• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM GEOFISIKA GEOLISTRIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM GEOFISIKA GEOLISTRIK"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A.

A. Prinsip Dasar Hukum OhmPrinsip Dasar Hukum Ohm

Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus listrik yang mengalir Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan  polaritas bed

 polaritas beda a potensial potensial yang yang dikenakan dikenakan kepadanya.Walaupun kepadanya.Walaupun pernyataan pernyataan iniini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah hukum tetap tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah hukum tetap digunakan dengan alasan sejarah.

digunakan dengan alasan sejarah.

Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan: Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:

V = I R V = I R

Dimana : Dimana : I

I = = arus arus listrik listrik yang yang mengalir mengalir pada pada suatu suatu penghantar ( penghantar ( Ampere Ampere )) V

V = = beda beda potensial potensial (volt)(volt) R

R = = nilai nilai hambatan hambatan listrik listrik (resistansi) (resistansi) ( ( ohm ohm ))

B.

B. Sifat Kelistrikan BatuanSifat Kelistrikan Batuan

Sifat kelistrikan batuan adalah karakteristik dari batuan bila dialirkan Sifat kelistrikan batuan adalah karakteristik dari batuan bila dialirkan arus listrik ke dalamnya. Arus listrik dapat berasal dari alam itu sendiri arus listrik ke dalamnya. Arus listrik dapat berasal dari alam itu sendiri disebabkan oleh adanya atom-atom penyusun kerak bumi yang berinteraksi disebabkan oleh adanya atom-atom penyusun kerak bumi yang berinteraksi satu sama lainnya akibat adanya ketidakseimbangan muatan, atau arus listrik satu sama lainnya akibat adanya ketidakseimbangan muatan, atau arus listrik yang sengaja dimasukkan ke dalamnya. Beberapa sifat kelistrikan batuan yang sengaja dimasukkan ke dalamnya. Beberapa sifat kelistrikan batuan

(2)

yang berguna dalam eksplorasi secara geolistrik khususnya dalam metode resistivitas adalah potensial listrik alami, konduktivitas listrik, dan konstanta dielektrik. (Handayani, 2004).

Potensial listrik alami terjadi karena adanya aktivitas elektrokimia atau kegiatan mekanik alam. Potensial listrik ini dapat dikelompokkan menjadi:

1. Potensial elektrokinetik, terjadi bila larutan elektrolit bergerak melalui media berbentuk pipa kapiler atau media yang berpori-pori.

2. Potensial difusi, terjadi bila ada perbedaar mobilitas dari ion-ion dalam larutan yang mempunyai konsentrasi berbeda.

3. Potensial nerust, terjadi bila suatu elektroda logam dimasukkan ke dalam larutan homogen.

4. Potensial mineralisasi, terjadi bila dua elektroda logam dimasukkan ke dalam elektroda homogen.

Konduktivitas listrik adalah kemampuan dari batuan dalam menghantarkan arus listrik. Arus listrik dapat mengalir dalam batuan dengan tiga cara yaitu:

1. Konduksi secara elektronik, hal ini terjadi jika batuan mengandung  banyak elektron bebas, seperti bada batuan yang banyak mengandung

logam. Sehingga arus listrik mudah mengalir pada batuan tersebut.

2. Konduksi secara elektrolitik, ini banyak terjadi pada batuan yang bersifat  porus dan pada pori-pori tersebut terisi oleh larutan elektrolit. Sehingga

arus listrik mengalir di bawah oleh ion-ion larutan elektrolit.

3. Konduksi secara dielektrik, konduksi ini terjadi pada batuan yang bersifat dielektrik, artinya batuan tersebut mempunyai elektron bebas sedikit dan  bahkan tidak ada. Tetapi karena adanya pengaruh medan listrik dari luar

maka elektron- elektron dalam atom batuan dipaksa berpindah dan  berpisah dengan intinya sehingga terjadi polarisasi. Konduksi ini sangat  bergantung pada konstanta dielektrik batuan.

Berdasarkan harga resistivitasnya, batuan dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu: (Anonymous, 2007).

(3)

 b. Konduktor pertengahan : 1 < ρ < 107 Ωm c. Isolator : ρ > 107 Ωm

(4)

D. Geolistrik

 Prinsip Dasar Geolistrik

Metode geolistrik merupakan metode yang digunakan untuk mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dengan cara mendeteksinya di permukaan  bumi (Lilik Hendrajaya,1990). Pendeteksian ini meliputi pengukuran  potensial, arus, dan medan elektromagnetik yang terjadi baik itu oleh injeksi arus maupun secara alamiah. Salah satu metode geolistrik yang

(5)

sering digunakan dalam pengukuran aliran listrik dan untuk mempelajari keadaan geologi bawah permukaan adalah dengan metode tahanan jenis (resistivitas). Metode geolistrik tahanan jenis dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu:

- Metode Resistivitas Mapping

- Metode Resistivitas Sounding (drilling)  Metode Pengukuran

Dalam melakukan eksplorasi tahanan jenis (resistivitas) diperlukan  pengetahuan secara perbandingan posisi titik pengamatan terhadap sumber

arus. Perbedaan letak titik tersebut akan mempengaruhi besar medan listrik yang akan diukur. Besaran koreksi terhadap perbedaan letak titik  pengamatan tersebut dinamakan faktor geometri. Faktor geometri diturunkan dari beda potensial yang terjadi antara elektroda potensial MN yang diakibatkan oleh injeksi arus pada elektroda arus AB, yaitu dapat kita lihat pada gambar:

Konfigurasi pengukuran yang biasa diunakan dalam kebumian yaitu konfigurasi Schlumberger, Wenner, Wenner-Schlumberger dan dipol. Modifikasi dari bentuk konfigurasi Wenner dan konfigurasi Schlumberger dapat digunakan pada sistem konfigurasi yang menggunakan aturan spasi

(6)

yang konstan dengan catatan faktor untuk konfigurasi ini adalah  perbandingan jarak antara elektroda C1-P1 dan C2-P2 dengan spasi antara elektroda P1-P2. Dimana, a adalah jarak antara elektroda P1-P2. Konfigurasi ini secara efektif menjadi konfigurasi Schlumberger ketika faktor n menjadi 2 dan seterusnya. Sehingga ini sebenarnya merupakan kombinasi antara konfigurasi Wenner-Schlumberger yang menggunakan spasi elektroda yang konstan (seperti yang biasanya digunakan dalam  penggambaran penampang resistivity 2D). Disamping itu cakupan horizontal lebih baik, penetrasi maksimum dari konfigurasi ini 15 % lebih  baik dari konfigurasi Wenner. Dan untuk meningkatkan penyelidikan

kedalaman maka jarak antara elektroda P1- P2 ditingkatkan menjadi 2a dan pengukuran diulangi untuk n yang sama sampai pada elektroda terakhir, kemudian jarak antara elektroda P1-P2 ditingkatkan menjadi 3a.  Rumus Perhitungan Metode

 Syarat Pengukuran Geolistrik

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai sifat homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat dengan permukaan tanah akan sangat

(7)

 berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini akan membuat data geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang dapat mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, faktor ketidak-seragaman dari pelapukan  batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat,  perpipaan dari bahan logam yang bisa menghantar arus listrik, pagar kawat

yang terhubung ke tanah dsbnya.

 Alat dan Bahan dalam Survei Geolistrik

1. Laptop

Sebagai pengolah data hasil survey geolistrik 2. Software RES2DINV

Sebagai pengolah data dan menghasilkan output berupa gambar 3D  bawah permukaan dari data hasil survey geolistrik

(8)

Digunakan untuk mengukur tahanan jenis semu batuan 4. 2 elektroda arus

Sebagai Penghantar arus ke resistivitymeter 5. 2 elektroda potensial

Sebagai Penghantar beda potensial ke resistivitymeter 6. 1 accu

Sebagai sumber arus DC 7. Konektor

Untuk menghubungkan accu dengan resistivitymeter 8. 4 set kabel +/- 100m

Sebagai penghubung antara elektroda dengan resistivitymeter 9. Meteran

Sebagai pengukur jarak tiap elektroda 10. Handy talky

Sebagai alat komunikasi 11. Form (table data)

Sebagai acuan untuk peletakan masing-masing elektroda 12. Palu

Digunakan untuk memukul elektroda kedalam tanah 13. Alat tulis

Sebagai media mencatat hasil pengukuran  Komponen utama dan fungsi resistivitymeter

(9)

a. Display arus

Untuk menampilkan arus dalam  b. Saklar ON/OFF

Untuk menghidupkan resistivitymeter c. DC in

Digunakan sebagai power supply d. Fuse

Untuk sekering catu daya masukan e. Indicator batt

Untuk penunjuk tegangan aki f. Saklar Volt

Untuk menaikkan tegangan / arus keluar g. Current Loop

Untuk menunjukkan tahanan antara kedua elektroda arus h. Terminal P1 dan P2

Untuk menghubungkan ke elektroda potensial i. Terminal C1 dan C2

Untuk menghubungkan ke elektroda arus  j. Compensator ( Coarse and Fine )

Untuk menetralisir self potensial alam sebelum arus tersebut dikirimkan atau untuk pengatur tegangan yang diterima resistivitymeter.

k. Tombol Start

Untuk memperoleh harga arus mA yang konstan l. Tombol Hold

Untuk memperoleh data yang sudah terinput (pembacaan data)  Tahapan Pengukuran

 Tentukan konfigurasi elektroda yang ingin dipakai

 Pasang elektroda sesuai dengan konfigurasi yang dipilih

(10)

 Catat hal-hal penting : posisi dan elevasi elektroda, arus dan potensial

yang digunakan tiap pengukuran, resistivity semu yang didapat di alat, kondisi geologi dilapangan secara umum

E. Pengolahan Data Geolistrik

Lakukan inversi data dengan software RES2DINV. Sebelumnya lakukan dahulu pengolahan data dengan software spreadsheet seperti Ms. Excel. Save dalam format txt kemudian dikonversi ke format dat. Setelah itu  jalankan software RES2DINV lakukan buka menu File à read data files , pilih nama file dengan ekstensi .dat. Setelah itu pilih menu Inversion à Least-square inversion. Maka akan tampil gambar hasil inversi.

Untuk melakukan koreksi data maka pilih menu Edit à exterminate  bad datum points. Eliminasi data yang buruk, lalu save kembali data dengan nama yang berbeda. Setelah itu pilih menu Inversion à inversion method and setting à choose logarithm of apparent resistivity à use apparent resistivity lalu tekan ok. Setelah itu pilih menu Inversion à Least-square inversion kembali.

(11)

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari fieldtrip geologi eksplorasi tentang geolistrik dengan metode wenner adalah :

a. Memahami prinsip dasar geolistrik tahanan jenis konfigurasi wenner  b. Mengetahui struktur tanah atau batuan daerah survey

c. Mengetahui pola resistivitas di daerah survey

kesimpulan

- Nilai resistivitas tanah dapat digunakan untuk mengetahui kondiisi di bawah permukaan tanah. Semakin besar nilai resisitivitasnya berarti kondisi batuan atau tanah semakin berongga atau memang merupakan terdiri dari material yang sulit dilewati listrik. Sedangkan untuk niali resisitivitas yang kecil menunjukkan struktur tanah semakin padat dan dapat mengalirkan arus listrik dengan lebih baik.

- Struktur tanah pada lapangan sipil ITB memiliki lapisan yang  beramacam macam, namun kebanyakan merupakan tanah lempung dan

tanah gambut yang memiliki banyak kandungan air.

- Resisistivitas bergantung terhadap jenis batuan atau amterial yang  berada di bawah permukaan. Semakin dalam permukaan berarti nilai

resisitivitasnya semakin kecil.

- Sedangkan untuk jarak antar elektroda, semakin renggang makan semakin dalam resisitivitas yang dapat diukur di bawah permukaan tanah.

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Metode tahanan jenis adalah salah satu dari metode geolistrik yang digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan dengan cara mempelajari sifat aliran listrik di dalam batuan

Metode tahanan jenis adalah salah satu dari kelompok metode geolistrik yang digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan dengan cara mempelajari sifat aliran listrik di

Metode geolistrik resistivitas dapat digunakan untuk mempelajari kondisi bawah permukaan bumi berdasarkan nilai tahanan jenis lapisan tanah atau batuan.. Setiap

Metode geolistrik resistivitas atau tahanan jenis adalah salah satu dari jenis metode geolistrik yang digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan dengan

Metode geolistrik resistivitas atau tahanan jenis adalah salah satu dari jenis metode geolistrik yang digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan dengan

Metode geolistrik resistivitas atau tahanan jenis merupakan salah satu dari jenis metode geolistrik yang digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan dengan

Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC

Metode geolistrik resistivitas atau tahanan jenis merupakan salah satu dari jenis metode geolistrik yang digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan dengan