• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saringan Rumah Tangga ( SARUT )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Saringan Rumah Tangga ( SARUT )"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i

Saringan Rumah Tangga

( SARUT )

Tim Penyusun : Ir.Ida Yudiarti,M.Si Moh.Tohir,ST,MT Medawati,ST,MT Tim Penyunting : Ir.Rahim Siahaan,CES Lia Yulia Iriani,SH,MSi Rani Widyahantari,ST

(3)

ii Penyusunan modul Saringan Rumah Tangga atau dapat disingkat menjadi SARUT merupakan upaya untuk memberikan informasi dan panduan pelaksanakan pembinaan pengelolaan air minum berbasis masyarakat. Modul ini disusun berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan serta hasil evaluasi best practices di lapangan.

Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisik, kimiawi dan bakteriologis. Syarat-syarat tersebut merupakan satu kesatuan sehingga jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tersebut tidak layak untuk diminum.

Modul ini berkonsep pada optimasi pengelolaan air minum berbasis masyarakat yang dapat berperan dalam menurunkan angka penderita penyakit khususnya penyakit yang berkaitan dengan air (waterborne disease), dan meningkatkan standar hidup (living standard) masyarakat.

Semoga modul ini dapat bermanfaat terutama bagi para pengguna, instansi pemerintah daerah yang terkait, kader, tim penyuluh lapangan, pengelola dan tim penggerak PKK, serta masyarakat luas.

Bandung, 2011

Dr.Ir.Anita Firmanti NIP.196010151987032001

(4)

iii

1. DESKRIPSI UMUM

1

2. Uraian Materi

1

2.1 Sumber-Sumber Air Baku 1

2.2 Air Baku yang dapat diolah dengan Sarut 2

2.3 Saringan Rumah Tangga ( SARUT ) 2

2.3.1 Persyaratan umum 2

2.3.2 Persyaratan teknis 2

2.4 Ketentuan Teknis Bahan 3

2.5 Cara Pengerjaan 4

2.5.1 Persiapan 4

2.5.2 Bak Penampung Air Baku dan Bak Penyaring 4

2.5.3 Pembuatan Bak Penyaring 6

2.5.4 Contoh Penerapan Model 8

2.6 Cara Pembuatan Karbon Aktif Tempurung Kelapa 12

2.7 Cara Pembuatan Dudukan Sarut 13

2.8 Pengoperasian dan Pemeliharaan 13

2.8.1 Pengoperasian 13

2.8.2 Pemeliharaan 14

3. Materi Tugas Kelompok

15

3.1 Pengujian Kualitas Air Sederhana 15

3.1.1 Analisa Kualitas Air Secara Fisik 15

3.1.2 Analisa kualitas air secara kimia 16

3.1.3 Analisa Kualitas air secara biologi 17

3.2 Pengukuran Kuantitas Air (Debit) 18

3.3 Praktek Saringan Rumah Tangga 19

3.3.1 Lembar Kerja Saringan Rumah Tangga 19

3.3.2 Cara Pengerjaan 20

4. Rangkuman

21

(5)

1 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

1. DESKRIPSI UMUM

Pembinaan pengelolaan air minum diarahkan guna mewujudkan peningkatan derajat kesehatan dan ketersediaan air minum serta menumbuh kembangkan peran aktif dan perilaku hidup sehat bagi masyarakat. Pengelolaan air minum berbasis masyarakat memainkan peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan lingkungan, yakni berperan dalam menurunkan angka penderita penyakit khususnya penyakit yang berkaitan dengan air (waterborne disease), dan berperan dalam meningkatkan standar hidup (living standard) masyarakat.

Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisik, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tersebut tidak layak untuk diminum.

Pengembangan sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat membutuhkan proses transfer knowledge,salah satu metode adalah melalui dialog dan pembelajaran langsung antara masyarakat sebagai praktisi dan pemerintah sebagai pihak fasilitator. Pemerintah berperan dalam membantu masyarakat dalam menyediakan prasarana air minum agar masyarakat lebih mudah dan lebih murah untuk mendapatkan air yakni dengan sistem saringan rumah tangga ( SARUT ).

2. URAIAN MATERI

2.1 Sumber-Sumber Air Baku

a. Air baku adalah air yang berasal dari sumber air yang perlu atau tidak perlu diolah menjadi air bersih/air minum

b. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum sesudah dimasak.

c. Air permukaan adalah sumber air baku yang berasal dari sungai, saluran irigasi, danau, waduk, kolam, rawa, embung, dll.

d. Mata Air adalah air tanah yang muncul ke permukaan secara alami.

e. Air Tanah Dangkal adalah air tanah bebas yang terdapat di dalam tanah dengan kedalaman muka air tanah lebih kecil atau sama dengan 20 meter.

f. Air Tanah Dalam adalah air tanah bebas yang terdapat di dalam tanah dengan kedalaman muka air tanah lebih dari 20 meter atau air tanah yang terdapat di dalam akifer tertekan, dimana akifer ini berada pada kedalaman lebih dari 20 meter.

(6)

2 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

h. Air kekeruhan sedang adalah air yang mempunyai kekeruhan 25 – 100 mg/L i. Air kekeruhan rendah adalah air yang mempunyai kekeruhan > 5 – 25 mg/L

2.2 Air Baku yang dapat diolah dengan Sarut

a. Air permukaan dengan kekeruhan rendah hingga sedang

b. Air tanah yang berasal dari air tanah bebas yang mengandung Besi (Fe) dan Mangan (Mn)

2.3 Saringan Rumah Tangga ( SARUT )

2.3.1 Persyaratan umum

Pembuatan SARUT harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. Wadah SARUT harus dari bahan yang tidak bocor

b. Penempatan SARUT diusahakan dekat dengan sumber air

c. Lokasi tempat SARUT harus bersih dari semak-semak dan tumbuhan lain d. Penggunaan peralatan dan bahan-bahan sesuai dengan peraturan yang berlaku e. Ada partisipasi masyarakat untuk dan melaksanakan pembuatan, pengoperasian

dan pemeliharaan SARUT

f. Pemilihan jenis SARUT sesuai dengan karakteristik sumber air baku (kuantitas dan kualitas).

2.3.2 Persyaratan teknis

a. Peralatan

Peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pembuatan SARUT adalah sebagai berikut :

1) Kunci pipa sebanyak 1 buah digunakan untuk memasang socket draft dan kran

2) Gergaji kayu untuk memotong kayu (pembuatan penyangga) 3) Alat ukur digunakan untuk mengukur benda-benda atau bahan 4) Gergaji besi digunakan untuk memotong pipa-pipa

5) Palu digunakan untuk memaku (pembuatan penyangga)

6) Peralatan pembersih untuk membersihkan tempat sekitar SARUT.

b. Bahan-Bahan

Bahan yang diperlukan untuk pembuatan SARUT meliputi :

1) Dua buah drum berdiameter 60 centimeter dan tinggi 90 cm (kapasitas sekitar 200 liter). Drum pertama digunakan sebagai bak penampung air baku dan bak pembubuh koagulan dan drum kedua sebagai bak penyaring

(7)

3 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

3) 25 liter kerikil halus yang bersih bergradasi 4 - 6 mm 4) 15 liter kerikil kasar yang bersih bergradasi 10 mm

5) 15 liter arang batok kelapa sebagai karbon aktip sebanyak 6) Pipa PVC diameter ¾” atau 20 mm sepanjang 2 meter

7) Perlengkapan pipa yang sesuai dengan spesifikasi SARUT kapasitas 200 liter

c. Tipe Saringan Rumah Tangga SARUT.

Tipe Saringan Rumah Tangga, terdiri dari 4 tipe sebagai berikut:

1) Tipe I digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan rendah, faktor kecepatan filtrasi berkisar 0,03 sampai 0,11 milimeter per detik atau 30,5 sampai dengan 120 liter per jam sesuai gambar pada lampiran;

2) Tipe II digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan sedang, sesuai gambar pada lampiran;

3) Tipe III dibunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan tinggi, sesuai gambar pada lampiran;

4) Tipe IV digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air tanah yang mengandung zat besi atau Fe dan Mn atau mangan, sesuai gambar pada lampiran;

2.4 Ketentuan Teknis Bahan

Jenis ukuran dan jumlah bahan SARUT saperti pada Tabel 1

Tabel 1 Jenis, Ukuran, Jumlah Bahan Untuk Sarut

No. Jenis Pekerjaan Tipe Sarut

Tipe I Tipe II

1 Tabung/drum diameter 60 cm 200 liter 2 buah 2 buah

2 Pasir halus t : 30 cm t : 25 cm

v : 84 liter v : 70 liter 3 Kerikil halus tebal 5 cm v = 14 liter v = 14 liter 4 Kerikil kasar tebal 10 cm 28 liter 28 liter 5 Arang batok kelapa tebal 5 cm dibungkus

kasa nyamuk plastik - 14 liter

6 Pipa PVC diameter 3/4" 2 meter 2 meter

7 Pipa PVC diameter 1" 2 meter 2 meter

8 Perlengkapan Pipa (accessories)

- Ball Valve diameter 3/4" dan 1" 1 buah 1 buah - Ball Valve Kran diameter 1/2" 1 buah 1 buah - Socket draft luar PVC diamater 3/4" 4 buah 4 buah - Socket draft luar PVC diameter 1" 3 buah 3 buah - Socket draft dalam PVC diameter 1/2" 1 buah 1 buah - Socket draft dalam PVC diameter 3/4" 2 buah 2 buah - Socket draft dalam PVC diameter 1" 1 buah 1 buah - Knee/Bend PVC diameter 3/4" 2 buah 2 buah

(8)

4 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

No. Jenis Pekerjaan Tipe Sarut

Tipe I Tipe II

- Knee/Bend PVC diameter 1" 3 buah 3 buah - Reducer PVC diameter 3/4" x 1/2" 1 buah 1 buah - Tee PVC diameter 3/4" 5 buah 5 buah - Dop PVC diameter 3/4" 7 buah 7 buah - Ring Karet PVC diameter 3/4" 1 buah 1 buah - Ring Karet PVC diameter 1" 1 buah 1 buah

- Pompa Karet - -

9 Penyangga

- Tinggi penyangga atas 120 cm 120 cm

- Tinggi penyangga bawah 20 cm 20 cm

- Lantai atas 60 x 120 cm 60 x 120 cm

- Lantai bawah 60 x 120 cm 60 x 120 cm

- Balok kayu 8/12 cm 20 m 20 m

- Balok kayu 5/7 cm 15 m 15 m

- Paku 70 buah 70 buah

2.5 Cara Pengerjaan

2.5.1 Persiapan

Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai harus diperhatikan persiapan-persiapan sebagai berikut :

a. Pilih lokasi lahan yang dekat dengan sumber air baku

b. Tentukan tipe SARUT yang akan dipilih sesuai dengan karakteristik air baku, sebagai contoh adalah SARUT Arang Kelapa (Tipe II)

c. Tempatkan bahan-bahan dan peralatan yang akan digunakan disekitar lahan tempat SARUT

d. Bahan-bahan untuk media penyaring harus telah dicuci dan dalam keadaan bersih

2.5.2 Bak Penampung Air Baku dan Bak Penyaring

a. Bak Penampung

Pembuatan bak penampung dapat dilakukan sebagai berikut :

1) Siapkan drum atau tabung berdiameter 60 cm berkapasitas 200 liter dan tidak bocor, seperti gambar 1

Keterangan : t = tebal lapisan

(9)

5 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

Gambar 1. Siapkan drum kapasitas 200 liter

2) Buat dua buah lubang di sisi drum yang mempunyai diameter ¾ ". Lubang pertama terletak pada dasar drum akan berfungsi sebagai pipa pembuang dan lubang kedua terletak sekitar 20 cm dari dasar drum digunakan sebagai pipa keluar air baku ke bak penyaring, seperti gambar 2

Gambar 2. Penyiapan Drum & Pembuatan Lubang

3) Rakit socket dan pipa sesuai dengan spesifikasi SARUT kapasitas 200 ltr, kemudian pasang pada bak penampung, seperti gambar 3

Gambar 3. Perakitan Pipa Dan Soket

4) Tempatkan drum bak penampung di atas panggung (dari kayu) dengan ketinggian sekitar 100 cm dari atas tanah, seperti gambar 4.

(10)

6 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

Gambar 4. Merakit perpipaan dan socket

2.5.3 Pembuatan Bak Penyaring

a. Siapkan drum atau tabung berdiameter 60 centimeter berkapasitas 200 liter dan tidak bocor

b. Buat d buah lubang di sisi bawah drum yang terletak segaris dengan diameter ¾ " atau 20 mm. Lubang pertama terletak pada dasar drum akan digunakan untuk pipa keluar air bersih dan penguras bak, lubang kedua terletak sekitar 40 cm dari dasar drum digunakan sebagai pipa pembuang, dan lubang ketiga terletak sekitar 80 cm dari dasar drum berfungsi sebagai pipa peluap seperti gambar 5

Gambar 5. Drum kapasitas 200

c. Rakit pipa penangkap air bersih yang akan diletakkan di dasar bak penyaring yang akan dihubungkan dengan pipa keluar air bersih pada bagian dasar bak penyaring. Rakit pipa pembuang dan pipa peluap beserta kelengkapan pipa (belokan dan valve) sesuai dengan spesifikasi SARUT kapasitas 200 liter, kemudian pasang pada bak penyaring seperti gambar 6.

(11)

7 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

d. Tempatkan drum bak penyaring di atas wadah yang terletak di atas tanah di sebelah bak penampung. Perbedaan tinggi antara bak penampung dengan bak penyaring sekitar 1 m, seperti gambar 6.

Gambar 6. Perakitan Asesoris perpipaan

e. Masukkan media penyaring ke dalam bak penyaring sesuai dengan ketentuan. Petama kerikil kasar (tebal 5 cm), kerikil halus (tebal 10 cm), dan pasir (tebal 40 cm), seperti gambar 7.

f. Air baku siap dimasukkan kedalam bak penampung yang akan dialirkan ke bak penyaring untuk disaring, seperti pada gambar 8.

(12)

8 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

(13)

9 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

(14)

10 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

(15)

11 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

(16)

12 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

2.6 Cara Pembuatan Karbon Aktif Tempurung Kelapa

Pembuatan karbon aktif tempurung kelapa dapat dilakukan sebagai berikut :

a. Bersihkan tempurung kelapa dari kotoran yang masih melekat pada sisi permukaan tempurung

b. Cuci dengan air bersih, kemudian hancurkan menjadi ukuran sesuai yang diperlukan c. Rendam dalam air bersih selama 11 sampai 24 jam, angkat dan keringkan, seperti

pada gambar 9.

d. Buat lubung pembakaran dengan kedalam 30 mm, seperti pada gambar 10.

Gambar 9. Penyiapan Bahan Karbon Aktif Gambar 10. Lubang Pembakaran

e. Bakar tempurung kelapa dalam lubang pembakaran sampai tidak terdapat asap lagi, seperti pada gambar 11.

f. Tutup dengan karung goni basah tempurung kelapa hasil pembakaran, seperti gambar 12.

g. Biarkan sampai dingin kembali untuk menjadi karbon aktif seperti pada gambar 9, karbon aktif siap untuk digunakan

(17)

13 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

2.7 Cara Pembuatan Dudukan Sarut

2.8 Pengoperasian dan Pemeliharaan

2.8.1 Pengoperasian

a. Persiapan Pengoperasian

1) Cek instalasi SARUT dari kebocoran

2) Bersihkan dan cuci seluruh bahan dan peralatan sampai benar-benar bersih 3) Cat drum bagian luar dan dalam

b. Pelaksanaan Pengoperasian

1) Untuk air baku denga kekeruhan rendah (Tipe 1) • Tuangkan air baku dalam drum I

• Pancarkan air melalui kran I ke drum II

• Gunakan air yang keluar dari kran II setelah didiamkan selama 5 menit 2) Untuk air baku denga kekeruhan sedang (Tipe 2)

• Tuangkan air baku dalam drum I • Pancarkan air melalui kran I ke drum II

(18)

14 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

3) Untuk air baku denga kekeruhan tinggi (Tipe 3) • Isi drum dengan air baku

• Bubuhkan dua sendok makan poly alumunium chlorida (PAC), aduk rata dan cepat pada satu menit pertama , aduk lambat pada menit berikutnya • Tambahkan larutan kapur satu sendok makan jika terjadi penggumpalan • Diamkan 5 menit sampai kotoran mengendap di drum I

• Buka kran kalau air akan digunakan 4) Untuk sumber air dari air tanah

• Isi drum I dengan air tanah

• Pancarkan air dari bak I dan dak II • Buka kran kalau air akan digunakan 2.8.2 Pemeliharaan

a. Pemeliharaan harian atau mingguan

1) Hindarkan saringan dari kontak langsung dari sinar matahari

2) Jaga kebersihan dan keamanan sekitar bangunan saringan rumah tangga 3) Lakukan terhadap Tipe 1, 2, 4 sebagai berikut:

• Kuras dengan membuka kran III secara periodik setiap 2 minggu

• Kupas bagian permukaan pasir setebal 5 cm dan cuci hasil kupasan sampai bersih, kemudian masukan hasil cucian ke dalam bak semula • Kuras saringan jika terjadi penyumbatan filter

4) Lakukan terhadap Tipe 3

• Kuras drum I dengan membuka kran 3 secara periodik setiap 5 kali pengolahan

b. Pemeliharaan Bulanan

1) Terhadap Sarut Tipe 1 dan 4

• Pencucian setiap 4 bulan atau tergantung terjadinya penyumbatan filter 2) Terhadap Tipe 2

• Angkat atau ganti batok arang kelapa (karbon aktif) setiap 2 bulan

• Lakukan pencucian setiap 4 bulan atau tergantung terjadinya penyumbatan filter

3) Lakukan terhadap Tipe 3

• Lakukan pencucian setiap 4 bulan atau tergantung terjadinya penyumbatan filter

c. Pemeliharaan Tahunan

1) Cuci dan perbaiki drum apabila terjadi kebocoran

(19)

15 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

3) Jaga kebersihan lokasi SARUT

4) Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang di dekat instalasi SARUT, sesuai tabel berikut:

Tabel 2

Kelengkapan cara pemeliharaan

Perlengkapan Sistem

Pemeliharaan

Keterangan Harian/

Mingguan Bulanan Tahunan

1.Media penyaring (tipe 1,2 dan 4) Drum (tipe 3) v - Pengupasan pasir,pengurasan - Pengurasan drum

2.Filter,carbon aktif v - Pencucian

filter,penggantian carbon aktif 3. Drum, pipa PVC, lokasi SARUT v v - Pengecatan dan pencucian drum, penggantian/perbaikan pipa dan penyangga, pembersihan lokasi d. Perbaikan SARUT

1) Perbaiki kebocoran pada drum, kran, retakan pada kayu penyangga baik pada drum I maupun II.

2) Ganti drum dengan yang baru jika kebocoran cukup besar e. Pelaporan SARUT

1) Catat dan simpan data kerusakan yang terjadi pada SARUT 2) Catat perbaikan yang telah dilaksanakan

3) Catat pergantian batok arang untuk persiapan pembuatan pereode berikutnya 4) Laporkan catatan ini kepada penanggung jawab untuk perbaikan SARUT

selanjutnya

3. MATERI TUGAS KELOMPOK

3.1 Pengujian Kualitas Air Sederhana

Sifat fisik air dapat dianalisa secara visual dengan pancaindra, yaitu melalui tahapan sebagai berikut :

3.1.1 Analisa Kualitas Air Secara Fisik

a. Kekeruhan

Pengukuran kualitas air untuk paramater kekeruhan dapat dilakukan sebagai berikut :

1) Kekeruhan rendah (< 50 NTU) adalah air baku yang pada kedalaman lebih besar dari 50 centimeter (60 cm sampai dengan 100 cm) dicelupkan

(20)

16 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

lempengan berwarna putih ukuran 10 centimeter kali 10 centimeter masih dapat terlihat dengan kapasitas 0,25 l/dt

2) Kekeruhan sedang ( 50 – 150 NTU) adalah air baku yang pada kedalaman 50 centimeter dicelupkan lempengan berwarna putih ukuran 10 centimeter kali 10 centimeter masih dapat terlihat dengan kapasitas 0,25 l/dt

3) Kekeruhan tinggi (150 – 200 NTU) adalah air baku yang pada kedalaman kurang dari 50 centimeter dicelupkan lempengan berwarna putih ukuran 10 centimeter kali 10 centimeter tidak dapat terlihat, dengan kapasitas 0,25 l/dt.

b. Rasa, warna dan rasa

1) Disedikan botol kecil, gelas, corong serta air yang akan dianalisis

2) Segelas air yang kan dianalisis dimasukkan de dalam botol. Sebelumnya dicium bau dan rasanya serta dilihat kekeruhannya.

3) Segelas air bersih ditambahkan kedalam botol kemudian dikocok. Air ini dianalisis bau, warna dan kekeruhan. Jika tidak berwarna, tidak keruh dan tidak berbau lagi berarti derajatnya rendah.

4) Jika masih berbau, ditambahkan lagi dua gelas air aqua kemudian dianalisis. Jika tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna, berarti derajatnya sedang. Jika air masih berwarna, berbau dan berasa berarti derajatnya tinggi. Air yang mempunyai derajat tinggi ini kurang baik digunakan sebagai air minum.

Gambar 13. Analisa derajat bau, warna dan rasa secara sederhana

3.1.2 Analisa kualitas air secara kimia

Analisa secara sederhana untuk zat besi dan mangan dapat dilakukan seperti prosedur berikut ini :

a. Zat besi adalah suatu unsur kimia yang ada dalam air baku dan apabila kontak dengan udara akan menyebabkan kekeruhan serta warna kuning, dapat dilihat apabila dimasukkan kedalam air teh berubah warna

(21)

17 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

b. Zat mangan adalah suatu unsur kimia yang ada dalam air baku dan bila kontak dengan udara akan menyebabkan kekeruhan serta warna kuning, dapat dilihat apabila dimasukkan kedalam air teh berubah warna

Secara sederhana, analisis kualitas air secara kimia dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut :

a. Setengah gelas air yang akan diperiksa dicampurkan dengan setengah air teh b. Selanjutnya didiamkan dalam keadaan terbuka selama satu malam

c. Keesokannya diperiksa. Apabila ada perubahan warna, lendir dan lapisan seperti minyak dipermukaan berarti air ini kurang baik.

Air yang mengandung tingkat kesadahan dan mengandung logam tinggi akan berwarna hitam, ungu atau biru. Bila air tetap berwarna seperti air teh maka secara kimia kualitas air tersebut baik.

Gambar 14. Analisa Sifat Kimia Air Secara Sederhana

3.1.3 Analisa Kualitas air secara biologi

Pemeriksaan air secara biologis dapat dilakukan dengan cara berikut : a. Air dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditutup

b. Air tersebut dibiarkan sampai lima hari

c. Setelah lima hari, air diperiksa. Apabila ada perubahan warna atau gumpalan warna atau gumpalan gumpalan putih, hitam atau hijau, maka air kurang baik secara biologis. Air yang baik akan tetap jernih meskipun disimpan selama lima hari.

(22)

18 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

Gambar 15. Analisa Sifat Biologi Air Secara Sederhana

3.2 Pengukuran Kuantitas Air (Debit)

1) Cek kuantitas air sungai, jika tidak ada air atau kering pada musim kemarau panjang, maka sungai tidak dapat digunakan sebagai sumber air.

2) Cek kuantitas air sungai, jika sungai tidak pernah kering dan tersedianya data hasil pengukuran debit minimum pada musim kemarau panjang, maka sungai dapat digunakan sebagai sumber air.

Cara pengukuran debit air sungai secara sederhana, seperti dijelaskan berikut ini : • Siapkan alat pelampung (kayu dan sejenisnya) untuk mengukur debit sungai. • Siapkan pita ukur.

• Siapkan pengukur waktu (jam/stopwatch).

• Tentukan lokasi pengukuran pada bagian sungai yang lurus dan permukaannya relatif datar.

• Tentukan jarak pengukuran (m).

• Tentukan luas penampang aliran dengan mengukur kedalaman (tinggi muka air) dikalikan dengan lebar penampang(m2

• Perhitungan kecepatan aliran air sungai :

) di daerah lokasi pengukuran yang telah ditetapkan.

(23)

19 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

Hanyutkan pelampung (kayu dan sejenisnya) ke dalam aliran sungai sampai sebagiannya tenggelam untuk mengetahui waktu tempuh sesuai dengan jarak yang sudah ditentukan, hitung kecepatan aliran dengan cara membagi jarak pengukuran dengan waktu pengukuran.

Kecepatan Aliran (V) =

Jarak Tempuh (L) Waktu Tempuh (t)

• Lakukan tahapan pengukuran tersebut beberapa kali untuk mendapatkan hasil pengukuran kecepatan aliran rata-rata.

• Perhitungan debit air sungai :

Debit Air (Q) = Kecepatan Aliran Rata-Rata (V) x Luas Penampang Aliran (A)

3.3 Praktek Saringan Rumah Tangga

3.3.1 Lembar Kerja Saringan Rumah Tangga

Buatlah kelompok kecil 5-10 orang per kelompok Lamanya praktek 45 – 60 menit

a. Tipe Saringan Rumah Tangga

Tipe Saringan Rumah Tangga, terdiri dari 4 tipe sebagai berikut:

1.

Tipe I digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan rendah, faktor kecepatan filtrasi berkisar 0,03 sampai 0,11 milimeter per detik atau 30,5 sampai dengan 120 liter per jam

2.

Tipe II digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan sedang,;

3.

Tipe III digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan tinggi,;

4.

Tipe IV digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air tanah yang mengandung zat besi atau Fe dan Mn atau mangan;

b. Pembuatan

Pembuatan SARUT harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. Wadah SARUT harus dari bahan yang tidak bocor

2. Penempatan SARUT diusahakan dekat dengan sumber air

(24)

20 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

4. Penggunaan peralatan dan bahan-bahan sesuai dengan peraturan yang berlaku

5. Ada partisipasi masyarakat untuk dan melaksanakan pembuatan, pengoperasian dan pemeliharaan SARUT

6. Pemilihan jenis SARUT sesuai dengan karakteristik sumber air baku (kuantitas dan kualitas).

Peralatan :

1. Kunci pipa sebanyak 1 buah digunakan untuk memasang socket draft dan kran

2. Gergaji kayu untuk memotong kayu (pembuatan penyangga) 3. Alat ukur digunakan untuk mengukur benda-benda atau bahan 4. Gergaji besi digunakan untuk memotong pipa-pipa

5. Palu digunakan untuk memaku (pembuatan penyangga)

Peralatan pembersih untuk membersihkan tempat sekitar SARUT. Bahan-Bahan :

Bahan yang diperlukan untuk pembuatan SARUT meliputi :

1) Dua buah drum berdiameter 60 centimeter dan tinggi 90 cm (kapasitas sekitar 200 liter). Drum pertama digunakan sebagai bak penampung air baku dan bak pembubuh koagulan dan drum kedua sebagai bak penyaring

2) 100 liter pasir halus yang bersih bergradasi 1 sampai 2 mm 3) 25 liter kerikil halus yang bersih bergradasi 4 - 6 mm

4) 15 liter kerikil kasar yang bersih bergradasi 10 mm

5) 15 liter arang batok kelapa sebagai karbon aktip sebanyak 6) Pipa PVC diameter ¾” atau 20 mm sepanjang 2 meter

Perlengkapan pipa yang sesuai dengan spesifikasi SARUT kapasitas 200 liter

3.3.2 Cara Pengerjaan Persiapan

a. Pilih lokasi lahan yang dekat dengan sumber air baku

b. Tentukan tipe SARUT yang akan dipilih sesuai dengan karakteristik air baku, sebagai contoh adalah SARUT Arang Kelapa (Tipe II)

c. Tempatkan bahan-bahan dan peralatan yang akan digunakan disekitar lahan tempat SARUT

d. Bahan-bahan untuk media penyaring harus telah dicuci dan dalam keadaan bersih

(25)

21 Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum

4. RANGKUMAN

Pengelolaan air minum memainkan peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan lingkungan. Dengan terciptanya air yang layak minum maka dapat menurunkan angka penderita penyakit khususnya penyakit yang berkaitan dengan air (waterborne disease), dan berperan dalam meningkatkan standar hidup (living standard) masyarakat.

sistem saringan rumah tangga ( SARUT ) merupakan sarana pengolahan air baku menjadi air bersih dengan menggunakan teknologi sederhana. teknologi yang mudah dalam pembuatan, murah dalam pembangunan, serta mudah dan murah dalam pengoperasian serta pemeliharaannya diharapkan dapat meningkatkan peran serta masayarakat dalam menyediakan prasarana air minum dan berperilaku hidup sehat

5. GLOSARIUM

Air baku : Air yang berasal dari sumber air yang perlu atau tidak perlu diolah menjadi air bersih/air minum.

Air bersih : Air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum sesudah dimasak. Teknologi

sederhana

: Teknologi yang mudah dalam pembuatan, murah dalam pembangunan, serta mudah dan murah dalam pengoperasian serta pemeliharaannya.

Saringan Rumah Tangga

: Sarana pengolahan air baku menjadi air bersih dengan menggunakan teknologi penyaringan sederhana, sekala rumah tangga.

Penyediaan air minum

: Kegiatan penyediaan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat, bersih dan produktif.

(26)

Gambar

Gambar 1. Siapkan drum kapasitas 200  liter
Gambar 4. Merakit perpipaan dan socket
Gambar 6. Perakitan Asesoris perpipaan
Gambar 9. Penyiapan Bahan Karbon Aktif  Gambar 10. Lubang Pembakaran
+4

Referensi

Dokumen terkait