7K-E dengan kapasitas 1800cc bertenaga 80 hp dan 1RZ-E dengan kapasitas 2000 cc bertenaga 100 hp yang diambil Dari Toyota Hilux. Meskipun mesin 1RZ-E secara teknologi lebih canggih jika dibandingkan dengan mesin 7K-E, namun mesin bensin 2000cc ini kurang laku di pasaran Indonesia karena konsumsi bahan bakarnya yang dinilai lebih boros dibandingkan dengan tipe 7K-E. Kijang 2000cc ini hanya terdapat pada tipe SGX, LGX, dan Krista. Untuk tipe LX, SX, dan pick-up keluaran 1997 - 1999, masih
3. Kerangka MPV 5 pintu dilengkapi kunci
Masa produksi : 1997-2004
Perubahan mesin ini dinamai New Kijang EFI dengan mengubah desain lampu menjadi "lampu kristal" yang menghilangkan lampu kabut built-in yang terdapat pada tipe LGX/SGX sebelumnya. Lampu model ini juga terdapat pada lampu belakang, desain bumper baru, dan juga desain velg roda yang berbeda serta seatbelt (sabuk keselamatan) pada jok penumpang bagian tengah (varian SSX/LSX dan SGX/LGX). Selebihnya hampir sama dengan sebelumnya. Facelift terakhir mengubah bentuk lampu depan, lampu belakang diberi hiasan ala Toyota Land Cruiser, bumper desain baru, kelir interior baru, desain setir baru serta menghilangnya varian Diesel tipe sasis pendek dan varian mesin 1800cc untuk tipe Krista.
2.5.5 Generasi V (2004-2008)
Kijang Innova (2004 – 2008)
Inova facelift ke dua (30 Juli 2011 – 18 Agustus 2013)
Kijang kembali diperbaharui pada tahun 2004 dan dipasarkan dengan nama "Kijang Innova". Selain di Indonesia, model ini juga dipasarkan ke pasar luar negeri dengan nama "Innova" (tanpa "Kijang"). Model ini telah mengalami perubahan yang cukup drastis dibandingkan dengan model dari generasi sebelumnya. Jika pada awal konsep Kijang generasi pertama adalah Basic Utility Vehicles atau kendaraan kelas bawah, maka Kijang generasi V lebih dikategorikan sebagai kendaraan kelas menengah. Bentuk model fisiknya jauh lebih modern dan futuristik, terutama di bagian depan kendaraan, dimana tidak lagi menonjolkan bentuk lekukan tajam seperti pada model-model sebelumnya.
Mesin dengan VVT-i
VVT-i atau Variable Timing Intelligent berupa controller yang dipasang dibagian chamshaft intake yang bertugas untuk mengatur Timing Chamshaft Intake dan menyesuaikan terhadap perubahan kondisi mesin. Berbagai sensor mesin lainnya (suhu, rem, gas, dan lain-lain) bertugas memberikan informasi kepada ECU (Engine Control unit) agar dapat melakukan pengukuran konsumsi jumlah bahan bakar dengan udara yang diperlukan Injector dan sesuai dengan tingkat kebutuhan dari proses tersebut. Dengan penerapan metode ini, dapat menghasilkan proses pembakaran yang relatif lebih efisien. Kondisi tersebut dimungkinkan karena proses konsumsi bahan bakar dikerjakan dengan lebih sempurna, sesuai dengan kebutuhan mesin, dan pada akhirnya menghasilkan sisa emisi gas buang yang lebih rendah.
Mesin Diesel D4D
D4D atau juga disebut Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection . Mesin ini menggunakan sistem injeksi Commonrail dimana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar (fuel filter) agar dapat menghasilkan kualitas bahan bakar solar dengan tingkat emisi gas buang yang sangat rendah. Bahan bakar ditekan pada jalur sebelum injektor Piezo dengan tekanan tinggi sebelum ECU memerintahkan untuk diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Sistem commonrail akan mengatur laju tekanan bakan bakar secara elektronik, baik dari sisi banyaknya maupun waktu penyemprotan bahan bakar. Bahan bakar disemprotkan melalui injektor berlubang 6 dengan diameter 0.14 mm. Pada mesin ini terdapat ECU 32 bit yang berfungsi sebagai sensor utama mesin. Keunggulan mesin ini adalah akselerasi & performa yang optimal, beserta tingkat getaran & suara mesin yang lebih halus yang dapat dihasilkan beserta dengan tingkatan jumlah emisi gas buang yang lebih rendah.
Anti Maling
mesin apabila kode ID yang didapatkan tidak sesuai dengan kode ID yang terdapat pada kuncinya. Sebagai contoh apabila mobil dipaksa untuk dibuka dengan kunci palsu atau kunci T.
Single Belt
Penggunaan Single Belt mengurangi panjang dimensi mesin, bobot mesin, jumlah komponen dan beban kerja mesin dibandingkan dengan 3 belt (AC, power steering dan altenator) pada generasi sebelumnya.
Pedal Gas Elektronik
Sistem pedal gas (Electronics Throtle Control System ETCS-i) membuat generasi ini dilengkapi sensor pedal gas yang dapat mengubah setiap gerak mekanik menjadi sinyal elektrik untuk dikirim ke ECU, dimana ECU akan menghitung setiap pembukaan throttle valve lewat motor penggeraknya yang terletak di throttle body agar lebih optimal untuk setiap kondisi jalan.
Bila terjadi malafungsi pada salah satu sensor, ECU akan memerintahkan throttle body bekerja pada mode limp (minimal) agar mobil tetap bisa dijalankan.
Sensor Ultrasonic
2.6 Hasil yang diperoleh setelah Inovasi
Berhasil tidaknya suatu inovasi dapat terukur dari nilai tambah yang diberikan sehingga menciptakan permintaan pasar yang signifikan. Hal ini tentunya berdampak positif terhadap penjualan suatu produk.
Dibawah ini grafik penjualan Toyota Kijang setelah dilakukan inovasi:
Generasi I
Dari grafik diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
Generasi I (tahap pengenalan produk), Pick up pertama pada tahun1975-1981
Generasi II (tahap pertumbuhan produk), Pick up dengan 2 pintu berkunci dan MPV 4 pintu pada tahun 1981-1986
Generasi III (tahap pematangan produk), Pick up dengan 2 pintu dan Minibus dengan 5 pintu ditambah daya mesin yang tangguh dimasa itu. Diproduksi pada tahun 1986-1996.
Generasi V (tahap inovasi), fokus pada minibus keluarga yang mengutamakan kenyamanan pada tahun 2004-2014. Produk Kijang Inova sebagai penyempurna generasi IV dengan menambah fitur modern seperti ultra sonic, kunci antimaling, dll., Toyota kijang mampu keluar dari tahap penurunan produk dan tetap exist serta mampu bersaing dipasar oligopoly, hal ini terbukti dengan meningkatnya volume penjualan hingga saat ini.
Dibawah ini merupakan presentasi penjualan Toyota Kijang Inova dengan beberapa pesaing dibulan Maret 2014.
Dari grafik volume penjualan dan diagram mobil terlaris di bulan Maret 2014, maka dapat disimpulkan bahwa Inovasi berdampak positif pada produk Toyota Kijang, sehingga Inovasi bukan lagi dijadikan sebagai kebutuhan saja namun inovasi dilakukan sebagi strategi pemasaran agar suatu produk dapat bersaing di pasar oligopoli dan inovasi juga berguna sebagai alat untuk mengatasi kejenuhan suatu produk dengan cara merubah atau menambah bahkan membuat defferensiasi (perbedaan) dari produk yang sudah ada.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dengan semakin majunya zaman ditandai dengan kemunculan produk-produk yang semakin variatif, produk-produk tersebut dibuat sebagai alat pemuas kebutuhan dan keinginan konsumen yang semakin variatif pula. Maka produk yang ditawarkan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen yang bergeser dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Pengembangan produk atau inovasi dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang dapat mengingkatkan volume penjualan perusahaan, hal ini dapat dicapai dengan menghasilkan produk yang dapat memenuhi selera konsumen. Pelaksanaan inovasi ditiap perusahaan berbeda-beda tergantung dari siklus hidup produk tersebut dan hal itu dipengaruhi oleh perubahan selera konsumen, persaingan produk sejenis yang semakin ketat, kemajuan di bidang teknologi, serta perubahan-perubahan lain yang terjadi.
Sensor ultrasonic.
Setiap perusahaan harus mengembangkan produk baru karena akan menentukan masa depan perusahaan, penggantian produk lama dengan produk baru bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan. Berhasil tidaknya suatu inovasi dapat diukur dari nilai tambah yang diberikan sehingga menciptakan permintaan pasar yang signifikan. Hal ini tentunya berdampak positif terhadap penjualan suatu produk dan kelangsungan hidup perusahaan.
3.2 Saran
3.2.1 Meningkatkan nilai pelanggan, dengan cara meningkatkan manfaat pada produk dan manfaat atribut dapat dirasakan konsumen.
3.2.2 Untuk menjaga dan mempertahankan nilai pelanggan terhadap produk Toyota Kijang, sebaiknya perusahaan mempertahankan pelanggannya dengan memberikan service after sales yang lebih baik.
3.2.3 Meningkatkan atribut produk yang lebih inovatif dan kualitatif.
DAFTAR PUSTAKA
Fatah, Ahmad Vian Abdul. 2013. Pengaruh Inovasi dan Orientasi Pasar Terhadap Keunggulan Bersaing. Jurnal. Bandung: UNIKOM Bandung.
Hadiyati, Ernani. 2012. Kreativitas dan Inovasi Pengaruhnya Terhadap Pemasaran Kewirausahaan Pada Usaha Kecil. Jurnal Vol 1. Malang: Universitas Gajayana.
Hermana, Budi. 2006. Mendorong Daya Saing di Era Informasi dan Globalisasi: Pemanfaatan Modal Intelektual dan Teknologi Informasi sebagai Basis Inovasi di Perusahaan. Jurnal. Bekasi: Universitas Gunadarma.
Ismanto. 2013. Pasar Persaingan Tidak Sempurna. Diperoleh dari: http://ssbelajar.blogspot.com/2013/03/pasar-persaingan-tidak-sempurna_5472.html. Diakses 19 Desember 2014
Kaskus. (2014, 28 Maret). Toyota Kijang dari Generasi ke Generasi. Diperoleh dari: http://www.kaskus.co.id/thread/53359fbe80cf17b663000403/toyota-kijang-dari-generasi-ke-generasi. Diakses 12 Desember 2014.
Soleh, Mohamad. 2008. Analisis Strategi Inovasi dan Dampaknya Terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal. Semarang: Universitas Diponegoro.
Suendro, Ginanjar. Analisis Pengaruh Inovasi Produk Melalui Kinerja Pemasaran Untuk Mencapai Keunggulan Bersaing Berkelanjutan. Jurnal. Semarang: Fakultas Magister Manajemen UNDIP.
Wikipedia. (2014, 16 Agustus). Pasar Oligopoli. Diperoleh dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli. Diakses 19 Desember 2014
Wikipedia. (2014, 14 Desember). Toyota Kijang. Diperoleh dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Toyota_Kijang. Diakses15 Desember 2014.