PENERAPAN PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA
PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DI KELAS VIII C
SMP NEGERI 34 BATAM TAHUN PELAJARAN 2015/2016
AINUN DAULAYJalan Hang Kasturi Batu Besar, RT.3/RW.4, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, SMP Negeri 34 Batam
email : [email protected]
ABSTRAK
Pembelajaran IPA secara ideal seharusnya mengaktifkan dan mendorong siswa untuk bekerja secara ilmiah, selama ini pembelajaran IPA di SMP Negeri 34 Batam lebih banyak menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Realitas menunjukkan sebanyak 55 % nilai IPA di kelas VIII C dari hasil ulangan harian kurang dari KKM Individu yang ditentukan sekolah yaitu sebesar 75. Sedangkan rata-rata nilai kelas adalah 67,50. Ini menunjukkan bahwa selama ini prestasi belajar siswa di kelas VIII dalam mata pelajaran IPA masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya motivasi dan antusiasme siswa dalam belajar IPA. Sehingga Perlu di terapkan suatu strategi pembelajaran inovatif yang dapat menambah motivasi dan antusiasme siswa dalam belajar IPA yaitu strategi quantum teaching. Rumusan masalah yang harus dicarikan solusinya adalah bagaimana quantum teachingdapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada materi system pernapasan manusia. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII C SMP Negeri 34 Batam TP.2015/2016 dalam 2 siklus, pembelajaran dilakukan dalam bentuk pembelajaran quantum teaching ditandai dengan pengelompokan siswa, dengan urutan pembelajaran seperti biasa dan lebih ditekankan pada penerapan pembelajaran quantum
teaching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran quantum teaching terbukti
dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa kelas VIII C SMP Negeri 34 Batam. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan: 1) aktivitas siswa sebesar 17,5%; 2) hasil belajar siswa sebesar 15%; dan 3) respon siswa sebesar 12,5%. Berdasarkan analisis hasil penelitian tersebut, maka peneliti merefleksikan bahwa penerapan pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa.
Kata Kunci: Strategi Pembelajaran quantum teaching, motivasi dan prestasi siswa
ABSTRACT
Learning science ideally should enable and encourage students to work scientifically, during this learning science in SMP Negeri 34 Batam more use lecture and question and answer. Reality show as much as 55% of the value of science in class VIII C of daily test results is less than the prescribed KKM Individual school that is equal to 75. While the average value of the class is 67.50. This suggests that this achievement in class VIII student learning in science is still low. This is due to lack of motivation and enthusiasm of the students in learning science. So that should be applied an innovative learning strategies that can add to the motivation and enthusiasm of the students in learning science is quantum teaching strategies. The problems that have to look for a solution is how quantum teaching can improve students' motivation and achievement in the material of the human respiratory system. The research was conducted in class VIII C SMP Negeri 34 Batam TP.2015 / 2016 2 cycles, learning is done in the form of quantum teaching learning characterized by grouping students, the learning sequence as usual and more emphasis on the application of quantum teaching learning. The results showed that the application of quantum teaching learning shown to increase motivation and achievement of students of class VIII C SMP Negeri 34 Batam. It can be seen from the increase: 1) the student's activity amounted to 17.5%; 2) student learning outcomes by 15%; and 3) the students' responses at 12.5%. Based on the analysis of the results of the study, the researchers reflect that the application of quantum teaching learning can increase student motivation and achievement.
PENDAHULUAN
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (Depdiknas, 2006 : 5). Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.Pembelajaran IPAsecara idealseharusnya mengaktifkan dan mendorong siswa untuk bekerja secara ilmiah, selama ini pembelajaran IPA di SMP Negeri 34 Batamlebih banyak menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Realitas menunjukkan sebanyak 55 % nilai IPA di kelas VIIIC dari hasil ulangan harian kurang dari KKM Individu yang ditentukan sekolah yaitu sebesar 75. Sedangkan rata-rata nilai kelas adalah 67,50. Ini menunjukkan bahwa selama ini prestasi belajar siswa di kelas VIII dalam mata pelajaran IPA masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya motivasi dan antusiasme siswa dalam belajar IPA. Sehingga Perlu di terapkan suatu strategi pembelajaran inovatif yang dapat menambah motivasi dan antusiasme siswa dalam belajar IPA.
Salah satu jenis strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa secara aktif berpartisipasi dalam pembelajaran dan menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar adalah Pembelajaran dengan menerapkan strategiquantum teaching. Dalamquantum teaching, pembelajaran berusaha mengakomodir setiap bakat siswa atau dapat menjangkau setiap siswa sehingga diharapkan siswa dapat melibatkan seluruh emosinya dalam belajar.Menurut Bobby De Porter dalam buku quantum teaching(dalam Ani, 2003:3) menjelaskan quantum teaching adalah konsep yang menguraikan cara-cara baru dalam memudahkan proses belajar mengajar, lewat pemaduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yang terarah, apapun mata pelajaran yang diajarkan. Dengan menerapkan quantum teaching dalam pembelajaran IPA diharapkan dapat lebih menggairahkan suasana pembelajaran sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar yang pada akhirnya dapat melejitkan prestasi belajar.
Sehingga tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaranquantum teaching dapatmeningkatan motivasi belajardan meningkatkan prestasi siswa pada materi sistem pernafasanmanusia di kelas VIII C SMP Negeri 34 Batam. Selanjutnya hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberimanfaat bagi semua pihak, baik pihak guru, pihak siswa maupun untuk pihak sekolah yang bersangkutan.
Prestasi adalah pencapaian atau tingkat daya serap. Dalam Ensiklopedi Umum dijelaskan pengertian secara etimologis dari kata prestasi itu adalah Hasil yang dicapai dari yang dilakukan, dikerjakan. (Pringgodibyo, 1993:263). Maka prestasi belajar adalah pencapaian atau perolehan yang didapat setelah suatu kegiatan pembelajaran pada suatu periode tertentu. Prestasi itu lebih lanjut tercermin pada adanya perubahan.
Aspek-aspek prestasi belajar bisa dilihat dari beberapa sudut pandang. Dalam hal ini S. Bloom dalam Abdullah (2008:42)mengemukakan bahwa aspek-aspek itu meliputi aspek kognitif (pemahaman, kecerdasan),pshychomotor (aspek ketrampilan)dan afektif domain yakni sikap.Demikian menyangkut aspek-aspek prestasi belajar, suatu contoh prestasi yang berkenaan dengan prestasi belajar bidang study IPA tentu tinggallah mengaitkan dengan aspek-aspek tersebut misalnya dalam aspek kognitif ditandai dengan tingkat hafalan, pemahaman, analisis, sintesis, terhadap konsep-konsep IPA.Sedang afektif misalnya sikapnya yang sesuai dengan kaidah ilmiah seperti jujur, disiplin, rendah hati, menghargai orang lain dan lain sebagainya.Dalam kaitan prestasi bidang studiIPA ini justru antara aspek kognitif dan yang lainnya harus mempunyai suatu keseimbangan.
Quantum teaching menurut Bobby De Porter (2003:3)adalah konsep yang menguraikan cara-cara baru dalam memudahkan proses belajar mengajar, lewat pemaduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yang terarah, apapun mata pelajaran yang
diajarkan.Quantum teaching menjadikan segala sesuatu berarti dalam proses belajar mengajar, setiap kata, pikiran, tindakan asosiasi dan sampai sejauhmana mengubah lingkungan, presentasi dan rancangan pengajaran. Sebagaimana ungkapan di atas, Colin Rose (2002)juga berpendapat bahwa quantum teachingadalah panduan praktis dalam mengajar yang berusaha mengakomodir setiap bakat siswa atau dapat menjangkau setiap siswa.
Adapun tujuan quantum teaching menurut Bobby De Poter (2003:4) adalahuntuk meraih ilmu pengetahuan yang luas dengan berdasarkan prinsip belajar yang menyenangkan dan menggairahkan terdapat perbedaan antara tujuan dan prioritas. Tujuan merupakan hasil akhir yang ingin diraih. Sedangkan prioritas merupakan tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam mencapai tujuan. Menciptakan suasana yang dinamis dalam belajar, dengan memadukan berbagai unsur-unsurnya serta melakukan penggubahan, merupakan tahapan-tahapan untuk mencapai ilmu pengetahuan yang luas sebagai tujuan. Adapun prinsip quantum teaching adalah sebagai berikut:
1. Segalanya berbicara
Menurut Bobby De Porter(2003:7) segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh, dari kertas yang dibagikan hingga rancangan pelajaran, semuanya mengirim pesan tentang belajar.
2. Segalanya bertujuan
Semua yang terjadi dalam penggubahan kita, mempunyai tujuan. Oleh karena itu, Kathy Wagone (2004:7) membuat istilah yang memotivasi: “tetapkanlah sasaran tersebut agar bisa berprestasi setiap harinya”.
3. Pengalaman Sebelum Pemberian Nama
Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, proses yang paling baik terjadi ketika siswa telah mendapatkan informasi sebelum memperoleh kesimpulan dari apa yang mereka pelajari.
4. Akui Setiap Usaha
Belajar mengandung resiko. Belajar berarti keluar dari kenyamanan. Pada saat siswa mengambil langkah ini, mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka. Seperti kata Noelle C. Nelson (dalam Yulianto Rahmat, 2005:7) bahwa pujian atau penghargaan kepada seseorang atas karyanya memunculkan suatu energi yang membangkitkan emosi positif.
5. Jika Layak Dipelajari, Layak Pula Dirayakan
Perayaan adalah sarapan para pelajar juara. Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan minat dalam belajar. Sehubungan dengan itu, Gordon Dryden (2004:327) berpesan bahwa ingatlah selalu untuk merayakan setiap keberhasilan.
Quantum teaching merupakan salah satu jenis strategi pembelajaran yang berorientasi untuk meraih ilmu pengetahuan yang luas dengan berdasarkan prinsip belajar yang menyenangkan dan menggairahkan (Fun and Motivated Learning).
METODE PENELITIAN
Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas VIII C di SMP Negeri 34 Batamsejumlah 40 siswa pada materi sistem pernafasan manusia.Penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2015/2016.Kegiatan persiapan dilaksanakan bulan Agustus pada minggu ke 3, kemudian kegiatan penelitian dilaksanakan bulan Agustus pada minggu ke 4 dan bulan September minggu ke 1, selanjutnya kegiatan pengolahan data dilaksanakan pada bulan September minggu ke 2 dan terakhir kegiatan penyusunan PTK dilaksnakan pada bulan September minggu 3 dan minggu ke 4.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan terdiri dari 2 siklus dan tiap siklusnya terdiri dari 1 kegiatan tatap
muka, dengan masing-masing tatap muka selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit). Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hal ini dapat dilihat dalam Gb. 3.1 sebagai berikut:
Gambar 1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas (Suharsimi Arikunto dkk, 2007:9)
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: 1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); 2) Lembar Kegiatan Siswa (LKS); 3) Tes Formatif; 4) Lembar observasi aktivitas siswa; 5) Angket respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran.Setelah semua data terkumpul, kemudian dianalisis melalui 2 cara yaitu:
1. Data Hasil Belajar Siswa (Ranah Kognitif)
Data hasil belajar siswa dianalisis menggunakan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) dirumuskan sebagai berikut :
KKM Individu =
KKM Klasikal = x 100%
Dalam penelitian ini siswa dikatakan tuntas secara individual apabila skornya mencapai 75%. Ketuntasan klasikal dicapai apabila dalam satu kelas siswa yang tuntas secara individu minimal 85%.
2. Data hasil pengamatan
Data hasil pengamatan hasil belajar ranah afektif dan psikomotor :
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Siklus I
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan tindakan dilakukan dengan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, diantaranya :
1) Menyusun perangkat pembelajaran, yang terdiri dari : Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran Menyiapkan media pembelajaran
Membuat lembar kerja siswa
2) Menyusun pedoman pengamatan, yang terdiri dari : Perencanaan Pelaksanaan SIKLUS I Refleksi Pengamatan Perencanaan Refleksi Pelaksanaan SIKLUS II Pengamatan
?
Pedoman pengamatan aktivitas siswa Angket respon siswa
b. Pelaksanaan (Acting)
Kegiatan pembelajaran berpedoman pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Kegiatan Awal
Kegiatan belajar dimulai dengan salam kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan bahwa materi yang dipelajari hari ini tentang sistem pernafasan.
Guru memulai dengan pernyataan: ”sebelum kita mulai belajar IPA hari ini saya ingin bertanya apakah kalian kuat tidak bernafas dalam 10 menit?”
Guru menugaskan siswa untuk membentuk kelompok beranggotakan 4 – 5 orang dan setiap kelompok melakukan percobaan seperti yang ada pada LKS yaitu percobaan I. Dalam melakukan percobaan siswa masih terlihat canggung dan meminta bantuan dari guru.
2) Kegiatan Inti
Guru menugaskan masing-masing siswa dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan yang ada di LKS. Tampak beberapa siswa dalam kelompok mengerjakan dengan lancar tetapi ada yang kesulitan dalam mengerjakan soal yang telah diberikan dalam LKS.
Guru menugaskan masing-masing kelompok untuk memaparkan hasil dengan cara mengundi.
Masing-masing kelompok menyampaikan hasil pekerjaannya dengan diwakili oleh dua orang siswa. Saat sesi tanyajawab berlangsung siswa-siswi terdiam, sehingga guru harus menawarkan pertanyaan beberapa kali, baru kemudian terjadi tanya jawab. 3) Kegiatan Akhir
Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang materi yang telah dibahas untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi system pernafasan.
Guru bersama-sama siswa merayakan kesuksesan pembelajaran kali ini dengan bertepuk tangan dan bernyanyi bersama.
2.Siklus II
Pada siklus II ini peneliti tetap menggunakan pembelajaran dengan pendekatan quantum teachingpada pembelajaran IPA materi sistem pernafasan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan tindakan dilakukan dengan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, diantaranya :
1) Menyusun perangkat pembelajaran, yang terdiri dari : Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran Menyiapkan media pembelajaran
Membuat lembar kerja siswa
2) Menyusun pedoman pengamatan, yang terdiri dari : Pedoman pengamatan aktivitas siswa
Angket Respon siswa b. Pelaksanaan (Acting)
Kegiatan pembelajaran berpedoman pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Kegiatan belajar dimulai dengan salam kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan bahwa materi yang dipelajari hari ini tentang sistem pernafasan
Guru memulai dengan pernyataan : ”sebelum kita mulai belajar IPA hari ini, bu guru ingin bertanya apa yang terjadi jika seseorang kekurangan oksigen ?”
Guru menugaskan siswa untuk membentuk kelompok beranggotakan 4 – 5orang dan terbentuklah dan setiap kelompok melakukan percobaan seperti yang ada pada LKS. Dalam melakukan percobaan siswa sudah terlihat terampil dalam menggunakan peralatan.
2) Kegiatan Inti
Guru menugaskan masing-masing siswa dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan yang ada di LKS berdasarkan percobaan yang telah dilakukan. Tampak beberapa siswa dalam kelompok mengerjakan dengan lancar.
Guru menugaskan masing-masing kelompok untuk memaparkan hasil dengan cara mengundi.
Masing-masing kelompok menyampaikan hasil pekerjaannya dengan diwakili oleh dua orang siswa. Saat sesi tanyajawab berlangsung siswa-siswi terdiam, sehingga guru harus menawarkan pertanyaan beberapa kali, baru kemudian terjadi tanyajawab. 3) Kegiatan Akhir
Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang materi yang telah dibahas untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi sistem pernafasan pada manusia. Guru bersama-sama siswa merayakan kesuksesan pembelajaran kali ini dengan
bertepuk tangan dan bernyanyi bersama.
3. Pembahasan
Tabel 1. Persentase peningkatan aktivitas siswa siklus I dan II Data yg diperoleh Siklus 1
Frekuensi %
Siklus 2
Frekuensi % Peningkatan
∑ siswa yang tuntas 24 60 31 77,5 17,5%
Indikator ≥ 85 %
Dari tabel 1 diatas dapat dilihat secara jelas bahwa aktivitas siswa dengan menggunakan pembelajaran quantum teaching dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 17,5%. Hal ini disebabkan dengan pembelajaran quantum teaching siswa lebih memberi kesempatan siswa untuk aktif berdiskusi dan bekerjasama dalam kelompok.
Tabel 2. Presentase peningkatan hasil belajar siswa siklus I dan II Data yg diperoleh Siklus 1
Frekuensi %
Siklus 2
Frekuensi % Peningkatan
∑ siswa yang tuntas 26 65 36 90 15%
Indikator ≥ 85 %
Dari tabel 2. diatas dapat dilihat secara jelas bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran quantum teaching dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 15%. Hal ini disebabkan dengan pembelajaran quantum teaching siswa lebih termotivasi dalam belajar karena pembelajaran dikemas dengan menyenangkan, sehingga hasil belajar siswa meningkat.
Tabel 3. Presentase respon siswa siklus I dan II Data yg diperoleh Siklus 1
Frekuensi %
Siklus 2
Frekuensi % Peningkatan
∑ siswa yang tuntas 30 75 35 87,5 12,5%
Indikator ≥ 85 %
Dari tabel 3 diatas dapat dilihat secara jelas bahwa respon siswa dengan menggunakan pembelajaran quantum teaching dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 12,5%. Hal ini disebabkan dengan pembelajaran quantum teaching siswa lebih senang dalam belajar dan siswa juga merasa pembelajaran quantum teaching merupakan hal yang baru bagi mereka.
KESIMPULAN
1. Penerapan pembelajaranquantum teachingpada mata pelajaran IPA pada materi sistem pernapasan manusia di kelas VIII CSMP N 34 Batam dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan aktivitas siswasebesar 17,5% dari siklus I sebesar 60% menjadi 77,5% pada siklus II.
2. Penerapan pembelajaranquantum teachingpada mata pelajaran IPA materi sistem pernapasan pada manusia di kelas VIII CSMP N 34 Batam dapat meningkatkanmotivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 15% dari siklus I 65% menjadi 90% pada siklus II.
3. Penerapan pembelajaranquantum teachingpada mata pelajaran IPA materi sistem pernapasan pada manusia di kelas VIII CSMP N 34 Batam dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan respon siswa sebesar 12,5% dari siklus I 75% menjadi 87,5% pada siklus II.
4. Penerapanpembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran IPA materi sistem pernapasan pada manusia di kelas VIII CSMP N 34 Batam.
DAFTAR PUSTAKA
Abu Muhammad Ibnu Abdullah.(2008)Prestasi Belajar, (Online) (http://spesialistorch.com, diakses 25 Desember 2015).
AG. Pringgodibyo dkk. (1993). Ensiklopedi Umum, Yogyakarta : Yayasan Kanisuius Arikunto, Suharsimi. Dkk. (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi
Aksara
Bobby De Porter.(2003). Quantum teaching, Terjemahan oleh Ary Nilandari Cet. XI. Bandung: Kaifa
Depdiknas.(2006). Standar Kompetensi mata pelajaran IPA SD . Jakarta
Gordon Dryden. (2004). Revolusi Cara Belajar. Terjemahan Ari Nilandari Cet. VIII : Bandung: Kaifa
Kathy Wagone. (2004). Seni Meraih Sukses Sederhana,terjemahan oleh Arman Prayitno. Batam : Interaksara
Noelle C. Nelson, Jeannine L. Calaba, (2005). The Power of Appreciation. Terjemahan oleh Yulianto Rahmat. Jakarta: Buana Ilmu Populer