• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Kota Tanjungbalai telah melaksanakan Pemilukada pada tahun 2015 dan hasilnya telah terpilih pasangan M. Syahrial, SH, MH dan Drs. Ismail sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai masa bakti 2016-2021 sesuai Surat keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor:131.12-737 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Walikota Tanjungbalai Provinsi Sumatera Utara dan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor:132.12-738 Tahun 2016 tentang pengangkatan Wakil Walikota Tanjungbalai Provinsi Sumatera Utara dan telah dilantik pada tanggal 17 Februari 2016. Dengan telah terpilih dan dilantiknya Walikota dan Wakil Walikota tersebut maka melekat kewajiban untuk menyusun RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 sebagai pedoman pembangunan 5 (lima) tahun ke depan serta sebagai perwujudan amanat regulasi sebagaimana diatur didalam pasal 260 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang disebutkan bahwa daerah sesuai dengan kewenangannya menyusun rencana pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional.

Selanjutnya berdasarkan pasal 15 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, dimana disebutkan juga bahwa RPJMD ditetapkan dengan Peraturan Daerah paling lambat 6 bulan setelah kepala daerah dilantik.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 diamanatkan pula kepada daerah untuk menyusun sejumlah dokumen perencanaan pembangunan daerah. Dokumen perencanaan pembangunan daerah tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP Daerah) yang merupakan rencana pembangunan dengan jangka waktu 20 tahun; Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM Daerah) untuk jangka waktu 5 tahun dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 tahun.

Sebagai pelaksanaan amanat tersebut, Pemerintah Kota Tanjungbalai telah menetapkan RPJPD Kota Tanjungbalai Tahun 2005-2025 dan telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor: 05 Tahun 2009 dimana salah satu substansi strategis dalam RPJPD tersebut adalah menetapkan visi jangka panjang daerah yakni Tanjungbalai maju, madani dan memiliki daya saing dengan uraian tahun RPJMD masing-masing adalah RPJMD Tahap I (2005-2010), RPJMD Tahap II (2011-2016), RPJMD Tahap III (2016-2021) dan RPJMD Tahap IV (2021-2025).

Mengingat bahwa RPJMD memuat tentang arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan Daerah, kebijakan umum, dan program SKPD, lintas SKPD, dan program kewilayahan, maka RPJMD memiliki nilai strategis sebagai pedoman bagi dokumen perencanaan di Kota Tanjungbalai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Dengan demikian, Rencana Strategis (Renstra) SKPD Tahun

(2)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-2

2016-2021 harus disusun sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD serta berpedoman kepada RPJMD dan bersifat indikatif. Selain itu, RKPD sebagai rencana kerja tahunan juga wajib mengacu dan berpedoman pada RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021. RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, yang dalam perencanaannya telah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama- sama dengan para pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing. Selain itu RPJMD yang disusun ini juga telah mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah, serta dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah, sesuai dinamika perkembangan Daerah dan Nasional.

Penyusunan RPJMD ini telah diawali dengan penyusunan analisis komprehensif terkait kondisi daerah, kerangka pendanaan, analisis isu strategis dan penjabaran visi dan misi kepala daerah terpilih yang tertuang di dalam laporan akhir naskah akademis RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 . Hal ini tentunya sangat membantu seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk dapat memetakan secara professional melalui dokumen perencanaan yang bersifat teknokratik. Hal ini sejalan dengan UU Nomor 23 Tahun 2014, pasal 261 ayat (1) perencanaan pembangunan daerah menggunakan pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, serta atas-bawah dan bawah-atas. Selanjutnya ayat (2) pendekatan teknokratis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah.

1.2. DASAR HUKUM PELAKSANAAN

Referensi hukum yang menjadi dasar penyusunan dokumen RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723);

(3)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-3

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

9. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846);

10. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

11. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

12. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 81, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5233);

13. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587);

14. Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5492);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

16. Peraturan Pemerintah nomor 65 tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

17. Peraturan Pemerintah nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593)

(4)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-4

18. Peraturan Pemerintah nomor 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

19. Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

20. Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

21. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693);

22. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

23. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

24. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5671);

25. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

26. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015 – 2019;

27. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

28. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2010; Nomor 0199/M PPN/04/2010; Nomor PMK 95/PMK 07/2010, tentang Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah

(5)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-5

Daerah (RPJMD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014;

29. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

30. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 tahun 2011 tentang Perubahan atas Perturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah;

31. Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;

32. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Kajian Hidup Strategis;

33. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 12 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2005-2025;

34. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 5 Tahun 2014 tentang

Rencana Jangka Menengah Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013-2018;

35. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 7 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2003-2018;

36. Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai Nomor 05 Tahun 2009 tentang Rencana pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Tanjungbalai Tahun 2005-2025;

37. Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai Nomor 3 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai Nomor 16 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Tanjungbalai.

38. Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tanjungbalai Tahun 2013-2033.

1.3. HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN PERENCANAAN

Hirarki perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang- Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah. Oleh karena itu RPJMD merupakan bagian yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan nasional yang bertujuan untuk mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan. RPJMD harus sinkron dan sinergi antar daerah, antar waktu, antar ruang dan antar fungsi pemerintah, serta menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi pembangunan daerah. Berikut ini

(6)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-6

diagram alur yang memperlihatkan keterkaitan antara dokumen RPJPD, RPJMD dan Renstra SKPD.

Gambar 1.1.

Keterkaitan antara Dokumen Perencanaan RPJP dengan RPJMD dan Renstra SKPD

RPJMD Kota Tanjungbalai diterjemahkan dari visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota terpilih untuk periode RPJMD 2016- 2021 yang dalam penyusunannya berpedoman pada RPJPD Kota Tanjungbalai dengan Memperhatikan RPJMN dan RPJMD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013-2018. Penyelarasan dilakukan dengan mensinkronkan tujuan dan sasaran RPJMD. Selanjutnya, RPJMD Kota Tanjungbalai digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan pembangunan tahunan atau Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan menjadi acuan bagi penyusunan rencana strategis satuan kerja perangkat daerah (Renstra SKPD). Sebagai dokumen perencanaan kebijakan pembangunan 5 (lima) tahun ke depan.

Lebih rinci keterkaitan antar dokumen rencana dijarakan sebagai berikut:

1. RPJMD Kota Tanjungbalai dengan RPJPD Kota Tanjungbalai

RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 adalah rencana pembangunan tahap ketiga dari pelaksanaan RPJPD Kota Tanjungbalai Tahun 2005-2025.

Oleh sebab itu, penyusunan RPJMD selain memuat visi, misi, dan program Walikota dan Wakil Walikota Kota Tanjungbalai periode 2016-2021, juga berpedoman pada RPJPD Kota Tanjungbalai tahun 2005-2025. Dengan kata lain penyusunan rancangan RPJMD ini telah menyelaraskan pencapaian visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, strategi dan program pembangunan jangka

(7)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-7

menengah daerah dengan visi, misi, arah, kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. Sasaran pokok sebagaimana diamanatkan dalam RPJPD dijabarkan dalam program pembangunan daerah sesuai dengan arah kebijakan pembangunan daerah periode 5 (lima) tahun berkenaan. Suatu program pembangunan daerah harus menjabarkan dengan baik sasaran- sasaran pokok sebagaimana diamanatkan dalam RPJPD dan tujuan dan sasaran dari visi dan misi rencana pembangunan 5 (lima) tahun. Untuk itu, diperlukan identifikasi berbagai permasalahan pembangunan daerah untuk menjabarkan pencapaian sasaran pokok sebagaimana diamanatkan dalam RPJPD dan mencapai tujuan dan sasaran RPJMD.

Gambar 1.2.

Tahapan RPJMD Kota Tanjungbalai

2. RPJMD Kota Tanjungbalai dengan Renstra SKPD

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Pasal 85 Ayat (2), dinyatakan bahwa Renstra SKPD disusun sesuai tugas dan fungsi SKPD serta berpedoman kepada RPJMD dan bersifat indikatif.

RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 menjadi pedoman dalam penyusunan Renstra SKPD dalam waktu 5 (lima) tahun. Renstra SKPD merupakan penjabaran teknis RPJMD yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan teknis operasional dalam menentukan arah kebijakan serta indikasi program dan kegiatan setiap urusan bidang dan/atau fungsi pemerintahan untuk jangka waktu 5 (lima) tahunan, yang disusun oleh setiap SKPD. Visi, misi, tujuan, strategi dan kebijakan dalam Renstra SKPD dirumuskan dalam rangka mewujudkan pencapaian sasaran program yang ditetapkan dalam RPJMD. Visi SKPD merupakan keadaan yang ingin diwujudkan SKPD pada akhir periode Renstra SKPD, sesuai dengan tugas dan fungsi yang sejalan dengan pernyataan visi kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam RPJMD. Perumusan rancangan Renstra SKPD merupakan proses yang tidak terpisahkan dan dilakukan bersamaan dengan

Tahapan I (2010-2015)

Tahapan II (2011-2016)

Tahapan III (2016-2021)

Tahapan IV (2021-2025) Akan dilaksanakan

Telah dilaksanakan

Evaluasi capaian Pedoman RPJMD 2016- 2021

(8)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-8

tahap perumusan rancangan awal RPJMD. Penyusunan rancangan akhir Renstra SKPD merupakan penyempurnaan rancangan Renstra SKPD, yang berpedoman pada RPJMD yang telah ditetapkan dengan peraturan daerah.

Selanjutnya penyempurnaan rancangan Renstra SKPD tersebut bertujuan untuk mempertajam visi dan misi serta menyelaraskan tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD yang ditetapkan dalam RPJMD.

3. RPJMD Kota Tanjungbalai dengan RKPD.

Pelaksanaan RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 setiap tahunnya akan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebagai suatu dokumen perencanaan tahunan Pemerintah Kota Tanjungbalai yang memuat prioritas program dan kegiatan dari Rencana Kerja SKPD.

Rancangan RKPD merupakan bahan utama pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah Kota Tanjungbalai yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan dan tingkat Pemerintah Kota. Prioritas dan sasaran pembangunan pada RKPD harus berpedoman pada RPJMD Kota Tanjungbalai, RPJMD Provinsi Sumatera Utara, serta RPJM Nasional. Harus berpedoman pada RPJMD mengandung makna bahwa prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah harus selaras dengan program pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RPJMD. Selain itu, rencana program serta kegiatan prioritas tahunan daerah juga harus selaras dengan indikasi rencana program prioritas yang ditetapkan dalam RPJMD.

Gambar 1.3.

Hubungan antara Penyusunan Prioritas Programdan Kegiatan Pembangunan Daerah

RPJPD

RENSTRA SKPD

RPJMD

RKP

Penyusunan RKPD Prioritas Pemb., Program prioritas, &

Kegiatan prioritas th

Penyelenggaran Musrenbang RKPD Arah kebijakan 5

(lima) tahunan

Program pembangunan daerah tahun (n)

Rancangan prioritas program dan kegiatan

Prioritas pembangunan nasional th n

Penyusunan Renja SKPD

Program/Kegiatan th n

Rancangan prioritas program

& kegiatan

Prioritas program & keg th n

(9)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-9

4. RPJMD Kota Tanjungbalai dengan dokumen perencanaan lainnya

Sebagai suatu sub sistem, maka berbagai dokumen perencanaan yang berkaitan dengan RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 perlu juga menelaah dokumen perencanaan lainnya baik dokumen pada level nasional, Provinsi Sumatera Utara dan dokumen rencana terkait Kabupaten/Kota di sekitar Kota Tanjungbalai, yaitu:

1. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

2. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara;

3. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tanjungbalai;

4. Rencana Tata Ruang Wilayah dan RPJMD Kabupaten Asahan;

5. Dokumen terkait lainnya (yang bersifat perencanaan sektoral);

6. Masterplan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI);

7. Masterplan Percepatan Penanganan Pengangguran dan Pengentasan Kemiskinan (MP3KI);

8. Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Daerah sebagaimana tertuang dalam Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD);

9. Sasaran dan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sebagaimana tertuang dalam Rencana Aksi Nasional yang menjadi acuan untuk melanjutkan pembangunan pasca Milinium Development Goals MDGs yang berakhir Tahun 2015 atau merupakan bentuk dari penyempurnaan MDGs);

10. Sasaran dan target pemberantasan korupsi yang tertuang dalam Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Pengendalian Korupsi (RAN- PPK) dan Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Pengendalian Korupsi (RAD-PPK) ;

11. Sasaran dan target pengarusutamaan gender yang tertuang dalam Strategi Nasional percepatan pengarustamaan Gender (PUG) melalui perencanaan dan penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) dan Rencana Aksi Daerah Pengarustamaan Gender (Randa PUG) Kota Tanjungbalai.

Penyusunan RPJMD Kota Tanjungbalai berpedoman pada RTRW Kota Tanjungbalai yaitu dengan menyelaraskan pencapaian visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah dengan pemanfaatan struktur dan pola ruang di Kota Tanjungbalai.

Penyusunan RPJMD memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai pola dan struktur tata ruang yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tanjungbalai Tahun 2013-2033, sebagai acuan untuk mengarahkan lokasi kegiatan dan menyusun program pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang kota.

Penelaahan rencana tata ruang bertujuan untuk melihat kerangka pemanfaatan ruang daerah dalam 5 (lima) tahun mendatang yang asumsi- asumsinya, meliputi: 1) Struktur ruang dalam susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hirarkis

(10)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-10

memiliki hubungan fungsional; 2) Distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan fungsi budidaya; dan 3) Pemanfaatan ruang melalui program yang disusun dalam rangka mewujudkan rencana tata ruang yang bersifat indikatif, melalui sinkronisasi program sektoral dan kewilayahan baik di pusat maupun di daerah secara terpadu. Dalam menyusun RPJMD ini juga selain berpedoman pada RTRW daerah sendiri, juga perlu memperhatikan RTRW daerah lain, guna tercipta sinkronisasi dan sinergi pembangunan jangka menengah daerah antar kabupaten/kota serta keterpaduan struktur dan pola ruang kabupaten/kota lainnya, terutama yang berdekatan atau yang ditetapkan sebagai satu kesatuan wilayah pembangunan kabupaten/ kota, dan atau yang memiliki hubungan keterkaitan atau pengaruh dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Selanjutnya sinergitas dengan dokumen-dokumen pendukung lainnya mutlak dilakukan dalam rangka untuk mengakomodir permasalahan dan isu-isu strategis yang berkembang.

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN

Rancangan RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Memberikan gambaran tentang latar belakang, landasan hukum penyusunan rancangan awal RPJMD, hubungan antar dokumen perencanaan, maksud dan tujuan serta sistematika penulisan

dokumen rancangan awal RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021.

BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

Memberikan gambaran tentang aspek geografi dan demografi, aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah sebagai dasar pengembangan rencana pemerintahan yang disesuaikan dengan target pembangunan.

BAB III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah serta Kerangka Pendanaan

Menguraikan tentang gambaran kinerja dan kebijakan keuangan daerah yang telah dilaksanakan dan memberikan rumusan kebijakan tentang kerangka pendanaan ke depan yang meliputi analisis pengeluaran, pendapatan dan rencana kapaistas riil kemampuan keuangan daerah.

BAB IV Analisis Isu-Isu Strategis

Memberikan gambaran tentang permasalahan-permasalahan pembangunan daerah yang dihadapi oleh Kota Tanjungbalai dalam berbagai urusan pemerintahan serta isu-isu strategis yang menjadi basis pengembangan perencanaaan daerah dalam jangka menengah.

(11)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-11

BAB V Visi. Misi, Tujuan dan Sasaran

Menguraikan tentang penjelasan visi, misi daerah lima tahun ke depan yang dinukil dari visi dan misi Kepala Daerah terpilih periode 2016-2021 yang selanjutnya menguraikan rumusan tujuan dan sasaran.

BAB VI Strategi dan Arah Kebijakan

Menguraikan tentang strategi yang dipilih dalam mencapai tujuan dan sasaran serta kebijakan dari setiap strategi yang dipilih.

BAB VII Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah

Menjelaskan tentang hubungan antar kebijakan umum yang berisi arah kebijakan pembangunan berdasarkan strategi yang dipilih dan target capain indikator kinerja. Selain itu bab ini juga akan menjelaskan tentang hubungan antara program pembangunan daerah dengan indikator kinerja yang dipilih.

BAB VIII Indikasi Rencana Program Prioritas yang disertai Kebutuhan Pendanaan

Menguraikan tentang hubungan urusan pemerintah daerah dengan SKPD terkait beserta program yang menjadi tanggung jawab SKPD.

Selanjutnya menjelaskan tentang pencapaian target indikator kinerja pada akhir periode perencanaan yang dibandingkan dengan pencapian indikator kinerja pada awal periode perencanaan.

BAB IX Penetapan Indikator Kinerja Daerah

Menguraikan tentang penetapan indikator kinerja yang bertujuan untuk member gambaran tentan ukuran keberhasilan pencapaian visi, misi, kepala daerah dan wakil kepala daerah pada akhir periode masa jabatan yang diakumulasi dari pencapaian indicator kinerja program pembangunan daerah setiap tahun juga akan menyajikan indikator yang bersifat mandiri.

BAB X Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan

Menguraikan bahwa RPJMD sebagai pedoman penyusunan RKPD dan APBD masa transisi yaitu tahun pertama di bawah kepemimpinan Walikota periode berikutnya dan langkah-langkah pelaksanaan visi, misi dan arah kebijakan pembangunan yang disusun dalam RPJMD.

BAB X Penutup

1.5. MAKSUD DAN TUJUAN

1.5.1. Maksud

Maksud penyusunan RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 adalah untuk memberikan informasi tentang analisis yang komprehensif mengenai penyajian visi, misi dan program prioritas kepala daerah terpilih

(12)

RaRannccaannggaann AAkkhhiirr RRPPJJMMDD KKoottaa TTaannjjuunnggbbaallaaii TTaahhuun n 22001166--22002211

I-12

dengan berpedoman kepada RPJPD dan RTRW serta memperhatikan RPJMN, RPJMD Provinsi serta RPJMD dan RTRW daerah lainnya.

1.5.2. Tujuan

Tujuan Penyusunan RPJMD Kota Tanjungbalai Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut.

(a) Menyelaraskan visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, strategi dan program jangka menengah daerah dengan visi, misi, arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah;

(b) Merumuskan alternatif strategi dan arah kebijakan lima tahun kedepan yang dapat digunakan untuk mencapai kerangka tujuan dan sasaran pembangunan daerah di Kota Tanjungbalai.

(c) Merumuskan gambaran umum kondisi daerah sebagai dasar perumusan permasalahan, isu strategis daerah dan prioritas penanganan pembangunan daerah 5 (lima) tahun ke depan;

(d) Merumuskan gambaran pengelolaan keuangan daerah serta kerangka pendanaan sebagai dasar penentuan kemampuan kapasitas pendanaan 5 (lima) tahun ke depan;

(e) Menerjemahkan visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ke dalam tujuan dan sasaran pembangunan daerah tahun 2016 -2021, yang disertai dengan program prioritas untuk masing- masing SKPD tahun 2016-2021 dengan berpedoman pada RPJPD Kota Tanjungbalai 2005-2025;

(f) Menetapkan berbagai program prioritas yang disertai dengan indikasi pagu anggaran dan target indikator kinerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2016-2021;

(g) Menetapkan indikator kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah dan indikator kinerja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagai dasar penilaian keberhasilan pemerintah daerah periode 2016-2021.

Gambar

diagram alur yang memperlihatkan keterkaitan antara dokumen RPJPD, RPJMD  dan Renstra SKPD

Referensi

Dokumen terkait

Dokumen Renstra BPTP Papua Barat ini merupakan dokumen perencanaan yang berisikan visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, strategi, dan langkah operasional

Berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran Fisika materi Listrik Arus Searah yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta

Dengan hasil penelitian ini dapat dilihat keakuratan diagnostik potong beku, sitologi imprint intraoperasi, dan gambaran USG pada pasien dengan diagnosa tumor ovarium untuk

guru perlu mempunyai pengetahuan bagaimana isi pelajaran boleh disampaikan kepada pelajar dengan berkesan.. I dan II

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi pelayanan PDAM Kota Samarinda pada masyarakat Kelurahan Sempaja Utara belum cukup baik, di dalam pelayanannya masih

Perancangan aplikasi mobile monitoring kamera CCTV untuk perangkat Mobile berbasis Android ini dapat diakses dimana saja dan kapan saja dengan syarat terdapat koneksi

Hasil dari peramalan tersebut kemudian dihitung atau dikonversi ke dalam indeks kasus, autho-theft rate, crime rate, crime index, kepadatan penduduk, dan indeks

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare Tahun 2020 BAB I PENDAHULUAN 1 1 LATAR BELAKANG Perencanaan pembangunan daerah disusun sebagai