• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cerita Dewi Rayungwulan dalam Serat Babad Pati.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Cerita Dewi Rayungwulan dalam Serat Babad Pati."

Copied!
123
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Agustina Tri Lestari
  • Pengajar:
    • Drs. Sukadaryanto, M.Hum
    • Yusro Edy Nugroho, S.S., M.Hum
  • Sekolah: Universitas Negeri Semarang
  • Mata Pelajaran: Sastra Jawa
  • Topik: Cerita Dewi Rayungwulan dalam Serat Babad Pati
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2009
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang penelitian mengenai cerita Dewi Rayungwulan dalam Serat Babad Pati. Penulis menyoroti pentingnya karya sastra sebagai cerminan budaya dan nilai-nilai masyarakat. Cerita babad sebagai genre sastra dianggap memiliki nilai sejarah dan pendidikan yang tinggi. Dalam konteks pendidikan, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan struktur naratif serta simbol dan makna filosofis yang terkandung dalam cerita tersebut, sehingga dapat memberikan wawasan bagi pembaca dan masyarakat mengenai peran wanita dalam sejarah dan kebudayaan lokal.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menguraikan pentingnya cerita babad sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai struktur dan makna dari cerita Dewi Rayungwulan, yang dianggap sebagai ikon wanita Pati. Hal ini relevan dengan tujuan pendidikan, di mana pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dapat membantu generasi muda menghargai dan melestarikan warisan budaya mereka.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini terdiri dari dua fokus utama: pertama, bagaimana struktur naratif cerita Dewi Rayungwulan dalam Serat Babad Pati, dan kedua, apa simbol dan makna filosofis yang terdapat dalam cerita tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk dijawab agar dapat memahami kontribusi cerita ini terhadap pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan struktur naratif dan makna filosofis dalam cerita Dewi Rayungwulan. Dengan memahami kedua aspek ini, diharapkan pembaca dapat lebih menghargai karya sastra sebagai alat pendidikan yang mengandung nilai-nilai moral dan sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu sastra, khususnya dalam kajian cerita babad. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan bagi masyarakat mengenai peran wanita dalam sejarah dan budaya, serta mendorong generasi muda untuk melestarikan cerita rakyat sebagai bagian dari identitas budaya mereka.

II. LANDASAN TEORETIS

Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari analisis cerita Dewi Rayungwulan, termasuk naratologi dan strukturalisme naratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dan teori hermeneutik untuk memahami makna yang terkandung dalam teks. Teori-teori ini sangat relevan dalam konteks pendidikan, karena dapat membantu siswa memahami cara menganalisis teks sastra secara mendalam, serta mengembangkan kemampuan kritis dan analitis mereka.

2.1 Naratologi

Naratologi adalah ilmu yang mempelajari struktur naratif dalam karya sastra. Dalam konteks ini, naratologi membantu peneliti untuk memahami bagaimana peristiwa dan karakter dalam cerita saling berhubungan dan berkontribusi terhadap makna keseluruhan. Pemahaman ini penting untuk pendidikan sastra, karena siswa dapat belajar bagaimana menyusun cerita yang koheren dan bermakna.

2.2 Strukturalisme Naratif

Strukturalisme naratif berfokus pada analisis elemen-elemen cerita, seperti peristiwa dan karakter. Dengan memahami struktur naratif, siswa dapat lebih mudah mengidentifikasi tema dan pesan dalam cerita. Ini juga mengajarkan mereka untuk menghargai kompleksitas dalam narasi dan bagaimana berbagai elemen bekerja sama untuk menciptakan makna.

2.3 Simbol dan Makna

Simbol dan makna adalah konsep penting dalam sastra yang membantu pembaca memahami konteks budaya dan nilai-nilai yang terkandung dalam teks. Dalam pendidikan, pengenalan terhadap simbolisme dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan menganalisis teks dengan lebih mendalam, serta mengaitkan makna dengan pengalaman hidup mereka.

III. METODE PENELITIAN

Bagian ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu pendekatan fenomenologis dan analisis deskriptif kualitatif. Metode ini relevan untuk pendidikan karena memberikan siswa keterampilan dalam mengumpulkan dan menganalisis data secara sistematis. Siswa diajarkan untuk berpikir kritis dan objektif, yang merupakan keterampilan penting dalam penelitian akademis.

3.1 Pendekatan Penelitian

Pendekatan fenomenologis digunakan untuk memahami pengalaman subjektif tokoh dalam cerita. Ini membantu siswa untuk berempati dan memahami perspektif yang berbeda, yang sangat penting dalam pendidikan karakter dan sosial.

3.2 Sasaran Penelitian

Sasaran penelitian ini adalah teks Serat Babad Pati yang mengisahkan Dewi Rayungwulan. Menentukan sasaran yang jelas membantu siswa untuk fokus pada analisis dan memahami konteks serta relevansi cerita dalam budaya lokal.

3.3 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, yang memungkinkan peneliti untuk menggali makna dan struktur dalam teks. Ini memberikan siswa keterampilan dalam analisis kritis, yang penting dalam studi sastra dan penelitian akademis secara umum.

IV. STRUKTUR NARATIF SERTA SIMBOL DAN MAKNA FILOSOFIS CERITA DEWI RAYUNGWULAN DALAM SERAT BABAD PATI

Bagian ini menyajikan analisis mendalam mengenai struktur naratif dan simbolisme dalam cerita Dewi Rayungwulan. Dengan memahami struktur dan makna, siswa dapat mengembangkan kemampuan analitis dan interpretatif yang penting dalam studi sastra. Hal ini juga membantu mereka memahami bagaimana sastra dapat mencerminkan realitas sosial dan budaya.

4.1 Struktur Naratif Cerita Dewi Rayungwulan

Analisis struktur naratif mengungkap bagaimana peristiwa dan karakter dalam cerita saling berinteraksi. Ini memberikan siswa pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana cerita dibangun dan bagaimana elemen-elemen tersebut bekerja sama untuk menciptakan makna.

4.2 Wujud Simbol dan Makna

Simbol dan makna dalam cerita Dewi Rayungwulan diidentifikasi dan dianalisis untuk mengungkap nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Ini membantu siswa untuk memahami pentingnya simbolisme dalam sastra dan bagaimana simbol dapat merepresentasikan nilai-nilai budaya yang lebih luas.

V. PENUTUP

Bagian ini menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran untuk penelitian lebih lanjut. Penutup ini penting dalam pendidikan karena memberikan siswa kesempatan untuk merefleksikan pembelajaran mereka dan mempertimbangkan bagaimana mereka dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam konteks yang lebih luas.

5.1 Simpulan

Simpulan merangkum temuan utama dari penelitian mengenai struktur dan makna dalam cerita Dewi Rayungwulan. Ini memberikan siswa pemahaman yang jelas tentang kontribusi penelitian terhadap studi sastra dan budaya.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian lebih lanjut mendorong siswa untuk terus menggali dan mempertahankan warisan budaya melalui studi sastra. Ini mengajak siswa untuk aktif berpartisipasi dalam pelestarian budaya dan meningkatkan kesadaran mereka terhadap nilai-nilai lokal.

Referensi

Dokumen terkait