LAPORAN LOG BOOK PENELITIAN IAIN KENDARI TAHUN 2018
Nama Peneliti : Dra. Hj. Marlina, M.Pd.I
Kluster Penelitian : Penelitian Pembinaan/Peningkatan Kapasitas
Judul Penelitian : Fenomena Perilaku Keberagamaan Masyarakat Pasca Banjir Sungai Wanggu Kota Kendari Fokus/Isu Penelitian : Perilaku Keberagamaan
Jumlah Dana : Rp. 15.000.000,-
Outcome : Analisis Perilaku Keberagamaan Masyarakat Pasca Musibah
A. PROGRES PENELITIAN No Hari/Minggu/
Bulan Kegiatan Temuan Sementara Data yang belum
Diperoleh
Kendala yang Dihadapi 1.
2.
3.
Mei
Mei
Juli
Penyempurnaan Proposal Penelitian
Pengurusan Surat Izin Penelitian
Memulai tahapan penyusuan laporan penelitian
Validasi Instrumen Penelitian / Pedoman Wawancara
Pemberian Surat Izin Penelitian dari Balitbang Provinsi Sulawesi Tenggara
Perbaikan isi penelitian mulai dari Bab 1 sampai Bab 3 termasuk perubahan / penambahan kata dalam judul
penelitian
-
-
Bab 4 yang berisikan Hasil dan Pembahasan
-
-
-
KEMENTERIAN AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KENDARI
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Jl. Sultan Qaimuddin No. 17 Baruga Kendari, Telp. (0401) 3192081, Fax. (0401) 3193710 Email: [email protected], Website: lppm.iainkendari.ac.id
4.
5.
6.
7.
Agustus
Agustus
Agustus
Agustus
Melakukan survey awal ke lokasi penelitian dan Wawancara Informan
Mencari Data ke BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
Mencari data ke Kantor Kelurahan Lepo-Lepo
Wawancara Informan
Penjelasan mengenai perilaku keberagamaan masyarakat
Mendapatkan data Sulawesi Tenggara dalam Angka dan juga data
Kecamatan Baruga dalam angka.
Belum ada data yang diberikan
Gambaran kegiatan keagamaan masyarakat bantaran sungai wanggu
Informasi dari korban banjir sungai wanggu
Jumlah korban dan kerugian
Terkait jumlah penduduk sekitar sungai wanggu Problem keagamaan yang dirasakan oleh masyarakat
Sedikitnya jamaah yang hadir pada saat Shalat Subuh berjamaah.
-
Kelurahan masih ada kegiatan 17an dan Idul Adha.
-
B. PENGGUNAAN ANGGARAN
No Hari/Minggu/Bulan Kegiatan Penelitian Alokasi Anggaran Jumlah
Anggaran
1. Mei
Penyempurnaan Proposal Penelitian 1. Honor Narasumber FGD 2 orang 2. Konsumsi Peserta dan Narasumber
3 Org x 2 JPL x @350.000 15 Org x @35.000
Rp. 2.625.000,-
2. Mei
Validasi Instrumen :
1. Honor Narasumber 2 orang
2. Konsumsi Peserta dan Narasumber (Makan dan Snack)
2 Org x 2 JPL x @350.000 10 Org x @50.000
Rp. 1.900.000,-
3. Juli Penggandaan Instrumen Penelitian Berupa Lembar Observasi dan Pedoman Wawancara (Fotocopi Instrumen)
20 lembar x 5 Pertemuan x
@250 Rp. 25.000,-
4. Agustus Tahap Awal penelitian & Pemberitahuan Penelitian pada Tokoh Masyarakat & Honorarium Anggota Penelitian
3 Org x @110.000 2 Org x @50.000
Rp. 430.000,-
5. Agustus Lanjutan proses penelitian ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi
Sulawesi Tenggara & Honorarium Anggota Penelitian 2 Org x @50.000 Rp. 100.000,- 6. Agustus Lanjutan proses penelitian ke Kantor Kelurahan Lepo-Lepo Kota
Kendari & Honorarium Anggota Penelitian 2 Org x @50.000 Rp. 100.000,-
7. Agustus Lanjutan proses wawancara ke Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat & Honorarium Anggota Penelitian
2 Org x @110.000
2 Org x @50.000 Rp. 320.000,-
C. RENCANA PUBLIKASI JURNAL/HKI
No Fokus/Isu Artikel Teori yang Digunakan Pendekatan/Analisis Data
1.
Fenomena Perilaku Keberagamaan Masyarakat Pasca Musibah Banjir Sungai Wanggu Kota Kendari
Penelitian ini berkaitan dengan sebuah fenomena perilaku keberagamaan di Masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan emik, kemudian di analisis menggunakan teori sosiologi pengetahuan.
Pendekatan Emik. Analisis Pendekatan Kualitatif, Reduksi Data, Display Data dan Verifikasi Data.
Kendari, 08 September 2018 Ketua Peneliti,
Anggota Peneliti :
1. Wahyuni 2. -
3. - (Dra. Hj. Marlina, M.Pd.I)
INSTRUMEN WAWANCARA PENELITIAN DIAJUKAN PADA TOKOH MASYARAKAT, TOKOH AGAMA
1. APA KEGIATAN KEAGAMAAN YANG SERING DILAKUKAN MASYARAKAT ?
2. BAGAIMANA RESPON MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN KEAGAMAAN TERSEBUT ? 3. APA ARTI MUSIBAH (BANJIR) INI DI MASYARAKAT ?
4. BAGAIMANA MASYARAKAT MENANGGAPI MUSIBAH YANG TERJADI BAHKAN TERULANG ? 5. ADAKAH PENINGKATAN PRILAKU KEBERAGAMAAN MASYARAKAT YANG ANDA AMATI ? 6. SEBAGAI TOKOH, APA BENTUK KEGIATAN PENYADARAN YANG DILAKUKAN ?
7. BAGAIMANA ANTUSIAS MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN YANG ANDA LAKUKAN ?
DIAJUKAN PADA MASYARAKAT
1. APA ARTI MUSIBAH INI UNTUK ANDA ?
2. BAGAIMANA ANDA MENANGGAPI MUSIBAH INI BAHKAN BERULANG ? 3. APA BENTUK KEGIATAN KEAGAMAAN YANG BIASA ANDA IKUTI ? 4. BISA ANDA JABARKAN TERKAIT KEGIATAN TERSEBUT ?
5. BAGAIMANA PERAN TOKOH AGAMA/MASYARAKAT GUNA MENYADARKAN MASYARAKAT PASCA MUSIBAH ? 6. ADAKAH TOKOH YANG BERPERAN AKTIF DALAM KEGIATAN KEAGAMAAN TERSEBUT ?
7. ADAKAH PERUBAHAN PRILAKU KEBERAGAMAAN YANG ANDA RASAKAN ? Nb ; Pertanyaan akan dikembangkan kembali saat proses wawancara
Wawancara Salah Satu Jama’ah : Bapak Sukman
Lokasi : Masjid Jami’ al-Falah. Jum’at, 10 Agustus 2018 Pukul : 05.10 WITA
Wawancara dengan Imam Masjid Jami’ al-Falah : Bapak Ustadz Fathur Wawancara dengan Tokoh Masyarakat : Bapak H. Setta Amin
Lokasi : Masjid Jami’ al-Falah. Jum’at, 10 Agustus 2018 Pukul : 05.25 WITA
Wawancara dengan Tokoh Agama : Dra. Muliani, S.Pd (Ketua Majelis Taklim) Wawancara dengan Tokoh Masyarakat : H. Amran
Lokasi : Rumah Pribadi Ibu Dra. Muliani, S.Pd. Sabtu, 25 Agustus 2018 Pukul : 10.48 WITA
Transkrip Wawancara
Data Informan : Bapak Sukman
Peneliti : Menurut pengamatan Bapak, bagaimana perilaku keberagamaan masyarakat pasca banjir ? Informan : Aiii, tidak ada perubahan. Saya lihat, maunya dia sadar itu bahwa ini adalah ujian.
Peneliti : Bagaimana antusiasme masyarakat terkait shalat berjamaah di Masjid ? Informan : Kalau disitu tempat kejadian tidak ada ji peningkatan jumlah jamaahnya.
Peneliti : Apa ada kegiatan keagamaan lain yang dilaksanakan masyarakat, misalnya pengajian ? Informan : Tidak ada Bu.
Peneliti : Terima Kasih atas waktunya Pak Informan : Iye, sama-sama Bu.
Data Informan : Bapak H. Setta Amin (Tokoh Masyarakat)
Peneliti : Pak Haji bisa kita ceritakan sedikit, apa yang terjadi ketika musibah banjir menerjang pemukiman masyarakat ?
Informan : Jadi waktunya banjir, kita semua warga-warga disini kita mengungsi disini (Masjid Jami’ Al-Falah) kita lari, penuh ini masjid waktu 2013.
Terus begitu juga yang terjadi waktu baru-baru ini. Sebenarnya ini sungai akan banjir terus, karena sudah ada penyumbatan dibawah baru tidak ada pembuangannya. Jadi masyarakat kayak sudah akrab mi dengan ini banjir. Waktu dulu itu banjir besar (2013), sebenarnya juga sudah dikasih mi pilihan sama Pak Gubernur untuk dipindah baru dibuatkan pemukiman baru, tapi masyarakat dorang tidak mau alasannya karena disini ji tempat mata pencahariannya. Mayoritas yang tinggal disini, hidupnya dari itu sekup menambang pasir jadi susah juga dorang mau tinggalkan. Lepo-lepo ini tidak bisa menghindar pasti tiap tahun kalau deras hujan pasti banjir.
Peneliti : Berdasarkan pengakuan masyarakat, yang saya terima waktu mengadakan kegiatan bakti sosial pasca banjir, salah satu Masjid itu memang tidak digunakan shalat Jum’at ?
Informan : Masjid At-Taubah ? Masjid yang digunung-gunung itu ? iya memang tidak ada kegiatan shalat jumatnya disana, padahal ada itu tokoh agama yang tinggal sekitar sana.
Peneliti : Kalau menurut pengamatannya Pak Haji, bagaimana perubahan perilaku keberagamaan masyarakat ?
Informan : Tidak ada perubahan, soalnya apa kalau dilingkungan ku ini banyak rumah kos. Baru apa yang dorang lakukan itu mi juga kadang yang kita tidak suka. Jadi kalau saya lihat ini air datang tiap tahun, dia sengaja dia mau cuci kita, supaya bersih. Jadi tidak ada pengaruhnya ini banjir.
Data Informan : Bapak Ustadz Fathur (Imam Masjid Jami’ Al-Falah)
Peneliti : Kalau kita Pak, bagaimana pengamatan ta terkait perilaku keberagamaan masyarakat ?
Informan : Kalau saya perhatikan masyarakat, mereka sudah anggap ini (musibah banjir) kejadian biasa-biasa saja, karena mungkin tingkat keimanan mereka belum sampai kesana (menganggap musibah sebagai ujian atau teguran). Sehingga apa saya lihat dalam kehidupan masyarakat utamanya keagamaan, yaa begitu sebagaimana biasa sebelum banjir yaa begitu sesudah banjir begitu juga. Saya lihat yang rajin kesini (Masjid Jami’ al-Falah) orangnya itu-itu saja. Mungkin karena kurang keimanan seseorang jadi tidak merasa tertegur manusia. Begitu mi mungkin sesuai dengan al-Qur’an Khatamallahu ‘ala Quluubihim jadi susah kecuali hidayah dari Allah SWT. Tapi sebetulnya hal yang semacam ini jadi PR kita bersama, karena mereka juga orang Muslim. Sudah jadi tugas ta bersama mi ini, kita rangkul kita arahkan. Karena saya lihat ini juga yang tidak ada di masyarakat, siapa tahu dengan uluran tangan kita mereka mau, karena ada juga orang yang semakin dirangkul malah senang. Jadi jangan juga kita salahkan mereka, salahkan juga diri kita sendiri.
Peneliti : Menurut bapak apa yang harus dilakukan untuk masyarakat ?
Informan : Kita perlu carikan solusi untuk perubahan perilaku keagamaan masyarakat. Jangan sampai ada dakwah yang belum sampai ke masyarakat.
Bapak Setta Amin menambahkan terkait pertanyaan ini : Sebenarnya disini banyak tokoh masyarakat, tapi terus terang saja Bu, tidak ada yang mau muncul seperti kita ini. Dorang takut datang ke Masjid tidak tau kenapa.
Data Informan : Ibu Dra. Muliani, S.Pd
Peneliti : Adakah kegiatan pengajian dilingkungan masyarakat Bu ?
Informan : Belum ada Bu, bisa dibilang juga mati suri. Sebenarnya Bu, sejak 2004 saya ini sebagai Ketua Majelis Ta’lim, sudah mau mengundurkan diri tapi teman-teman tidak mau saya mundur. Karena kepengurusan yang ada sekarang mau dilakukan pembentukan ulang, untuk supaya ini pengajian bisa segera aktif kembali. Jadi selama ini belum ada kegiatan pengajian.
Peneliti : Kalau untuk shalat berjamaahnya masyarakat bagaimana Bu ?
Informan : Untuk jamaahnya alhamdulillah ada ji Bu, jamaah juga sudah mulai banyak. Tapi dulu itu kadang dua orang ji jamaahnya. Berhubung sekarang saya punya anak-anak Panti mereka mi saya ikut gabung shalat berjamaah di Masjid. Tapi yang dialami malah penolakan dari jamaah masjid dengan alasan ribut. Padahal bukan anak-anak panti yang ribut, malah kita didatangi kasian untuk larang ini anak-anak panti shalat berjamaah ke Masjid. Padahal alasanku itu karena bagusnya dilihat ketika shalat berjamaah baru penuh masjid.
Peneliti : Bagaimana pengamatan ta terkait perilaku keagamaan masyarakat pasca musibah banjir disini Bu ?
Informan : Tidak terlalu berubah mi keagamaannya Bu. Padahal kalau mau dilihat sebabnya, sudah kita mi disini yang harusnya berubah, mungkin karena kurang ibadah, terlalu banyak dosa yang kita lakukan akhirnya dikena lagi kita. Ada perubahan tapi tidak terlalu signifikan sedikit-sedikit saja Bu, seharusnya kita ini sudah berubah betul karena banjir ini terjadi tahun ke tahun. Kita harapkan ini dengan adanya musibah ini keimanan kita bertambah, ekonominya kita bertambah. Menjadi pelajaran dan renungan bagi kita. Menjadi ujian bagi kita yang beriman, menjadi pelajaran bagi yang biasa. Karena semua diberikan oleh Allah itu sebagai ujian dan cobaan, mau bagaimanapun ketika musibah orang yang beriman dan tidak beriman pasti kena semuanya, tetapi ada hikmah bagi orang yang beriman untuk menyadari dosa kita. Dan kita tidak bisa mi menghindar kalau terjadi musibah.