• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI PENGUJI DAN ANALISA KINERJA MULTI TOUCH TESTER BERBASIS GAMBAR PADA ANDROID GINGERBREAD DAN HONEYCOMB.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "APLIKASI PENGUJI DAN ANALISA KINERJA MULTI TOUCH TESTER BERBASIS GAMBAR PADA ANDROID GINGERBREAD DAN HONEYCOMB."

Copied!
136
0
0

Teks penuh

(1)

TUGASAKHIR

Oleh :

ALFAN RIZQI FIRDAUS

NPM : 0834010005

JURUSANTEKNIKINFORMATIKA FAKULTASTEKNOLOGIINDUSTRI

UNIVERSITASPEMBANGUNANNASIONAL “VETERAN” JAWATIMUR SURABAYA

(2)

Segala puji penulis panjat kepada Allah SWT yang sudah memberikan

rahmat dan bimbingan-Nya, sehingga saya mampu menyelesaikan tugas

akhir/skripsi yang berjudul “Aplikasi Penguji Dan Analisis Kinerja Multitouch

Tester Berbasis Gambar Pada Android Gingerbread Dan Honeycomb” dengan tepat waktu.

Tugas akhir/skripsi dengan beban 4 SKS ini merupakan salah satu syarat

untuk menyelesaikan program Strata Satu (S1) pada program studi Teknik

Informatika, Fakultas Teknologi Industri di Universitas Pembangunan Nasional

Veteran Jawa Timur.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada

pihak-pihak yang telah membantu baik moral maupun materil untuk menyelsaikan

penulisan tugas akhir/skripsi ini, terutama kepada :

1. (Bapak. Ir.Sutiyono, MT) selaku DEKAN FTI UPN VETERAN JAWA

TIMUR yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan tugas

akhir/skripsi.

2. (Ibu Dr. Ir. Ni Ketut Sari, MT, ) selaku Kepala Program Studi Teknik

Informatika, FTI UPN VETERAN JAWA TIMUR

3. (Bapak Barry Nuqoba, S. Si, M. Kom dan Bapak Faisal Muttaqin, S. Kom)

selaku dosen pembimbing satu dan dua, yang telah meluangkan waktu

untuk memberikan bimbingan selama proses pelaksanaan tugas

(3)

5. (Aisatuz Zahroh) selaku orang tua saya yang selalu memberikan semangat

dan kekuatan dalam mengerjakan tugas akhir/skripsi ini

6. (Ayunda Wilujeng) selaku kekasih tercinta yang selalu memberikan waktu

dan semangat kepada saya dalam mengerjakan tugas akhir/skripsi ini

7. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang

tidak dapat disebutkan satu persatu, atas segala bantuannya dalam

menyelesaikan tugas akhir/skripsi ini penulis ucapkan terima kasih

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan laporan

skripsi/tugas akhir ini banyak kekurangan yang terjadi. Sehingga penulis

menginginkan saran dan kritik yang membangun bagi penyusunan laporan

skripsi/tugas akhir ini.

Dengan ridho Allah SWT, semoga laporan skripsi/tugas akhir ini dapat

bermanfaat bagi semua, baik yang membaca maupun yang hendak ingin

menyelesaikan skripsi/tugas akhir.

Surabaya, Maret 2012

(4)

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PENGESAHAN DAN PERSETUJUAN

KETERANGAN REVISI

c. Pembuatan algoritma dan program ... 5

d. Pengujian ... 5

e. Penulisan buku tugas akhir ... 5

(5)

2.2.ADT (Android Developtment Tools) ... 10

2.3.Eclipse Indigo ... 10

2.3.1. Sejarah Eclipse ... 11

2.3.2. Arsitektur Eclipse ... 13

2.3.3. User Interface Eclipse ... 14

2.4.Konsep Pengolahan Citra Digital ... 16

2.4.1. Citra Digital ... 17

2.4.1.1.Metodologi Citra Digital ... 17

2.5.Konsep Aljabar Linier dan Matriks ... 18

2.5.1. Sistem Persamaan Linear ... 18

2.5.1.1. Sistem n X n ... 19

2.5.2. Konsep Algoritma Aljabar Matriks ... 22

2.5.2.1.Matriks ... 22

2.5.3. Konsep Transformasi Matriks ... 23

2.5.4. Konsep Translasi Matriks ... 24

2.5.5. Konsep Rotasi Matriks ... 25

2.5.5.1.Rotasi Terhadap Titik Pusat O (0,0) ... 26

2.5.5.2.Rotasi Terhadap Titik Pusat P(a,b) ... 27

2.5.6. Konsep Skala Matriks ... 27

BAB III PERANCANGAN SISTEM ... 28

3.1.Analisis Aplikasi ... 28

(6)

3.3.1.1.Kebutuhan Pengguna ... 33

3.3.1.2.Kebutuhan Emulator ... 36

3.3.2. Spesifikasi Alur Aplikasi Pada Emulator ... 36

3.3.2.1.Proses Kompatibilitas... 37

3.3.2.2.Proses Kemampuan Touch Event ... 38

3.3.3. Spesifikasi Alur Aplikasi Pada Devices ... 38

3.3.3.1.Proses Touch Event Tester ... 38

3.3.3.2.Proses Touch Terhadap Gambar ... 39

3.3.3.3.Proses Aktivitas Terhadap Gambar ... 40

3.3.4. Flowchart Touch Event Pada Emulator ... 42

3.3.5. Flowchart Touch Event Pada Devices ... 45

3.3.6. Flowchart Rotasi Pada Devices ... 48

3.3.7. Flowchart Zoom In Zoom Out Pada Devices ... 51

3.3.8. Flowchart Multitouch Pada Devices ... 55

3.3.9. UML (Unified Modelling Language) Aplikasi ... 60

3.4.Rancangan Antar Muka ... 60

3.4.1. Antarmuka Pada Sisi Emulator ... 61

3.4.2. Antarmuka Pada Sisi Devices Smartphone ... 62

3.4.3. Antarmuka pada sisi Devices Tablet ... 62

BAB IVIMPLEMENTASI ... 64

4.1.Kebutuhan Aplikasi ... 64

(7)

4.2.2. Tampilan Touch Event Pada Emulator ... 65

4.2.3. Tampilan Tambah Gambar Pada Emulator ... 66

4.2.4. Tampilan Memindahkan Gambar Pada Emulator ... 67

4.2.5. Tampilan Utama Pada Devices Smartphone ... 68

4.2.6. Tampilan Touch Event Pada Smartphone ... 68

4.2.7. Tampilan Tambah Gambar Pada Smartphone ... 69

4.2.8. Tampilan Memindahkan Gambar Pada Smartphone ... 70

4.2.9. Tampilan Rotasi Gambar Pada Smartphone ... 70

4.2.10.Tampilan Zoom in dan Zoom out Pada Smartphone ... 71

4.2.11.Tampilan Multitouch Pada Smartphone ... 72

4.2.12.Tampilan Utama Pada Devices Tablet ... 72

4.2.13.Tampilan Touch Event Pada Tablet ... 73

4.2.14.Tampilan Tambah Gambar Pada Tablet ... 73

4.2.15.Tampilan Memindahkan Gambar Pada Tablet ... 74

4.2.16.Tampilan Rotasi Gambar Pada Tablet ... 74

4.2.17.Tampilan Zoom in dan Zoom out Pada Tablet ... 75

4.2.18.Tampilan Multitouch Pada Tablet ... 75

4.3.Implementasi Source Code ... 76

(8)

4.3.3. Implementasi Algoritma Rotasi ... 81

4.3.4. Implementasi Algoritma Perpindahan Gambar ... 82

BAB VHASIL DAN PEMBAHASAN ... 83

5.1. Lingkungan Uji Coba ... 83

5.1.1. Uji Coba Pada Emulator ... 83

5.1.2. Uji Coba Pada Handphone ... 84

5.1.3. Uji Coba Pada Tablet ... 84

5.1.4. Uji Coba Pada Tablet ... 85

5.2.Aplikasi Pembanding... 85

5.3.Skenario Uji Coba ... 86

5.3.1. Uji Coba Pada Emulator ... 89

5.3.2. Uji Coba Pada Handphone ... 95

5.3.3. Uji Coba Pada TabletLG Optimus Pad ... 103

5.3.4. Uji Coba Pada Tablet Samsung Galaxy Tab 10.1 .. 109

BAB VIPENUTUP ... 119

6.1.Kesimpulan ... 119

6.2.Saran ... 120

(9)

Tabel 2.1 Ketentuan Rotasi Matriks ... 26

Tabel 3.1 Perbedaan Aplikasi Pada Emulator Dan Pada Devices ... 44

Tabel 5.1 Spesifikasi Handphone Pengujian ... 84

Tabel 5.2 Spesifikasi Tablet Pengujian ... 84

Tabel 5.3 Spesifikasi Tablet Pengujian ... 85

Tabel 5.4 Pengujian Kompatibel Aplikasi Pada Emulator ... 89

Tabel 5.5 Pengujian Touch Pada Emulator ... 91

Tabel 5.6 Pengujian Move Pada Emulator ... 92

Tabel 5.7 Pengujian Rotasi Pada Emulator ... 93

Tabel 5.8 Pengujian Zoom Pada Emulator ... 94

Tabel 5.9 Pengujian Multitouch Pada Emulator ... 95

Tabel 5.10 Hasil Pengujian Pada Emulator... 97

Tabel 5.11 Hasil Pengujian Touch Event Pada Handphone ... 97

Tabel 5.12 Hasil Pengujian Aplikasi Pembanding ... 98

Tabel 5.13 Hasil Pengujian Move Gambar ... 99

Tabel 5.14 Hasil Pengujian Move Gambar Pada Aplikasi Pembanding ... 100

Tabel 5.15 Hasil Pengujian Rotasi Gambar ... 100

Tabel 5.16 Hasil Pengujian Pada Aplikasi Pembanding ... 101

Tabel 5.17 Hasil Pengujian Zoom In dan Zoom Out ... 101

Tabel 5.18 Hasil Pengujian Pada Aplikasi Pembanding ... 102

Tabel 5.19 Hasil Pengujian Aplikasi Pada Handphone ... 102

(10)

Tabel 5.23 Hasil Pengujian Rotasi Gambar ... 108

Tabel 5.24 Hasil Pengujian Zoom In dan Zoom Out ... 108

Tabel 5.25 Hasil Pengujian Aplikasi Pada Tablet ... 109

Tabel 5.26 Hasil Pengujian Aplikasi Pembanding Pada Tablet ... 110

Tabel 5.27 Hasil Pengujian Touch Event Pada Tablet ... 112

Tabel 5.28 Hasil Pengujian Move Gambar ... 113

Tabel 5.29 Hasil Pengujian Rotasi Gambar ... 114

Tabel 5.30 Hasil Pengujian Zoom In dan Zoom Out ... 114

Tabel 5.31 Hasil Pengujian Aplikasi Pada Tablet ... 115

Tabel 5.32 Hasil Data Alokasi Penggunaan RAM Pada Smartphone ... 116

(11)

Gambar 2.1 Aplikasi Android SDK ... 8

Gambar 2.2 Aplikasi AVD Manager (Android Virtual Devices) Manager ... 8

Gambar 2.3 Aplikasi Emulator Android2.3.5 Gingerbread ... 9

Gambar 2.4 Logo Eclipse Indigo ... 11

Gambar 2.5 User Interfaces Eclipse Indigo ... 14

Gambar 2.6 Eclipse Yang Sudah Terpasang ADT (Android Developtment Tools) ... 16

Gambar 3.1 Handphone Android LG Optimus 2X ... 34

Gambar 3.2 Android Tablet LG Optimus Pad ... 35

Gambar 3.3 Proses Kompatibilitas Android pada Emulator ... 37

Gambar 3.4 Proses Touch Event ... 39

Gambar 3.5 Proses Touch Terhadap Gambar ... 40

Gambar 3.6 Proses Touch Activity Pada Aplikasi ... 41

Gambar 3.7 Flowchart Aplikasi Multitouch Tester ... 43

Gambar 3.8 Proses Algoritma Touch Event ... 46

Gambar 3.9 Proses Touch Event ... 47

Gambar 3.10 Proses Rotasi dan Move gambar ... 48

Gambar 3.11 Proses Rotasi Gambar ... 49

Gambar 3.12 Proses Zoom In dan Zoom Pada Image ... 50

Gambar 3.13 Alur Aplikasi Zoom In Dan Zoom Out ... 52

(12)

Gambar 3.17 Antar Muka Pada Devices Emulator ... 61

Gambar 3.18 Antarmuka Pada Devices Smartphone ... 62

Gambar 3.19 Antarmuka Pada Devices Tablet ... 63

Gambar 4.1 Tampilan Pada Emulator ... 65

Gambar 4.2 Tampilan Utama Pada Emulator Menggunakan Touch Event ... 66

Gambar 4.3 Tampilan Tambah Gambar Pada Emulator ... 67

Gambar 4.4 Tampilan Memindahkan Gambar Pada Emulator ... 67

Gambar 4.5 Tampilan Utama Pada Devices Smartphone ... 68

Gambar 4.6 Tampilan Touch Event Pada Smartphone ... 69

Gambar 4.7 Tampilan Tambah Gambar Pada Smartphone ... 69

Gambar 4.8 Tampilan Memindahkan Gambar Pada Smartphone ... 70

Gambar 4.9 Tampilan Rotasi Gambar Pada Aplikasi ... 71

Gambar 4.10 Tampilan Zoom In Dan Zoom Out Pada Smartphone ... 71

Gambar 4.11 Tampilan Multitouch Pada Smartphone ... 72

Gambar 4.12 Tampilan Utama Pada Tablet ... 72

Gambar 4.13 Tampilan Touch Event Pada Tablet ... 73

Gambar 4.14 Tampilan Tambah Gambar Pada Devices Tablet ... 73

Gambar 4.15 Tampilan Memindah Gambar Pada Tablet ... 74

Gambar 4.16 Tampilan Rotasi Gambar pada Tablet ... 74

Gambar 4.17 Tampilan Zoom In Dan Zoom Out Pada Tablet ... 75

(13)

Gambar 4.20 Implementasi Penggambaran Titik Merah

Pada Aplikasi ... 77

Gambar 4.21 Implementasi Algoritma Pemanggilan Touch Event Pada Class Multitouch ... 78

Gambar 4.22 Implementasi Algoritma Zoom In dan Zoom Out Pada Class Photo ... 79

Gambar 4.23 Implementasi Pemanggilan Algoritma Zoom Pada Aplikasi ... 80

Gambar 4.24 Implementasi Algoritma Rotasi Pada Class Photo ... 81

Gambar 4.25 Algoritma Implementasi Pergerakan Gambar Pada Aplikasi ... 82

Gambar 5.1 Handphone LG Optmus 2X atau LG-P990 ... 84

Gambar 5.2 Tablet LG Optimus Pad atau LG-V900 ... 84

Gambar 5.3 Tablet Samsung Galaxy Tab 10.1 ... 85

Gambar 5.4 Aplikasi Pembanding Multitouch Tester ... 86

Gambar 5.5 Cara Melakukan Zoom In ... 87

Gambar 5.6 Cara Melakukan Zoom Out ... 87

Gambar 5.7 Cara Melakukan Rotasi Gambar ... 88

Gambar 5.8 Cara Melakukan Rotasi Gambar ... 88

Gambar 5.9 Cara Melakukan Multitouch... 89

Gambar 5.10 Uji Touch Event ... 91

(14)

Touch ... 96

Gambar 5.14 Pengujian Tambah Gambar ... 97

Gambar 5.15 Pengujian Move Gambar ... 98

Gambar 5.16 Pengujian Pada Aplikasi Pembanding... 98

Gambar 5.17 Pengujian Rotasi Gambar ... 99

Gambar 5.18 Pengujian Zoom In ... 100

Gambar 5.19 Pengujian Zoom Out ... 101

Gambar 5.20. Pengujian Touch Pada Tablet ... 103

Gambar 5.21 Pengujian Tambah Gambar ... 104

Gambar 5.22 Pengujian Move Gambar ... 105

Gambar 5.23 Pengujian Rotasi Gambar ... 106

Gambar 5.24 Pengujian Zoom In ... 107

Gambar 5.25 Pengujian Zoom Out ... 107

Gambar 5.26. Pengujian Touch Pada Tablet ... 110

Gambar 5.27 Pengujian Tambah Gambar ... 111

Gambar 5.28 Pengujian Move Gambar ... 111

Gambar 5.29 Pengujian Rotasi Gambar ... 112

Gambar 5.30 Pengujian Zoom In ... 113

(15)

Dosen Pembimbing I : Barry Nuqoba, S.Si, M. Kom Dosen Pembimbing II : Faisal Muttaqin, S. Kom

ABSTRAK

Android adalah sistem operasi yang pertama kali dibuat oleh Google

dibawah lisensi AndroidCoorperation, dimana Android merupakan sistem yang berbasis Opensources dan menggunakan Kernel Linux 2.6.32.9 untuk versi

Gingerbread (2.3) atau 2.6.36.3+ untuk versi Honeycomb (3.0 keatas). Fitur

multitouch adalah fitur yang ada pada Android mulai versi 2.2 Froyo, fitur ini merupakan salah satu yang harus ada pada Android terutama pada perangkat layar sentuh.

Dalam mengembangkan aplikasi ini menggunakan beberapa tools dan algoritma yaitu Eclipse, Android SDK, Algoritma Matriks tentang Skala, Rotasi dan Translasi. Sehingga tools dan algoritma yang sudah digunakan bisa untuk membuat aplikasi penguji multitouch berbasis gambar. Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan flowchart sebagai alur desain aplikasi dan algoritma serta UML untuk memberikan gambaran bentuk dari aplikasi dan aktivitas yang bisa dijalankan pada aplikasi.

Pada kasus ini dikembangkan aplikasi Multitouch Tester untuk Handphone

dan Tablet Android, dimana aplikasi ini akan berguna bagi para pengguna untuk mengetahui fitur multitouch yang ada pada Handphone dan Tabletpengguna, saat ini Multitouch pada Android terdapat 3 versi, 2 point multitouch, 5 point multitouch dan Unlimited Touch Point. Pada setiap perangkat ketika menggunakan fitur multitouch akan memakan memori yang cukup banyak, apalagi ketika menangani kurang lebih 10 gambar sekaligus untuk dikerjakan dalam waktu yang bersamaan maka pengguna bisa melakukan pengujian dengan menggunakan aplikasi Multitouch Tester berbasis gambar.

(16)

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Menurut Android Developers(2010). Dalam beberapa waktu ini OS

Android telah mengembangkan hardware multitouch pada setiap handphone dan

tablet yang telah dirilis oleh Google dengan menyempurnakan algoritma dan

penggunaan alokasi RAM (Random Access Memory) untuk melakukan fungsi

multitouch pada suatu aplikasi. Multitouch merupakan salah satu fitur yang

disediakan oleh Google dalam memberikan kemudahan user untuk bisa

berinteraksi secara langsung kepada web, gambar, foto, video, e-book, book

reading dan lainnya yang membutuhkan fungsi multitouch, bahkan SMS (Short

Message Service) juga bisa menggunakan terapan multitouch untuk bisa

melakukan inputan SMS dengan lebih cepat.

Pembuatan aplikasi ini juga mempunyai banyak kelebihan daripada

pengujian terdahulu, dimana pengujian terdahulu membuat pengujiannya

menggunakan hanya touch saja, tetapi pada aplikasi ini pengujiannya sampai

dengan interaksi pada kinerja hardwareAndroid.

Untuk mengetahui apakah penggunaan multitouch ini sudah termasuk baik

dan juga mencukupi dalam setiap devicesAndroid maka dengan ini aplikasi

multitouch tester sudah banyak tersebar diseluruh dunia dan seluruh aplikasi

Android, tetapi pengujian multitouchperangkatnya bergantung pada point bukan

suatu obyek, maka dengan ini pembuatan aplikasi multitouch tester yang

(17)

Echtler. F, Huber. M, Klinker. G, 2008. AVI '08 Proceedings of the

working conference on Advanced visual interfaces. Dipetik pada 20 Januari 2010.

(http://www.acm.org/publications)

1.2.Perumusan Masalah

Dimana pada setiap poin yang disebutkan diatas, aplikasi ini diharapkan

mampu memberikan pemahaman pada user pemilik handphone dan tabletAndroid

yaitu:

a. Bagaimana merancang dan mengembangkan aplikasi multitouch

b. Bagaimana menguji kinerja aplikasi multitouch pada berbagai devices yang

menggunakan sistem operasi Android

.

1.3.Tujuan

Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk merancang dan membuat

aplikasi “Multitouch Tester” yang dapat bekerja pada handphone dan

tabletAndroid yang mempunyai minimum sistem operasi Froyo, Gingerbread dan

Honeycomb yang diaplikasikan dengan Obyek gambar dengan menggunakan

algoritma Citra Digital dan Algoritma Aljabar Linier dan Matrik

1.4.Manfaat

Manfaat dari pembuatan skripsi adalah untuk memberikan pengetahuan

kepada pemilik perangkatAndroid mengenai fitur multitouch, dan seberapa

maksimal penggunaan multitouch pada devicesAndroid. Seperti halnya

(18)

secara maksimal atau hanya sekedar fitur yang dikatakan tidak maksimal

penggunannya. Manfaat lainnya adalah mendapatkan fitur pengujian yang lebih

baru daripada pengujian multitouch pada aplikasi sebelumnya yakni dengan

mengguunakan obyek gambar sehingga pengguna akan mengetahui fitur

multitouch berfungsi maksimal jika menggunakan aplikasi ini.

1.5.Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

a. Bahasa yang digunakan untuk pembuatan aplikasi ini menggunakan Java

yang terintegrasi dengan Bahasa Pemrograman Android

b. Pembuatan aplikasi yang berdasarkan Android

c. Menggunakan Aplikasi Eclipse sebagai tools untuk pembuatan aplikasi

d. Menggunakan ADT dan SDK sebagai media emulator untuk pengujian

aplikasi

e. Menggunakan tablet dan handphone yang berbasisFroyo,Honeycomb dan

Gingerbread untuk melakukan pengujian terhadap alat.

1.6.Metodologi

Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah :

a. Studi Literatur

Multitouch adalah suatu sistem yang ada dari platformAndroid sejak dirilis

versi 2.2 (Froyo) ketika Froyo (2.2) telah sukses rilis, multitouch pada Android

pertama kali adalah hanya 2 point saja, kemudian para developer mengembangkan

menjadi 5 point multitouch, dimana point multitouch ini berasal dari beberapa

(19)

handphoneAndroid yang tidak mendukung dengan multitouch, tetapi dalam

pengertian sistem operasi Android para developer bisa mengembangkan source

code yang telah disediakan oleh Google tetapi para developer harus menyertakan

nama Google sebagai public license.

Hacking dan pemrograman C pada pemrograman kernelAndroid

merupakan salah satu hal yang vital yang harus dimiliki para developer Android,

berbeda dengan developer aplikasi Android, teknik yang harus dikuasai adalah

bahasa pemrograman java dan mengetahui struktur dari aplikasi yang akan di buat

oleh programmer aplikasi Android. Android memberikan kuasa penuh kepada

para developer OS (Operating System) dan developer aplikasi supaya

perkembangan Android bisa pesat.

Multitouch pada Android sendiri sudah berkembang pesat menjadi

unlimited touch point yaitu 10 touch point sehingga memungkinkan pengguna

untuk bisa melakukan aktivitas pada layar sentuh Android secara maksimal, tetapi

disamping unlimited touch belum digunakan secara sempurna pada semua aplikasi

Android maupun pihak developer, karena terjadi restrictatau fungsi yang

dihilangkan karena aplikasi tidak menggunakan fungsi multitouch ini pada

perangkat Android.

b. Studi Kasus

Pada tahap ini akan dianalisis multitouch pada devicesAndroid, pengujian

akan dilakukan secara langsung dengan menggunakan suatu point. Kemudian

dilakukan perancangan sistem yang lebih baik daripada pengujianpoint saja. Pada

tahap ini juga akan ditentukan metode yang tepat untuk membuat aplikasi tester

(20)

c. Pembuatan algoritma dan program

Pada tahap ini dilakukan perancangan algoritma dengan menggunakan

Aljabar linier dan matrik dan citra digital, kemudian dari algoritma yang dibuat

dilakukan pembuatan program atau aplikasi untuk perangkat keras Android.

d. Pengujian

Setelah aplikasi dibuat maka dilakukan pengujian sehingga dapat

dilakukan analisis agar diperoleh suatu aplikasi yang sesuai diharapkan. Pengujian

ini dilakukan untuk memperoleh keunggulan aplikasi yang dibuat. Pengujian akan

dilakukan dengan menggunakan perangkat smartphone dan tablet dan aplikasi

pembanding lainnya sehingga pengujian akan mengetahui letak keunggulan dari

aplikasi yang dibuat.

e. Penulisan buku tugas akhir

Setelah aplikasi tersebut diuji, maka tahap terakhir adalah pembuatan buku

tugas akhir.

1.7.Sistematika Penulisan

Laporan Tugas Akhir ini disusun dalam sistematika dan terstruktur agar

lebih mudah dipahami bagi para pembaca. Sistematika susunan laporan Tugas

Akhir ini adalah sebagai berikut :

a. BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang pendahuluan dari tugas akhir yang meliputi

latar belakang permasalahan, tujuan, batasan masalah, metodologi

(21)

b. BAB II TEORI PENUNJANG

Bab ini menjelaskan teori-teori penunjang yang digunakan sebagai dasar

dalam penelitian tugas akhir ini yaitu teori Citra Digital dan Aljabar linier

dan matrik.

c. BAB III PERANCANGAN SISTEM

Bab ini menjelaskan tentang bagaimana teori-teori penunjang dan metode

yang sudah dijelaskan pada Bab II, dirancang agar dapat

diimplementasikan ke dalam aplikasi yang sesuai dengan harapan

d. BAB IV IMPLEMENTASI

Bab ini menjelaskan implementasi tugas kahir yang dilakukan sesuai

dengan perancangan yang telah dibuat pada bab sebelumnya

e. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan tentang pengujian yang dilakukan terhadap aplikasi

dalam penelitian ini dan menganalisis keunggulan aplikasi.

f. BAB VI PENUTUP

Bab ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan yang diambil dari

(22)

BAB II

TEORI PENUNJANG

2.1.Android SDK (Software Developtment Kit)

Menurut Android Developers (2010).

Android adalah sistemoperasi untuk telepon seluler yangberbasis Linux. Android

menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi

mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya,

Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak

untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open

Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, perantilunak, dan

telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile

dan Nvidia,

Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama

Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka

pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di

bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka

perangkat seluler.

Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama

yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS)

dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung

(23)

Gambar 2.1 Aplikasi Android SDK

Android merupakan subset perangkat lunak untuk ponsel yang meliputi

sistem operasi, middleware dan aplikasi kunci yang di publikasikan oleh Google.

Saat ini disediakan Android SDK (software Development kit) sebagai alat bantu

dan API diperlukan untuk mulai mengembangkan aplikasi pada platform Android

menggunakan bahasa pemrograman Java. Fitur dari Android SDK adalah sebagai

berikut :

a. Framework Aplikasi yang mendukung penggantian komponen dan

reusable.

b. Mesin virtual Dalvik dioptimalkan untuk perangkat mobile.

(24)

c. Integrated browser berdasarkan engine open source WebKit.

d. Grafis yang dioptimalkan dan didukung oleh perpustakaan grafis 2D,

grafis 3D berdasarkan spesifikasi Opengl ES 1,0 (Opsional akselerasi

hardware).

e. SQLite untuk penyimpanan data.

f. Media Support yang mendukung audio, video, dan Gambar (MPEG4,

H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)

g. GSM Telephony (tergantung hardware)

h. Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (tergantung hardware)

i. Kamera, GPS, kompas, dan accelerometer (hardware tergantung)

Lingkungan Development yang lengkap dan kaya termasuk perangkat

emulator, tools untuk debugging, profil dan kinerja memori, dan plugin untuk

Eclipse IDE

(25)

2.2.ADT (Android Developtment Tools)

Menurut Android Developers (2010). ADT Plugin atau Android Device

Toolkit Plugin, adalah sebuah plugin supaya IDE Eclipse bisa membuat atau

mengcompile source code menjadi *.apk, dasarnya IDE Eclipse tidak bisa

membuat Android Project, maka dari itu ADT harus terpasang, setelah terpasang

maka Eclipse akan terdapat fungsi baru yang bisa terkoneksi kepada emulator

Android, sekaligus buat menghubungkan IDE Eclipse dengan Android SDK.

2.3.Eclipse Indigo

Eclipse adalah sebuah IDE (Integrated Development Environment) untuk

mengembangkan perangkat lunak dan dapat dijalankan di semua platform

(platform-independent). Berikut ini adalah sifat dari Eclipse:

a. Multi-platformTarget sistem operasi Eclipse adalah Microsoft

Windows, Linux, Solaris, AIX, HP-UX dan Mac OS X.

b. Mulit-language Eclipse dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java,

akan tetapi Eclipse mendukung pengembangan aplikasi berbasis bahasa

pemrograman lainnya, seperti C/C++, Cobol, Python, Perl, PHP, dan lain

sebagainya.

c. Multi-roleSelain sebagai IDE untuk pengembangan aplikasi, Eclipse pun

bisa digunakan untuk aktivitas dalam siklus pengembangan perangkat

lunak, seperti dokumentasi, test perangkat lunak, pengembangan web, dan

lain sebagainya.

Eclipse pada saat ini merupakan salah satu IDE favorit dikarenakan gratis

(26)

perangkat lunak ini. Selain itu, kelebihan dari Eclipse yang membuatnya populer

adalah kemampuannya untuk dapat dikembangkan oleh pengguna dengan

komponen yang dinamakan plug-in. (Wikipedia, “Term”,

http://id.wikipedia.org/wiki/Eclipse_%28perangkat_lunak%29)

Gambar 2.4 Logo Eclipse Indigo

2.3.1. Sejarah Eclipse

Eclipse adalah sebuah IDE (Integrated Development Environment) untuk

mengembangkan perangkat lunak dan dapat dijalankan di semua platform

(platform-independent). Berikut ini adalah sifat dari Eclipse:

- Multi-platform: Target sistem operasi Eclipse adalah Microsoft

Windows, Linux, Solaris, AIX, HP-UX dan Mac OS X.

- Mulit-language: Eclipse dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java,

(27)

pemrograman lainnya, seperti C/C++, Cobol, Python, Perl, PHP, dan lain

sebagainya.

- Multi-role: Selain sebagai IDE untuk pengembangan aplikasi, Eclipse pun

bisa digunakan untuk aktivitas dalam siklus pengembangan perangkat

lunak, seperti dokumentasi, test perangkat lunak, pengembangan web, dan

lain sebagainya.

Eclipse pada saat ini merupakan salah satu IDE favorit dikarenakan gratis

dan open source, yang berarti setiap orang boleh melihat kode pemrograman

perangkat lunak ini. Selain itu, kelebihan dari Eclipse yang membuatnya populer

adalah kemampuannya untuk dapat dikembangkan oleh pengguna dengan

komponen yang dinamakan plug-in.

Eclipse awalnya dikembangkan oleh IBM untuk menggantikan perangkat

lunak IBM Visual Age for Java 4.0. Produk ini diluncurkan oleh IBM pada

tanggal 5 November 2001, yang menginvestasikan sebanyak US$ 40 juta untuk

pengembangannya. Semenjak itu konsursium Eclipse Foundationmengambil alih

untuk pengembangan Eclipse lebih lanjut dan pengaturan organisasinya.

Secara standar Eclipse selalu dilengkapi dengan JDT (Java Development

Tools), plug-inyang membuat Eclipse kompatibel untuk mengembangkan

program Java, dan PDE (Plug-in Development Environment) untuk

mengembangkan plug-in baru. Eclipse beserta plug-in diimplementasikan dalam

bahasa pemrograman Java.

Konsep Eclipse adalah IDE yang terbuka (open), mudah diperluas

(extensible) untuk apa saja, dan tidak untuk sesuatu yang spesifik. Jadi, Eclipse

(28)

untuk berbagai macam keperluan, cukup dengan menginstal plug-in yang

dibutuhkan. Apabila ingin mengembangkan program C/C++ terdapat

plug-in CDT (C/C++ Development Tools). Selain itu, pengembangan secara visual

bukan hal yang tidak mungkin oleh Eclipse, plug-in UML2 tersedia untuk

membuat diagram UML. Dengan menggunakan PDE setiap orang bisa

membuat plug-in sesuai dengan keinginannya. Salah satu situs yang

menawarkan plug-in secara gratis seperti Eclipse downloads by project.

2.3.2. Arsitektur Eclipse

Sejak versi 3.0, Eclipse pada dasarnya merupakan sebuah kernel, yang

mengangkat plug-in. Apa yang dapat digunakan di dalam Eclipse sebenarnya

adalah fungsi dari plug-in yang sudah diinstal. Ini merupakan basis dari Eclipse

yang dinamakan Rich Client Platform (RCP). Berikut ini adalah komponen yang

membentuk RCP:

a. Core platform

b. OSGi

c. SWT (Standard Widget Toolkit)

d. JFace

e. Eclipse Workbench

Secara standar Eclipse selalu dilengkapi dengan JDT (Java Development

Tools), plug-in yang membuat Eclipse kompatibel untuk mengembangkan

program Java, dan PDE (Plug-in Development Environment) untuk

mengembangkan plug-in baru. Eclipse beserta plug-in diimplementasikan dalam

(29)

Konsep Eclipse adalah IDE yang terbuka (open), mudah diperluas

(extensible) untuk apa saja, dan tidak untuk sesuatu yang spesifik. Jadi, Eclipse

tidak saja untuk mengembangkan program Java, akan tetapi dapat digunakan

untuk berbagai macam keperluan, cukup dengan menginstal plug-in yang

dibutuhkan. Apabila ingin mengembangkan program C/C++ terdapat

plug-in CDT (C/C++ Development Tools). Selain itu, pengembangan secara visual

bukan hal yang tidak mungkin oleh Eclipse, plug-in UML2 tersedia untuk

membuat diagram UML. Dengan menggunakan PDE setiap orang bisa

membuat plug-insesuai dengan keinginannya. Salah satu situs yang

menawarkan plug-in secara gratis seperti Eclipse downloads by project

2.3.3. User Interface Eclipse

Eclipse memiliki user interface yang cukup bersahabat untuk bisa

digunakan dalam melakukan developing Android, maupun developt aplikasi

mobile lainnya. Eclipse memberikan kemudahan bagi para developer untuk bisa

membuat aplikasi dengan memberikan kesan yang biasa tapi professional untuk

digunakan dalam mengembangkan aplikasi mobile.

(30)

Dalam user interfaces eclipse diberikan keterangan yang memudahkan

user untuk melakukan coding dan melakukan pengembangan aplikasi. Keterangan

dari setiap fungsi nya akan dibahas sebagai berikut :

a. Nomor 1 adalah Tree Structure Programming, yaitu bentuk struktur dari

aplikasi yang dikembangkan pada eclipse yang berbentuk seperti sebuah

explorer dengan hierarcychal yang memudahkan user untuk mengetahui

letak kesalahan.

b. Nomor 2 adalah Source Code Sheet, yaitu tempat untuk para developer

dalam mengembangkan atau menulis source code pada eclipse

c. Nomor 3 adalah Outline Explorer, yaitu tempat untuk melihat struktur

lebih mendetail dari source code yang dikembangkan, developer bisa

melihat inisialisasi yang digunakan pada setiap header dan library aplikasi

dengan melihat pada Outline Explorer

d. Nomor 4 adalah Task List, digunakan untuk melakukan tasking akan

kegiatan pengembangan aplikasi pada Eclipse.

e. Nomor 5 adalah Main Menu, yaitu digunakan untuk melakukan navigasi

terhadap menu-menu yang sudah disiapkan oleh Eclipse, seperti help, edit,

view dan sebagainya

f. Nomor 6 adalah Toolbar, yaitu digunakan untuk melakukan fungsi cepat

dalam melakukan navigasi sehingga user tidak perlu melakukan aktivitas

yang berlebih ketika melakukan developtment

g. Nomor 7 adalah Log Cat, yaitu digunakan untuk melihat aktivitas log

aplikasi ketika dijalankan pada devices, atau emulator, sehingga terlihat

(31)

Dalam pengembangan aplikasi Android, menggunakan Eclipse diharuskan

untuk menginstall ADT, dan ketika ADT terinstall pada Eclipse maka muncul

menu baru pada Eclipse sehingga pengembang bisa memastikan kalau Eclipse

tersebut bisa digunakan untuk melakukan pengembangan aplikasi Android. Dalam

pembuatan aplikasi juga eclipse menyediakan fitur debugging, dimana pada fitur

ini befungsi untuk melihat kegiatan dari aplikasi yang dikembangkan atau dibuat

yang dijalankan pada emulator ada perangkat Android.

Gambar 2.6 Eclipse yang sudah terpasang ADT (Android Developtment Tools)

2.4.Konsep Pengolahan Citra Digital

Dalam pengertian konsep pengolahan citra digital, citra memiliki 2 konsep

yaitu citra digital dan citra kontinue. Saat ini algoritma yang digunakan dalam

pembuatan multitouch tester ini adalah dengan menggunakan algoritma dari citra

digital.Citradiskrit(citradigital)dihasilkanmelaluiprosesdigitalisasiterhadapcitrako

(32)

2.4.1. Citra Digital

Citra digital merupakanfungsiintensitascahayaf(x,y), dimanahargax dany

merupakankoordinatspasialdanhargafungsitersebutpadasetiaptitik(x,y)

citratersebutdanelemenmatriksnya(yang disebutsebagaielemenGambar atau piksel

atau pixel atau picture element atau pels)

menyatakantingkatkeabuanpadatitiktersebut.

2.4.1.1.Metodologi Citra Digital

PembentukanCitra (Data Acquisition): Menentukandata yang

diperlukandanmemilihmetodeperekamancitradijital.

PengolahanCitra TingkatAwal(Image Preprocessing):

Meningkatkankontras, menghilangkangangguangeometrik/ radiometrik,

menentukanbagiancitrayang akandiobservasi.

SegmentasiCitra (ImageSegmentation) danDeteksiSisi(Edge Detection):

Melakukanpartisicitramenjadiwilayah-wilayahobyek(Internal Properties)

(33)

SeleksidanEkstraksiCiri(Feature Extraction and Selection):

Seleksicirimemilihinformasikwantitatifdariciriyang ada, yang

dapatmembedakankelas-kelasobyeksecarabaik.

Ekstraksicirimengukurbesarankwantitatifcirisetiappiksel

2.5.Konsep Aljabar Linier dan Matriks

Aljabar linear adalah bidang studi matematika yang mempelajari

sistem persamaan lineardan solusinya, vektor, serta transformasi

linear. Matriks dan operasinya juga merupakan hal yang berkaitan erat dengan

bidang aljabar linear. Beberapa penyelesaian yang berhubungan dengan aljabar

linier adalah mengenai system persamaan linier, invers, pencarian nilai eigen dan

nilai vektor serta diagonalisasi.Metrika atau matriks adalah

kumpulan bilangan berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris dan

kolom. Bilangan-bilangan yang terdapat di suatu matriks disebut dengan elemen

atau anggota matriks. Dengan representasi matriks, perhitungan dapat dilakukan

dengan lebih terstruktur. Pemanfaatannya misalnya dalam menjelaskan persamaan

linier, transformasi koordinat, dan lainnya. Matriks seperti halnya variabel biasa

dapat dimanipulasi, seperti dikalikan, dijumlah, dikurangkan dan

didekomposisikan

2.5.1. Sistem Persamaan Linear

Suatu persamaan linear dalam n perubah (variabel) adalah persamaan

(34)

... (2.1)

Pada Persamaan 2.1 dimana a1, a2, … an dan b adalah bilangan-bilangan

real dan x1, x2, … xn adalah peubah. Dengan demikian maka suatu sistem linear

dari m persamaan dalam n peubah adalah satu.

.

.

.

... (2.2)

Pada Persamaan 2.2 dimana aij dan bi semuanya adalah bilangan-bilangan

real. m x n akan disebut sebagai sistem linear.

Himpunan semua penyelesaian dari sistem linear disebut himpunan

penyelesaian dari sistem. Jika suatu sistem takkonsisten, maka himpunan

penyelesaian adalah himpunan kosong. Suatu sistem konsisten akan memiliki

suatu himpunan penyelesaian yang tak kosong. Untuk menyelesaikan suatu sistem

konsisten, maka himpunan penyelesaian harus ditemukan terlebih dahulu.

2.5.1.1.SistemnX n

Definisi sistem n X n memiliki bentuk segituga, jika koefisien-koefisien

dari k-1 peubah yang pertama dalam persamaan ke-k semuanya nol dan keofisien

(35)

Sembarang sistem segitiga n X n dapat diselesaikan dengan metode

subtitusi balik (back-sub-stitution). Jika suatu sistem persamaan tidak berbentuk

segitiga, maka kita gunakan yang lain untuk memperoleh sistem ekivalen yang

berbentuk segitiga.

Dalam sistem n X n kita dapat mengasosiasikan sistem itu dengan suatu

jajaran bilangan orde 3 x 3 yang entrinya sesuai dengan koefisien-koefisien dari x.

dalam sistem ini disebut sebagai matriks koefisien dari sistem yang bersangkutan.

Istilah matriks artinya tak lain adalah jajaran persegi panjang dari

bilangan-bilangan. Matriks yang memiliki m baris dan n kolom dikatakan berorde m x n.

...(2.3)

Jika menyisipkan pada matriks koefisien tersebut pada persamaan 2.3

suatu kolom tambahan yang entri-entrinya adalah bilangan ruas kanan dari sistem,

maka dapat dibentuk suatu matriks baru.

...(2.4)

Matriks pada persamaan2.4 ini dikatakan sebagai matriks yang diperbesar

(argumented matrix). Pada umumnya, jika suatu matriks B yang berorde m x r

disisipkan pada matriks A yang berorde m x n dengan cara demikian maka matriks

(36)

Untuk setiap sistem persamaan pada persamaan 2.5 dan 2.6 dapat

mengasosiasikannya dengan matriks yang diperbesar berbentuk :

... … ...

… ... ... (2.7)

Sistem yang bersangkutan dapat diselesaikan dengan melakukan

operasi-operasi pada matriks yang diperbesar. Semua xi adalah peubah yang dapat

dihilangkan sampai perhitungan selesai.

Ketiga operasi yang digunakan untuk memperoleh sistem ekivalen

berhubungan dengan operasi-operasi baris yang dapat diterapkan pada matriks

yang diperbesar.

Pada umumnya, jika sistem linear n x n dapat direduksi menjadi bentuk

segitiga, maka sistem linear permulaan akan memiliki penyelesaian tunggal yang

dapat diperoleh dengan melakukan subsitusi balik pada sistem segitiga yang

(37)

2.5.2. Konsep Algoritma Aljabar Matriks

Dalam pembuatan aplikasi berbasis gambar yang teurtama pada

pemrograman komputer atau pada mata kuliah grafika komputer. Konsep

algoritma aljabar linier dan matriks sangat diperlukan. Karena obyek yang

digunakan adalah gambar maka matriks dapat ditulis sebagai suatu susunan

segiempat (rectangular array) dari elemen-elemen dimana setiap entri memiliki

dua subskrip (berbeda dengan vektor, yang setiap entrinya hanya memiliki satu

subskrip).

2.5.2.1.Matriks

Matriks A atas medan K atau, cukup disebut matriks A (jika K implisit)

adalah susunan segiempat dari skalar-skalar yang biasanya dinyatakan dalam

bentuk sebagai berikut :

. . .

Baris-baris pada persamaan 2.8 matriks A semacam ini adalah m deretan

horizontal yang terdiri dari skalar-skalar :

, , … , , , , … , , , , … , ... (2.9)

Dan kolom-kolom dari persamaan 2.9A adalah n deretan vertikal yang

(38)

… , … , … , … ... (2.10)

Pada persamaan 2.10, elemen aij, yang disebut entri ij atau elemen ij,

muncul pada baris i dan kolom j. seringkali menuliskan matriks tersebut hanya

sebagai A = [aij].

Suatu matriks dengan m baris dan n kolom disebut sebagai m kali n, ditulis

m x n. Pasangan bilangan m dan n disebut ukuran matriks. Dua matriks A dan B

adalah sama, ditulis A = B, jika keduanya memiliki ukuran yang sama dan jika

elemen-elemennya yang bersesuaian juga sama. Maka kesamaan yang terdiri dari

dua matriks m x n ekuivalen dengan sistem yang terdiri dari mn kesamaan, satu

untuk masing-masing pasangan elemen yang bersesuaian.

Matriks yang hanya memiliki satu baris disebut matriks baris atau vektor

baris, dan matriks yang hanya memiliki satu kolom disebut matriks kolom atau

vektor kolom. Matriks yang seluruh entrinya adalah nol disebut matriks nol dan

biasanya dilambangkan dengan 0.

2.5.3. Konsep Transformasi Matriks

Transformasi adalah suatu pemetaan yang mentransformasikan

(memindahkan) suatu titik atau suatu Gambar (disebut benda atau obyek) ke suatu

titik atau suatu Gambar lain (disebut bayangan). Transformasi tidak mengubah

bentuk dan ukuran suatu obyek atau benda disebut transformasi isometri. Tiga

(39)

rotasi (perputaran) termasuk transformasi isometri. Adapun dilatasi (perbesaran)

tidak termasuk transformasi isometri sebab dilatasi mengubah ukuran benda.

2.5.4. Konsep Translasi Matriks

Transformasi yang menggeser (memindahkan) benda dengan arah dan

jarak tertentu dinamakan translasi. Misalnya, sebuah mobil didorong ke timur

dengan jarak 2 meter, maka mobil tersebut akan berpindah tempat dengan ukuran

yang sama dan juga dengan jarak yang sama yaitu 2 meter tanpa mengubah berat,

bentuk, ukuran dari mobil tersebut. Translasi juga bisa diterapkan pada suatu

obyek Gambar dimana Gambar tersebut akan berpindah dari satu titik ke titik

lainnya baik horizontal maupun vertikal tanpa mengubah bentuk, ukuran dari

Gambar tersebut.

Dalam translasi matriks dikenal juga dengan komposisi translasi antara

f(x) dan g(x). Jika dalam suatu fungsi komposisi f(x)dikerjakan dahulu baru g(x)

maka fungsi komposisinya diberi notasi (gof)(x), jika dalam suatu fungsi

komposisi g(x) dikerjakan terlebih dahulu maka fungsi komposisinya akan diberi

notasi (fog)(x) yang bisa didefinisikan sebagai (gof)(x) = (fog)(x)

Dalam fungsi komposisi, hanya akan terjadi dua translasi tunggal yang

dilakukan berurutan. Misalnya, translasi T1 memetakan titik A(x,y) ke A’(x’,y’),

dilanjutkan dengan translasi T2 yang memetakan A’(x’,y’) ke A”(x”,y”) maka

komposisi yang memetakan A(x,y) ke A”(x”, y”) dinyatakan oleh T2oT1, yang

secara skema dituliskan pada persamaan 2.11 dan persamaan 2.12 sebagai berikut

(40)

, , " ", " ... (2.11)

, , " ", " ... (2.12)

Rumus dan sifat komposisi translasi matriks dituliskan pada persamaan

2.13, persamaan 2.14 dan persamaan 2.15 sebagai berikut :

Jika diketahui dan maka:

. ... (2.13)

. ... (2.14)

Oleh karena maka:

. . ... (2.15)

Dari rumus dan sifat komposisi translasi matriks dapat diterapkan pada

aplikasi multitouch tester yang berbasis obyek Gambar dimana fungsi ini bertugas

untuk menghandle pergerakan obyek Gambar pada aplikasi ini.

2.5.5. Konsep Rotasi Matriks

Rotasi adalah perpindahan obyek dari titik P ke titik P’ yang berupa

pemindahan berputar sebesar sudut θ. Rotasi pada matrik memiliki persamaan

rumus 2.16 sebagai berikut :

(41)

y’ = x sin(θ) + y cos(θ)... (2.17)

Dengan menggunakan persamaan 2.17 konsep rotasi matrik maka

kemungkinan untuk memutar suatu obyek pada Gambar bisa terjadi di

pemrograman komputer. Suatu rotasi dengan pusat P dan sudut rotasi θ

dinotasikan dengan R (P,θ).

2.5.5.1.Rotasi Terhadap Titik Pusat O (0,0)

Jika titik P (x,y) diputar sebesar θ berlawanan arah jam terhadap titik pusat

O (0,0) maka diperoleh bayangan P’ (x’, y’). rotasi terhadap titik pusat memiliki

fungsi sebagai berikut :

R(O, θ ): P(x,y) → P ' (x ' , y ' ) = P ' (x cosθ - y sinθ , x sinθ + y cos θ )

Dan untuk persamaan matriksnya pada persamaan 2.18:

cos

...

(2.18)

Untuk θ = 90 0 , -90 0 , 180 0 , 270 0 , -270 0 denganmemasukkan nilai θ

tersebut didapat tabel yang dijadikan patokan umum dalam menggunakan rumus

fungsi dari rotasi terhadap titik pusat O (0,0) adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1 Tabel Ketentuan Rotasi Matriks

Rotasi Bayangan Matriks

R(O,900) (-y, x)

R(O,-900) (-y, x)

R(O,1800) (-x, -y)

(42)

R(O,-2700) (-y, x)

2.5.5.2. Rotasi Terhadap Titik Pusat P(a,b)

Jika suatu titik P (x,y) diputar sejauh θ berlawanandengan arah jam

terhadap titik pusat A(a,b) makabayangannya adalah P ' (x ' , y ' ) dengan

persamaan 2.19 dan 2.20 :

x ' - a = (x –a) cosθ - (y-b) sinθ ... (2.19)

y ' - b = (x – a) sin θ + (y- b) cos θ... (2.20)

Persamaan matriknya tertera pada persamaan 2.21:

... (2.21)

2.5.6. Konsep Skala Matriks

Skala atau scalling pada matriks adalah perpindahan obyek dari titik P ke

titik P’, dimana jarak titik P’ adalah m kali titik P. skala matriks memiliki

persamaan konsep pada 2.22 sebagai berikut :

(43)

BAB III

PERANCANGAN SISTEM

3.1.Analisis Aplikasi

Aplikasi multitouch tester ini dikembangkan dalam bentuk mobile dengan

memanfaatkan teknologi Bahasa Pemrograman Android dengan menggunakan

Bahasa Pemrograman Java. Dimana hasil akhir berupa sampling dari beberapa

gambar yang akan bisa digerakkan dengan sempurna oleh tablet dan smartphone.

Hasil dari multitouch tester ini adalah berupa kehandalan suatu OS dari

Gingerbread dan Honeycomb serta kemampuan Android dalam penggunaan

resolusi besar dan resolusi rendah, misalkan dalam Tablet berukuran 8,9” keatas

mampu untuk menggerakan atau melakukan aktivitas multitouch secara simultan

dan tanpa mengurangi performa dari tablet itu sendiri. Dimana pada

smartphoneAndroid berukuran 4” keatas mampu untuk menggerakkan atau

melakukan aktivitas multitouch secara sempurna tanpa mengurangi performa dari

smartphone itu sendiri.

Setelah pengguna menjalankan aplikasi multitouch tester ini maka

pengguna akan mendapatkan beberapa bagian aktivitas yaitu tombol tambah

gambar dan layar hitam yang merupakan area untuk melakukan aktivitas tester.

Aplikasi ini juga mampu melakukan pengujian tanpa menggunakan objek gambar,

yaitu aplikasi ini mampu melakukan pengujian dengan hanya memberikan gambar

atau objek red dot yang saya buat untuk menguji seberapa banyak touch event

(44)

Mekanisme pengambilan objek gambar pada aplikasi ini adalah dengan

menyiapkan variabel gambar pada folder *.apk yang sudah di aplikasikan dalam

pemrograman. Gambar akan disiapkan kurang lebih 10 gambar atau obyek tetapi

ketika user menggunakan tombol tambah gambar maka gambar akan keluar

dengan animasi berdurasi tertentu kemudian gambar muncul dengan random,

gambar akan diberikan beberapa macam resolusi, mulai dari resolusi rendah

sampai tinggi, dimana resolusi rendah dan tinggi akan dapat dibedakan dengan

output gambar yang keluar ketika tombol tambah gambar ditekan yaitu gambar

akan keluar dengan ukuran yang besar dan gambar akan keluar dengan ukuran

yang kecil.

Gambar dengan ukuran yang besar menandakan bahwa gambar tersebut

memiliki resolusi dan pixel yang tinggi, sedangkan gambar dengan ukuran yang

kecil menandakan bahwa gambar tersebut memiliki resolusi dan pixel yang

rendah. Secara secara pengujian bahwa gambar akan dikonversi secara otomatis

menjadi gambar dengan pixel yang sama tetapi dengan resolusi standard atau

bawaan dari penginputan gambar. Jadi aplikasi ini akan mengkonversi gambar

menjadi pixel yang sama tanpa mengurangi kualitas resolusi gambar.

Setelah penambahan gambar dilakukan maka user akan melakukan

aktivitas yakni penggerakan gambar dan memindahkan gambar dari posisi x ke

posisi y baik secara horizontal maupun vertikal. Dalam penggerakan gambar ini

akan ditunjukkan beberapa fungsi yaitu fungsi red dot yang sudah disiapkan

terlebih dahulu untuk menunjukkan posisi user melakukan aktivitas touch event

(45)

Setelah melakukan aktivitas pemindahan gambar maka aktivitas lainnya

adalah melakukan zoom in dan zoom out suatu gambar dimana gambar akan

dipecah pixel nya menjadi besar ketika melakukan zoom in dan gambar akan

dikecilkan pixel nya ketika melakukan zoom out.

Pada aplikasi ini juga terdapat rotation atau memutar gambar dengan sudut

360 derajat sehingga user mampu memutar suatu gambar tanpa ada batasan

dengan obyek 2D sebesar sudut 360 derajat.

3.2.Perancangan Aplikasi

Perancangan aplikasi atau sistem pada aplikasi multitouch tester ini

berfungsi untuk penjelasan mengenai cara kerja secara umum, kebutuhan

pengguna baik dari sisi developer maupun pengguna devicesAndroid. Dalam

perancangan aplikasi dari sisi developer penulis ingin menunjukkan bagaimana

algoritma dan alur pembuatan aplikasi dari segi developer atau programmer

sehingga dalam pembuatan rancangan akan lebih rinci dan lebih terlihat alur

jalannya algoritma dan juga alur pengujian, sedangkan dalam sisi pengguna alur

yang disajikan lebih ringkas dan umum dikarenakan alur ini berisikan flowchart

tentang bagaimana seorang pengguna akan menggunakan aplikasi Android ini

pada perangkat Android yang dimiliki oleh pengguna. Rancangan alur program

menggunakan flowchart dimodelkan dengan Microsoft Office Visio 2010,

sedangkan rancangan UML (Unified Model Language) menggunakan aplikasi

(46)

3.3.Deskripsi Umum Aplikasi

Multitouchyang dijalankan di tablet dan smartphoneAndroid dengan

menggunakan teknologi Android Programming Language dan Java Programming

Language merupakan kegiatan untuk mengukur kemampuan dari suatu hardware

dalam menangani obyek gambar dengan resolusi yang tinggi, rendah tetapi

dengan pixel yang sama dimana hasil akhir berupa sampling dari beberapa gambar

yang akan bisa digerakkan dengan sempurna oleh tablet dan smartphone. Hasil

dari multitouch tester ini adalah berupa kehandalan suatu OS dari Gingerbread

dan Honeycomb serta kemampuan Android dalam penggunaan resolusi besar dan

resolusi rendah, misalkan dalam tablet berukuran 8,9” keatas mampu untuk

menggerakan atau melakukan aktivitas multitouch secara simultan dan tanpa

mengurangi performa dari tablet itu sendiri. Dimana pada smartphoneAndroid

berukuran 4” keatas mampu untuk menggerakkan atau melakukan aktivitas

multitouch secara sempurna tanpa mengurangi performa dari smartphone itu

sendiri.

Dari sebuah aplikasi yang sudah terpasang pada devicessmartphone dan

tablet akan segera melakukan pengujian kinerja hardware suatu tablet dan

smartphone, baik dari segi touch event maupun aktivitas multitouch event.

Deskripsi dari arsitektur sistem adalah sebagai berikut :

a. Terlebih dahulu pengguna jika ingin mendapatkan aplikasi ini bisa

download di Android Market atau mengunduh dari

(47)

b. Setelah mendapatkan aplikasi maka user bisa melakukan instalasi baik

secara manual dari Windows atau Linux maupun dari handphone atau

tablet secara langsung

c. Setelah proses instalasi selesai maka user dapat menjalankan

aplikasinya.

d. Pada kondisi ini, jika pengguna ingin hanya melakukan testing touch

event maka user bisa melakukan aktivitas touch saja pada bagian layar

berwarna hitam.

e. Pengguna akan melihat aktivitas yaitu keluarnya red dot ketika user

melakukan aktivitas touch event pada bagian tester berwarna hitam.

f. Setelah user melakukan aktivitas tersebut maka pengujian lainnya

adalah dengan menekan tombol tambah gambar. Maka akan keluar 1

gambar dengan random yaitu dengan ukuran yang besar dan kecil.

g. Pengguna bisa menggerakan gambar tersebut baik secara horizontal

dan vertikal pada bagian layer touch event.

h. Jika user ingin melakukan rotasi maka pengguna harus menggunakan

dua jari untuk memutar gambar tersebut baik dengan ukuran sudut 360

derajat atau 90 derajat sesuai dengan keinginan pengguna.

i. Jika user ingin melakukan zoom in dan zoom out maka user harus

menggunakan dua jari dengan menjauhkan jari pertama dengan jari

kedua untuk melakukan zoom in, dan mendekatkan jari pertama

dengan jari kedua untuk melakukan zoom out.

j. User bisa menambahkan gambar lagi pada aplikasi tersebut dan juga

(48)

gambar yang sudah di tambah sebelumnya secara simultan tanpa

terkecuali.

Didalam aplikasi Multitouch Tester juga disediakan hold touch yaitu

menekan dalam beberapa waktu sehingga gambar tersebut akan terpilih dan akan

dilakan lock serta pemberian tanda pilih.

3.3.1. Kebutuhan Aplikasi

Dari deskripsi arsitektur multitouch pada devices Android, dapat diketahui

bahwa titik fokus dari aplikasi yang dijalankan di handphone dan tablet yang

berbasis Android dimana tidak terkecuali bahwa hardware handphone dan tablet

tidak mendukung untuk melakukan multitouch sehingga bisa diketahui bahwa

devices tersebut mampu melakukan aktivitas multitouch atau tidak dengan baik

dan sempurna sesuai dengan keinginan pengguna. Kebutuhan lainnya adalah

dengan syarat minimum OS yaitu 2.2 (froyo) dan maksimum yaitu 3.0

(Honeycomb) sehingga jika aplikasi ini dijalankan pada OS dibawah

minimumFroyo maka kmungkinan akan terjadi obsolete atau OS yang sudah tidak

didukung oleh pembuatan aplikasi ini dikarenakan API level nya yang sudah

berbeda antara versi-versi OS Android.

3.3.1.1.Kebutuhan Pengguna

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna mengenai interaksi dengan aplikasi

dan untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang perlu disiapkan, maka perlu

dijabarkan mengenai kebutuhan perangkat handphone dan tablet pengguna.

(49)

sebagai tempat atau media percobaan aplikasi multitouch tester.Handphone dan

tablet yang sudah didukung antara lain :

a. LG Optimus 2X, Optimus 3D

b. LG Optimus Pad

c. Samsung Nexus S (With Google), Galaxy S, Galaxy S II

d. Samsung Galaxy Tab 10.1

e. Samsung Galaxy Tab 8.9

f. Samsung Galaxy Tab 7.5

g. Samsung Galaxy Tab

Sebenarnya aplikasi multitouch ini dapat dijalankan di semua handphone

berbasis Android tetapi dengan mengutamakan minimum OS yaitu 2.2 (Froyo).

Salah satu handphone diatas yang digunakan untuk uji coba menjalankan aplikasi

(50)

Handphone yang terintegrasi OS Gingerbread

Handphone yang mendukung multitouch 10 point

Handphone yang memiliki LCD dengan ukuran 4”

Selain handphone dan tablet yang digunakan untuk uji coba menjalankan

aplikasi “Multitouch Tester” dapat dilihat dibawah ini :

Gambar 3.2 Android Tablet LG Optimus Pad

Tablet yang terintegrasi OS Honeycomb

Tablet yang mendukungmultitouch 10 point

(51)

3.3.1.2.Kebutuhan Emulator

Di aplikasi ini juga dalam melakukan pembuatan aplikasi menggunakan

Android Emulator sehingga sebelum melakukan instalasi kepada devices Android

akan diinstall terlebih dahulu di emulator untuk menguji ke kompatibilitas suatu

aplikasi sebelum menginstall pada devices. Sehingga developer mampu

mengetahui letak kesalahan dari aplikasi yang dikembangkan.

Spesifikasi untuk PC atau laptop yang digunakan untuk menjalankan

Android Emulator antara lain :

a. Seperangkat komputer yang meliputi monitor, keyboard, mouse, dan PC

dengan Processor Intel/AMD, memori 2/3GB, Harddisk 50GB dan telah

terpasang sistem operasi Linux Ubuntu 10.10 atau 11.10, Windows XP,

Windows 7, Windows Vista 32 bit.

b. Telah terinstall juga aplikasi Eclipse Indigo, Android SDK, dan Java SDK.

c. Modem GPRS yang teintegrasi untuk melakukan konektivitas internet dari

Windows ke emulator.

d. Telah terpasang AVD (Android Virtual Devices) dengan spesifikasi yaitu :

OS Gingerbread, RAM 1024MB, Storage 1024MB dan memiliki density

pixel 240 standar dari Google, OS Honeycomb, RAM 1,5GB Storage

2048MB dan memiliki density pixel 240 standar dari Google

3.3.2. Spesifikasi Alur AplikasiPada Emulator

Terdapat dua proses yang utama pada percobaan aplikasi multitouch tester.

Yaitu proses kompatibilitas dari versi Gingerbread dan Honeycomb, serta proses

(52)

3.3.2.1. Proses Kompatibilitas

Dalam alur developtment Android maka yang harus dilakukan pertama

adalah proses kompatibilitas pada suatu versi OS dikarenakan API Level yang

berbeda antara versi OS di Android maka pengetesan dapat dilihat pada Gambar

3.3 dibawah ini :

Laptop / PC

Eclipse Indigo

Android API Level SDK Database Android AVD

(53)

Ketika proses debug selesai maka tinggal melakukan runpada

AndroidVirtual Devices dimana para pengembang akan mengetahui

kompatibilitas dari aplikasi yang sudah diciptakan sehingga aplikasi tersebut

tinggal melakukan penambahan fitur-fitur saja.

3.3.2.2. Proses Kemampuan Touch Event

Setelah melakukan pengujian kompatibilitas maka yang harus dilakukan

selanjutnya adalah penambahan fitur.Pengembang aplikasi pada Android akan

melakukan 1 penambahan fitur yaitu tambah gambar jika tambah gambar sudah

bisa maka fitur penambahan lainnya seperti touch event 1 titik pada

devicesemulator menandakan bahwa aplikasi siap untuk dipasangkan pada devices

Android

3.3.3. Spesifikasi Alur Aplikasi Pada Devices

Terdapat 3 proses yang dijalankan dapat aplikasi ini yaitu, Proses touch

event tester, proses touch berdasarkan gambar, proses aktivitas terhadap gambar.

Semua proses akan dijalankan pada devices Android berbasis Gingerbread dan

Honeycomb.

3.3.3.1.Proses Touch Event Tester

Tugas yang pertama yaitu melakukan aktivitas touch event tester, untuk

(54)

Gambar 3.4 Proses Touch Event

Pertama pengguna akan menjalankan aplikasi, kemudian pengguna akan

melihat tampilan user interface dengan background hitam dan 1 buah tombol

tambah gambar. Dimana user bisa melakukan aktivitas pada aplikasi ini tanpa

menekan tombol tambah gambar, maka aktivitas user akan disebut dengan touch

event tester yakni melakukan pengujian touch inputpengguna dengan hanya

melihat outputred dot dimana red dot ini adalah tanda pengguna melakukan

aktivitas pada aplikasi ini.

3.3.3.2.Proses Touch Terhadap Gambar

Tugas yang kedua yaitu melakukan aktivitas touch terhadap gambar, untuk

(55)

Gambar 3.5 Proses Touch Terhadap Gambar

Setelah pengguna menjalankan aplikasi, kemudian user akan melihat

tampilan user interface dengan background hitam dan 1 buah tombol tambah

gambar maka user bisa menekan tombol tambah gambar, dengan menekan tombol

tambah gambar maka keluar 1 gambar, keluarnya 1 gambar tersebut akan secara

acak yaitu dengan ukuran resolusi tinggi, maupun resolusi rendah tetapi dengan

pixel yang disamakan maka user akan mendapatkan hasil gambar yang sama.

3.3.3.3.Proses Aktivitas Terhadap Gambar

Tugas yang ketiga adalah aktivitas terhadap gambar, untuk lebih jelasnya

(56)

Gambar 3.6 Proses Touch Activity Pada Aplikasi

Setelah pengguna menambahkan 1 gambar, user bisa melakukan aktivitas

antara lain menggerakkan atau memindahkan gambar dari posisi x ke y dengan

keadaan horizontal dan vertikal, selain memindahkan gambar dan menggerakkan

gambar user bisa melakukan rotasi pada gambar yang sudah di tambahkan oleh

pengguna dengan sudut 360 derajat, setelah melakukan rotasi user juga bisa

melakukan zom in dan zoom out pada gambar yang sudah ditambahkan, user bisa

menambahkan gambar yang lain dengan menekan tombol tambah gambar

kemudian pengguna bisa melakukan aktivitas yang sama dan secara simultan

(57)

3.3.4. Flowchart Touch Event Pada Emulator

Flowchart adalah bagan yang menunjukkan alur didalam program atau

prosedur sistem secara logika. Dimana terutama untuk alat bantu komunikasi dan

dokumentasi. Flowchart juga merupakan bagian yang menunjukkan arus

pekerjaan secara keseluruhan dalam sistem, menjelaskan urutan

prosedur-prosedur yang ada didalam sistem serta menunjukkan apa yang dikerjakan dalam

sistem.

Dengan adanya flowchart dapat memperjelas penjelasan yang telah

diuraikan diatas dengan alur program yang lebih detail. Dengan flowchart

diharapkan dapat mengetahui semua proses-proses yang terjadi di dalam sistem

maupun aplikasi “Multitouch Tester” berbasis mobile di Sistem Operasi

AndroidGingerbread dan Honeycomb dan juga proses pengujian hardware

menggunakan aplikasi “Multitouch Tester”.

Dari flowchart dibawah dapat dijelaskan bahwa langka pertama yang

harus dilakukan oleh user untuk mengunduh aplikasi pada Android Market atau

pada situs www.mediafire.com/xxx/ dimana pada situs mediafire tersebut sudah

terunggah package aplikasi multitouch tester sehingga bisa dijalankan pada

devices secara langsung.

Setelah proses instalasi berhasil maka jalankan aplikasi multitouch tester

tersebut maka user akan bertemu user interface background hitam dan 1 tombol

(58)

Gambar 3.7 Flowchart Aplikasi Multitouch Tester

Ketika pengguna ingin melakukan pengujiantouch event pada

(59)

backgroundhitam dan memperhatikan output berupa red dot yang merupakan

hasil dari touch yang dilakukan oleh pengguna pada aplikasi multitouch tester.

Perbedaan yang ada antara pada emulator dan devices sangat mencolok

yaitu dari fungsi touch yang hanya bisa 1 touch sedangkan pada devices bisa

mencapai 10 touch.

Tabel 3.1 Perbedaan Aplikasi Pada Emulator Dan Pada Devices

No Aplikasi pada Emulator Aplikasi pada devices

1 Touch Event hanya memiliki 1 Touch event bisa sampai 10

2 Tidak support multitouch Support multitouch

3 Tambah gambar event hanya 1

sampai 10

Tambah gambar bisa sampai 1 sampai

10 dan aktivitas juga bisa semua

4 Tidak bisa rotasi Bisa Rotasi

5 Tidak bisa zoom in zoom out Bisa zoom in zoom out

Jika pengguna ingin mencoba dahulu, maka pengguna bisa langsung

beraktivitas tanpa perlu menekan tombol tambah gambar pada aplikasi, tetapi

ketika pengguna ingin melakukan tambah gambar maka pengguna bisa

menambahkan 1 gambar atau obyek dengan menekan tombol tambah gambar.

Setelah pengguna menekan tombol tambah gambar maka secara otomatis aplikasi

multitouch tester ini akan menampilkan gambar secara acak baik dari segi ukuran

resolusi tetapi untuk pixel gambar akan disetarakan sesuai dengan batasan aplikasi

(60)

Pengguna bisa melakukan pengujian touch event sebanyak 5 – 10 point

tanpa melakukan pemanbahan gambar, untuk melihat kemampuan deteksi touch

pada devices, setelah pengguna merasa yakin maka pengguna bisa menambahkan

gambar dengan menekan tombol tambah gambar dan kemudian melakukan

aktivitas pada gambar.Pengguna bisa memindahkan gambar dari posisi x ke y baik

horizontal maupun vertikal.

Selain memindahkan gambar pengguna bisa melakukan rotasi pada

gambar yaitu dengan melakukan aktivitas memutarkan gambar dengan ukuran

sudut 360 derajat tanpa terkecuali.

Jika pengguna ingin melakukan zoom in dan zoom out pada gambar,

pengguna bisa melakukannya sama seperti melakukan aktivitas rotasi tetapi

dengan menggerakan jari menjauh dan mendekatkan saja.

Jika pengguna ingin menambahkan gambar, maka pengguna bisa

melakukan tambah gambar dan melakukan aktivitas yang sama terhadap gambar

yang pengguna tambahkan tadi dan melakukannnya secara simultan atau

bersamaan dalam 10 objek sekaligus dan juga dalam 10 touch saja, selebihnya

maka touch tersebut tidak akan terdeteksi oleh aplikasi dikarenakan maksimum

hardware yang diberikan hanya 10 touch saja.

3.3.5. Flowchart Touch Event Pada Devices

Proses touch event pada aplikasi multitouch tester ini berguna untuk

mendeteksi sentuhan pengguna pada aplikasi multitouch tester, dimana touch

event adalah dengan memberikan proses identifikasi aplikasi ketika LCD

(61)

instruksi kepada aplikasi untuk menunjukkan proses yang harus dilakukan. Proses

instruksi touch event pada aplikasi ini kan dijelaskan sebagai berikut dalam

bentuk diagram flowchart, dimana flowchart akan memberikan gambaran secara

rinci dan khusus dari instruksi aplikasi yang harus dilakukan ketika terjadi

aktivitas touch pada aplikasi multitouch tester.

Gambar 3.8 Proses Algoritma Touch Event

Dari Gambar 3.8 diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Aplikasi dijalankan

2) Aplikasi mulai menjalankan class utama yaitu multitouch class

3) Aplikasi mendapatkan aktivitas pada layar hitam, dan kemudian aplikasi

Gambar

Gambar 2.6 Eclipse yang sudah terpasang ADT (Android Developtment Tools)
Gambar 3.1 Handphone Android LG Optimus 2X
Gambar 3.2 Android Tablet LG Optimus Pad
Gambar 3.4 Proses Touch Event
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sistem ini dapat membantu pengguna untuk belajar aksara Lampung, game edukasi ini dikembangkan untuk perangkat smartphone Android yang memiliki sistem operasi