• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN BIJI KEMIRI DI DESA PANGGOI KECAMATAN MUARA DUA KOTA LHOKSEMAWE (Studi Kasus Usaha Ibu Asmiati) Indah Lestari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN BIJI KEMIRI DI DESA PANGGOI KECAMATAN MUARA DUA KOTA LHOKSEMAWE (Studi Kasus Usaha Ibu Asmiati) Indah Lestari"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Biaya Penyusutan Peralatan pengolahan biji kemiri per Bulan

Referensi

Dokumen terkait

Harga jual fillet salai Patin dijual dengan harga Rp 45.000,- per kg, sehingga margin penjualan yang diperoleh cukup besar, dan bila dibanding dengan ikan salai

8) Rasio nilai tambah adalah persentase nilai tambah dari nilai produk (%). 9) Bahan baku adalah masukan atau bahan utama (ikan teri segar) dalam pengolahan ikan asin (Kg). 10)

Hasil penerimaan usahatani diperoleh dari perhitungan jumlah produksi dikali dengan harga jual per Kg Buncis yaitu Rp 8.000,00 Hasil penerimaan usahatani tersebut sudah

Dari hasil analisis kelayakan usahatani jeruk menunjukkan bahwa nilai R/C ratio sebesar 4,02, B/C Ratio sebesar 4,85, BEP Produksi sebesar 29,87 kg, dan BEP Harga sebesar

Harga jual fillet salai Patin dijual dengan harga Rp 45.000,- per kg, sehingga margin penjualan yang diperoleh cukup besar, dan bila dibanding dengan ikan salai

Hasil Penelitian pembuatan Abon Cabai ini menunjukkan total biaya Rp 8.216.122,22 /bulan dengan jumlah produksi Abon cabai botol sebesar 600 Botol/Bulan dengan harga jual Rp 20.000,00

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, dapat ditentukan bahwa BEP untuk budidaya oven di kota eksplorasi adalah sebagai berikut:: BEP harga = Biaya Total TC Jumlah Produksi Total =

Rata-Rata Penerimaan Pada Usaha Terasi Udang Rebon di Desa Lhok Bani Kecamatan Langsa Baro Harga Rp/Kg Produksi Kg/Tahun Penerimaan Rp/Tahun 40.750,00 382,50 61.888.000,00 Sumber :