LAPORAN PROYEKSI STUDI KELAYAKAN BISNIS
-BLIS FASHION (Butik Lukis ISlami)-
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah studi kelayakan bisnis
Oleh:
Ilyatul Mustadliroh (130810301028) Firma Nurul Damayanti (130810301094) Siti Sholeha (130810301115)
JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER
2015
i
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas Rahmat-Nya Kami dapat menyelesaikan laporan proyeksi ini dengan baik. Shalawat dan salam senantiasa diberikan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. Semoga kita mendapatkan syafaatnya dan menjadi pengikutnya hingga akhir zaman, amin. Laporan proyeksi ini kami buat adalah untuk belajar memahami dan menganalisis secara nyata bagaimana suatu bisnis dapat dikatakan layak atau tidak. Serta untuk memenuhi penilaian tugas akhir mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis di semester kelima ini.
Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini. Kepada Dosen mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis: Drs. Wasito, M.Si, Ak. serta teman-teman sekalian. Sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan, Kami menyadari bahwa Laporan Proyeksi ini jauh dari kata sempurna. Untuk itu Kami mohon kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian untuk perbaikan tulisan Kami di masa yang akan datang.
Jember, Oktober 2015
TIM SKB
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI... ii
RINGKASAN BISNIS ... 1
BAB I PENDAHULUAN ... 3
1.1 Latar belakang bisnis ... 3
1.1.1 Bisnis yang diusulkan ... 3
1.1.2 Visi dan Misi Usaha ... 4
1.1.3 Rencana Pelaksanaan ... 4
1.1.4 Rencana Jumlah dana yang diinvestasikan ... 5
1.1.5 Pemrakarsa ... 5
1.2 Gambaran umum kondisi perusahaan ... 5
1.2.1 Perkembangan Usaha ... 5
1.2.2 Posisi perusahaan dalam persaingan ... 6
1.2.3 Kemampuan finansial ... 6
BAB II ANALISIS ASPEK YANG DIKAJI ... 7
2.1 Analisis Aspek Pasar dan pemasaran ... 7
2.1.1 Gambaran Umum Pasar ... 7
2.1.2 Market Potensial ... 7
2.1.3 Market Share ... 8
2.1.3 Strategi Pemasaran BLIS FASHION ... 8
2.2 Analisis Aspek Manajemen ... 10
2.3 Analisis Aspek Teknis dan Produksi ... 11
2.3.1 Produk ... 11
2.3.2 Proses Produksi dan Operasi ... 11
2.3.3 Tanah dan Bangunan... 12
2.3.4 Peralatan ... 12
2.3.5 Penentuan Lokasi dan Layout ... 13
2.4 Analisis Aspek Keuangan ... 13
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 15
1
RINGKASAN BISNIS
Bisnis yang dianalisis dalam studi kelayakan bisnis ini adalah suatu bisnis yang bergerak dalam bidang perdagangan. Nama dari usaha bisnis ini adalah “BLIS FASHION”.
kata “BLIS” merupakan singkatan dari Butik Lukis ISlami, sedangkan “FASHION” adalah gaya berpakaian yang populer dalam suatu budaya. Sehingga, bisnis ini menyediakan atau menjual berbagai macam mukena lukis, baju koko lukis, dan krudung lukis.
Setelah kami melakukan proyeksi secara mendalam tentang aspek yang berpengaruh terhadap rencana bisnis “BLIS FASHION”, maka kami rekomendasikan agar bisnis ini dapat dijalankan karena dari hasil proyeksi yang diperoleh bahwa bisnis ini dapat menghasilkan keuntungan yang cukup menjajikan dan dikatakan layak. Sehubungan dengan itu kami siap mempresentasikan mengenai hasil proyeksi yang kami laporkan dalam studi kelayakan bisnis ini.
Adapun Ringkasan Bisnis Blis Fashion adalah sebagai berikut:
PEMASARAN
1.
Produk yang dipasarkan :
Menjual mukena lukis, baju koko lukis, dan krudung lukis2. Sasaran Konsumen/ Pembeli : Masyarakat menengah ke atas
3. Wilayah Pemasaran : Kota Jember, Khususnya 5 kecamatan berikut (Kaliwates, Patrang, Sumbersari, Arjasa, Kalisat)
MANAJEMEN
1. Nama Perusahan : BLIS FASHION
2. Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan : Firma Nurul Damayanti
3. Bidang Usaha : Perdagangan
4. Badan Hukum : UD
5. Alamat Perusahaan :Jl. Mastrip, Sumbersari, Jember, Jawa Timur
TEKNIS& OPERASI
1. Kampasitas produksi : 2200 unit untuk tiga jenis produk 2. Sasaran Produksi : mukena lukis. Koko lukis. Dan krudung
lukis
2
3. Lokasi Proyek : Dekat dengan letak pasar yang dituju 4. Alat Analisis Penentuan Lokasi Proyek : cukup dekat dengan sistem transportasi
masyarakat.
KEUANGAN
1. Modal Sendiri : Rp 350.000.000,-
2. Penjualan per tahun (Rp) :
Thn 1 (2016) Rp 298.065.000
Thn 2 (2017) Rp 342.774.750
Thn 3 (2018) Rp 411.329.700
Thn 4 (2019) Rp 493.595.640
Thn 5 (2020) Rp 616.994.550
3. Keuntungan per tahun (Rp) :
Thn 1 (2016) Rp 94.430.507
Thn 2 (2017) Rp 66.380.492
Thn 3 (2018) Rp 98.518.071
Thn 4 (2019) Rp 137.076.037
Thn 5 (2020) Rp 194.966.446
4. Rencana realisasi bisnis :Januari tahun 2016
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang bisnis 1.1.1 Bisnis yang diusulkan
Di masa lalu sebelum ilmu pemasaran berkembang dan dikenal secara luas seperti sekarang ini, setiap perusahaan berusaha untuk terlebih dahulu berproduksi sebanyak- banyaknya, baru kemudian berusaha menjualnya kembali. Perusahaan tidak peduli dengan kondisi permintaan yang ada, sehingga banyak di antara produsen mengalami kegagalan dan bahkan terus merugi.
Sekarang banyak produsen yang terlebih dahulu melakukan riset pasar dengan berbagai cara,misalnya dengan test pasar melalui pemasangan iklan,seolah-olah barangnya sudah ada. Tujuannya untuk melihat kondisi permintaan yang ada sekarang ini terhadap produk yang akan diproduksi, apakah mendapat tanggapan atau tidak dari calon konsumen, baik kualitas maupun harga. Dari hasil test pasar perusahaan sudah dapat meramalkan berapa besar pasar yang dapat diserap, bagaimana menyerap pasar yang ada, termasuk yang ada di tangan para pesaing. Seorang pemasar harus selalu tahu lebih dahulu pasar yang akan dimasukinya,seperti:
1. Ada tidak pasarnya
2. Seberapa besarnya pasar yang ada
3. Potensi pasar
4. Tingkat persaingan yang ada, termasuk besarnya market share yang akan direbut dan market share pesaing.
Setelah para pemasar memperoleh data kondisi pasar yang akan dimasuki, maka pemasar akan melakukan peramalan beberapa permintaan yang ada dan yang akan datang serta berapa besar pasar yang harus direbut. Kemudian barulah akan diproduksi sesuai dengan permintaan yang telah diramalkan.
Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru dalam berbagai sektor industri di Indonesia. Salah satu industri yang berkembang adalah industri perdagangan.Selama perdagangan bebas masih berkembang, maka nantinya akan terus memicu setiap manusia untuk melakukan berbagai inovasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dan unik. Dengan bertambahnya jumlah penduduk islam di Indonesia khususnya di wilayah kota Jember,ini berarti akan semakin banyaknya para konsumen yang nantinya juga akan meramaikan bisnis perdagangan.
4
Dilihat dari keuntungan yang akan diperoleh dari bisnis perdagangan ini, kami mencoba utuk melakukan sebuah proyeksi terlebih dahulu pada bisnis yang akan kami jalankan. Bisnis yang akan kami jalankan bernama “BLIS FASHION”,ini merupakan salah satu bentuk usaha yang ikut menyemarakan bisnis perdagangan di Indonesia, khususnya di wilayah kota Jember. Sebuah butik lukis islami ini tergolong unik karena didalam butik ini hanya menyediakan barang-barang islami yang serba lukisan, itu merupakan keunggulan khusus bagi butik ini. Barang-barang islami yang disediakan seperti mukena lukis, baju koko lukis, dan krudung lukis.
Adapun kelebihan yang lain adalah Harga yang begitu terjangkau untuk kalangan menengah ke atas, kami menyediakan berbagai model motif lukisan yang menarik dan indah di berbagai macam barang yang di jual tersebut, sehingga memudahkan para konsumen untuk memilihnya. dan juga kami menyediakan pesanan berbagai barang couple seperti: mukena lukis coupel, baju koko lukis coupel, dan krudung lukis coupel.
dengan para konsumen memakai berbagai barang coupel ini akan lebih mencerminkan keharmonisan atau kerukunan keluarga.
Dari hasil proyeksi yang kami lakukan, bisnis ini memiliki nilai proyek yang cukup besar dan menjajikan dengan biaya yang relatif tergolong sedang.
1.1.2 Visi dan Misi Usaha -Visi-
Membuka usaha dalam bentuk butik dengan prospek yang cerah dimasa mendatang dan dikelola secara professional dan mampu mengikuti trend mode yang up to date.
-Misi-
Melayani customer dengan jujur, tepat waktu, dan tanggung jawab.
Mememberikan pelayanan dengan kualitas bagus.
Mengelola butik dengan profesional.
1.1.3 Rencana Pelaksanaan
Bisnis ini mulai di analisis layak atau tidaknya mulai dari bulan Agustus-Oktober 2015. Dan direncanakan akan mulai produksi pada bulan Januari tahun 2016.
5
1.1.4 Rencana Jumlah dana yang diinvestasikan
Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa jumlah dana yang harus diinvestasikan dalam pembuatan bisnis BLIS FASHION ini sebanyak Rp 350.000.000,- Terdiri dari Modal sendiri Rp 350.000.000,-.
1.1.5 Pemrakarsa
Dalam bisnis BLIS FASHION ini yang berperan sebagai pemrakarsa (pencetus ide) adalah Siti Sholeha dan anggota lainnya yang terdiri dari Ilyatul Mustadliroh dan Firma Nurul Damayanti sebagai tim yang menganalisis layak atau tidaknya ide bisnis ini.
Adapun struktur organisasi perusahaan BLIS FASHION adalah sebagai berikut : Struktur Organisasi :
1.2 Gambaran umum kondisi perusahaan 1.2.1 Perkembangan Usaha
Dewasa ini bisnis perdagangan berkembang sangat cepat, khususnya di usaha butik.
baik dari segi jumlah pemrakarsa bisnis itu sendiri maupun segi perkembangan model yang ditawarkan. Itu semua sesuai dengan perkembangan dunia fashion yang berkembang sangat cepat.
Dilihat dari persaingan tersebut maka suatu butik yang menyediakan fashion pakaian khusus islami perlu berlomba dalam menyediakan kualitas produk yang lebih baik dan memiliki karya yang lebih kreatif dari para pesaingnya serta menawarkan berbagai keunggulan, kemudahan dan perbedaan bagi para pengguna produknya. Dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki pemrakarsa bisnis ini, maka BLIS FASHION siap untuk bersaing dengan menyediakan berbagai model motif lukisan yang menarik dan indah di berbagai macam barang yang di jual tersebut, yang memiliki kualitas serta design yang dapat di unggulkan dari beberapa pesaing yang telah ada sebelumnya. Beberapa
Pimpinan
Firma Nurul Damayanti
Bag. Pemasaran
Ilyatul Mustadliroh
Bag. OperasionalBag. Akuntansi dan Keuangan
Siti Sholeha
6
perbedaan yang dilakukan oleh BLIS FASHION untuk merebut konsumen, fitur produk yang ditawarkan yaitu pertama, pelayananyang memuaskan, dalam hal ini konsumen melakukan pemilihan berbagai model motif lukis yang menarik dan indah yang sudah tersedia di butik tersebut. Dan para konsumen juga bisa pesanan berbagai barang couple seperti: mukena lukis coupel, baju koko lukis coupel, dan krudung lukis coupel. dengan para konsumen memakai berbagai barang coupel ini akan lebih mencerminkan keharmonisan atau kerukunan keluarga.
1.2.2 Posisi perusahaan dalam persaingan
Posisi perusahaan berada pada kondisi pasar persaingan sempurna karena pada wilayah pemasaran bisnis ini juga banyak ditemui bisnis yang sejenis tetapi tidak menawarkan khusus fashion lukis islami yang lengkap sehingga keunggulan dari BLIS FASHION yaitu khusus menyediakan barang-barang islami yang khusus motif lukisan menarik dan indah, dan harga yang begitu terjangkau untuk kalangan menengah ke atas, dan juga kami menyediakan pesanan berbagai barang couple seperti: mukena lukis coupel, baju koko lukis coupel, dan krudung lukis coupel, sehingga memudahkan para konsumen untuk memilihnya.
1.2.3 Kemampuan finansial
Modal yang dialokasikan untuk kebutuhan bisnis ini diperoleh dari dana dan asset pribadi pemilik bisnis. Untuk pengembangan usaha, BLIS FASHION mengambil dana dari laba yang diperoleh pada periode sebelumnya sehingga produksi bisnis ini dapat sesuai dengan target penjualan yang telah di rencanakan sebelumnya.
7
BAB II
ANALISIS ASPEK YANG DIKAJI
2.1 Analisis Aspek Pasar dan pemasaran 2.1.1 Gambaran Umum Pasar
1. Deskripsi Produk
Produk yang akan dipasarkan adalah berupa:
Barang tidak couple
Deskripsi: barang seperti mukena lukis, baju koko lukis, dan krudung lukis.
Dalam setiap model dan motif barang ini dibuat tidak ada pasangannya.
Contohnya seandainya mukena lukis, berarti mukena lukis itu dibuat satu motif dan satu ukuran saja, tidak ada pasangan seperti mukena lukis yang motifnya sama antara ibu dan anaknya.
Barang couple
Deskripsi: barang seperti mukena lukis coupel, baju koko lukis coupel, dan krudung lukis coupel. Dalam setiap model dan motif barang ini dibuatada pasangannya. Contohnya seandainya mukena lukis coupel dibuat sama motifnya namun mungkin ukurannya yang berbeda, seperti mukena lukis coupel yang dibuat ibu dan anak.
2. Wilayah Pemasaran
Wilayah pemasaran dari bisnis ini yaitu Kota Jember. Khususnya di lima kecamatan yaitu kecamatan Kaliwates, kecamatan Patrang, kecamatan Sumbersari, kecamatan Arjasa, dan kecamatan Kalisat. Kita mengambil khusus lima kecamatan ini karena antara lima kecamatan ini berdekatan dengan lokasi tempat butik.
2.1.2 Market Potensial
Target Konsumen BLIS FASHION ini adalah penduduk di Jember yang beragama islam khususnya di 5 kecamatan seperti kecamatan Kaliwates, Patrang, Sumbersari, Arjasa, Kalisat. Jumlah penduduk di Jember berdasarkan sensus penduduk berjumlah sekitar kurang lebih 2.355.283 jiwa dan diantaranya yang beragama islam sekitar 97.6%. Dilihat dari tingkah laku, kebiasaan, danbudayadarimasyarakatJemberitusendiri yang dominan beragama islam, kami menaksirkan market potensianya sebesar 25% atau 92692 jiwa dari keseluruhan jumlah penduduk.