• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN A GAMBAR PELAKSANAAN PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAMPIRAN A GAMBAR PELAKSANAAN PENELITIAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN A

GAMBAR PELAKSANAAN PENELITIAN

A.1. Pemanasan Minyak Goreng Sawit

(2)

L-2

A.3. Lapisan Biodiesel dan Gliserol

(3)

L-3

A.5. Pencucian dengan Aquades

(4)

L-4

A.7. Proses Penyaringan

(5)

L-5

A.9. Proses pengeringan Biodiesel

(6)

L-6

A.11. Biodiesel dan Solar

(7)

L-7

A.13. Proses Pencampuran Biodiesel dan Solar

(8)

L-8

(9)

LAMPIRAN B

PROSEDUR ANALISA

B.1. METODE PORIM (1995)

Tujuan : Mengetahui Kadar asam lemak bebas (ALB) dalam minyak/lemak. Defenisi : Kadar asam lemak merupakan persen asam lemak bebas yang

terdapat pada 1 gram minyak/lemak. Prosedur

Contoh minyak sebanyak 2,5 gram dimasukkan kedalam erlenmeyer, kemudian ditambahkan larutan heksan 20 ml dan 30 ml alkohol netral 95%. Larutan diberikan phenopthalein 3 tetes dan dititrasi dengan KOH 0,1 N sambil diaduk sampai terbentuk warna merah jambu yang stabil selama 1 menit.

Kadar asam lemak bebas =

G M x N x S 10 Keterangan :

S = ml KOH 0,1 N untuk titrasi contoh N = normalitas KOH (g/ml)

G = berat contoh

M = berat molekul asam lemak bebas

(10)

L-10

B.2 METODE AOAC (1995)

Tujuan : Mengetahui kadar air dalam minyaki/lemak Prosedur

Contoh minyak diaduk kemudian ditimbang 10 gram dalam cawan keramik. Contoh dipanaskan dalam oven 104oC – 106oC selama 30 menit. Contoh diangkat dari oven dan didinginkan dalam desikator pada suhu kamar, kemudian. ditimbang. Pekerjaan dilakukan sampai kehilangan bobot selma pemanasan tidak lebih dari 0,005%

Kadar air = 100 awal contoh Bobot hilang yang Bobot x

B.3 Metode Kromatografi Gas (GC)

Etil ester (biodiesel minyak goreng sawit) dianalisa menggunakan gas kromatografi (Shimadzu GC 148 dengan detektor FID, jenis kolom DB-IHT :

15 m x 0,25 mm ID, tebal film 0,1 umeter, carrier gas : Helium, flushing gas : Nitrogen, suhu oven 50oC, suhu injektor 400oC dan suhu detektor 400oC)

(11)

L-11

B.4 Pemeriksaan Density / Spec. Gravity ASTM D1298

Tujuan : Untuk menentukan Density / Spec. Gravity dari produk Petroleum (BBM) yang mempunyai RVP dibawah 26 lb.

Instruksi Kerja

- Tuangkan contoh pada cylinder sehingga tidak menimbulkan gelombang udara

- Masukkan thermometer, kemudian ukur temperatur dan yakinkan bahwa temperatur tetap konstan tidak lebih dari 2oC/5oF.

- Masukkan thermometer yang sesuai dengan product kemudian lepaskan - Baca hydrometer :

a. Jika cairan transparan, dekat sedikit dibawah level cairan (contoh) dan pelan-pelan naikkan ke atas persis pada permukaan cairan.

b. Jika cairan gelap, baca skala pada hydrometer dimana contoh naik pada permukaan yang rata.

Perhitungan dan pelaporan

- Catat pembacaan hydrometer dan temperatur

- Jika menggunakan Spec. Gravity 60/60oF hydrometer, konversikan ke standar temperatur dengan ASTM D1250 sbb :

a. Dari Observed temperatur ke temperatur standar 60/60oF gunakan tabel 23 b. Dari Observed temperatur ke temperatur standar Density 15oC, gunakan tabel

(12)

L-12

B.5. TITIK NYALA (FLASH POINT) ASTM D6450

Tujuan : Untuk menentukan titik sambar / nyala minyak secara automatik dari Petrolium, produk campurannya dan cairan lainnya yang mempunyai Karakteristik Flash Point 0o – 120oC.

Instruksi Kerja 1. Hidupkan Power

2. Tekan “TASK” untuk memunculkan parameter tes

3. Pilih parameter test yang akan dipakai dengan menekan tanda

4. Masukkan contoh kedalam mangkuk sampel sebanyak 1 ml (sampai tanda batas ring pertama)

5. Tekan “RUN” dan tunggu sampai perintah selanjutnya muncul di monitor. 6. Tekan “RUN” sekali lagi untuk melakukan pengujian .

7. Tunggu hasil test Flash Point ( alat bekerja secara otomatis ).

8. Alarm akan berbunyi menandakan test telah selesai dan hasil test Flash Point akan muncul di monitor.

9. Tekan “STOP”untuk menghentikan bunyi alarm dan catat hasilnya. 10. Bersihkan kembali mangkuk sampel untuk persiapan test selanjutnya.

(13)

L-13

B.6. KOROSI STRIP TEMBAGA ASTM D- 130 Instruksi kerja

Bersihkan (gosok) kepingan tembaga dengan kertas ampelas atau carborundum dengan cara penggosokan satu arah. Selanjutnya bersihkan dengan kapas. Bila contoh mengandung air, saring dahulu dengan kertas Whatman 4. Letakkan contoh pada botol berwarna untuk menghindari cahaya matahari.

a. Untuk pemeriksaan pada 50oC dan 100oC bagi contoh yang kurang penguapan Masukkan contoh kedalam test tube yang telah dibersihkan sebanyak 30 ml dan strip yang bersih (1 menit setelah dibersihkan ) kemudian masukkan ke dalam bombe dan kedalam bak pemanas, kemudian angkat dan periksa strip terhadap standar corrosion.

b. Untuk pemeriksaan pada 100oC bagi contoh yang mudah menguap

Masukkan contoh kedalam test tube, selanjutnya masukkan test tube yang bersih kedalam test tube (setelah 1 menit dari pembersihan copper), dan dengan hati-hati masukkan ke dalam bombe dan rendam dalam bak pemanas dimana temperaturnya telah konstan. Cocokkan Strip dengan standard corrosion.

c. Cara pemeriksaan Strip

Kosongkan isi test tube, segera ambil strip dengan facep stainless dan celupkan kedalam Iso- Octane. Angkat Strip dan keringkan dengan kapas atau kertas saring kemudian cocokkan dengan standard corrosion.

(14)

L-14

B.7. AUTO COLOUR ASTM D6045

Tujuan : Untuk menentukan spektrum warna secara automatic dari Petroleum dan produk campurannya yang mempunyai karakteristik warna berdasarkan metode spektrofotometri.

Instruksi Kerja 1. Hidupkan Power.

2. Tekan “Measure” untuk memunculkan parameter test.

3. Pilih parameter test yang akan dipakai dengan menekan “Task Enter”. 4. Masukkan contoh kedalam mangkuk sampel sebanyak 50 ml.

5. Atur sampel id dengan menggunakan panah atas bawah, kanan kiri, atau + dan - 6. Tekan “RUN” untuk pengujian sampel dengan hasil pengujian tersimpan pada

‘memo’. 7. Perhatikan langkah – langkah pengujian berturut – turut : “Rinsing”- “Drawing In Sample”- “Measure” “Removing Sample” (cabut selang sample).

8. Hasil pengujian dapat dilihat berupa ASTM Colour : A : XX,XX. 9. Kembali ke menu awal.

(15)

L-15

B.8 DISTILLATION ASTM D-86

Tujuan : Untuk menentukan sifat penguapan dari produk petroleum.

Peralatan : Dalam pemeriksaan Distillation menggunakan rangkaian peralatan yang dipasang secara berhubungan membentuk suatu Unit Distillation. - Flask 125 ml, shield support yang sesuai

- Condens or dan Cooling Bath - Heater

- Thermometer ASTM 7oC dan 8oC

Instruksi Kerja

- Jika contoh dengan RVP>9,5 Psi dinginkan dulu pada 15oC.

- Contoh yang mengandung air tidak cocok untuk ditest, jika contoh tidak kering dan IBP kecil dari 150oF (66oF) kocok dulu dengan Anhydrous

Sodium Sulfate atau dengan pengering lainnya kemudian dipanaskan. - Lihat tabel 1, contoh yang diperiksa disesuaikan dengan peralatannya, isi

bath condensor dengan media pendingin (batu es, ethylen glycol) perhatikan tabel.

- Bersihkan condensor tube dari sisa cairan dengan kain yang diikat kawat. - Atur suhu contoh sesuai dengan yang akan diperiksa .

- Ukur 100 ml contoh pada silinder kemudian tuangkan kedalam distillasi flask.

(16)

L-16

- Pasang thermometer + gabus pada ujung flask dan atur bulb tepat ditengah antara leher flask dan kapiler, segera letakkan cylinder diatas meja yang bebas getaran dan biarkan selama 5 menit tanpa bagian bawah. Letakkan flask pada supportnya dan hubungkan vapor tube dan condensor tube dengan perantara gabus.

- Letakkan garduated cylinder yang digunakan tanpa dikeringkan tepat pada ujung condensor tube dengan jarak 25 mm tidak boleh dibawah tanda garis 100 ml. Tutup cylinder dengan kertas atau lainnya melalui ujung condensor tube yang telah dilobangi .

- Panaskan distillasi flask dan isinya waktu pemanasan pertama dengan IBP

sesuaikan dengan tabel. - Setelah mengamati IBP, geser cylinder hingga menyentuh ujung condensor

tube, atur panas sedemikian rupa sehingga kecepatan kondensi sesuai tabel. Amati dan catat suhu atau % recovery yang diperlukan antara IBP dan akhir distilasi dan catat volume pada cylinder dengan pembulatan 0,5 ml dan pembacaan suhu pembulatan 1oF

- Jika decomposision point diamati, hentikan pemanasan.

- Bila residu pada flask + 5 ml, panaskan lagi sehingga waktunya terhadap FBP (EP) sesuai tabel 1 apakah cairan semua menguap, jika tidak catat residu pada flask.

- Bila dari condensor tube masih menetes ke cylinder , amati volume condensate dengan interval 2 menit ukur volume cylinder dan catat dengan

(17)

L-17

pembulatan 0,5 ml sebagai % recovery . Kurangi % recovery dengan 100, laporkan sebagai % residu dan loss.

- Setelah flask dingin, tuang residunya pada condenser, catat volumenya dengan pembulatan 0,5 ml sebagai total recovery . Kurangi % total recovery dari 100% sebagai % loss

- Laporkan % dengan pembulatan 0,5 dan suhu dengan pembulatan 1oF (90,5oC) dan tekanan Barometer dengan pembulatan 1 mm.

- Bila tekanan Barometer tidak sama dengan 760 mmHg lakukan koreksi dan tambahkan pada nilai yang diamati. Koreksi : C = 0,00012(760-P) (273+te)

(18)

LAMPIRAN C

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK BAHAN BAKAR

C.1 Tabel 4.7 Perbandingan Karakteristik B100, B60,dan S100 No Parameter Uji B100 B60 S100 Spesifikasi

1 Densitas 15oC kg/m3 874,7 853,9 822,3 815 - 870 2 Titik Nyala (Flash Point) oC 172 107 85 Min 55 3 Temperatur Destilasi 90% oC 349 350 365 Max 370 4 Korosi Strip Tembaga No 1 No 1 No 1 Max No 1 5 Warna (Colour) 2,0 2,5 3,0 Max 3,0

C.2 Tabel 4.8 Perbandingan Karakteristik B100, B70 dan S100 No Parameter Uji B100 B70 S100 Spesifikasi

1 Densitas 15oC kg/m3 874,7 860,8 822,5 815 - 870 2 Titik Nyala (Flash Point) oC 172 123 85 Min 55 3 Temperatur Destilasi 90% oC 349 343 365 Max 370 4 Korosi Strip Tembaga No 1 No 1 No 1 Max No 1 5 Warna (Colour) 2,0 2,5 3,0 Max 3,0

(19)

L-19

C.3 Tabel 4.9 Perbandingan Karakteristik B100, B85, dan S100 No Parameter Uji B100 B85 S100 Spesifikasi

1 Densitas 15oC kg/m3 874,7 865,8 822,5 815 - 870 2 Titik Nyala (Flash Point) oC 172 138 85 Min 55 3 Temperatur Destilasi 90% oC 349 347 365 Max 370 4 Korosi Bilah Tembaga No 1 No 1 No 1 Max No 1 5 Warna (Colour) 2,0 2,3 3,0 Max 3,0

C.4 Data hasil Pengukuran Densitas(Density) Biodiesel Densitas (Density)

60 853,9

70 860,8

85 865,4

100 874,7

C.5 Data Hasil Pengukuran Titik Nyal(Flash Point) Biodiesel Titik Nyala (Flash Point)

60 107

70 123

85 138

(20)

75 L-20

C.6 Data Hasil Pengukuran Destilasi (Distillation) Biodiesel ( % ) Destilasi (Distillation)

60 350

70 343

85 347

100 349

C.7 Data Hasil Pengukuran Warna (Colour) Biodiesel ( % ) Warna (Colour)

60 350

70 343

85 347

Gambar

GAMBAR PELAKSANAAN PENELITIAN

Referensi

Dokumen terkait