• Tidak ada hasil yang ditemukan

S GEO 1001414 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S GEO 1001414 Chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Rahendra Andry Irawan, 2015

Analisis Persebaran Factory Outlet Di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Tahap akhir dalam penelitian yang berjudul Analisis Persebaran Factory

Outlet di Kota Bandung, pada bab ini penulis akan menguraikan keseluruhan

penelitian melalui kesimpulan dan saran saran maupun opini publik melalui

rekomendasi. Adapun kesimpulan dan rekomendasinya sebagai berikut.

A.KESIMPULAN

1. Kota Bandung memiliki factory outlet yang banyak yaitu 48 unit bangunan

yang dijadikan factory outlet. Diketahui bahwa pola persebaran factory outlet

di Kota Bandung adalah mengelompok, hal tersebut dibuktikan dengan

menggunakan pendekatan analisis tetangga terdekat dan penguatan survey

lapangan dibantu interpretasi peta yang memperlihatkan bahwa lebih dari

setengahnya terkonsentrasi pada suatu jalan saling bersebalahan maupun

berhadapan, contohnya adalah Jalan Ir. H. Juanda, Jalan L.R.E Martadinata,

Jalan Cihampelas, dan Jalan Setiabudhi Kota Bandung yang merupakan jalan

jalan wisata yang banyak dikenal oleh wisatawan dalam kota maupun luar kota,

walaupun sebenarnya sejumlah factory outlet tersebar di Jalan Merdeka, Jalan

Sumatera, Jalan Pasirkaliki, Jalan Sukajadi, Jalan Diponegoro, Jalan

Padjajaran, Jalan Otten, Jalan Buah Batu dan Jalan Soekarno Hatta yang

jumlahnya tidak lebih dari dua factory outlet. Faktor yang mempengaruhi

konsentrasi factory outlet lebih kepada adanya fasilitas penunjang lain yang

berada di dekat factory outlet seperti Hotel, Restoran, Bank, Rumah Sakit, dan

Mall, faktor lain adalah dengan mengelompoknya factory outlet di suatu jalan

akan sangat mempermudah pengunjung untuk mendatangi lebih dari satu

factory outlet dengan tujuan seperti untuk membandingkan harga atau mencari

keberagaman produk lain sehingga mempunyai daya tarik tersendiri karena

banyaknya pilihan yang ditawarkan.

2. Kesesuaian tata ruang factory outlet di Kota Bandung berdasarkan pada

(2)

88

Rahendra Andry Irawan, 2015

Analisis Persebaran Factory Outlet Di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

termasuk ke dalam fungsi perencanaan di bidang perdagangan karena termasuk

bagian dari pasar modern atau pusat perbelanjaan. Berdasarkan hasil penelitian

melalui overlay peta persebaran factory outlet dengan peta rencana tata ruang

wilayah Kota Bandung diketahui 85 % factory outlet berlokasi tidak sesuai

dengan rencana tata ruang wilayah Kota Bandung dan 15 % berlokasi sesuai

seperti di Jalan Cihampelas dan Jalan Merdeka. Factory outlet yang tidak

sesuai keberadaanya berada di wilayah dengan fungsi pemerintahan dan fungsi

fasilitas jasa. Asumsi bahwa factory outlet di Kota Bandung berada di wilayah

jasa seperti di Jalan L.R.E Martadinata maupun Jalan Ir. Djuanda karena

pendirian bangunan tersebut disesuaikan dengan keberadaan fasilitas

penunjang lain seperti Hotel maupun Restoran bahkan tempat pendidikan.

Khusus untuk Jalan Cihampelas keberadaan factory outlet dikatakan sesuai

karena pendiriannya berada diwilayah perdagangan menurut rencana tata ruang

wilayah Kota Bandung.

3. Daya tarik factory outlet di Kota Bandung bagi sebagian besar pengunjung

karena keberagaman produk dengan berbagai pilihan yang banyak, hal tersebut

disebabkan pula oleh jumlah produk factory outlet yang tersebar di Kota

Bandung disamping pusat perbelanjaan lainnya. Daya tarik factory outlet

memang sudah menasional bahkan hingga Asia Tenggara, pengunjung yang

datang tidak hanya berasal dari orang Bandung tetapi juga berasal dari

Jabodetabek sehingga tidak asing lagi ketika akhir pekan banyak dipadati

kendaraan Plat B yang mampir ke factory outlet. Adapun motivasi pengunjung

datang ke factory outlet sebagian besar bertujuan karena menghilangkan stres

dari rutinitas. Bagi pengunjung terutama bagi wanita berkunjung ke pusat pusat

perbelanjaan seperti factory outlet adalah cara untuk menghilangkan stres baik

untuk berbelanja atau hanya menikmati keberagaman produk saja. Tingkat

kenyamanan dan kepuasan pengunjung pun menjadi salah satu daya tarik dan

motivasi pengunjung, dan berdasarkan penelitian diketahui bahwa pengunjung

merasa nyaman berada di factory outlet karena kondisi bangunan yang baik,

tempat parkir yang baik, area istirahat yang baik, kebersihan serta keamanan

(3)

89

Rahendra Andry Irawan, 2015

Analisis Persebaran Factory Outlet Di Kota Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

keberagaman produk, harga produk, pelayanan, dan keramahan staf staf factory

outlet. Ketidaknyamanan pengunjung hanya terlihat ketika sebagian

pengunjung merasa tidak nyaman dengan kondisi tempat ibadah.

B.REKOMENDASI

1. Lokasi factory outlet yang mengelompok dan cenderung menumpuk di

beberapa ruasakan menimbulkan beberapa dampak salah satunya

kemacetan, oleh karena itu perlu diperhatikan hal hal yang menyebabkan

kemacetan seperti merekayasa jalan dan memperluas lahan parkir agar

tidak menutupi badan jalan.

2. Pengaturan pendirian bangunan factory outlet yang harus disesuaikan

dengan rencana tata ruang wilayah Kota Bandung dan izin pendirian

bangunan yang harus diperketat dan juga pengawasan serta sanksi yang

tegas jika diperlukan yang bertujuan agar pendirian factory outlet tidak

keluar dari kawasan perbelanjaan.

3. Daya tarik factory outlet memang sudah menjadi bagian dari Kota

Bandung, terutama dalam hal keberagaman produk, kelengkapan fasilitas

ataupun bentuk bangunan factory outlet oleh karena itu perlu diperhatikan

konsistensinya dalam memperhatikan kenyamanan dan kepuasan

Referensi

Dokumen terkait

1) Dapat menjadi masukan bagi guru sekolah dasar dalam memperoleh wawasan untuk memperbaiki, meningkatkan dan mengembangkan kualitas pembelajaran IPA SD pada konsep Bumi

Pada periode 1966-77, mereka menemukan bahwa ekspor Indonesia berpengaruh positif terbadap pertumbuhan PDB, tetapi tidak sebaliknya Sepintas lalu, temuan tersebut nampaknya

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Pada Program Studi S1 Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

Kelurahan  Sidomukto  Kecamatan  Lamongan  Kepadatan  Penduduk  pada  Lokasi  sebesar  201 ‐ 499 Jiwa/Ha  Sedang  Lokasi tidak terletak pada 

Inovasi mungkin merupakan kunci kesuksesan organisasi, akan tetapi tenaga kerja yang mempunyai skill yang tinggi merupakan faktor yang penting untuk inovasi. Kegiatan pelatihan

Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe terhadap larva Artemia salina Leach dengan.. metode Brine Shrimp Lethality Test

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kualitas air limbah hasil pengolahan dan mengkaji respon ikan uji yang digunakan sebagai parameter pengolahan buangan air limbah

Cuplikan hasil pengolahan dapat dilihat pada Gambar 4.2, Gambar 4.3, dan Gambar 4.4, sedangkan untuk tampilan lengkap dari hasil pengolahan GAMIT dapat dilihat pada