• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANFAAT INHIBITOR PROTEASE DARI KARANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MANFAAT INHIBITOR PROTEASE DARI KARANG "

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

1 Ny.S, 60 tahun datang ke Rumah Sakit Umum diantar anaknya dengan keluhan utama nyeri di tungkai kanan atas. Nyeri dirasakan setelah ia terjatuh akibat terpeleset di kamar mandi kurang lebih 6 jam yang lalu. Setelah jatuh pasien tidak pingsan, tidak mual, dan sadar penuh tetapi tungkai kanan atas terasa nyeri . Setelah itu oleh anaknya pasien diangkat ke tempat tidur karena tidak bisa berdiri. Karena nyeri tidak berkurang Ny.S lalu dibawa anaknya ke RSU untuk diperiksa. Pada pemeriksaan dokter didapatkan : Ny. S memiliki berat badan 43 kg, tinggi badan 165 cm. Dari pmeriskaan tampak sadar penuh, status lokalis regio femur dextra didapatkan : kulit kebiruan pada pangkal paha, nyeri pada panggul, tidak dapat digerakkan.

Dokter yang memeriksanya meminta rontgen femur dekstra AP/Lateral. Hasil pemeriksaan rontgen tampak fraktur columna femoralis.

Ny.S senang menkonsumsi kopi dan sudah menopause sejak 12 tahun yang lalu. Dari rekam medik RS Ny.S memang memilki riwayat sakit rematik dan tulang keropos.

Pada keadaan ini penderita sama sekali tidak bisa berdiri hanya berbaring tidur. Apa yang terjadi pada Ny.S?

1. : Pingsan (sinkope) adalah kehilangan kesadaran secara tiba1tiba, biasanya hanya beberapa detik atau menit, karena otak tidak mendapatkan cukup oksigen disertai oleh kehilangan kekuatan otot yang dapat berakibat pada jatuh atau terpelanting.1

2. : Patah tulang atau terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik.2

3. : Tulang pada tungkai bagian atas.3

4. :Penyakit sendi degeneratif non1inflamsai yang ditandai dengan degenerasi tulang rawan sendi dan terjadi hipertrofi tulang pada tepiannya dan perubahan membran synovial.3

(2)

2 6. : Disebut juga osteoporosis yaitu penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang dan perburukan mikroarsitektur tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.2

7. : Penyinaran dengna menggunakn sinar1X yang dapat menembus bagian tubuh dan tulang.3

8. : Fase dalam kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berhentinya periode menstruasi akibat menurunnya jumlah folikel primordial di ovarium.3

1. Apa hubungan antara usia Ny.S dengan keluhan utama nyeri pada tungkai kanan? 2. Apa makna klinis dari Ny.S tidak pingsan, tidak mual, sadar penuh tapi tungkai kanan

atas terasa nyeri?

3. Adakah hubungan IMT dengan penyakit yang dideritanya sekarang? 4. Apa hubungan IMT dengan riwayat penyakit terdahulu?

5. Apa makna klinis dari pemeriksaan dan didapatkan adanya kebiruan pada pangkal paha , nyeri pada panggul dan tidak dapat digerakkan?

6. Apa makna klinis dari pemeriksaan rontgen Ny.S ? 7. Bagaimana klasifikasi fraktur?

8. Apa saja faktor resiko terjadinya fraktur?

9. Apa hubungan Ny.S senang mengkonsumsi kopi dengan penyakit yang dideritanya sekarang?

10. Apa hubungan antara menopause dengan penyakit Ny.S ?

11. Apa hubungan dan makna klinis antara riwayat penyakit rematik dan osteoporosis dengan keadaan sekarang?

12. Apa saja faktor resiko rematik dan tulang keropos? 13. Bagaimana proses pemulihan fraktur?

14. Apa yang terjadi pada Ny.S? 15. Apa defenisi dari penyakit Ny.S? 16. Apa etiologi dari penyakit Ny.S? 17. Apa epidemiologi penyakit Ny.S?

(3)

3 22. Apa saja diagnosa diferensial penyakit Ny.S?

23. Apa diagnosis dari penyakit Ny.S? 24. Bagaimana tata laksana penyakit Ny.S? 25. Apa saja komplikasi penyakit Ny.S?

26. Bagaimana pencegahan terhadap penyakti Ny.S? 27. Bagaimana prognosis penyakit Ny.S?

!

1. Apa hubungan antara usia Ny.S dengan keluhan utama nyeri pada tungkai kanan atas? 4,5

Jawab:

Nyeri pada tungkai kanan Ny.S secara langsung kemungkinan disebabkan karena fraktur yang dialami Ny.S pada tungkai kanan atas yaitu pada columna femoralis pada saat ia terjatuh 6 jam yang lalu dimana fraktur kemungkinan menyebabkan kerusakan jaringan lunak di sekitar fraktur yang peka terhadap nyeri misalnya otot, pembuluh darah, saraf, dll sehingga menyebabkan nyeri. Fraktur columna femoralis sering terjadi pada usia > 60 tahun dan lebih sering pada wanita, disebabkan karena kerapuhan tulang akibat kombinasi proses penuaan dan osteoporosis. ( Buka ajar ilmu bedah wim de jong)

2. Apa makna klinis dari Ny.S tidak pingsan, tidak mual, sadar penuh tapi tungkai kanan atas terasa nyeri?5

Jawab:

Tidak pingsan dan sadar penuh : Kesadaran seseorang ditentukan oleh tekanan intracranialnya, hal ini menunjukkan tidak ada gangguan terhadap tingkat kesadaran Ny. S berarti Ny.S tidak mengalami peningkatan intracranial.

Tidak mual: kemungkinan tidak terjadi iskemik ke otak dan tidak terjadi cedera kepala pada Ny. S karena terpeleset di kamar mandi.

Tidak ada komplikasi lain: menyingkirkan diagnosa terhadap terjadinya komplikasi seperti perdarahan .Hal ini menunjukkan tidak terjadi perdarahan, tromboemboli, syok, dll.

3. Adakah hubungan IMT dengan penyakit yang dideritanya sekarang? 2,6 Jawab:

(4)

4 Hubungan IMT dengan fraktur: Penampakan Ny.S kurus. Orang yang kurus IMT < 20, menjadi FR terhadap terjadinya frakture osteoporosis. Bb dan tb merupakan indikator faktor resiko terjadinya fraktur osteoporotic . Pada orang yang underweight juga tubuh tidak memiliki cukup lemak dalam tubuhnya, padahal lemak berfungsi sebagai bantalan tulang jika terjadi benturan/ trauma yang dapat mencederai tulang. Sehingga saat terjadi trauma tulang akan beresiko untuk terjdinya fraktur.

Hubungan IMT dengan osteoporosis: IMT tidak memiliki hubungan langsung untuk terjadinya osteoporosis, tetapi dapat juga menjadi pemicu terjadinya osteoporosis karena IMT tidak ada hubungannya dengan densitas tulang.

4. Apa makna klinis dari pemeriksaan dan didapatkan adanya kebiruan pada pangkal paha , nyeri pada panggul dan tidak dapat digerakkan?2,5,6

Jawab:

Kulit kebiruan: Menandakan adanya perdarahan dalam pada pangkal pahanya. Nyeri pada panggul: adanya inflamasi sehingga tidak dapat digerakkan.

Tidak dapat digerakkan: Susah digerakan mungkin karena articulationya atau karena disebabkan oleh nyerinya.

Kesadaran penuh: menunjukkan tidak adanya komplikasi perdarahan. 5. Apa makna klinis dari pemeriksaan rontgen Ny.S ?11

Jawab: Dari hasil foto rontgen didapatkan fraktur columna femoralis dekstra. Untuk pemeriksaan radiologis seperti rontgen ( X1Ray ) harus ada pemeriksaan:

Dua posisi bisa AP/ lateral atau yang lain sesuai dengan keadaan pasien.

Meliputi 2 jenis sendi, untuk mengetahui seberapa luas fraktur. Apakah mengenai sendi lain, atau mengenai lebih dari satu tulang atau tidak?

Dilakukan dua kali waktu, yaitu sebelum dilakukan perbaikan fraktur dan sesudah dilakukan perbaikan terhadap fraktur, untuk menilai proses penyembuhan dan hasilnya.

6. Bagaimana klasifikasi fraktur dan Osteoporosis ?2,4,5,6,8,9 Jawab:

/

-& $ 0 misalnya ; fraktur columna femoralis, fraktur humerus,dll.

(5)

5 a. Fraktur komplit; bila garis patah melalui seluruh penampang tulang atau

melalui kedua korteks tulang.

b. Fraktur tidak komplit; bila garis patah tidak melalui seluruh garis penampang tulang/ tidak melibatkan seluruh ketebalan tulang.

& $ 0 3 0 4 5 5 2

a. Fraktur kominit; garis patah lebih dari dua fragmen tulang dan saling berhubungan.

b. Fraktur segmental; dua fraktur berdekatan pada satu tulang yang menyebabkan terpisahnya segmen sentral dari suplai darahnya.

c. Fraktur Multipel; garis patah lebih dari satu tapi pada tulang yang berlainan tempatnya, misalnya fraktur humerus, fraktur femur dan sebagainya).

)& $ 0 1 2

a. Undisplaced (tidak bergeser) / garis patah komplit tetapi kedua fragmen tidak bergeser.

b. Displaced (bergeser) / terjadi pergeseran fragmen fraktur

,& $ 0 5 3 1 0 0 2

a. Tertutup

b. Terbuka (adanya perlukaan dikulit).

6& $ 0 3 1 0 5 3 0 2

a. Garis patah melintang.

b. Oblik / miring; fraktur yang garis patahnya membentuk sudut terhadap tulang. c. Spiral / melingkari tulang;

d. Kompresi

e. Avulsi / trauma tarikan atau insersi otot pada insersinya. Missal pada patela.

+& $ 0 0 0 " 2

a. Tidak adanya dislokasi. b. Adanya dislokasi

1 At axim : membentuk sudut.

1 At lotus : fragmen tulang berjauhan. 1 At longitudinal : berjauhan memanjang.

1 At lotus cum contractiosnum : berjauhan dan memendek.

.

(6)

6 a) Osteoporosis primer : dihubungkan dengan kekurangan hormon dan kenaikan

usia serta ketuaan, dibagi menjadi 2 yaitu :

Osteoporosis primer tipe I atau osteoporosis post menopause: dihubungkan dengan kenaikan usia dan terjadi pada wanita setelah mengalami menopause selama 15 – 20 tahun serta dihubungkan dengan peningkatan kehilangan tulang. Osteoporosis primer tipe I lebih sering terjadi pada usia 53 – 75 tahun, wanita 6 – 8 kali lebih sering daripada pria dan kehilangan jaringan tulang trabekular lebih banyak daripada tulang kortikal. Penyebab utama pada wanita adalah turunnya hormon estrogen, absorpsi kalsium rendah dan fungsi paratiroid menurun.

Osteoporosis primer tipe II: dihubungkan dengan osteoporosis senilis yang terjadi kehilangan tulang secara lambat. Osteoporosis primer tipe II lebih sering terjadi pada usia 75185 tahun, wanita dua kali lebih sering dibandingkan pria. Kehilangan jaringan trabekular sama banyak dengan jaringan kortikal. Penyebab utama adalah proses penuaan, absorsi kalsium menurun dan fungsi paratiroid meningkat.

b) Osteoporosis sekunder : disebabkan oleh berbagai keadaan klinis tertentu. 7. Apa saja penyebab terjadinya fraktur?2,4,5,6,8,10

Jawab: a) Trauma b) Umur

c) Jenis kelamin d) Kelainan kongenital e) Genetik

f) Status Gizi g) Aktivitas fisik h) Keadaan tulang i) Penyakit degeneratif

Lesi Litik:

(7)

7 8. Apa hubungan Ny.S senang mengkonsumsi kopi dengan penyakit yang dideritanya

sekarang?13 Jawab:

Berdasarkan penelitian ternyata didapatkan cafein dalam kopi dipercaya dapat menyebabkan peningkatan pembuangan kalsium melalui urin. Selain itu dia menyebabkan penurunan penyerapan kalsium di usus. Cafein dalam kopi juga menghambat kerja osteoblas dalam pembentukan matriks tulnag dan kepadatan tulang.

9. Apa hubungan antara menopause dengan penyakit Ny.S ?7,9 Jawab:

Gambaran utama menopause adalah penurunan folikel1folikel ovarium. Hal ini diawali dengan ketidakmampuan ovarium untuk berespon terhadap gonadotropin dan terjadi penurunan produksi estrogen, progesteron dan androstenedione oleh ovarium. Bahkan pada masa perimenopause sebagai awal menopause, wanita mempunyai tingkat estradiol yang rendah.

Pada masa menopause terjadi penurunan kadar estrogen. Hormon ini dapat menghambat proses reabsorbsi tulang oleh osteoclast, sehingga dapat dimengerti bahwa pada fase menopause saat terjadi penurunan kadar estrogen, proses kerapuhan tulangpun akan menjadi cepat karena tidak ada yang menghambat hal ini.

10. Apa hubungan dan makna klinis antara riwayat penyakit rematik dan osteoporosis dengan keadaan sekarang?2,5,6,9

Jawab:

Pengaruh Rematik secara langsung tidak ada, tapi kemungkinan dipicu oleh obat1 obat rematik yang pernah dikonsumsi.

Obat untuk rematik adalah seperti OAINS, ! / , DMARD

glukokortikoid merupakan penyebab osteoporosis sekunder dan fraktur osteoporotic yang terbanyak.

5 02

- Gangguan absorbsi kalsium di usus. ( Peningkatan ekskresi kalsium di ginjal

Menyebabkan hiperpearatiroidisme

) Peningkatan kerja osteoklas dan menghambat kerja osteoblas

(8)

8 Pengaruh ini lebih mengarah terjadinya osteoporosis, dimana osteoporosis ini akan mengarah untuk terjadinya fraktur.

Pengaruh Osteoposrosis: Osteoporosis memiliki pengaruh secara langsung terhadap terjadinya fraktur.

Osteoporosis adalah suatu keadaan dimana masa tulang atau kepadatan tulang per unit

volume tulang berkurang ( ), mikro arsitektur jaringan

tulang menjadi jelek dan mengakibatkan peningkatan fragilitas tulang dengan akibat risiko untuk terjadinya patah tulang akan meningkat.

11. Apa saja faktor resiko rematik dan tulang keropos?2,5,6,9 Jawab:

Faktor Resiko Rematik:

Adanya inflamasi pada cairan synovial sendi. Faktor Resiko Osteoporosis:

Faktor ras dan genetik. Dikatakan bahwa wanita kulit hitam lebih sedikit menderita osteoporosis dibandingkan dengan wanita kulit putih atau Asia. Wanita yang kurus lebih besar kemungkinan untuk mengalami osteoporosis dibandingkan dengan wanita gemuk dan apabila ada riwayat keluarga yang menderita osteoporosis akan memperbesar risiko untuk terkena osteoporosis. Massa tulang pada awal menopause dan kecepatan hilangnya tulang berhubungan langsung dengan IMT seseorang.

Defisiensi estrogen pada usia fertilitas akan menimbulkan menopause yang lebih awal sehingga resiko osteoporosis akan terjadi lebih awal.

Penyakit1penyakit sistemik lainnya berupa: hipertiroid, hiperparatiroid primer dan multiple myeloma.

Perokok akan mempengaruhi metabolisme estrogen.

Faktor diet bisa menyebabkan osteoporosis disebabkan rendahnya input kalsium dan tingginya mengkonsumsi kopi, alkohol dan protein.

12. Bagaimana proses pemulihan fraktur?10 Jawab:

Proses penyembuhan fraktur terdiri dari beberapa fase, sebagai berikut : 1. Fase Reaktif

(9)

9 b) Pembentukan jaringan granulasi

2. Fase Reparatif

a) Fase pembentukan callus b) Pembentukan tulang lamellar 3. Fase

ke bentuk tulang semula. 13. Apa yang terjadi pada Ny.S?

Jawab: Fraktur os.femoralis dekstra et causa osteoporosis. 14. Apa defenisi dari penyakit Ny.S? 2,4,5,6,8,10

Jawab:

Fraktur: Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang terjadi karena adanya tekanan pada tulang yang melebihi absorpsi tulang biasanya disebabkan trauma atau tenaga fisik. Resiko terjadinya fraktur tergantung pada kepadatan tulang seseorang, semakin padat tulang seseorang resiko terjadi fraktur berat akan semakin kecil.

Osteoporosis: suatu keadaan dimana masa tulang atau kepadatan tulang per unit

volume tulang berkurang ( ), mikro arsitektur

jaringan tulang menjadi jelek dan mengakibatkan peningkatan fragilitas tulang dengan akibat risiko untuk terjadinya patah tulang semakin meningkat.

15. Apa etiologi dari penyakit Ny.S? 2,4,5,6,8,10 Jawab:

Etiologi fraktur:

Trauma langsung: benturan pada tulang dan mengakibatkan fraktur pada tempat itu

Trauma tidak langsung: bilamana titik tumpul benturan dengan terjadinya fraktur berjauhan

Proses penyakit: misalnya kanker, osteoporosis dan riketsia.

Compresion force: klien yang melompat dari tempat ketinggian dapat mengakibatkan fraktur kompresi tulang belakang.

Muscle (otot): akibat injuri/sakit terjadi regangan otot yang kuat sehingga dapat menyebabkan fraktur (misal; elektrik shock dan tetani).

(10)

10 Umur dan densitas tulang, tidak dapat dipisahkan sebagai penyebab dari osteoporosis.

Hormon, penurunan endogen dapat menyebabkan osteoporosis. Lingkungan; Makanan, minuman, aktivitas fisik, obat1obatan dll. 16. Apa epidemiologi penyakit Ny.S? 2,4,5,6,8,10

Jawab:

Osteoporosis:

Secara etnik dikatakan bahwa golongan kulit putih lebih sering menderita osteoporosis dari pada golongan kulit hitam dan diduga orang Timur mempunyai risiko osteoporosis cukup tinggi. Secara epidemiologik, osteoporosis merupakan penyakit yang dapat dicegah pada wanita yang mengalami periode perimenopause. Osteoporosis menyerang 20 juta wanita di Amerika Serikat, terbanyak pada wanita perimenopause dan wanita berusia 45 tahun, didapatkan 250.000 kasus pertahun dengan patah tulang paha. Pada wanita usia 45 tahun didapatkan 1,3 juta kasus pertahun dengan patah tulang oleh karena osteoporosis. Dengan perincian yaitu : wanita kulit putih 15% patah tulang paha dan 15% patah tulang lengan atas bagian distal pada usia 50 tahun. Pada studi epidemiologi, kejadian osteoporosis terbanyak terjadi pada tulang belakang diikuti tulang paha kemudian tulang pergelangan, tulang dada, tulang humerus dan tulang panggul.

Fraktur:

Fraktur dapat menyerang siapa saja dan dimana saja. Tidak ada studi epidemiologi yang membahas khusus terhadap fraktur. Hampir semua kejadian fraktur disebabkan oleh trauma dan stress tulang yang tinggi. Fraktur juga lebih sering terjadi pada orang lansia yang mengalami osteoporosis, hal ini karena kepadatan tulang menurun dan resiko terjadi fraktur lebih besar.

17. Apa faktor resiko dan faktor pelindung Ny.S? 2,4,5,6,8,10 Jawab:

Faktor pelindung:

1. IMT underweight tingkatkan nutrisi, dengan manganjurkan konsumsi susu tinggi kalsium, dan meningkatkan massa tubuh.

2. Mengubah gaya hidup: makanan, aktivitas, dll.

(11)

11 Jawab:

PATOGENESIS OSTEOPOROSIS:

1. Fase1fase perubahan tulang dipengaruhi oleh proses hormonal dan proses1proses lokal yang terjadi dalam tulang sendiri.

2. Tulang mengalami “remodeling” terus menerus dalam pertumbuhannya.

3. Siklus “remodeling” dimulai oleh osteoklas yang mengabsorpsi jaringan tulang dengan melepaskan asam dan enzim1enzim proteolitik, mengakibatkan terbentuknya rongga mikroskopik (lakuna howship).

4. Sel1sel pembentuk tulang (osteoblas) yang berasal dari osteoprogenitor akan mensekresikan matriks dengan menggunakan Ca2+ dan lama1kelamaan akan tenggelam dalam matriks tersebut kemudian matang dan membentuks sel tulang baru yang matang ( osteocyt ).

5. Pada masa pertumbuhan proses “remodeling” berlangsung cepat dan tulang yang terbentuk lebih besar dari tulang yang hilang ( direabsorbsi kembali oleh osteoclas).

6. Proses “remodeling” berlangsung lebih cepat pada tulang trabekular bila dibandingkan dengan tulang kortikal.

7. Pada seorang dewasa muda yang tidak tumbuh lagi jumlah matriks yang hilang seimbang dengan jumlah matriks yang terbentuk. Walaupun mekanisme hilangnya tulang yang tepat belum diketahui

8. Pada orang yang lanjut usia maka akan terjadi osteoporosis. Osteoporosis terjadi karena terdapat gangguan proses “remodeling” sehingga reabsorpsi jaringan tulang melebihi pembentukannya, sehingga secara keseluruhan terjadi kehilangan jaringan tulang yang mengakibatkan penurunan densitas tulang. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aktifitas osteoklas dan penurunan aktifitas osteoblas. Hal ini terjadi karena pada orang lanjut usia akan mengalami masa menopause dimana pada masa ini akan terjadi penurunan hormon estrogen dan menyebabkan penurunan absorbsi kalsium di usus, meningkatkan ekskresi kalsium di ginjal,menurunkan sintesis berbagai protein transport.

19. Bagaimana manifestasi klinis dari penyakit Ny.S? 2,4,5,6,8,10 Jawab:

FRAKTUR: Look :

(12)

12 Biasanya terjadi pemendekkan tulang, akibat pergeseran fragmen dan kontraksi otot yang melekat pada tulang.

Terdapat perubahan warna kulit dan pembengkakan lokal pada area terjadinya trauma., tanda ini baru muncul setelah beberapa jam/hari setelah cedera.

Feel :

Biasanya disertai nyeri.

Biasanya terdapat krepitasi, yaitu teraba adanya derik tulang. Movement:

Gerakkannya terbatas, bisa karena nyerinya bisa karena kerusakan jaringannya.

OSTEOPOROSIS

Terjadi pada orang lansia dan lebih sering pada wanita menopause. Nyeri tulang

Kelemahan otot

Penurunan tinggi badan.

Kifosis dorsal atau gibbus ( Dowager’s Hump ) Protuberantia abdomen

Spasme otot paravertebralis. Kulit tipis.

20. Bagaimana penegakkan diagnosis penyakit Ny.S? 2,4,5,6,8,10,12 Jawab:

1. Osteoporosis: Anamnesis

Pemeriksaan Fisik: TB dan BB, gaya berjalan, deformitas tulang,dll. Pemeriksaan biokimiawi tulang: kalsium total dalam serum, ion kalsium, kadar fosfor dalam serum, kalsium urin, fosfat urin, hormon paratiroid dan vitmain D. Untuk menentukan turn over tulang dapat diperiksa petanda biokimia tulnag terdiri dari petanda formasi dan petanda reabsorbsi.

(13)

13 Pemeriksaan densitas massa tulang ( densitometri ): SPA ( Single1Photon Absorptiometry), DPA ( Dual1Photon Absorptiometry), QCT ( Quntitative Computer Tomography), DXA ( Dual Energy X1Ray Absorbtiometry ). Pada pemeriksaan dengan densitometri untuk mengetahui densitas tulang pada osteoporotik dipakai standar WHO dengan menggunakan T1Score. Sonodensitometri

MRI

Biopsi tulang dan histomorfometri. 2. Fraktur:

T1Score

X Ray: menentukan lokasi/luasnya fraktur/trauma Scan tulang: mengidentifikasi kerusakan jaringan lunak

Hitung darah lengkap: Ht ( mungkin meningkat / hemokonsentrasi), menurun ( perdarahan bermakna pada sisi fraktur atau organ jauh dari trauma multiple )

21. Apa saja diagnosa diferensial penyakit Ny.S? Jawab:

Fraktur et causa trauma. Fraktur et causa osteoporotik. Penyakit Peaget

22. Apa diagnosis dari penyakit Ny.S?

Jawab: Fraktur columna femoralis dekstra et causa osteoporosis. 23. Bagaimana tata laksana penyakit Ny.S? 2,4,5,6,8,10

Jawab:

TATA LAKSANA OSTEOPOSROSIS: a. Terapi hormonal : Estrogen. b. Pengobatan non hormonal.

Inhibitor penyerapan tulang. Kalsitonin.

Bifosfonat. Kalsium

(14)

14 Anabolik steroid

Hormon parathiroid

Bahan lain : 1,25 dihidroxyvitamin D

3 dan 1 α hidroxyvitamin D TATA LAKSANA FRAKTUR.

a. Rekognisi: menyangkut diagnosa fraktur pada tempat kejadian kecelakaan dan kemudian di rumah sakit.

b. Reduksi: reposisi fragmen fraktur sedekat mungkin dengan letak normalnya. Reduksi terbagi menjadi dua yaitu:

Reduksi tertutup untuk mensejajarkan tulang secara manual dengan traksi atau gips.

Reduksi terbuka dengan metode insisi dibuat dan diluruskan melalui pembedahan, biasanya melalui internal fiksasi dengan alat misalnya; pin, plat yang langsung kedalam medula tulang.

Tindakan pembedahan: ORIF (OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION).

EKSTERNAL FIKSASI : metode alternatif manajemen fraktur dengan fiksasi eksternal, biasanya pada ekstrimitas dan tidak untuk fraktur lama ( urut ). c. Immobilisasi: Setelah fraktur di reduksi, fragmen tulang harus dimobilisasi untuk

membantu tulang pada posisi yang benar hingga menyambung kembali.

d. Retensi: menyatakan metode1metode yang dilaksanakan untuk mempertahankan fragmen1fragmen tersebut selama penyembuhan (gips/traksi).

e. Rehabilitasi: langsung dimulai segera dan sudah dilaksanakan bersamaan dengan pengobatan fraktur karena sering kali pengaruh cidera dan program pengobatan hasilnya kurang sempurna (latihan gerak dengan kruck).

24. Apa saja komplikasi penyakit Ny.S?12 Jawab:

Komplikasi Fraktur:

a. Malunion, adalah suatu keadaan dimana tulang yang patah telah sembuh dalam posisi yang tidak pada seharusnya, membentuk sudut atau miring

b. Delayed union adalah proses penyembuhan yang berjalan terus tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat dari keadaan normal.

(15)

15 d. Compartment syndroma adalah suatu keadaan peningkatan takanan yang berlebihan di dalam satu ruangan yang disebabkan perdarahan masif pada suatu tempat.

e. Shock.

f. Fat embalism syndroma, tetesan lemak masuk ke dalam pembuluh darah. Faktor resiko terjadinya emboli lemak pada fraktur meningkat pada laki1laki usia 20140 tahun, usia 70 sam pai 80 fraktur tahun.

g. Tromboembolic complicastion, trombo vena dalam sering terjadi pada individu yang imobiil dalm waktu yang lama karena trauma atau ketidak mampuan lazimnya komplikasi pada perbedaan ekstremitas bawah atau trauma komplikasi paling fatal bila terjadi pada bedah ortopedil

h. Infeksi

i. Avascular necrosis, pada umumnya berkaitan dengan aseptika atau necrosis iskemia.

j. Refleks symphathethic dysthropy, hal ini disebabkan oleh hiperaktif sistem saraf simpatik abnormal syndroma ini belum banyak dimengerti. Mungkin karena nyeri, perubahan tropik danvasomotor instability.

Komplikasi Osteoporosis:

25. Bagaimana pencegahan terhadap penyakti Ny.S?9

Jawab: Usaha1usaha yang dapat dilakukan untuk pencegahan terjadinya osteoporosis adalah:

1. Peningkatan (umur 0 – 35 tahun) a. Masukan kalsium yang adekuat

b. Latihan yang cukup c. Hindari merokok

d. Pengobatan defisiensi estrogen sesegera mungkin e. Hindari pengobatan kortison jika mungkin

2. Pencegahan kehilangan tulang saat menopause a. Terapi sulih hormon estrogen (gold standar) b. Masukan kalsium yang adekuat.

26. Bagaimana prognosis penyakit Ny.S? Jawab:

(16)

16 Ad fungsionam: Dubia ad Malam

Ad sanationam: Dubia ad Bonam

7 !

Proses Pemulihan

Prognosis Rematik

Klasifikasi Tanda-tanda klinis Anamnesis

Faktor Resiko Trauma

Osteoporosis

Menopause

Ny. S ( 60 tahun )

Frakture

Penegakkan Diagnosis

Etiologi Epidemiologi

Patogenesis

Komplikasi Manifestasi Klinis

Defenisi

Pencegahan Tata laksana Dignosa Deferential

Pemeriksaan Fisik

Riwayat Penyakit Keluhan Utama

Pemeriksaan Rontgen

(17)
(18)

18 7

/

0

Gambaran utama menopause adalah penurunan folikel1folikel ovarium. Hal ini diawali dengan ketidakmampuan ovarium untuk berespon terhadap gonadotropin dan penurunan produksi estrogen, progesteron dan androstenedione oleh ovarium. Bahkan pada masa perimenopause sebagai awal menopause, wanita mempunyai tingkat estradiol yang rendah, tingkat FSH yang tinggi. Selanjutnya penurunan produksi progesteron akan memberikan gambaran pemendekan siklus menstruasi dan perdarahan yang tidak teratur. Wanita dalam masa postmenopause mempunyai kadar gonadotropin yang meningkat dan penurunan kadar estrogen, progesteron, dan androgen. FSH meningkat sebanyak 10 – 20 unit, dimana kadarnya yang melebihi 40 mIU/ml merupakan nilai diagnostik untuk menopause.

Bertambahnya usia secara normal pada seorang wanita berhubungan dengan kehilangan sejumlah jaringan tulang yang disebut osteopenia dan apabila berlangsung terus menerus disebut osteoporosis. Usia rata1rata menopause antara wanita perokok dengan wanita tak merokok akan menunjukkan perbedaan yang bermakna yaitu pada wanita perokok akan mengalami menopause 2 tahun lebih awal dibandingkan dengan wanita tidak merokok.

Pada masa menopause terjadi penurunan kadar estrogen. Hormon ini mempengaruhi resorpsi tulang yaitu menghambat proses tersebut sehingga dapat dimengerti bahwa pada fase menopause terjadi penurunan kadar estrogen, proses kerapuhan tulangpun akan menjadi cepat.

Osteoporosis adalah suatu keadaan dimana masa tulang atau kepadatan tulang per unit volume tulang berkurang ( ), mikro arsitektur jaringan tulang menjadi jelek dan mengakibatkan peningkatan fragilitas tulang dengan akibat risiko untuk terjadinya patah tulang.

(19)

19 usia 45 tahun didapatkan 1,3 juta kasus pertahun dengan patah tulang oleh karena osteoporosis.

Pada studi epidemiologi, kejadian osteoporosis terbanyak terjadi pada tulang belakang diikuti tulang paha kemudian tulang pergelangan, tulang dada, tulang humerus dan tulang panggul. Khusus wanita pada usia klimakterium kadar estrogen mulai menurun sehingga terjadi gangguan keseimbangan antara osteoklas (penghancur tulang) dan osteoblas (pembentukan tulang). Dahulu dikatakan efek estrogen yang menyebabkan gangguan resorpsi jaringan tulang terjadi secara tidak langsung karena terbukti tidak ditemukannya reseptor estrogen di tulang. Tetapi pada penelitian akhir1akhir ini terbukti bahwa adanya reseptor estrogen di sel tulang. Hal ini membuktikan adanya efek langsung estrogen di tulang terutama pada proses osteoblas. Penelitian klinis pada wanita klimakterium menunjukkan bahwa defisiensi estrogen merupakan faktor utama tetapi bukan faktor dasar dalam berkembangnya osteoporosis. Penggunaan estrogen tidak seluruhnya menurunkan risiko terjadinya patah tulang tetapi secara bermakna dapat menurunkan kejadian osteoporosis. Selain hormon estrogen, peranan paratiroid hormon (PTH), vitamin D dan kalsitonin sangat mempengaruhi masa depan wanita yang nantinya akan mencapai usia di atas 80 tahun.

. Apabila pengukuran kepadatan tulang menunjukkan massa tulang yang rendah, maka individu ini akan mengalami risiko tinggi untuk terjadinya patah tulang di masa yang akan datang. Perbedaan kepadatan tulang ini penting sebagai petunjuk mulainya pengobatan.

(20)

20 pematangan tulang selesai, kehilangan tulang dimulai dan berlangsung terus sampai usia 85 – 90 tahun.

Pada periode menopause, kepadatan tulang trabekular akan menurun pada tulang belakang yaitu 1 – 8 % pertahun dan pada leher tulang paha terjadi penurunan tulang kortikal sebesar 0,5 – 5 % pertahun. Kehilangan tulang pada 5 – 10 tahun setelah mengalami menopause sebesar 0,5 % pertahun (tabel 1).

1,6

Seorang wanita selama kehidupannya akan kehilangan 40 – 50 % jumlah tulang secara keseluruhan. Sedangkan pada pria hanya sebesar 20 – 30 %.

(*,*.

Seperti telah dikemukan sebelumnya osteoprosis adalah suatu keadaan dimana masa tulang atau kepadatan tulang per unit volume tulang berkurang (

), mikro arsitektur jaringan tulang menjadi jelek dan mengakibatkan peningkatan fragilitas tulang dengan akibat risiko untuk terjadinya patah tulang.

Osteoporosis dibagi menjadi :

1. Osteoporosis primer : dihubungkan dengan kekurangan hormon dan kenaikan usia serta ketuaan, dibagi menjadi 2 yaitu :

a. Osteoporosis primer tipe I atau osteoporosis post menopause: dihubungkan dengan kenaikan usia dan terjadi pada wanita setelah mengalami menopause selama 15 – 20 tahun serta dihubungkan dengan peningkatan kehilangan tulang.

b. Osteoporosis primer tipe II: dihubungkan dengan osteoporosis senilis yang terjadi kehilangan tulang secara lambat.

2. Osteoporosis sekunder : disebabkan oleh berbagai keadaan klinis tertentu.

Osteoporosis primer tipe I lebih sering terjadi pada usia 53 – 75 tahun, wanita 6 – 8 kali lebih sering daripada pria dan kehilangan jaringan tulang trabekular lebih banyak daripada tulang kortikal. Penyebab utama pada wanita adalah turunnya hormon estrogen, absorpsi kalsium rendah dan fungsi paratiroid menurun.

4

Osteoporosis primer tipe II lebih sering terjadi pada usia 75185 tahun, wanita dua kali lebih sering dibandingkan pria. Kehilangan jaringan trabekular sama banyak dengan jaringan kortikal. Penyebab utama adalah proses penuaan, absorsi kalsium menurun dan fungsi paratiroid meningkat.

1

(21)

21 menerus dalam pertumbuhannya. Proses ini terjadi di dalam massa tulang yang dikenal sebagai “bone remodelling units”. Tulang secara umum terdiri dari zat organik dan anorganik. Zat organik sebanyak 30 % terdiri dari matriks kolagen dan kolagen nonglikoprotein, fosfoprotein, fosfolipid dan mukopolisakarida yang bersama1sama membentuk osteoid yang terdiri dari kurang lebih 95 % dari total volume, sedangkan 5 % dari organik terdiri dari sel1sel osteoblas.

Siklus “remodeling” dimulai oleh osteoklas, timbul pada permukaan tulang yang sebelumnya inaktif dan mengabsorpsi jaringan tulang dengan melepaskan asam dan enzim1enzim proteolitik, mengakibatkan terbentuknya rongga mikroskopik (lakuna howship).Osteoklas menghilang kemudian sel1sel pembentuk tulang (osteoblas), mengadakan migrasi ke daerah ini dan mengganti kekurangan dengan matriks organik yang telah mengalami mineralisasi. Sebagian osteoblas menjadi bagian dari matriks dan dikenal sebagai osteosit, sedangkan sisa1sisanya berangsur1angsur berubah bentuk, menjadi sel pembatas. Tulang yang baru terbentuk masih terus mengalami mineralisasi. Untuk satu proses “remodeling” sempurna melalui waktu 4 – 6 bulan.

Pada masa pertumbuhan proses “remodeling” berlangsung cepat dan tulang yang terbentuk lebih besar dari tulang yang hilang. Proses “remodeling” berlangsung lebih cepat pada tulang trabekular bila dibandingkan dengan tulang kortikal. Pada seorang dewasa muda yang tidak tumbuh lagi jumlah matriks yang hilang seimbang dengan jumlah matriks yang terbentuk. Walaupun mekanisme hilangnya tulang yang tepat belum diketahui, osteoporosis terjadi karena terdapat gangguan proses “remodeling” sehingga resorpsi jaringan tulang melebihi pembentukannya, sehingga secara keseluruhan terjadi kehilangan tulang.

0

Wanita lebih berisiko untuk terjadinya osteoporosis daripada pria, hal ini dapat dijelaskan dengan 2 parameter penting :

1. Peak Bone Mass (PBM) = Massa tulang maksimal

PBM tercapai pada usia awal 301an dimana PBM pria > 30150% dibandingkan wanita.

2. Kecepatan hilangnya tulang

(22)

22 Keseimbangan tulang merupakan hasil dari formasi dan resorpsi (degradasi). Pada usia menopause akibat defisiensi estrogen resorpsi akan lebih cepat dibandingkan formasi sehingga akhirnya lebih banyak bagian tulang yang hilang dan mudah untuk terjadinya fraktur.

Faktor1faktor predisposisi osteoporosis adalah: 1. Faktor ras dan genetik.

Dikatakan bahwa wanita kulit hitam lebih sedikit menderita osteoporosis dibandingkan dengan wanita kulit putih atau Asia. Wanita yang kurus lebih besar kemungkinan untuk mengalami osteoporosis dibandingkan dengan wanita gemuk dan apabila ada riwayat keluarga yang menderita osteoporosis akan memperbesar risiko untuk terkena osteoporosis.

2. Massa tulang pada awal menopause dan kecepatan hilangnya tulang berhubungan langsung dengan tinggi badan, berat badan dan paritas.

3. Defisiensi estrogen pada usia fertilitas akan menimbulkan amenore dan menopause yang lebih awal.

4. Penyakit1penyakit sistemik lainnya berupa: hipertiroid, hiperparatiroid primer dan multiple myeloma.

5. Perokok akan mempengaruhi metabolisme estrogen.

6. Faktor diet bisa menyebabkan osteoporosis disebabkan rendahnya input kalsium dan tingginya mengkonsumsi kopi, alkohol dan protein.

0 3 0

Kesadaran dan menghindari faktor1faktor risiko, disertai diet cukup dan olahraga sangat penting. Jauh lebih mudah mencegah daripada mengobati osteoporosis, oleh karena itu lebih baik memulai pengobatan sedini mungkin pada wanita yang mempunyai risiko untuk menghindari agar tidak terjadi osteoporosis.

3

Estrogen dianggap dapat menghambat resorpsi tulang, terapi pemberian estrogen sebagai pencegahan terhadap osteoporosis.

(23)

23 Belum ada kesepakatan, bagaimana estrogen dapat mencegah kehilangan tulang dan masih merupakan teori. Kemungkinan estrogen mencegah osteoporosis dengan cara sebagai berikut :

1. Estrogen menempati reseptor osteoklas yang akan mempengaruhi fungsi osteoklas dalam menurunkan kehilangan tulang.

2. Estrogen menurunkan kecepatan perubahan tulang normal yang menyebabkan efek positif terhadap keseimbangan kalsium.

3. Estrogen akan memperbaiki absorpsi kalsium.

Estrogen mengatur produksi interleukin 1 dan 6 yang merupakan “bone resorbing”. Estrogen juga mengatur bahan1bahan yang merangsang pembentukan tulang seperti I dan II, serta

5. Estrogen merangsang sintesa kalsitonin yang dapat menghambat resorpsi tulang. 6. Estrogen meningkatkan reseptor vitamin D di osteoblas.

/ 2

Fraktur adalah terputusnya keutuhan tulang, umumnya akibat trauma. Fraktur digolongkan sesuai jenis dan arah garis fraktur. Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Fraktur dapat terjadi jika tulang dikenai stress yang lebih besar dari yang dapat diabsorbsi .

$ 1 1 2

-& $ 0 misalnya ; fraktur columna femoralis, fraktur humerus,dll.

(& $ 0 0 1 0 0 2

a. Fraktur komplit; bila garis patah melalui seluruh penampang tulang atau melalui kedua korteks tulang.

b. Fraktur tidak komplit; bila garis patah tidak melalui seluruh garis penampang tulang/ tidak melibatkan seluruh ketebalan tulang.

& $ 0 3 0 4 5 5 2

a. Fraktur kominit; garis patah lebih dari dua fragmen tulang dan saling berhubungan.

b. Fraktur segmental; dua fraktur berdekatan pada satu tulang yang menyebabkan terpisahnya segmen sentral dari suplai darahnya.

(24)

24

)& $ 0 1 2

a. Undisplaced (tidak bergeser) / garis patah komplit tetapi kedua fragmen tidak bergeser.

b. Displaced (bergeser) / terjadi pergeseran fragmen fraktur

,& $ 0 5 3 1 0 0 2

a. Tertutup

b. Terbuka (adanya perlukaan dikulit).

6& $ 0 3 1 0 5 3 0 2

a. Garis patah melintang.

b. Oblik / miring; fraktur yang garis patahnya membentuk sudut terhadap tulang. c. Spiral / melingkari tulang;

d. Kompresi

e. Avulsi / trauma tarikan atau insersi otot pada insersinya. Missal pada patela.

+& $ 0 0 0 " 2

a. Tidak adanya dislokasi. b. Adanya dislokasi

1 At axim : membentuk sudut.

1 At lotus : fragmen tulang berjauhan. 1 At longitudinal : berjauhan memanjang.

1 At lotus cum contractiosnum : berjauhan dan memendek.

C. 2

Menurut Apley dan Salomon (1995), tulang bersifat relative rapuh namun cukup mempunyai kekuatan gaya pegas untuk menahan tekanan.

Fraktur dapat disebabkan oleh:

Trauma langsung: benturan pada tulang dan mengakibatkan fraktur pada tempat itu.

Trauma tidak langsung: bilamana titik tumpul benturan dengan terjadinya fraktur berjauhan

Proses penyakit: kanker dan riketsia

Compresion force: klien yang melompat dari tempat ketinggian dapat mengakibatkan fraktur kompresi tulang belakan

Muscle (otot): akibat injuri/sakit terjadi regangan otot yang kuat sehingga dapat menyebabkan fraktur (misal; elektrik shock dan tetani)

(25)

25 " 3 5

Penyembuhan cara ini terjadi yang meliputi upaya langsung oleh korteks untuk membangun kembali dirinya ketika kontinuitas terganggu. Agar fraktur menjadi menyatu, tulang pada salah satu sisi korteks harus menyatu dengan tulang pada sisi lainnya (kontak langsung) untuk membangun kontinuitas mekanis.

Tidak ada hubungan dengan pembentukan kalus. Terjadi dari dan penyatuan tepi fragmen fraktur dari tulang yang patah

Ada 3 persyaratanuntuk remodeling Haversian pada tempat fraktur adalah: 1. Pelaksanaan reduksi yang tepat

2. Fiksasi yang stabil

3. Eksistensi suplay darah yang cukup

Penggunaan plate kompresi dinamis dalam model osteotomi telah diperlihatkan menyebabkan penyembuhan tulang primer. Remodeling haversian aktif terlihat pada sekitar minggu ke empat fiksasi.

" 3 5 0

Penyembuhan sekunder meliputi respon dalam periostium dan jaringan1jaringan lunak eksternal. Proses penyembuhan fraktur ini secara garis besar dibedakan atas 5 fase,

yakni 1 5 % 1 &, 1 1 , 1 , 1 dan

. (Buckley, R., 2004, Buckwater J. A., et al,2000).

- 1 2

Tahap inflamasi berlangsung beberapa hari dan hilang dengan berkurangnya pembengkakan dan nyeri. Terjadi perdarahan dalam jaringan yang cidera dan pembentukan hematoma di tempat patah tulang. Ujung fragmen tulang mengalami devitalisasi karena terputusnya pasokan darah terjadi hipoksia dan inflamasi yang menginduksi ekpresi gen dan mempromosikan pembelahan sel dan migrasi menuju tempat fraktur untuk memulai penyembuhan. Produksi atau pelepasan dari faktor pertumbuhan spesifik, Sitokin, dapat membuat kondisi mikro yang sesuai untuk : (1) Menstimulasi pembentukan periosteal dan osifikasi intra membran pada tempat fraktur,

(2) Menstimulasi pembelahan sel dan migrasi menuju tempat fraktur, dan

(26)

26 Berkumpulnya darah pada fase hematom awalnya diduga akibat robekan pembuluh darah lokal yang terfokus pada suatu tempat tertentu. Namun pada perkembangan selanjutnya hematom bukan hanya disebabkan oleh robekan pembuluh darah tetapi juga berperan faktor1faktor inflamasi yang menimbulkan kondisi pembengkakan lokal. Waktu terjadinya proses ini dimulai saat fraktur terjadi sampai 2 – 3 minggu.

( 1

Kira1kira 5 hari hematom akan mengalami organisasi, terbentuk benang1benang fibrin dalam jendalan darah, membentuk jaringan untuk revaskularisasi, dan invasi

dan . dan (berkembang dari osteosit, sel

endotel, dan sel periosteum akan menghasilkan kolagen dan proteoglikan sebagai matriks kolagen pada patahan tulang. Terbentuk jaringan ikat fibrous dan tulang rawan (osteoid). Dari periosteum, tampak pertumbuhan melingkar. Kalus tulang rawan tersebut dirangsang oleh gerakan mikro minimal pada tempat patah tulang. Tetapi gerakan yang berlebihan akan merusak struktur kalus. Tulang yang sedang aktif tumbuh menunjukkan potensial elektronegatif. Pada fase ini dimulai pada minggu ke 2 – 3 setelah terjadinya fraktur dan berakhir pada minggu ke 4 – 8.

3

(27)

27 rawan tumbuh mencapai sisi lain sampai celah sudah terhubungkan. Fragmen patahan tulang digabungkan dengan jaringan fibrous, tulang rawan, dan tulang serat matur. Bentuk kalus dan volume dibutuhkan untuk menghubungkan efek secara langsung berhubungan dengan jumlah kerusakan dan pergeseran tulang. Perlu waktu tiga sampai empat minggu agar fragmen tulang tergabung dalam tulang rawan atau jaringan fibrous. Secara klinis fragmen tulang tidak bisa lagi digerakkan. Regulasi dari pembentukan kalus selama masa perbaikan fraktur dimediasi oleh ekspresi dari faktor1faktor pertumbuhan. Salah satu faktor yang paling dominan dari sekian banyak

faktor pertumbuhan adalah yang

menunjukkan keterlibatannya dalam pengaturan differensiasi dari dan produksi matriks ekstra seluler. Faktor lain yaitu: 7

yang berperan penting pada proses angiogenesis selama penyembuhan fraktur. (chen,et,al,2004).

Pusat dari kalus lunak adalah kartilogenous yang kemudian bersama osteoblast akan berdiferensiasi membentuk suatu jaringan rantai osteosit, hal ini menandakan adanya sel tulang serta kemampuan mengantisipasi tekanan mekanis. (Rubin,E,1999) Proses cepatnya pembentukan kalus lunak yang kemudian berlanjut sampai fase

adalah masa kritis untuk keberhasilan penyembuhan fraktur. (Ford,J.L,et al,2003).

Jenis1jenis Kalus

Dikenal beberapa jenis kalus sesuai dengan letak kalus tersebut berada terbentuk kalus primer sebagai akibat adanya fraktur terjadi dalam waktu 2 minggu

terjadi bila tepi1tepi tulang yang fraktur tidak bersambung.

! akan melengkapi secara perlahan1lahan. Kalus eksternal berada paling luar daerah fraktur di bawah terbentuk di antara periosteum dan tulang yang fraktur. merupakan kalus yang terbentuk dan mengisi celah fraktur di antara tulang yang fraktur. !

terbentuk di dalam tulang di sekitar daerah fraktur. (Miller, 2000)

(28)

28 Dengan aktifitas dan yang terus menerus, tulang yang

( " ) diubah menjadi ). Keadaan tulang ini menjadi

lebih kuat sehingga dapat menembus jaringan debris pada daerah fraktur dan diikuti yang akan mengisi celah di antara fragmen dengan tulang yang baru. Proses ini berjalan perlahan1lahan selama beberapa bulan sebelum tulang cukup kuat untuk menerima beban yang normal.

, 0 #

Fraktur telah dihubungkan dengan selubung tulang yang kuat dengan bentuk yang berbeda dengan tulang normal. Dalam waktu berbulan1bulan bahkan bertahun1tahun terjadi proses pembentukan dan penyerapan tulang yang terus menerus yang tebal akan terbentuk pada sisi dengan tekanan yang tinggi. Rongga akan terbentuk kembali dan diameter tulang kembali pada ukuran semula. Akhirnya tulang akan kembali mendekati bentuk semulanya, terutama pada anak1anak.

Pada keadaan ini tulang telah sembuh secara klinis dan radiologi.

1 2

Look :

Biasanya disertai deformitas yang disebabkan pergeseran fragmen. Biasanya terjadi pemendekkan tulang, akibat pergeseran fragmen dan kontraksi otot yang melekat pada tulang.

Terdapat perubahan warna kulit dan pembengkakan lokal pada area terjadinya trauma., tanda ini baru muncul setelah beberapa jam/hari setelah cedera.

Feel :

Biasanya disertai nyeri.

Biasanya terdapat krepitasi, yaitu teraba adanya derik tulang. Movement:

Gerakkannya terbatas, bisa karena nyerinya bisa karena kerusakan jaringannya.

(29)

29 Komplikasi Fraktur:

a. Malunion, adalah suatu keadaan dimana tulang yang patah telah sembuh dalam posisi yang tidak pada seharusnya, membentuk sudut atau miring

b. Delayed union adalah proses penyembuhan yang berjalan terus tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat dari keadaan normal.

c. Nonunion, patah tulang yang tidak menyambung kembali.

d. Compartment syndroma adalah suatu keadaan peningkatan takanan yang berlebihan di dalam satu ruangan yang disebabkan perdarahan masif pada suatu tempat.

e. Shock.

f. Fat embalism syndroma, tetesan lemak masuk ke dalam pembuluh darah. Faktor resiko terjadinya emboli lemak pada fraktur meningkat pada laki1laki usia 20140 tahun, usia 70 sam pai 80 fraktur tahun.

g. Tromboembolic complicastion, trombo vena dalam sering terjadi pada individu yang imobiil dalm waktu yang lama karena trauma atau ketidak mampuan lazimnya komplikasi pada perbedaan ekstremitas bawah atau trauma komplikasi paling fatal bila terjadi pada bedah ortopedil

h. Infeksi

i. Avascular necrosis, pada umumnya berkaitan dengan aseptika atau necrosis iskemia.

j. Refleks symphathethic dysthropy, hal ini disebabkan oleh hiperaktif sistem saraf simpatik abnormal syndroma ini belum banyak dimengerti. Mungkin karena nyeri, perubahan tropik danvasomotor instability.

! 4

Laboratorium :

Pada fraktur test laboratorium yang perlu diketahui : Hb, hematokrit sering rendah akibat

perdarahan, laju endap darah (LED) meningkat bila kerusakan jaringan lunak sangat luas. Pada masa penyembuhan Ca dan P meningkat di dalam darah.

Radiologi :

(30)

30 menggambarkan arus vascularisasi. CT scan untuk mendeteksi struktur fraktur yang kompleks.

1

a. Rekognisi: menyangkut diagnosa fraktur pada tempat kejadian kecelakaan dan kemudian di rumah sakit.

b. Reduksi: reposisi fragmen fraktur sedekat mungkin dengan letak normalnya. Reduksi terbagi menjadi dua yaitu:

Reduksi tertutup untuk mensejajarkan tulang secara manual dengan traksi atau gips.

Reduksi terbuka dengan metode insisi dibuat dan diluruskan melalui pembedahan, biasanya melalui internal fiksasi dengan alat misalnya; pin, plat yang langsung kedalam medula tulang.

Tindakan pembedahan: ORIF (OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION).

EKSTERNAL FIKSASI : metode alternatif manajemen fraktur dengan fiksasi eksternal, biasanya pada ekstrimitas dan tidak untuk fraktur lama ( urut ). c. Immobilisasi: Setelah fraktur di reduksi, fragmen tulang harus dimobilisasi untuk

membantu tulang pada posisi yang benar hingga menyambung kembali.

d. Retensi: menyatakan metode1metode yang dilaksanakan untuk mempertahankan fragmen1fragmen tersebut selama penyembuhan (gips/traksi).

e. Rehabilitasi: langsung dimulai segera dan sudah dilaksanakan bersamaan dengan pengobatan fraktur karena sering kali pengaruh cidera dan program pengobatan hasilnya kurang sempurna (latihan gerak dengan kruck).

Faktor yang mempengaruhi penyembuhan fraktur : Imobilisasi fragmen tulang.

Kontak fragmen tulang minimal. Asupan darah yang memadai. Nutrisi yang baik.

Latihan pembebanan berat badan untuk tulang panjang.

(31)

31 Proses penyembuhan suatu fraktur dimulai sejak terjadi fraktur sebagai usaha tubuh untuk memperbaiki kerusakan – kerusakan yang dialaminya. Penyembuhan dari fraktur dipengaruhi oleh beberapa faktor lokal dan faktor sistemik, adapun faktor lokal:

a. Lokasi fraktur

b. Jenis tulang yang mengalami fraktur.

c. Reposisi anatomis dan immobilasi yang stabil. d. Adanya kontak antar fragmen.

e. Ada tidaknya infeksi. f. Tingkatan dari fraktur. Adapun faktor sistemik adalah :

a. Keadaan umum pasien b. Umur

c. Malnutrisi

(32)

32 1

1.

http://majalahkesehatan.com/71penyebab1pingsan/. 19 November 2012.

2.

Aru W. Sudoyo dkk. " #$ % & ' (). Jakarta: Interna Publishing. 2011

3.

Kamus Saku Kedokteran Dorland Edisi 25. Jakarta: EGC.1998 4.

Sjamsuhidajat, R dan Wim de Jong.2008. " #$ " ' * Jakarta : EGC 5.

Price Sylvia A, Lorraine M. Wilson.% Edisi. 6. Jakara : EGC. 2005. 6.

Harrison. % Medicine. Eighteenth Edition. Mc1Graw Hill. 2012. 7.

Safitri, Aina. 2009. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Menopause pada Wanitadi Kelurahan Titi Papan Kota Medan Tahun 2009.Skripsi. Medan: USU.

8.

USU Institutional Repository, , http://repository.usu.ac.id/ (dikunjungi pada 19 November 2012)

9.

USU Institutional Repository, + , % ,

http://repository.usu.ac.id/ (dikunjungi pada 19 November 2012). 10.

USU Institutional Repository, % % , http://repository.usu.ac.id/ (dikunjungi pada 19 November 2012).

11.

Palmer,P.E.S,dkk. 1995. , & +

-, Jakarta: EGC 12.

Amrullah, Fikri. 2008. # http://scribd.com. 19 Nopember 2012. 13.

Referensi

Dokumen terkait