• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH TERHADAP KETIMPANGAN PERKEMBANGAN WILAYAH DI KAWASAN CIAYUMAJAKUNING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH TERHADAP KETIMPANGAN PERKEMBANGAN WILAYAH DI KAWASAN CIAYUMAJAKUNING"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Klasifikasi Perkembangan Kawasan
Tabel 4 Hasil Uji Wilxocon Ketimpangan Perkembangan Wilayah  di Ciayumajakuning  b

Referensi

Dokumen terkait

Metode analisis data yang digunakan adalah rasio kemandirian, rasio efektivitas dan efisiensi, rasio aktivitas, rasio pertumbuhan, dan rasio derajat desentralisasi. Hasil

Kedua, bagi Pemerintah Daerah di Pulau Madura (Kab. Sumenep) agar menaikkan derajat desentralisasi fiskal daerah, menurukan rasio ketergantungan keua- ngan daerah,

Hasil analisis rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio indeks kemampuan rutin (IKR), rasio ketergantungan keuangan daerah menunjukkan bahwa tingkat kemandirian Pemerintah

derajat desentralisasi fiskal yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut di atas permasalahan yang diajukan adalah : 1) Bagaimana pengaruh persentase realisasi belanja pemerintah

Kita bisa melihat bahwa pada tahun 2013, Kabupaten Nganjuk dari sisi Rasio Desentralisasi Pendapatan masih sangat rendah, sehingga menghasilkan Derajat

Alur Penelitian Kinerja Keuangan Pemerintah Kota Madiun: - Rasio Kemandirian Daerah - Rasio Efektivitas PAD - Derajat Desentralisasi - Rasio Belanja Modal Alokasi

Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian fiskal kawasan ini dengan tingkat pertumbuhan propinsi di Kalimantan terutama setelah periode desentralisasi

Penurunan ketimpangan ini disebabkan oleh laju pertumbuhan ekonomi antar daerah di Kawasan Timur Indonesia yang semakin baik serta pemerataan pembangunan yang diberikan