• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PERAN BULLYING TERHADAP SUICIDAL IDEATION (IDE BUNUH DIRI) PADA REMAJA KORBAN BULLYING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "SKRIPSI PERAN BULLYING TERHADAP SUICIDAL IDEATION (IDE BUNUH DIRI) PADA REMAJA KORBAN BULLYING"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Putri Indah Permata Sari
  • Pengajar:
    • Ibu Ari Pratiwi, S.Psi., M.Psi
  • Sekolah: Universitas Brawijaya
  • Mata Pelajaran: Psikologi
  • Topik: Peran Bullying Terhadap Suicidal Ideation (Ide Bunuh Diri) Pada Remaja Korban Bullying
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2018
  • Kota: Malang

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang penelitian mengenai bullying dan suicidal ideation pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku bullying yang dialami oleh remaja dan ide bunuh diri yang mungkin muncul sebagai akibat dari pengalaman tersebut. Penekanan pada pentingnya memahami dampak psikologis dari bullying sangat relevan untuk tujuan pendidikan, terutama dalam konteks pencegahan dan intervensi di lingkungan sekolah.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan fenomena bullying yang marak terjadi di kalangan remaja dan dampak psikologis yang menyertainya, termasuk suicidal ideation. Penelitian ini menyoroti statistik global dan lokal mengenai bunuh diri di kalangan remaja, serta pentingnya memahami faktor-faktor yang mempengaruhi ide bunuh diri sebagai respons terhadap bullying.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah mengidentifikasi pertanyaan utama penelitian, yaitu apakah terdapat hubungan signifikan antara bullying dan suicidal ideation pada remaja. Hal ini menjadi dasar untuk penelitian yang lebih mendalam mengenai dinamika psikologis remaja yang menjadi korban bullying.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris peran bullying terhadap suicidal ideation pada remaja korban bullying. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan pengetahuan tentang dampak bullying dan memberikan wawasan bagi orang tua, pendidik, dan peneliti selanjutnya.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dibagi menjadi manfaat teoritis dan praktis. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hubungan antara bullying dan suicidal ideation. Secara praktis, hasil penelitian dapat digunakan sebagai panduan untuk orang tua dan pendidik dalam mendukung remaja yang berisiko.

II. LANDASAN TEORI

Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian, termasuk definisi bullying, suicidal ideation, dan karakteristik remaja. Pengetahuan ini penting untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana bullying dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja.

2.1. Bullying

Definisi bullying mencakup berbagai bentuk agresi yang dilakukan secara berulang oleh individu atau kelompok terhadap korban yang tidak dapat membela diri. Memahami berbagai tipe bullying, seperti bullying fisik, verbal, dan sosial, memberikan wawasan tentang bagaimana masing-masing tipe dapat berdampak pada kesehatan mental korban.

2.2. Suicidal Ideation

Suicidal ideation didefinisikan sebagai pemikiran tentang bunuh diri yang dapat berkisar dari keinginan untuk mati hingga rencana yang lebih spesifik. Pemahaman tentang komponen suicidal ideation membantu dalam mengidentifikasi risiko yang dihadapi oleh remaja yang menjadi korban bullying.

2.3. Remaja

Bagian ini menjelaskan karakteristik perkembangan remaja yang dapat membuat mereka rentan terhadap bullying dan dampaknya. Memahami fase perkembangan ini penting untuk merancang intervensi yang efektif dalam konteks pendidikan.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara bullying dan suicidal ideation pada remaja. Pendekatan ini relevan dalam konteks pendidikan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang dapat ditangani.

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengumpulkan data yang dapat diukur dan dianalisis secara statistik. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menguji hipotesis dan menarik kesimpulan berdasarkan data empiris.

3.2. Populasi dan Sampel

Populasi penelitian terdiri dari remaja yang menjadi korban bullying di sekolah. Sampel diambil secara purposive sampling untuk memastikan bahwa responden memenuhi kriteria yang relevan dengan tujuan penelitian.

3.3. Alat Pengumpulan Data

Data dikumpulkan menggunakan skala yang telah divalidasi untuk mengukur tingkat bullying dan suicidal ideation. Penggunaan alat ukur yang tepat penting untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat diandalkan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara bullying dan suicidal ideation pada remaja. Pembahasan mendalam mengenai hasil ini penting untuk memahami implikasi bagi pendidikan dan intervensi yang dapat dilakukan.

4.1. Deskripsi Data

Deskripsi demografis subjek penelitian memberikan konteks untuk hasil yang diperoleh. Memahami karakteristik sampel penting untuk interpretasi data dan generalisasi hasil penelitian.

4.2. Hasil Penelitian

Hasil analisis menunjukkan bahwa bullying berperan signifikan dalam meningkatkan risiko suicidal ideation. Temuan ini mendukung hipotesis penelitian dan menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap masalah bullying di kalangan remaja.

4.3. Pembahasan

Pembahasan hasil penelitian mengaitkan temuan dengan teori dan penelitian sebelumnya. Hal ini penting untuk membangun dasar pengetahuan yang lebih kuat dan memberikan rekomendasi untuk praktik pendidikan yang lebih baik.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya mengatasi bullying untuk mencegah suicidal ideation pada remaja. Saran untuk orang tua, pendidik, dan peneliti selanjutnya diberikan untuk meningkatkan kesadaran dan intervensi yang diperlukan.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara bullying dan suicidal ideation pada remaja. Hal ini menekankan pentingnya intervensi dini untuk mengatasi bullying.

5.2. Saran

Saran diberikan kepada orang tua dan pendidik untuk lebih memperhatikan dinamika sosial di kalangan remaja. Peneliti selanjutnya juga disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang intervensi yang efektif dalam mengatasi bullying.

Referensi Dokumen

  • Analisis Hubungan Faktor Risiko Bunuh Diri dengan Ide Bunuh Diri pada Remaja di Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2016 ( Aulia, N. )
  • Metode Penelitian ( Azwar )
  • Cyber and Traditional Bullying Victimization as a Risk Factor for Mental Health Problems and Suicidal ideation in Adolescents ( Bannink, R., Broeren, S., Jansen, P. M., Waart, F. G., & Raat, H. )
  • Bullying Victimization and Suicide Ideation and Behavior Among Adolescents in Europe: A 10-Country Study ( Barzilay, S., Klomek, A. B., Apter, A., Carli, V., Wasserman, C., Hadlaczky, G., . . . Postuvan, V. )
  • Guidelines for the Process of Cross Cultural Adaptation of Self Report Measures ( Beaton, Bombardier, Guillemin, & Ferraz )

Gambar

Tabel 18
Gambar 3
Tabel 1 Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini
Gambar 1. Kerangka Berpikir Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bunuh diri merupakan masalah global dimana peningkatan kejadian bunuh diri terutama pada usia remaja sebagai kelompok risiko terjadinya bunuh diri. Faktor risiko bunuh diri pada

Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang negatif antara konsep diri dengan kecenderungan menjadi korban bullying pada remaja awal ( r =-0,772; p<0,001 ) dan

Keberadaan lingkungan sosial, seperti guru, orang tua, teman sebaya, saudara, untuk memberikan dukungan di saat remaja korban bullying membutuhkan perlindungan, keamanan,

Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara peran perawat sebagai pelaksana dalam mencegah ide bunuh diri pada penderita

Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat stres dengan ide bunuh diri dan semakin tinggi tingkat stres maka semakin tinggi pula ide bunuh

Peran Bullying Terhadap Suicide Ideation Ide Bunuh Diri pada Remaja Korban Bullying.. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku

vii Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Desember, 2021 ABSTRAK Intan Mariska Hubungan Bullying dengan Risiko Perilaku Bunuh Diri pada Remaja di

SIMPULAN Risiko bunuh diri pada remaja dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti menjadi korban pelecehan di sekolah atau teman sebayanya, menghadapi tantangan baru, mengalami tekanan