v
•
Sutardi, S.Si, M.Sc.
Madrasah Aliyah Negeri
Kota Singkawang
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 1
Indikator:
Menentukan jumlah zat yang terlibat dalam reaksi secara stoikiometri.
Untuk dapat menguasai materi ini, siswa harus sudah menguasai beberapa persamaan untuk mengkonversi jumlah zat ke dalam mol dan sebaliknya yang telah dipelajari di kelas 10.
Mol =
Mol =
,
Mol =
, (Untuk gas pada keadaan standar/STP, V dalam liter)
PV = nRT (Untuk gas ideal tidak STP)
Mol = M x V (M = Molaritas dengan satuan mol/L, V dalam liter)
Pada reaksi kimia berlaku:
Perbandingan koefisien reaksi = Perbandingan mol bereaksi = Perbandingan volume gas STOIKIOMETRI REAKSI DALAM LARUTAN
STOIKIOMETRI REAKSI DALAM LARUTANSTOIKIOMETRI REAKSI DALAM LARUTAN STOIKIOMETRI REAKSI DALAM LARUTAN 1
11 1
BAB
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 2
Contoh perhitungan:
1. Hitunglah massa endapan yang terbentuk dari reaksi 50 mL timbal (II) nitrat 0,1 M dengan 50 mL KI 0,1 M (Ar Pb = 207, I = 127)
Jawab:
Mol Pb(NO3)2 = M x V Mol KI = M x V
= 0,1 M x 50 mL = 0,1 M x 50 mL = 5 mmol = 5 mmol
Reaksi setara: Pb(NO3)2 (aq) + 2KI(aq) PbI2 (s) + 2KNO3 (aq)
Mula-mula: 5 mmol 5 mmol
Bereaksi: 2,5 mmol 5 mmol 2,5 mmol 5 mmol Sisa 2,5 mmol - 2,5 mmol 5 mmol
Senyawa yang mengendap: PbI2 = 2,5 mmol = 0,0025 mol
Mol =
gram = mol x Mr
= 0,0025 mol x 461 g/mol = 1,1525 g
2. Sebanyak 32 gram gas metana, CH4 dibakar dengan 48 gram gas oksigen.
a. Zat reaktan apa yang tersisa, dan berapa gram sisanya? b. Berapa gram air yang dihasilkan?
b. Berapa volume gas CO2 yang diukur pada keadaan standard?
Diketahui Ar C O = 16, C = 12, H = 1 Jawab: Mol CH4 = Mol O2 = = / = / = 2 mol = 1,5 mol Reaksi setara: CH4 (g) + 2O2 (g) CO2 (g) + 2H2O(l)
Mula-mula: 2 mol 1,5 mol
Bereaksi: 0,75 mol 1,5 mol 0,75 mol 1,5 mol Sisa 1,25 mol - 0,75 mol 1,5 mol
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 3
a. Reaktan yang tersisa adalah: CH4 = 1,25 mol
Mol =
gram = mol x Mr
= 1,5 mol x 16 g/mol = 20 g b. Air yang dihasilkan adalah: H2O = 1,5 mol
Mol =
gram = mol x Mr
= 1,5 mol x 18 g/mol = 27 g c. Gas CO2 dihasilkan adalah: CO2 = 0,75 mol
Mol =
, (pada keadaan STP)
V = mol x 22,4
= 0,75 mol x 22,4 L/mol = 16,8 L
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Sebanyak 0,37 g Ca(OH)2 (Mr = 74) dilarutkan dalam air sampai volume 250
mL. Agar Ca(OH)2 habis bereaksi membentuk garam CaCl2, berapa jumlah mol
HCl yang diperlukan?
2. Seorang siswa membuat gas hidrogen dengan cara mereaksikan besi dengan asam klorida menurut reaksi: 2Fe(s) + 6HCl(aq) 2FeCl3(aq) + 3H2(g). Hitung
massa besi (Ar = 56) yang diperlukan untuk menghasilkan 4,48 L gas hidrogen pada keadaan STP!
3. Sebanyak 21,2 g Na2CO3 tepat bereaksi dengan 200 mL larutan HCl menurut
reaksi: Na2CO3(s) + 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + H2O(l) + CO2(q). Jika Ar Na = 23, C = 12,
dan O = 16, maka tentukan: a. molaritas HCl
b. volume gas CO2 yang dihasilkan pada keadaan STP.
UJI PEMAHAMAN UJI PEMAHAMAN UJI PEMAHAMAN UJI PEMAHAMAN
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 4
Pilihan ganda: Pilihlah jawaban yang Anda anggap paling benar!
1. Angka koefisien reaksi pada persamaan reaksi menyatakan … A. perbandingan berat zat yang terlibat dalam reaksi B. perbandingan volume zat yang terlibat dalam reaksi C. perbandingan tekanan zat yang terlibat dalam reaksi D. perbandingan mol zat yang terlibat dalam reaksi E. perbandingan massa zat yang terlibat dalam reaksi
2. Banyaknya mol dari 1,26 gram asam oksalat hidrat H2C2O4.2H2O (Ar: H = 1 , C
= 12, O = 16) adalah…
A. 0,001 C. 0,1 E. 100 B. 0,01 D. 10
3. Jumlah mol NaOH yang terdapat dalam 500 cm3 larutan 2 M NaOH adalah…
A. 10 mol C. 2 mol E. 0,5 mol B. 5 mol D. 1 mol
4. Sebanyak 2,4 gram logam Mg (Ar = 24) direaksikan dengan larutan HCl 1 M. Agar semua logam Mg habis bereaksi diperlukan HCl sebanyak…
A. 50 ml C. 200 ml E. 400 ml B. 100 ml D. 250 ml
5. 600 ml larutan asam sulfat 0,5 M. Menurut persamaan: 2Al(s) + 3H2SO4(aq) Al2(SO4)3(aq) + 3 H2(g).
Gas H2 yang terbentuk pada keadaan standard adalah…
A. 2,24 liter C. 4,48 liter E. 11,2 liter B. 2,90 liter D. 6,72 liter
6. Menurut persamaan reaksi: H2SO4(aq) + 2NaOH(aq) Na2SO4(aq) + 2H2O(l).
Bila 75 ml larutan H2SO4 0,1 M dicampur dengan 50 ml larutan NaOH 0,2 M,
maka pada reaksi tersebut yang tersisa adalah … A. 2,5 × 10–3 mol H
2SO4 D. 5 × 10–3 mol NaOH
B. 5 × 10–3 mol H
2SO4 E. 7,5 × 10–3 mol NaOH
C. 2,5 × 10–3 mol NaOH
7. Sebanyak 12 gram magnesium (Ar = 24) direaksikan dengan asam klorida menurut reaksi: Mg(s) + HCl(aq) MgCl2(s) + H2(g) (belum setara)
Jika reaksi berlangsung pada STP, volume gas hidrogen yang dihasilkan adalah…
A. 2,24 L C. 11,2 L E. 44,8 L B. 5,6 L D. 22,4 L
BISA ALA BIASA BISA ALA BIASA BISA ALA BIASA BISA ALA BIASA
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 5
8. Sebanyak 100 ml H2SO4 0,1 M direaksikan dengan 100 ml NaOH 0,1 M menurut
persamaan berikut: H2SO4(aq) + NaOH(aq) Na2SO4(aq) + H2O(l) (belum setara)
Pereaksi yang tersisa dari reaksi tersebut adalah …
A. 0 001 mol H2SO4 C. 0 001 mol NaOH E. 5 mol H2SO4
B. 0 005 mol H2SO4 D. 0 005 mol NaOH
9. Sebanyak 200 mL larutan Pb(NO3)2 0,4 M dicampur dengan 200 mL larutan KI
0,4 M menurut persamaan reaksi: Pb(NO3)2(aq) + 2KI (aq) PbI2 (s) + 2KNO3 (aq)
Pereaksi yang tersisa adalah…
A. 0,06 mol KI C. 0,02 mol KI E. 0,04 mol Pb(NO3)2
B. 0,04 mol KI D. 0,06 mol Pb(NO3)2
10.Agar 5,8 gram senyawa Mg(OH)2 semua dapat bereaksi menurut reaksi:
Mg(OH)2 (aq) + HCl (aq) MgCl2 (aq) + H2O(l)
diperlukan massa HCl sebanyak… (Ar Mg = 24; O = 16; H = 1; Cl = 35,5)
A. 3,65 gram C. 7,30 gram E. 11,70 gram B. 4,21 gram D. 8,90 gram
Esai: Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Sebanyak 4 gram natrium hidroksida direaksikan dengan asam klorida berlebih. (Ar: Na = 23, Cl = 35,5, O =16, H = 1)
a. Tulislah persamaan reaksinya! b. Hitung massa garam yang terjadi!
2. Sebanyak 19,5 gram logam magnesium direaksikan dengan 200 ml HCl 2M, menurut persamaan reaksi: (Ar: Mg = 24, H = 1, Cl = 35,5)
Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2 (aq) + H2 (g)
a. Berapa gram magnesium yang bereaksi?
b. Berapa volume gas hasil reaksi jika diukur pada suhu dan tekanan standar?
c. Zat reaktan apa yang tersisa dan berapa gram sisanya? (Ebtanas 1998) 3. Pada suhu dan tekanan standar, 2,24 liter gas CO2 dialirkan ke dalam larutan
jenuh Ca(OH)2 sehingga terjadi reaksi sebagai berikut: Ca(OH)2(aq) + CO2(g)
CaCO3(s) + H2O (l), Tentukan:
a. konsentrasi larutan jenuh Ca(OH)2 yang bereaksi jika volume larutan 2
liter!
b. banyaknya endapan CaCO3 yang terbentuk (Ar Ca = 40, C = 12, O = 16)!
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 6
Indikator:
1. Membuat larutan standar
2. Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan metode titrasi.
3. Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk titrasi asam dan basa.
4. Menentukan kadar zat dari data hasil titrasi.
Titrasi adalah suatu metode analisis volumetri, yaitu analisis kuantitatif
untuk mengetahui konsentrasi suatu senyawa dalam larutan dengan cara mengukur volume larutan standar yang dapat bereaksi kualitatif dengan larutan zat yang dianalisis yang banyaknya tertentu dan diketahui.
Larutan standar adalah larutan yang kepekatannya/konsentrasinya telah
diketahui. Dalam analisis volumetri, larutan standar ditambahkan ke dalam larutan zat yang dianalisis melalui suatu alat yang disebut “buret”, prosesnya disebut “menitrir” atau “menitrasi”. Penambahan larutan standar ke dalam larutan yang dianalisis dilakukan sedikit demi sedikit sampai terjadi reaksi sempurna yang disebut dengan “titik ekivalen”. Titik ekivalen terjadi bila jumlah mol asam dan basa bereaksi secara stoikiometri. Saat diakhirinya proses titrasi disebut “titik akhir titrasi” yang dapat diketahui dengan adanya perubahan warna larutan yang dianalisis. Perubahan warna tersebut dapat disebabkan karena larutan standarnya sendiri atau larutan lain yang ditambahkan sebelum titrasi yang disebut larutan “indikator”. Titik akhir titrasi hampir selalu tidak sama dengan titik ekivalen yang mengakibatkan ralat hitung. Hal ini karena indikator memberikan perubahan warna yang tidak tepat pada saat titik ekivalen.
Hal yang terpenting dalam analisis volumetri adalah proses perhitungan kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi suatu larutan. Pada mulanya, perhitungan konsentrasi didasarkan atas besaran “normal (N)”, yaitu besaran yang menyatakan gram ekivalen (grek) zat terlarut dalam setiap 1 Liter larutan. Tetapi saat ini para kimiawan lebih memilih menggunakan perhitungan yang melibatkan molaritas (M) karena perhitungannya lebih sederhana. Beberapa perhitungan yang diperlukan diantaranya adalah:
1.
Pembuatan Larutan Standar
Untuk membuat suatu larutan standar dengan konsentarsi tertentu dapat digunakan persamaan:
M = !
"
#
$%%%& dengan V dalam mL
TITRASI ASAM BASA TITRASI ASAM BASA TITRASI ASAM BASA TITRASI ASAM BASA 2
2 2 2
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 7
Terlebih dahulu tentukan molaritas yang ingin dibuat, lalu tentukan volume labu ukur yang akan digunakan dalam pembuatan larutan. Dengan mengetahui molaritas yang diinginkan, volume larutan yang akan dibuat dan massa molekul relatif zat, maka kita dapat menentukan berapa gram zat yang diperlukan untuk dilarutkan.
Gambar Peralatan Titrasi
3.
Penentuan Konsentrasi Zat yang Dianalisis
Sebelum perhitungan, kita harus mengetahui reaksi yang terjadi antara asam dan basa yang digunakan dalam titrasi dan persamaan reaksi harus stoikiometri. Pada titik ekivalen, perbandingan mol untuk setiap zat yang terlibat reaksi dapat diketahui dari persamaan reaksi tersebut, di mana:
Perbandingan koefisien reaksi = perbandingan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi.
Contoh perhitungan:
Larutan standar dibuat dari 1,26 gr kristal H2C2O4. 2H2O (Asam oksalat) kemudian
dilarutkan dengan akuades dalam labu takar 100 mL dan diencerkan sampai tanda. Larutan ini digunakan untuk menitrasi 10 mL larutan NaOH. Ternyata volume asam oksalat yang diperlukan untuk sampai titik ekivalen sebanyak 6 mL. Berapa konsentrasi larutan NaOH?
2. Pengenceran Larutan
Bila larutan terlalu pekat, baik larutan standar maupun larutan yang dianalisis dapat diencerkan dengan menambah sejumlah pelarut. Tentunya dengan dilakukannya pengenceran molaritas larutan akan berubah. Perubahan molaritas larutan mengikuti persamaan sebagai berikut:
M1 . V1 = M2 . V2
M1 = Molaritas mula-mula
M2 = Molaritas setelah pengenceran
V1 = Volume larutan awal yang akan
diencerkan
V2 = Volume akhir setelah ditambah
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 8 Jawab: [H2C2O4] =
x
= ,x
= 0,1 MVolume H2C2O4 yang diperlukan = 6 mL,
mol H2C2O4 = M x V
= 0,1 M x 6 mL = 0,6 mmol
Reaksi: H2C2O4 (aq) + 2NaOH(aq) Na2C2O4(aq) + 2H2O(l)
0,6 mmol 1,2 mmol 0,6 mmol 1,2 mmol Mol NaOH = 1,2 mmol
Volum NaOH = 10 mL [NaOH] = = , ( = 0,12 M
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Berapa massa NaOH yang harus ditimbang, bila ingin memperoleh larutan standar 0,1 M sebanyak 250 mL? Diketahui (Ar Na = 23, O =16, H = 1)?
2. Sebanyak 10 mL larutan HCl dititrasi dengan NaOH 0,01 M menggunakan indikator PP. Jika perubahan warna indikator menjadi merah muda diperlukan 11,5 mL larutan penitrasi, tentukan molaritas larutan HCl tersebut!
3. Larutan H2SO4 dititrasi dengan NaOH 0,1 M dengan indikator PP, diperoleh
data sebagai berikut:
Percobaan Volume H2SO4 Volume NaOH 0,1 M (mL)
1 20 mL 41 mL 2 20 mL 40 mL 3 20 mL 39 mL Hitunglah konsentrasi H2SO4 ! UJI PEMAHAMAN UJI PEMAHAMAN UJI PEMAHAMAN UJI PEMAHAMAN
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 9
Pilihan ganda: Pilihlah jawaban yang Anda anggap paling benar!
1. Syarat utama indikator pada titrasi asam basa adalah …. A. indikator dapat bereaksi dengan asam atau basa B. indikator dapat terionisasi dalam larutan
C. indikator dapat memberikan warna yang berbeda dalam lingkungan asam dan basa
D.indikator dapat memberikan warna yang sama dalam lingkungan asam maupun basa
E. indikator dapat memberikan warna tertentu dalam asam tetapi tidak berwarna dalam basa
2. Massa asam oksalat (H2C2O4.2H2O) yang diperlukan untuk membuat 250 ml
larutan asam oksalat 0,1 M adalah … (Ar: H = 1, C = 12, O = 16) (Ebtanas 2000) A. 2,25 gram C. 9,00 gram E. 31,50 gram
B. 3,15 gram D. 12,60 gram
3. Larutan berikut ini yang tidak tepat ekivalen bila direaksikan dengan 10 mL larutan NaOH 0,05 M adalah… .
A. 1 mL HNO3 0,5 M D. 10 mL H2SO4 0,0025 M
B. 5 mL CH3COOH 0,1 M E. 10 mL HCl 0,05 M
C. 5 mL H2SO4 0,05 M
4. Seorang siswa melakukan titrasi terhadap 10 mL larutan HCl dengan larutan NaOH 0,1 M menggunakan indikator fenolftalein. Jika perubahan warna indikator menjadi merah muda diperlukan 12,5 mL larutan NaOH, maka molaritas larutan HCl adalah… .
A. 0,125 M C. 1,25 M E. 12, 5 M B. 0,25 M D. 2,5 M
5. Volume larutan NaOH 0,2 M yang diperlukan untuk menitrasi 40 mL larutan HCl 0,4 M agar tepat netral adalah....
A. 40 mL C. 160 mL E. 640 mL B. 80 mL D. 320 mL
6. 20 mL larutan H2SO4 yang konsentrasinya belum diketahui, dititrasi dengan
larutan NaOH 0,1 M dengan menggunakan indikator fenolftalein. Pada saat volum NaOH tepat 30,2 mL warna indikator mulai berubah. Konsentrasi H2SO4
tersebut adalah… .
A. 0,02 M C. 0,08 M E. 0,15 M B. 0,04 M D. 0,10 M
BISA ALA BIASA BISA ALA BIASA BISA ALA BIASA BISA ALA BIASA
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 10
7. Data hasil percobaan titrasi larutan NaOH dengan larutan HCl sebagai berikut:
Percobaan Volume NaOH 0,15 M Volume HCl 0,10 M
1 10 mL 5 mL
2 10 mL 12 mL
3 10 mL 15 mL
4 10 mL 20 mL
5 10 mL 24 mL
Titik netralisasi ditunjukkan pada percobaan …
A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5
8. Berdasarkan hasil titrasi yang alatnya dan gambarnya seperti di atas diperoleh data sebagai berikut
Maka konsentrasi HC1 adalah ....
A. 0,05 M C. 0,1 M E. 0,04 M B. 0,08 M E. 1 M
9. Jika 20 mL larutan H3PO4 0,1 M dititrasi dengan larutan natrium hidroksida 0,2
M sampai tepat berubah menjadi HPO42–, volum basa yang diperlukan
adalah….
A. 10 mL C. 25 mL E. 40 mL B. 20 mL D. 30 mL
10.Larutan 40 mL larutan NaOH 0,1 M dicampur dengan 60 mL larutan HCl 0,05 M. Untuk menetralkan campuran tersebut diperlukan H2SO4 0,05 M
sebanyak....
A. 20 mL C. 10 mL E. 1 mL B. 15 mL D. 5 mL
Berdasarkan hasil titrasi yang alatnya dan gambarnya seperti di atas
diperoleh data sebagai berikut:
No Volume HCl X M Volume NaOH 0,1 M 1 25 mL 10,3 mL 2 25 mL 10,1 mL 3 25 mL 10,2 mL
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 11
Esai: Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Jelaskan cara membuat larutan standar NaOH 0,1 (Mr = 40) bila labu ukur yang tersedia volumenya 100 mL!
2. Sebanyak 20 mL larutan Ca(OH)2 dititrasi dengan H2C2O4 0,01 M. Apabila pada
titik ekivalen diperlukan 12 mL larutan penitrir, tentukan konsentrasi Ca(OH)2
dalam larutan!
3. Jika 20 mL asam fosfat 0,3 M dititrasi dengan larutan NaOH 0,2 M hingga tepat menjadi HPO42-, tentukan berapa volume NaOH yang diperlukan!
4. Data hasil titrasi 10 ml larutan asam H2SO4 dengan larutan NaOH 0,1 M
sebagai berikut: Titrasi ke Volume H2SO4 X M Volume NaOH 0,1 M 1 10 mL 5,0 mL 2 10 mL 4,9 mL 3 10 mL 5,1 mL
a. Tulis persamaan reaksi tersebut! b. Hitung molaritas asam yang bereaksi
c. Indikator apakah yang tepatdigunakan pada titrasi tersebut ?
5. Sebanyak 2 gram asam HX dilarutkan dalam air sehingga volume larutan menjadi 250 mL. Kemudian, 25 mL larutan tersebut dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Jika volume NaOH yang diperlukan 20 mL, maka tentukan massa molekul relatif asam tersebut!
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 12
Pilihan ganda: Pilihlah jawaban yang Anda anggap paling benar!
1. Persamaan reaksi ion antara larutan Na2CO3 dan larutan HCl adalah …
A. Na+
(aq) + Cl–(aq) NaCl(aq)
B. Na2CO3(aq) + 2HCl(aq) 2Na+(aq) + 2Cl–(aq) + H2CO3(aq)
C. 2Na+
(aq) + CO32–(aq) + 2H+(aq) + 2Cl–(aq) 2NaCl(aq) + H2CO3(aq)
D. 2H+
(aq) + CO32–(aq) H2O(g) + CO2(g)
E. Na2CO3(aq) + 2H+(aq) + 2Cl–(aq) 2Na+(aq) + 2Cl–(aq) +2H+(aq) + CO32–(aq)
2. Massa CaCO3 yang terdapat pada 0,1 mol CaCO3 adalah…(Diketahui Ar Ca = 40,
O = 16, C = 12)
A. 8 gram B. 10 gram C. 12 gram D. 14 gram E. 16 gram 3. Menurut persamaan reaksi: H2SO4(aq) + 2NaOH(aq) Na2SO4(aq) + 2H2O(l)
Bila 75 ml larutan H2SO4 0,1 M dicampur dengan 50 ml larutan NaOH 0,2 M,
maka pada reaksi tersebut yang tersisa adalah … A. 2,5 × 10–3 mol H
2SO4 D. 5 × 10–3 mol NaOH
B. 5 × 10–3 mol H
2SO4 E. 7,5 × 10–3 mol NaOH
C. 2,5 × 10–3 mol NaOH
4. Sebanyak 100 ml larutan KI 0,2 M dicampur dengan 100 ml larutan Pb(NO3)2
0,2 M menurut reaksi: 2KI(aq) + Pb(NO3)2(aq) PbI2(s) + 2KNO3(aq)
dihasilkan endapan PbI2 sebanyak …
A. 0,01 mol C. 0,04 mol E. 0,20 mol B. 0,02 mol D. 0,10 mol
5. Larutan perak nitrat bereaksi dengan larutan seng klorida dengan reaksi: 2AgNO3 (aq) + ZnCl2 (aq) 2AgCl (s) + Zn(NO3)2 (aq)
maka volume larutan ZnCl2 1 M yang diperlukan untuk menghasilkan AgCl
sebanyak 14,35 gram adalah…
(Ar: Ag = 108 , N = 14 , O = 16 , Cl = 35,5, Zn = 65)
A. 1.000 mL C. 250 mL E. 50 mL B. 500 mL D. 100 mL
6. Sebanyak 5,3 gram natrium karbonat (Mr = 106) bereaksi dengan asam klorida berlebihan menurut reaksi:
Na2CO3(s)+ 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Pada suhu dan tekanan sama, jika 1 liter gas NO massanya 1 gram, maka gas CO2 yang dihasilkan mempunyai volum …(Ar: N = 14, O = 16)
A. 0,05 L B. 0,10 L C. 0,20 L D. 0,30 L E. 1,50 L
LATIHAN LATIHAN LATIHAN
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 13
7. Atom logam X mempunyai 2 elektron valensi. Jika 4,8 gr logam X direaksikan dengan larutan HCl berlebih dan reaksi berlangsung pada keadaan STP dihasilkan gas hidrogen sebanyak 4,48 liter, maka massa atom relatif (Ar) logam X adalah …
A. 24 B. 27 C. 40 D. 56 E. 108
8. Sebanyak 5,8 gram suatu basa M(OH)2 tepat bereaksi dengan 200 mL larutan
asam klorida 1 M menurut persamaan reaksi: M(OH )2(s) + 2HCl (aq) MCl2 (aq) + 2H2O (l)
Massa atom relative logam L adalah…. (Ar H=1, O=16 )
A. 24 B. 27 C. 40 D. 56 E. 58
9. Sebanyak 100 mL larutan natrium hidroksida 0,05 M direaksikan dengan 100 mL asam oksalat 0,05 M menurut reaksi:
2NaOH(aq) + H2C2O4(aq) Na2C2O4(aq) + 2H2O(l)
Pernyataan dibawah ini yang benar adalah ….
A. reaksinya ekivalen D. terdapat sisa NaOH B. semua pereaksi habis bereaksi E. terdapat sisa H2C2O4
C. reaksi tersebut tidak dapat berlangsung
10.Pada penetapan kadar larutan HCl dengan larutan NaOH , sebaiknya menggunakan indikator ….
A. fenolftalein ( trayek pH= 8,3 – 10,0 ) B. metil merah ( trayek pH= 4,2 – 6,3 ) C. alizarin kuning ( trayek pH = 10,1 – 12,0 ) D. metil oranye ( trayek pH = 2,9 – 4,0 ) E. fenolftalein atau metil merah
11.Perhatikan hasil titrasi larutan NaOH 0,1 M dengan larutan HCl 0,15 M berikut:
No NaOH 0,1 M HCl 0,15 M 1 2 3 4 5 2 mL 8 mL 15 mL 25 mL 30 mL 20 mL 20 mL 20 mL 20 mL 20 mL Netralisasi terjadi pada nomor ….
A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5
12.Untuk menetralkan 25 ml larutan H2SO4 0,1 M diperlukan 20 ml larutan NaOH,
maka konsentrasi larutan NaOH adalah …
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 14
13.20 mL asam sulfat dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Bila untuk mencapai titik ekivalen diperlukan 30 mL larutan NaOH, maka kemolaran larutan asam sulfat tersebut adalah ....
A. 0,075 M B. 0,10 M C. 0,15 M D. 0,20 M E. 0,30 M 14.25 mL larutan HCl yang sebelumnya telah ditambah 3 tetes indikator PP,
dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Berdasarkan hasil titrasi diperoleh data:
No Volume larutan HCl Volume larutan NaOH 0,1 M
1 25 mL 10,3 mL
2 25 mL 10,1 mL
3 25 mL 10,2 mL
Maka konsentrasi HCl adalah ...
A. 0,05 M B. 0,08 M C. 0,1 M D. 1 M E. 0,04 M 15.Larutan 40 mL larutan NaOH 0,1 M dicampur dengan 60 mL larutan HCl 0,05
M. Untuk menetralkan campuran tersebut diperlukan H2SO4 0,05 M
sebanyak....
The Science of Chemistry Will Blow Your Mind! 15
DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P.W. 1999. Kimia Fisika. Edisi keempat. Jakarta: Erlangga.
Bredy, James E. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur (Alih bahasa oleh Maun, S. Anas K., dan Sally). Jakarta: Binarupa Aksara.
Budi Utami, Agung Nugroho Catur Saputro, Lina Mahardiani, Sri Yamtinah, Bakti Mulyani. 2009. Kimia untuk SMA dan MA Kelas XI. BSE. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Crys Fajar Partana dan Antuni Wiyarsi. 2009. Mari Belajar Kimia 2. BSE. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Irvan Permana. 2009. Memahami Kimia 2. BSE. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Purba, M. 2004. Kimia SMA Kelas XI. Jilid 2B. Jakarta: Erlangga.
Soejono. 2004. Evaluasi Mandiri Kimia SMA. Jakarta: Erlangga.
Sumarjono. Buku Pintar UN Kimia SMA. Jakarta: Media Pusindo
Vogel. 1979. Analisis Anorganik Kualitatif makro dan Semimikro. Bagian I. Jakarta: Kalman Media Pustaka.
Vogel. 1979. Analisis Anorganik Kualitatif makro dan Semimikro. Bagian II. Jakarta: Kalman Media Pustaka.
Harvey, David. 2000. Chemistry Modern Analitical Chemistry. USA: McGraw_Hill Companies.