• Tidak ada hasil yang ditemukan

TES PROYEKTIF. Novia Sinta R, M.Psi.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TES PROYEKTIF. Novia Sinta R, M.Psi."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

TES PROYEKTIF

(2)

• Awalnya dikenal dengan Drawing Completion

Test.

• Wartegg tes indikasi yangdikembangkan

sekitar tahun 1930 oleh Ehrig Wartegg

• F. Krueger & F. Sander (University of Leipzig)

• Didasarkan pada psikologi Gestalt; objek dari

pengalaman + pengalaman subjek

membentuk struktur

• Dikembangkan oleh Dr. Ehrig Wartegg

kualitatif

(3)

Tes wartegg adalah tes kepribadian yang

bertujuan untuk memperoleh insight

mengenai struktur kepribadian seseorang.

Tes wartegg merupakan tes gambar yang

dipandang dari sudut arti diagnostiknya (

bukan artistiknya ).

Poin yang mendapat perhatian adlh nilai

ekspresinya dan sifat projektifnya yang

terdapat dalam gambar.

Keuntungan : bahan tes murah, praktis

pemanfaatannya, dapat dilakukan secara

individu atau kelompok, dapat dinilai secara

(4)

Hal yang perlu diperhatikan

.

• Setiap stimulus memiliki karakteristik fisiognomi

tertentu yang menuntut ekspresi dan sensitivitas

(kepekaan) subjek dalam menanggapi secara tepat

terhadap sifat sifat fisiognominya.

• Keberhasilan subjek dalam menanggapi stimulus

terletak pada kemampuan untuk mengintegrasikan

stimulus ke dalam bentuk gambar yang dibuat

sekaligus menyesuaikan dengan sifat sifat

fisiognominya.

(5)

Alat tes

• 1 lembar tes Wartegg,

• Pensil HB,

• Alas yang keras dan licin,

• Penghapus (kecuali untuk tes

kelompok)

(6)

• Usia

• jenis kelamin

• taraf pendidikan

• pekerjaan

(7)

Instruksi:

• Pada lembar ini anda melihat 8 kotak.

• Dalam tiap kotak ada tanda kecil dan tidak berarti

• Tanda 2 ini tidak mempunyai arti khusus. Tanda2 ini

hanya merupakan bagian2 dari gambar2 yg anda harus

gambar dalam tiap kotak.

• Anda boleh menggambar apa saja dan boleh dimulai

dengan tanda yg paling disukai.

• Anda tidak perlu mengikuti urutan dari tanda-tanda ini

tetapi anda diminta mencantumkan angka pada

gambar-gambar yang dibuat secara berurutan.

• Anda boleh bekerja menggunakan penghapus tetapi

janganlah memutar kertas.

(8)

Selama testee menggambar,tester harus mengobservasi dan mencatat

hasil observasinya

Setelah selesai menggambar seluruh kolom,testee diminta menuliskan

secara berurutan gambar-gambar apa saja yang telah ia buat.

Kemudian tanyakan : Gambar mana yang paling DISUKAI, diberi tanda

(+)

Gambar mana yang paling TIDAK DISUKAI, diberi tanda (-)

Gambar mana yang paling MUDAH, diberi tanda (M)

Gambar mana yang paling SULIT, diberi tanda (S)

Kemudian tanyakan alasannya.

Jika testee membuat gambar yang bagus, tanyakan apakah ia hobi

menggambar dan ide menggambarnya didapat dari mana.

Karena wartegg test ini dilaksanakan pada akhir rangkaian tes grafis,

maka lakukan rapport penutup dan mengucapkan terima kasih atas

kerjasama testee dalam menjalani serangkaian tes ini

(9)

Pemberian Skor

Perhatikan scoring blank terbagi menjadi 2, yakni; disisi sebelah kanan-kiri adl daftar kriteria/variable yg termasuk bagn kuantitatif dlm diagnosis; dan angka-angka pd tiap lajur atas menunjukkan pd nomor gambar.

• Skor didasarkan pd 2 langkah

1. Point penuh (X,XX,XXX = lemah, kuat dan sangat kuat); tanda dignk ut mncatat manifestasi karakteristik

gambar yg tidak cukup layak ut diberi poin pernuh &

mudah terlewatkan dalam interprtsi bila tak disediakan cara skoringnya

2. Setengah poin ( / ); setengah poin (skor dpt direvisi ulang)

(10)

• Corak dalam 8 kotak dapat dibagi dua,

• yaitu berupa coretan maskulin dan coretan feminin.

• Coretan maskulin terdapat pada kotak 3, 4,5,6 berupa

garis kaku

• Kotak 1,2,7,8, sisanya garis lengkung dapat

menunjukkan coretan feminine.

• simbolisme analitik akan tetapi sekedar disebabkan

oleh afinitas dari pihak wanita yang pada umumnya

tampak lebih besar pada stimulus yang bernuansa

organik-emosional dan afinitas laki-laki yang biasanya

lebih besar pada stimulus bernuansa material-teknikal

(11)

Interpretasi Ada 3 Tahap Yang Harus Dilakukan

1. Stimulus Drawing Relation, yaitu bagaimana

hubungan antara rangsang dengan gambar

yang dibuat. Apakah rangsang merupakan

bagian dari gambar atau terlepas dari

gambar? SDR merupakan dasar untuk

eksplorasi struktur persepsi dan afektivitas.

• Ada 8 SDR, tiap stimulus mengekspresikan

suatu kualitas ttt. Nilai ekspresif ini

digunakan untuk mengetahui bagaimana sso

mempersepsi,

merasakan,

dan

(12)

– Stimulus2 dibagi dalam 2 kelompok :

• Kualitas organis / feminine :

• Kualitas teknis / maskulin

SDR 1

: sifatnya kecil, ringan, bulat, sentralitas

SDR 2

: berkesan sst yg hidup, bergerak, lepas, mengalir,

dinamis

SDR 3

: kaku, teratur, tegas, progresif, mekanis

SDR 4

: kuat, statis, suram

SDR 5

: sifatnya teknis, konstruktif, konflik dan dinamik

SDR 6

: kaku, simpel, membutuhkan perencanaan dalam

menyelesaikan

SDR 7

: sifatnya halus, indah, lentur, tidak dapat diolah

dengan kasar

(13)

Bentuk reaksi subjek

• Indiference (pengabaian); dapat dijelaskan dan tidak dijelaskan. Bentuk yang paling kasar adalah penolakan total terhadap stimulus, bahkan pengabaian terhadap fungsi stimulus. Dalam hal ini subjek membiarkan kotak kosong atau menggambar sesuatu yang tidak relevan disebelah stimulus, padahal subjek bukannya tidak mengerti. Bentuk pengabaian yang ringan yaitu ketika kualitas khusus stimulus dapat ditangkap oleh subjek tetapi tidak diintegrasikan dalam pengerjaan gambar

• Adaptation (adaptasi); terjadi bila baik isi maupun eksekusi gambar memperlihatkan adanya persepsi yang baik terhadap stimulus tidak saja dari dimensi fisiknya tapi juga dari nilai simboliknya. Penonjolan terjadi (emphasis) bila kualitas stimulus ditonjolkan dengan ketajaman dan penekanan khusus dalam penyelesaian gambar yang memperlihatkan campuran harmonis antara isi dan eksekusi.

(14)

SDR

a. Titik;

titik merupakan stimulus terkecil dan mudah untuk terabaikan, namun karena posisi di tengah menjadikan mudah untuk dilihat. Subjek dikonfrontir dengan masalah yang kurang signifikan terhadap hal-hal yang dianggap penting. Munculnya respon terhadap titik berarti munculnya sensitivitas; afektif-kognitif, situasi nyaman, secara emosi stabil, spontan, sense of detail. Tidak adanya atau pengabaian pada titik berarti perasaan terasing, ketegangan, rasa tidak aman, secara afeksi labil dan kurang perhatian.

b. Wavy line;

menyatakan sesuatu yang “hidup”. Munculnya respon berarti harmoni, relaks, hubungan dengan sosial yang memadai. Tidak ada respon yang adekuat berarti keterasingan, ketegangan dan kecemasan, antagonis, tidak aman dan hambatan afeksi.

(15)

Cont’...

• c. Tiga garis vertikal menaik;

menunjukkan kebiasaan, perintah atau kemajuan. Kepekaan respon

berarti kesesuaian terhadap fakta, intelegensi teoritis, pengaturan,

kestabilan. Ketidakpekaan/respon kurang memadai berarti kurang

realistis, kurang aktif, tidak konsisten dan rendahnya self-esteem.

• d. Kotak hitam;

menunjukkan solid, statis, kaku dan kesannya “menekan”.

Kepekaan respon berarti berpikiran faktual, kurangnya respon

berarti kurang realistik dalam berpikir (praktis).

(16)

• e. Dua garis hampir menyilang;

menunjukkan konflik, dinamis, menunjukkan pola

konstruktif/teknis. Kepekaan terhadap respon berarti

pola pikir faktual, teoritis, pengaturan, kompetitif dan

ambisius. Respon yang kurang peka berarti pola pikir

praktis, kurang aktif, kurang konsisten, pendiam.

• f. Garis horisontal dan vertikal;

garis kaku yang saling mengkonfrontir. Kepekaan

terhadap respon berarti pola pikir faktual, teoritis,

pengaturan, kompetitif dan ambisius. Respon yang

kurang peka berarti pola pikir praktis, kurang aktif,

kurang konsisten, pendiam.

(17)

• g. Setengah lingkaran dot;

menunjukkan

kehalusan

dan

keluwesan.

Kepekaan respon berarti kognitif afektif,

teoritis, pengaturan, relaks, interaksi sosial

memadai, ketepatan dan detil. Respon kurang

peka berati keterasingan, tidak aktif secara

sosial, ketegangan, kurang perhatian.

• h. Kurva; t

terkesan besar, santai, pemenuhan dan mudah

untuk merespon. Kepekaan respon berarti

santai, hubungan sosial yang memadai, kurang

peka respon berarti keterasingan dan rasa tidak

aman.

(18)

2

.

Content atau Isi,

manifestasi dari asosiasi bebas.

Gambar mempunyai isi apabila mewakili sebagian

dunia fisik yang dapat dilihat.

Manifestasi

asosiasi

bebas

mengungkapkan

pandangan ke orientasi yang lebih kuat dari

kecenderungan-kecenderungan, minat dan pekerjaan

subyek dan ini merupakan sumber data proyektif tes.

karakteristik memperlihatkan hubungan alami satu

sama lain. Suatu gambar akan memiliki isi bila

melukiskan bagian dari dunia fisik yang nyata seperti

rumah, bunga, orang atau pemandangan alam

(19)

Ada tiga pengelompokkan isi

(hal. 15)

dibedakan antr

nonpresentasional vs representasional

1. Scribbling (corat-coret)

Respon scribbling atau corat-coret berupa garis sembarang, cakar ayam yang tak teratur, atau garis bersilang. Suatu betuk reaksi yang mengabaikan sebagian atau keseluruhan stimulus dan karenanya menyiratkan adanya definisi atau gangguan sensibilitas (kepekaan) atau bukti sikap pengabaian terhadap tugas dan harapan penguji, yang tidak mendukung sosiabilitas atau hasrat untuk menegakkan standar produktivitas yang memadai.

Secara objektif, corat-coret dianggap nonrepresentasional. Akan tetapi, kadang-kadang dianggap sebagai representasi sesuatu atau dimaksudkan untuk memproyeksikan makna tertentu. Karena itu corat-coret harus diberikan skor dari segi kriteria isi yang lain seperti Animate Nature (alam animat) , Inanimate Nature (alami inanimat), Movement (gerak), Symbolic

(20)

motor scribblings dengan ciri utama coretan cakar ayam kasar dan

garis silang menyilang dengan liar. Terjadi akibat gerak motor yang tiba-tiba dan menandakan adanya ketegangan yang hebat, kelemahan kendali psikomotor dan kecenderungan untuk meledakkan kekerasan. • Esthetic scribblings bentuknya lebih halus. Lembut, kadang2 gemulai,

serta kelompok. Subjek terkondisikan oleh faktor2 emosional-imajinatif yang jauh dari jangkauan pemahaman biasa dan tampak beradadi luar realitas awam.

shading (Coretan estetik disertai byk penggunaan pembayangan)

ringan, biasanya dilakukan subjek yang pasif dan sedikit melamun.

Symbolic Scribblings mengarah pada kecenderungan akan makna dan

susunan tertentu. Mengandung makna emosional juga dan memiliki arti khusus tergantung pada keadaan simbol yg diwakili oleh coretan dan adanya hubungan yg layak antara objek yg digambar dan representasi simboliknya menunjukkan tingkat penalaran.

(21)

2. Abstraction

• terdiri dari stuktur-2 garis yang bersifat dekoratif/intelektual.

• Decorative Abstraction dibedakan berdasarkan ciri polanya yang konvensional/orisinal.

• Dikategorikan menjadi 3, yaitu;

a. symmetrical decorative Abstraction yang berupa pola-pola geometrik biasa, statik, atau bahkan kaku.

b. Asymmetrical decorative Abstraction berupa garis-garis dan permukaan yang disusun dengan cara bebas, jenaka, dan orisinal

c. Technical Abstraction mengacu pada semua jenis simbol-simbol intelektual, gambar-gambar geometrik, dan peralatan teknik

mode of execution (menelaah cara pelaksanaan); banyak individu yang memiliki kepribadian yang berbeda tetapi menggambarkan objek yang sama. Gambar yang isinya sama, tetapi selalu menunjukkan cara eksekusi berbeda. Benda yang sama mungkin digambar dengan ukuran yang besar atau kecil, menggunakan shading atau digambar dg kaku. Semua karakteristik ini merupakan jawaban pertanyaan : digambar dg cara bagaimana? Merupakan mode atau aspek formal suatu gambar dan kita namai eksekusi.

 Telaahnya memperhatikan aspek eskpresif suatu gambar, mencoba mengungkapkan pola reaksi kepribadian yang permanen dari intensitas, fleksibilitas

(22)

a.

Symmetrical Decorative Abstraction

• Penentuan nilai abtraksi simetris bergantung pada nilai

estetika dan kompleksitas pola.

• Pada pola yang datar, skematik dan bersifat seperti

geometris akan sulit ditentukan skornya apakah

termasuk

sebagai

dekoratif

atau

technical

abstraction karena tidak dapat termasuk kedua kategori

tersebut.

• Respon gambar seperti itu menunjukkan pelarian dari

tugas karena hanya menyajikan sambungan dan

pengulangan stimulus bukan suatu gambar utuh.

• skor diberikan sebagian pada “Simetri” karena aspek

estetikanya dan sebagian pada technical karena tampilan

skematik.

• Emosi yang terungkap dari jenis gambar ini adalah

terkontrol, tersembunyi atau intelektual

(23)

b.

Asymmetrical Decorative Abstraction

• Respon yang termasuk jenis gambar ini adl gambar dg permainan garis yang bebas dan terdapat banyak bayang2 ringan.

• Pola yang terbentuk tanpa perencanaan, bisa bersifat harmonis dan terpadu baik atau tidak seimbang. Selain itu, bisa saja bersifat original atau eksentrik dan kacau

• Gambar seperti ini biasanya digambar subjek dengan nilai estetika atau subjek yang ingin menutupi kekurangannya dengan menunjukkan selera personal dan tidak konvensional

• Respon gambar ini menunjukkan symptom kelemahan aktivitas kemauan rasional dan hampir dikendalikan impuls sepenuhnya. • Symptom ini dapat dilihat dengan jelas pada gambar yang dibuat

dengan hati-hati

• Gambar tersebut akan menunjukkan pertentangan antara kebebasan berkreasi yang merupakan kecenderungan emosional dan kebutuhan untuk kesempurnaan yang menunjukkan kompulsif  Biasanya, gambar seperti itu digambar subjek dengan gangguan emosional

(24)

c.

Technical Abstraction

Semua gambar yang mencirikan intelektual dan menggunakan symbol logika

termasuk kategori gambar ini.

Beragam gambar yang termasuk adalah pola skematik yang dibuat dengan

mengulang, menyambung, atau menghubungkan stimuli seperti bentuk geometri

dasar, huruf dan angka, tanda-tanda, angka streometrik, rumus dan symbol matematis

dan ilmiah, perencanaan, blue-print dan peta.

Gambar yang berisikan bentuk geometri sederhana menunjukkan kepentingan relative

antara faktor emosional dan rasional dalam kepribadian.

Penyajian pola ini biasanya menunjukkan lemahnya integrasi penalaran dan

emosional.

Jika gambar berisikan logika matematika, menunjukkan minat intelektual atau

seberapa pentingnya faktor intelektual dalam struktur kepribadian subjek

(25)

3. Pictures

• Respon subjek yang termasuk pictures adalah respon yang paling representative dan bervariasi.

• Berdasarkan hubungan antara apa yang digambar dengan dunia objektif, pictures terbagi

atas

realism

– gambar dari dunia fisik yang dapat dilihat ; dan fantasi – gambar yang berupa

kombinasi unsur dunia fisik menjadi sesuatu yang tidak nyata.

Realism

terbagi lagi dlm

nature

dan

objects

.

Nature

adalah segala sesuatu yang memiliki kualitas kehidupan, yang terdiri dari

animate nature

manusia dan hewan; dan

inanimate nature

– semua yang lainnya seperti tumbuhan, gunung, air,

awan dan sebagainya. Objects adalah segala sesuatu yang dibuat manusia yang terdiri dari objek

ulitarian – alat yang berguna dan objek ornamental – objek hiasan seperti dekorasi dan pakaian

(26)

Fantasi dikelompokkan menjadi tiga yaitu : fancy, phantasm dan symbolism.

a. Fancy adalah gambar fiksi dengan karakter menyenangkan dan menarik hati seperti peri.

b. Phantasm adalah gambar fiksi dengan penampila suram, kejam dan mengerikan seperti tengkorak.

c. Symbolism adalah representasi grafis mengenai suatu konsep, sentiment atau ideologi seperti harmoni dan lainnya.

Karakteristik picture yang dinilai juga berupa modalitas objek

yang digambar.

• Karakteristik modalitas dapat dilihat dari fisiognomi yaitu

semua gambar yang mengungkapkan mengenai manusia yang digambar,

a. skematisme yaitu penyederhanan berlebihan dari isi nature b. atmosfer yaitu kualitas emosional yang secara tidak langsung

ditunjukkan gambar

c. style atau gaya yaitu unsure spesifik yang menunjukkan karakter

(27)

3.

Execution (pelaksanaan) Bagaimana gambar dibuat?

Penuh, kosong? Adakah ekspansi?

• Tes Wartegg mencoba untuk mencari tahu pola reaksi yang permanen dari kepribadian testee.

• Berdasarkan penilaian kuantitatif dapat dibuat suatu profil kepribadian dalam istilah fungsi-fungsi yaitu emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol dan reality function yang ada pada tiap manusia.

• Potensi yang di ungkap : emosi, intelektual, aktivitas, dan imajinasi. Profil kepribadian : emosi

• (terbuka, tertutup), intelektual (praktis, spekulatif), aktivitas

Referensi

Dokumen terkait