• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL DESTINASI PARIWISATA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL DESTINASI PARIWISATA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

JURNAL

DESTINASI PARIWISATA

DIPUBLIKASIKAN OLEH PS. S1 DESTINASI PARIWISATA (DPW) FAKULTAS PARIWISATA, UNIVERSITAS UDAYANA (UNUD)

Jurnal DESTINASI PARIWISATA merupakan jurnal yang terbit dua kali dalam setahun (bulan Juli dan bulan Desember) sebagai wadah karya ilmiah termasuk aspek perencanaan, penataan, pengelolaan dan dampak yang ditimbulkannya. Jurnal ini memuat tentang hasil penelitian, survei dan tulisan ilmiah populer kepariwisataan sebagai salah satu upaya memberikan sumbangan dari dunia akademis kepada sektor pariwisata. Redaksi menerima sumbangan tulisan para pakar, staf pengajar perguruan tinggi, praktisi maupun mahasiswa yang peka dan peduli terhadap eksistensi dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Redaksi dapat menyingkat atau memperbaiki tulisan yang akan dimuat tanpa mengubah maksud dan isinya. SUSUNAN PENGURUS JURNAL DESTINASI PARIWISATA Penanggung jawab: Drs. I Made Sendra, M.Si. (Dekan Fakultas Pariwisata UNUD) Penasehat: Ni Ketut Arismayanti, SST.Par., M.Par. (Wakil Dekan I Fakultas Pariwisata UNUD) I GPB. Sasrawan Mananda, SST.Par., MM., M.Par. (Wakil Dekan II Fakultas Pariwisata UNUD) I GN. Widyatmaja, SST.Par., M.Par. (Wakil Dekan III Fakultas Pariwisata UNUD) I G.A. Oka Mahagangga, S.Sos., M.Si. (Ketua PS. S1 DPW Fakultas Pariwisata UNUD) I. B. Suryawan, S.T., M.Si. (Sekretaris PS. S1 Destinasi Pariwisata Fakultas Pariwisata UNUD Ketua Dewan Penyunting: Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si Sekretaris: I Made Adikampana, S.T, M.T Penyunting Ahli (Mitra Bestari): Prof. Dr. Ir. I Gede Pitana, M.Sc. (UNUD) Prof. Dr. Janianton Damanik, M.Si. (UGM) Prof. Dr. I Made Sukarsa, S.E., M.S. (UNUD) Dr. Drs. Baiquni, M.A. (UGM) Penyunting Pelaksana: • I Made Bayu Ariwangsa, S.S, M.Par, M.Rech. • Drs. I Putu Anom, M.Par • Dra. L.P. Kerti Pujani, M.Si • Dra. Ida Ayu Suryasih, M.Par • Drs. A.A. Ngurah Palguna, M. Si • I Gusti Agung Oka Mahagangga, S.Sos., M.Si. • Dr. I Nyoman Sukma Arida, S.Si., M.Si • B. Suryawan, S.T., M.Si. • Made Sukana, SST.Par., M.Par., MBA. • Saptono Nugroho, S.Sos., M.Par. • I Gde Indra Bhaskara, SST.Par., M.Sc. Ph.D Sekretariat: • I Wayan Darma Santosa, S.E. • Wayan Sudarma, S.H. • I Gusti Putu Setiawan, S.E. • Luh Yuni Artini ALAMAT PENYUNTING DAN TATA USAHA Program Studi S1 Destinasi Pariwisata Fakultas Pariwisata UNUD Jl. DR. R. Goris No. 7 Denpasar Bali, Telp/fax: (0361)223798, email: [email protected]

(3)

ii

PENGANTAR REDAKSI JURNAL DESTINASI PARIWISATA

Pembaca yang terhormat,

Perkembangan pariwisata yang sangat pesat selain memberikan manfaat positif juga menimbulkan masalah yang tidak terhindarkan. Konsekwensi perkembangan pariwisata menuntut seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama dalam mengatasi tantangan tersebut. Sumber daya manusia yang kompeten dan professional menjadi salah satu hal penting dalam menjawab peerkembangan pariwisata. Persepsi wisatawan yang berorientasi pada kenyamanan dan pelayanan yang prima merupakan hal penting yang harus diperhatikan untuk mendapatkan citra positif.

Dewan Redaksi OJS (Online Journal System) Jurnal Destinasi Pariwisata Program Studi S1 Destinasi Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana pada Volume 4 Nomor 2 Desember 2016 berupaya menampilkan tulisan dan artikel yang berupaya mengungkapkan fenomena-fenomena pariwisata terkait berbagai isu yang relevan dengan tantangan masa kini. Denpasar, Desember 2016 REDAKSI

(4)

VOL. 4, No. 2, 2016

iii

JURNAL

ISSN 2338-8811

DESTINASI PARIWISATA

DAFTAR ISI

POSISI DESA SERANGAN BERDASARKAN ANALISIS

TOURISM AREA LIFE CYCLE

_________________________________________________________ (1-6) Ida Ayu Anggreni Suryaningsih dan Ida Bagus Suryawan

KOTA TUA BARUS SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA SEJARAH

DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH

__________________________________________ (7-13) Samuel Saut Marihot Silitonga dan I Putu Anom

TRIPLE-ROLES PEREMPUAN PENGELOLA ART SHOP

DI PANTAI SINDHU KELURAHAN SANUR

DENPASAR SELATAN

_____________________________________________________________ (14-19)

Putu Ayu Puri Sintya Dewi dan I Gst. Agung Oka Mahagangga

KONSERVASI SUMBER DAYA TAMAN HUTAN RAYA NGURAH RAI

SEBAGAI DESTINASI EKOWISATA

____________________________________________ (20-24) Vina Trisha Manurung dan I Nyoman Sunarta

PENGELOLAAN SAMPAH DI DAYA TARIK WISATA WANARA WANA/

MONKEY FOREST, DESA PADANGTEGAL, UBUD

__________________________ (25-29)

Ida Ayu Suarinastuti dan I Gst Agung Oka Mahagangga

UPAYA MASYARAKAT LOKAL DALAM MENJAGA

KEAMANAN DAN KENYAMANAN WISATAWAN DI DESA ADAT UBUD

(Studi Tindakan Sosial dalam Pariwisata)

_________________________________ (30-35) I Wayan Cahya Suputera dan I Gst. Agung Oka Mahagangga PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PANTAI PANDAWA, DESA KUTUH, KUTA SELATAN, BADUNG __________________________________________________________ (36-43) Andryano Febrian Bambar dan I Putu Anom

STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BUMI SAKTI ALAM

KERINCI KABUPATEN KERINCI, PROVINSI JAMBI

(Suatu Pendekatan Analitical Network Process)

__________________________ (44-48) Azita Yeja Casimeira dan I Gst. Agung Oka Mahagangga

PERSEPSI WISATAWAN DOMESTIK TERHADAP

EKSISTENSI PEKERJA FOTOGRAFER

DI DAYA TARIK WISATA TANAH LOT

________________________________________ (49-52) I Agus Yudi Pardiana dan Saptono Nugroho REVITALISASI DAYA TARIK WISATA DALAM RANGKA PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN (Studi Kasus: Daya Tarik Wisata Sangeh, Kabupaten Badung, Bali) __________________________________________________________ (53-57) Putu Ririn Yuliana dan Ida Bagus Suryawan

(5)

VOL. 4, No. 2, 2016

iv

PENGELOLAAN MUSEUM ARMA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA

BUDAYA DI DESA UBUD

___________________________________________________________ (58-62) I Nyoman Muliadi dan Ida Ayu Suryasih

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN

SUROBOYO CARNIVAL NIGHT MARKET DI KOTA SURABAYA,

PROVINSI JAWA TIMUR

__________________________________________________________ (63-71)

Ibnu Avichena , I Putu Anom,dan Made Sukana

KELURAHAN UBUD DI AMBANG KEMACETAN TOTAL

___________________ (72-81)

Wisnu Pramudya dan I Nyoman Sukma Arida

PERAN DAN IMPELEMENTASI STRATEGI PENGEMBANGAN

DISBUDPAR KAB. SUMBA TENGAH PROVINSI NTT

DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA

(SUATU PENDEKATAN KUALITATIF)

___________________________________________ (82-91) Yelince Rambu Roku I Gst. Agung Oka Mahagangga POTENSI DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN NUNGNUNG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA ALAM

____________________________________________ (92-95)

I Gusti Ngurah Fredi Firawan dan Ida Bagus Suryawan

POTENSI HERITAGE YANG DIMILIKI OLEH

DESA WISATA TAMKESI KABUPATEN TIMOR TENGAH

UTARA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA

______________________________________ (96-99)

Arichtia Praevianti Taolin dan Saptono Nugroho

PRAKTIK EKOWISATA DI KAMPUNG TRADISIONAL BENA,

DESA TIWORIWU KABUPATEN NGADA,

PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR ___________________________________ (100-102)

Muni Imelda Amtiran dan Ida Bagus Suryawan

PENGEMBANGAN POTENSI EKOWISATA

DI DESA LIANG NDARA KABUPATEN

MANGGARAI BARAT

___________________________________________________________ (103-108)

Aurilia Hansni Yanita Ada dan I Nyoman Sukma Arida

ANALISIS POTENSI EKOWISATA DAN RESPON MASYARAKAT

DESA PENINJOAN KECAMATAN TEMBUKU

KABUPATEN BANGLI

__________________________________________________________ (109-113) I Komang Agus Sugiarta dan I Gst. Agung Oka Mahagangga

PERKEMBANGAN DESA WISATA DI KABUPATEN BADUNG

(Studi Kasus Desa Wisata Baha)

____________________________________________ (114-117)

I Gede Samiarta dan I Gst. Agung Oka Mahagangga

AKTIVITAS WISATA SPIRITUAL DAN MOTIVASI BERWISATA

DI DAYA TARIK WISATA TANAH LOT

KABUPATEN TABANAN

________________________________________________________ (118-122) I Gusti Agung Riza Dwi Kusuma dan Ida Ayu Suryasih

(6)

VOL. 4, No. 2, 2016

v

PENGGUNAAN JENIS BAHASA SERTA INTERAKSI KOMUNITAS

PEDAGANG ASONGAN DENGAN WISATAWAN MANCANEGARA

DI KAWASAN WISATA PANTAI KUTA, KECAMATAN KUTA,

KABUPATEN BADUNG

_________________________________________________________ (123-127) Anak Agung Tirta Putra Wiranata dan Saptono Nugroho

SINERGI DESA ADAT DAN PENGELOLA PARIWISATA

DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI

DESA WISATA PENGLIPURAN BANGLI

____________________________________ (128-133)

Kadek Sidhi Surya Libhi dan I Gst. Agung Oka Mahagangga

STRATEGI KRAMA SUBAK DALAM MENANGGULANGI ALIH

FUNGSI LAHAN PERTANIAN AKIBAT PARIWISATA

(Studi Kasus Subak Umadesa Desa Lodtunduh, Ubud) _____________________ (134-138) I Made Jodi Artawan dan I Nyoman Sunarta

UPAYA KONSERVASI RUMAH ADAT KARO DALAM MENUNJANG

PARIWISATA BUDAYA DI DESA LINGGA

KABUPATEN KARO SUMATERA UTARA

___________________________________ (139-145)

Rikka Agustriana Sinulingga dan I Gst. Agung Oka Mahagangga

PERANAN MASYARAKAT BANJAR KAJENG, DESA PEMOGAN

DALAM PENGELOLAAN DAYA TARIK EKOWISATA TAHURA

NGURAH RAI, DENPASAR, PROVINSI BALI

_______________________________ (146-150) I Nyoman Gunarsa dan Saptono Nugroho

INTERAKSI JURU PARKIR DENGAN WISATAWAN

DI DAYA TARIK WISATA PANTAI KUTA, KABUPATEN BADUNG, BALI

(Studi Kasus Praktek Perparkiran)

________________________________________ (151-155) Stephani Shelpia Pratiwi dan I Gst. Agung Oka Mahagangga

PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP

KUALITAS PELAYANAN STARBUCKS COFFEE

DI BANDARA NGURAH RAI BALI

____________________________________________ (156-164)

Putri Swastika P dan I Gst. Agung Oka Mahagangga

ANALISIS DAYA TARIK WISATA MINAT KHUSUS

DI BALIWOSO CAMP DESA PENGOTAN

KABUPATEN BANGLI

__________________________________________________________ (165-168) Ade Wani Br Purba dan I Made Bayu Ariwangsa

WISATA MUSEUM BERBASIS EDUTAINMENT

DI JAWA TIMUR PARK KOTA BATU,

JAWA TIMUR

___________________________________________________________________ (169-174) Leily Suci Rahmatin dan I Gst. Agung Oka Mahagangga

(7)

Jurnal Destinasi Pariwisata

ISSN: 2338-8811

Vol. 4 No 2, 2016

53

REVITALISASI DAYA TARIK WISATA DALAM RANGKA PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN

(STUDI KASUS: DAYA TARIK WISATA SANGEH, KABUPATEN BADUNG, BALI) Putu Ririn Yuliana a, 1, Ida Bagus Suryawan a, 2

1 [email protected], 2 [email protected] a Program Studi S1 Destinasi Pariwisata,Fakultas Pariwisata,Universitas Udayana, Jl. Dr. R. Goris, Denpasar, Bali 80232 Indonesia

ABSTRACT

This research in tourism attractiveness Sangeh with the purpose of seeing the effort to revitalize the carried out by management in order to increase tourist visit use the theory revitalization. The first step done in this research was described the causes of he did the effort to revitalize. The method employed for this study is qualitative method of analyzing data. Data collection is conducted through observation, deep interview, and document study. The technique of determining informants for this research consist of key informant.

The results were obtained, that the revitalization efforts are made visible to the revitalization of the theory has been performing well from the arrangement area is a parking area, garden arrangement, security, shop arrangement, increasing the promotion, make an agreement with the village head, cooperate and make agreements with travel agents, participation from the community of participate mutual cooperation and keep visitors, and the support of the district government Badung of training to employees, scored ticket, and giving development fund. With this effort has been able to regain its image Sangeh as a tourist attraction having a worthy tourist attraction nature, an interesting and still natural, so must visited by tourists have to Bali. Keywords: Revitalization, Tourist Attraction Sangeh.

I. PENDAHULUAN

Faktor keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi faktor terpenting yang wajib diperhatikan oleh pihak pengelola suatu daya tarik wisata agar wisatawan merasa nyaman selama berada di daya tarik wisata, serta memberikan citra yang baik, sehingga selalu diminati wisatawan (Yuliana,2014). Sesuai dengan hasil observasi dan wawancara dengan pengelola daya tarik wisata Sangeh, permasalahan keamanan dan kenyamanan pernah menimpa daya tarik wisata ini. Yang berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan. Daya tarik wisata ini berlokasi di Desa Sangeh, Kabupaten Badung Bali. Atraksi wisata yang ditawarkan yaitu hutan lindung (alas pala) yang dihuni oleh sejumlah kera jinak dan Pura Bukit Sari. Pada tahun 1996,daya tarik wisata Sangeh ditinggalkan oleh pengunjung, karena mengalami masalah kenyamanan yang disebabkan oleh serangan kera kepada seorang wisatawan. Hal ini dikarenakan kurangnya jaminan keamanan dan pengelolaan yang baik oleh pihak pengelola. Tepatnya pada bulan april 2003 daya tarik wisata Sangeh mulai dibenahi kembali baik dari segi fisik dan sistem pengelolaannya. Dilakukan pembenahan membuat tingkat kunjungan wisatawan mulai

mengalami peningkatan. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui upaya revitalisasi yang telah dilakukan oleh pihak pengelola dalam mengembalikan Sangeh sebagai daya tarik wisata.

II. TINJAUAN PUSTAKA a. Konsep Revitalisasi

Menurut Gouillart dan Kelly (1995) mendefinisikan revitalisasi adalah upaya mendorong pertumbuhan dengan mengaitkan organisasi kepada lingkungannya. Menurut Ashby (1999) mendefinisikan revitalisasi adalah mencakup perubahan yang dilaksanakan secara quantum leap yaitu lompatan besar yang tidak hanya mencakup perubahan bertahap, melainkan langsung menuju sasaran yang jauh berbeda dengan kondisi awal. Mengacu dari kedua konsep tersebut, revitalisasi dalam penelitian ini adalah upaya perubahan yang dilakukan pada suatu kawasan dengan melihat faktor permasalahan yang dialami kawasan itu. b. Teori Analisis

Menurut Teori Kevin Lynch (1975) tentang Revitalisasi Kawasan adalah sebagai sebuah kegiatan yang sangat kompleks, revitalisasi terjadi melalui beberapa tahapan dan membutuhkan kurun

(8)

Jurnal Destinasi Pariwisata

ISSN: 2338-8811

Vol. 4 No 2, 2016

54

waktu tertentu serta meliputi indikator

berikut:

A. Intervensi Fisik,

Mengingat citra kawasan sangat erat kaitannya dengan kondisi visual kawasan khususnya dalam menarik kegiatan dan pengunjung, intervensi fisik ini perlu dilakukan. Intervensi fisik mengawali kegiatan fisik revitalisasi dan dilakukan secara bertahap, meliputi perbaikan dan peningkatan kualitas dan kondisi fisik bangunan, tata hijau, sistem penghubung, sistem tanda dan ruang terbuka kawasan. Isu lingkungan pun menjadi penting, sehingga intervensi fisik pun sudah semestinya memperhatikan konteks lingkungan. Perencanaan fisik tetap harus dilandasi pemikiran jangka panjang.

B. Rehabilitasi Ekonomi,

Perbaikan fisik kawasan yang bersifat jangka pendek, diharapkan bisa mengakomodasikan kegiatan ekonomi informal dan formal, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi kawasan kota (P. Hall/U. Pfeiffer, 2001). Revitalisasi yang diawali dengan proses peremajaan artefak urban harus mendukung proses rehabilitasi kegiatan ekonomi. Dalam konteks revitalisasi perlu dikembangkan fungsi campuran yang bisa mendorong terjadinya aktivitas ekonomi dan sosial.

C. Revitalisasi Sosial/Institusional,

Revitalisasi sebuah kawasan akan terukur bila mampu menciptakan lingkungan yang menarik. Jadi bukan sekedar membuat tempat yang indah. Kegiatan tersebut harus berdampak positif serta dapat meningkatkan dinamika dan kehidupan sosial masyarakat.Kegiatan perancangan dan pembangunan kota untuk menciptakan lingkungan sosial yang berjati diri dan hal ini pun selanjutnya perlu didukung oleh suatu pengembangan institusi yang baik.Teori analisis revitalisasi digunakan untuk melihat upaya revitalisasi yang sudah dilakukan pihak pengelola daya tarik wisata sangeh.

III. METODE PENELITIAN

Penelitian ini berlokasi di daya tarik wisata Sangeh, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung Bali. Pemilihan lokasi ini dikarenakan pernah mengalami masalah keamanan yang berlangsung cukup lama dan memiliki atraksi wisata alam yang patut dilestarikan. Upaya revitalisasi yang dimaksud adalah melihat dengan menggunakan teori revitalisasi pembenahan dan perbaikan yang sudah dilakukan oleh pengelola daya tarik wisata Sangeh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam,dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan untuk melengkapi hasil temuan.Wawancara mendalam dilakukan dengan pengelola daya tarik wisata Sangeh. Studi dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data sejarah Sangeh dan mengambil foto – foto berkaitan dengan penelitian ini. Teknik penentuan informan dengan menentukan informan kunci yaitu ketua pengelola daya tarik wisata Sangeh yakni I Made Mohon. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif.

IV. PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Daya Tarik Wisata Sangeh

Sangeh adalah kawasan hutan lindung yang luas areanya sekitar 14 hektar dan sebagian besar areanya ditumbuhi pohon pala setinggi kurang lebih 50 meter serta dihuni oleh sekitar 700 kera abu – abu. Di dalamnya terdapat pura bukit sari sangeh yang memiliki sejarah awal mula berdirinya hutan pala Sangeh. Daya tarik wisata ini dikelola langsung oleh kepala desa dengan dibantu oleh I Made Mohon sebagai pengelolanya, yang bekerja dibantu para karyawan. Pihak pemerintah Kabupaten Badung juga ikut membantu pengelolaan dengan memberikan dana pembangunan. Fasilitas yang sudah tersedia antara lain toilet, area parkir, loket tiket, jasa pelayanan foto, kios cendramata,makanan dan minuman, layanan informasi, pemandu wisata,dan papan peraturan bagi pengunjung.Tersedianya fasilitas dan atraksi wisata yang sudah baik membuat kunjungan

(9)

Jurnal Destinasi Pariwisata

ISSN: 2338-8811

Vol. 4 No 2, 2016

55

wisatawan mengalami kenaikan, yang terlihat

dari lima tahun terakhir. Tabel 1 Jumlah Kunjungan Wisatawan Tahun 2009 - 2013 Tahun Total Kunjungan Wisatawan 2009 206.613 2010 227.102 2011 204.808 2012 205.329 2013 211.727 Sumber: Badan Pengelola Daya Tarik Wisata Sangeh, 2014

Dari data kunjungan tersebut, telah memperlihatkan Sangeh mulai diminati lagi oleh wisatawan. Karena upaya revitalisasi yang sudah dilakukan oleh pihak pengelola, masyarakat lokal dan pemerintah kabupaten.

4.2 Sejarah Menurunnya Jumlah Kunjungan Wisatawan di Daya Tarik Wisata Sangeh Daya tarik wisata ini mulai dirintis pada 1 Januari 1969 dan telah mengalami perkembangan pada tahun 1971 dengan sumber pembiayaan pembangunan dari sumbangan sukarela yang dikenakan kepada setiap pengunjung yang masuk ke kawasan Sangeh. Pada tahun 1 Januari 1996 dikenakan retribusi berdasarkan Perda Tk II Badung No 20 tahun 1995. Dalam teknis pengelolaan, sepenuhnya merupakan hak dari pengelola yakni Kepala Desa Sangeh. Pada tahun 1998 Sangeh mengalami penurunan tingkat kunjungan wisatawan, dikarenakan dari pihak travel agent menghapus Sangeh dari paket tour mereka yang disebabkan oleh peristiwa serangan kera kepada pengunjung. Permasalahan ini disampaikan langsung oleh pengelola Sangeh. Akhirnya pada tahun 2003 mulai dilakukan pembenahan terhadap sistem pengelolaan di Sangeh. Adapun program yang sudah dilaksanakan adalah pengaturan jam buka Sangeh setiap harinya, melakukan pendekatan kepada para kera dengan memberikan makan yang rutin 2 kali seminggu agar kera menjadi jinak, perekrutan karyawan baru yang saat ini berjumlah 65 orang, dibuatnya kerjasama dan perjanjian serta sanksi – sanksi yang tertulis dengan masyarakat, pemerintah dan pihak swasta, adanya peraturan tata cara berkunjung bagi wisatawan, tersedianya pemandu wisata,

dibuatnya struktur organisasi kerja, pengelolaan tiket masuk dan merapikan fasilitas fisik yang ada. Dengan adanya perbaikan tersebut, memberikan pengaruh yang sangat besar kepada tingkat kunjungan wisatawan. Jumlah kunjungan wisatawan bisa mencapai 206.613 yang terjadi pada tahun 2009, dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami naik turunnya tingkat kunjungan. Maka dari itu, perkembangan Sangeh mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap tahunnya sampai dengan saat ini.

4.3 Faktor – Faktor Yang Menyebabkan Sangeh Pernah Ditinggalkan Oleh Wisatawan

Berdasarkan sejarah dan latar belakang permasalahan yang dialami daya tarik wisata Sangeh, faktor utama yang menyebabkan tingkat kunjungan wisatawan mengalami penurunan adalah ada tahun 1998 ada pengunjung yang digigit kera dan tidak mendapatkan pelayanan serta jaminan dari pihak pengelola, sudah adanya daya tarik wisata saingan yang pengelolaannya lebih baik, kurangnya keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung, pemindahan area parkir dari jalur timur ke jalur barat, kurangnya keramahtamahan dari karyawan, kurangnya atraksi wisata dan fasilitas akomodasi. Dengan adanya masalah tersebut, maka pihak pengelola dibantu pemerintah melakukan pembenahan dan memperbaiki manajemen pengelolaan daya tarik wisata Sangeh.

4.4 Upaya Revitalisasi Yang Dilakukan Oleh Pihak Pengelola

Berdasarkan teori revitalisasi kawasan, adapun tahapan yang sudah dilakukan oleh pengelola dalam upaya revitalisasi antara lain:

a. Intervensi fisik:

Sebelum dilakukan upaya ini, kondisi daya tarik wisata Sangeh sebelumnya yaitu lokasi parkir dan kios pedagang ada disebelah timur jalan, minimnya fasilitas toilet dan kebersihan, para kera tidak diberikan makan, belum adanya pos keamanan, dan kurangnya penataan taman. Sedangkan kondisi saat ini telah mengalami perubahan berupa, melakukan penataan lingkungan baik dari segi kebersihan, keamanan, fasilitas, membuat jalur tracking memindahkan lokasi parkir dari sebelah timur

(10)

Jurnal Destinasi Pariwisata

ISSN: 2338-8811

Vol. 4 No 2, 2016

56

jalan ke sebelah barat, menata kios pedagang,

serta memberikan makan kepada semua kera dua kali sehari agar keranya jinak dan tidak mengganggu pengunjung.

b. Rehabilitasi ekonomi:

Dari segi rehabilitasi ekonomi, kondisi Sangeh sebelumnya yaitu belum adanya pemungutan tiket yang sudah ditetapkan, atraksi wisata yang ada hanya kera dan pura bukit sari, pembagian pendapatan sukarela belum terkelola dengan baik, dan jumlah pedagang masih sedikit. Berbeda dengan saat ini, dimana telah mengalami perubahan yaitu adanya pemungutan tiket masuk kepada wisatawan, pembagian hasil penjualan tiket yang sudah terbagi dengan rata sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat, adanya wisata yang baru yaitu patung raksasa Kumbakarna dan pura Lanang Wadon, penyewaan kawasan hutan pala sebagai tempat foto pre wedding, menyediakan tempat penyewaan pakaian tradisional Bali bagi wisatawan kemudian melakukan sesi foto, serta jumlah para pedagang makanan, minuman dan souvenir mengalami peningkatan.

c. Revitalisasi Sosial:

Kondisi Sangeh sebelum dilakukan revitalisasi sosial adalah belum dibuatnya perjanjian pengelolaan, kurangnya upaya promosi, tidak memperoleh penghargaan dari dinas pariwisata, tidak adanya pelatihan khusus bagi pegawai, kurangnya partisipasi masyarakat dan pemerintah. Setelah dilakukan pembenahan dibuatlah perjanjian dengan kepala desa Sangeh, para karyawan, dan pemerintah dalam mengelola daya tarik wisata Sangeh yang sudah diatur dalam anggaran rumah tangga yang dikeluarkan sesuai dengan keputusan kepala desa Sangeh. Dilakukan promosi diberbagai media yaitu media cetak dan media elektonik. Pihak pengelola menjalin kerjasama dengan Bali Travel News, koran Tri Hita Karana, dan dengan Biro Perjalanan Wisata. Daya tarik wisata Sangeh juga telah memiliki website yaitu www.bukit-sari-sangeh.com dan email yaitu [email protected]. Peningkatan sumber daya manusia sudah berjalan baik dengan tugas dan tanggung jawab masing – masing. Pihak pemerintah secara rutin mengadakan acara sosialisasi dan pelatihan karyawan setiap setahun sekali. Mulai terlibatnya masyarakat

lokal dalam perkembangan Sangeh seperti ikut gotong royong membersihkan area Sangeh sebulan sekali. Diperolehnya beberapa penghargaan dari Tri Hita Karana Tourism Award, Green Paradise, Gubernur Bali, dan dari Cipta Award. Dari pemaparan diatas sesuai dengan teori revitalisasi, upaya yang dilakukan oleh pihak pengelola dan pemerintah sudah sangat baik dan memberikan perubahan yang luar biasa khususnya pada tingkat kunjungan wisatawan dan perkembangan daya tarik wisata Sangeh sampai saat ini.

V. SIMPULAN 5.1. Simpulan

Upaya revitalisasi yang dilaksanakan oleh pihak pengelola daya tarik wisata Sangeh sudah sangat baik, terlihat dari intervensi fisik yakni penataan kawasan daya tarik wisata Sangeh mulai dari area parkir, penataan kebun, penataan kios pedagang, dan memberi makan kera dua kali sehari. Dilihat dari rehabilitasi ekonomi yaitu adanya pemungutan tiket masuk, pembagian hasil pendapatan tiket, dan bertambahnya jumlah pedagang sesuai dengan jumlah kios yang disediakan. Sedangkan dilihat dari upaya revitalisasi sosial yaitu membuat perjanjian kerja, menjalin kerjasama dengan Biro Perjalanan Wisata, adanya dukungan dari pihak pemerintah seperti memberikan pelatihan kepada karyawan, mencetakkan tiket, memberikan dana pembangunan, dan membantu promosi. Dukungan juga diberikan oleh masyarakat lokal berupa ikut serta terlibat dalam kegiatan wisata mulai dari jualan, ikut bersih – bersih dan menjaga kenyamanan pengunjung. Selain itu, pihak travel agent juga memberikan partisipasi mereka dalam segi promosi dan memasukan Sangeh kedalam paket tour mereka. Dari upaya ini telah mengembalikan citra daya tarik wisata Sangeh. 5.2. Saran

Pihak pengelola harus selalu meningkatkan pengelolaan daya tarik wisata Sangeh untuk mempertahankan Sangeh sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Bali dengan cara meningkatkan promosi, mengadakan evaluasi kerja, pengawasan kunjungan wisatawan, memberikan kuesioner kepada wisatawan untuk melihat pendapat dan saran dari wisatawan tentang daya tarik wisata Sangeh, menjaga hubungan baik dengan

(11)

Jurnal Destinasi Pariwisata

ISSN: 2338-8811

Vol. 4 No 2, 2016

57

karyawan, masyarakat lokal dan travel agent.

Untuk pemerintah wajib dengan rutin mengontrol dan memperhatikan setiap masalah yang dialami pada daya tarik wisata yang ada di daerahnya. Penelitian yang dilakukan saat ini mungkin masih minim dalam melihat upaya revitalisasi di daya tarik wisata Sangeh, maka perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait dengan perkembangan dan pengelolaan Sangeh selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA Ashby, Mike.1999.Pengaruh Pembebanan Terhadap Perilaku Mekanik Komposit Polimer yang Diperkuat Serat Alam.Jurnal Dinamis, 2(4):216-7492. Gouillart, Francis J and James N.Kelly.1995.Transforming the Organization.New York: McGraw-Hill. Hall,P.,dan Pfeiffer,U.2001.Urban Future 21. A global Agenda for Twenty-first Century Cities. New York: E&FN Spon and Feddral Ministry of Transport, Building and Housing. Lynch, Kevin.1975.The Images of The City.The M.I.T Press.England.

Yuliana, Putu Ririn.2014.Revitalisasi Daya Tarik Wisata (Studi Kasus: Daya Tarik Wisata Sangeh, Kabupaten Badung, Bali). Denpasar:Universitas Udayana

(12)

REVITALISASI DAYA TARIK

WISATA DALAM RANGKA

PENINGKATAN KUNJUNGAN

WISATAWAN (STUDI KASUS:

DAYA TARIK WISATA SANGEH,

KABUPATEN BADUNG, BALI)

by Putu Ririn Yuliana

Submission date: 12-Jan-2016 01:43PM (UTC+0700) Submission ID: 619938417

File name: Jurnal_Ririn_Terbaru.docx (28.57K) Word count: 2201

(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)

21

%

SIMILARIT Y INDEX

20

%

INT ERNET SOURCES

1

%

PUBLICAT IONS

13

%

ST UDENT PAPERS

1

9

%

2

2

%

3

2

%

4

1

%

5

1

%

6

1

%

7

1

%

8

1

%

REVITALISASI DAYA TARIK WISATA DALAM RANGKA

PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN (STUDI KASUS:

DAYA TARIK WISATA SANGEH, KABUPATEN BADUNG, BALI)

ORIGINALITY REPORT

PRIMARY SOURCES

repository.unhas.ac.id

Int ernet Source

bukit-sari-sangeh.com

Int ernet Source

elib.unikom.ac.id

Int ernet Source

wisata-bali.com

Int ernet Source

www.unud.ac.id

Int ernet Source

Submitted to Universiti Teknologi Malaysia

St udent Paper

jurnal.triatmajaya.ac.id

Int ernet Source

Submitted to Universitas Muhammadiyah

Surakarta

(19)

9

1

%

10

1

%

11

1

%

12

<

1

%

13

<

1

%

14

<

1

%

15

<

1

%

Exclude quotes Of f Exclude bibliography Of f

Exclude matches < 5 words

Locander, William B., and Daniel J. Goebel.

"The Quality Train Is Leaving and Marketers

Are Nodding off in the Club Car", The Journal

of Marketing Theory and Practice, 1996.

Publicat ion

www.ijmmm.org

Int ernet Source

Submitted to Udayana University

St udent Paper

www.sehirdusunce.com

Int ernet Source

www.slideshare.net

Int ernet Source

fpar.unud.ac.id

Int ernet Source

www.sedap-sekejap.com

Referensi

Dokumen terkait

Konsep Daya Tarik Wisata dalam penelitian ini yaitu kegiatan wisata yang dilakukan untuk menikmati berbagai adat- istiadat lokal, benda-benda cagar budaya, dan alam

Pengembangan dan pembangunan pariwisata di daerah ini telah dilakukan dari tahun ke tahun sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik bagi wisatawan yang sedang

Penelitian ini menggambarkan kajian sebuah model pariwisata daya tarik ekonomi kreatif yaitu unsur wisatawan untuk menikmati rute perjalanan daya tarik wisata dan dihubungkan

Untuk mengetahuipengaruh jumlah kunjungan wisatawan ke objek daya tarik wisata, jumlah kunjungan ke hotel, dan jumlah kunjungan ke rumah makan secara parsial terhadap

Ini dilihat dari Potensi yang dimiliki objek wisata ini masih alami dan banyak menyimpan sejarah dan peninggalan- peninggalan kuno berupa makam-makam yaitu Makam Mahligai,

Dua variabel yang mendapat tanggapan tidak baik adalah pelayanan informasi karena kurangnya pemandu wisata yang membantu wisatawan dalam memahami makna dan cerita

Kegiatan yang dilakukan wisatawan seperti melihat-lihat dan mengambil foto daya tarik wisata alam dan buatan yang ada.Upaya-upaya pengembangan yang telah dilakukan oleh masyarakat Adat

 Akses/jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat kota kedaerah tujuan wisata Yang menjadi peluang dalam pengembangan wisata bahari di Sulawesi Selatan adalah:  Trend kunjungan