KLIPING DIGITAL
ZO N A IN TE GW RI TA S M EN U JU W BW -W BB M
Kakanwil Kemenag Gorontalo
IKHLAS BERAMAL 5 NILAI BUDAYA KERJA PROKES 5M + 1D
SY AF RU DI N BA DE RU NG
PEKAN KEDUA SEPTEMBER 2021
Edisi 1
Gorontalo (kemenag.go.id) – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo kembali menggelar apel pagi perdana setelah sebulan memberlakukan sistem kerja Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) di Halaman Kantor yang dipimpin langsung Kakanwil Kemenag Syafrudin Baderung, Senin (6/09/2021).
Dalam arahannya, Kakanwil mengatakan perkembangan pandemi di Gorontalo sudah mulai melandai, akan tetapi penerapan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan dengan ketat dimanapun selama melaksanakan tugas.
“Meskipun perkembangan pandemi di Gorontalo sudah mulai melandai. Kita tetap harus waspada dan menjaga kesehatan serta memperkuat protokol kesehatan dimanapun dan semua lini apapun di setiap pertemuan atau selama menjalankan tugas,” ungkap Syafrudin.
PIMPIN APEL PEKAN KEDUA SEPTEMBER, KAKANWIL
SAMPAIKAN INI
KANWIL KEMENAG GORONTALO Senin, 06 September 2021
Selanjutnya, Syafrudin juga mengingatkan kembali tentang penyerapan anggaran harus dilaksanakan dengan baik dan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat klasikal sudah bisa diselenggarakan namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Anggaran kita harus terserap dengan baik dan cepat.
Pelaksanaaan kegiatan yang bersifat klasikal sudah bisa dilaksanakan dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat,” tutur Syafrudin.
Lebih lanjut, Kakanwil menegaskan terkait dengan pelaksanaan vaksinasi bagi para pegawai yang belum menerima vaksinasi agar ikut serta dalam pelaksanaan vaksin yang akan digelar dan bekerja sama dengan Polda Gorontalo mengingat pemberian vaksin tersebut menjadi upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19.
Terakhir Kakanwil menyampaikan bahwa dispilin dan kinerja para
pegawai baik ASN maupun Non ASN agar dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. (April)
SIARAN PERS:
R A B U , 0 8 S E P T E M B E R 2 0 2 1
JAKARTA (kemenag.go.id) - Kementerian Agama hari ini meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis atau Sehati bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Program Sehati dirilis oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Peluncuran program berlangsung secara hybrid dan dipusatkan di Aula KHM Rasjidi Gedung Kemenag RI di Jl Thamrin, Jakarta dengan protokol kesehatan ketat dan tes Swab Antigen. Hadir, Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali, Pelaksana Tugas Kepala BPJPH Mastuki, para staf khusus Menteri Agama, dan perwakilan sejumlah Kementerian.
“Saya menyambut baik dan mengapresiasi program ini. Dalam suasana pandemi saat ini ketika iklim usaha sedang menurun, kehadiran sertifikasi halal gratis bagi UMK menjadi oase yang membangkitkan harapan,” kata Menag di Jakarta, Rabu (8/9/2021).
“Program Sehati diharapkan menjadi pemantik semangat baru untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. Ini juga memberikan pesan kepada kita saatnya kita tidak meratapi nasib, namun mari nyalakan lilin untuk menerangi dan mengatasi semua kesulitan yang dihadapi,” lanjutnya.
Dengan sertifikasi halal, Menag memastikan pelaku usaha bukan saja memenuhi persyaratan kehalalan dan higienitas, namun juga meningkatkan image positif tentang penjaminan produk halal. Menurut Menag, masyarakat dunia mengakui produk halal identik dengan kualitas dan higienitas. Sehingga, tidak heran jika pertumbuhan produk halal terus meningkat, bahkan menjadi gaya hidup global (halal lifestyle).
“Program Sehati ditujukan kepada Usaha Mikro dan Kecil (UMK), karena sebagian besar belum memiliki sertifikasi halal.
Melalui sertifikasi halal gratis ini, diharapkan makin banyak UMK yang bisa menembus pasar halal global,” tandas Menag.
Pelaksana Tugas Kepala BPJPH Mastuki menambahkan, Sehati adalah program kolaboratif dan sinergi antara BPJPH Kementerian Agama dengan kementerian/ lembaga, pemerintah daerah, instansi dan pihak swasta. Tujuannya, untuk memfasilitasi pembiayaan sertifikasi halal secara gratis bagi pelaku UMK.
KANWIL KEMENAG GORONTALO
KEMENAG LUNCURKAN SEHATI, PROGRAM SERTIFIKASI HALAL GRATIS BAGI UMK
L A N J U T H A L 2 . . . .
H A L . 2
“Prioritas kepada UMK selain amanah PP No 39 Tahun 2021 juga bertujuan untuk mendorong dan menggairahkan perekonomian nasional yang sebagian besar ditopang oleh pelaku UMK,” kata Mastuki.
Berdasarkan pengalaman tersebut, tahun ini BPJPH Kemenag berinisiasi kembali mengggandeng kementerian, lembaga, dan instansi yang memiliki anggaran/dana fasilitasi sertifikasi halal untuk UMK. Harapannya, fasilitasi berupa pembiayaan tersebut dapat tersalurkan dengan baik, sesuai sasaran, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh sebanyak-banyak pelaku UMK.
Sertifikasi halal, lanjut Mastuki, memegang peran penting dan perlu untuk memastikan dan menjamin bahwa produk yang beredar dan dikonsumsi, digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat telah memenuhi standar halal. BPJPH juga berkomitmen seluruh proses sertifikasi halal yang diajukan pelaku usaha dilakukan secara online melalui aplikasi Sihalal.
“Melalui Program Sehati ini, BPJPH menetapkan bahwa pengajuan/pendaftaran, pemeriksaan atau audit produk, penetapan fatwa halal, sampai penerbitan sertifikat halal seluruhnya online based pada Sihalal. Hal ini semata-mata untuk
mempercepat proses dan mempermudah pelaku usaha mengakses sertifikasi halal dari mana saja mereka berada,” kata Mastuki.
“Berkat arahan Pak Menteri dan support dari berbagai pihak, saat ini BPJPH sedang berproses ke arah digitalisasi layanan.
Sertifikat halal yang kami terbitkan saat ini telah berbentuk e-sertificate dengan tanda tangan digital (digital signature) yang terhubung ke sistem Balai Sertifikasi Elektronik (BsrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),” lanjutnya.
Layanan Sihalal saat ini juga telah terkoneksi dengan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS). Masih dalam progres, Sihalal juga dirancang untuk terintegrasi dengan Indonesian National Single Window (INSW).
“Juga dirancang terintegrasi dengan aplikasi yang dimiliki Lembaga Pemeriksa Halal, serta aplikasi lain sebagai bagian dari ekosistem halal,” tandasnya.
Humas
KANWIL KEMENAG GORONTALO
R A B U , 0 8 S E P T E M B E R 2 0 2 1
TENAGA PENDIDIK AGAMA BUDDHA IKUTI ORIENTASI
PENINGKATAN KINERJA GURU
GORONTALO (kemenag.go.id) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Syafrudin Baderung minta para guru jangan berhenti berkreativitas, dalam menjalankan proses pembelajaran yang efektif di masa pandemi.
Hal itu diharapkan Kakanwil dalam orientasi peningkatan kinerja guru pendidikan Agama Buddha Provinsi Gorontalo, yang dilaksanakan Kanwil di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Rabu (08/09/2021).
Kegiatan dalam rangka pembekalan tenaga pendidik tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan peningkatan kinerja dalam menjalankan peran guru, dengan standar mutu pendidikan pendidikan secara nasional.
Selain itu, orientasi peningkatan kinerja guru juga memberikan pembinaan dan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi guru, mendorong guru agar memiliki kinerja yang baik, serta diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Buddha
“Guru merupakan tugas yang sangat mulia, karena merekalah yang membentuk pribadi anak didik.
Sehingganya kreativitas dan inovasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan berhenti hanya karena musibah wabah covid-19,” ujar Kakanwil.
Menurut Kakanwil, pandemi menjadi momentum untuk melahirkan sesuatu yang baru. Dimana teknik dan model pembelajaran saat ini sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi.
“Sebelumnya kita belum mengenal apa itu pembelajaran daring, maka saat ini guru tidak hanya mengajar secara digital, tetapi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, guru mampu membelajarkan siswa dan bahkan mengenalkan pula kepada orangtua peserta didik tentang pembelajaran melalui virtual atau dalam jaringan daring,” jelas Kakanwil.
Pembelajaran daring menurut Kakanwil bukan terletak pada tatap muka, tetapi metode mengajar yang dilakukan guru dalam menyampaikan materinya yang dilakukan daring.
“Belajar daring jangan hanya diartikan tatap muka, tetapi dikembangkan dalam metode mengajar. Mengapa demikian?, jika online hanya diartikan pertemuan dengan siswa, maka belum tentu semua siswa pada saat itu bisa hadir mengikuti pembelajaran. Karena bisa saja ada kendala teknis yang mereka dihadapi saat itu,”
kata Kakanwil.
“Guru harusnya merekam proses mengajarnya dalam bentuk video pembelajaran, agar semua peserta didik bisa mengikuti dan belajar dari video tersebut, baik yang hadir dalam pertemuan ataupun yang tidak sempat hadir,” lanjutnya.
GORONTALO (kemenag.go.id) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Syafrudin Baderung minta para guru jangan berhenti berkreativitas, dalam menjalankan proses pembelajaran yang efektif di masa pandemi.
Hal itu diharapkan Kakanwil dalam orientasi peningkatan kinerja guru pendidikan Agama Buddha Provinsi Gorontalo, yang dilaksanakan Kanwil di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Rabu (08/09/2021).
Kegiatan dalam rangka pembekalan tenaga pendidik tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan peningkatan kinerja dalam menjalankan peran guru, dengan standar mutu pendidikan pendidikan secara nasional.
Selain itu, orientasi peningkatan kinerja guru juga memberikan pembinaan dan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi guru, mendorong guru agar memiliki kinerja yang baik, serta diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Buddha
“Guru merupakan tugas yang sangat mulia, karena merekalah yang membentuk pribadi anak didik.
Sehingganya kreativitas dan inovasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan berhenti hanya karena musibah wabah covid-19,” ujar Kakanwil.
Menurut Kakanwil, pandemi menjadi momentum untuk melahirkan sesuatu yang baru. Dimana teknik dan model pembelajaran saat ini sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi.
“Sebelumnya kita belum mengenal apa itu pembelajaran daring, maka saat ini guru tidak hanya mengajar secara digital, tetapi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, guru mampu membelajarkan siswa dan bahkan mengenalkan pula kepada orangtua peserta didik tentang
pembelajaran melalui virtual atau dalam jaringan daring,” jelas Kakanwil.
Pembelajaran daring menurut Kakanwil bukan terletak pada tatap muka, tetapi metode mengajar yang dilakukan guru dalam menyampaikan materinya yang dilakukan daring.
“Belajar daring jangan hanya diartikan tatap muka, tetapi dikembangkan dalam metode mengajar. Mengapa demikian?, jika online hanya diartikan pertemuan dengan siswa, maka belum tentu semua siswa pada saat itu bisa hadir mengikuti pembelajaran. Karena bisa saja ada kendala teknis yang mereka dihadapi saat itu,” kata Kakanwil.
“Guru harusnya merekam proses mengajarnya dalam bentuk video
pembelajaran, agar semua peserta didik bisa mengikuti dan belajar dari video tersebut, baik yang hadir dalam pertemuan ataupun yang tidak sempat hadir,” lanjutnya.
Di samping itu, hal lain yang disampaikan Kakanwil adalah perubahan perilaku selama pandemi diantaranya mendorong
pembiasaan diri tentang kesadaran dalam menjaga kesehatan.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber bidang pendidikan dan kependidikan, diantaranya dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Dinas Pendidikan Kota Gorontalo serta mendatangkan motivator akademis.
Hadir mendampingi Kakanwil, Kepala Bagian Tata Usaha Mahmud Y. Bobihu dan Kepala Sub Bagian Organisasi, Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama Wiwik W.
Mayang. (b@im)
KANWIL KEMENAG GORONTALO Rabu, 08 September 2021
K E M E N A G R I L I S S E H A T I ,
K A K A N W I L : B E R S I N E R G I D A N S O S I A L I S A S I K A N
K A N W I L K E M E N A G G O R O N T A L O
R A B U , 0 8 S E P T E M B E R 2 0 2 1
GORONTALO (kemenag.go.id) – Ikuti peluncuran Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui virtual, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Syafrudin Baderung siap bersinergi bersama pihak terkait.
Peluncuran Program Sehati dirilis oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang dilakukan secara hybrid dan dipusatkan di Aula KHM Rasjidi Gedung Kemenag RI di Jl Thamrin, Jakarta. Rabu (08/09/2021).
Mengutip pernyataan Menag, Kakanwil Syafrudin Baderung menjelaskan program tersebut diharapkan menjadi oase yang membangkitkan harapan ketika iklim usaha sedang menurun.
“Program sertifikasi halal gratis bagi UMK sangat baik, apalagi di suasana pandemi saat ini. Ini bentuk kehadiran negara dalam membangkitkan kembali geliat para pengusaha UMK yang terpuruk akibat pandemi,” kata Syafrudin.
“Sebagaimana tujuan yang disampaikan Menag, program tersebut ditujukan kepada Usaha Mikro dan Kecil (UMK), karena sebagian besar belum memiliki sertifikasi halal,” lanjut Syafrudin.
Sebagai program kolaboratif, lanjut Syafrudin, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo siap bersinergi bersama pihak terkait, meliputi BPJPH Kementerian Agama dengan kementerian/
lembaga, pemerintah daerah, instansi dan pihak swasta.
“Secepatnya kami akan tindaklanjuti bersama pihak terkait dan segera memberikan sosialisasi, sehingga diharapkan produk yang beredar di UMK sudah memiliki sertifikasi halal,” tutup Syafrudin.
(b@Im).
K A N W I L K E M E N A G G O R O N T A L O R A B U , 0 8 S E P T E M B E R 2 0 2 1
KANWIL LAKUKAN MONEV PEMBELAJARAN MASA PANDEMI DI PONDOK PESANTREN
GORONTALO (kemenag.go.id) – Dalam rangka pemantauan pembelajaran pada masa pandemi di lembaga pendidikan pesantren, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di beberapa Pondok Pesantren di Gorontalo.
Rabu (08/09/2021), tim monev melalui Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) yang saat itu dipimpin Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Syafrudin Baderung dan didampingi Kepala Bidang (Kabid) Papkis Fitriyani Humokor mendatangi Pondok Pesantren Daarul Qur’an Moosalamati Kota Gorontalo.
yafrudin Baderung mengatakan, Kanwil Kemenag Gorontalo melalui Bidang Papkis berupaya meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana lembaga pendidikan keagamaan.
“Melalui monev ini, Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana lembaga pendidikan keagamaan, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas lembaga pendidikan pesantren,” tutur Kakanwil
“Hal tersebut seiring tuntutan masyarakat akan pentingnya pendidikan keagamaan termasuk lembaga yang mengelola pondok pesantren dan pendidikan al- qur’an. Seiring dengan eksistensinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik dari aspek sejarah maupun peranannya memajukan pendidikan keagamaan Islam,” lanjutnya.
Senada hal tersebut, Kabid Papkis Fitriyani Humokor menyampaikan selain melakukan pemantauan pembelajaran, kunjungan dimaksud juga bagian dari pelaksanaan pelayanan, bimbingan dan pembinaan.
“Monev dilakukan untuk memastikan pendidikan pondok pesantren pada masa pandemi di Provinsi Gorontalo harus bergerak dinamis, inovasi, dan berbasis regulasi. Sehingga akan mempercepat pelaksanaan pembangunan nasional melalui peningkatan mutu pendidikan dengan penuntasan wajib belajar di pesantren dan juga lembaga pendidikan alqur’an,” ujar Fitri.
“Maka untuk itu, Bidang Papkis selain mengunjungi Pondok Pesantren Daarul Qur’an Moosalamati, juga akan mendatangi pondok pesantren lainnya yang ada di Provinsi Gorontalo,” tutupnya. (b@Im)