PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTONOMOR 12 TAHUN 2O1O TENTANG
ORGANISASI DAN TATA KERJA
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO
OENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
M e n i m b a n g :
BUPATI MOJOKERTO.
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 25 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasr Perangkat Daerah, maka perlu membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah;
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur juncto Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 tentang Perubahan Batas Wrlayah Kotapraja Surabaya dan Daerah Tingkat ll Surabaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 2730):
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun '1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890):
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
Mengingat : 'l .
2
-4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor '126, Tambahan Lembaran Negara Repubilk Indonesia Nomor 4438);
6 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723),
7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 8 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupateni Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4737);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia N o m o r 4 7 4 1 ) ;
10 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penaggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828);
1'l . Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pengelolaan Bantuan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4829);
l2 Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;
. )
-14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah;
'15. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah;
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO
dan
BUPATIMOJOKERTO
M E M U T U S K A N :
Menetapkan: PERATURAN DAERAH TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENAGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan: 1. Daerah, adalah Kabupaten Mojokerto.
2 Kepala Daerah, adalah Bupati Mojokerto.
3. Wakil Kepala Daerah, adalah Wakil Bupati Mojokerto.
4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD, adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mojokerto.
5. Perangkat Daerah Kabupaten, adalah unsur pembantu Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan.
6. Sekretaris Daerah, adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto. 7. Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang selanjutnya
disingkat BPBD, adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mojokerto.
8. Kepala BPBD, adalah Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto yang
secara ex-officio dijabat oleh Sekretaris Daerah.
9. Kepala Pelaksana BPBD, adalah Kepala Pelaksana BPBD
Kabuoaten Moiokerto.
BAB II
KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 2
(1)BPBD berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Daerah.
(2) BPBD adalah Satuan Kerla Perangkat Daerah (SKPD) yang merupakan unsur pendukung tugas Kepala Daerah, dipimpin oleh Kepala Badan yang secara ex-officio dijabat oleh Sekretaris Daerah.
(3) BPBD mempunyai fungsr dan tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang penanggulangan bencana. (4) Dalam melaksanakan fungsinya sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) BPBD menyelenggarakan :
a. Perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat, efektif dan efisien: seda
b. Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh;
(5) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) BPBD menyelenggarakan :
a. menetapkan pedoman dan pengarahan sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi serta rekonstruksi secara adil dan setara; b. menetapkan standarisasi serta kebutuhan penyelenggaraan
penanggulangan bencana berdasarkan Peraturan Perundang-unoangan;
c. menyusun, menetapkan dan menginformasikan peta rawan bencana;
d. menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana;
e. melaksanakan penyelenggaraan penanggulangan bencana pada wilayahnya;
f. melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada keoala daerah setiap sebulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana,
g. mengendalikan penglmpulan dan penyaluran uang dan barang; h. mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diterima
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah; dan
i. melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan.
BAB III
STRUKTUR ORGANISASI Pasal 3
Susunan organisasi BPBD terdiri atas . a. Kepala Badan;
b. Unsur Pengarah; c. Unsur Pelaksana.
Pasal 4
(1)Unsur Pengarah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b terdiri dari :
a. Pejabat pemerintah daerah;
b. Anggota masyarakat profesional dan ahli.
(2) Penetapan anggota unsur pengarah dari instansiilembaga pemerintah daerah dilakukan sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundangan yang berlaku.
(3) Anggota unsur pengarah dari masyarakat profesional ditetapkan berdasarkan prosedur pemilihan dan seleksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Pasal 5
Unsur Pelaksana BPBD dipimpin oleh Kepala Pelaksana yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala BPBD.
o
-Pasal 5
(1) Susunan Organisasi Unsur Pelaksana BPBD, terdiri dari : a. KeDala Pelaksana:
b. Sekretariat;
c. Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan; d. Seksi Kedaruratan dan Logistik;
e. Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, f. Kelompok Jabatan Fungsional.
(2) Bagan Struktur Organisasi BPBD sebagaimana tercantum dalam Lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
BAB IV TATA KERJA
Pasal 7
(1) Setiap pemimpin satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
(2) Setiap pemimpin satuan organisasi bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (3) Setiap pemimpin satuan organisasi wajib mengikutr petunjuk dan
bertanggungjawab pada atasannya masing-masing serta menyampaikan laporan berkala tepat waktu.
(4) Setiap laporan yang diterima oleh pemimpin satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahannya.
(5) Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.
BAB V
PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN
Pasal 8
(1) Kepala Pelaksana diangkat dan dibefhentikan oleh Bupati dari
Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat atas usul Sekretaris
Daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang
7
-(2) Sekretaris Pelaksana dan Kepala Seksi diangkat dan diberhentikan oleh Bupati dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat atas usul Kepala Pelaksana melalui Sekretaris Daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
. BAB VI
ESELONERING JABATAN
Pasal 9
(1) Kepala Pelaksana merupakan jabatan struktural eselon lll a.
(2) Sekretaris Pelaksana dan Kepala Seksi merupakan jabatan struktural eselon lV a.
BAB VII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 10
Pada saat mulai berlaku peraturan daerah ini, pejabat yang ada tetap melaksanakan tugasnya sampai ditetapkan pejabat yang baru berdasarkan oeraturan daerah ini.
BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 1 1
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur oleh Bupati.
Pasal 12
8
-Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah Ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Mojokerto.
Ditetapkan di pada tanggal BUPATI Molokerto € l) e{,c/r4+ar,l-, oxo, TO, Diundangkan di Mojokerto
pada tanggal 3 6 Das./ lru-l 6 t o
SEKRETARIS DAERAH
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO TAHUN 2O1O NOMOR B
PENJELASAN ATAS
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO N O M O R 1 2 T A H U N 2 O 1 O
TENTANG
ORGANISASI DAN TATA KERJA
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO
A , U M U M
Secara geografi Kabupaten Mojokerto memiliki wilayah yang luas dan mempunyai potensi ancaman terhadap terjadinya bencana karena kondisi wilayahnya yang memiliki pegunungan iian sungai sehingga memerlukan penanganan yang sistematis, terpadu dan terkoordinasi di dalam penanggulangan
Potensi penyebab bencana dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) jenis bencana, yaitu bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial.
Bencana alam antara lain berupa gempa bumi karena alam, letusan gunung berapi, angin topan, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan/ lahan karena faktor alam, hama penyakit tanaman, epidemi, wabah, kejadian luar biasa dan kejadian antariksa.
Bencana non alam antara lain kebakaran hutan/ lahan yang disebabkan oleh ulah manusia, kecelakaan transportasi, kegagalan teknologi, dampak indsutri, ledakan nuklir, pencemaranlingkungan dan kegiatan keantariksaan.
Bencana sosial antara lain berupa kerusuhan sosial dan konflik sosial dalam masyarakat yang sering terjadr.
Penanggulangan bencana merupakan salah satu rangkaian kegiatan penanggulangan bencana baik sebelum, pada saat, maupun sesudah terjadinya bencana. Selama ini masih dirasakan adanya kelemahan baik dalam pelaksanaan maupun yang terkait dengan landasan hukumnya.
B. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. Pasal 2 Cukup jelas. Pasal 3 Cukup ielas.
Pasal 4
A y a t (1 )
Unsur pengarah terdiri dari unsur pemerintah dan unsur masyarakat
profesional dalam jumlah yang seimbang dan proporsional.
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Keanggotaan masyarakat profesional dipilih melalui uji kepatutan yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas. Pasal 6 Cukup jelas. Pasal 7 C u k u p j e l a s . Pasal 8 Cukup jelas. Pasal 9 Cukup jelas. Pasal '10 Cukup jelas. P a s a l 1 1 Cukup jelas. Pasal 12 C u k u p j e l a s .