• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.3. BIDANG KEGIATAN KKN-PPM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1.3. BIDANG KEGIATAN KKN-PPM"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. JUDUL TEMA

Pemberdayaan dan Peningkatan Potensi Bidang Pertanian dan Perkebunan dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tiga.

1.2. LOKASI

Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

1.3. BIDANG KEGIATAN KKN-PPM

Adapun bidang kegiatan yang akan dilaksanakan dalam KKN-PPM ini, meliputi:

a. Prasarana Fisik(PF).

b. Peningkatan Produksi(PP).

c. Sosial Budaya(SB).

d. Kesehatan Masyarakat(KM).

1.4. LATAR BELAKANG

Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali merupakan salah satu tempat KKN PPM Unud periode XIII tahun 2016. Dengan masuknya Desa Tiga ini mengindikasikan bahwa masih terdapat berbagai masalah dan dinamika di Desa Tiga . Masalah-masalah tersebut menyangkut berbagai bidang seperti bidang sosial budaya, peningkatan produksi, prasarana fisik, dan kesehatan masyarakat. Maka setiap permasalahan tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan monodisipliner. Semuanya secara perlahan harus diselesaikan secara interdisipliner. Banyak sekali latar belakang yang menjadi cikal bakal berbagai masalah di Desa Tiga.

Jumlah penduduk Desa Tiga sebanyak 6.700 jiwa dengan 1.762 kepala keluarga.Secara topografi desa Tiga terletak di daerah dataran tinggi, tepatnya di sebelah utara bukit Buungan dengan luas wilayah 10, 5 km2. Desa Tiga termasuk dataran tinggi dengan ketinggian tempat 700-1.200 m dari permukaan air laut yang mengakibatkan desa Tiga beriklim tropis dimana sepanjang tahun mendapat curah hujan yang cukup, dengan rata-rata curah hujan

(2)

2 pertahunnya sebesar 2.899 mm. Sehingga kelembapan udara tergolong sedangdengan suhu rata-rata harian 27°C. Desa Tiga terdiri dari 9 banjar yaitu:

1. Banjar Tiga, 2. Banjar Buungan,

3. Banjar Penglumbaran Kangin, 4. Banjar Linjong,

5. Banjar Temaga, 6. Banjar Kayuambua, 7. Banjar Malet Tengah,

8. Banjar Malet Kuta Mesir, dan 9. Banjar Pukuh.

Secara administratif Desa Tiga mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut, - sebelah utara berbatasan dengan Desa Pengotan dan Desa Sekardadi,

- sebelah timur berbatasan dengan Desa Kayubihi,

- sebelah selatan berbatasan dengan Desa Sulahan dan Penglumbaran - sebelah barat berbatasan dengan Desa Penglumbaran.

Mata pencaharian penduduk Desa Tiga sebagian besar adalah di bidang pertanian dan perkebunan sesuai dengan keadaan topografinya yang merupakan daerah pertanian di dataran tinggi. Keadaan iklim dari Desa Tiga yang terbilang sejuk sangat cocok untuk tanaman perkebunan jenis tertentu, seperti pisang, jenis umbi-umbian, jeruk , kelapa, dan cokelat yang saat ini lebih banyak difokuskan pada budidaya jeruk. Di samping sektor pertanian, sektor peternakan juga merupakan mata pencaharian sampingan dari sebagian besar masyarakat Desa Tiga seperti ternak ayam ras, ayam kampung, dan sapi.

Awal mula sebagian besar penduduk Desa Tiga bermata pencaharian sebagai petani.

Namun,saat ini 70% penduduknya bekerja di bidang pertanian dan perkebunan dan 30%

lainnya mengembangkan usahanya dalam bidang peternakan. Dari 6.561 jiwa jumlah warga Tiga pada tahun 2010, sebanyak 2.883 jiwa yang masih menggantungkan kehidupannya dari sektor pertanian. Kebanyakan jenis perkebunan yang dikelola oleh masyarakat Desa Tiga adalah perkebunan jeruk. Cara pemeliharaan tanaman jeruk di desa Tiga tergolong cukup baik, hal ini terlihat dari kuantitas hasil produksi yang sudah cukup banyak. Namun untuk

(3)

3 kualitas hasil panen sangatlah bergantung dari cara bercocok tanam dari masing-masing petani.

Pemasaran hasil panen jeruk di Desa Tiga, hampir sebagian besar dipasarkan dalam bentuk buah segar. Berdasarkan survei di lapangan yang dilakukan pada sebuah kelompok tani di banjar Linjong, ketika musim panen banyak jeruk yang busuk dan terbuang pada beberapa kebun yang dimiliki petani yang masih belum memahami teknik pemeliharaan jeruk, selain itu harga jual mengalami penurunan yang drastis karena over produksi dari jeruk itu sendiri. Oleh karena itu penting bagi masyarakat Desa Tiga khusunya bagi yang bermata pencahariannya di bidang perkebunan jeruk untuk mengetahui cara mengatasi masalah pemanfaatan hasil panen jeruk, agar nantinya hasil panen yang diperoleh dapat diolah menjadi suatu produk yang memiliki daya jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan produk buah segar, seperti dodol jeruk dan selai jeruk.Berbagai dampak positif lainnya dari pengolahan produk buah segartersebut adalah masyarakat dapat mengembangkan home industry sehingga dapat meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat.

Berdasarkan data yang didapat dari profil desa tahun 2009 - 2010, di Desa Tiga tersedia fasilitas pendidikan berupa SKB, 3 PAUD, 2 TK, 6 SD, dan 1 SMP.

Pendidikan merupakan suatu proses sosial di mana seseorang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah), sehingga dia dapat memperoleh dan mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimal untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang berguna bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu penting bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan sedini mungkin. Tidak hanya pendidikan yang didapat di sekolah, namun juga di rumah. Berdasarkan survei yang didapat dari hasil wawancara secara acak kepada beberapa keluarga di 9 banjar hampir sebagian besar memiliki pemikiran bahwa pendidikan bukanlah menjadi suatu prioritas sehingga orang tua menjadi kurang mendorong anak untuk belajar di rumah. Anak-anak dibiarkan saja untuk bermain atau membantu orang tua bekerja sehingga prestasi di sekolah pun menjadi menurun. Berdasarkan survei di SD 4 terdapat beberapa anak kelas 2 SD yang masih belum lancar membaca.

(4)

4 Pembangunan kesehatan yang merupakan bagian dari prioritas utama pembangunan di Desa Tiga harus terus ditingkatkan baik melalui peningkatan kemampuan dan pengetahuan kader-kader di masyarakat dan juga dengan perbaikan sarana dan prasarana kesehatan seperti merehabilitasi puskesmas induk maupun puskesmas pembantu (pustu) di daerah Desa Tiga.

Desa Tiga juga memiliki fasilitas kesehatan seperti fasilitas posyandu di masing- masing banjar yang melayani penimbangan bayi, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, imunisasi, pelayanan gizi dan pelayanan terhadap lansia. Selain dua buah pustu, telah dicanangkan juga oleh pemerintah Desa Tiga untuk pembangunan satu buah pustu di Banjar Pukuh. Disamping jasa puskesmas, masyarakat Desa Tiga memanfaatkan juga jasa dokter praktek mandiri dan paramedis.

Berdasarkan profil Puskesmas tahun 2009/2010, kesehatan/ gizi bayi dan balita telah mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan sehingga angka kematian bayi tidak terjadi peningkatan. Pada tahun 2009, 1 orang bayi meninggal dan pada tahun 2010 sebanyak 1 bayi meninggal akibat cacat bawaan. Peningkatan gizi bayi dan balita diikuti oleh menurunnya kejadian gizi buruk balita, yaitu 6 orang balita yang mengalami gizi buruk pada tahun 2009 menjadi 3 pada tahun 2010. Keberhasilan ini, dikarenakan bidan desa/ kader posyandu, disertai oleh para kepala lingkungan selalu memakai pola jemput bola apabila ada bayi yang belum terimunisasi.

Tingkat kesehatan masyarakat yang terus meningkat secara langsung berimplikasi kepada meningkatnya tingkat harapan penduduk sehingga umur penduduk yang meninggal secara umum semakin tinggi. Peningkatan ini dapat dilihat dari angka harapan hidup penduduk tahun 2009 sebesar 64 sedangkan pada tahun 2010 meningkat menjadi 71 atau meningkat 10,93%. Beberapa upaya yang dilakukan oleh Perbekel untuk meningkatkan angka harapan hidup para lansia diantaranya memberikan pengobatan gratis, pembentukan posyandu lansia, senam lansia dan lain - lain. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Desa Tiga masih belum sebanding dengan angka kejadian pernikahan usia dini yang ada, dimana berdasarkan data profil Puskesmas I Susut kehamilan usia dini semakin meningkat dimana tahun 2012 sebesar 1,9% sedangkan pada Januari - Juni 2013 sebesar 8,6%. Hal ini sangatlah mengkhawatirkan baik dari segi kesehatan dan juga perekonomian. Kehamilan di usia dini merupakan kehamilan yang berisiko baik bagi kesehatan ibu maupun anak yang dikandungnya, dan juga dapat memberikan beban psikologis dan ekonomi bagi keluarga.

(5)

5 Desa Tiga tidak mengalami kesulitan dalam ketersidiaan air. Berdasarkan profil Desa Tiga tahun 2009-2010, sumber air bersih yang paling banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah dari sumber mata air dengan pola swadaya berkelompok yaitu sebanyak 1174 KK pada tahun 2009 dan tahun 2010 adalah 1210 KK. Bila diperhatikan derajat kesehatan, maka indikator penting yang memegang peran di dalam kualitas kesehatan adalah kepemilikan jamban/ WC. Sebanyak 1447 KK pada tahun 2009 dan tahun 2010 adalah 1472 KK. Namun, hingga saat ini sekitar 30% KK masih ada yang tidak memilki jamban/ WC. Selain itu, tidak semua warga yang memilki jamban/ WC memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik, masih ada sebagian warga yang melakukan MCK di sungai.

1.5. TUJUAN

Tujuan kegiatan KKN PPM di Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli ini adalah memberdayakan Sumber Daya melalui Pengembangan Potensi Desa di Tiga baik berupa Prasarana Fisik (PF), Peningkatan Produksi (PP), Sosial Budaya (SB), Kesehatan Masyarakat (KM)

Untuk mencapai tujuan kersebut dapat dijabarkan dalam bentuk tujuan spesifik sebagai berikut.

1. Peningkatan kemampuan SDM dengan pelatihan dasar teknologi informasi

2. Peningkatan perekonomian masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan tentang budidaya jeruk yang baik dan pemanfaatan limbah kotoran ternak.

3. Meningkatkan kesehatan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan.

4. Peningkatan prasarana fisik melalui kegiatan kebersihan dan penanaman pohon atau bunga lokal.

1.6. MANFAAT

Adapun manfaat dari diadakannya KKN-PPM Ke-XIII Universitas Udayana yang berlokasi di Desa Tiga adalah :

1. Adanya perbaikan kualitas pertanian Jeruk di Desa Tiga.

2. Adanya peningkatan terhadap pendapatan yang diterima oleh kelompok sasaran produk Jeruk di Desa Tiga.

3. Adanya peningkatan penguasaan pengetahuan, teknologi dan bahasa asing guna

(6)

6 meningkatkan kualitas SDM di Desa Tiga.

4. Adanya peningkatan kualitas hidup melalui keterjaminan kesehatan masyarakat Desa Tiga.

1.7. SASARAN

Adapun kelompok sasaran dari KKN-PPM Ke-XIII Universitas Udayana yang berlokasi di Desa Tiga adalah :

1. Kelompok Petani Jeruk 2. Kelompok peternak Ayam

3. Generasi Muda (STT, Karang Taruna) 4. Anak usia sekolah

5. Kader kesehatan di Desa Tiga 6. Perbekel di Desa Tiga

1.8. METODE A. Persiapan

a. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan KKN PPM

Meliputi seluruh rencana program yang akan dilaksanakan di desa sasaran dan metode pelaksanaan program tersebut.

b. Materi Persiapan dan Pembekalan KKN PPM

Materi persiapan meliputi pengumpulan berbagai bahan-bahan dan peralatan peraga yang digunakan dalam kegiatan KKN PPM. Sebelum turun ke desa, mahasiswa diberikan pembekalan terlebih dahulu oleh panitia KKN PPM, dosen pembimbing lapangan, tenaga ahli sesuai tematik KKN. Materi pembekalan adalah sebagai berikut :

- Pengenalan wilayah - Problem solving

- Pengetahuan teknis terkait tematik kegiatan -

c. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan KKN PPM UNUD

(7)

7 Kegiatan KKN PPM Unud dilakukan selama bulan Februari-Maret 2014 di Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali

B. TINDAKAN PELAKSANAAN a. Metode

Luaran kegiatan dari KKN PPM dapat digolongkan menjadi empat, yaitu di bidang Prasarana Fisik (PF), Peningkatan Produksi (PP), Sosial Budaya (SB), Kesehatan Masyarakat (KM). Untuk mencapai target luaran tersebut maka dilakukan dengan metode seperti pengumpulan data melalui survei lapangan, pengorganisasian dan program pemberdayaan melalui penyuluhan, pelatihan, pembinaan dan pendampingan yaitu pertemuan secara berkala antara pendamping dengan kelompok sasaran.

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian melaui tahapan: 1) Penjajakan, visitasi untuk mengeksplorasi dan mengakomodasi data, informasi, berita, dan kegiatan warga pada kantor kantor

Ada pengaruh kompres hangat dan massage effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan pada primipara selama kala satu per- salinan setelah dilakukan intervensi dengan nilai

Huraian di atas menunjukkan banyak faktor yang mempengaruhi komitmen kerja pengetua dalam melaksanakan tugas, namun sesuai dengan permasalahan yang terjadi pada sekolah

(ii) Pendaftar Pusat Operasi e-Lelong hendaklah dalam tempoh empat belas (14) hari daripada tarikh penerimaan perakuan bertulis penerimaan baki harga belian

Sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan R guru BK di SMA Negeri 1 Samarinda pada tanggal 16 November 2013, di SMA Negeri 1 Samarinda

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Pabrik Roti PT Inti Cakrawala Citra Bagian Produksi mengenai pengaruh komunikasi, kecerdasan emosional, dan

Pada penelitian kali ini metode yang digunakan adalah dengan membandingkan kecepatan server dalam melayani permintaan dari pengguna dengan menggunakan tools Apache

Setelah selesai menambahkan atau mengisi menu entri Visi maka Menu tombol “Create” yamg terdapat pada bagian bawah halaman ,di bagian atas halaman juga terdapat