• Tidak ada hasil yang ditemukan

Critical Review of Journal Analisis Kecu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Critical Review of Journal Analisis Kecu"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Critical Review of Journal

“Analisis Kecukupan dan Komperensi Bukti Audit atas Siklus Akseptasi

(Underwriting Cycyle)

(Studi Kasus Audit atas Laporan Keuangan Peusahaan Asuransi Kerugian PT.A Tbk)” Bangun Admaja & Ludovicus Sensi W

Universitas Indonesia

Jurnal yang berjudul “Analisis Kecukupan dan Komperensi Bukti Audit atas Siklus Akseptasi (Underwriting Cycyle) (Studi Kasus Audit atas Laporan Keuangan Peusahaan Asuransi Kerugian PT.A Tbk)” ditulis oleh Bangun Admaja dan Ludovicus Sensi W dari Universitas Islam Indonesia. Jurnal ini membahas bagaimana auditor mengevaluasi kecukupan dan kompetensi bukti audit yang

mendasari auditor dalam menyusun opininya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah

metode penilitian Studi Kasus dengan menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi,

wawancara dan observasi di PT. A Tbk yang berkantor di Jakarta Pusat yang merupakan

perusahaan asuransi umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Summary

Industri Asuransi saat ini telah berkembang pesat sejalan dengan perkembangan perekonomian

nasional. Hal ini menunjukkan semakin tumbuhnya minat perusahaan dan masyarakat dalam

menggunakan jasa asuransi. Oleh karena itu diperlukan adanya transparansi dan akuntabilitas

dalam menjalankan roda bisnis karena besarnya dana masyarakat dan DPK yang dikelola

(2)

Kehadiran auditor untuk memberikan assurance atas kredibilitas dan keandalan atas laporan

keuangan mutlak ditemukan. Alasan tersebut mendorong auditor eksternal bekerja untuk

memberikan pelayanan yang memadai tentang kewajaran dan keakuratan laporan keuangan

perusahaan asuransi.

Banyaknya peraturan dan pertimbangan teknis yang harus ditaati dan disesuaikan dengan

akuntansi perusahaan inilah menyebabkan adanya celah misstatement dalam pengungkapan

laporan keuangan perusahaan asuransi. Disamping itu juga perusahaan asuransi berkaitan erat

dengan sumber ketidakpastian seperti estimasi klaim, cadangan premi, penetuan resiko atas premi,

nilai wajar instrument investasi dan penilaian kecukupan likuiditas. Tanpa pengetahuan dan

pemahaman yang cukup tentang operasi perusahaan asuransi, auditor akan mengalami kesulitan

untuk memberikan jasa assurance atas laporan keuangan klien. Maka diperlukan pengujian atas

bukti audit

Secara umum, konstruksi teori dari audit mengikuti perkembangan dari teori akuntansi, walaupun

terdapat semacam lag diantara keduanya (Godfey, 2010). Perkembangan teori audit kemudian

muncul di era normative dimana teori tersebut emnjelaskan tenyang bagaimana shearusnya audit

yang baik.

Hasil Penelitian

Dari hasil uji efektivitas operasi proses kebijakan penerimaan underwriting PT.A , auditor

memeriksa sample dari beberapa contoh sample dari sepanjang tahun untuk menentukan apakah

(3)

Auditor menemukan control otomatis dalam tes ini karena kinerja yang konsistenm dari klien. PT.

A Tbk telah memiliki control level otorisasi maupun control kelengkapan dokumen yang

dibenamkan dalam system IT.

Hasil menunjukkan mayoritas sample yang dipilih telah dilengkapi dengan otorisasi dan dokumen

pendukung yang telah diharuskan. Namun beberapa sample transksi tidak tersediaan dokumen

pendukung. Hal ini dikarenakan masalah teknis dimana salah satu kantor cabang yang diperiksa

baru saja memindahkan operasionalnya di kantor baru.

Lalu pada data awal, terdapat perbedaan antara laporan produksi underwriting yang dibuat oleh

bagian underwriting dan catatan dalam akuntansi yang disebabkan karena ketidaktaatan divisi

underwriting dalam menjalankan SOP pembuatan laporan underwriting.

Auditor berpendapat ketiadaan relevansi antara pergerakan pos asset reasuransi yang mengalami

penurunan signifikan bila ditelisik kepada pas klaim reasuransi.

Auditor menemukan beberapa missing document ketika melakukan inspeksi sampel dari dokumen

akseptasi kepada Kantor Cabang.

Lalu dalam hal tataran praktek, perusahaan sebenarnya belum siap untuk menerapkan PSAK 62,

auditor menerima laporan aktuaris berguna untuk melihat tes kecukupan likuiditas dan nilai

cadangan premi.

Critical Review

Auditor telah cukup melakukan prosedur audit pada tahap perencanaan, semua bukti audit

kompeten mengenai profil, materialitas, operasi, system dan resiko yang berguna untuk melakukan

(4)

Pada tahap pelaksanaan audit, auditor telah mendapatkan bukti-bukti yang kompeten mulai dari

test of control smapai dengan pemeriksaan atas saldo. Namun mengenai kecukupan bukti, auditor

kurang maksimal dalam mendapatkan skala bukti yang lebih banyak sehingga mendpaata

judgement keyakinannya. Sayangnya auditor hanya melakukan inspeksi terhadap 2 kantor cabang

yang hanya 15% cakupan, tidak 100% cakupan.

Terkait prosedur test of detailed balance pos piutang premi, auditor tidak melanjutkan pendasaran

pada surat konfirmasi karena waktu pengiriman yang terbatas. Sehingga kecukupan dan

kompetensi masih kurang dimana prosedur konfirmasi atas utang dikategorikan bukti audit yang

reliable tidak berjalan.

Berdasarkan analisis kecukupan bukti audit siklus underwriting pada bab pembahasan, bukti audit

yang didapat dalam proses pemeriksaan di PT. A menunjukkan hasil yang kurang maksimal.

Sehingga hasilnya hamper semua konfirmasi belum kembali sampai auditor pull-out dan memaksa

auditor hanya mengandalkan pemeriksaan penerimaan piutang subsequent setelah tanggal tutup

Referensi

Dokumen terkait