• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL TEODOLITA. VOL. 14 NO. 2, Desember 2013 ISSN DAFTAR ISI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JURNAL TEODOLITA. VOL. 14 NO. 2, Desember 2013 ISSN DAFTAR ISI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

JURNAL TEODOLITA

VOL. 14 NO. 2, Desember 2013 ISSN 1411-1586

DAFTAR ISI

Independent Electrical Energy Environmental Friendly………...1 - 12 Tri Watiningsih, Kholistianingsih, Pingit Broto Atmadi

Pengaruh Variabel Ekonomi Terhadap Harga Transaksi Properti

Perumahan di Wilayah Perkotaan Di Indonesia………...13 - 30 Basuki Partamihardja

Tinjauan Tentang Pandangan Pelaku Proyek Konstruksi Terhadap

Surat Perjanjian Pemborongan Pada Proyek Konstruksi……..………...31 - 44 Taufik Dwi Laksono, Dwi Sri Wiyanti

Pengaruh Sistem Kekerabatan Terhadap Pola Perkembangan

Pemukiman Bonokeling di Banyumas..…..………...45 - 55 Wita Widyandini, Atik Suprapti, R. Siti Rukayah

Pemanfaatan Limbah Kaleng Bekas Kemasan Sebagai Campuran

Adukan Beton Untuk Meningkatkan Karakteristik Beton..………...56 - 70 Iwan Rustendi

Pengaruh Efek Kabur Terhadap Keberhasilan Deteksi Obyek

Dengan Metode Template Matching……….………...71 - 80 Kholistianingsih

Implementasi Mikrokontroler Untuk Mengendalikan Mesin

Pemotong Kentang………..……....……….………...81 - 89 Priyono Yulianto

(3)

JURNAL TEODOLITA

VOL. 14 NO. 2, Desember 2013 ISSN 1411-1586

HALAMAN REDAKSI

Jurnal Teodolita adalah jurnal imiah fakultas teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang merupakan wadah informasi berupa hasil penelitian, studi literatur maupun karya ilmiah terkait. Jurnal Teodolita terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember.

Penanggungjawab : Dekan Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto Pemimpin Redaksi : Taufik Dwi Laksono, ST MT

Sekretaris : Dwi Sri Wiyanti, ST MT Bendahara : Basuki,ST MT

Editor : Drs. Susatyo Adhi Pramono, M.Si Tim Reviewer : Taufik Dwi Laksono, ST MT

Iwan Rustendi, ST MT

Yohana Nursruwening, ST MT Wita Widyandini, ST MT Priyono Yulianto, ST MT Kholistianingsih, ST MT Alamat Redaksi : Sekretariat Jurnal Teodolita

Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto Karangsalam-Beji Purwokerto

Telp 0281 633629

Email : [email protected]

Tim Redaksi berhak untuk memutuskan menyangkut kelayakan tulisan ilmiah yang dikirim oleh penulis. Naskah yang di muat merupakan tanggungjawab penulis sepenuhnya dan tidak berkaitan dengan Tim Redaksi.

(4)

IMPLEMENTASI MIKROKONTROLER UNTUK MENGENDALIKAN MESIN PEMOTONG KENTANG

Priyono Yulianto, Dosen Teknik Elektro Unwiku Purwokerto ABSTRAK

Mikrokontroler adalah suatu untai terintegrasi ( IC ) atau chip yang bekerja dengan program, dirancang secara khusus untuk aplikasi sistem kendali. Salah satu aplikasinya adalah untuk mengendalikan proses pemotongan atau pengirisan bahan bahan baku kentang dan lain sebagainya untuk dibuat ceriping. Pengendalian system ini dapat dilakukan scara manual maupun otomatis dan dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote kontrol.

Komponen – komponen pengendali yang digunakan adalah : Mikrokontroler AT 89C51, sensor optocopler, remote kontrol, rangkaian counter dan penapil, rangkaian reset serta motor dc untuk menggerakan pisau pemotong dan konveyor.

Peralatan ini dirancang dapat disetting untuk mengiris bahan baku kentang sebanyak 10, 50, 100 dan 150 potongan.

ABSTRACT

Microcontroller applications are consumer products or factory machines consist of a small board that contains the microcontroller and support chips for controlling the mechanism.

The intelligence system of a microcontroller and a memory for the program and designed peculiarly for the application of control system. One the application example is to controlling process cutting of potato and others.

Controller of this system can be operation manually and automatically and can be controlled from long distance use control remote.

Components controller the used is : microcontroller AT 89C51, optocoupler, control remote, counter circuit and interfacing a 7-segment display with hardware decoding, reset circuit and also direct-current motor for the movement of cutter knife and the movement konveyor.

This system is designed can be setting to slice potato raw material, banana, cassava counted 10, 50, 100 and 150 cutting.

Key words: microcontroller, optocoupler, control remote, counter circuit and interfacing a 7- segment display

1. PENDAHULUAN

Proses pemotong kentang dapat dioperasikan secara manual dan dapat dikendalikan secara otomatis mengunakan remote sebagai pengendali jarak jauh dan serta segmen seven sebagai penampil jumlah irisan.

(5)

Teodolita Vol.14, No.2., Desember 2013:81-89 82

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mikrokontroler 89C51 dapat digunakan sebagai kendali otomatis pada mesin pemotong kentang sehingga diharapkan dapat membantu usaha kecil dan menengah dalam meningkatkan produksinya.

Secara umum perancangan alat ini terdiri dari 2 bagian utama, yaitu bagian mekanik dan bagian elektronis. Bagian mekanik mesin ini terdiri dari pisau pemotong yang berfungsi untuk mengiris kentang dan konveyor untuk membawa hasil pemotongan ke tempat yang penampungan. Bagian elekrtonis berfungsi sebagai pengendali yang terdiri dari serangkain komponen elektronik.

Blok diagram implementasi mikrokontroler untuk mengendalikan mesin pemotong kentang dapat ditunjukan seperti pada gambar 1.

Optocoupler

Mikrokontroler adalah suatu untai terintegrasi ( IC ) atau chip yang bekerja dengan program, dirancang secara khusus untuk aplikasi sistem kendali.

89C51 terdapat 32 jalur port yang dikelompokkan dalam 4 buah port masing-masing 8 bit dan dapat diprogram secara individual maupun bebas sebagai input atau output dan dapat dikonfigurasikan secara dinamis lewat perangkat lunak.

Memori chip berisi sejumlah lokasi memori dimana data dalam bentuk bit tersimpan.

Secara normal setiap lokasi akan menyimpan bilangan atau kata 8-bit (1 byte). Meskipun dua memory chip 4-bit, empat memori chip 2-bit atau delapan memori chip 1-bit dapat digunakna secara paralel. Setiap lokasi memiliki alamat untuk 16-bit ( 2 byte ) sehingga mempunyai kapasitas alamat 0000 sampai ffff, atau 216 = 65536 = 64 K alamat. Satu byte tertinggi dari alat, yaitu bit A8 sampai bit A15 (dua digit heksadesimal disebelah kiri) disebut sebagai halaman ( page ). Contoh, alamat 002F ada pada alamat 00 ( halaman nol ) dan alamat 2B53

input Mikrokontroler Mesin pemotong

Gambar 1. Blok diagram rangkaian pengendali

(6)

pada halaman 2B dengan demikian terdapat 28 = 256 halaman memori yang setiap halamannya berisi 28 = 256 lokasi.

2. METODELOGI PENELITIAN

Penelitian ini diharapkan dapat diselesaikan melalui tahap-tahap sebagai berikut :

 Proses perancangan alat yang dilakukan tiap-tiap blok dan secara keseluruhandalam bentuk suatu sistem kendali.

 Membuat diagram alir dan program untuk mengendalikan sistem, mendownload program tersebut kedalam mikrokontroler AT89C51

 Pengujian dan menganilisis ujuk kerja alat.

Remote kontrol

Remote kontrol yang digunakan terdiri dari sebuah saklar on/off dan 4 buah tombol, fungsi dari tombol – tombol tersebut adalah untuk memberi inputan berapa banyak jumlah potongan yang harus dikerjakan oleh mesin pemotong tersebut. Yang pertama adalah tombol test berfungsi untuk mencoba kondisi pisau apakah telah siap untuk digunakan dan apakah potongannya sempurna.jumlah potongan yang dilakukan pada perintah tombol ini adalah sebanyak 10 kali potongan. Tombol ke-2 sampai ke-4 adalah jumlah banyaknya potongan dari 50,100 sampai 150 potongan.

Rangkaian pemancar (transmitter)

Perancangan rangkaian pemancar AM menggunakan komponen osilator yaitu sebuah kristal. agar mempunyai rentang frekuensi yang baik dan lebar harmonik yang cukup pendek.

Penguat osilator dapat diumpamakan seperti sebuah boster yang mampu memperbesar daya pancar dari suatu pemancar. Dalam istilah radio komunikasi dikenal dengan istilah boster.

Hal tersebut juga berlaku untuk rangkaian ini, hanya saja daya yang digunakan adalah sangat kecil dan dalam ukuran milli watt. Rangkaian pemancar dapat ditunjukkan seperti pada gambar 2.

(7)

Teodolita Vol.14, No.2., Desember 2013:81-89 84

IC TX-2B Y5F2S 3

3K9 330

IN4001 LED

IN4002 473 pF

33

103pF C945

33 471pF 1K 39pF

120K

660 47pF

OSCILATOR

18 pF

120K 2pF 3.3

100

IN4001 100

IN4001 IN4001 100

100 4

9 8

11

14 1 12 5

ANT +3 V

S1

S2

S3

S4

473pF

C945

Gambar 2. Rangkaian pemancar

Rangkaian Penerima (receiver)

Bagian ini berfungsi untuk menerima pancaran frekuensi 32 Mhz dari remote control dan medemodulasikannya hingga mampu dideteksi oleh bagian detector kode atau pendekode untuk membagi dalam keluaran logika.

Penerima radio ini mempunyai satu buah transistor yang digunakan sebagai penerima atau pendeteksi yang dikendalikan oleh sebuah koker osilator untuk menala besar frekuensi yang dikehendaki oleh pengguna. Rangkaian ini mendeteksi frekuensi 32 MHz pada pemancar dan akan mendemodulasikan sinyal yang dipancarkan oleh pemancar. Sebagai osilasi pendeteksi frekuensi adalah lilitan osilator yang mempunyai jumlah lilitan sebanyak 5 lilitan dengan inti ferit dan dapat diset sampai frekuensi setinggi 50 MHZ dan frekuensi bawah sampai 30 MHz sehingga untuk pemakaian frekuensi diatas atau di bawah 32 MHz masih dimungkinkan. Rangkaian pemancar dapat ditunjukkan seperti pada gambar 3.

(8)

Gambar 3. Rangkaian penerima Rangkaian Pencacah dan Penampil

Rangkaian pencacah yang digunakan adalah IC 7490 tipe TTL mempunyai tegangan kerja 6 Volt. Pin 14 dihubungkan ke Vcc dan pada pin 7 ke ground. IC ini memberikan output pada IC Pendekode berupa sinyal yang sering disebut BCD melalui pin 4,7,9 dan 12.

IC ini mendapatkan input berupa detakan yang berasal dari clock pewaktu melalui pin 1 dan juga tersedia sebuah input untuk reset, yaitu akan mereset seluruh memori yang ada sehingga akan kembali pada keadaan awal yaitu angka biner 0000.

Rangkaian penampil menggunakan IC 74LS47, konfigurasi 7 segmen untuk menghasilkan karakter-karakter desimal 0 s.d. 9. dibutuhkan suatu pendekode untuk mengubah suatu bilangan dari bentuk biner menjadi desimal. Rangkaian Pencacah dan Penampil dapat ditunjukkan seperti pada gambar 4 dan gambar 5.

(9)

Teodolita Vol.14, No.2., Desember 2013:81-89 86

+ 5V 14

7 10 2 3

5

74LS90

12 9 8 11 1

14

7 10 2 3

5

74LS90

12 9 8 11 1

14

7 10 2 3

5

74LS90

12 9 8 11 1

K e m ikrokontroler

K e m ikrokontroler K e m ikrokontroler

K e IC 74LS47

K e IC 74LS 47

K e IC 74LS47

74LS47

7 1 2 6 A B C D

34 5

16 13 1211 10 9 15 14

A B C D E F G

DIGIT SATUAN 8

74LS47

7 1 2 6 A B C D

34 5

16 13 1112 10 9 15 14

A B C D E F G

DIGIT PULUHAN 8

74LS47

7 1 2 6 A B C D

34 5

16 13 1112 10 9 15 14

A B C D E F G

DIGIT RATUSAN 8

To Counter 74LS90

To Counter 74LS90

To Counter 74LS90

+5V

Gambar 4. Rangkaian Pencacah 74LS90 Gambar 5. Rangakaian Penampil

Rangkaian Pengendali

Rangkaian Pengendali menggunakan sebuah mikrokontroler AT89C51. Hubungan rangkaian mikrokontroler 89C51 dengan rangkaian-rangkaian yang lain dapat ditunjukan seperti pada gambar 6.

(10)

P0.0 P0.1 P0.2 P0.3 P0.4 P0.5 P0.6 P1.0

P1.1 P1.2 P1.3 P1.4 P1.5 P1.6 P1.7 P3.0 P3.1 P3.2 P3.3 P3.4 P3.5 P3.6 P3.7 A B C D A B C D

A B C D P2.3 P2.2 P2.1 P2.0 P2.7 P2.6 P2.5 P2.4

Reset Manual/Auto

100 150 10 50

+5V

vcc Counter 74LS90

Counter 74LS90

Counter 74LS90

A T 8 9 C 5 1

Gambar 6. Rangkaian mikrokontroler Rangkaian Penggerak Pisau dan Konveyor

Rangkaian penggerak motor ini menggunakan sebuah transistor yaitu transistor sebagai saklar. Tansistor berfungsi untuk mengaktifkan relay sesuai dengan perintah dari mikrokontroler yang selanjutnya akan menggerakkan motor, baik motor penggerak pisau pemotong maupun motor konveyor. Transistor yang digunakan adalah tipe C9013. transistor ini terpasang secara paralel.

Prinsip kerja alat ini sangat sederhana yaitu power on maka semua sistem dalam keadaan ready, pada posisi ini motor konveyor telah aktif bekerja. Untuk memulai suatu perintah pemrosesan maka tekan tombol pemilih antara auto atau manual. Apabila dipilih posisi auto maka program akan mejalankan proses pengerjaaan secara otomatis.

Pemilihan tombol pemilih akan menentukan jumlah potongan kentang. misal ditekan tombol test maka pisau pemotong akan memotong bahan baku kentang sebanyak 10 potongan, hal ini dapat dilihat pada penampil. Kemudian mikrokontroler akan memproses perintah selanjutnya apakah akan diulang atau tunda 10 detik. Proses tersebut akan berulang

(11)

Teodolita Vol.14, No.2., Desember 2013:81-89 88

Variasi jumlah potongan dilengkapi 3 tombol pemilihan yaitu 50 potongan, 100 potongan dan 150 potongan, semua sistem kerja sama seperti tombol test hanya jumlah potongannya yang berbeda karena counter akan mencacah lebih banyak. Apabila tombol reset ditekan maka ada dua pilihan yaitu dapat memilih jumlah potongan yang lain atau mengakhiri proses auto dengan mengganti dengan proses manual.

3. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Dalam pengujian rangkaian sensor membutuhkan ketelitian dalam mengatur tegangan maupun arus, karena kepekaan sensor dalam menangkap atau mendeteksi cahaya tergantung dari tegangan maupun arus pada optocoupler dan variabel resistor.

Bila sensor mendapatkan cahaya sesuai dengan kepekaannya maka sensor akan aktif. Pada saat aktif sensor tersebut memberi inputan kepada counter untuk mulai melakukan pencacahan. Setelah proses pencacahan selesai maka motor akan berhenti.

Pengujian remote kontrol dilakukan untuk mengukur berapa tegangan yang dihasilkan oleh keluaran pengkode sebelum masuk pada rangkaian penguat, Hasil pengkuran menunjukkan 3,23 volt. Jangkauan remote kontrol sangat dipengaruhi oleh battery, semakin kecil arus maka semakin pendek jangkauannya. Pengendalian menggunakan remote control akan berhasil jika jarak remote terhadap penerima tidak lebih dari 10 meter.

Receiver atau rangkaian penerima merupakan sebuah blok yang akan menerima pancaran gelombang elektromagnetik yang berisi data-data informasi untuk memerintahkan berapa banyak jumlah potongan yang akan dilakukan. Untuk menterjemahkan data-data tersebut maka dimemerlukan rangkaian yang difungsikan untuk mengubah data informasi menjadi perintah untuk mengendalikan switch yang dihubungkan dengan pendekode. Pada proses pengujian melibatkan rangkaian pengkode yang terdapat pada blok remote kontrol.

Keluaran rangkaian pendekode adalah tegangan sebesar 5 Volt yang akan dimanfaatkan sebagai masukan pada rangkaian switching. Keluaran dari pendekode ditentukan oleh tombol yang ditekan pada remote control, setiap tombol mempunyai pasangan keluaran pada pendekode

Pengujian 7- Segment bertujuan untuk mengetahui apakah 7-Segment dapat berfungsi dengan baik atau tidak yaitu dengan menghubungkan pin-pinnya ke port yang diberikan program ke rangkaian BCD 7-segment untuk menampilkan berapa jumlah potongan yang

(12)

dilakukan oleh pisau pemotong sesuai yang diinginkan. Rangkaian BCD ini memiliki tegangan sebesar 5 volt tetapi pada saat pengukuran dengan multimeter tegangan menunjukan sebesar 4,98 Volt. Dari pengukuran tersebut menunjukan bahwa rangkaian dalam keadaan baik. Proses penampilan data dari rangakaian BCD pun dalam keadan baik karena LED dapat menyala dengan sempurna.

Pengujian Sistem

Pengujian Alat ini dilakukan untuk mengatuhui kerja dari alat secara keseluruhan.

Pengujian alat ini dilakukan dengan cara melakukan percobaan melakukan pemotongan bahan. Sebagai contoh disini bahan baku kentang disetting dengan jumlah 50 pemotongan dilakukan 5x percobaan, jumlah potongan yang dihasilkan adalah : 49, 48, 50, 50, 50. Jadi tingkat errornya adalah :

% 2 , 1

% 250 100

0 0 0 2 1

% 250 100

50 50 50 50 50 50 48 50 49 50

% ... 100

1

5 5 3

3 2 2 1 1

 

 

 

 

 

 

 

n

y

y x y

x y x y x

4. KESIMPULAN

Hasil pengujian rangkaian dan alat maupun melalui simulasi program mikrokontroler , memberikan kesimpulan bahwa sistem kendali mikrokontroler AT89C51 tersebut diatas yang dikembangkan selama penelitian dapat menjalankan dan mengendalikan mesin pemotong/pengiris kentang dengan effesien dan efektif. Dan waktu proses pemotongan lebih cepat apabila dibandingkan dengan cara – cara yang konvensional.

5. DAFTAR PUSTAKA

Andi Nalwan, Paulus 2004, Panduan praktis Teknik Antarmuka dan Pemrograman Mikrokontroler AT89C51, PT., Elek Media Komputindo, Jakarta.

Hodges, D.A.,1987. Analisis dan Dessain Rangkaian Terpadu Digital. Jakarta: Penerbit Erlangga

Roger L. Tokheim, 1988, Digital Principle, McGraw Hill

Thompkins,WJ, 1992. Interfacing Sensors to IBM PC . Prentice Hall

Gambar

Gambar 1. Blok diagram rangkaian pengendali
Gambar 3. Rangkaian penerima   Rangkaian Pencacah dan Penampil
 Gambar 4. Rangkaian Pencacah 74LS90  Gambar 5. Rangakaian Penampil
Gambar 6. Rangkaian mikrokontroler  Rangkaian Penggerak Pisau dan Konveyor

Referensi

Dokumen terkait

Dari analisa elemen bangunan dapat terlihat bahwa permukiman Bonokeling dari bentuk arsitekturnya lebih memiliki kemiripan dengan permukiman Jawa yaitu pada bentuk

Sudirman, sudah masuk tingkat pelayanan E, artinya jalan tersebut sudah mengalami hambatan pergerakan lalu lintasnya, terutam pada saat jam-jam puncak, maka dari

Pada semua grafik pengukuran terbentuk sebuah pola yaitu berawal pada pola mengumpul kemudian menyebar dan mengumpul kembali, hal ini membuktikan bahwa suhu

Secara sedehana urutan program pada sistem pengukur panjang kabel dengan penampil seven segment adalah, mula – mula mikrokontroler akan scanning terhadap tombol pilihan

Ekstraksi fitur merupakan proses untuk memperoleh data fitur dari sebuah citra wajah. Algoritma ekstraksi fitur ditunjukkan pada Gbr.1, yaitu masukan berupa citra

Rangkaian ini digunakan untuk keperluan interfacing antara sensor medan magnit dengan software di komputer dan akan menjadi penterjemah dari informasi triger

Dengan SRP yang tersedia 320 petak, dapat disimpulkan bahwa kapasitas parkir mobil dan sepeda motor di RSUD Banyumas sudah tidak dapat menampung jumlah

Persoalan yang dikaji dalam tulisan ini difokuskan pada operator Bahasa Bima, yaitu bentuk dan fungsi operator bahasa Bima. Secara lintas bahasa, operator dikenal sebagai