Tugas Akhir Beban Tak Seimbang

49 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH KETIDAKSEIMBANG

PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN AN BEBAN TERHADAP RUGITERHADAP RUGI DAYA PADA PENGHANTAR NETRAL JARINGAN DISTRIBUSI DAYA PADA PENGHANTAR NETRAL JARINGAN DISTRIBUSI

SEKUNDER DI PENYULANG PACCERAKKANG SEKUNDER DI PENYULANG PACCERAKKANG

LAPORAN TUGAS AKHIR LAPORAN TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi salah satu Diajukan untuk memenuhi salah satu

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK ABSTRAK

Muhammad Khaedir Asy’ari, Yulia Rezky Safitri, Pengaruh Muhammad Khaedir Asy’ari, Yulia Rezky Safitri, Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Rugi Daya pada Penghantar Netral Ketidakseimbangan Beban Terhadap Rugi Daya pada Penghantar Netral Jaringan Distribusi Sekunder di Penyulang Paccerakkang. (Ir.Syarifuddin, Jaringan Distribusi Sekunder di Penyulang Paccerakkang. (Ir.Syarifuddin, M.T., Hamdani, S.T.,M.T)

M.T., Hamdani, S.T.,M.T)

Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui besar rata-rata faktor Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui besar rata-rata faktor ketidakseimbangan beban dan mengetahui besar rugi daya serta rugi energi ketidakseimbangan beban dan mengetahui besar rugi daya serta rugi energi akibat ketidakseimbangan beban di Penyulang Paccerakkang. Hal ini disebabkan akibat ketidakseimbangan beban di Penyulang Paccerakkang. Hal ini disebabkan karena pada penyulang Paccerakkang terjadi perkembangan beban yang cukup karena pada penyulang Paccerakkang terjadi perkembangan beban yang cukup  besar

 besar sehingga sehingga menyebabkan menyebabkan ketidakseimbangan ketidakseimbangan beban beban yang yang cukup cukup besar besar pula.pula. Penelitian diawali dengan pengumpulan data beban trafo distribusi, Setelah itu Penelitian diawali dengan pengumpulan data beban trafo distribusi, Setelah itu mengolah data dengan aplikasi excel dan menganalisis dengan metode kuantitatif mengolah data dengan aplikasi excel dan menganalisis dengan metode kuantitatif menggunakan rumus komponen simetris. Hasil penelitian diperoleh persentase menggunakan rumus komponen simetris. Hasil penelitian diperoleh persentase nilai rata-rata faktor ketidakseimbangan beban penyulang Paccerakkang yaitu nilai rata-rata faktor ketidakseimbangan beban penyulang Paccerakkang yaitu sebesar 10,3%, arus netral yang muncul sebesar 2959.82 A dan total rugi daya sebesar 10,3%, arus netral yang muncul sebesar 2959.82 A dan total rugi daya akibat ketidakseimbangan beban di penyulang Paccerakkang yaitu sebesar akibat ketidakseimbangan beban di penyulang Paccerakkang yaitu sebesar 218,61 kW dimana total daya trafo distribusi adalah sebesar 8250 kVA.

(5)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini dengan baik 

Laporan Tugas Akhir ini dengan baik .. Maka pada kesempatan iniMaka pada kesempatan ini  penulis penulis menghaturkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas bimbingan, menghaturkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas bimbingan,  perhatian dan motivasi yang telah diberikan kepada kam

 perhatian dan motivasi yang telah diberikan kepada kami, antara lain:i, antara lain: 1.

1. Allah SWT atas Rahmat dan Hidayah-NyaAllah SWT atas Rahmat dan Hidayah-Nya 2.

2. Orang Tua tercintaOrang Tua tercinta 3.

3. Bapak Dr. Pirman, M.Si selaku Direktur Politeknik Negeri UjungBapak Dr. Pirman, M.Si selaku Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang

(6)

11.

11. Pak Munawir Liling selaku Supervisor Pemeliharaan Jaringan yangPak Munawir Liling selaku Supervisor Pemeliharaan Jaringan yang telah membimbing penulis

telah membimbing penulis 12.

12. Seluruh Staff dan Pegawai di PT PLN (Persero) Area Makassar yangSeluruh Staff dan Pegawai di PT PLN (Persero) Area Makassar yang telah membantu penulis selama magang namun tak penulis sebutkan telah membantu penulis selama magang namun tak penulis sebutkan secara keseluruhan

secara keseluruhan 13.

13. Seluruh Seluruh pihak pihak yang yang secara langsung secara langsung dan dan tidak langtidak langsung sung telahtelah memberikan

memberikan bantuan bantuan baik baik moril moril maupun maupun materil materil yang yang sangatsangat  berharga namun tidak bisa disebutkan satu persatu.

 berharga namun tidak bisa disebutkan satu persatu.

Penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya Penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya untuk menambah pengetahuan kita tentang dan bagi pembaca umumnya untuk menambah pengetahuan kita tentang Kelistrikan dan juga PT. PLN (Persero). Penulis menyadari bahwa kemampuan Kelistrikan dan juga PT. PLN (Persero). Penulis menyadari bahwa kemampuan

(7)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

Halaman Halaman

HALAMAN

HALAMAN JUDUL JUDUL ... ... ii HALAMAN

HALAMAN PENGESAHAN PENGESAHAN PEMBIMBING PEMBIMBING ... .. iiii HALAMAN

HALAMAN PERSETUJUAN PERSETUJUAN PANITIA PANITIA UJIAN UJIAN ... ... iiiiii ABSTRAK

ABSTRAK ... ... iviv KATA

KATA PENGANTAR PENGANTAR ... ... vv DAFTAR

DAFTAR ISI ISI ... ... viivii DAFTAR

DAFTAR GAMBAR GAMBAR ... ... xx DAFTAR

(8)

2.

2. Gardu Gardu Distribusi Distribusi ... .... 66 a.

a. Fungsi Fungsi Gardu Gardu Distribusi Distribusi ... ... 66  b.

 b. Jenis Jenis Konstruksi Konstruksi Gardu Gardu Distribusi Distribusi ... ... 77 1)

1) Gardu Gardu Distribusi Distribusi konstruksi konstruksi pasangan pasangan luar luar ... ... 77 2)

2) Gardu Gardu Distribusi Distribusi konstruksi konstruksi pasangan pasangan dalam dalam ... ... 99 C.

C. Sistem Sistem Distribusi Distribusi Beban Beban Tidak Tidak Seimbang Seimbang ... ... 1010 D.

D. Analisis Analisis Komponen Komponen Simetris Simetris ... ... 1010 E.

E. Klasifikasi Klasifikasi Beban Beban ... ... 1212 1.

1. Beban Beban Rumah Rumah Tangga Tangga ... ... 1313 2.

2. Beban Beban Bisnis Bisnis ... ... 1313 3.

(9)

A.

A. Tempat Tempat dan dan waktu waktu Penelitian Penelitian ... ... 2121 B.

B. Teknik Teknik Sampling/Pengumpulan Sampling/Pengumpulan Data Data ... . 2121 1.

1. Wawancara Wawancara ... ... 2121 2.

2. Dokumentasi/Literatur Dokumentasi/Literatur ... ... 2121 3.

3. Observasi Observasi Lapangan Lapangan ... ... 2222 C.

C. Teknik Teknik Analisis Analisis Data Data ... . 2222 BAB

BAB IV IV PEMBAHASAN PEMBAHASAN ... ... 2424 A.

A. Data Data Penelitian Penelitian ... ... 2424 B.

B. Analisa Analisa Data Data ... ... 2525 C.

C. Pembahasan Pembahasan ... ... 2828 BAB

(10)

DAFTAR GAMBAR DAFTAR GAMBAR

Halaman Halaman

Gambar

Gambar 1. 1. Instalasi Instalasi sistem sistem tenaga tenaga listrik listrik ... ... 44 Gambar

Gambar 2. Distribusi 2. Distribusi sekunder sekunder ... ... 66 Gambar

Gambar 3. 3. Bagan Bagan satu satu garis garis gardu gardu distribusi distribusi portal ...portal ... .. 88 Gambar

Gambar 4. Gardu 4. Gardu tiang/portal tiang/portal ... ... 88 Gambar

Gambar 5. 5. Bagan Bagan satu satu garis garis gardu gardu distribusi distribusi beton beton ... ... 99 Gambar

Gambar 6. 6. Sistem distribusi Sistem distribusi yang terdiri dari sumber,saluran yang terdiri dari sumber,saluran pelayananpelayanan dan

dan beban beban ... ... 1010 Gambar

(11)

DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL

Halaman Halaman

Tabel

Tabel 1 1 Tarif Tarif dasar dasar listrik listrik untuk untuk beban beban rumah rumah tangga tangga ... ... 1313 Tabel

Tabel 2 2 Tarif Tarif dasar dasar listrik listrik untuk untuk beban beban bisnis ...bisnis ... ... 1414 Tabel

Tabel 3 3 Tarif Tarif dasar dasar listrik listrik untuk untuk beban beban industri industri ... ... 1414 Tabel

Tabel 4 4 Tarif Tarif dasar dasar listrik listrik untuk untuk beban beban sosial sosial ... .. 1515 Tabel

Tabel 5 5 Hasil Hasil pengukuran pengukuran beban beban trafo trafo penyulang penyulang Paccerakkang Paccerakkang ... ... 2424 Tabel

Tabel 6 6 Perhitungan Perhitungan besar arus besar arus netral, faktor netral, faktor ketidakseimbangan ketidakseimbangan bebanbeban dan besar rugi daya pada penghantar netral

(12)

DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Halaman

Lampiran

Lampiran 1. 1. Aplikasi Aplikasi excel excel ... ... 3333 Lampiran

(13)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Dewasa ini tenaga listrik merupakan kebutuhan yang utama, baik untuk Dewasa ini tenaga listrik merupakan kebutuhan yang utama, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk kebutuhan industri. Hal ini disebabkan kehidupan sehari-hari maupun untuk kebutuhan industri. Hal ini disebabkan karena tenaga listrik mudah untuk ditransportasikan dan dikonversikan ke dalam karena tenaga listrik mudah untuk ditransportasikan dan dikonversikan ke dalam  bentuk

 bentuk tenaga tenaga yang yang lain. lain. Sebagai Sebagai BUMN BUMN yang yang bergerak bergerak di di bidangbidang ketenagalistrikan, PT. PLN (Persero) dituntut untuk memberikan pelayanan yang ketenagalistrikan, PT. PLN (Persero) dituntut untuk memberikan pelayanan yang  prima.

 prima. Permasalahan Permasalahan utama utama yang yang dihadapi dihadapi PT. PT. PLN PLN (Persero) (Persero) adalah adalah mulaimulai terjadinya krisis energi yang mengglobal dan harga bahan bakar minyak di tingkat terjadinya krisis energi yang mengglobal dan harga bahan bakar minyak di tingkat

(14)

netral tersebut. Semakin besar arus netral maka rugi daya/

netral tersebut. Semakin besar arus netral maka rugi daya/losseslosses  akan semakin  akan semakin  besar

 besar pulapula.. Semua daerah di Indonesia mengalami ketidakseimbangan beban.Semua daerah di Indonesia mengalami ketidakseimbangan beban.  Namun

 Namun tidak tidak semua semua daerah daerah perlu perlu diseimbangkan diseimbangkan disebabkan disebabkan PLN PLN masihmasih memberikan toleransi pada daerah yang presentase ketidakseimbangan bebannya memberikan toleransi pada daerah yang presentase ketidakseimbangan bebannya tidak lebih dari 20%.

tidak lebih dari 20%.

Pada penyulang Paccerakkang terdapat 58 gardu distribusi yang diteliti. Pada penyulang Paccerakkang terdapat 58 gardu distribusi yang diteliti. Perkembangan beban listrik pada penyulang Paccerakkang ini sudah cukup tinggi. Perkembangan beban listrik pada penyulang Paccerakkang ini sudah cukup tinggi. karena daerah

karena daerah –  –  daerah yang disuplai merupakan  daerah yang disuplai merupakan daerah yang padat penduduk dandaerah yang padat penduduk dan merupakan daerah yang berkembang karena banyaknya perumahan-perumahan merupakan daerah yang berkembang karena banyaknya perumahan-perumahan yang baru maupun yang sedang dalam pembangunan. Kondisi demikian, yang baru maupun yang sedang dalam pembangunan. Kondisi demikian, mendorong untuk dilakukan pengaturan beban yang lebih baik. Untuk mencapai mendorong untuk dilakukan pengaturan beban yang lebih baik. Untuk mencapai

(15)

B.

B. Rumusan MasalahRumusan Masalah

Berdasarkan uraian sub bab latar belakang, maka dapat diperoleh rumusan Berdasarkan uraian sub bab latar belakang, maka dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:

masalah sebagai berikut: 1.

1. Berapa besar rata-rata faktor ketidakseimbangan beban di PenyulangBerapa besar rata-rata faktor ketidakseimbangan beban di Penyulang Paccerakkang?

Paccerakkang? 2.

2. Berapa besar rugi daya dan rugi energi akibat ketidakseimbagan bebanBerapa besar rugi daya dan rugi energi akibat ketidakseimbagan beban di Penyulang Paccerakkang?

di Penyulang Paccerakkang? C.

C. Tujuan penelitianTujuan penelitian

Adapun tujuan yang ingin diperoleh setelah melakukan penelitian ini adalah: Adapun tujuan yang ingin diperoleh setelah melakukan penelitian ini adalah: 1.

1. Untuk mengetahui besar rata-rata faktor ketidakseimbangan beban diUntuk mengetahui besar rata-rata faktor ketidakseimbangan beban di Penyulang Paccerakkang.

(16)

BAB II

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA

A.

A. Sistem Tenaga ListrikSistem Tenaga Listrik

Sistem tenaga listrik merupakan kumpulan/gabungan yang terdiri dari Sistem tenaga listrik merupakan kumpulan/gabungan yang terdiri dari komponen-komponen atau alat-alat listrik seperti generator, transformator, saluran komponen-komponen atau alat-alat listrik seperti generator, transformator, saluran transmisi, saluran distribusi, dan beban yang saling berhubungan dan merupakan transmisi, saluran distribusi, dan beban yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan sehingga membentuk suatu sistem. Rangkaian dari semua ini dapat satu kesatuan sehingga membentuk suatu sistem. Rangkaian dari semua ini dapat di ilustrasikan seperti

di ilustrasikan seperti pada gambar pada gambar 1 1 seperti berikut.seperti berikut.

Unit Unit Pembangkitan Pembangkitan Unit Unit Transmisi Transmisi Gardu Induk Gardu Induk distribusi

(17)

220 V untuk pelanggan tegangan rendah yang merupakan pelanggan terbanyak 220 V untuk pelanggan tegangan rendah yang merupakan pelanggan terbanyak PLN.

PLN.

B.

B. Sistem DistribusiSistem Distribusi 1.

1. Klasifikasi Sistem DistribusiKlasifikasi Sistem Distribusi a.

a. Saluran Distribusi PrimerSaluran Distribusi Primer

Saluran Distribusi Primer atau biasa disebut Jaringan Tegangan Saluran Distribusi Primer atau biasa disebut Jaringan Tegangan Menengah (JTM) terletak pada sisi primer trafo distribusi, yaitu antara Menengah (JTM) terletak pada sisi primer trafo distribusi, yaitu antara titik Sekunder trafo substation yang berada di Gardu Induk (GI) titik Sekunder trafo substation yang berada di Gardu Induk (GI) dengan

dengan titik titik primer primer trafo trafo distribusi. distribusi. Saluran Saluran ini ini memiliki memiliki tegangantegangan kerja menengah 20 kV. Sistem distribusi primer digunakan untuk kerja menengah 20 kV. Sistem distribusi primer digunakan untuk

(18)

saluran (line), tidak ada alternatif saluran lainnya. Sistem tegangan saluran (line), tidak ada alternatif saluran lainnya. Sistem tegangan rendah

rendah ini ini langsung langsung akan akan dihubungkan dihubungkan kepada kepada konsumen/pemakaikonsumen/pemakai tenaga listrik.

tenaga listrik.

Gambar 2

(19)

2)

2) Menurunkan tegangan menengah menjadi tegangan rendahMenurunkan tegangan menengah menjadi tegangan rendah selanjutnya disalurkan ke konsumen tegangan rendah.

selanjutnya disalurkan ke konsumen tegangan rendah. 3)

3) Menyalurkan/meneruskan tenaga listrik tegangan menengah keMenyalurkan/meneruskan tenaga listrik tegangan menengah ke gardu distribusi lainnya dan ke

gardu distribusi lainnya dan ke gardu hubung.gardu hubung.  b.

 b. Jenis Konstruksi Gardu DistribusiJenis Konstruksi Gardu Distribusi

Jenis konstruksi gardu distribusi dibedakan atas 2 jenis

Jenis konstruksi gardu distribusi dibedakan atas 2 jenis yaitu :yaitu : 1)

1) Gardu distribusi konstruksi pasangan luar.Gardu distribusi konstruksi pasangan luar.

Gardu Distribusi pasangan luar merupakan gardu yang Gardu Distribusi pasangan luar merupakan gardu yang memiliki trafo dan PHB terpasang pada tiang jaringan dengan memiliki trafo dan PHB terpasang pada tiang jaringan dengan kapasitas transformator terbatas. Yang termasuk Gardu distribusi kapasitas transformator terbatas. Yang termasuk Gardu distribusi konstruksi pasangan luar adalah gardu portal (konstruksi 2 tiang) konstruksi pasangan luar adalah gardu portal (konstruksi 2 tiang)

(20)

Gambar 3

Gambar 3 Bagan Satu garis gardu dsitribusi portal Bagan Satu garis gardu dsitribusi portal

Keterangan Gambar 4: Keterangan Gambar 4: 7.

7. Arrester.Arrester. 8.

8. Proteksi cut out Proteksi cut out fusedfused 9.

9. Trafo DistribusiTrafo Distribusi 10.

10. Sakelar Sakelar beban beban tegangantegangan rendah

rendah 11.

11. PHB tegangan rendahPHB tegangan rendah 12.

12. Sirkit Sirkit keluar keluar dilengkapidilengkapi  pengama

 pengaman leburn lebur (NH-fuse) (NH-fuse) Keterangan Gambar 3: Keterangan Gambar 3: 1. 1. Arrester.Arrester. 2.

2. Proteksi cut out Proteksi cut out fusedfused 3.

3. Trafo DistribusiTrafo Distribusi 4.

4. Sakelar Sakelar beban beban tegangantegangan rendah

rendah 5.

5. PHB tegangan rendahPHB tegangan rendah 6.

6. Sirkit Sirkit keluar keluar dilengkapidilengkapi  pengama

 pengaman leburn lebur (NH-fuse) (NH-fuse)

Sumber : Sarimun (2008) Sumber : Sarimun (2008)

(21)

 NH,

 NH, NT) NT) sebagai sebagai pengaman pengaman jurusan. jurusan. Semua Semua bagian bagian konduktifkonduktif terbuka dihubungkan dengan pembumian sisi tegangan rendah. terbuka dihubungkan dengan pembumian sisi tegangan rendah.  Nilai pengenal

 Nilai pengenal LA 5 kA untuk LA 5 kA untuk posisi di tengah posisi di tengah jaringan dan 10 jaringan dan 10 kAkA untuk posisi pada akhir jaringan. Nilai tahanan pembumian tidak untuk posisi pada akhir jaringan. Nilai tahanan pembumian tidak melebihi 1 Ohm.

melebihi 1 Ohm.

2). Gardu distribusi pasangan dalam 2). Gardu distribusi pasangan dalam

Gardu Distribusi pasangan dalam merupakan gardu yang Gardu Distribusi pasangan dalam merupakan gardu yang memiliki trafo dan PHB terpasang di dalam sebuah gedung beton memiliki trafo dan PHB terpasang di dalam sebuah gedung beton dengan kapasitas transformator yang besar. Yang termasuk gardu dengan kapasitas transformator yang besar. Yang termasuk gardu distribusi pasangan dalam adalah gardu beton

distribusi pasangan dalam adalah gardu beton (Masonry all(Masonry all  Distribution

(22)

C.

C. Sistem Distribusi Beban Tidak SeimbangSistem Distribusi Beban Tidak Seimbang

Pada sistem tenaga listrik 3 fase, idealnya daya listrik yang dibangkitkan, Pada sistem tenaga listrik 3 fase, idealnya daya listrik yang dibangkitkan, disalurkan dan diserap oleh beban semuanya seimbang, daya pembangkitan sama disalurkan dan diserap oleh beban semuanya seimbang, daya pembangkitan sama dengan daya pemakaian. Namun kenyataannya walaupun sumber atau tegangan dengan daya pemakaian. Namun kenyataannya walaupun sumber atau tegangan seimbang tetapi beban itu sendiri yang menyebabkan ketidakseimbangan. Maka, seimbang tetapi beban itu sendiri yang menyebabkan ketidakseimbangan. Maka, sistem distribusi beban tidak seimbang dapat di sederhanakan menjadi suatu sistem distribusi beban tidak seimbang dapat di sederhanakan menjadi suatu model yang terdiri dari sumber, saluran dan beban.

model yang terdiri dari sumber, saluran dan beban.

Gambar 6

Gambar 6 Sistem Distribusi Yang Terdiri Dari Sumber, Sistem Distribusi Yang Terdiri Dari Sumber,

SUMBER BEBAN SUMBER BEBAN Saluran Pelayanan Saluran Pelayanan Sumber : Syarifuddin (1996) Sumber : Syarifuddin (1996)

(23)

seimbang dari sistem tiga-fasa dapat diuraikan

seimbang dari sistem tiga-fasa dapat diuraikan menjadi tiga sistem fasor yangmenjadi tiga sistem fasor yang seimbang. Himpunan seimbang komponen

seimbang. Himpunan seimbang komponen itu adalah:itu adalah: 1.

1. Komponen urutan-positif (Komponen urutan-positif ( positive  positive sequence sequence componentscomponents) yang terdiri) yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya, terpisah satu dengan yang lain dari tiga fasor yang sama besarnya, terpisah satu dengan yang lain dalam fasa sebesar 120°, dan mempunyai urutan fasa yang sama seperti dalam fasa sebesar 120°, dan mempunyai urutan fasa yang sama seperti fasor aslinya.

fasor aslinya. 2.

2. Komponen urutan-negatif yang terdiri dari tiga fasor yang samaKomponen urutan-negatif yang terdiri dari tiga fasor yang sama  besarnya,

 besarnya, terpisah terpisah satu satu dengan dengan yang yang lain lain dalam dalam fasa fasa sebesar sebesar 120°, 120°, dandan mempunyai urutan fasa yang berlawanan dengan fasor aslinya.

mempunyai urutan fasa yang berlawanan dengan fasor aslinya. 3.

3. Komponen urutan nol yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnyaKomponen urutan nol yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya dan dengan penggeseran fasa nol antara fasor yang satu dengan yang dan dengan penggeseran fasa nol antara fasor yang satu dengan yang

(24)

Hubungan arus urutan positif,urutan negatif dan urutan nol dengan arus fasanya Hubungan arus urutan positif,urutan negatif dan urutan nol dengan arus fasanya dinyatakan sebagai berikut:

dinyatakan sebagai berikut:

IIaoao = = 3 3

 (

 (

IIaa + I + I b b + I + Icc) ) (2.1)(2.1) IIaa11 = = 3 3

 (

 (

IIaa + a I + a I b b + a + a 2 2 I I cc) ) (2.2)(2.2) IIaa22 = = 3 3

 (

 (

IIaa + a + a 2 2 I I  b  b + a I + a Icc) ) (2.3)(2.3) Dengan : Dengan : a = a =1∠120°1∠120° aa22== 1∠240°1∠240° dan dan

(25)

1.

1. Beban rumah tanggaBeban rumah tangga

Beban rumah tangga adalah beban yang terdiri dari Beban rumah tangga adalah beban yang terdiri dari peralatan- peralatan

 peralatan listrik listrik yang yang biasa biasa dipakai dipakai pada pada rumah-rumah rumah-rumah penduduk. penduduk. BebanBeban rumah tangga yang harus dilayani tergantung dari sifat dan tingkat sosial rumah tangga yang harus dilayani tergantung dari sifat dan tingkat sosial seseorang. Semakin maju peradaban seseorang, semakin banyak pula seseorang. Semakin maju peradaban seseorang, semakin banyak pula kebutuhannya akan tenaga listrik. Pada beban rumah tangga kebutuhan kebutuhannya akan tenaga listrik. Pada beban rumah tangga kebutuhan maksimum biasanya berlangsung di malam hari antara pukul 18.00 sampai maksimum biasanya berlangsung di malam hari antara pukul 18.00 sampai  pukul

 pukul 22.00. 22.00. Dalam Dalam selama selama selang selang waktu waktu tersebut tersebut konsumen konsumen palingpaling  banyak mengkonsumsi listrik untuk

 banyak mengkonsumsi listrik untuk keperluan penerangan, hiburan keperluan penerangan, hiburan sepertiseperti mendengar radio/tape dan televisi.

mendengar radio/tape dan televisi. Tabel 1 tarif dasar listri

(26)

 beban

 beban mulai mulai bertambah bertambah dengan dengan bertambahnya bertambahnya atau atau bekerjanya bekerjanya lampu- lampu-lampu penerangan.

lampu penerangan.

Tabel 2 tarif dasar listrik untuk beban bisnis Tabel 2 tarif dasar listrik untuk beban bisnis

Tarif

Tarif Daya Daya (VA) Rp/kWH(VA) Rp/kWH B1 B1 450 450 535,- 535,-B1 B1 900 900 630,- 630,-B1 B1 1300 1300 966,- 966,-B1 B1 2200 2200 1100,- 1100,-B1 B1 5500 5500 1352,- 1352,-3.

3. Beban industriBeban industri

Beban industri merupakan beban listrik yang terdiri dari Beban industri merupakan beban listrik yang terdiri dari mesin-mesin penggerak industri yang paling sering menimbulkan masalah mesin penggerak industri yang paling sering menimbulkan masalah kelistrikan karena kapasitas

(27)

Pemakaian listrik pada kelompok ini kebanyakaan pada siang hari Pemakaian listrik pada kelompok ini kebanyakaan pada siang hari sedangkan pada malam hari kebanyakan beban penerangan saja.

sedangkan pada malam hari kebanyakan beban penerangan saja. Tabel 4 tarif dasar listrik untuk beban sosial

Tabel 4 tarif dasar listrik untuk beban sosial

Tarif Tarif Daya Daya (VA) Rp/kWH (VA) Rp/kWH S2 S2 450 450 325,- 325,-S2 S2 900 900 455,- 455,-S2 S2 1300 1300 708,- 708,-S2 S2 2200 2200 760,- 760,-S2 S2 3500 3500 900,- 900,-F.

F. KarakterisKarakteristik tik BebanBeban Dalam sistem listrik arus

Dalam sistem listrik arus bolak-balik, jenis bolak-balik, jenis beban dapat beban dapat diklasifikasikandiklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu :

(28)

2.

2. Beban Induktif (L)Beban Induktif (L)

Beban induktif (L) yaitu beban yang terdiri dari kumparan kawat yang Beban induktif (L) yaitu beban yang terdiri dari kumparan kawat yang dililitkan pada suatu inti, seperti

dililitkan pada suatu inti, seperti coil coil , transformator dan solenoida. Beban ini, transformator dan solenoida. Beban ini dapat mengakibatkan pergeseran fasa (

dapat mengakibatkan pergeseran fasa ( phase  phase shift shift ) pada arus sehingga) pada arus sehingga  bersifat

 bersifat lagging lagging . Hal ini disebabkan oleh energi yang tersimpan berupa. Hal ini disebabkan oleh energi yang tersimpan berupa medan magnetis akan mengakibatkan fasa arus bergeser menjadi tertinggal medan magnetis akan mengakibatkan fasa arus bergeser menjadi tertinggal terhadap tegangan. Beban jenis ini menyerap daya aktif dan daya reaktif. terhadap tegangan. Beban jenis ini menyerap daya aktif dan daya reaktif. Persamaan daya aktif untuk beban induktif adalah sebagai berikut:

Persamaan daya aktif untuk beban induktif adalah sebagai berikut:

P

PLL= VI cos φ= VI cos φ   (2.5)(2.5)

Dengan : Dengan :

(29)

Dengan : Dengan : P

PCC = daya aktif yang diserap beban (watt) = daya aktif yang diserap beban (watt) V

V = tegangan = tegangan yang yang mencatu beban mencatu beban (volt)(volt) I

I = = arus yarus yang ang mengalir mengalir pada pada beban beban (A)(A) Φ

Φ = sudut = sudut antara arus antara arus dan tegangandan tegangan

G.

G. Pengaruh Ketidakseimbangan bebanPengaruh Ketidakseimbangan beban

Apabila beban tidak seimbang maka muncul sebuah besaran yaitu arus Apabila beban tidak seimbang maka muncul sebuah besaran yaitu arus netral (In) yang besarnya tergantung dari berapa besar faktor netral (In) yang besarnya tergantung dari berapa besar faktor ketidakseimbangannya.

ketidakseimbangannya. 1.

(30)

Dengan Ia, Ib, Ic masing-masing adalah arus beban pada fasa a, fasa b, Dengan Ia, Ib, Ic masing-masing adalah arus beban pada fasa a, fasa b, dan fasa c dan Iao adalah arus urutan nol. Jika tidak ada jalur yang dan fasa c dan Iao adalah arus urutan nol. Jika tidak ada jalur yang melalui netral dari sistem tiga-fasa,

melalui netral dari sistem tiga-fasa, In In adalah nol, dan arus saluran tidak adalah nol, dan arus saluran tidak mengandung komponen urutan-nol. Suatu beban dengan hubungan-mengandung komponen urutan-nol. Suatu beban dengan hubungan-∆∆ tidak menyediakan jalur ke netral, dan karena itu arus saluran yang tidak menyediakan jalur ke netral, dan karena itu arus saluran yang mengalir ke beban yang

dihubungkan-mengalir ke beban yang dihubungkan-∆∆  tidak dapat mengandung  tidak dapat mengandung komponen urutan-nol.

komponen urutan-nol. 2.

2. Tegangan pada penghantar netralTegangan pada penghantar netral

Tegangan pada penghantar netral sebanding dengan arus netral dan Tegangan pada penghantar netral sebanding dengan arus netral dan impedansi penghantar netral, yakni

(31)

Arus yang mengalir pada penghantar netral menimbulkan panas yang Arus yang mengalir pada penghantar netral menimbulkan panas yang terbuang. Panas tersebut merupakan kerugian daya dan energi yang terbuang. Panas tersebut merupakan kerugian daya dan energi yang dinyatakan sebagai berikut:

dinyatakan sebagai berikut: P Pnn = I = Inn22R R nn   (2.12)(2.12) H Hnn = I = Inn22R R nn . t . 10 . t . 10-3-3 (2.13)(2.13) Dengan : Dengan : P

Pnn = Rugi daya penghantar netral (kW) = Rugi daya penghantar netral (kW)

H

(32)

H.

H. Faktor Ketidakseimbangan BebanFaktor Ketidakseimbangan Beban

Perbandingan antara nilai komponen urutan negatif dengan komponen Perbandingan antara nilai komponen urutan negatif dengan komponen urutan positif disebut faktor ketidakseimbangan beban (

urutan positif disebut faktor ketidakseimbangan beban (unbalance factor unbalance factor ) atau) atau dapat disingkat dengan F. Apabila data yang diketahui merupakan nilai arus, dapat disingkat dengan F. Apabila data yang diketahui merupakan nilai arus, maka faktor ketidakseimbangan beban dinyatakan berdasarkan perbandingan maka faktor ketidakseimbangan beban dinyatakan berdasarkan perbandingan antara arus urutan negatif dengan arus urutan positif,

antara arus urutan negatif dengan arus urutan positif, yaitu :yaitu :

 =

=

[[]] [

[]]   (2.15)(2.15)

dan persentase ketidakseimbangan beban yaitu : dan persentase ketidakseimbangan beban yaitu :

%

% F  F  = = F  F x x 100% 100% (2.16)(2.16) Dengan :

(33)

BAB III

BAB III

METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

A.

A. Tempat dan Waktu PenelitianTempat dan Waktu Penelitian

Penelitian tentang Pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap rugi daya Penelitian tentang Pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap rugi daya  pada

 pada penghantar penghantar netral netral jaringan jaringan distribusi distribusi sekunder sekunder dilaksanakan dilaksanakan di di penyulangpenyulang Paccerakkang PT PLN (Persero) Rayon Makassar Timur mulai tanggal 25 Paccerakkang PT PLN (Persero) Rayon Makassar Timur mulai tanggal 25 Februari sampai tanggal 25 Mei 2014.

Februari sampai tanggal 25 Mei 2014. B.

B. Teknik sampling/ Pengumpulan DataTeknik sampling/ Pengumpulan Data

Teknik atau metode yang digunakan dalam penelitian tentang Pengaruh Teknik atau metode yang digunakan dalam penelitian tentang Pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap rugi daya pada penghantar netral jaringan ketidakseimbangan beban terhadap rugi daya pada penghantar netral jaringan

(34)

tempat penelitian di PT. PLN (Persero) Area Makassar. Selain itu, tempat penelitian di PT. PLN (Persero) Area Makassar. Selain itu,  pengambilan data teknis terkait penelitian kami berasal dari data PT PLN Area  pengambilan data teknis terkait penelitian kami berasal dari data PT PLN Area Makassar dan PT PLN Rayon Makassar Timur. Data tersebut antara lain Makassar dan PT PLN Rayon Makassar Timur. Data tersebut antara lain diagram satu garis Penyulang Paccerakkang, data realisasi pekerjaan diagram satu garis Penyulang Paccerakkang, data realisasi pekerjaan  penyeimbangan

 penyeimbangan beban beban trafo trafo PLN PLN Rayon Rayon Makassar Makassar Timur, Timur, serta serta panjangpanjang  jurusan.

 jurusan. 3.

3. Observasi LapanganObservasi Lapangan

Pengambilan data dengan metode observasi l

Pengambilan data dengan metode observasi langsung dilakukan denganangsung dilakukan dengan mengamati daerah-daerah yang termasuk wilayah Penyulang Paccerakkang. mengamati daerah-daerah yang termasuk wilayah Penyulang Paccerakkang. C.

C. Teknik Analisis DataTeknik Analisis Data

Data-data yang diperoleh yaitu data beban tiap fasa, panjang penghantar, Data-data yang diperoleh yaitu data beban tiap fasa, panjang penghantar,

(35)

Adapun langkah-langkah dalam menganalisa data, ditampilkan pada sistem Adapun langkah-langkah dalam menganalisa data, ditampilkan pada sistem flowchart seperti dibawah ini :

flowchart seperti dibawah ini :

Mulai Mulai Mulai Mulai YA TIDAK YA TIDAK

(36)

BAB IV

BAB IV

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

A.

A. Data PenelitianData Penelitian

Data-data yang diperoleh yaitu data beban tiap fasa, panjang penghantar, Data-data yang diperoleh yaitu data beban tiap fasa, panjang penghantar, luas penampang penghantar dan bahan penghantar yang digunakan yang luas penampang penghantar dan bahan penghantar yang digunakan yang ditunjukkan pada tabel 5 berikut ini

ditunjukkan pada tabel 5 berikut ini

Tabel 5 Hasil pengukuran beban trafo penyulang paccerakkang Tabel 5 Hasil pengukuran beban trafo penyulang paccerakkang

Panjang Jar

Panjang Jaringan ingan Luas Luas PenampangPenampang R R S S T T ((KKmmss) ) ((mmmm²²)) 1 1 GGTT..IIPPCC00001 1 22000 0 22227 7 22446 6 22552 2 11..773 3 550 0 AAll 2 2 GGTT..IIPPCC00002 2 11000 0 11555 5 11111 1 11441 1 00..883 3 550 0 AAll 3 3 GGTT..IIPPCC00003 3 550 0 669 9 770 0 668 8 00..2 2 550 0 AllA 4 4 GGTT..IIPPCC00004 4 11000 0 11441 1 11111 1 11002 2 00..225 5 550 0 AAll Bahan Bahan Penghantar Penghantar Kapasitas Kapasitas Trafo(kVA) Trafo(kVA)

Data Pengukuran Beban (Ampere) Data Pengukuran Beban (Ampere) No

No Kode GKode Garduardu Distribusi Distribusi

(37)

B.

B. Analisa DataAnalisa Data

Dari data yang diperoleh selama melakukan penelitian di PLN Area Dari data yang diperoleh selama melakukan penelitian di PLN Area

Panjang Jar

Panjang Jaringan ingan Luas Luas PenampangPenampang R R S S T T ((KKmmss) ) ((mmmm²²)) 3 38 8 GGTT..IIPPCC00444 4 11660 0 11886 6 22114 4 11886 6 22..007 7 550 0 AAll 3 39 9 GGTT..IIPPCC00445 5 11000 0 887 7 11331 1 11221 1 44..227 7 550 0 AAll 4 40 0 GGTT..IIPPCC00446 6 44000 0 44880 0 44889 9 55005 5 11..662 2 550 0 AAll 4 41 1 GGTT..IIPPCC00447 7 11000 0 772 2 664 4 11772 2 00..008 8 550 0 AAll 4 42 2 GGTT..IIPPCC00448 8 11000 0 11110 0 11007 7 11116 6 33..224 4 550 0 AAll 4 43 3 GGTT..IIPPCC00449 9 11000 0 11113 3 669 9 11332 2 11..332 2 550 0 AAll 4 44 4 GGTT..IIPPCC00550 0 11000 0 883 3 666 6 11226 6 00..888 8 550 0 AAll 4 45 5 GGTT..IIPPCC00551 1 11660 0 888 8 11006 6 11222 2 00..556 6 550 0 AAll 4 46 6 GGTT..IIPPCC00553 3 11660 0 11556 6 11221 1 11668 8 22..881 1 550 0 AAll 4 47 7 GGTT..IIPPCC00554 4 11660 0 11668 8 11118 8 11664 4 11..333 3 550 0 AAll 4 48 8 GGTT..IIPPCC00555 5 11000 0 883 3 776 6 11226 6 00..115 5 550 0 AAll 4 49 9 GGTT..IIPPCC00556 6 11660 0 11335 5 11008 8 11661 1 22..669 9 550 0 AAll 5 50 0 GGTT..IIPPCC00557 7 11660 0 11668 8 11338 8 11664 4 00..228 8 550 0 AAll 5 51 1 GGTT..IIPPCC00558 8 11660 0 22113 3 11998 8 22119 9 22..117 7 550 0 AAll 5 52 2 GGTT..IIPPCC00559 9 11000 0 11888 8 11667 7 22886 6 00..445 5 550 0 AAll 5 53 3 GGTT..IIPPCC00660 0 550 0 770 0 663 3 882 2 11..005 5 550 0 AAll 5 54 4 GGTT..IIPPCC00661 1 11660 0 11441 1 11998 8 11558 8 00..003 3 550 0 AAll 5 55 5 GGTT..IIPPCC00662 2 11000 0 11888 8 11667 7 22886 6 00..224 4 550 0 AAll 5 56 6 GGTT..IIPPCC00663 3 11660 0 11886 6 11996 6 11662 2 33..225 5 550 0 AAll 5 57 7 GGTT..IIPPCC00664 4 11000 0 11888 8 11667 7 22886 6 00..444 4 550 0 AAll 5 58 8 GGTT..IIPPCC00665 5 11660 0 11888 8 11667 7 22886 6 11..997 7 550 0 AAll T

Toottaal l KKaappaassiittaas s TTrraaffo o = = 8855220 0 kkVVAA Bahan Bahan Penghantar Penghantar No

No Kode GKode Garduardu Distribusi Distribusi Kapasitas Kapasitas Trafo(kVA) Trafo(kVA)

Data Pengukuran Beban (Ampere) Data Pengukuran Beban (Ampere)

(38)

2.

2. Faktor ketidakseimbangan bebanFaktor ketidakseimbangan beban

Berdasarkan data penelitian GT.IPC032 pada tabel 5 dan persamaan Berdasarkan data penelitian GT.IPC032 pada tabel 5 dan persamaan (2.2), (2.3), (2.15) dan (2.16) diperoleh faktor ketidakseimbangan beban (2.2), (2.3), (2.15) dan (2.16) diperoleh faktor ketidakseimbangan beban sebagai berikut : sebagai berikut :





= 1/3 (525 + 1= 1/3 (525 + 1 ∠∠ 24 240̊0̊ (396 (396 ∠∠ 240) + 1 240) + 1 ∠∠ 12 120̊0̊ ∠∠ (404 (404 ∠∠ 120 120˚˚)) = 1/3 (525 + 396 = 1/3 (525 + 396 ∠∠480480˚˚ + 404 + 404 ∠∠ 240 240˚˚)) = 1/3 (125 - j6,93) = 1/3 (125 - j6,93) = 1/3 (125,19 = 1/3 (125,19 ∠∠ -3,17 -3,17˚˚ )) = 41,73A = 41,73A





= = 1/3 1/3 (525 (525 + + 11 ∠∠ 12 120̊0̊ (396 (396 ∠∠ 240 240˚˚) + 1) + 1∠∠ 24 240̊0̊ ∠∠ (404 (404 ∠∠ 120 120˚˚ ) )

(39)

R = R =

   = 2,78 . 10 = 2,78 . 10-8-8 77 5. 5.−− = 1,501 ohm = 1,501 ohm P Pnn= I= Inn22 x R  x R nn = 125,19 = 125,1922 x 1,501 x 1,501 = 23.528watt = 23.528watt = 23,528 kW = 23,528 kW H Hnn = P = Pnnx tx t = 23,528 x 24 = 23,528 x 24

(40)

R

Rn n PPn n HHnn (A)

(A)    1x10??(ohm-m)1x10??(ohm-m) ( k( kmmss) ) ( m( mmm²²) ) ( o( ohhmm) ( K) ( KWW) ) ( k( kWWhh)) G GTT..IIPPCC00115 5 11112 2 998 8 11003 3 1122..228888551 1 00..00339 9 22..778 8 00..226 6 550 0 00..11445 5 00..00222 2 00..55224 4 33..99 G GTT..IIPPCC00116 6 995 5 11442 2 13131 1 4422..5577995 5 00..11116 6 22..778 8 00..447 7 550 0 00..22661 1 00..44774 4 1111..33771 1 1111..66 G GTT..IIPPCC00117 7 33008 8 22552 2 38384 4 111144..7755226 6 00..11222 2 22..778 8 11..667 7 550 0 00..99229 9 1122..22227 7 229933..44445 5 1122..22 G GTT..IIPPCC00118 8 553 3 228 8 57 57 2277..222200664 4 00..11997 7 22..778 8 00..007 7 550 0 00..00339 9 00..00229 9 00..66992 2 1199..77 G GTT..IIPPCC00119 9 33775 5 22669 9 33338 8 9933..118822777 7 00..00995 5 22..778 8 22..5 5 550 0 11..33990 0 1122..00669 9 228899..66666 6 99..55 G GTT..IIPPCC00220 0 553 3 335 5 57 57 2200..229977226 6 00..114 4 22..778 8 00..441 1 550 0 00..22228 8 00..00994 4 22..22554 4 1144 G GTT..IIPPCC00222 2 11119 9 11113 3 334 4 8822..116644446 6 00..33009 9 22..778 8 00..553 3 550 0 00..22995 5 11..99889 9 4477..77445 5 3300..99 G GTT..IIPPCC00223 3 11886 6 22119 9 11113 3 9933..995522442 2 00..11881 1 22..778 8 11..221 1 550 0 00..66773 3 55..99338 8 114422..55224 4 1188..11 G GTT..IIPPCC00224 4 22558 8 22889 9 22445 5 3399..115533443 3 00..00449 9 22..778 8 22..224 4 550 0 11..22445 5 11..99009 9 4455..88222 2 44..99 G GTT..IIPPCC00225 5 22336 6 33111 1 22443 3 7711..775566776 6 00..00991 1 22..778 8 11..7 7 550 0 00..99445 5 44..88667 7 111166..88005 5 99..11 G GTT..IIPPCC00226 6 334 4 335 5 30 30 44..55882244556 6 00..00446 6 22..778 8 00..1 1 550 0 00..00556 6 00..00001 1 00..00228 8 44..66 G GTT..IIPPCC00227 7 22885 5 22663 3 22551 1 2299..886666661 1 00..00337 7 22..778 8 11..887 7 550 0 11..00440 0 00..99227 7 2222..22559 9 33..77 G GTT..IIPPCC00228 8 33666 6 33111 1 33114 4 5533..556633004 4 00..00554 4 22..778 8 11..8 8 550 0 11..00001 1 22..88771 1 6688..99111 1 55..44 G GTT..IIPPCC00229 9 11119 9 11223 3 997 7 2244..224499003 3 00..00772 2 22..778 8 00..5 5 550 0 00..22778 8 00..11663 3 33..99223 3 77..22 G GTT..IIPPCC00330 0 11223 3 11332 2 998 8 3300..551122442 2 00..00886 6 22..778 8 00..222 2 550 0 00..11222 2 00..11114 4 22..77333 3 88..66 G GTT..IIPPCC00331 1 11446 6 22773 3 20209 9 110099..9988666 6 00..11775 5 22..778 8 22..551 1 550 0 11..33996 6 1166..88882 2 440055..11772 2 1177..55 G GTT..IIPPCC00332 2 55225 5 33996 6 44004 4 112255..1199118 8 00..00994 4 22..778 8 22..7 7 550 0 11..55001 1 2233..55228 8 556644..66779 9 99..44 G GTT..IIPPCC00333 3 22007 7 22111 1 22004 4 66..00882255885 5 0..0001 1 22..778 8 1 1 550 0 00..55556 6 00..00221 1 00..44994 4 11 G GTT..IIPPCC00334 4 887 7 11332 2 998 8 4400..6633226 6 00..11228 8 22..778 8 00..442 2 550 0 00..22334 4 00..33886 6 99..22553 3 1122..88 G GTT..IIPPCC00335 5 887 7 11332 2 15152 2 5577..666622996 6 00..11555 5 22..778 8 00..443 3 550 0 00..22339 9 00..77995 5 1199..00779 9 1155..55 G GTT..IIPPCC00336 6 22447 7 22555 5 22773 3 2233..006655449 9 00..003 3 22..778 8 22..222 2 550 0 11..22334 4 00..66557 7 1155..77660 0 33 G GTT..IIPPCC00337 7 11990 0 22007 7 22009 9 1188..008833114 4 00..003 3 22..778 8 11..664 4 550 0 00..99112 2 00..22998 8 77..11556 6 33 G GTT..IIPPCC00338 8 11887 7 11335 5 11552 2 4455..992244003 3 00..00997 7 22..778 8 00..666 6 550 0 00..33667 7 00..77774 4 1188..55774 4 99..77 G GTT..IIPPCC00339 9 887 7 11332 2 11221 1 4400..663322443 3 00..112 2 22..778 8 00..664 4 550 0 00..33556 6 00..55887 7 1144..11000 0 1122 G GTT..IIPPCC00440 0 887 7 999 9 12121 1 2299..886666001 1 00..00997 7 22..778 8 00..223 3 550 0 00..11228 8 00..11114 4 22..77338 8 99..77 G GTT..IIPPCC00441 1 11990 0 22007 7 22009 9 1188..008833114 4 00..003 3 22..778 8 33..2 2 550 0 11..77779 9 00..55882 2 1133..99663 3 33 G GTT..IIPPCC00442 2 22004 4 11773 3 22339 9 5577..119922998 8 00..00993 3 22..778 8 11..228 8 550 0 00..77112 2 22..33228 8 5555..88770 0 99..33 G GTT..IIPPCC00443 3 33330 0 55884 4 44554 4 221199..9999008 8 00..11661 1 22..778 8 22..114 4 550 0 11..11990 0 5577..55883 3 11338822..00002 2 1166..11 G GTT..IIPPCC00444 4 11886 6 22114 4 11886 6 2277..999999338 8 00..00448 8 22..778 8 22..007 7 550 0 11..11551 1 00..99002 2 2211..66555 5 44..88 G GTT IIPPCC00445 5 887 7 11331 1 12121 1 3399 994499991 1 00 11118 8 22 778 8 44 227 7 550 0 22 33774 4 33 77889 9 9900 99338 8 1111 88 Panjang

Panjang    LuasLuas penampang penampang Rugi Daya Rugi Daya % F % F R R S S TT Kode Gardu Kode Gardu Distribusi Distribusi Pengukura

Pengukuran n beban(A)beban(A) In In f  f  tahanan tahanan  jeni  jeni ss

(41)

adalah 1,73 A yaitu pada gardu distribusi GT.IPC003.Adapun total arus adalah 1,73 A yaitu pada gardu distribusi GT.IPC003.Adapun total arus netral di penyulang Paccerakkang adalah sebesar 2959,82 A.

netral di penyulang Paccerakkang adalah sebesar 2959,82 A. 2.

2. Faktor ketidakseimbangan bebanFaktor ketidakseimbangan beban  Nilai

 Nilai faktor faktor ketidakseimbangan ketidakseimbangan beban beban terletak terletak antara antara 0 0 dan dan 1 1 dimanadimana  jika

 jika

 beban benar-benar seimbang maka harga F = 0

 beban benar-benar seimbang maka harga F = 0 dan jika benar-benardan jika benar-benar tidak seimbang maka harga F = 1.

tidak seimbang maka harga F = 1.

Sedangkan persentase ketidakseimbangan beban yang sesuai standar Sedangkan persentase ketidakseimbangan beban yang sesuai standar PLN tidak boleh lebih dari 20%. Berdasarkan tabel 6 diperoleh faktor PLN tidak boleh lebih dari 20%. Berdasarkan tabel 6 diperoleh faktor ketidakseimbangan beban paling besar adalah 0, 338 atau sebesar 33,8% ketidakseimbangan beban paling besar adalah 0, 338 atau sebesar 33,8% yaitu pada GT.IPC047 sehingga pada Gardu perlu dilakukan pemerataan yaitu pada GT.IPC047 sehingga pada Gardu perlu dilakukan pemerataan

(42)

semakin panjang penghantar maka semakin besar rugi daya yang akan semakin panjang penghantar maka semakin besar rugi daya yang akan ditimbulkan. Adapun cara untuk meminimalisir rugi daya yang ditimbulkan. Adapun cara untuk meminimalisir rugi daya yang terjadiakibat ketidakseimbangan beban yaitu dengan melakukan terjadiakibat ketidakseimbangan beban yaitu dengan melakukan  pemerataan

 pemerataan beban beban di di tiap tiap fasa. fasa. Adapun Adapun total total rugi rugi daya daya akibatakibat ketidakseimbangan beban di penyulang Paccerakkang yaitu sebesar ketidakseimbangan beban di penyulang Paccerakkang yaitu sebesar 218,61 kW dimana total daya trafo distribusi adalah sebesar 8250 kVA, 218,61 kW dimana total daya trafo distribusi adalah sebesar 8250 kVA, sedangkan rugi energi akibat ketidakseimbangan beban di penyulang sedangkan rugi energi akibat ketidakseimbangan beban di penyulang Paccerakkang yaitu 5246,64 kWh perhari.

(43)

BAB V

BAB V

PENUTUP

PENUTUP

A.

A.

Kesimpulan

Kesimpulan

Dari pembahasan tentang Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Dari pembahasan tentang Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Rugi Daya pada Penghantar Netral Jaringan Distribusi Sekunder di Penyulang Rugi Daya pada Penghantar Netral Jaringan Distribusi Sekunder di Penyulang Paccerakkang, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

Paccerakkang, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : 1.

1. Besar Besar rata-rata rata-rata faktor faktor ketidakseimbangan ketidakseimbangan beban beban penyulangpenyulang Paccerakkang yaitu sebesar 0,103 atau sebesar 10,3%.

Paccerakkang yaitu sebesar 0,103 atau sebesar 10,3%. 2.

(44)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standarisasi Nasional. 2000.

Badan Standarisasi Nasional. 2000.  Persyaratan  Persyaratan Umum Umum Instalasi Instalasi Listrik Listrik 2000.2000. Badan

Badan Standarisasi Standarisasi Nasional. Nasional. Jakarta.Jakarta. Pembakuan Bidang Distribusi, 1996 .

Pembakuan Bidang Distribusi, 1996 . SPLN SPLN 118-3-1:1996 118-3-1:1996 Spesifikasi Spesifikasi PerangkatPerangkat  Hubung

 Hubung Bagi Bagi Tegangan Tegangan Rendah Rendah Gardu Gardu Distribusi.Distribusi. Jakarta : PT.PerusahaanJakarta : PT.Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Listrik Negara (Persero). Pembakuan

Pembakuan Bidang Bidang Transmisi,1997 Transmisi,1997 .. SPLN SPLN 50:1997 50:1997 Trafo Trafo Distribusi.Distribusi. Jakarta :Jakarta : PT.Perusahaan Listrik Negara (Persero).

PT.Perusahaan Listrik Negara (Persero). PLN Jasdik, 2009.

PLN Jasdik, 2009.  Losses  Losses pada pada Jaringan Jaringan DistribusiDistribusi, PT PLN (Persero) Jasa, PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan UDIKLAT Bogor.

Pendidikan dan Pelatihan UDIKLAT Bogor. PLN Jasdik 

PLN Jasdik  ,  2009. ,  2009.  Teori Transformator Distribusi  Teori Transformator Distribusi, PT PLN (Persero) Jasa, PT PLN (Persero) Jasa Pendidikan dan Pelatihan UDIKLAT Bogor.

Pendidikan dan Pelatihan UDIKLAT Bogor. Sarimun, Wahyudi. 2011.

Sarimun, Wahyudi. 2011.  Buku  Buku Saku Saku Pelayanaan Pelayanaan Teknik Teknik (Yantek)(Yantek). Edisi Kedua.. Edisi Kedua. Depok: Garamond.

(45)

LAMPIRAN

LAMPIRAN

1.

1. Aplikasi ExcelAplikasi Excel

a.

(46)

 b.

(47)

= 441,67 A = 441,67 A

 =

=

[[]] [ []]   == ,73 ,73  ,67  ,67 = = 0,0940,094 % % F  F  = 0,094 x 100% = 0,094 x 100% = 9,4% = 9,4% c.

(48)

H

Hnn = 23,528 x 24 = 23,528 x 24

=

(49)

37 37

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :