• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. WAN FAUZI EFFENDI Pembina Utama Muda NIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "H. WAN FAUZI EFFENDI Pembina Utama Muda NIP"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

(2) Biaya Penerbitan Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKPLN) bagi WNI yang pindah/bekerja sebagai TKI ke Luar Negeri dikenakan biaya sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).

Bagian Kelima

Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Untuk Penduduk Orang Asing Tinggal Terbatas

Pasal 30

(1) Biaya penerbitan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Rp. 194.500.- (seratus sembilan puluh empat ribu lima ratus rupiah).

(2) Penggantian biaya cetak Blanko SKTT Rp. 5.500.- (lima ribu lima ratus rupiah).

BAB VIII WILAYAH PUNGUTAN

Pasal 31

Retribusi dipungut di Wilayah Kota Dumai BAB IX

SAAT RETRIBUSI TERUTANG Pasal 32

Retribusi terutang dalam masa retribusi terjadi pada saat ditetapkan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan.

BAB X

TATA CARA PEMUNGUTAN Pasal 33

(1) Pemungutan Retribusi tidak dapat diborongkan.

(2) Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan.

313 b. Seluruh sewa telah dilunasi;

c. Kondisi peralatan telah sesuai dengan persyaratan dalam surat perjanjian;

d. Peralatan diperiksa bersama oleh kedua belah pihak dan dituangkan dalam Berita Acara pemeriksaan peralatan.

BAB IX

KETENTUAN PENUTUP Pasal 16

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Walikota.

Pasal 17

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Dumai.

Ditetapkan di Dumai

pada tanggal 30 Oktober 2007 WALIKOTA DUMAI,

dto, H. ZULKIFLI AS Diundangkan di Dumai

pada tanggal 31 Oktober 2007 SEKRETARIS DAERAH KOTA DUMAI, dto,

H. WAN FAUZI EFFENDI

Pembina Utama Muda NIP. 010055541

LEMBARAN DAERAH KOTA DUMAI TAHUN 2007 NOMOR 04 SERI D

(2)

BAB XI

SANKSI ADMINISTRASI Pasal 34

Dalam hal wajib retribusi tidak membayar tepat pada waktunya dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dari besarnya retribusi yang terutang yang tidak dibayar dan ditagih dengan menggunakan Tagihan Retribusi Daerah.

BAB XII

TATA CARA PEMBAYARAN RETRIBUSI Pasal 35

(1). Pembayaran retribusi daerah dilakukan di Kas Daerah atau ditempat lain yang ditunjuk sesuai waktu dengan menggunakan SKRD, SKRD secara Jabatan dan SKRD Tambahan.

(2). Pembagian hasil penerimaan retribusi akan ditetapkan didalam Peraturan Walikota.

(3) Dalam hal pembayaran dilakukan ditempat lain yang ditunjuk, maka hasil penerimaan retribusi daerah tersebut harus disetor ke Kas Daerah selambat-lambatnya 1 x 24 jam.

Pasal 36

(1). Pembayaran retribusi harus dilakukan secara tunai/

lunas.

(2). Walikota dapat memberikan izin kepada Subjek Retribusi untuk mengangsur retribusi yang terutang dalam kurun waktu tertentu dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pasal 37

(1). Pembayaran retribusi sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 4 Peraturan Daerah ini diberikan tanda bukti pembayaran.

(2). Setiap pembayaran dicatat dalam buku penerimaan.

(3). Bentuk, isi, ukuran buku tanda bukti pembayaran dan

BAB VII

PENGOPERASIAN PEMELIHARAAN PERALATAN Pasal 14

(1). Pemeliharaan dan pengoperasian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud Pasal 7 ayat (3) huruf a dilakukan oleh Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Kota Dumai.

(2). Pemeliharaan dan pengoperasian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud Pasal 7 ayat (3) huruf b, dilakukan oleh Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup Kota Dumai.

(3). Kekayaan daerah yang mengalami kerusakan, kehilangan segera dilaporkan kepada Sekretariat Daerah dan atau kepada unit pengelola guna pengambilan langkah- langkah selanjutnya.

BAB VIII

PENGEMBALIAN PERALATAN Pasal 15

(1). Setelah penggunaan peralatan berakhir atau jangka waktu penggunaan peralatan yang ditetapkan dalam surat perjanjian telah berakhir, maka peralatan dikembalikan oleh penyewa ketempat yang ditetapkan dalam surat perjanjian dan selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara pengambilan barang.

(2). Penandatanganan Berita Acara sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan oleh :

a. Dari kantor/kepala cabang satuan kerja ialah Kepala Kantor/Kepala Cabang Satuan Kerja atau pejabat yang ditunjuk;

b. Dari Perusahaan ialah Direktur/Kuasa direktur Perusahaan, pelaksanaan dilapangan atau perusahaannya.

(3).Sebelum ditandatangani Berita Acara serah terima pengambilan peralatan oleh kedua belah pihak harus terlebih dahulu dipenuhi hal-hal sebagai berikut:

a. Laporan harian penggunaan peralatan yang telah diisi/

dibuat oleh penyewa dan disampaikan kepada Kepala kantor/Kepala satuan kerja yang bersangkutan;

(3)

BAB XIII

KETENTUAN PENYIDIKAN Pasal 38

(1) Penyidikan Pegawai Negeri Sipil tertentu dilingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

(2) Wewenang penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah :

a. Menerima, mencari, mengumpulkan, dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana dibidang perpajakan daerah agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas.

b. Meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana perpajakan daerah tersebut;

c. Menerima keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana dibidang perpajakan daerah;

d. Menerima buku-buku, catatan-catatan dan dokumen- dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana dibidang perpajakan daerah;

e. Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, pencatatan dan dokumen- dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut;

f. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan daerah;

g. Menyuruh berhenti, melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e;

Pasal 12

(1). Penyewa kekayaan daerah sebagaimana dimaksud Pasal 7 dalam pelaksanaannya harus dibuat surat perjanjian.

(2). Penanda tanganan Surat Perjanjian untuk penyewaan alat-alat berat harus memuat dengan jelas :

a. Jumlah, jenis merk, type/model, waktu penggunaan dan besarnya sewa yang disetorkan ke Kas daerah;

b. Tempat pengambilan dan pengembalian peralatan;

c. Biaya operasi dan pemeliharaan;

d. Operator dan mekanik;

e. Syarat-syarat pembayaran sewa;

f. Penggunaan dan pemeliharaan peralatan;

g. Keselamatan kerja;

h. Pengawasan;

i. Jaminan penyewaan;

j. Domisili;

k. Asuransi;

l. Pajak dan materai;

m. Denda/sanski;

n. Force Majeure;

o. Perselisihan.

Pasal 13

(1). Penyewaan kekayaan daerah dalam pelaksanaannya dituangkan dalam Berita Acara Serah terima peralatan;

(2). Penandatanganan Berita Acara sebagaimana dimaksud ayat (2) adalah :

a. Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah atau pejabat yang ditunjuk;

b. Dari Perusahaan pelaksana lapangan/pejabat yang ditunjuk atau penanggung jawab.

(3). Sebelum Berita Acara serah terima peralatan ditandatangani terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan peralatan dan hasilnya dituangkan dalam formulir pemeriksaan peralatan.

(4)

h. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana perpajakan daerah;

i. Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi;

j. Menghentikan penyidikan;

k. Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan daerah menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

BAB XV KETENTUAN PIDANA

Pasal 39

(1) Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 50.000.000.- (lima puluh juta rupiah).

(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah pelanggaran.

BAB XVI

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 40

Pembinaan dan Pengawasan atas pelaksanaan Peraturan Daerah ini selain dilakukan oleh Unit Kerja yang membidangi Kependudukan dan Catatan Sipil juga dilakukan oleh Polisi Pamong Praja Kota Dumai.

BAB XVII KETENTUAN PENUTUP

Pasal 41

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Walikota.

(2). Surat permohonan sebagaimana dimaksud ayat (1) ditanda tangani oleh Direktur Utama atau Kuasa Direktur atas nama perusahaan yang bersangkutan atau perorangan.

(3). Walikota dapat menerima atau menolak permohonan sebagaimana dimaksud ayat (1).

(4). Bagi penyewaan kekayaan daerah yang disetujui ditindak lanjuti dengan Surat Perjanjian Sewa Menyewa.

Pasal 10

(1). Surat permohonan penyewaan Gedung harus mencantumkan:

a. Jumlah alat-alat yang dipakai;

b. Jangka waktu pemakaian;

c. Jumlah fasilitas yang ingin digunakan;

d. Permohonan disampaikan paling lambat tujuh hari sebelum pemakaian.

(2). Surat permohonan penggunaan peralatan harus dicantum dengan jelas :

a. Jenis, Merk, Type/peralatan yang diperlukan;

b. Jangka waktu pemakaian;

c. Lokasi pekerjaan.

(3). Surat permohonan penyewaan tenda harus mencantumkan :a. Jumlah dan kapasitas tenda;

b. Jumlah kursi;

c. Lokasi;

d. Permohonan disampaikan palinglambat tujuh hari sebelum pemakaian.

(4). Surat permohonan penyewaan tanah harus mencantumkan :

a. Jangka waktu;

b. Maksud dan tujuan pemakaian/penggunaan tanah;

c. Lokasi pemakaian tanah;

d. Luas pemakaian tanah.

Pasal 11

Bagi penyewa kekayaan daerah wajib menjaga, memelihara dan memperbaiki atau mengganti dengan jenis dan barang yang sama.

(5)

Pasal 42

Pada saat berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 10 Tahun 2000 tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 43

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal yang diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Dumai.

Ditetapkan di Dumai

pada tanggal 30 Oktober 2007 WALIKOTA DUMAI,

dto, H. ZULKIFLI A.S Diundangkan di Dumai

pada tanggal 31 Oktober 2007 SEKRETARIS DAERAH KOTA DUMAI, dto,

H. WAN FAUZI EFFENDI

PEMBINA UTAMA MUDA NIP. 010055541

LEMBARAN DAERAH KOTA DUMAI TAHUN 2007 NOMOR 02 SERI B

317 E. Alat-alat Berat

NO. JENIS TARIF KETERANGAN

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Buldozer DX 75 M Scat Track

Escavator Motor Grader Mesin Wals 6-8 Ton Dump Truck Loader/Shofell Mobil Tangki Air Mobil Crane

Rp. 150.000,- Rp. 70.000,- Rp. 150.000,- Rp. 200.000,- Rp. 50.000,- Rp. 175.000,- Rp. 200.000,- Rp. 50.000,- Rp. 150.000,-

Perjam Perjam Perjam Perjam Perjam Perjam Perjam Perjam Perjam (4). Hasil sewa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disetorkan

ke kas daerah.

Pasal 8

(1). Besarnya sewa kekayaan daerah untuk alat-alat berat tidak termasuk biaya mobilisasi, operator, bahan baker, mekanik dan kerusakan barang dilokasi.

(2). Besarnya sewa gedung, tenda dan kursi tidak termasuk biaya kebersihan gedung, pemasangan dan biaya transportasi.

(3). Sipenyewa diwajibkan membayar uang lembur dan uang makan petugas jika pemakaian sarana dan peralatan dilaksanakan diluar jam kerja berdasarkan ketentuan yang berlaku.

BAB VI

PENGAJUAN PENYEWAAN KEKAYAAN DAERAH Pasal 9

(1). Badan atau orang pribadi yang akan menyewa peralatan sebagaimana dimaksud Pasal 7 mengajukan permohonan secara tertulis kepada walikota c.q Sekretaris Daerah, dan kepada Walikota c.q Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup Kota Dumai untuk peralatan alat- alat berat.

(6)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 11 TAHUN 2007

TENTANG

RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU KELUARGA, KARTU TANDA PENDUDUK, AKTA CATATAN SIPIL

I. UMUM

Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah maka dalam melaksanakan Otonomi Daerah yang nyata, luas dan bertanggung jawab diharapkan Daerah dapat meningkatkan Penerimaan Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Pada dasarnya Pendapatan Asli Daerah dipergunakan untuk membiayai Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah yang bertujuan untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian Daerah diharapkan mampu dalam membiayai dan mengatur serta mengurus rumah tangganya sendiri.

Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil adalah merupakan Sumber Pendapatan Asli Daerah yang cukup potensial sebagai Pungutan Daerah yang diambil dari masyarakat atas jasa yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.

Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 Tentang Retribusi Daerah yang merupakan petunjuk pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 10 Tahun 2000 tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil perlu disesuaikan dan disempurnakan kembali dengan mengacu kepada Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

318

B. Rumah Dinas

NO. GOLONGAN TARIF KETERANGAN

1.

2.

3.

Golongan I Golongan II Golongan III

Rp. 75.000,- Rp. 50.000,- Rp. 25.000,-

Perbulan

C. Tenda

NO. PEMAKAIAN TARIF KETERANGAN

1.

2.

Dalam Kota a. Tenda

b. Sound System Luar Kota

a. Tenda

b. Sound System

Rp. 100.000,- Rp. 300.000,-

Rp. 150.000,- Rp. 350.000,-

Unit Perhari Perhari

Unit Perhari Perhari

D. Kursi

NO. PEMAKAIAN TARIF KETERANGAN

1.

2.

Dalam Kota

a. Kursi Future Busa b. Kursi Napoly Luar Kota

a. Kursi Future Busa b. Kursi Napoly

Rp. 1.000,- Rp. 750,- Rp. 1.500,- Rp. 1.000,-

Satu Kursi/hari Satu Kursi/hari Satu Kursi/hari Satu Kursi/hari

347

(7)

II. PASAL DEMI PASAL.

Pasal 1 s/d 6 Cukup jelas

Pasal 7, 8 dan 20 ayat 1 dan 2

Bahwa Penggenaan Biaya Catatan Penerbitan, Kutipan serta Salinan Akta Kelahiran Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing ditinjau kembali berdasarkan hasil Evaluasi dari Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan tanggal 11 Oktober tahun 2007 dengan Nomor Surat S-224/MK.7/2007 tentang Evaluasi Ranperda Kota Dumai yang mendasarkan pada pasal 28 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, kecuali yang berumur 18 tahun keatas.

Pasal 9 s/d 20 Cukup jelas Pasal 21 s/d 28

Cukup jelas Pasal 29

Pengenaan Biaya Keterangan SKDLN & SKPLN untuk TKI yang datang dan pergi dari Kota Dumai ditinjau kembali berdasarkan hasil Evaluasi dari Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan tanggal 11 Oktober tahun 2007 dengan Nomor Surat S - 224 / MK.7 / 2007 tentang Evaluasi Ranperda Kota Dumai yang mendasarkan pada pasal 7 Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Pasal 30 s/d 43 Cukup jelas

319 Pasal 7

(1) Jenis-jenis pemakaian kekayaan daerah meliputi : a. Pemakaian barang tidak bergerak

b. Pemakaian barang bergerak.

BAB IV

PENETAPAN BESARNYA TARIF Pasal 6

Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak dan atau penggantian biaya antara lain meliputi biaya perawatan/pemeliharaan, penyusutan, keamanan dan kebersihan.

BAB V

GOLONGAN DAN BESARNYA TARIF Pasal 7

(1). Tarif digolongkan berdasarkan jenis kekayaan daerah yang disewa.

(2). Tarif ditetapkan sebagai jumlah pembayaran persatuan unit dari penyewaan kekayaan daerah.

(3). Struktur dan besarnya tarif sebagaimana pada ayat (1) dan (2) ditetapkan sebagai berikut :

A. Gedung

NO. NAMA GEDUNG TARIF KETERANGAN

1. - Gedung serba guna (termasuk Rp. 500.000,- Perhari kursi dan peralatan).

- Sound system. Rp. 200.000,- Perhari

2. - Gedung KONI (termasuk kursi Rp. 250.000,- Perhari dan peralatan).

- Sound system. Rp. 100.000,- Perhari

346

(8)

KOTA DUMAI

LEMBARAN DAERAH KOTA DUMAI

Nomor : 12 Tahun 2007 Seri : B Nomor 03

PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 12 TAHUN 2007

TENTANG

RETRIBUSI PELAYANAN DAN PERIZINAN DI BIDANG KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA DUMAI,

Menimbang : a. bahwa Pembinaan terhadap Pelayanan Di Bidang Kesehatan, Tempat-Tempat Umum (TTU), dan Industri Rumah Tangga Makanan dan Minuman serta Kesehatan Tenaga Kerja perlu pengaturan Daerah;

b. bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka tugas Pembinaan, Pengendalian, Pengawasan dan Pelayanan Kesehatan Swasta, TTU dan Industri Rumah Tangga Makanan dan Minuman serta Kesehatan Tenaga Kerja berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Dumai;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a dan huruf b, maka perlu menetapkan Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan dengan Peraturan Daerah;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1970 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2918);

320

Pasal 4

Kekayaan daerah yang dapat dipakai atau disewa oleh orang pribadi atau badan, antara lain :

a. Tanah;

b. Rumah;

c. Gedung;

d. Tenda;

e. Kursi dan Sound System;

f. Buldizer DX 75 M;

g. Scat Track;

h. Escavator;

i. Motor Grader;

j. Mesin Wals 6-8 ton;

k. Dump Truck;

l. Loader/Shofell m. Mobil Tengki Air;

n. Mobil Crane;

o. dan lain-lain

BAB III

PENGHITUNGAN, PEMAKAIAN/PENGGUNAAN KEKAYAAN DAERAH

Pasal 5

(1) Setiap orang atau badan yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh izin untuk pemakaian kekayaan daerah;

(2) Izin pemakaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Walikota atau Pejabat yang ditunjuk.

Pasal 6

(1). Penyewaan tanah, Gedung/Bangunan berdasarkan luas tanah, lokasi tanah, harga pasaran, harga umum/NJOP.

(2). Pemakaian alat-alat berat berdasarkan jenis kendaraan/

alat-alat berat dan waktu pemakaian.

(3). Pemakaian rumah berdasarkan golongan dan lamanya pemakaian perbulan.

(4). Penyewaan tenda berdasarkan jenis, kapasitas, fasilitas dan lama penyewaan.

(9)

2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495);

3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699);

4. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Dumai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3829);

5. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4048);

6. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431);

7. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

8. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

9. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108,, MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI TENTANG PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : a. Daerah adalah Kota Dumai;

b. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Dumai;

c. Walikota adalah Walikota Dumai;

d. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Dumai;

e. Badan adalah suatu badan usaha yang meliputi Perseroan Terbatas, Perseroan komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan bentuk apapun, persekutuan perkumpulan, firma, kongsi, yayasan atau organisasi yang sejenis, lembaga, dana pension, bentuk usaha tetap serta bentuk badan usaha lainnya;

f. Penyewaan kekayaan daerah adalah Pungutan Daerah sebagai pembayaran atas pelayanan pemakaian kekayaan daerah yang dimiliki dan atau dikelola oleh Pemerintah Daerah serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.

BAB II OBJEK DAN SUBJEK

Pasal 2

Objek penyewaan adalah orang pribadi atau badan yang memakai/menyewa kekayaan Daerah.

Pasal 3

Subjek penyewaan adalah kekayaan daerah yang dipakai / disewa oleh orang pribadi atau badan.

344

(10)

10. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3781);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4424);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4490);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);

15. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1239/MenKes/SK/

XI/2001 tentang Registrasi dan Izin Praktek Perawat;

16. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1363/MenKes/SK/

XI/2001 tentang Registrasi dan Izin Praktek Fisioterapis;

17. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1392/MenKes/SK/

VII/2001 tentang Registrasi dan Izin Praktek Perawat Gigi;

18. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 544/MenKes/SK/

VII/2002 tentang Registrasi dan izin Refraksionis Optisian;

19. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 900/MenKes/SK/

VII/2002 tentang Registrasi dan Izin Praktek Bidan;

20. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 679/MenKes/

SK/V/2003 tentang Registrasi dan Izin Kerja Asisten Apoteker;

21. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1076/MenKes/

SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional;

22. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1277/MenKes/SK/

VIII/2003 tentang Tenaga Akupuntur;

2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4138);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4139);

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609);

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

9. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 7 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Dumai Tahun 2006-2010 (Lembaran Daerah Kota Dumai Tahun 2006 Nomor 7 Seri D).

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA DUMAI dan

WALIKOTA DUMAI

343

(11)

23. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1758/MenKes/

SK/XII/2003 tentang Standar Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar;

24. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 867/MenKes/

SK/VI/2001 tentang Registrasi dan izin Praktek Terapis Wicara;

25. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 920/MenKes/Per/

X/1999 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medik termasuk Medik Spesialistik;

26. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1168/MenKes/

Per/X/1999 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722/MenKes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan;

27. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1419/MenKes/

Per/X/2005 tentang Penyelenggaraan Praktek Dokter dan Dokter Gigi;

28. Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 1 Tahun 2005 tentang Registrasi Dokter dan Dokter Gigi;

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA DUMAI DAN

WALIKOTA DUMAI M E M U T U S K A N

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERIZINAN DI BIDANG KESEHATAN.

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam peraturan daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Kota adalah Kota Dumai.

2. Pemerintah Kota adalah Pemerintah Kota Dumai.

3. Walikota adalah Walikota Dumai.

4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Dumai.

5. Dinas adalah Dinas Kesehatan Kota Dumai.

323

KOTA DUMAI

LEMBARAN DAERAH KOTA DUMAI

Nomor : 13 Tahun 2007 Seri : B Nomor 04

PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 13 TAHUN 2007

TENTANG

PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA DUMAI,

Menimbang : a. bahwa asset daerah merupakan harta kekayaan yang dimiliki dan dikuasai oleh Pemerintah Daerah, baik barang bergerak maupun tidak bergerak yang pengelolaan dan pemanfaatannya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya guna kepentingan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kota Dumai;

b. bahwa mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, menyatakan asset daerah yang merupakan kekayaan daerah perlu diatur dalam suatu Peraturan Daerah;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Pemakaian Kekayaan Daerah dengan Peraturan Daerah.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Dumai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Dimana mutu tempe yang diamati adalah kandungan protein, sifat organoleptik (aroma, warna, tekstur, dan rasa), dan jenis substrat yang digunakan adalah kacang buncis

Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang / Jasa untuk pelaksanaan kegiatan Tahun anggaran 2013, seperti tersebut dibawah ini :. SUMBER DANA

Aplikasi perkantoran memiliki paket lengkap dengan pemroses kata-kata (word processing), pengolah data/ lembar kerja (spreadsheet) dan presentasi.K. LCD 15,6” (merk sama

Many Americans feel that Marijuana is helping fund the war on terror, but making a war on drugs and keeping Marijuana illegal has not stopped millions of Americans from smoking

Berdasarkan hasil Evaluasi dan Pembuktian Kualifikasi serta Penetapan Hasil Kualifikasi, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pokja Non Konstruksi II Kabupaten Sukamara Tahun 2014,

Dana alokasi umum adalah semua pengeluaran Negara yang dialokasikan kepada daerah dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah, sebagaimana dimaksud dalam

Berdasarkan berita acara hasil evaluasi dokumen penawaran nomor KU.03.10.93.11.11.5103 dan berita acara hasil pelelangan (BAHP) nomor KU.03.10.93.11.11.5104, kami

Sistem Pemberian Nama Orang dalam Budaya Sunda: Sebuah Kajian Diakronis.. Bandung: