• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model 5E Pada Materi Ekologi Kelas X SMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model 5E Pada Materi Ekologi Kelas X SMA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

12 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model 5E Pada Materi Ekologi Kelas X SMA

Muh. Nasir

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran model 5E.

Pengembangan perangkat pembelajaran dilaksanakan dengan mengikuti langkah-langkah model Dick dan Carey. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan divalidasi dan diuji cobakan secara terbatas pada 10 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Woha Bima, Hasil uji ahli terhadap perangkat yang dikembangkan meliputi Silabus, RPP, PKS, LHKS, instrumen kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berargumen memenuhi kriteria sangat layak untuk digunakan dengan skor rata-rata sebesar 3,37 dengan kategori sangat baik. Respon siswa terhadap PKS dan LHKS sangat layak dengan rata-rata skor sebesar 3,73.

Kata Kunci: Model 5E, perangkat pembelajaran. PENDAHULUAN

Dalam lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, dinyatakan pembelajaran biologi di SMA bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) Membentuk sikap positif terhadap biologi dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa; (2) Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, objektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain; (3) Mengembangkan pengalaman untuk dapat mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis; (4) Mengembangkan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif dengan menggunakan

konsep dan prinsip biologi; (5)

Mengembangkan penguasaan konsep dan prinsip biologi dan saling keterkaitannya dengan IPA lainnya serta mengembangkan

pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri; (6) Menerapkan konsep dan prinsip biologi untuk menghasilkan karya teknologi sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan manusia; 7) Meningkatkan kesadaran dan berperan serta dalam menjaga kelestarian lingkungan.

IPA berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistimatis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga

merupakan suatu proses penemuan.

Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek

pengembangan lebih lanjut dalam

menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi

(2)

13 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014 dan memahami alam sekitar secara ilmiah.

Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

Salah satu model pembelajaran yang potensial untuk membantu siswa agar terlibat aktif dalam kegiatan belajar adalah model 5E (Bass et al, 2009). Model 5E merupakan suatu model yang terdiri dari lima tahapan, yaitu

engage, exsplore, explain, elaborate, dan evaluate. Setiap tahap model 5E bertujuan

untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Dasna dan Sutrisno (2005) menyatakan bahwa dalam model 5E siswa mengembangkan pemahamannya terhadap suatu konsep dengan kegiatan mencoba (hand-on activities)

sebelum diperkenalkan dengan kata-kata melalui diskusi atau memperoleh informasi dari buku. Oleh sebab itu, model 5E juga dapat mengembangkan keterampilan proses siswa,

memberi kesempatan kepada mereka

melakukan percobaan sains secara langsung dan membuat pembelajaran bermakna.

Untuk memfasilatis hal tersebut, maka dalam penelitian ini perlu dilakukan kegiatan

pengembangan perangkat pembelajaran

biologi model 5E, perangkat yang

dikembangkan meliputi silabus, RPP, PKS, LHKS, instrumen kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berargumen yang memuat langkah-langkah pendekatan saintifik.

Perangkat yang dikembangkan diharapkan dapat digunakan oleh guru sebagai media pengembangan yang efektif dan efisien. Selain itu, juga dapat digunakan oleh siswa sebagai sumber belajar sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi, memotivasi siswa dalam belajar, dan ajang berlatih untuk belajar mandiri dalam memahami konsep-konsep biologi.

Berdasarkan atas permasalahan

tersebut tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan Perangkat pembelajaran model 5E yang layak.

METODE

Perangkat pembelajaran model 5E dalam penelitian ini dikembangkan dengan mengikuti model Dick & Carey (2001) yang terdiri dari sepuluh tahap dengan tujuan untuk

menghasilkan prototype perangkat

pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa. Komponen perangkat yang dikembangkan terdiri atas Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Petunjuk Kerja Siswa (PKS), Lembar Hasil Kerja Siswa (LHKS), instrumen kemampuan berpikir kritis dan instrumen kemampuan berargumen. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 10 orang siswa SMA Negeri 1 Woha Bima.

Data kualitatif yang dikumpulkan berdasarkan penilaian kelayakan perangkat oleh ahli mencakup empat kategori yakni: 4

(3)

14 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014 untuk kategori sangat layak, 3 untuk kategori

layak, 2 untuk kategori kurang layak dan 1 untuk kategori tidak layak. Adapun aspek-aspek yang diamati dan dinilai oleh validator berdasarkan instrumen lembar validasi yang dibuat peneliti pada masing-masing perangkat pembelajaran, yaitu: (a) Silabus, terdiri dari: isi yang disajikan, bahasa, dan Waktu; (b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), terdiri dari: perumusan tujuan pembelajaran, isi yang disajikan, bahasa, dan waktu; dan (c) Lembar Kerja Siswa (PKS dan LHKS), terdiri dari: isi yang disajikan dan bahasa. Selanjutnya, data penilaian kelayakan masing-masing perangkat pembelajaran ditabulasi dan dihitung rata-rata skor, kemudian diubah menjadi nilai dalam bentuk kriteria. Adapun kriteria tersebut dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini Widoyoko (2012):

Tabel 1. Kriteria Nilai Rerata Total Skor Masing-Masing Komponen

Nilai Interval Skor Kategori

A 3,26 – 4,00 Sangat Layak

B 2,51 – 3,25 Layak

C 1,76 – 2,50 Kurang Layak

D 1,00 – 1,75 Tidak Layak

Nilai kelayakan produk dalam

penelitian ini ditetapkan minimal “B” kriteria layak. Dengan demikian, hasil penilaian

validator jika memberi hasil akhir “B” atau layak, maka produk pengembangan layak digunakan dalam uji coba produk. Namun sebelum di uji coba, terlebih dahulu masing-masing perangkat pembelajaran tersebut di revisi sesuai dengan komentar/saran yang dikemukakan diakhir lembar validasi perangkat

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perangkat pembelajaran yang terdiri

atas Silabus, Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP), Petunjuk Kerja Siswa (PKS), Lembar Hasil Kerja Siswa (LHKS) dan instrumen yang digunakan dalam penelitian, sebelum digunakan telah mengalami proses validasi oleh 3 orang ahli. Skor penilaian

kelayakan perangkat mengacu pada

Widoyoko, 2012, yaitu: nilai 3,26-4,00, kategori sangat layak; 2,51-3,25, kategori layak; 1,76-2,50, kategori kurang layak; 1,00-1,75, kategori tidak layak. Adapun hasil validasi ahli terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Silabus

Ringkasan hasil penilaian kelayakan dari silabus disajikan dalam Tabel 2 berikut:

(4)

15 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014 Tabel 2 Hasil Validasi Silabus

No Aspek yang dinilai Skor rata-rata Kategori

1 Kesesuaian antara kompetensi dasar dengan materi pokok 3,33 Sangat layak

2 Kesesuaian antara kompeteni dasar dengan indikator 3.33 Sangat layak

3 Kesesuaian antara materi pokok dengan indikator 3.33 Sangat layak

4 Kesesuaian antara indikator dengan pengalaman belajar 3.00 Sangat layak

5 Kesesuaian antara pengalaman belajar dengan instrumen penilaian

3.33 Sangat layak

6 Kesesuaian antara pengalaman belajar dengan sumber belajar 3.33 Sangat layak

7 Kesesuaian antara pengalaman belajar dengan alokasi waktu 3.33 Sangat layak

8 Bahasa yang digunakan komunikatif dan mudah dipahami 3.67 Sangat layak

9 Bahasa yang digunakan sesuai dengan sasaran pengguna 3.33 Sangat layak

Rata-rata 3,33 Sangat layak

Tabel 2 menunjukkan rata-rata skor penilaian kelayakan silabus dari tiga validator adalah sebesar 3,33, nilai rata-rata tersebut berada pada kategori sangat layak. Dari sembilan aspek yang dinilai, delapan aspek mendapatkan kategori sangat layak, dan satu aspek mendapatkan kategori layak, yaitu aspek kesesuaian antara indikator dengan pengalaman belajar, aspek ini mendapatkan koreksi dan saran perbaikan dari para validator, yaitu perlunya mengintegrasikan langkah-langkah model 5E dengan pendekatan saintifik dalam pengalaman belajar siswa dan

disesuaikan dengan indikator yang ingin dicapai.

Berdasarkan koreksi dan saran dari validator dilakukan perbaikan terhadap aspek

kesesuaian antara indikator dengan

pengalaman belajar, perbaikan yang dilakukan adalah mengintegrasikan langkah model 5E (engage, explore, explain, elaborate, dan

evaluasi) ke dalam pendekatan saintifik

(mengamati, menanya, mencoba, menalar,

menyimpulkan dan menyajikan) dalam

kegiatan pengalaman belajar.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Tabel 3 Hasil Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

No Aspek yang dinilai Skor rata-rata Kategori

1 Kelengkapan komponen RPP 4.00 Sangat layak

2 Sistematika susunan RPP 3.67 Sangat layak

3 Kejelasan rumusan indikator dan tujuan pembelajaran 3.33 Sangat layak

4 Kesesuaian indikator dengan tujuan pembelajaran 3.33 Sangat layak

5 Kesesuaian antara langkah pembelajaran dengan model 5E menggunakan

pendekatan saintifik

3.00 Sangat layak

6 Kesesuaian antara langkah pembelajaran dengan penggunaan LHKS 3.33 Sangat layak

7 Kesesuaian antara langkah pembelajaran dengan alokasi waktu 3.33 Sangat layak

8 Kesesuaian antara sumber belajar dengan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa 3.00 Sangat layak

9 Bahasa yang digunakan komunikatif dan mudah dipahami 3.33 Sangat layak

10 Bahasa yang digunakan sesuai dengan sasaran pengguna 3.33 Sangat layak

(5)

16 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014 Tabel 3 menunjukkan rata-rata skor

penilaian kelayakan RPP dari tiga validator adalah sebesar 3,37, skor rata-rata tersebut berada pada kategori sangat layak, Dari sebelas aspek yang dinilai, sembilan aspek mendapatkan kategori sangat layak, dan dua aspek mendapatkan kategori layak, yaitu aspek kesesuaian antara langkah pembelajaran dengan model 5E menggunakan pendekatan saintifik, dan aspek kesesuaian antara sumber belajar dengan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa, kedua aspek ini mendapatkan saran perbaikan dari para validator, saran perbaikan yang dimaksud adalah: (1) perlunya pengintegrasian antara langkah pendekatan saintifik ke dalam langkah-langkah model 5E dalam pengalaman belajar siswa, (2) perlu adanya penambahan sumber belajar.

Berdasarkan koreksi dan saran dari validator dilakukan perbaikan terhadap aspek

kesesuaian antara langkah pembelajaran dengan model 5E menggunakan pendekatan saintifik, dan aspek kesesuaian antara sumber belajar dengan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa, perbaikan yang dilakukan adalah: (1) mengintegrasikan pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyimpulkan dan menyajikan ke dalam langkah model 5E (engage, explore, explain,

elaborate, dan evaluasi) dalam kegiatan

pengalaman belajar, (2) penambahan sumber belajar yang digunakan, semula hanya menggunakan buku teks pelajaran biologi dan LKS model 5E kemudian dilengkapi dengan gambar dan ekosistem kolam dan sawah pada lingkungan sekolah yang disesuaikan dengan kegiatan belajar siswa.

3. Petunjuk Kerja Siswa

Tabel 4 Hasil Validasi Petunjuk Kerja Siswa (PKS)

No Aspek yang dinilai Skor

rata-rata

Kategori

1 Kesesuaian antara PKS dengan indikator 3.33 Sangat layak

2 Kejelasan kalimat petunjuk pengerjaan 3.33 Sangat layak

3 Kesesuaian antara persoalan yang diangkat dengan tingkat kognitif siswa 3.00 Layak

4 Kemenarikan tampilan dan gambar pada PKS 3.33 Sangat layak

5 Kesesuaian PKS untuk memfasilitasi siswa berpikir kritis dan berargumen 3.33 Sangat layak 6 Kesesuaian PKS untuk membangkitkan motivasi/minat/rasa ingin tahu 3.33 Sangat layak

7 Kesesuaian antara gambar dengan uraian materi 3.33 Sangat layak

8 Bahasa yang digunakan komunikatif dan mudah dipahami 3.67 Sangat layak

9 Bahasa yang digunakan sesuai dengan sasaran pengguna 3.00 Layak

Rata-rata 3,30 Sangat layak

Tabel 4 menunjukkan rata-rata skor penilaian kelayakan Petunjuk Kerja Siswa

(PKS) dari tiga validator adalah sebesar 3,37, nilai rata-rata tersebut berada pada kategori

(6)

17 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014 sangat layak. Dari sembilan aspek yang dinilai,

tujuh aspek mendapatkan kategori sangat layak, dan dua aspek mendapatkan kategori layak, yaitu aspek kesesuaian antara persoalan yang diangkat dengan tingkat kognitif siswa, dan aspek bahasa yang digunakan sesuai dengan sasaran pengguna, kedua aspek ini mendapatkan saran perbaikan dari validator, saran perbaikan yang dimaksud adalah: (1) kegiatan belajar pada PKS disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari siswa (2) redaksi kalimat dan urutan prosedur kerja PKS 01 diperbaiki,

Berdasarkan koreksi dan saran dari validator dilakukan perbaikan terhadap aspek kesesuaian antara persoalan yang diangkat dengan tingkat kognitif siswa, dan aspek

bahasa yang digunakan sesuai dengan sasaran pengguna, perbaikan yang dilakukan adalah: (1) mengganti bahan untuk pengamatan 01 pengaruh pH terhadap pernapasan ikan yang semula menggunakan air cuka diganti dengan menggunakan air limbah tahu, kemudian pada pengamatan 02 identifikasi pengaruh CO2 terhadap fotosintesis diganti dengan pengamatan gambar saling ketergantungan dalam ekosistem, (2) posedur kerja PKS 01

dilakukan perbaikan yang semula

menggunakan sebelas langkah, diringkas menjadi delapan langkah, pengurangan langkah kerja ini untuk lebih memudahkan siswa dalam memahami prosedur kerja. 4. Lembar Hasil Kerja Siswa (LHKS)

Tabel 5 Hasil Validasi Lembar Hasil Kerja Siswa (LHKS)

No Aspek yang dinilai Skor

rata-rata

Kategori

1 Kesesuaian antara LHKS disajikan dengan PKS 3.67 Sangat layak

2 Kemenarikan tampilan dan gambar pada LHKS 3.33 Sangat layak

3 Kesesuaian LHKS untuk memfasilitasi siswa berpikir kritis dan berargumen

3.33 Sangat layak

4 Kesesuaian kolom jawaban dengan soal 3.67 Sangat layak

5 Bahasa yang digunakan komunikatif dan mudah dipahami 3.67 Sangat layak

6 Bahasa yang digunakan sesuai dengan sasaran pengguna 3.33 Sangat layak

Rata-rata 3,50 Sangat layak

Tabel 5 menunjukkan rata-rata skor penilaian kelayakan silabus dari tiga validator adalah sebesar 3,37, skor rata-rata tersebut berada pada kategori sangat layak. Dari enam aspek yang dinilai semuanya mendapat kategori sangat layak, walaupun demikian LHKS masih mendapat koreksi dan saran perbaikan dari validator, koreksi dan saran

yang dimaksud adalah: (1) urutan kegiatan sebaiknya didahulukan masalah baru tujuan (2) warna tabel pengamatan sebaiknya jangan terlalu mencolok.

Berdasarkan koreksi dan saran dari validator dilakukan perbaikan terhadap LHKS, perbaikan yang dilakukan adalah: (1) perubahan urutan kegiatan yang semula

(7)

18 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014 menampilkan tujuan pengamatan terlebih

dahulu kemudian diganti dengan masalah percobaan sebagai urutan pertama, baru dikuti tujuan percobaan, pengurutan ini agar sesuai dengan prosedur metode ilmiah, (2) warna tabel hasil pengamatan LHKS 02 yang semula

berwarna hijau diganti dengan warna putih sehingga tulisan mudah untuk dibaca.

5. Instrumen Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Berargumen

Ringkasan hasil penilaian kelayakan dari instrumen penelitian dapat dilihat pada Tabel 6 berikut:

Tabel 6 Hasil Validasi Instrumen Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Berargumen

N o

Aspek yang dinilai Kemampuan

Berpikir Kritis

Kemampuan Berargumen

Kategori

1 Kesesuaian antara soal dengan indikator pembelajaran 3.33 3.33 Sangat layak

2 Kesesuaian antara soal dengan indikator 3.33 3.33 Sangat layak

3 Kesesuaian antara soal dengan pengalaman belajar yang telah dilakukan

3.33 3.33 Sangat layak

4 Keterkaitan antara item soal ganjil (akibat) dan item soal genap (sebab)

- 3.33 Sangat layak

5 Kejelasan kalimat soal 3.67 3.33 Sangat layak

6 Kesesuaian antara data, gambar, atau tabel dengan inti pertanyaan

3.33 3.33 Sangat layak

7 Kejelasan kalimat petunjuk pengerjaan soal 3.33 3.33 Sangat layak

8 Bahasa yang digunakan komunikatif dan mudah dipahami

3.67 3.33 Sangat layak

9 Bahasa yang digunakan sesuai dengan sasaran pengguna

3.33 3.33 Sangat layak

Rata-rata 3,42 3,33 Sangat layak

Berdasarkan data pada Tabel 6 hasil penilaian yang dilakukan para ahli terhadap instrumen kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berargumen menunjukkan bahwa instrumen mendapatkan penilaian dengan skor rata-rata sebesar 3,43 untuk instrument kemampuan berpikir kritis dan 3,33 untuk instrument kemampuan beragumen, skor rata-rata yang diperoleh kedua instrumen berada pada kategori sangat layak, sehingga instrumen layak digunakan dalam penelitian.

Walaupun demikian instriumen masih

mendapat koreksi dan saran perbaikan dari validator, koreksi dan saran yang dimaksud

adalah: (1) soal kemampuan berargumen nomor 11 dan 12 belum terkait dengan baik, (2) perlu adanya penambahan kolom alasan untuk soal kemampuan berargumen (3) redaksi kalimat butir soal nomor 1b dan 1c kemampuan berpikir kritis diperbaiki.

Berdasarkan koreksi dan saran dari validator dilakukan perbaikan terhadap instrumen, perbaikan yang dilakukan adalah: (1) mengganti soal kemampuan berargumen nomor 11 dan 12 dengan butir soal yang baru, (2) soal kemampuan berargumen dilakukan penambahan kolom alasan, yang awalnya hanya memuat soal akibat sebab, dan (3)

(8)

19 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014 dilakukan perbaikan redaksi soal nomor 1b

yang awalnya menggunakan kata diatas diganti dengan kata disamping, semantara soal nomor 1c yang awalnya mengunakan perintah “berikan kesimpulan terkait data disamping” kemudian diganti redaksinya menjadi

“kesimpulan apa yang bisa diambil terkait grafik disamping”

Rekapitulasi hasil validasi kelayakan

perangkat pembelajaran yang telah

dikembangkan disajikan dalam Tabel 7 berikut:

Tabel 7 Rekapitulasi Hasil Penilaian Perangkat Pembelajaran

No Perangkat Pembelajaran Nilai Rata-rata Kualifikasi

1. 2. 3. 4. 5. 6. Silabus

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Petunjuk Kerja Siswa

Lembar Hasil Kerja Siswa Tes Kemampuan Berpikir Kritis Tes Kemampuan Berargumen

3.30 3.37 3.30 3.50 3.42 3.33 Sangat layak Sangat layak Sangat layak Sangat layak Sangat layak Sangat layak

Rata-rata 3,37 Sangat layak

Hasil data pada Tabel 7. menunjukkan bahwa skor rata-rata perangkat pembelajaran yang dikembangkan sebesar 3,37, skor ini berada pada kategori sangat layak, ini berarti bahwa seluruh perangkat pembelajaran yang

dikembangkan layak digunakan dalam

penelitian.

Hasil ini sesuai dengan Indriyani (2013), Purnama (2014) menunjukkan bahwa RPP yang dikembangkan baik dan layak digunakan dengan. Hasil penelitian serupa oleh Sari (2013) menunjukan bahwa hasil pengembangan LKS model 5E memiliki kategori baik dan layak. Indriyani (2013)

menunjukan bahwa LKS ditinjau dari aspek kelayakan isi, aspek kebahasaan, aspek penyajian dan aspek kegrafikan secara keseluruhan baik dan layak digunakan. Shofiyah (2013) menunjukkan bahwa LKS efektif untuk menumbuhkan penalaran ilmiah siswa.

Uji kelompok kecil terhadap perangkat yang telah dikembangkan diujikan pada 10 orang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Woha Bima untuk memberikan tanggapan terhadap Lembar Kerja Siswa (PKS dan LHKS). Hasil uji kelompok kecil di sajikan pada Tabel 8 sebagai berikut:

(9)

20 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014 Tabel 8 Rekapitulasi Tanggapan Siswa Terhadap Lembar Kerja Siswa (PKS dan

LHKS) Pada Uji Kelompok Kecil

No Aspek yang dinilai Skor Rata-rata Kategori

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

LKS dapat membangkitkan motivasi/minat/rasa ingin tahu saya LKS dapat membuat saya lebih aktif bekerja dalam kelompok LKS dapat mempermudah memahami materi mata pelajaran biologi LKS dapat meningkatkan kemampuan berfikir berdasarkan hasil percobaan. LKS dapat meningkatkan kemampuan mencari sebab dan akibat suatu fenomena

LKS yang digunakan sesuai dengan persoalan yang ada dilingkungan sekitar

LKS dapat memfasilitasi siswa berpikir kritis dan berargumen Soal-soal tes yang diberikan sesuai dengan materi yang diajarkan Tampilan dan gambar LKS sangat menarik

Bahasa yang digunakan dalam LKS mudah dipahami

3,5 3,9 3,7 3,8 3,7 3,8 3,5 3,8 3,8 3,8 Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik

Jumlah rata-rata 3,73 Sangat baik

Tabel 8. yang disajikan diatas menunjukkan bahwa penggunaan Lembar Kerja Siswa (PKS dan LHKS) mendapatkan respon sangat baik untuk digunakan pada proses pembelajaran. Komentar dan saran dari hasil uji yaitu: (1) penampilan dan isinya sangat baik, (2) sangat menarik dan mudah dipahami, (3) bahasa, warna dan gambar sudah

menarik, (4) background sebaiknya

dihilangkan. Hasil uji coba kelompok kecil digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk penyempurnaan perangkat pembelajaran pada uji lapangan. Revisi yang telah dilakukan sebelum uji lapangan yaitu menghilangkan

background yang berwarna biru pada Petunjuk

Kerja Siswa (PKS).

Hasil pengamatan keterlaksanaan

langkah-langkah perangkat model

pembelajaran 5E oleh observer dari 5 (lima) kali pertemuan disajikan pada Tabel 9 sebagai berikut:

Tabel. 9 Hasil Observasi Keterlaksanaan RPP

Petemuan ke Rata-rata Kategori

I 4,00 Sangat baik

II 4,00 Sangat baik

III 3.90 Sangat baik

IV 3.90 Sangat baik

V 3.90 Sangat baik

Rata-rata 3,94 Sangat baik

Tabel 9 di atas menunjukkan

keterlaksanaan RPP pada pertemuan I sampai IV untuk penggunaan perangkat pembelajaran model 5E telah dilakukan dengan sangat baik. Hal ini berarti proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Respon Siswa Terhadap Pembelajaran dengan Menggunakan Perangkat Model 5E pada materi ekologi diperoleh dengan menggunakan angket respon siswa dan diberikan setelah berakhirnya prosesn pembelajaran. Data yang diperoleh disajikan dalam Tabel 10 sebagai berikut:

(10)

21 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014

Tabel 10 Rekapitulasi Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Menggunakan

Perangkat Model 5E

No Aspek yang dinilai Skor Rata-rata Kategori

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Saya menjadi termotivasi selama mengikuti kegiatan pembelajaran

LKS dapat membuat saya lebih aktif bekerja dalam kelompok

Saya diberikan kesempatan secara lisan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan

Saya lebih aktif bekerja dalam kelompok selama kegiatan pembelajaran.

Saya memahami dengan jelas bahasa pada kalimat Petunjuk Kegiatan Siswa (PKS)

Saya memahami dengan jelas kalimat soal pada Petunjuk Kegiatan Siswa (PKS) dan soal tes

LHKS yang digunakan selama kegiatan pembelajaran membangkitkan motivasi/minat/rasa ingin tahu saya LHKS yang digunakan selama kegiatan pembelajaran menarik

Soal-soal tes yang diberikan sesuai dengan materi yang diajarkan selama kegiatan pembelajaran

Saya menjadi lebih mampu berpikir kritis dan berargumen setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran menyenangkan 3,95 3,85 3,74 3,88 3,76 3,73 3,94 3,91 3,92 3,82 3,88 Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik

Jumlah rata-rata 3,85 Sangat baik

Tabel 10. yang disajikan diatas menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran model 5E adalah sangat baik, hal ini ditunjukkan oleh rata-rata nilai skor yang diberikan siswa sebesar 4,3, skor ini berada pada kategori sangat setuju dari kriteria skor yang dibuat (3,26-4,00, sangat baik; 2,51-3,25, baik; 1,76-2,50, kurang baik; 1,00-1,75, tidak baik), artinya penggunaan perangkat pembelajaran model 5E memberikan dampak positif kepada siswa dalam mempelajari materi ekologi.

KESIMPULAN

Perangkat pembelajaran model 5E yang dikembangkan meliputi silabus, RPP, LKS (PKS dan LHKS), instrumen kemampuan berpikir kritis dan instrumen kemampuan berargumen. Karakteristik silabus yang dikembangkan terletak pada kegiatan pemberian pengalaman belajar siswa yang memuat tahapan model 5E (Engage, Explore,

Explain, Elaborate, dan Evaluasi) dan memuat

indikator pembelajaran kemampuan berpikir

kritis dan kemampuan berargumen.

Karakteristik RPP terletak pada kegiatan pembelajaran yang disusun berdasarkan tahapan model pembelajaran 5E yang memuat langkah-langkah saintifik (mengamati,

(11)

22 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 2 November 2014 menanya, mencoba, menalar, menyimpulkan

dan menyajikan) untuk meningkatkan

kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berargumen siswa. Karakreistik LKS (PKS dan LHKS) yaitu materi pengamatan memuat konteks permasalahan yang dekat dengan kehidupan di sekitar siswa, dan dirancang mengikuti tahapan model 5E, komponen PKS

meliputi judul pengamatan, masalah

pengamatan, tujuan, prosedur pengamatan yang memuat alat dan bahan dan langkah kerja, bahan diskusi, dan kesimpulan. Sementara Instrumen kemampuan berpikir kritis dan instrumen kemampuan berargumen memiliki karakteristik yaitu memuat indikator kemampauan berpikir kritis dan kemampuan berargumen. Hasil penilaian perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran biologi khususnya pada materi ekologi

Keterlaksanaan sintaks pembelajaran selama berlangsungnya pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran model 5E pada materi ekologi telah dilakukan dengan sangat baik. Hal ini berarti proses

pembelajaran sesuai dengan Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran.

Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran model 5E adalah sangat baik, hal ini

ditunjukkan oleh rata-rata skor yang diberikan siswa sebesar 4,3

DAFTAR PUSTAKA

Bass, J. EContat, T.L. and Carin, A. A. 2009.

Teaching Science as Inquiry. Boston:

Pearson.

Dasna, I.W dan Sutrisno. 2005. Model-model

Pembelajaran Konstruktivistik dalam Pengajaran Sains/ Kimia. Malang:

Universitas Negeri Malang. Dick,W, Carey, L, Carey, J.O. 2001. The

Systematic Design of Instruction.

United States: Addison-Wesley Education Publisher.

Indriyani.,R.I. 2013. Pengembangan LKS

Berbasis Siklus Belajar (Learning Cycle) 7E Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa SMA Kelas X Pokok Bahasan Elektromagnetik. Tesis. FKIP.Yogyakarta.

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi

Sari.,S.I 2013. Pengembangan Lembar

Kegiatan Siswa Beroreantasi Model Learning Cycle 5E pada Materi Ekosistem. Jurnal Unesa BioEdu

vol.2/No.1/Januari.

Shofiyah, N., Supardi, Jatmiko. 2013.

Mengembangkan Penalaran Ilmiah (Scientific Reasoning) Siswa Melalui Model Pembelajaran 5E pada Siswa Kelas X SMAN 15 Surabaya. Jurnal

Pendidikan IPA Indonesia.

Widoyoko E.P. 2012. Tehnik Penyusunan

Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tabel 5, validator ahli media yang memiliki jumlah skor 45 dengan rata-rata 3,75 yang dikategorikan sangat layak yang didapat dari seluruh penjumlahan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan yaitu RPP, LKPD dan THB masuk dalam kategori valid, praktis, dan efektif sehingga layak

Berdasarkan hasil validasi RPP yang disajikan dalam Tabel 1, dapat diketahui bahwa RPP memperoleh skor rata-rata • GDQ WHUPDVXN GDODP NDWHJRUL YDOLG 6NRU UDWD - rata

Dan berdasarkan hasil ujicba bahwa media pembelajaran layak digunakan dengan rata-rata skor penilaian kelayakan dari ahli materi mencapai rata-rata 3,84 dan

Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan perangkat pembelajaran dinyatakan valid dengan jumlah rata-rata validitas RPP adalah 3,25 kategori sangat tinggi, LKPD 3,19

Hasil penilaian bahan ajar menulis teks cerpen pada aspek kelayakan isi memperoleh skor rata-rata sebesar 4,57 dengan kategori “ sangat baik ” , aspek penyajian

Hasil validasi berupa telaah, penilaian, dan saran dari validator, nilai validasi RPP berada pada skala 3,307 dengan kategori valid, LKS berada pada skala 3,5 dengan

Aspek yang Dinilai Skor rata- rata Kategori pembelajaran dengan model pembelajaran Inquiry Kejelasan tahap pembelajaran untuk melatih HOTS siswa 3 Valid Kesesuaian