• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Hobi Olahraga Bulu Tangkis deng

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Hobi Olahraga Bulu Tangkis deng"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Setiap orang mempunyai hobi masing-masing. Dan tumbuh karena atas kehendak di diri seseorang karena faktor kebiasaan dan kesenangan. Hobi merupakan kegiatan yang dilakukan pada waktu luang yang bertujuan untuk menenangkan fikiran, memenuhi keinginan dan mendapatkan kesenangan. Karena hobi adalah hal yang dilakukan tanpa paksaan siapapun dan seseorang melakukan nya dengan ikhlas.

Tidak semua orang memiliki hobi yang sama, hobi meliputi seperti olahraga, menyanyi, menari, menonton, travelling, menulis, dan banyak hal lainnya. Hobi yang positif akan mendapatkan hasil positif pula, hobi banyak sekali manfaat nya. Tak hanya untuk bersenang senang atau mengisi waktu luang saja, orang yang mendalami hobi nya dan bisa mengeksplorasi hobi nya, bisa mendapatkan keuntungan dan bahkan apresiasi dari masyarakat akan hobi nya itu sendiri. Sebagai contoh: hobi menyanyi, seseorang yang hobi menyanyi dan memiliki suara yang merdu serta pernah mengikuti les menyanyi dan pada saat ada kontes pemilihan penyanyi ia ikut, karena hobi nya menyanyi yang ia eksplor kan ke orang-orang, membuat orang-orang tersebut tahu bahwa ia memiliki suara yang merdu, bahkan sampai bisa memenangi kontes menyanyi tersebut dan hadiah nya membuat ia bangga kepada dirinya sendirinya dan membuat keluarganya bangga kepadanya.

(2)

nyaman dan bisa menghilangkan segala beban yang ada didalam diri untuk sementara, karena kita melakukan kegiatan yang kita inginkan.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian hobi dan manfaat nya? 2. Apa pengertian dari olahraga bulu tangkis?

3. Kenapa memilih olahraga bulu tangkis sebagai hobi?

4. Apa kaitan dari hobi olahraga bulu tangkis dengan psikologi kognitif?

C. TUJUAN MASALAH

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah:

1. Jelaskan pengertian hobi dan manfaat nya 2. Menjelaskan pengertian olahraga bulu tangkis

3. Menjelaskan kenapa memilih olahraga bulu tangkis sebagai hobi

4. Mengetahui kaitan dari hobi olahraga bulu tangkis dengan psikologi kognitif

(3)

1. Pengertian Hobi

Minat/keinginan/hobi erat hubungannya dengan perhatian yang dimiliki. Karena perhatian mengarahkan timbulnya kehendak pada seseorang. Kehendak atau kemauan ini juga erat hubungannya dengan kondisi fisik seseorang misalnya dalam keadaan sakit, capai, lesu atau mungkin sebaliknya yakni sehat dan segar. Juga erat hubungannya dengan kondisi psikis seperti senang, tidak senang, tegang, bergairah dan seterusnya (Sobur, 2003:246).

Menurut kamus lengkap psikologi, minat (interest) adalah (1) satu sikap yang berlangsung terus menerus yang memolakan perhatian seseorang, sehingga membuat dirinya jadi selektif terhadap objek minatnya, (2) perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas, pekerjaan, atau objek itu berharga atau berarti bagi individu, (3) satu keadaan motivasi, atau satu set motivasi, yang menuntun tingkah laku menuju satu arah (sasaran) tertentu (dalam Chaplin, 2008:255).

Menurut Crow & Crow (dalam Abror, 1993) hobi/minat adalah sesuatu yang berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.

Rast, Harmin dan Simon (dalam Mulyati, 2004) menyatakan bahwa dalam hobi itu terdapat hal-hal pokok diantaranya: (1) adanya perasaan senang dalam diri yang memberikan perhatian pada objek tertentu, (2) adanya ketertarikan terhadap objek tertentu, (3) adanya aktivitas atas objek tertentu, (4) adanya kecenderungan berusaha lebih aktif, (5) objek atau aktivitas tersebut dipandang fungsional dalam kehidupan dan (6) kecenderungan bersifat mengarahkan dan mempengaruhi tingkah laku individu.

Definisi hobi menurut Shaleh (2004) adalah suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang.

(4)

dalam diri yang mempengaruhi gerak dan kehendak terhadap sesuatu, merupakan dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya.

2. Manfaat Hobi

a. Efektivitas waktu

Menurut Hukum Parkinson, Anda akan menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan ketersediaan waktu. Misalnya, jika tersedia waktu dua jam untuk menyelesaikan suatu tugas, Anda cenderung menyelesaikan tugas tersebut dalam waktu dua jam. Namun, bila memiliki hobi yang harus dikerjakan setelah tugas tersebut selesai, kita cenderung mampu menyelesaikan tugas tersebut kurang dari waktu yang tersedia. Dapat dikatakan, hobi mendorong efisiensi waktu.

b. Membuat lebih aktif

Anda mungkin terbiasa menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan pasif, seperti menonton TV atau menjelajah di Internet. Cobalah melakukan aktivitas yang membuat Anda lebih aktif, seperti melakukan olahraga yang disukai. Waktu akan terasa lebih cepat berlalu saat mengerjakan hobi.

c. Memperkaya identitas

Hobi akan menjadi bagian dari identitas. Anda dapat membagi pengalaman dan pengetahuan tentang hobi yang dimiliki kepada orang lain. Tidak hanya kita yang semakin bersemangat dengan hobi yang dijalani, orang lain yang mendengarnya juga akan merasakan hal sama.

d. Membantu mengatasi stres

Ketika mengalami kegagalan atau baru saja mengalami hari yang buruk, kita bisa sejenak melupakannya dengan melakukan hobi. Hobi juga bisa menjadi "pengingat" untuk tidak terlarut dalam kegagalan tersebut bahwa masih ada aktivitas lain yang akan membuat kita merasa lebih baik.

e. Hobi bisa jadi sumber pendapatan

(5)

Awalnya untuk hadiah teman dan kerabat. Ternyata, teman-temannya sangat menyukai hadiah tersebut dan menceritakan kepada teman lain. Mereka inilah yang kemudian tertarik untuk membeli. Dan hobi pun bisa jadi sumber penghasilan pada akhirnya.

B. Olahraga Bulu Tangkis

Olahraga saat ini sudah menjadi sebuah trend atau gaya hidup bagi sebagian orang, bahkan untuk sebagian orang yang lain olahraga menjadi sebuah kebutuhan mendasar dalam hidupnya. Olahraga menjadi sangat penting karena tidak terlepas dari kebutuhan mendasar manusia itu sendiri yang pada prinsipnya selalu bergerak. Olahraga itu sendiri merupakan serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan gerak yang bertujuan untuk mempertahankan hidup serta meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Tujuan seseorang berolahraga adalah untuk meningkatkan derajat sehat dinamis (sehat dalam gerak), dan sehat statis (sehat dikala diam). Olahraga mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Mutohir (2005), hakekat olahraga adalah sebagai refleksi kehidupan masyarakat suatu bangsa.

Bulutangkis adalah cabang olahraga yang termasuk dalam kelompok olahraga permainan kecil. Dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan menggunakan shuttlecock (bola) dan raket sebagai alat untuk memukul shuttlecock. Olahraga ini menjadi salah satu olahraga yang paling banyak digemari, karena permainan ini mudah untuk dilakukan dan menyenangkan. Cabang olahraga ini, seorang dituntut harus memiliki kelenturan, kelincahan, ketahanan fisik dan keterampilan.

(6)

bermain dengan cara benar. (Budi Sutrisno dan Muhammad B. K, 2010: 20).

Menurut Muhajir (2007:29) Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok olahraga permainan. Permainan bulutangkis dapat dimainkan di dalam maupun di luar lapangan, dengan lapangan yang dibatasi garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu.

Sedangkan menurut Salim (2008:9) Bulutangkis adalah aksi saling memukul terhadap sebuah bola terbentuk seperti peluru yang dilengkapi asesoris yang terbuat dari bulu unggas. Aksi saling memukul ini dilakukan oleh dua orang atau regu yang saling melontar dan menerima bola.

Selanjutnya, menurut Grice (2007:1) bahwa permainan bulutangkis merupakan olahraga yang dimainkan dengan menggunakan net, raket, dan bola dengan teknik memukul yang bervariasi mulai dari relative lambat hingga yang sangat cepat disertai dengan gerakan tipuan.

(7)

(bola) sebagai objek yang dipukul dan melintas melewati net untuk menyatakan bahwa bola masih dalam keadaan hidup.

Tujuan awalnya menjaga shuttlecock agar tetap berada diudara dalam waktu selama mungkin. Permainan bulutangkis dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan. Permainan yang memerlukan kecepatan, kelincahan, kelenturan, ketepatan, dan ketahan fisik.

C. Alasan Memilih Olahraga Bulu Tangkis Sebagai Hobi

Alasan saya memilih olahraga bulu tangkis karena, olahraga merupakan kegiatan yang menyehatkan tubuh, dan bulu tangkis menurut saya merupakan olahraga yang menyehatkan tubuh dan merupakan olahraga yang menyenangkan. Saya biasanya bermain bulu tangkis dengan kakak, abang, atau teman saya pada sore hari, tepatnya pada saat libur dan pada saat waktu luang.

Jika bermain olahraga bulu tangkis, saya seperti merasa tertantang untuk menang, saya merasakan saya berada di tengah lapangan dalam kompetisi, karena saya dan kakak saya sering untuk menetapkan skor pada saat bermain, dan jika yang kalah akan diberi hukuman. Dan itu membuat saya semangat untuk bermain.

(8)

Permainan bulutangkis dilakukan dengan gerakan memukul menggunakan raket, gerakan berdiri, melangkah, berlari, gerakan menggeser, gerakan meloncat, gerakan badan ke berbagai arah dari posisi diam dan lain sebagainya. Dari semua gerakan itu terangkai dalam satu pola gerak yang menghasilkan suatu kesatuan gerak pemain dalam melakukan olahraga bulutangkis.

D. Kaitan Hobi Olahraga Bulu Tangkis Dengan Psikologi Kognitif 1. Mental imagery

Dalam hal kaitan hobi bermain olahraga bulu tangkis dengan psikologi kognitif saya mengaitkan dengan “mental imagery”. Mental imagery adalah menjelaskan bahwa mental imagery mengacu pada bayangan performance yang berhasil sebelum aktivitas yang sesungguhnya. Weinberg dan Gould (2003) menyatakan imagery merupakan suatu proses yang terjadi ketika sensor-sensor pengalaman yang disimpan dalam ingatan dipanggil lagi dan ditampilkan dalam pikiran tanpa adanya rangsang dari luar.

Sedangkan menurut Thomas (2010) mental imagery, secara literal sering dirujukkan sama seperti visualisasi, melihat dengan mata bayangan, mendengar sesuatu di dalam kepala, mengimajinasikan perasaan, dan sebagainya. Mental imagery merupakan suatu representasi situasi lingkungan dalam kognisi atau pikiran seseorang. Representasi mental tersebut erat hubungannya dengan pembentukan pengalaman dalam pikiran pada proses gambaran mental. Penggambaran mental (mental imagery) terbagi menjadi 2 yaitu:

a. Visual berupa penglihatan oleh mata. b. Auditori berupa pendengaran oleh telinga.

(9)

dilaksanakan”. Jadi, sebelum memulai untuk bermain bulu tangkis kita harus membuat perencanaan bawah sadar atau mental imagery dalam arti pemain mampu membuat perencanaan gerak atau taktik permainan sebelum pertandingan berlangsung. Contohnya, seperti latihan pemusatan perhatian dan relaksasi.

Thomas Tutko, seorang psikolog dari San Jose State University pernah mengatakan ‘’latihan imajiner akan menjadi satu faktor penting dalam dunia olahraga pada tahun 1980-an’’(Tulisan Joel Greenberg dalam New York Times, 8 September 1981). Berdasarkan laporan Joel tersebut, Tutko menjelaskan, dalam program latihan imaginer itu, pemain mengerahkan kemampuannya yang terbaik, makin lama makin baik hingga mencapai tingkat puncak.

Menurut Sapta Kunta bahwa “Latihan imagery adalah suatu latihan dalam alam fikiran pemain, dimana pemain membuat gerakan-gerakan yang benar-benar melalui imajinasi dan setelah dimatangkan kemudian dilaksanakan”. Menurut Singgih D. Gunarsa bahwa “imajeri juga dapat digunakan dalam merencanakan strategi-strategi bertanding dalam latihan-latihan rutin serta keterampilan untuk mempertahankan perasaan tenang dibawah tekanan, sehingga kehidupan emosi dapat dikendalikan secara konstruktif ”.

Dari pengertian imagery yang disampaikan oleh beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa imagery adalah suatu proses membayangkan suatu keadaan tertentu yang membutuhkan konsentrasi dan perasaan tenang atas apa yang dilakukan dibawah tekanan yang dilakukan dalam keadaaan tenang.

2. Sensasi

(10)

3. Persepsi

Persepsi adalah interpretasi hal-hal yang diindra. Jadi, saat lawan men-smash bola kearah kita, pada saat itu bola tersebut tepat memantul di jidat saya dan itu rasa nya sakit.

4. Atensi

Atensi adalah pemusatan fikiran/kesadaran. Jadi, dalam bermain bulu tangkis, kita memusatkan pikiran kita pada bola dari lawan, agar saat lawan melempar bola, kita bisa menangkap bola tersebut dengan baik. 5. Kesadaran

Kesadaran adalah atensi membawa peristiwa-peristiwa ke alam kesadaran. Jadi, saat bermain bulu tangkis kita sedang dalam keadaan sadar. Dan kita bisa menggunkan panca indera dengan baik.

6. Neurosains kognitif

Neurosains kognitif adalah otak dan sistem saraf pusat adalah pendukung anatomis bagi atensi. Jadi, dalam bermain bulu tangkis, otak dan sistem saraf pusat sama-sama bekerja.

7. Sensory memory

Sensory memory atau penyimpanan cerapan indera adalah penyimpanan awal sebagian besar informasi, namun pada akhirnya akan memasuki tempat penyimpanan memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Jadi, pada saat saya bermain bulu tangkis, saya bisa melihat stimulus atau bola dan lawan serta ara lawan dalam melemparkan bola dan menangkis bola melalui panca indera saya, yaitu visual dan auditory.

8. Short term memory

Short term memory atau memori jangka pendek adalah ingatan yang hanya memiliki kapasitas 30 detik. Jadi, pada saat lawan main bulu tangkis saya, ia men-smash bola ke jidat saya itu terjadi begitu saja, dan sangat cepat. Sehingga saya tidak tahu seperti apa ia melemparkan bola tersebut ke arah saya. Dan saya hanya mengingat nya sedikit.

(11)

Long term memory atau memori jangka panjang adalah ingatan yang permanen. Jadi, saya suka bermain bulu tangkis sejak kelas 4 SD, saat itu saya bermain dengan teman saya. Pada saat jam ekstrakurikuler, saat itu saya memakai seragam olahraga. Dan ada salah satu teman saya sakit, guru saya pun membawa nya ke UKS. Tapi saya tetap bermain bulu tangkis. Kami bermain ditengah lapangan sekolah. Ingatan yang sudah lama itu masih saya ingat sampai sekarang.

10. The distinctive of memory codes

Yaitu mengingat informasi dalam penyimpanan jangka pendek, dimana seseorang akan memudah mengingat jika situasinya sama dengan situasi pada waktu ia melakukan pemberian kode khusus pada situasi sebelumnya. Jadi, semakin khas pengalaman yang kita dapatkan maka semakin khas pula ingatan kita. saya mengingat pertama kali saya suka bermain bulu tangkis adalah karena pada saat itu saya memakai seragam olahraga. Dan pada saat itu teman saya sakit. Ingatan itu yang khas di memori saya.

11. The structure of semantic memory

Yaitu pengetahuan terorganisir mengenai dunia memori semantik juga memungkinkan kita mengkodekan objek-objek yang ada disekitar kita dengan menggabungkan beragam objek serupa ke dalam konsep yang sama. jadi, saya suka bermain bulu tangkis juga karena saya sering melihat orang bermain bulu tangkis di TV, pada saat itu saya melihat nya saya keren, dan itu mudah sekali jika dilihat. Saya melihat lapangan nya pun bagus sekali untuk dijadikan tempat pertandingan. Tapi, saat saya mencoba, sulit sekali untuk bermain bulu tangkis dengan ala atlet di TV. 12. Skema

(12)

bola, menerima bola, menangkis bola, menservice bola serta men-smash bola, semua itu mudah sekali dilakukan oleh atlet tersebut di TV, tapi sewaktu saya melakukan tersebut itu tidaklah mudah, saya perlahan lahan untuk mengikutinya, jika terbiasa dalam melakukannya pasti bisa, dan hasilnya karena saya lumayan sering bermain bulu tangkis, saya sudah mulai bisa bermain bulu tangkis dengan baik, karena melihat para atlet tersebut tanding di TV.

13. Kecerdasan kinestetik

Yaitu kemampuan dalam menggunakan anggota tubuh, seperti saya, bisa bermain bulu tangkin karena kepiawaian tangan saya dalam menggunakan raket dan kaki saya dalam melompat saat menangkis bola yang melambung tinggi serta saat mengejar bola.

14. Problem Solving

Pemecahan masalah adalah mencari jalan keluar atau solusi dari suatu permasalahan. Jadi, pada saat ronde 1 saya kalah dalam bermain bulu tangkis, saya harus memikirkan agar ronde ke 2 tidak kalah lagi, pada saat itu saya harus mencari jalan keluarnya, dengan cara mengganti strategi bermain saya.

15. Metakognisi

Yaitu kemampuan mengenali dan mengetahui kelemahan dan kelebihan didalam diri kita sendiri. Iya, saya tahu kelemahan saya, dan juga kelebihan, saya bisa bermain bulu tangkis, saya bisa menjangkau umpan lambung tinggi walaupun harus melompat, tapi saya tidak bisa menangkis atau menghindar dari pukulan smash yang mengarah ke saya, sebab itu sangat cepat, itulah kelemahan dan kelebihan saya dalam bermain bulu tangkis.

BAB III PENUTUP

(13)

Imagery adalah suatu proses membayangkan suatu keadaan tertentu yang membutuhkan konsentrasi dan perasaan tenang atas apa yang dilakukan dibawah tekanan yang dilakukan dalam keadaaan tenang. Secara literal sering dirujukkan sama seperti visualisasi, melihat dengan mata bayangan, mendengar sesuatu di dalam kepala, mengimajinasikan perasaan, dan sebagainya.

Jadi, sebelum memulai permainan olahraga badminton saya harus memikirkan taktik apa yang harus saya pakai saat bermain, dan bayangan apa jika saya melakukan serangan seperti ini, dan saat diserang oleh lawan saya harus tetap tenang, konsentrasi dan fokus pada taktik yang saya buat sebelum memulai suatu permainan.

B. SARAN

Menurut saya Hobi adalah kegiatan yang dilakukan karena faktor kebiasaan, menyenangkan dan dilakukan pada waktu luang. Jadi, bagi anda yang belum mempunyai hobi, coba mulai dari sekarang anda cari sesuatu kegiatan yang anda sukai, sehingga anda dapat menikmati dan menekuni kegiatan tersebut, dan pada akhirnya kegiatan itu dapat menjadi sebuah hobi untuk anda.

Apapun hobi anda, baik olahraga, membaca, menulis, berternak, berkebun, bersepeda, memasak, atau apapun itu, yang pasti anda telah mendapatkan sesuatu kegiatan yang anda sukai, tentunya akan bermanfaat bagi diri anda sendiri yang menjalaninya.

DAFTAR PUSTAKA

(14)

Nurfadhila., Risti. (2016). Pengaruh Latihan Imagery Dan Koordinasi Terhadap Keterampilan Forehand Drive Petenis Pemula. Jurnal Keolahragaan, Vol. 4. No. 2, : 196-206

Solso, Robert.L., Otto H.Maclin, M. Kimberly Maclin. 2007. Psikologi Kognitif (edisi kedelapan). Jakarta :Erlangga

Sternberg, R.J. 2008. Psikologi Kognitif edisi keempat. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Referensi

Dokumen terkait