• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI PADANG LAWAS UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA SALINAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUPATI PADANG LAWAS UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA SALINAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI PADANG LAWAS UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA

SALINAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA NOMOR 3 TAHUN 2018

TENTANG

MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PADANG LAWAS UTARA,

Menimbang : a. bahwa dalam upaya melindungi, memberdayakan, memantapkan keberadaan dan kedudukan bahasa dan sastra daerah di Kabupaten Padang Lawas Utara, maka perlu pengenalan sejak dini bagi para siswa sekolah;

b. bahwa bahasa daerah dan sastra daerah, harus dijadikan sebagai muatan lokal dalam proses pembelajaran untuk satuan pendidikan sesuai dengan potensi dan keunikan di Kabupaten Padang Lawas Utara;

c. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 7 ayat (3) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Mata Pelajaran Muatan Lokal;

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301);

3. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2007 tentang

SALINAN

(2)

2

Pembentukan Kabupaten Padang Lawas Utara di Provinsi Sumatera Utara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4681);

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapakali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);

6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014 Tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1172);

Dengan persetujuan bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PADANG LAWAS UTARA dan

BUPATI PADANG LAWAS UTARA

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL.

(3)

3

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:

1. Daerah adalah Kabupaten Padang Lawas Utara.

2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah menurut azas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas- luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

3. Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.

4. Bupati adalah Bupati Padang Lawas Utara.

5. Dinas adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas Utara.

6. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas Utara.

7. Muatan lokal adalah bahan kajian atau mata pelajaran pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal.

8. Pendidikan Dasar adalah jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menegah, berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menegah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

9. Bahasa daerah adalah bahasa yang digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat PadangLawas Utara.

10. Pembelajaran bahasa daerah adalah pembelajaran di sekolah/ madrasah yang menggunakan kurikulum

(4)

4

terintegrasi tematik yang disesuaikan dengan kurikulum nasional.

11. Jam pelajaran adalah pembagian waktu pembelajaran mata pelajaran setiap minggu.

12. Penilaian hasil belajar adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

13. Pengawas adalah tenaga guru professional yang diangkat oleh Kepala Dinas Daerah yang betugas mensupervisi dan memberikan pertimbangan dalam pengembangan mata pelajaran muatan lokal di pendidikan dasar.

14. Guru adalah tenaga pendidik yang berkualifikasi sebagai guru mata pelajaran yang memiliki kewenangan dan latar belakang bahasa daerah yang sesuai dengan kekhususannya, serta berperan dalam pembelajaran bahasa daerah.

BAB II

MAKSUD, TUJUAN DAN PRINSIP Pasal 2

Muatan lokal merupakan bahan kajian atau mata pelajaran pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap keunggulan dan kearifan di daerah tempat tinggalnya.

Pasal 3

Muatan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajarkan dengan tujuan membekali peserta didik dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan untuk:

a. mengenal dan mencintai lingkungan alam, sosial, budaya, dan spiritual di daerahnya; dan

b. melestarikan dan mengembangkan keunggulan dan kearifan daerah yang berguna bagi diri dan

(5)

5

lingkungannya dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

Pasal 4

Muatan lokal dikembangkan atas prinsip:

a. kesesuaian dengan perkembangan peserta didik;

b. keutuhan kompetensi;

c. fleksibilitas jenis, bentuk, dan pengaturan waktu penyelenggaraan; dan

d. kebermanfaatan untuk kepentingan nasional dan menghadapi tantangan global.

BAB III RUANG LINGKUP

Pasal 5

Lingkup Isi Muatan Lokal meliputi materi berupa : a. seni budaya;

b. bahasa; dan

c. baca dan tulis Al-Qur`an.

Pasal 6

(1) Muatan lokal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dirumuskan dalam bentuk dokumen yang terdiri atas:

a. kompetensi dasar;

b. silabus; dan

c. buku teks pelajaran.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai kompetensi dasar, silabus dan buku teks pelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Bupati.

BAB IV

PELAKSANAAN MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL Pasal 7

(1) Pelaksanaan mata pelajaran muatan lokal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, untuk Pendidikan Dasar dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Mata Pelajaran muatan lokal tidak boleh bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Peraturan Perundanga-Undangan; dan

(6)

6

b. Mata Pelajaran muatan lokal harus sesuai dengan norma dan adat istiadat dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara mata pelajaran muatan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Bupati.

BAB V

PENGAWASAN, MONITORING DAN EVALUASI Pasal 8

(1) Terhadap pelaksanaan mata pelajaran muatan lokal diperlukan pengawasan.

(2) Pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), turut serta bertanggungjawab terhadap peningkatan kualitas mata pelajaran muatan lokal di Pendidikan Dasar .

Pasal 9

(1) Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran bahasa daerah di satuan pendidikan, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi.

(2) Untuk melakukan monitoring dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), perlu dibentuk Tim Monitoring dan Evaluasi yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengawasan, monitoring dan evaluasi diatur dengan Peraturan Bupati.

BAB VI

PERAN SERTA MASYARAKAT Pasal 10

(1) Pemerintah Daerah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut berperan serta dalam menyampaikan saran dalam pelaksanaan pembelajaran seni budaya, bahasa dan baca dan tulis Al-Qur`an.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai peran serta masyarakat diatur dengan Peraturan Bupati.

(7)

7

BAB VII PEMBIAYAAN

Pasal 11

Pembiayaan yang diperlukan untuk melaksanakan pembelajaran bahasa dan satra Daerah pada jenjang satuan pendidikan dasar, bersumber dari:

a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Daerah Padang Lawas Utara;

b. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada satuan Pendidikan Dasar yang bersangkutan; dan

c. Sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat.

BAB VIII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 12

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya di dalam Lembaran Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara.

Ditetapkan di Gunung Tua Pada tanggal 20 JULI 2018

BUPATI PADANG LAWAS UTARA, TTD

BACHRUM HARAHAP Diundangkan di Gunung Tua

Pada tanggal 20 JULI 2018

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA, TTD

BURHAN HARAHAP

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA TAHUN 2016 NOMOR: 3

NOREG KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA, PROVINSI SUMATERA UTARA: ( 4 / 66 / 2018 )

SALINAN SESUAI DENGAN ASLINYA an. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN

ub.

Plt.KEPALA BAGIAN HUKUM

ALI WARDANA POHAN, SH NIP. 198310082009041003

(8)

8

PENJELASAN ATAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA NOMOR 3 TAHUN 2018

TENTANG

MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL I. UMUM

Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki keanekaragaman multikultur (adat istiadat, tata cara, bahasa, kesenian, kerajinan, keterampilan daerah, dll) merupakan ciri khas yang memperkaya nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu keanekaragaman tersebut harus selalu dilestarikan dan dikembangkan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia melalui upaya pendidikan. Pengenalan keadaan lingkungan, sosial, dan budaya kepada peserta didik memungkinkan mereka untuk lebih mengakrabkan dengan lingkungannya.

Pengenalan dan pengembangan lingkungan melalui pendidikan diarahkan untuk menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik.

Kebijakan yang berkaitan dengan dimasukkannya program muatan lokal dalam Standar Isi dilandasi kenyataan bahwa di Indonesia terdapat beranekaragam kebudayaan. Sekolah tempat program pendidikan dilaksanakan merupakan bagian dari masyarakat. Oleh karena itu, program pendidikan di sekolah perlu memberikan wawasan yang luas pada peserta didik tentang kekhususan yang ada di lingkungannya. Standar Isi yang seluruhnya disusun secara terpusat tidak mungkin dapat mencakup muatan lokal tersebut. Sehingga perlulah disusun mata pelajaran yang berbasis pada muatan lokal.

II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1

Cukupjelas Pasal 2

(9)

9 Cukup jelas

Pasal 3

Cukup jelas Pasal 4

Cukup jelas Pasal 5

Cukup jelas Pasal 6

Cukup jelas Pasal 7

Cukup jelas Pasal 8

Cukup jelas Pasal 9

Cukup jelas Pasal 10

Cukup jelas Pasal 11

Cukup jelas Pasal 12

Cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA NOMOR: 62

Referensi

Dokumen terkait

hasil belajar (dengan Motivasi Berprestasi sebagai variabel kontrol) maka di dapatkan hasil koefisien korelasi antara Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan solusi numerik dinamika dan interaksi soliton DNA model PBD yang diberi efek gangguan dengan menggunakan metode beda hingga

Test penembusan lendir estrus dilakukan menggunakan ejakulat dari dua ekor domba yang biasa dipakai sebagai pemacek dan hasil penelitian dinyatakan sebagai rata-rata waktu tempuh

Stratifikasi desa banyuroto sebagai desa non endemis potensial adalah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir tidak pernah ditemukan kasus ataupun kematian karena DBD, tetapi

Penjelasan Dokumen Prakualifikasi , Panitia memberikan penjelasan secara rinci kepada peserta lelang tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai

Analisa Data Menggunakan Metode Simple Additive Weighting ( SAW ): Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode Simple Additive Weighting ( SAW ). Penelitian

Penelitian ini ingin melihat bagaimana latar belakang budaya yang ada di masing-masing kelompok masyarakat Muslim dan Hindu dapat mempengaruhi pemahaman nilai budaya antar

Mikrokonktroler Alv and Vegard’s Risc processor atau sering disingkat AVR merupakan mikrokonktroler RISC 8 bit. Karena RISC inilah sebagian besar kode