• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Cara Pengambilan Contoh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Cara Pengambilan Contoh"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PENELITIAN

Desain, Tempat dan Waktu

Penelitian mengenai perilaku penggunaan internet ini menggunakan desain cross sectional study dengan metode survey. Penelitian ini dilakukan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Kampus IPB Dramaga. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja, berdasarkan pertimbangan akan keterbatasan biaya penelitian, jarak peneliti dengan tempat penelitian dan kemudahan peneliti dalam menjangkau contoh. Selain itu Insitut Pertanian Bogor merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia dengan jumlah mahasiswa yang tidak sedikit yaitu 14.338 orang. Mahasiswa Intitut Pertanian Bogor banyak menggunakan internet untuk mencari informasi sebagai bahan pengerjaan tugas akademik. Terdapat beberapa tempat yang menyediakan fasilitas internet di dalam dan sekitar kampus. Di dalam kampus terdapat hotspot di beberapa lokasi yang menyediakan Wi-Fi (wireless fidelity) dengan menggunakan proxy tertentu dan warnet resmi kampus (lebih dikenal dengan sebutan cyber) yang juga tersebar di dalam kampus IPB. Di sekitar kampus banyak terdapat warnet. Selain itu kost/kontrakan di sekitar kampus juga telah memiliki fasilitas internet. Waktu penelitian termasuk persiapan, pencarian data sekunder, pengumpulan data primer, pengolahan dan analisis data serta penulisan laporan dilaksanakan dari bulan Desember 2009 hingga Januari 2011. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2010.

Cara Pengambilan Contoh

Contoh adalah mahasiswa Program Strata-1 Institut Pertanian Bogor yang masih aktif baik tingkat I, II, III dan IV dari seluruh fakultas yang ada pada saat penelitian berlangsung, yang terdiri dari Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokeran Hewan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Matematika dan IPA, Fakultas Ekonomi dan Manajemen serta Fakultas Ekologi Manusia.

Populasi penelitian berjumlah 14.338 orang. Data tersebut diperoleh berdasarkan data Akademik dan Jaminan Mutu (AJMP) IPB. Jumlah contoh yang diambil untuk penelitian adalah 100 orang. Jumlah ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Pengambilan contoh disesuaikan dengan proporsi dari masing-masing fakultas. Jumlah contoh dibagi menjadi sembilan kelompok sesuai dengan jumlah contoh mahasiswa tiap fakultas. Berikut adalah rumus

(2)

Slovin (Umar 2003) yang digunakan untuk menentukan jumlah contoh. Sedangkan jumlah contoh yang akan diambil dari masing-masing fakultas dapat dilihat pada Tabel 3.

Perhitungan jumlah sampel dalam penelitian sebagai berkut: n 14.338 1 14.338 0,1 n 14.338 14,39 n 99,99303 n 100

Tabel 3 Jumlah contoh yang diambil berdasarkan persentase setiap fakultas No. Fakultas Jumlah Mahasiswa (orang) Persentase (%) Jumlah Contoh (orang) 1 Pertanian 1.888 13,2 13 2 Kedokteran Hewan 677 4,7 5

3 Perikanan dan Ilmu Kelautan 1.637 11,4 12

4 Peternakan 975 6,8 7

5 Kehutanan 1.632 11,4 11

6 Teknologi Pertanian 1.756 12,2 12

7 Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Alam 2.864 20,0 20

8 Ekonomi dan Manajemen 1.768 12,3 12

9 Ekologi Manusia 1.141 8,0 8

Total 14.338 100,0 100

Metode pengambilan contoh dilakukan dengan non-probability sampling berupa convenience sampling, yaitu dengan cara memilih responden yang ditemui dan menanyakan kesediaannya untuk mengisi kuisioner. Responden yang dijadikan contoh pada penelitian ini ditemui di beberapa lokasi dalam lingkungan kampus IPB Dramaga, antara lain kantin GMSK, kantin Sapta, kantin Blue Corner dan Gymnasium IPB. Selain itu responden juga ditemui di lokasi kost sekitar kampus IPB Dramaga, antara lain Babakan Raya, Babakan Tengah, Babakan Lebak dan Perwira.

n

N

1

Ne²

Keterangan :

n = Jumlah contoh yang diambil N = Jumlah populasi

(3)

Jenis dan Cara Pengambilan Data

Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa kuisioner. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada contoh yang merupakan mahasiswa Program S1 IPB yang jumlahnya ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Secara rinci peubah, skala, contoh, alat dan cara pengukuran penelitian disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4 Pengukuran penelitian

No Variabel Skala Alat dan Cara

Pengukuran 1 Demografi contoh

- Jenis kelamin Nominal Kuisioner/wawancara

- Usia Rasio Kuisioner/wawancara

- Uang saku (Rp/bulan) Rasio Kuisioner/wawancara

- Fakultas Nominal Kuisioner/wawancara

- Semester Rasio Kuisioner/wawancara

- Asal daerah Nominal Kuisioner/wawancara

- Hobi Nominal Kuisioner/wawancara

2 Kepemilikan alat untuk akses internet Rasio Kuisioner/wawancara 3 Berlangganan internet setiap bulan Nominal Kuisioner/wawancara 4 Kepemilikan web pribadi Rasio Kuisioner/wawancara 5 Jumlah e-mail yang dimiliki Rasio Kuisioner/wawancara 6 Kepemilikan account situs jejaring sosial Rasio Kuisioner/wawancara 7 Biaya akses internet Rasio Kuisioner/wawancara 8 Jaringan telepon di sekitar tempat tinggal Rasio Kuisioner/wawancara 9 Jaringan internet di sekitar tempat tinggal Rasio Kuisioner/wawancara 10 Fasilitas internet di sekitar tempat tinggal Rasio Kuisioner/wawancara 11 Permintaan pihak lain untuk

menggunakan internet Rasio Kuisioner/wawancara 12 Intensitas mengakses internet dalam

satu minggu Interval Kuisioner/wawancara

13 Durasi akses Rasio Kuisioner/wawancara

14 Tempat mengakses internet Nominal Kuisioner/wawancara 15 Motif penggunaan internet Nominal Kuisioner/wawancara 16 Intensitas akses website umum Interval Kuisioner/wawancara 17 Intensitas akses website pribadi Interval Kuisioner/wawancara

18 Intensitas akses e-mail Interval Kuisioner/wawancara 19 Intensitas akses situs jejaring sosial Interval Kuisioner/wawancara

20 Intensitas akses internet untuk

mendapatkan bahan kuliah Interval Kuisioner/wawancara 21 Intensitas akses situs yang berkaitan

dengan pertanian Interval Kuisioner/wawancara 22 Intensitas akses situs pemerintah Interval Kuisioner/wawancara 23 Intensitas akses situs perusahaan Interval Kuisioner/wawancara 24 Intensitas akses situs yang berkaitan

dengan makanan Interval Kuisioner/wawancara

25 Intensitas akses situs yang berkaitan dengan hobi

Interval Kuisioner/wawancara 26 Intensitas akses internet banking Interval Kuisioner/wawancara

(4)

Data primer digunakan untuk mengetahui beberapa informasi antara lain demografi contoh, fasilitas internet di sekitar tempat tinggal contoh, kepemilikan perangkat akses internet, kepemilikan account di beberapa situs web, serta perilaku pengaksesan internet oleh contoh. Sedangkan data sekunder merupakan pelengkap dari data primer yang diperoleh melalui artikel-artikel dan jurnal-jurnal publikasi internet, serta studi pustaka dari berbagai literatur lain yang terkait dengan penelitian ini. Pengumpulan data sekunder ini bertujuan untuk lebih memahami permasalahan yang diteliti lebih mendalam.

Pengolahan dan Analisis Data

Data yang diperoleh akan dilakukan editing terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan pemindahan dari daftar pertanyaan ke dalam lembar tabulasi. Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, entrying, cleaning, serta analyzing dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel dan SPSS for Windows 16. Data variabel usia dan biaya pengeluaran akses internet memiliki beberapa kategori dimana setiap kategori diperoleh dari perhitungan rentang skala. Berikut rumus perhitungan rentang skala:

Untuk menganalisis data dalam peneltian ini akan digunakan beberapa metode, yaitu sebagai berikut:

1. Deskriptif

Tujuan menggunakan analisis deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir 2003). Informasi yang didapat kemudian dikelompokkan lalu diproses untuk melihat nilai rata-rata, nilai terbesar dan nilai terkecilnya. Metode ini digunakan untuk melihat sejumlah informasi mengenai demografi contoh, faktor internal, faktor eksternal, dan perilaku penggunaan internet oleh contoh. Demografi contoh berupa jenis kelamin, usia, uang saku, fakultas, semester, asal daerah dan hobi. Faktor internal berupa kepemilikan alat untuk mengakses internet, berlangganan internet setiap bulan, biaya akses internet, kepemilikan web pribadi, jumlah alamat e-mail yang dimiliki dan kepemilikan account situs jejaring sosial. Faktor

Kelas interval =

banyak kelas

(5)

eksternal berupa jaringan ketersediaan jaringan telepon dan internet di sekitar tempat tinggal, fasilitas akses internet di sekitar tempat tinggal serta permintaan pihak lain untuk menggunakan internet. Sedangkan informasi perilaku penggunaan internet berupa intensitas akses, durasi akses, tempat mengakses, motif penggunaan, serta perilaku menggunakan/mengakses web pribadi, e-mail, account situs jejaring sosial, situs pertanian, situs pemerintah, situs perusahaan, situs yang berkaitan dengan makanan, situs yang berkaitan dengan hobi dan pengaksesan internet banking.

2. Crosstabs

Crosstabs digunakan untuk menyajikan deskripsi data dalam bentuk tabel silang (crosstab) yang terdiri atas baris dan kolom. Crosstab dapat menampilkan hubungan antara dua atau lebih variabel serta menghitung ada-tidaknya hubungan antara sebuah variabel dalam baris dengan sebuah variabel lain dalam kolom. Ciri penggunaan crosstab adalah data input yang berupa nominal dan ordinal (Santoso 2008). Variabel yang dianalisis hubungannya menggunakan crosstabs adalah karakteristik (jenis kelamin, semester dan uang saku) dan faktor internal contoh (berlangganan internet setiap bulan, kepemilikan komputer/PC, kepemilikan laptop dan kepemilikan handphone yang dapat mengakses internet) dengan perilaku penggunaan internet. Variabel yang diletakkan pada kolom crosstab adalah (variabel terikat). Setiap variabel terikat ( , , , , dan ) dihubungkan dengan seluruh variabel bebas ( , , ,

, , dan ).

Pada terdapat empat sub-variabel yaitu saat minggu perkuliahan, saat minggu Ujian Tengah Semester, saat minggu Ujian Akhir Semester dan saat liburan. Jawaban “tidak mengakses” diberi skor nol (0), “satu sampai dua kali” diberi skor satu (1), “tiga sampai empat kali” diberi skor dua (2) dan “lebih dari empat kali” diberi skor tiga (3). Dengan demikian skor terendah pada adalah nol (0), sedangkan skor tertinggi adalah 12.

Pada (durasi) tidak terdapat sub-variabel. Jawaban “kurang dari satu jam” diberi skor satu (1), “satu sampai dua jam” diberi skor dua (2) dan “lebih dari dua jam” diberi skor tiga (3). Sehingga skor terendah pada adalah satu (1) dan skor tertinggi adalah tiga (3).

Pada terdapat tiga sub-variabel yaitu mengakses website umum, mengakses website pribadi dan mengakses e-mail. Jawaban “tidak pernah”

(6)

diberi skor nol (0), “jarang” diberi skor satu (1), “kadang-kadang” diberi skor dua (2), “sering” diberi skor tiga (3) dan “selalu” diberi skor empat (4). Dengan demikian nilai terendah pada adalah nol (0) dan nilai tertinggi adalah 12.

Nama sub-variabel pada adalah nama dari situs jejaring sosial yang diikuti contoh. Peneliti hanya melihat jumlah variabel saja tidak melihat nama sub-variabel. Hal ini dikarenakan jawaban akan nama situs jejaring sosial yang diikuti setiap contoh tidak selalu sama. Jumlah sub-variabel yang didapat dari hasil penelitian adalah tiga. Jawaban akan intensitas mengakses situs jejaring sosial sama seperti , yaitu “tidak pernah” (skor nol), “jarang” (skor satu), “kadang-kadang” (skor dua), “sering” (skor tiga) dan “selalu” (skor empat). Dengan demikian, nilai terendah pada adalah nol (0) dan nilai tertinggi adalah 12.

Adapun pada terdapat tujuh (7) sub-variabel, yaitu mengakses internet untuk mendapatkan bahan kuliah, mengakses situs yang berkaitan dengan pertanian, mengakses situs pemerintah, mengakses situs perusahaan, mengakses situs yang berhubungan dengan makanan, mengakses situs yang berkaitan dengan hobi dan mengakses internet banking. Jawaban pada pun sama seperti , yaitu “tidak pernah” (skor nol), “jarang” (skor satu), “kadang-kadang” (skor dua), “sering” (skor tiga) dan “selalu” (skor empat). Dengan demikian, nilai terendah adalah nol (0) dan nilai tertinggi adalah 28.

3. Chi-Square

Uji korelasi Chi-Square dipergunakan untuk mengukur asosiasi antar tabel dan kolom pada Crosstabs (Santoso 2008). Rumus untuk menghitung besarnya nilai Chi-Square adalah sebagai berikut (Santosa & Hamdani 2007).

Keterangan:

= nilai Chi-Square

= frekuensi sesungguhnya pada kolom dan baris tertentu = frekuensi yang diharapkan pada kolom dan tertentu

(7)

4. Regresi Linear Berganda

Regresi linear mengukur pengaruh satu variabel terhadap satu variabel lainnya. Menurut Sarwono (2006), regresi linear memperkirakan besarnya koefisien-koefisien yang dihasilkan dari persamaan linear, yang melibatkan satu variabel bebas untuk digunakan sebagai alat prediksi besarnya nilai variabel tergantung. Sarwono juga menyatakan bahwa syarat variabel bebas dan variabel tergantung harus berskala interval. Analisis regresi ini akan digunakan untuk melihat variabel-variabel karakteristik yang berpengaruh terhadap perilaku penggunaan internet. Berikut adalah persamaan regresi linear berganda (Siregar 2004).

(regresi Y atas X) Keterangan:

a, b = koefisien regresi yang nilainya ditentukan dari data

Persamaan regresi ditentukan berdasarkan nilai optimal dari varian regresi yang terjadi. Berdasarkan matematika, nilai ini dicapai apabila turunan pertama varian regresi teradap parameter yang ditaksir adalah nol (0). Varian regresi didefinisikan dalam rumus berikut (Siregar 2004).

Keterangan:

= variabel terikat

= intensitas akses internet selama satu minggu = durasi akses internet

= intensitas akses website umum, website pribadi dan e-mail = intensitas akses account situs jejaring sosial

= intensitas akses internet untuk mendapat bahan kuliah, situs yang berkaitan dengan pertanian, situs pemerintah, situs perusahaan, situs yang berkaitan dengan makanan, situs yang berkaitan dengan hobi dan internet banking

= variabel bebas .   ∑ ² 2   ∑ , . ² 2  

(8)

= jenis kelamin = semester

= uang saku setiap bulan

a, b = koefisien regresi yang nilainya ditentukan dari data = jumlah sampel

Turunan terhadap parameter a, adalah (Siregar 2004):

Pertanyaan mengenai frekuensi akses internet dalam satu minggu selama minggu perkuliahan sampai dengan minggu tenang memiliki empat pilihan jawaban, yaitu lebih dari empat kali (diberi skor 3), tiga sampai empat kali (diberi skor 2), satu sampai dua kali (diberi skor 1) dan tidak mengakses (diberi skor 0). Begitu pula dengan pertanyaan mengenai frekuensi akses internet dalam satu minggu selama Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester dan liburan. Skor dari keempat pertanyaan tersebut dijumlahkan sehingga diperoleh nilai variabel dengan ukuran skala interval. Variabel diperoleh dari skor jawaban pertanyaan mengenai durasi mengakses internet. Pertanyaan tersebut memiliki tiga pilihan jawaban yaitu lebih dari dua jam (diberi skor 3), satu sampai dua jam (diberi skor 2) dan kurang dari satu jam (diberi skor 1).

Pertanyaan mengenai frekuensi mengakses website umum memiliki lima pilihan jawaban yaitu tidak pernah (diberi skor 0), jarang (diberi skor 1), kadang-kadang (diberi skor 2), sering (diberi skor 3) dan selalu (diberi skor 4). Begitu pula dengan pertanyaan mengenai frekuensi mengakses website pribadi, e-mail, situs jejaring sosial, bahan kuliah melalui internet, situs yang berkaitan dengan pertanian, situs pemerintah, situs perusahaan, situs yang berkaitan dengan makanan, situs yang berkaitan dengan hobi dan internet banking. Untuk variabel

, skor dari pertanyaan mengenai frekuensi mengakses website umum, website pribadi dan e-mail dijumlahkan sehingga diperoleh ukuran skala interval. Untuk variabel , skor jawaban dari masing-masing nama situs jejaring sosial yang diungkapkan contoh kemudian dijumlahkan. Jenis pertanyaan nama situs jejaring sosial yang diikuti contoh adalah pertanyaan terbuka dimana contoh dapat menulis lebih dari satu nama situs jejaring sosial. Sedangkan variabel sama

2 ∑ . 1

(9)

seperti variabel . Skor dari pertanyaan mengenai frekuensi mengakses bahan kuliah melalui internet, situs yang berkaitan dengan pertanian, situs pemerintah, situs perusahaan, situs yang berkaitan dengan makanan, situs yang berkaitan dengan hobi dan internet banking dijumlahkan sehingga diperoleh nilai variabel

dengan ukuran skala interval.

5. Regresi Variabel Dummy

Menurut Santoso (2006), dummy variabel adalah variabel adalah yang digunakan untuk membuat kategori data yang bersifat kuantitatif (nominal). Regresi variabel dummy menggunakan variabel bebas yang mempunyai skala nominal dan digunakan untuk memprediksi variabel tergantung yang mempunyai skala interval (Sarwono 2006). Analisis regresi variabel dummy ini akan digunakan untuk melihat variabel-variabel faktor internal yang berpengaruh terhadap perilaku penggunaan internet. Persamaan regresi variabel dummy pada prinsipnya hanya menambah variabel dalam regresi linear (Asnawi & Wijaya 2005), yaitu :

(regresi atas )

= variabel terikat

= intensitas akses internet selama satu minggu = durasi akses internet

= intensitas akses website umum, website pribadi dan e-mail = intensitas akses account situs jejaring sosial

= intensitas akses internet untuk mendapat bahan kuliah, situs yang berkaitan dengan pertanian, situs pemerintah, situs perusahaan, situs yang berkaitan dengan makanan, situs yang berkaitan dengan hobi dan internet banking

= variabel bebas

= berlangganan internet setiap bulan = kepemilikan komputer/PC

= kepemilikan laptop

= kepemilikan handphone yang dapat mengakses internet

(10)

Definisi Operasional

Contoh adalah mahasiswa Program Strata-1 Institut Pertanian Bogor semester ganjil tahun ajaran 2009/2010.

Jenis kelamin adalah ciri biologis dari contoh yang dikategorikan menjadi laki-laki dan perempuan.

Usia adalah jumlah tahun yang sudah dilewati contoh dalam hidupnya.

Uang saku adalah jumlah nilai uang dalam satuan rupiah yang diterima contoh per bulan yang bersumber dari orangtua, saudara, beasiswa dan/atau bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai mahasiswa. Semester adalah tingkat pendidikan yang sedang ditempuh contoh selama

penelitian ini berlangsung yang dihitung dari pertama kali contoh masuk IPB.

Asal daerah adalah wilayah yang menjadi tempat tinggal tetap contoh.

Motif penggunaan adalah alasan dari diri sendiri yang mendorong contoh untuk menggunakan internet.

Kepemilikan alat untuk mengakses internet adalah ketersediaan alat yang dimiliki oleh contoh dalam menggunakan internet, dimana alat tersebut terdiri dari komputer, laptop dan handphone yang dapat mengakses internet.

Jaringan internet adalah ketersediaan jaringan internet di tempat tinggal contoh. Jaringan telepon adalah ketersediaan jaringan telepon di tempat tinggal contoh. Keberadaan warnet/hotspot adalah kemudahan jarak dan biaya pada contoh

dalam menjangkau warung internet ataupun hotspot di sekitar kampus dan tempat tinggal contoh.

Permintaan pihak lain untuk menggunakan internet adalah adanya faktor bukan dari diri contoh, yang menyebabkan contoh menggunakan internet. Intensitas akses dalam waktu satu minggu adalah banyaknya jumlah

penggunaan internet oleh contoh dalam kurun waktu tujuh hari. Intensitas dikategorikan menjadi empat yaitu tidak pernah, satu sampai dua kali, tiga sampai empat kali dan lebih dari empat kali.

Intensitas akses internet adalah banyaknya jumlah penggunaan internet oleh contoh untuk mengakses beberapa macam situs/web. Intensitas akses internet ini dikategorikan menjadi lima yaitu tidak pernah, jarang, kadang-kadang, sering dan selalu.

(11)

Durasi adalah lamanya contoh menggunakan internet per tiap akses dan dibedakan menjadi tiga ketegori, yaitu kurang dari satu jam, satu sampai dua jam dan lebih dari dua jam.

Tempat mengakses adalah lokasi yang biasanya digunakan contoh untuk menggunakan internet, antara lain di kampus dengan menggunakan wi-fi, di cyber kampus, di warnet dan di rumah/kost.

Web adalah halaman pada internet yang pernah diakses ataupun dimiliki oleh

contoh.

E-mail adalah salah satu layanan internet yang dimiliki contoh serta

memungkinkan untuk mengirimkan dan/atau menerima pesan dari/ke pemilik e-mail lain berupa tulisan, gambar dan/atau video.

Situs jejaring sosial adalah sebuah layanan di internet yang diikuti oleh contoh yang dapat memperluas pergaulan.

Situs pertanian adalah sebuah layanan pada internet yang berisi tentang berbagai informasi yang berkaitan dengan pertanian dan/atau produk pertanian.

Situs pemerintah adalah sebuah layanan pada internet yang berisi tentang berbagai informasi yang berkaitan dengan pemerintah baik pemerintah pusat, pemerintah daerah ataupun badan-badan yang dibentuk oleh pemerintah.

Situs perusahaan adalah sebuah layanan pada internet yang berisi tentang berbagai informasi yang berkaitan dengan perusahaan-perusahaan komersil baik perusahaan dalam negeri ataupun perusahaan luar negeri. Situs makanan adalah sebuah layanan pada internet yang berisi tentang

berbagai informasi yang berkaitan dengan kuliner dalam negeri maupun luar negeri. Informasi yang tersampaikan antara lain proses pembuatan makanan, bahan pembuat makanan, makanan olahan, asal wilayah dari suatu makanan dan variasi makanan terbaru.

Situs yang berkaitan dengan hobi adalah sebuah layanan pada internet yang berisi tentang berbagai informasi yang berkaitan dengan kegemaran responden.

Gambar

Tabel 4 Pengukuran penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Partisipasi dalam bentuk keterampilan dan kemahiran, ditunjukkan dengan adanya kemauan masyarakat untuk usaha kecil-kecilan yang menjual makanan dan minuman dalam

Untuk menyuguhkan tontonan yang mampu mengulas lebih dalam suatu kebudayaan dan memberikan pengetahuan yang lebih luas, Penulis memilih program dokumenter dalam

Desain penelitian sebagai rancangan atau gambaran yang dijadikan sebagai acuan dalam melakukan suatu penelitian.Penelitian ini adalah jenis penelitian yang bersifat

“Suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan suatu keuntungan yang tidak sesuai dengan kewajiban resmi dan hak-hak dari pihak-pihak lain, secara

Rumah pak Shohib, pak Tamzis dan juga mbah Munawaroh menggunakan bahan kayu untuk bagian bangunan yang ditampilkan atau yang diutamakan, seperti bagian depan dan

Dari hasil penggalian data umum (Grand Tour) yang didiskripsikan dalam bentuk ulasan umum tentang masyarakat Kudus kulon, kemudian dilanjutkan dengan bahasan yang

Bangunan ini berdasarkan pada struktur tata ruang tidak berbeda dengan struktur ruang tradisional Kudus, yaitu dalem sebagai pusat, jogosatru berada di depan dan

Pengamatan di RW.10 dan RW.07 Kelurahan Utan Kayu Utara Jakarta Timur selama penelitian dengan metode penangkapan umpan orang dalam dan penangkapan nyamuk sedang