• Tidak ada hasil yang ditemukan

*) Diterima: 20 Agustus 2021, Diterima: 25 November 2021 ABSTRAK. Kata kunci: membaca nyaring, dongeng, nilai sosial, dan anak.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "*) Diterima: 20 Agustus 2021, Diterima: 25 November 2021 ABSTRAK. Kata kunci: membaca nyaring, dongeng, nilai sosial, dan anak."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

TAHAPAN MEMBACA NYARING BUKU DONGENG TOKI SI KELINCI BERTOPI KARYA TERE LIYE UNTUK INTERNALISASI NILAI SOSIAL

PADA ANAK *)

(Stages of Reading Aloud Toki the Rabbit Hated By Tere Liye For Internalization of Social Values in Children)

Mufliha1, Heru Kurniawan2, Supriyono3

1,2UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Jln. Ahmad Yani Nomor 40 A, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia (083862543925)

3UPBJJ-Universitas Terbuka Purwokerto

Jln. Kampus Nomor 54, Grendeng, Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia Pos-el: [email protected]

*) Diterima: 20 Agustus 2021, Diterima: 25 November 2021

ABSTRAK

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan dalam menginternalisasikan nilai sosial pada anak adalah dengan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye. Untuk itu, penelitian ini fokus pada membahas tahapan membaca nyaring untuk menginternalisasikan nilai sosial pada anak.

Tujuannya adalah memformulasi tahapan membaca nyaring yang tepat dan sesuai dalam menginternalisasikan nilai sosial pada anak dengan landasan teori dari Jim Trelease tentang The Read Aloud Handbook. Metode penelitian yang digunakan dalah kualitatif-deskriptif yang fokus pada analisis reflektif atas informasi pada pustaka membaca nyaring dan nilai sosial dalam buku dongeng. Hasil penelitiannya adalah tahapan membaca nyaring untuk internalisasi nilai sosial pada anak pada buku dongeng dilakukan melalui (1) tahap mengenalkan (2) tahap pembacaan buku dan (3) tahap diskusi yang menkondisikan anak-anak untuk menjawab pertanyaan tersirat dan tersurat yang muaranya pada nilai sosial.

Kata kunci: membaca nyaring, dongeng, nilai sosial, dan anak.

ABSTRACT

One of the activities that can be done in internalizing social value in children is to read the aloud of the fairy tale book Toki Si Kelinci Bertopi (Toki the Rabbit with Hat) by Tere Liye. To that end, the study focused on discussing the stages of loud reading to internalize social values in children. The goal is to formalize the appropriate and appropriate stages of loud reading in internalizing social values in children with the theoretical foundation of Jim Trelease's The Read Aloud Handbook. The research methods used are qualitative-descriptive that focus on reflective analysis of information in the library of loud reading and social value in fairy tales. The results of the study are the stages of loud reading for the internalization of social values in children in fairy tales books done through (1) the introducing stage (2) the stage of reading the book and (3) the discussion stage that condition children to answer implied and explicit questions that estuary on social values.

Keywords: read-aloud, fairy tales, social values, and children

words: literary history, Modern Indonesian Literature, Popular Malay Literature, Ch PENDAHULUAN

(2)

296 ALAYASASTRA, Volume 17, No. 2, November 2021 PENDAHULUAN

Internalisasi nilai sosial pada anak memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian kematangan dalam hubungan sosial anak. Internalisasi nilai sosial anak ini diperoleh melalui proses belajar dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial di sekitarnya (Musyarofah, 2018). Dari sini, internalisasi nilai sosial anak akan mengarahkan pada keberhasilan anak untuk bisa mandiri dan terampil dalam mengembangkan hubungan sosialnya dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya. Untuk itu, internalisasi nilai anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang-orang di sekelilingnya, baik orang tua, teman, dan guru. Bimbingan yang biasanya berorientasi pada pengenalan berbagai aspek kehidupan sosial dan norma atau aturan kehidupan dalam bermasyarakat.

Hal inilah yang mewajibkan orang tua, guru, dan orang di sekeliling anak untuk bisa memberikan contoh atau teladan kepada anak. Melalui teladan sikap yang baik, anak kemudian meniru dan mengimplementasikan nilai sosial melalui kepatuhan terhadap aturan-aturan sosial dalam kehidupan sehari-harinya (Marlina, 2014).

Hurlock (2000) mengatakan bahwa nilai sosial bagi anak merupakan hasil perolehan kemampuan berperilaku anak yang sesuai dengan tuntutan sosial di lingkungan sekitarnya. Allen dan Marotz (2010) yang dikutip Yuliani, (2019) mengidentifikasi bahwa nilai sosial berada dalam area yang mencakup perasaan yang mengacu pada perilaku dan respon anak terhadap hubungan anak

dengan individu lain. Nilai sosial adalah faktor penting dalam pencapaian kematangan pemahaman dalam hubungan sosial anak. Untuk itu, nilai sosial anak substansinya adalah hasil proses belajar anak dalam menyesuaikan diri terhadap aturan kelompok, perilaku, dan adat. Nilai sosial selalu menyatukan anak menjadi satu kesatuan yang terbentuk atas aktivitas dalam saling berkomunikasi dan bekerjasama dengan individu lain.

Dari sinilah, internalisasi nilai sosial pada anak yang baik akan mewujudkan keberhasilan dalam mengembangkan hubungan sosialnya.

Anak yang berhasil dalam hubungan sosialnya adalah anak yang telah terinternalisasikan dengan nilai sosial.

Untuk itu, internalisasi nilai sosial harus diajarkan sejak anak-anak (Hadi, 2011).

Melalui pengajaran inilah, nilai sosial bisa terinternalisasikan pada anak dengan baik sehingga perilaku sosial yang baik sudah dipraktikkan sejak anak-anak. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menginternalisasikan nilai sosial adalah melalui kegiatan membaca nyaring buku dongeng. Membacakan secara nyaring buku dongeng akan mampu

mengembangkan dan

menginternalisasikan nilai sosial pada diri anak (Jim, 2017).

Hal ini bisa dilakukan karena salah satu karakteristik buku dongeng sebagai buku bacaan anak adalah adanya nilai- nilai sosial yang terkandung dalam buku dongeng. Tidak heran jika kegiatan mendongeng dan membacakan buku dongeng menjadi salah satu sarana menginternalisasikan nilai sosial pada anak. Ini terjadi karena dongeng sendiri

(3)

Nilai Religius dalam Mata Badik Mata Puisi… (Sholeha Rosalia dan Rina Ratih) 297 adalah media pendidikan yang di

dalamnya mengandung dua unsur penting, yaitu hiburan dan pendidikan (Nurgiyantoro, 2018). Aspek hiburan berarti melalui kegiatan mendongeng atau membacakan nyaring dongeng, maka anak-anak akan mendapatkan pengalaman yang menghibur dan menyenangkan (Kurniawan, 2015). Tidak hanya itu, melalui kegiatan mendongeng dan membacakan dongeng anak juga akan mendapatkan nilai sosial yang mendidik anak. Dari sinilah, dongeng menjadi media penting dalam pendidikan terutama untuk mengembangkan pemahaman nilai sosial anak (Kurniawan, 2018).

Seperti penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Miskori Jrahli dengan judul Analisis Nilai Sosial dalam Novel Dia Adalah Kakakku karya Tere Liye.

Hasil dari penelitiannya menunjukan bahwasanya terdapat tiga nilai sosial di dalamnya yakni nilai kasih sayang, nilai tanggung jawab, dan nilai keserasian hidup. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Tri Mulyani dengan judul penelitiannya yakni Nilai-Nilai Sosial dalam Novel Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo karya Gatotkoco Suroso (Tinjauan Sosiologi Sastra). Hasil dari penelitiannya menunjukan bahwasanya terdapat sebelas nilai sosial yakni, gotong royong, musyawarah, kepatuhan, keadilan, kebijaksanan, kasih sayang, kesetiaan, kerukunan, menghargai orang lain, keramahan, dan balas budi.

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Rusmiati A’ban dengan judul penelitiannya yakni Nilai Sosial dalam Cerita Rakyat Toraja Seredukung (Suatu

Tinjauan Sosiologi Sastra). Adapun hasil dari penelitin yang dilakukan yakni menunjukan bahwasanya terdapat niali sosial kasih sayang, pengabdian, menolong, kesetiaan, kepedulian, tanggung jawab, nilai rasa memiliki, disiplin, empati, keserasian hidup, keadilan, toleransi, kerja sama, dan demokrasi.

Dari sinilah buku dongeng Toki si Kelinci Bertopi karya Tere Liye menarik untuk dikaji dan dibacakan dengan nyaring dengan tujuan untuk menginternalisasikan nilai sosial pada anak.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui analisis-reflektif, yaitu penelitian kualitatif yang fokus menganalisis teks (library research) dan merefleksikannya dengan gagasan- gagasan yang mendalam (Ratna, 2015).

Penelitiannya dilakukan dengan mengkaji dan meneliti nilai sosial buku dongeng Toki si Kelinci Bertopi karya Tere Liye dan diimplementasikan dalam tahapan- tahapan membacakan nyaring yang tepat sehingga nilai sosial dalam buku dongeng Toki si Kelinci Bertopi karya Tere Liye bisa terinternalisasikan dalam diri anak.

Penelitian ini fokus pada pencarian data dan informasi melalui buku dongeng Toki si Kelinci Bertopi karya Tere Liye, buku- buku membaca nyaring, dan buku buku yang membahas nilai sosial. Sumber pustaka ini diteliti, dikaji, dan dianalisis sebelum kemudian direfleksikan dengan gagasan (Faruk 2018). Kemudian memformulasikan tahapan membaca nyaring yang tepat untuk menginternalisasikan nilai sosial dalam

(4)

298 ALAYASASTRA, Volume 17, No. 2, November 2021 buku dongeng Toki si Kelinci Bertopi

karya Tere Liye.

Pendekatan dalam penelitian ini mengarah pada fenomenologis yang bersifat reflektif yang diaktualisasikan dalam penjelasan deskriptif (Faruk, 2018). Dari sinilah, penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena membaca nyaring yang dikaji secara holistik dengan cara mendeskriptifkan (Endraswara, 2015) dalam tahapan membaca nyaring buku dongeng Toki si Kelinci Bertopi karya Tere Liye dalam konteks untuk internalisasi nilai sosial pada anak.

Teknik pengumpulan data sebagai cara yang dilakukan dalam mendapatkan data atau informasi (Hardani, 2020) dilakukan dengan dokumentasi, yaitu membaca dan mencatat dengan cermat (Mahsun, 2017) informasi tentang tahapan membaca nyaring untuk inetrnalisasi nilai sosial pada anak melalui buku dongeng Toki si Kelinci Bertopi karya Tere Liye. Analisis datanya dilakukan dengan mengumpulkan data, mengorganisasikan data, memilah- milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat disajikan dalam pembahasan (Umar, 2019). Analisis data dilakukan dalam tiga tahap: pertama, reduksi data yang dilakukan dengan menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi (Hardani, 2020). Reduksi data difokuskan pada tahapan membaca nyaring dan nilai sosial dalam buku dongeng Toki si Kelinci Bertopi karya Tere Liye.

Kedua, klasifikasi data yang merupakan penyusunan data informasi yang dijadikan dasar dalam analsis data (Hardani, 2020). Klasifikasi data dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan informasi berdasarkan pada teori membaca nyaring dan nilai sosial. Ketiga, verifikasi informasi yang dilakukan dengan menganalisis informasi untuk menemukan makna dan temuan ilmu pengetahuan baru. Verifikasi ini dilakukan terkait pengembangan pemahaman tahapan membaca nyaring dalam konteks nilai sosial dalam buku dongeng Toki si Kelinci Bertopi karya Tere Liye melalui kegiatan membaca nyaring.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dua tujuan yang didapatkan anak saat terlibat dalam kegiatan membaca nyaring adalah anak menikmati dan mendapatkan hiburan atas kegiatan membaca nyaring yang dilakukan dan anak mendapatkan pemahaman nilai moral dalam dongeng yang dibacakan dengan nyaring. Dari sinilah, agar kedua hal ini bisa optimal didapatkan anak, maka hendaklah kegiatan membaca nyaring harus dilakukan dengan sebaik mungkin.

Pembahasan kali ini memformulasikan tahap-tahapan dalam membaca nyaring yang menarik dengan tujuan untuk bisa mendapatkan kesenangan dan meninternalisasikan nilai sosial pada anak. Dalam konteks ini, (Kurniawan, 2019) mengidentifikasi tiga tahapan penting dalam membaca nyaring (read aloud) buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye yang dapat menginternalisasikan nilai sosial pada

(5)

Nilai Religius dalam Mata Badik Mata Puisi… (Sholeha Rosalia dan Rina Ratih) 299 anak. Ketiga tahap tersebut adalah tahap

pengenalan buku, tahap membacakan buku, dan tahap mendiskusikan buku.

Tahap Pengenalan Buku

Kegiatan membaca nyaring dapat dilakukan dengan pengenalan buku yang akan dibacakan dengan nyaring yaitu buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye. Tahap pengenalan buku ini harus dilakukan dengan menarik dan kreatif, yaitu dilakukan dengan variasi suara, gerak, dan ekspresi menarik dan kreatif. Adapun hal-hal yang perlu dikenalkan pada anak atas buku yang akan dibacakan dengan nyaring itu antara lain: judul, buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye itu sendiri, gambar-gambar yang ada dalam halaman depan buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye, hingga menyebutkan tokoh-tokoh yang tergambar dalam halaman depan buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye. Tentu saja, tidak hanya mengenalkan hal yang ada dalam halaman sampul buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye, tetapi juga mengenalkan persoalan yang akan dibahas dan nilai sosial yang ada dalam buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye. Selain halaman depan buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye, perlu juga dikenalkan halaman belakangnya, yang dilakukan dengan mengenalkan gambar-gambar, warna-warnanya, dan membacakan teksnya.

Praktiknya dengan

memberitahukan kepada anak tentang halaman depan buku dongeng Toki si

Kelinci Bertopi, kemudian menjelaskan bahwa buku dongeng ini akan menceritakan seekor kelinci bertopi bernama Toki yang selalu mencari perhatian dari orang tua dan kakak- kakaknya. Si Toki yang sering kali menjahili dan mengganggu teman- temannya yang lebih kecil darinya. Si Toki sering sekali membuat masalah di dalam lingkungan keluarga dan sekelilingnya. Sampai suatu hari Toki mempunyai masalah di dalam hutan lebat karena tersesat dan mengalami petualangan seru di hutan lebat tersebut.

Petualangan itulah yang membuat Toki tersadar dan mau menolong, gotong royong, setia kawan, menghormti, menasihati, dan menyemangati.

Kemudian ditutup dengan kalimat berikut ini.

“Sudah penasaran, ayo, kita baca bukunya bersama-sama” (Liye, 2021).

Setelah mengenal halaman depan, halaman belakang, dan sinopsisnya, selanjutnya bisa disampaikan pertanyaan- pertanyaan seputar tokoh, kesukaan terhadap tokoh, tindakan, seandainya, sampai pengalaman-pengalaman dengan binatang yang menjadi tokoh dalam buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye. Buat pertanyaan-pertanyaan yang mudah dan menyenangkan sehingga anak-anak antusias untuk menjawabnya dan penasaran ingin segera dibacakan dongengnya. Misalnya, kalian suka dengan kelinci tidak? Pernah melihat kelinci? Kelinci kakinya ada berapa?

Kelinci makannya apa? Kelinci suka menolong tidak? Kenapa semut selalu hidup bergotong royong? Kalau kalian melihat kelinci terluka kakinya apa yang

(6)

300 ALAYASASTRA, Volume 17, No. 2, November 2021 akan kalian lakukan? Kalau kalian

menemukan kelinci yang tersesat apa yang akan kalian lakukan? Pertanyaan- pertanyaan yang disampaikan terkait dengan hal-hal yang ada dalam isi buku dongeng dan nilai-nilai sosial yang akan diinternalisasikan. Pengembangan pertanyaan yang mudah dan variatif membuat anak-anak semakin antusias dan penasaran untuk segera menyimak dengan baik kegiatan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye.

Beri kesempatan anak-anak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan senang dan antusias. Atau, bisa juga dengan mensiasati memberikan pertanyaan-pertanyaan yang langsung ditujukan ke anak-anak. Ini akan semakin membuat anak-anak senang dan semua anak bisa mendapatkan pertanyaan. Beri ruang pada anak untuk menjawabnya.

Jika ada yang mengalami kesulitan, bantu anak untuk bisa menjawab. Setelah menjawab, berikan apresiasi pada anak sehingga anak-anak semakin senang. Jika anak-anak sudah ramai, senang, dan antusias, maka kegiatan membacakan buku atau membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye bisa dilakukan.

Kegiatan pengenalan buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye substansinya adalah kegiatan dalam mengenalkan bagian buku dengan gambarnya, sinopsisnya, hingga nilai sosialnya. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun komunikasi awal yang menarik sehingga anak-anak akan suka dan tertarik dengan kgiatan membaca nyaring. Saat sudah tertarik dan merasa senang, anak-anak kemudian semakin

penasaran dengan isi buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye yang akan dibacakan secara nyaring (Setiawan, 2019). Jika sudah sampai penasaran inilah, tahap pengenalan buku dalam membaca nyaring sudah berhasil. Dari sinilah kegiatan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye kemudian bisa dilakukan Tahap Pembacaan Buku

Kegiatan membacakan buku siap untuk dimulai. Bacakan buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye dengan pelan, suara jelas, intonasi suara yang bervariasi, ekspresi yang sesuai dengan peristiwa, dan bisa menggunakan gerak- gerak yang mendukung. Selain itu, tunjukkan gambar-gambar dan teks dalam setiap halaman yang ada pada anak-anak dengan menarik dan menyenangkan.

Bangun komunikasi dan interaksi yang menyenangkan dengan anak. Misalnya, jika ada anak yang tidak mendengarkan bisa disapa dan jika ada anak yang antusias mendengarkan bisa dipuji. Ajak anak-anak untuk santai dan fokus terus dalam menyimak pembacaan buku buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye. Dari sinilah, kegiatan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye bisa dilakukan dengan baik dan menarik.

Oleh karena kegiatan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye yang dilakukan dengan tujuan untuk menanamkan nilai sosial (Nurgiyantoro, 2015), maka setiap membacakan kalimat yang menggambarkan peristiwa yang mengandung nilai sosial harus dibacakan

(7)

Nilai Religius dalam Mata Badik Mata Puisi… (Sholeha Rosalia dan Rina Ratih) 301 dengan penegasan, yaitu dengan suara

yang lebih lantang, intonasi lebih keras dan menarik, dan bisa dilakukan pengulangan. Penekanan ini bertujuan agar anak selalu ingat dan berkesan dengan peristiwa-peristiwa yang mengandung nilai sosial. Dari sinilah, peristiwa yang mengandung nilai sosial ini dapat dipahami anak dengan baik sehingga dengan sendirinya, nilai sosial pun bisa terinternalisasikan dalam diri anak. Misalnya, pada saat peristiwa menolong terjadi, pada saat kegiatan gotong royong dilakukan, pada saat peristiwa menghargai terjadi, dan peristiwa yang terdapat nilai sosial lainnya.

Dengan mengkombinasikan pembacaan dongeng yang menarik dan penekanan pembacaan pada peristiwa nilai sosial inilah, maka anak-anak akan mendapatkan pengalaman dibacakan buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye yang menarik dan menyenangkan serta mendapatkan pengalaman nilai sosial yang baik. Dari sinilah, anak-anak, melalui kegiatan membaca nyaring akan mendapatkan hiburan dan pendidikan dalam buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye. Hiburan akan membuat anak- anak senang dan antusias dalam menyimak pembacaan buku dongeng, sedangkan pendidikan anak-anak mendapatkan pemahaman nilai sosial yang kemudian menginternalisasi dalam diri anak. Kegiatan membaca nyaring buku dongeng jadi pengalaman yang menyenangkan dalam belajar memahami nilai sosial.

Yang perlu diperhatikan lagi dalam membacakan buku dongeng Toki Si

Kelinci Bertopi karya Tere Liye dengan nyaring adalah peningkatkan kemampuan dan keterampilan berbahasa anak.

Melalui membaca nyaring, selain mendapatkan hiburan dan pendidikan, anak-anak juga sedang belajar bahasa, baik bahasa tulis maupun bahasa lisan.

Untuk itu, dalam memaksimalkan proses belajar bahasa tulis, saat membacakan buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye harus ditunjukkan kata- katanya pada anak. Saat menyebut kata

“Toki si Kelinci” maka tunjukan teks tulisnya. Dengan melihat teks tulisnya, anak-anak belajar memahami bunyi suara dengan kata tertulis yang dibaca. Inilah yang kemudian akan membuat anak-anak bisa cepat membaca dan menulis. Untuk itu mempertunjukkan teks tulis yang dibaca dalam buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye adalah suatu keharusan sehingga anak belajar bahasa tulis.

Untuk memaksimalkan belajar bahasa lisannya bisa dilakukan dengan menekankan kata-kata yang dibacakan.

Karena konteks membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye fokus pada usaha dalam menginternalisasikan nilai sosial, kata- kata yang perlu kita tekankan dan tujukkan tulisannya adalah kata-kata yang mengandung asosiasi nilai sosial.

Misalnya: membantu, menolong, membantu, bekerja sama, menghargai, dan sebagainya. Penekanan pengucapan kata-kata yang berasosiasi nilai sosial ini akan membuat anak-anak ingat dan penasaran dengan arti kata-kata itu. Anak- anak sedang dikondisikan untuk bertanya arti kata-kata itu. Tidak heran pertanyaan seperti apa itu membantu? Apa itu

(8)

302 ALAYASASTRA, Volume 17, No. 2, November 2021 menghargai? Akan muncul nantinya.

Inilah kesempatan baik untuk menjelaskan dan menginternalisasikan nilai sosial dalam diri anak. Penekanan pembacaan kata yang berasosiasi nilai sosial ini menjadi saluran dalam internalisasi nilai sosial melalui membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye.

Dalam membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye juga harus selalu diantau keadaan dan kondisi anak-anak. Jika di tengah kegiatan membaca nyaring, anak- anak mengalami kebosanan yang ditandai dengan mulai berbicara dengan temannya, meninggalkan tempat, hingga beraktivitas lain, maka membaca nyaring harus berhenti sejenak. Buatlah kegiatan menyenangkan lain dahulu yang bisa membuat anak-anak fokus kembali, misalnya, menyanyi, tanya jawab, menunjukkan gambar menarik dari buku.

Melalui kegiatan menarik ini anak-anak bisa fokus kembali. Saat anak-anak sudah kondusif dan fokus, kegiatan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye bisa dilanjutkan kembali. Membaca nyaring bisa dibuat yang lebih semangat dan menyenangkan lagi agar anak-anak semakin senang.

Dalam membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye, yang dibacakan dengan suara nyaring pada anak adalah buku. Buku yang tersusun atas halaman-halaman.

Setiap halaman akan menyajikan peristiwa dan kejadian yang berlanjut ke halaman selanjutnya. Terhadap halaman- halaman buku ini, setiap anak selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi saat satu halaman buku yang berisi teks dan

gambar yang menarik selesai dibacakan, maka anak akan penasaran dengan halaman selanjutnya. Untuk itulah, rasa penasaran anak ini harus bisa dikelola dengan baik. Caranya adalah sebelum melanjutkan membacakan di halaman berikutnya, alangkah baiknya diajukan pertanyaan retoris. Pertanyaan retoris yang muaranya adalah menyampaikan nilai sosial pada anak. Misalnya, “Apa yang akan dilakukan Toki pada semut yang sedang bergotong royong, ya? Ayo, kita buka halaman selanjutnya!” atau

“Halaman selanjutnya siapa yang suka membantu, ya? Ayo, kita buka!”

Pertanyaan-pertanyaan retoris yang bermuatan nilai sosial ini akan membuat anak-anak terinternalisasikan dengan nilai sosial dan semakin penasaran dan antusias dalam menyimak buku dongeng yang dibacakan sehingga tanpa disadari anak-anak akan menyimak buku dongeng yang dibacakan sampai selesai.

Melalui tahap pembacaan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye yang menarik, maka anak-anak akan senang dan antusias dalam menyimak dan nilai- nilai sosial dapat terinternalisasikan dalam diri anak. Dengan cara demikian, maka membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye sebagai sarana untuk menanamkan dan menginternalisasikan nilai sosial pada anak bisa dilakukan dengan baik. Anak yang mengikuti kegiatan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye dengan langkah- langkah ini semakin senang dengan buku dongeng, memiliki minat untuk membaca, memiliki pemahaman kebahasaan yang baik, dan

(9)

Nilai Religius dalam Mata Badik Mata Puisi… (Sholeha Rosalia dan Rina Ratih) 303 terinternalisasikan nilai sosial dalam

dirinya. Ini artinya membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye telah dilakukan dengan baik.

Tahap Mendiskusikan Buku

Setelah selesai buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye dibacakan, maka tidak serta merta kegiatan membaca nyaring selesai.

Setelah dibacakan buku dengan nyaring, pertanyaannya adalah anak paham tidak dengan isi buku dan nilai sosial yang ada di dalamnya. Semakin anak paham dengan ceritanya dan nilai sosialnya, maka kegiatan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye akan semakin bisa menjadi sarana dalam menginternalisasikan nilai- nilai sosial pada anak. Untuk itu, lakukan kegiatan mendiskusikan buku dengan menyenangkan, menarik, dan kreatif.

Kegiatan mendiskusikan buku akan selalu dimulai dengan pertanyaan yang intinya sama, yaitu menanyakan apakah anak-anak sudah paham isi buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye yang telah dibacakan. Misalnya dengan pertanyaan, “Apakah kalian sudah paham dengan isi dongengnya?” Serentak anak-anak akan menjawab, “Paham…”

Jika sudah ada jawaban ini, sebelum kegiatan mendiskusikan buku dimulai, anak-anak bisa menceritakan isi dongeng di hadapan teman-temannya. Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak tidak hanya hafal isi dongengnya, tetapi keberanian untuk menyampaikan kembali buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye pada teman-temanya.

Melalui kegiatan menceritakan isi buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye di depan kelas inilah anak-anak akan semakin paham dengan isi dongengnya.

Setelah kegiatan menceritakan isi cerita buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye, maka selanjutnya adalah berdiskusi dengan mengajukan pertanyaan pada anak, yaitu pertanyaan terkait dengan peristiwa, tokoh, dan alur yang pondasinya adalah nilai sosial. Nilai sosial menjadi dasar dalam menyusun pertanyaan dan mengajukannya ke anak-anak. Hal ini dilakukan agar proses internalisasi nilai sosial pada anak semakin bisa tertanamkan dengan baik. Pertanyaan- pertanyaan yang diajukan untuk kegiatan mendiskusikan buku ini bertumpu pada dua jenis pertanyaan penting, yaitu pertanyaan yang bersifat tersurat dan pertanyaan yang bersifat tersirat.

Pertanyaan-pertanyaan dalam mendiskusikan buku yang bersifat tersurat adalah pertanyaan yang jawabannya langsung bisa ditemukan dalam cerita di buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye.

Pertanyaan yang bersifat tersirat ini misalnya, apa judul buku ini? Siapa tokoh baik dalam dongeng? Tempat kejadiannya ada di mana? Setelah membantu Semut, apa yang dilakukan oleh Toki? Masih banyak pertanyaan- pertanyaan tersurat yang bisa dikembangkan untuk bahan diskusi ini.

Tentu saja diharapkan, dalam konteks untuk internalisasi nilai sosial, maka pertanyaan-pertanyaan tersurat ini bisa diorientasikan untuk internalisasi nilai sosial pada anak. Misalnya, kenapa Toki

(10)

304 ALAYASASTRA, Volume 17, No. 2, November 2021 menolong semut? Apa yang dilakukan

semuat saat membawa makanan bersama? Apa alasan monyet membantu Toki? Melalui pertanyaan-pertanyaan tersurat yang berorientasi nilai sosial inilah, anak-anak akan semakin paham dan tertanamkan nilai sosial melalui kegiatan membaca nyaring.

Pertanyaan-pertanyaan yang bersifat tersirat ini adalah pertanyaan yang berorientasi nilai sosial tetapi jawabannya tersirat, tidak tertulis secara langsung dalam buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye. Untuk mengetahui dan menjawab pertanyaannya anak-anak harus bisa memahami dongengnya dengan baik dan memberikan kesimpulan tersirat atas setiap peristiwa. Pertanyaan yang bisa diajukan misalnya: nilai sosial apa saja yang ada dalam dongeng? Kenapa nilai sosial gotong royong harus ada dalam dongeng ini? Apa alasan yang dilakukan tokoh dalam berbuat baik? Kenapa para tokoh binatang melakukan perbuatan baik? Dari pertanyaan-pertanyaan diskusi dengan model ini, maka anak-anak akan semakin memahami cerita dan nilai sosial dalam buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye.

Adapun cara membangun diskusi yang menarik adalah diskusi dilakukan dengan komunikasi dan interkasi yang menyenangkan. Hal ini bisa dilakukan dengan kegiatan-kegiatan pendukung lain yang membuat anak semakin senang dalam menjawab pertanyaan diskusi.

Misalnya, dalam kegiatan diskusi ini juga diselingi dengan menyanyi, dialog, hingga pertanyaan-pertanyaan ringan keseharian dahulu. Dari sinilah, saat anak- anak sudah merasakan senang, maka

pertanyaan-pertanyaan diskusi yang sudah disiapkan, baik yang tersirat maupun yang tersurat bisa disampaikan kepada anak-anak. Model penyampaian pertanyaan bisa dibuat bertingkat (dari yang tersurat ke yang tersirat) atau bisa juga dibuat acak (antara pertanyaan yang tersirat dan tersurat diacak). Dari sinilah, kegiatan diskusi dalam membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye bisa berjalan dengan baik dengan hasil internalisasi nilai sosial pada anak yang maksimal dan terarah.

Setelah kegiatan diskusi sudah dilakukan, maka berilah apresiasi pada anak. Apresiasi atas antusiasme anak- anak dalam mengikuti kegiatan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye dan banyaknya pertanyaan diskusi yang sudah dijawab.

Apresiasi ini bisa dilakukan dengan ucapan maupun hadiah. Apresiasi dari ucapan biasanya dilakukan dengan memberikan pujian pada anak.

Sedangkan apresiasi dengan hadiah biasa dilakukan dengan memberikan benda- benda yang disukai anak. Melalui apresiasi inilah anak-anak akan senang karena usaha kerasnya dalam kegiatan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye merasa dihargai. Dari sinilah, melalui apresiasi yang menciptakan rasa dihargai ini akan semakin menguatkan internalisasi nilai sosial pada anak

SIMPULAN

Kegiatan membaca nyaring bisa menjadi sarana dalam menginternalisasikan nilai sosial pada buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye untuk anak-anak.

(11)

Nilai Religius dalam Mata Badik Mata Puisi… (Sholeha Rosalia dan Rina Ratih) 305 Agar membaca nyaring buku dongeng

Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye bisa optimal dalam menginternalisasikan nilai sosial pada anak, maka kegiatan membaca nyaring harus dilakukan dengan tiga tahapan penting: pertama, tahap mengenalkan buku yang berisi serangkan pengenalan buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye dari aspek judul, ringkasan isi, gambar, teks, sampai pada nilai-nilai sosial yang terdapat dalam dongeng. Pengenalan ini akan membuat anak antusias dan penasaran untuk dibacakan buku dan pemahaman awal anak tentang nilai sosial yang akan diinternalisasikan pada anak.

Kedua, tahap pembacaan buku sebagai langkah inti dalam membacakan nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye dengan suara yang jelas, intonasi yang variatif, ekspresi yang menarik, hingga gerak yang mendukung.

Dalam pembacaan inilah penekanan kata yang berkaitan dengan nilai sosial dan kalimat yang menjelaskan peristiwa bermuatan nilai sosial ditekankan dengan intonasi keras dan pengulangan. Dengan cara ini maka internalisasi nilai sosial bisa dilakukan dengan optimal pada anak.

Ketiga, tahap diskusi yang menkondisikan anak-anak untuk menjawab pertanya tersirat dan tersurat yang muaranya pada nilai sosial. Dengan menjawab pertanyaan terkait nilai sosial ini, internalisasi nilai sosial semakin optimal lagi dalam kegiatan membaca nyaring buku dongeng Toki Si Kelinci Bertopi karya Tere Liye.

DAFTAR PUSTAKA

Burhan, Nurgiyantoro. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta:

Gajah Mada University Press.

Endraswara, Suwardi. 2015. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta:

Puataka Pelajar.

Faruk. 2018. Metode Penelitian Sastra:

Sebuahh Pembelajaran Awal.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hadi, Syamsul. 2011. “Pembelajaran Sosial Emosional Sebagai Dasar Pendidikan Karakter Anak Usia Dini.” Jurnal Teknodik 15 (2):

227–40.

https://doi.org/10.32550/TEKNO DIK.V0I0.104.

Hardani. 2020. Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif.

Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta.

Hurlock. 2000. Psikologi Perkembangan :Suatu Pengantar Sepanjang Rentang Kehidupan.

Jakarta: Erlangga.

Jim, Trelease. 2017. The Read Aloud Handbook. Bandung: Noura Book.

Kurniawan, Heru. 2015. Sastra Anak.

Yogyakarta: Graha Ilmu.

———. 2018. Kreatif Mendongeng Untuk Anak Usia Dini. Jakarta:

Bhuana Ilmu Populer-Gramedia.

———. 2019. Metode Kreatif Mendongeng Untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer-Gramedia.

Liye, Tere. 2021. Toki Si Kelinci Bertopi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mahsun. 2017. Metode Penelitian

(12)

306 ALAYASASTRA, Volume 17, No. 2, November 2021 Bahasa. Jakarta: Jakarta.

Marlina, Serli. 2014. “Peningkatan Sikap Sosial Anak Usia Dini Melalui Permainan Puzzle Buah Di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah 1 Bukittinggi.” Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan 14 (2): 109–14.

Musyarofah, Musyarofah. 2018.

“Pengembangan Aspek Sosial Anak Usia Dini Di Taman Kanak- Kanak Aba Iv Mangli Jember

Tahun 2016.” INJECT

(Interdisciplinary Journal of Communication) 2 (1): 99.

https://doi.org/10.18326/inject.v2 i1.99-122.

Nurgiyantoro, Burhan. 2018. Sastra Anak. Yogyakarta: UGM Press.

Ratna, Nyoman Kutha. 2015. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Setiawan, Rosie. 2019. Membaca Nyaring. Bandung: Mizan.

Umar, Sidiq dan Moh. Miftachul Choiri. 2019. Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan.

Ponorogo: CV. Nata Karya.

Yuliani, Nurani. 2019. Perspektif Baru Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Campustaka.

Referensi

Dokumen terkait