• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMBERIANZINC TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-1β PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA TIKUSWISTAR.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PEMBERIANZINC TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-1β PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA TIKUSWISTAR."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

TESIS

TESIS

TESIS

TESIS

PENGARUH

PENGARUH

PENGARUH

PENGARUH PEMBERIAN

PEMBERIAN

PEMBERIAN

PEMBERIAN

ZINC

ZINC

ZINC

ZINC

TERHADAP

TERHADAP

TERHADAP

TERHADAP KADAR

KADAR

KADAR

KADAR

INTERLEUKIN-1

INTERLEUKIN-1

INTERLEUKIN-1

INTERLEUKIN-1ββββ PADA

PADA

PADA

PADA PROSES

PROSES

PROSES

PROSES PENYEMBUHAN

PENYEMBUHAN

PENYEMBUHAN

PENYEMBUHAN

LUKA

LUKA

LUKA

LUKA TIKUS

TIKUS

TIKUS

TIKUS WISTAR

WISTAR

WISTAR

WISTAR

Oleh

Oleh

Oleh

Oleh

SHERRI

SHERRI

SHERRI

SHERRI LESTARI

LESTARI

LESTARI

LESTARI

NIM

NIM

NIM

NIM :::: 1021212010

1021212010

1021212010

1021212010

PROGRAM

PROGRAM

PROGRAM

PROGRAM PASCA

PASCA

PASCA

PASCA SARJANA

SARJANA

SARJANA

SARJANA

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS ANDALAS

ANDALAS

ANDALAS

ANDALAS

PADANG

PADANG

PADANG

PADANG

(2)

BAB BABBABBAB 1111

PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN

1.1 1.1

1.11.1 LatarLatarLatarLatar BelakangBelakangBelakangBelakang

Luka adalah terjadinya diskontinuitas kulit akibat trauma baik trauma

tajam, tumpul, panas ataupun dingin. Luka merupakan suatu keadaan patologis

yang dapat menganggu fungsi anatomi dan fisiologi kulit yang normal, yang dapat

mengenai struktur dibawah kulit seperti saraf, otot, tendon bahkan organ

dibawahnya, serta merusak kesatuan integritas komponen jaringan, kulit dan

bahkan secara spesifik dapat terjadi kehilangan sebahagian jaringan kulit yang

menyebabkan gangguan funsi normal kulit.(Sachdeva, 1985)

Kehilangan integritas kulit yang luas bukan saja menyebabkan gangguan

fungsi tetapi juga dapat menyebabkan kecacatan dan bahkan komplikasi sistemik

yang berakibat kematian. (Alp et al., 2012 ). Di Amerika Serikat 40,9% pasien

menderita gangguan penyembuhan luka paska bedah dimana terjadi infeksi pada

luka dengan tingkat kematian 12,7%. Rata-rata biaya yang dikeluarkan akibat

bertambahnya lama rawat inap 5.038 dolar Amerika. (Alp et al., 2012). Pada

negara berkembang, penyembuhan luka dipengaruhi oleh pencemaran

(nasokomial), virulensi kuman, nutrisi, daya tahan tubuh dan sterilisasi operasi.

(Fitriyastanti, dkk, 2003). Indonesia yang merupakan salah satu negara

berkembang, mempunyai angka kejadian luka operasi di rumah sakit bervariasi

antara 2-18 % dari keseluruhan prosedur pembedahan. (Jeyamohan dan Dharshini,

dkk, 2011).

Penyembuhan luka adalah suatu bentuk proses fisiologis tubuh dalam

(3)

tubuh akan berusaha menghentikan perdarahan dari pembuluh darah yang terputus

dengan cara vasokonstriksi, pengerutan ujung pembuluh yang putus (retraksi), dan

reaksi hemostasis. Dilain pihak sel mast dalam jaringan ikat akan menghasilkan

serotonin dan histamine yang dapat meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga

terjadi eksudasi cairan, penyebukan sel radang, disertai vasodilatasi setempat.

Keadaan demikian akan menyebabkan edem dan pembengkakan lokal. Pada fase

awal penyembuhan luka ada reaksi hemostatik berupa pembekuan darah, reaksi

vaskuler dengan vasokonstriksi pembuluh darah dan reaksi seluler sebagai respon

inflamasi. (Jong, 2004).

Penyebab gangguan penyembuhan luka bisa akibat dari dalam tubuh

sendiri (endogen) atau dari luar tubuh (eksogen). Penyebab endogen terpenting

adalah koagulopati dan gangguan sistem imun. Semua gangguan pembekuan

darah akan menghambat penyembuhan luka sebab hemostasis merupakan titik

tolak dan dasar fase inflamasi. Gangguan sistem imun akan menghambat dan

mengubah reaksi tubuh terhadap luka, kematian jaringan, dan kontaminasi. Bila

sistem daya tahan tubuh seluler maupun humoral terganggu mekanisme

pertahanan infeksi tidak berjalan dengan baik.

Sel makrofag yang keluar akibat reaksi seluler akan menghasilkan bahan

kimia yang berperan dalam reaksi inflamasi. Salah satunya adalah sitokin IL-1,

IL-6, dan TNF-α yang menginduksi perubahan lokal dan sistemik. Diketahui

bahwa Sitokin interleukin-1beta (IL-1β) adalah mediator inflamasi kuat terhadap

infeksi dan cedera. IL-1 menginduksi peningkatan eksresi intercellular adhesion

molecule 1 (ICAM-1) dan vascular cell adhesion molecule 1 (VCAM-1).

(4)

dinding pembuluh darah yang terputus selanjutnya ke jaringan luka. (Li, et al,

2008; Baratawidjaja dan Rengganis, 2009)

Efek imunologi mempunyai hungungan dengan ketidakseimbangan

vitamin dan mineral. Kekurangan mineral yang paling umum adalah besi danzinc.

Zinc sudah lama diketahui dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Zinc

telah digunakan sebagai lotion kalamin, suatu obat topikal sejak 1500 M oleh

bangsa Mesir. Khon, tahun 2000, mendapatkan penyembuhan luka yang lebih

cepat pada luka kronis di kaki setelah diberi preparat zinc. Thomas menyatakan

pemberian zinc bersama cairan pembersih luka akan mempercepat penyembuhan

luka. Harold dan kawan-kawan melakukan penelitian membandingkan

penyembuhan luka pada binatang dengan diberi diet zinc dengan kontrol, yang

menunjukkan bahwa terdapat meningkatkan waktu untuk penutupan luka dan

mengurangi kekuatan luka pada binatang dengan kekuranganzinc. (Hamiltonet al

1995).

Kekurangan zinc mengakibatkan terjadinya pengurangan sitokin pro

inflamasi (interleukin (IL) -1 dan faktor nekrosis tumor (TNF) -α), serta

penurunan infiltrasi neutrofil pada tahap awal penyembuhan luka kulit. (Anuraj

dan Ananda, 1998). Penelitian yang dilakukan Lim dan kawan-kawan pada tahun

2004 melakukan penelitian menguji tingkat penutupan luka serta tingkat

penghambatan mRNA IL-1β, TNF-α dan infiltrasi neutrofil pada luka tikus yang

diberi diet mengandung zinc <1 µg/ gr diet (defisiensi), 50 µg/ gr diet (kontrol),

500 µg/gr diet, atau 1000 µg / g diet. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa

kekuranganzincmengurangi tingkat penutupan luka dan tingkat mRNA IL-1β dan

(5)

kontrol. Menariknya, suplementasi zinc pada 1000 ug / g diet mengakibatkan

tertundanya tingkat penutupan luka dan penurunan tingkat mRNA TNF-α dan

infiltrasi neutrofil dibandingkan dengan tikus yang diberi diet kontrol. Temuan ini

menunjukkan bahwa defisiensi zinc atau suplementasi zinc dosis tinggi dapat

mengakibatkan penundaan penyembuhan luka disebabkan dari respon inflamasi

yang berubah. (Limet al., 2004)

Berdasarkan uraian diatas, untuk mengatasi masalah penyembuhan luka

setelah suatu luka insisi maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk

mengetahui pengaruh pemberian zincdengan berbagai dosis terhadap kadar IL-1β

pada proses penyembuhan luka pada tikus strain wistar.

1.2. 1.2.

1.2.1.2. RumusanRumusanRumusanRumusan MasalahMasalahMasalahMasalah

1.2.1. Apakah terdapat pengaruh pemberian zinc dengan berbagai dosis

terhadap kadar IL-1β pada hari ke-3 (fase inflamasi) proses

penyembuhan luka pada tikus strain wistar dibanding yang tidak diberi

zinc?

1.2.2. Apakah terdapat pengaruh pemberian zinc dengan berbagai dosis

terhadap kadar IL-1β pada hari ke-14 (fase remodelling) proses

penyembuhan luka pada tikus strain wistar dibanding yang tidak diberi

zinc?

1.3. 1.3.

1.3.1.3. TujuanTujuanTujuanTujuan PenelitianPenelitianPenelitianPenelitian

1.3.1. 1.3.1.

1.3.1.1.3.1. TujuanTujuanTujuanTujuan UmumUmumUmumUmum

Untuk mengetahui pengaruh pemberian zinc terhadap IL-1β pada proses

(6)

1.3.2. 1.3.2.

1.3.2.1.3.2. TujuanTujuanTujuanTujuan KhususKhususKhususKhusus

1. Untuk mengetahui pengaruh pemberianzincdengan berbagai dosis terhadap

kadar IL-1β pada hari ke-3 (fase inflamasi) proses penyembuhan luka pada

tikus strain wistar dibanding yang tidak diberizinc

2. Untuk mengetahui pengaruh pemberianzincdengan berbagai dosis terhadap

kadar IL-1β pada hari ke-14 (fase remodelling) proses penyembuhan luka

pada tikus strain wistar dibanding yang tidak diberizinc

1.4. 1.4.

1.4.1.4. ManfaatManfaatManfaatManfaat PenelitianPenelitianPenelitianPenelitian

1. Sebagai sumber informasi dan pengetahuan tentang manfaat pemberian

zincterhadap peningkatan respon imun tubuh pada penyembuhan luka.

2. Sebagai pertimbangan bagi klinisi untuk pemberian terapi zinc pada

penyembuhan luka setelah operasi.

3. Untuk informasi bagi masyarakat tentang manfaat mengkonsumsi

makanan yang banyak mengandung zinc untuk membantu mempercepat

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga menarik untuk diketahui efek dari sel radang, dalam hal ini sel-mast terhadap penyembuhan luka paska insisi kulit mencit, dan efeknya terhadap penyembuhan luka,

Waktu penutupan luka pada kelompok perlakuan (madu) lebih cepat dan bermakna secara statistik (p &lt; 0,05) dibandingkan dengan kontrol negatif dan setara dengan kontrol

Terdapat perbedaan pada persentase luas penyembuhan luka, waktu epitelisasi, dan peningkatan serabut kolagen pada jaringan kulit paska luka bakar dengan pemberian gel

Berdasarkan hasil penelitian terhadap kadar TGF-β 1 pada tikus luka bakar partial antara tikus kontrol yang hanya diberi vaselin dengan kelompok perlakuan diberi

Kelompok kontrol dengan jaringan nekrosis yang tetap bertahan pada tempatnya membuat proses penyembuhan luka bakar derajat III terhambat dan tentu saja fase maturasi

Dari 61 pasien yang diobservasi didapatkan hasil hubungan antara kadar albumin serum dengan lamanya penyembuhan luka operasi seperti terlihat pada tabel 6.. Data ini merupakan

Berdasarkan hasil penelitian terdapat 30 jumlah responden terdapat 20 responden yang teknik perawatan luka baik, sebanyak 10 (50,0%) responden yang penyembuhan luka baik, hal

Pada penelitian terbaru, gel aloe vera atau ekstraknya, yaitu acemannan, β sitosterol, dan lainnya menyebabkan penyembuhan luka lebih cepat dengan stimulasi proliferasi dari fibroblas,