• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arni Nurul Djazimah BABILANGAN NAMA DAN JODOH DALAM TRADISI BANJAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Arni Nurul Djazimah BABILANGAN NAMA DAN JODOH DALAM TRADISI BANJAR"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Drs. Arni, M.Fil.I
    • Dra. Hj. Nurul Djazimah, M.Ag
  • Pengajar:
    • Drs. H. Mubin, M.Ag
  • Sekolah: IAIN Antasari Banjarmasin
  • Topik: Babilangan Nama Dan Jodoh Dalam Tradisi Banjar
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2011
  • Kota: Banjarmasin

I. PENDAHULUAN

Buku ini membahas tradisi masyarakat Banjar dalam babilangan jodoh, di mana masyarakat menggunakan perhitungan mistis untuk menentukan pasangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman tentang tradisi lokal yang berakar dari kepercayaan agama dan budaya. Dengan memahami tradisi ini, pembaca diharapkan dapat menghargai kekayaan budaya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Selain itu, buku ini juga memberikan wawasan tentang bagaimana tradisi ini mempengaruhi keputusan sosial dan pernikahan di kalangan masyarakat Banjar.

II. LANDASAN TEORITIS

Landasan teoritis dalam buku ini mencakup pengertian ramalan dan berbagai jenisnya, serta kaitannya dengan tradisi masyarakat Banjar. Buku ini menjelaskan bahwa ramalan adalah ilmu untuk menafsirkan nasib seseorang, yang meliputi berbagai metode seperti astrologi, numerologi, dan ramalan mistik. Dengan memahami teori ini, pembaca dapat melihat bagaimana masyarakat Banjar mengintegrasikan kepercayaan agama dengan praktik budaya, sehingga memberikan konteks yang lebih dalam mengenai penggunaan babilangan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

2.1. Pengertian dan Macam-macam Ramalan

Pengertian ramalan sebagai ilmu untuk memprediksi nasib seseorang di masa depan menjadi dasar pemahaman tentang babilangan. Berbagai jenis ramalan seperti astrologi dan numerologi dijelaskan, yang menunjukkan bagaimana masyarakat menggunakan metode ini untuk menentukan nama dan jodoh. Hal ini penting untuk memahami kepercayaan yang mendasari praktik budaya di masyarakat Banjar.

2.2. Beberapa Ayat Alquran dan Hadis yang Berkaitan dengan Prediksi

Buku ini juga mengkaji ayat-ayat Alquran dan hadis yang berkaitan dengan prediksi dan ramalan. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada praktik mistis dalam masyarakat Banjar, ada juga landasan agama yang mendasari kepercayaan tersebut. Dengan demikian, pembaca dapat memahami hubungan antara agama dan budaya dalam konteks masyarakat Banjar.

III. BEBERAPA METODE PERHITUNGAN NAMA, PERJODOHAN DAN HARI PERKAWINAN DALAM MASYARAKAT BANJAR

Bagian ini membahas berbagai metode perhitungan yang digunakan oleh masyarakat Banjar untuk menentukan nama, jodoh, dan waktu pernikahan. Metode ini mencakup perhitungan aksara nama, di mana setiap huruf memiliki nilai numerik yang dapat mempengaruhi nasib seseorang. Pemahaman tentang metode ini sangat relevan dalam konteks pendidikan, karena dapat digunakan untuk mengajarkan siswa tentang budaya lokal dan pentingnya menghargai tradisi.

3.1. Perhitungan Aksara Nama Seseorang

Metode perhitungan aksara nama melibatkan penjumlahan nilai dari huruf dalam nama seseorang. Hal ini menunjukkan bagaimana masyarakat Banjar percaya bahwa nama dapat mempengaruhi nasib. Dalam konteks pendidikan, ini dapat digunakan untuk mengajarkan siswa tentang numerologi dan bagaimana budaya mempengaruhi pandangan terhadap identitas.

3.2. Perhitungan Aksara Nama untuk Perjodohan

Dalam menentukan jodoh, masyarakat Banjar melakukan perhitungan berdasarkan nama calon pasangan. Ini menunjukkan betapa pentingnya angka dalam budaya mereka. Pembelajaran tentang perjodohan ini dapat memberikan wawasan tentang nilai-nilai sosial dan tradisi yang ada di masyarakat, serta bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi keputusan penting dalam hidup.

IV. PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP MATEMATIKA MISTIK MASYARAKAT BANJAR

Bab ini membahas bagaimana perspektif Islam memandang praktik matematika mistik dalam masyarakat Banjar. Meskipun ada elemen mistis, banyak praktik yang masih berakar pada ajaran Islam. Dengan memahami perspektif ini, pembaca dapat melihat bagaimana tradisi lokal dapat berintegrasi dengan nilai-nilai agama. Ini penting dalam konteks pendidikan untuk memahami pluralisme dalam masyarakat.

V. PENUTUP

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya memahami tradisi babilangan dalam konteks budaya dan agama. Buku ini tidak hanya memberikan wawasan tentang praktik masyarakat Banjar, tetapi juga menyoroti nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, diharapkan bahwa pembaca dapat menghargai keragaman budaya dan memperkuat identitas lokal dalam pendidikan.

Referensi Dokumen

  • Ilmu Dakwah ( Toha Yahya Omar )
  • Primbon Akbar Mujarabat ( Muhsin Labib )

Gambar

Tabel III
Tabel VII
Tabel IX
Tabel XIII
+2

Referensi

Dokumen terkait