• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Desain Interior Vol.IV/ No. 1/ Tahun 2017 ISSN :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Desain Interior Vol.IV/ No. 1/ Tahun 2017 ISSN :"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

65

PEMENUHAN KEBUTUHAN RUANGAN BADAN PELAYANAN

PERIZINAN TERPADU (BPPT) KABUPATEN BADUNG UNTUK

MENINGKATKAN EFEKTIFITAS DALAM PELAYANAN

PERIZINAN DAN NON PERIZINAN DALAM SATU PINTU

I Kadek Pranajaya

Staf Pengajar Program Studi Desain Interior, Sekolah Tinggi Desain Bali Email: [email protected]

Abstrak

Pelayanan Terpadu Satu Pintu adalah pelayanan secara terintegrasi dalam satu kesatuan proses dimulai dari tahap permohonan sampai dengan tahap penyelesaian produk pelayanan melalui satu pintu. Gedung Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung berfungsi untuk mengantisipasi penyelenggaraan pelayanan publik oleh aparatur pemerintah khususnya pelayanan di bidang perizinan dan non perizinan masih dirasakan belum sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat. Gedung ini juga memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penyelenggaraan perizinan dan non perizinan yang dilaksanakan pada 1 (satu) pintu, dengan mekanisme, persyaratan, biaya, dan waktu yang transparan untuk kesempurnaan pelayanan kepada masyarakat sehingga tercapai tujuan pelayanan publik yang cepat, tepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terjangkau serta mampu meningkatkan hak- hak masyarakat dalam pelayanan publikserta terwujudnya penerapan good governance. Ruangan yang tersedia saat ini dalam penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu sudah sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan oleh pemerintah dan sesuai dengan harapan masyarakat. Ruangan yang tersedia difungsikan untuk meningkatkan kinerja pemerintah Kabupaten Badung di dalam memberikan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat secara terpadu dalam satu pintu

Kata Kunci: Pemenuhan Kebutuhan Ruangan, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan

(2)

66

1.1. PENDAHULUAN 1.1.1. Latar Belakang

Pelayanan publik adalah segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat, di Daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pada era globalisasi saat ini pemerintahan berkewajiban melakukan peningkatan kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat dengan metode dan prosedur yang tepat, transparansi dan akuntabilitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Perda Nomor 4 Tahun 2013 membentuk Badan Pelayanan Perizinan Terpadu yang memberikan informasi dan pelayanan perizinan untuk memberikan kepuasan dan kemudahan bagi masyarakat. Gedung Badan Pelayanan Perizinan Terpadu berada di Kawasan Puspem Badung sebagai wujud penerapan good governance dan memberikan pelayanan

yang cepat, mudah, murah, transparan, pasti, dan terjangkau yang dilaksanakan secara terpadu dalam satu pintu. Pembangunan gedung ini berfungsi juga

untuk mengantisipasi

penyelenggaraan pelayanan publik oleh aparatur pemerintah khususnya pelayanan di bidang perizinan dan non perizinan

masih dirasakan belum sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat.

Tulisan ini adalah untuk mengetahui apakah ruangan-ruangan tersedia saat ini di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung telah sesuai dengan standart dan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam memberikan pelayanan perizinan dan non perizinan 1 (satu) pintu, dengan mekanisme, persyaratan, biaya, dan waktu yang transparan sehingga tercapai tujuan pelayanan publik yang cepat, tepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terjangkau, serta mampu meningkatkan hak- hak masyarakat dalam pelayanan publik.

1.1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dapat diambil dari tulisan ini adalah

1. Apakah persyaratan dan standar ruangan yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pelayanan Perizinan satu pintu?

2. Apakah ruangan yang tersedia di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung telah sesuai

dengan ketentuan yang

dipersyaratkan oleh pemerintah?

1.1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan penulisan ini adalah:

1. Untuk mengetahui persyaratan dan standar ruangan yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pelayanan Perizinan satu pintu

2. Untuk mengetahui ruangan yang telah tersedia di Badan Pelayanan

(3)

67

Perizinan Terpadu Kabupaten Badung

Manfaat Penelitian

1. Secara akademik, agar dapat

memperkaya dan menambah

wawasan mengenai persyaratan dan standar ruangan yang dibutuhkan dalam pedoman penyelenggaraan pelayanan Perizinan satu pintu 2. Secara aplikasi studi, agar dapat

memberikan masukan bagi

pemerintah, masyarakat dan perencana dalam membuat sebuah perencanaan Gedung Pelayanan

Terpadu Satu Pintu di

Kabupaten/Kota

1.1.4. Metode Penelitian

Pengumpulan data primer dilakukan melalui keterlibatan penulis dalam membuat perencanaan Gedung Badan Pelayanan Perizinan Satu Pintu Kabupaten Badung sehingga sangat memudahkan penulis dalam mengkaji realita yang ada. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi literatur dan peraturan yang terkait.

1.2. Tinjauan Literatur

Menurut Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggungjawab dan dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat, di daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelak-sanaan ketentuan peraturan perundang-undangan (Ratminto & Winarsih, 2005). Pelayanan publik bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat yang diselengggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Menurut wikipedia pelayanan

publik adalah istilah untuk layanan yang disediakan oleh pemerintah kepada warga negaranya, baik secara langsung (melalui sektor publik) atau dengan membiayai

pemberian layanan swasta.

Penyelenggaraan pelayanan harus memenuhi beberapa prinsip antara lain: a. Kesederhanaan, yakni prosedur

pelayanan publik tidak berbelit-belit,

mudah dipahami dan mudah

dilaksanakan.

b. Kejelasan, mencakup hal-hal sebagai berikut:

- Persyaratan teknis dan administratif pelayanan publik.

- Unit kerja/pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab dalam

memberikan pelayanan dan

penyelesaian

keluhan/persoalan/sengketa dalam pelaksanaan pelayanan publik. - Rincian biaya pelayanan publik dan

tata cara pembayaran.

c. Kepastian waktu. Pelaksanaan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

(4)

68

d. Akurasi, maksudnya adalah produk pelayanan publik diterima dengan benar, tepat dan sah.

e. Keamanan, proses dan produk pelayanan publik memberikan rasa aman dan kepastian hukum.

f. Tanggung jawab, pimpinan penyelenggara pelayanan publik atau pejabat yang ditunjuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan dan penyelesaian keluhan/persoalan dalam pelaksanaan pelayanan publik. g. Kelengkapan sarana dan prasarana,

tersedianya sarana dan prasarana kerja, peralatan kerja dan pendukung lainnya yang memadai termasuk penyediaan sarana teknologi telekomunikasi dan informatika (telematika).

h. Kemudahan akses, yakni tempat dan lokasi serta sarana pelayanan yang memadai, mudah dijangkau oleh masyarakat dan dapat memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informatika.

i. Kedisiplinan, kesopanan dan keramahan, yakni pemberi pelayanan harus bersikap disiplin, sopan dan santun, ramah, serta memberikan pelayanan dengan ikhlas.

j. Kenyamanan, lingkungan pelayanan harus tertib, teratur, disediakan ruang tunggu yang nyaman, bersih, rapi, lingkungan yang indah dan sehat serta dilengkapi dengan fasilitas pendukung pelayanan, seperti parkir, toilet, tempat ibadah dan lain- lain.

Pelayanan Terpadu Satu Pintu, yang selanjutnya disingkat PTSP adalah pelayanan secara terintegrasi dalam satu kesatuan proses dimulai dari tahap permohonan sampai dengan tahap

penyelesaian produk pelayanan melalui satu pintu.

Menurut Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu adalah meningkatkan kualitas layanan publik dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik. Sasaran Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu adalah terwujudnya pelayanan publik yang cepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terjangkau dan meningkatnya hak-hak masyarakat

terhadap pelayanan publik.

Penyederhanaan penyelenggaraan pelayanan mencakup :

a. Pelayanan atas permohonan perizinan dan non perizinan dilakukan oleh PPTSP;

b. percepatan waktu proses penyelesaian pelayanan tidak melebihi standar waktu yang telahditetapkan dalam peraturan daerah;

c. kepastian biaya pelayanan tidak melebi hi dari ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturandaerah; d. kejelasan prosedur pelayanan dapat

ditelusuri dan diketahui setiap tahapan proses pemberian perizinan dan non perizinan sesuai dengan urutan prosedurnya;

e. mengurangi berkas kelengkapan permohonan perizinan yang sama untuk dua atau Lebih permohonan perizinan;

f. pembebasan biaya perizinan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)yang ingin memulai usaha baru sesuai dengan peraturan yang berlaku; dan pemberian hak kepada

(5)

69

masyarakat untuk memperoleh informasi dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pelayanan

Perizinan adalah segala bentuk persetujuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah yang memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sedangkan non perizinan adalah segala bentuk kemudahan pelayanan, fasilitas fiskal, dan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pembentukan perangkat daerah yang menyelenggarakan pelayanan terpadu satu pintu wajib

berpedoman pada peraturan

perundangundangan yang mengatur mengenai pembentukan organisasi perangkat daerah dan harus memiliki sarana dan prasarana yang berkaitan dengan mekanisme pelayanan seperti loket/ruang pengajuan permohonan dan informasi, tempat/ruang pemrosesan

berkas, tempat/ruang

pembayaran,tempat/ruang penyerahan dokumen dan tempat/ruang penanganan pengaduan.

Lingkup tugas PPTSP meliputi pemberian pelayanan atas semua bentuk pelayanan perizinan dan non perizinan yang menjadi kewenangan Kabupaten / Kota. Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu mengelola administrasi perizinan dan non perizinan dengan mengacu pada prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan keamanan berkas. Perangkat Daerah yang secara teknis terkait dengan PPTSP berkewajiban dan bertanggungjawab untuk melakukan pembinaan teknis dan pengawasan atas pengelolaan perizinan

dan non perizinan sesuai dengan bidang tugasnya.

Pengolahan dokumen persyaratan perizinan dan non perizinan mulai dari tahap permohonan sampai dengan terbitnya dokumen dilakukan secara

terpadu satu pintu. Proses

penyelenggaraan pelayanan perizinan dilakukan untuk satu jenis perizinan tertentu atau perizinan parallel. PPTSP wajib menyediakan dan menyebarkan informasi berkaitan dengan jenis pelayanan dan persyaratan teknis, mekanisne, penelusuran posisi dokumen pada setiap proses, biaya dan waktu perizinan dan non perizinan, serta tata Cara pengaduan, yang dilakukan secara jelas melalui berbagai media yang mudah diakses dan diketahui oleh masyarakat. Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu wajib menyediakan sarana pengaduan dengan menggunakan media yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya yang memilik tujuan memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat, memperpendek proses pelayanan, mewujudkan proses pelayanan yang cepat, mudah, murah, transparan, pasti dan terjangkau. Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dilaksanakan dengan prinsip keterpaduan, ekonomis, koordinasi; pendelegasian atau pelimpahan wewenang, akuntabilitas; dan aksesibilitas.

Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 4 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung memuat susunan organisasi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung terdiri dari Kepala Badan, Bagian Tata Usaha (Sub Bagian Umum, Sub Bagian Kepegawaian,Sub Bagian

(6)

70

Keuangan), Bidang Bina Program dan Informasi, Bidang Pelayanan Perizinan Pemerintahan dan Pembangunan, Bidang Pelayanan Perizinan Ekonomi, kesejahteraan Rakyat dan Non Perizinan, Bidang Pengaduan Monitoring dan Evaluasi, Tim Teknis dan Kelompok Jabatan Fungsional.

1.3. Pembahasan

1.3.1. Tinjauan Umum Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung

Gedung Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung berada di lokasi kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, dibangun di atas lahan seluas 16.935,523 m2 . Adapun batas-batas site yang telah ditentukan yaitu sebelah utara: tempat parkir Gedung DPRD, sebelah timur: Gedung Kantor Pendidikan, Sosial dan Budaya sebelah Selatan: Persawahan dan sebelah Barat: lahan losong (Rencana Pembangunan Rumah Dinas)

LOKASI Gedung

(7)

71

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung menyelenggarakan pelayanan perizinan dan non perizinan yang proses pengelolaannya mulai dari tahap permohonan sampai ke tahap terbitnya dokumen dilakukan secara terpadu dalam satu pintu dan satu tempat. Dalam rangka meningkatkan proses pelayanan perizinan dan non perizinan serta mendorong pertumbuhan ekonomi

melalui peningkatan investasi telah didukung oleh sistem birokrasi dalam pelayanan perizinan dan non perizinan yang efektif dan efisien dan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 4 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung.

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung memiliki Visi

terwujudnya pelayanan prima

berdasarkan Tri Hita Karana dan memiliki Misi, meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, jujur, dan bertanggung jawab, meningkatkan mutu pelayanan melalui administrasi yang lancar, cepat, tepat dan transparan, memberikan kepastian hukum perizinan dan non perizinan di Kabupaten Badung serta mengembangkan sistem informasi

pelayanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (e-government).

Perizinan adalah pemberian legalitas kepada orang atau pelaku usaha/kegiatan tertentu, baik dalam bentuk izin maupun tanda daftar usaha sedangkan Non Perizinan adalah pemberian legalitas kepada orang atau pelaku usaha / kegiatan tertentu, selain dalam bentuk

izin maupun tanda daftar usaha, antara lain sertifikat, rekomendasi, surat persetujuan, dan sejenisnya.

Tugas Pokok adalah melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan pelayanan, administrasi, integrasi, singkronisasi, simplikasi, keamanan dan kepastian. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung memiliki fungsi melaksanakan penyusunan program, penyelenggaraan pelayanan administrasi perizinan dan non perizinan, pelaksanaan koordinasi proses pelayanan perizinan, menerima pengaduan, monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan perizinan dan non perizinan, melaksanakan pelayanan teknis administrasi badan dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas pokok dan fungsinya

(8)

72

Pendelegasian wewenang pelayanan perizinan dan non perizinan oleh Bupati Badung meliputi :

a) menetapkan mekanisme perizinan mulai dari permohonan sampai dengan penyerahan izin / non izin kepada pemohon sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

b) menetapkan kelengkapan persyaratan berkaitan dengan kegiatan administrasi perizinan dan non perizinan;

c) menandatangani perizinan dan non perizinan atas nama Bupati;

d) memberikan kelancaran pelayanan perizinan dan non perizinan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat; dan

e) melakukan pemungutan retribusi terkait pelayanan perizinan dan non perizinan yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kepala Badan menandatangani perizinan dan non perizinan dapat melakukan koordinasi dan konsultasi dengan instansi terkait.

I. Lantai Basement 1. Parkir Sepeda Motor 2. Parkir Mobil 3. Ruang Genzet 4. Ruang LVMDP 5. Ground Tank 6. Ruang Pompa 7. Ruang Teknisi 8. Toilet

Area basement merupakan area Parkir mobil dan sepeda serta dilengkapi fasilitas ruang MEP dan publik area Sumber: http://bppt.badungkab.go.id/hal-struktur-organisasi.html

(9)

73

1.3.2. Tinjauan Kebutuhan Ruangan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung

Lantai 2

1. Ruang Kepala Badan : - Ruang Tamu - Ruang Sekpri - Ruang Rapat Kecil - Toilet

2. Bagian Tata Usaha

a. Ruang Kabag Tata Usaha : - Ruang Tamu

- Ruang Rapat Kecil - Ruang Sekretaris - Ruang Kerja b. Sub Bagian Umum :

- Ruang Tamu

- Ruang Kasubag. Umum - Ruang Staff

c. Sub Bagian Kepegawaian: - Ruang Tamu

- Ruang Kasubag. Kepegawaian - Ruang Staff

d. Sub Bagian Keuangan - Ruang Tamu

- Ruang Kasubag. Keuangan Orientasi bangunan adalah ke dalam dengan

membuat inner plaza sebagai penerjemahan konsep natah pada Arsitektur Tradisional Bali yang umum dipakai untuk menyatakan suatu halaman di tengah-tengah suatu rumah yang dikelilingi oleh masa-masa bangunan. Konsep Natah ini dibuat merupakan keselarasan dengan bangunan yang telah terbangun di Kawasan Puspem Badung.

Secara filosofis, natah merupakan media pertemuan antar unsur akasa (langit) yang bersifat

purusa (jantan) dan unsur pretiwi (bumi) yang

bersifat pradana (betina). Setiap pertemuan kedua unsur ini menghasilkan cakal bikal suatu bibit kehidupan yang baik.

Lantai 1 1. Kanopi

2. Ruang Tunggu/Lobby 3. Ruang Informasi

4. Loket Penerimaan Berkas Perijinan 5. Loket Penerimaan berkas Non

Perijinan

6. Customer Service dan Helping Desk

7. Loket Pembayaran/ Bank 8. Loket Pengambilan Berkas 9. Ruang Informasi dan data 10. Ruang Advice Planning dan ITR 11. Ruang Pengaduan

12. Ruang Tunggu 13. Ruang Bermain anak 14. Komputer Data dan Brosur 15. Meja Tulis dan Form Perijinan 16. Toilet

17. Pantry

Sumber Gambar: PT. Narada Karya

(10)

74

Beberapa ruangan yang tersedia di Gedung Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung telah memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh pemerintah.

Di lantai 1 sudah tersedia beberapa sarana prasarana yang berkaitan dengan mekanisme pelayanan perizinan seperti loket informasi, loket penerimaan berkas Perizinan dan non Perizinan, tempat/ruang pemrosesan berkas, tempat/ruang pembayaran/bank, tempat/ruang penyerahan dokumen,

customer service dan helping desk dan

tempat/ruang penanganan pengaduan.

Lantai 3

1. Ruang Kepala Bidang Pelayanan Program dan dan Informasi

- R. Staff

2. Ruang Kepala Bidang Pelayanan Pengaduan dan Evaluasi

- R. Staff 3. Klinik Gambar 4. Ruang Tim Teknis 5. Ruang Arsip Besar 6. Ruang Rapat Bersama 7. Ruang tunggu 8. Toilet & Janitor 9. R. Control 10. Pantry

(11)

75

Loket Perizinan Loket Non Perizinan

Meja tulis dan Formulir Persyaratn Ijin Ruang Informasi

Customer Service dan Helping Desk

Loket Pembayaran/ Bank

Ruang Pengaduan

(12)

76

Proses pelayanan perizinan terpadu di Kabupaten Badung telah mengacu pada prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan keamanan berkas dengan penyediaan beberapa ruangan yang telah direncanakan sebelumnya dengan proses pelayanan terpadu satu pintu dari proses informasi, tahap permohonan sampai dengan tahap penyelesaian produk sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dengan mekanisme proses perizinan dengan pemohon memperoleh informasi pada petugas informasi, pemohon mengajukan dokumen permohonan selanjutnya melakukan vertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah dokumen permohonan dinyatakan lengkap dan benar, kemudian mengajukan kepada Kepala Bidang serta memberikan resi tanda terima berkas kepada pemohon. Langkah selanjutnya Kepala Bidang menugaskan Tim Teknis melakukan peninjauan lapangan dan Tim teknis membuat kajian-kajian/analisis hasil

peninjauan lapangan dilaporkan kepada Kepala Bidang. Kepala Bidang menindaklanjuti hasil kajian/analisis kepada Kepala Badan dan selajutnya Kepala Badan menugaskan untuk membuat surat izin/surat penolakan izin. Kepala Bidang menugaskan tim teknis untuk menyampaikan kepada pemohon pembayaran penerbitan surat izin sesuai ketentuan berlaku. Kepala Badan menandatangani surat izin/surat penolakan izin serta memerintahkan distribusi surat kepada pemohon. Kepala Bidang memerintahkan petugas khusus untuk meregister surat izin/surat penolakan Izin dan menyerahkan kepada pemohon (khusus untuk Surat Izin harus melampirkan bukti pembayaran).

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung telah menyediakan dan menyebarkan informasi berkaitan dengan jenis pelayanan dan persyaratan teknis, mekanisne, penelusuran posisi Ruang Pengaduan

Toilet yang bersih

Alur Pengurusan Izin dan Non Perizinan

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung Sumber: http://bppt.badungkab.go.id/hal-mekanisme-izin.html

(13)

77

dokumen pada setiap proses, biaya dan waktu perizinan dan non perizinan, serta tata cara pengaduan, yang dilakukan secara jelas melalui berbagai media yang mudah diakses dan diketahui oleh masyarakat baik melalui web maupun yang telah terpampang di Gedung.

Saat ini proses perizinan dan non perizinan di Kabupaten Badung sangat sederhana, mudah dipahami dan mudah dilaksanakan oleh masyarakat dengan

mekanisme satu pintu dengan kejelasan persyaratan teknis dan administratif dan pejabat terkait telah memberikan

pelayanan dan penyelesaian

keluhan/persoalan/sengketa dengan menyediakan ruang pengaduan. Pelaksanaan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan dengan produk pelayanan publik diterima dengan benar, tepat dan sah.

Kelengkapan sarana dan prasarana telah tersedia dengan peralatan kerja dan pendukung lainnya yang memadai termasuk penyediaan sarana teknologi telekomunikasi dan informatika (telematika). Kemudahan akses dengan keberadaan gedung dengan lokasi yang memadai, mudah dijangkau oleh masyarakat dan dapat memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informatika. Pelayanan pegawai juga sangat sopan dan santun, ramah, serta memberikan pelayanan dengan ikhlas. Selain itu kenyamanan juga terasa di

Web BPPT Kabupaten Badung

(14)

78

gedung tersebut dengan lingkungan pelayanan harus tertib, teratur, disediakan ruang tunggu yang nyaman, bersih, rapi, lingkungan yang indah dan sehat serta dilengkapi dengan fasilitas pendukung pelayanan lainnya yang cukup seperti parkir, toilet, tempat bermain anak dan lain-lain. Inner Plaza yang berada di tengah-tengah bagunan lantai 1 (satu) sebagai sirkulasi udara sehingga bangunan area loket pelayanan perizinan dan non perizinan serta loket pengambilan berkas di lantai 1 tanpa menggunakan AC.

1.4. Simpulan

1. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung telah memenuhi persyaratan dan standar ruangan yang

dibutuhkan dalam pedoman

penyelenggaraan pelayanan perizinan satu pintu yang dikeluarkan oleh pemerintah

2. Ruangan-ruangan yang disediakan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Badung saat ini telah meningkatkan kualitas layanan publik dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat

1.5. Daftar Pustaka

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

(LKjIP) Badan Pelayanan Perizinan Terpadu kabupaten Badung, 2015

Isnalita & Wiwik Supratiwi, Model Pelayanan Investasi Terpadu Satu Pintu, Jurnal Akuntansi Keperilakuan Indonesia, Program Studi Magister Akuntansi Pasca Sarjana UPN Veteran, 2011

Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Ratminto & Winarsih. 2005. Manajemen Pelayanan, Jogjakarta: Pustaka Belajar.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014 Tentang Penyelenggraan Pelayanan terpadu Satu pintu

Peraturan Bupati Badung Nomor 32 Tahun 2013, tentang Pendelegasian Wewenang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Kepada Kepala Badan Pelayanan Perizinan terpadu, Kabupaten Badung

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik

Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal

Referensi

Dokumen terkait

Pengumpulan data yang dilakukan berupa data sekunder yang diperoleh dari beberapa instansi terkait yaitu : Data kasus HIV dan AIDS, data penggunaan kodom diperoleh

PENGARUH NETRAL/SASI ION NITRAT TERHADAP SIFAT FISIS KERNEL OKSIDA URANIUM Pengaruh netralisasi ion nitrat terhadap sifat kernel oksida uranium telah diteliti. Larutan

Kepala daerah sebagai unsur dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah merupakan kepala pemerintahan daerah otonom yang berwenang mengatur dan mengurus urusan

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh

Hasil penelitian mengenai kualitas hidup pasien epilepsi lobus temporal bebas kejang dan tidak bebas kejang yang merupakan subjek penelitian didapatkan kualitas hidup pasien

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

dipelajari pada situasi yang baru. Kemampuan menghapal rumus, menerapkan rumus kubus dan balok pada permasalahan matematika. Kemampuan mengaplikasikan konsep kubus atau balok

Meskipun demikian, beberapa data time series yang tidak stasioner yang merupakan data-data ekonomi maupun bisnis dapat dibuat stasioner dengan cara melihat time series dari