• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIK INDUSTRI PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PROGRAM PLC SIEMENS S7-200 MENGGUNAKAN SOFTWARE STEP-7 MICROWIN SMART DI PT SUTANTO ARIFCHANDRA ELECTRONIC.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PRAKTIK INDUSTRI PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PROGRAM PLC SIEMENS S7-200 MENGGUNAKAN SOFTWARE STEP-7 MICROWIN SMART DI PT SUTANTO ARIFCHANDRA ELECTRONIC.pdf"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIK INDUSTRI LAPORAN PRAKTIK INDUSTRI

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PROGRAM PLC SIEMENS PADA MESIN

PLC SIEMENS PADA MESIN I N J E IN J E C TC TII OON MON M OUULD ILD I N G PL ASN G P LA ST ICT IC MENGGUNAKAN

MENGGUNAKAN SOF SOF TWATWA RR EE STEP7-MICROWIN SMARTSTEP7-MICROWIN SMART DI

DI

PT. SUTANTO ARIFCHANDRA ELECTRONIC PT. SUTANTO ARIFCHANDRA ELECTRONIC

Jl. Soepardjo Roestam Km. 4 Sokaraja Jl. Soepardjo Roestam Km. 4 Sokaraja

Banyumas, Jawa Tengah 53181 Banyumas, Jawa Tengah 53181

DISUSUN OLEH : DISUSUN OLEH :

BELLA CITRA YOVIDIYANTI

BELLA CITRA YOVIDIYANTI

15501241046

15501241046

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2017 2017

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Bissmillahirrahmanirrohim Bissmillahirrahmanirrohim

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, kasih sayang serta karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan rahmat, kasih sayang serta karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktik Industri dan penyusunan laporan yang dilakukan di PT Sutanto Arifchandra Praktik Industri dan penyusunan laporan yang dilakukan di PT Sutanto Arifchandra Electronic, Sokaraja, Banyumas. Penyusunan laporan merupakan satu kesatuan Electronic, Sokaraja, Banyumas. Penyusunan laporan merupakan satu kesatuan dengan kegiatan praktik industri dengan tujuan untuk memenuhi salah satu syarat dengan kegiatan praktik industri dengan tujuan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan bagi Program Pendidikan Teknik Elektro S1 Fakultas Teknik Universitas kelulusan bagi Program Pendidikan Teknik Elektro S1 Fakultas Teknik Universitas  Negeri Yogyakarta.

 Negeri Yogyakarta.

Adapun penyusunan laporan berdasarkan kegiatan yang dilakukan selama Adapun penyusunan laporan berdasarkan kegiatan yang dilakukan selama  praktik

 praktik industri industri di di PT PT SAE SAE pada pada tanggal tanggal 3 3 JuliJuli  –  –   15 Agustus 2017. Dalam  15 Agustus 2017. Dalam  pelaksanaan

 pelaksanaan Praktik Praktik Industri dan Industri dan penyusunan laporan penyusunan laporan ini, ini, penulis penulis telah telah mendapatmendapat  banyak bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini  banyak bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini  penulis mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada:

 penulis mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada: 1.

1. Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga laporan Praktik Industri iniAllah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga laporan Praktik Industri ini dapat terselesaikan dengan baik,

dapat terselesaikan dengan baik, 2.

2. Orang Tua, saudara dan semua kelurga yang telah memberi dukunganOrang Tua, saudara dan semua kelurga yang telah memberi dukungan moral, materil maupun spritual dan kasih sayangnya,

moral, materil maupun spritual dan kasih sayangnya, 3.

3. Bapak Dr. Widarto, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Teknik UniversitasBapak Dr. Widarto, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas  Negeri

 Negeri Yogyakarta Yogyakarta yang yang telah telah memberikan memberikan kesempatan kesempatan dan dan bekal bekal untukuntuk melakukan Praktik Industri,

melakukan Praktik Industri, 4.

4. Bapak Drs. Totok Heru Tri Maryadi, M.Pd selaku ketua JBapak Drs. Totok Heru Tri Maryadi, M.Pd selaku ketua J urusan Pendidikanurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta,

Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, 5.

5. BapakBapak Muhammad Ali, M.TMuhammad Ali, M.T selaku koordinator Praktik Industri Jurusanselaku koordinator Praktik Industri Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Negeri Yogyakarta,

Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Negeri Yogyakarta, 6.

6. Bapak Dr. Giri Wiyono, M.T. selaku dosen pembimbing praktik industriBapak Dr. Giri Wiyono, M.T. selaku dosen pembimbing praktik industri yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama

yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama melaksanakan praktikmelaksanakan praktik industri dan penyusunan laporan,

(5)

7. PT Sutanto Arifchandra Electronic yang telah memberikan kesempatan melakukan Praktik Industri dan memberikan fasilitas bagi kami dalam  belajar,

8. Bapak Chandra Sutanto selaku Direktur PT Sutanto Arifchandra Electronic atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan praktik industri,

9. Bapak Supriyanto Sukjat selaku pembimbing industri yang telah membimbing penulis dalam melakukan kegiatan di lapangan saat  pelaksanaan praktik industri,

10. Bapak Pepi, Bapak Isaq, Bapak Deny serta seluruh staf dan karyawan PT Sutanto Arifchandra Electronic yang telah banyak membantu dengan diskusi di lapangan serta memberi dukungan selama melaksanakan praktik industri,

11. Rekan seperjuangan praktik industri, Miladiah Setio Wati atas kerjasama,  bantuan, dan kebersamaannya selama ini,

12. Teman- teman jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY angkatan 2015 khususnya kelas D yang telah memberi dukungan dan berbagi pengalaman selama praktik industri, dan

13. Semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan dan penulisan laporan praktik industri ini yang tidak dapat penulisan sebutkan satu-satu. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan dan penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, serta penulis berharap laporan Praktik Industri ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun bagi para pembaca.

Purwokerto, Agustus 2017 Penulis

(6)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR LAMPIRAN... viii

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan Praktik Industri ... 3

C. Manfaat Praktik Industri ... 4

BAB II PROFIL INDUSTRI... 6

A. Manajemen Industri ... 6

B. Manajemen Mutu ... 11

C. Peralatan, Bahan dan Proses Produksi ... 12

BAB III KEGIATAN KEAHLIAN... 17

A. Kegiatan Mahasiswa Praktik di Industri ... 17

B. Peralatan yang Digunakan ... 18

C. Proses Perencanaan dan Perancangan Program ... 28

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN... 34

A. Kesimpulan ... 34

B. Saran ... 34

DAFTAR PUSTAKA... 36

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi Perusahaan ... 8

Gambar 2. Kawat Tembaga... 13

Gambar 3. PVC ... 13

Gambar 4. Mesin Drawing ... 14

Gambar 5. Mesin Annealing ... 15

Gambar 6. Mesin Extruder untuk proses insulating ... 15

Gambar 7. Mesin Cabling ... 16

Gambar 8. Mesin Rolling and Packing ... 16

Gambar 9. PLC Siemens S7-200 ... 19

Gambar 10. Scan Cycle pada PLC Siemens... 20

Gambar 11. Expansion module pada PLC Siemens ... 21

Gambar 12. Tampilan pada STEP 7-MicroWIN SMART V2.0 ... 22

Gambar 13. Ladder diagram load, load not danand ... 23

Gambar 14. Ladder diagram or, nand dannor ... 23

Gambar 15. Mesin injection molding plastic... 24

Gambar 16. Clampingunit ...25

Gambar 17. Bagian- bagian mold unit ... 26

Gambar 18. Valve/ solenoid pada mesin...27

Gambar 19. Motor pada mesin ... 27

Gambar 20. Flowchart kerja mesin ... 30

Gambar 21. Membuat file baru pada aplikasi ... 31

Gambar 22. Tampilan windowSTEP 7-MicroWin Smart ... 31

Gambar 23. Membuat input program ... 32

Gambar 24. Input pada program ... 32

Gambar 25. Pengalamatan output ... 33

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Alamat Input ... 29 Tabel 2. Alamat Output ... 30

(9)

DAFTAR 

DAFTAR LAMPIRANLAMPIRAN

Lampiran 1. Piagam Lulus Pembekalan Praktik Industri Lampiran 1. Piagam Lulus Pembekalan Praktik Industri Lampiran 2. Surat Ijin/Tugas dari Dekan

Lampiran 2. Surat Ijin/Tugas dari Dekan

Lampiran 3. Jadwal Rencana Kegiatan Praktik Industri Lampiran 3. Jadwal Rencana Kegiatan Praktik Industri Lampiran 4. Catatan Kegiatan Harian Praktik Industri Lampiran 4. Catatan Kegiatan Harian Praktik Industri Lampiran 5. Matriks Program Kegiatan Praktik

Lampiran 5. Matriks Program Kegiatan Praktik Lampiran 6. Kesan dan Rekomendasi Industri Lampiran 6. Kesan dan Rekomendasi Industri

Lampiran 7. Ucapan Terima Kasih dari Fakultas Kepada Industri Lampiran 7. Ucapan Terima Kasih dari Fakultas Kepada Industri Lampiran 8. Kartu Bimbingan Praktik Industri

Lampiran 8. Kartu Bimbingan Praktik Industri

Lampiran 9. Surat Keterangan Pelaksanaan Praktik Industri Lampiran 9. Surat Keterangan Pelaksanaan Praktik Industri Lampiran 10. Sertifikat Praktik Industri

Lampiran 10. Sertifikat Praktik Industri Lampiran 11.

(10)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Dewasa ini dunia perindustrian mengalami peningkatan yang sangat pesat Dewasa ini dunia perindustrian mengalami peningkatan yang sangat pesat dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan manusia modern di era dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan manusia modern di era globalisasi ini. Arus globalisasi

globalisasi ini. Arus globalisasi menuntut setiap individu untuk dapat bersaingmenuntut setiap individu untuk dapat bersaing dengan bangsa asing di dunia industri. Oleh karena itu diperlukannya dengan bangsa asing di dunia industri. Oleh karena itu diperlukannya  pemberdayaan

 pemberdayaan potensi potensi sumber sumber daya daya manusia manusia untuk untuk memenuhi memenuhi tenaga tenaga kerjakerja terampil dan ahli. Kebijakan dan pengembangan Pendidikan Menengah terampil dan ahli. Kebijakan dan pengembangan Pendidikan Menengah Kejuruan tentang Reposisi Kejuruan tahun 2020 dengan pendekatan Kejuruan tentang Reposisi Kejuruan tahun 2020 dengan pendekatan kompetensi dan pembelajaran berbasis produksi dengan memberi pengala kompetensi dan pembelajaran berbasis produksi dengan memberi pengala manman nyata dan bermakna menuntut FT UNY sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga nyata dan bermakna menuntut FT UNY sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan lembaga penghasil tenaga ahli madya teknik terus Kependidikan (LPTK) dan lembaga penghasil tenaga ahli madya teknik terus mengembangkan secara selaras dengan tuntutan profesi. Salah satu langkah mengembangkan secara selaras dengan tuntutan profesi. Salah satu langkah yang dapat

yang dapat dilaksanakan dalam rangka dilaksanakan dalam rangka menghadapi tantangan tersebut adalahmenghadapi tantangan tersebut adalah dengan konsep pendidikan

dengan konsep pendidikan link and matchlink and match dimana dalam melaksanakandimana dalam melaksanakan  pendidikan

 pendidikan selalu selalu berhubungan berhubungan dengan dengan industri industri sebagaisebagai  stakeholder  stakeholder   dalam  dalam dunia pendidikan. Dengan menerapkan konsep

dunia pendidikan. Dengan menerapkan konsep link and matchlink and match makamaka diharapkan para peserta didik dapat mempunyai kompetensi dan keahlian yang diharapkan para peserta didik dapat mempunyai kompetensi dan keahlian yang siap kerja sesuai dengan bidang pendidikan yang diambil.

siap kerja sesuai dengan bidang pendidikan yang diambil.

Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta sebagai salah satu lembaga Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta sebagai salah satu lembaga  pendidikan

 pendidikan tinggi tinggi di Idi Indonesia berundonesia berusaha untuk saha untuk mewujudkan mewujudkan konsep konsep pendidikanpendidikan link and match

link and match dengan mengadakan program atau mata kuliah dengan mengadakan program atau mata kuliah Prakitk Industri.Prakitk Industri. Mata kuliah ini wajib diambil oleh mahasiswa FT UNY pada umumnya dan Mata kuliah ini wajib diambil oleh mahasiswa FT UNY pada umumnya dan khususnya oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elekro sebagai syarat khususnya oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elekro sebagai syarat kelulusan memperoleh gelar sarjana S1 maupun gelar ahli madya D3. Praktik kelulusan memperoleh gelar sarjana S1 maupun gelar ahli madya D3. Praktik Industri memiliki bobot kredit 3 SKS maka mahasiswa harus melaksanakan Industri memiliki bobot kredit 3 SKS maka mahasiswa harus melaksanakan kegiatan di industri selama minimal 256 jam atau sekitar 6-7 minggu (1,5 kegiatan di industri selama minimal 256 jam atau sekitar 6-7 minggu (1,5

(11)

semester khusus. Mahasiswa yang akan melaksanakan praktik industri harus semester khusus. Mahasiswa yang akan melaksanakan praktik industri harus sudah menempuh Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS) minimal 70 SKS dan sudah menempuh Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS) minimal 70 SKS dan telah lulus pembekalan praktik industri supaya mahasiswa sudah memiliki telah lulus pembekalan praktik industri supaya mahasiswa sudah memiliki  bekal ilmu saat pelaksanaan praktik industri.

 bekal ilmu saat pelaksanaan praktik industri.

Pada proses produksi di PT Sutanto Arifchandra Electronic terdapat Pada proses produksi di PT Sutanto Arifchandra Electronic terdapat  beberapa

 beberapa mesin mesin produksi produksi yang dikendalikan yang dikendalikan oleh oleh PLC, PLC, namun namun penulis penulis fokusfokus  pada

 pada kendali kendali PLC PLC yang yang digunakan digunakan mesinmesin injection molding plastic.injection molding plastic. Hal iniHal ini dikarenakan pada mesin

dikarenakan pada mesin injection molding plasticinjection molding plastic terdapat beberapa kesalahan terdapat beberapa kesalahan step kerja sehingga oleh industri penulis diminta untuk membuat perencanaan step kerja sehingga oleh industri penulis diminta untuk membuat perencanaan  program

 program yang yang baru baru dan dan sesuai sesuai dengan dengan step step kerja kerja yang yang seharusnya. seharusnya. DalamDalam  pelaksanaannya penulis ing

 pelaksanaannya penulis ingin lebih mengetahui in lebih mengetahui PLC apa yang PLC apa yang digunakan padadigunakan pada mesin dan

mesin dan  software software  pendukungny pendukungnya a serta serta langkah- langkah- langkah langkah yang yang harusharus dilakukan dalam perencanaan pemrograman PLC pada mesin

dilakukan dalam perencanaan pemrograman PLC pada mesin injectioninjection molding plastic.

molding plastic. 1.

1. Alasan Pemilihan Tempat Praktik IndustriAlasan Pemilihan Tempat Praktik Industri

Penulis melaksanakan kegiatan praktik industri di PT Sutanto Penulis melaksanakan kegiatan praktik industri di PT Sutanto Arifchandra Electronic yang terletak di Jalan Soepardjo Roestam Km.4 Arifchandra Electronic yang terletak di Jalan Soepardjo Roestam Km.4 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah diharapkan dapat menerapkan Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah diharapkan dapat menerapkan ilmu-ilmu yang sudah didapat selama perkuliahan. Selain itu dapat mempelajari ilmu yang sudah didapat selama perkuliahan. Selain itu dapat mempelajari  permasalahan

 permasalahan yang yang ada ada di di industri industri sekaligus sekaligus menemukan menemukan solusi solusi atauatau  penyelesaiannya.

 penyelesaiannya.

Dalam memilih tempat pelaksanaan praktik industri, penulis Dalam memilih tempat pelaksanaan praktik industri, penulis memiliki beberapa alasan. Alasan yang pertama karena PT Sutanto memiliki beberapa alasan. Alasan yang pertama karena PT Sutanto Arifchandra Electronic memiliki struktur organisasi yang dikelola secara Arifchandra Electronic memiliki struktur organisasi yang dikelola secara  profesional

 profesional sehingga sehingga tugas tugas dan dan kewajiban kewajiban tiap tiap bagian bagian atau atau departemendepartemen  berbeda- beda

 berbeda- beda sesuai dengan sesuai dengan bidangnya. bidangnya. Alasan yang Alasan yang kedua adalah kedua adalah karenakarena PT Sutanto Arifchandra Electronic merupakan suatu perusahaan atau PT Sutanto Arifchandra Electronic merupakan suatu perusahaan atau industri yang bergerak di bidang produksi kabel dan alat- alat yang industri yang bergerak di bidang produksi kabel dan alat- alat yang digunakan oleh perusahaan mengikuti perkembangan teknologi dan sesuai digunakan oleh perusahaan mengikuti perkembangan teknologi dan sesuai dengan bidang studi. Salah satunya adalah PLC sebagai kendali pada dengan bidang studi. Salah satunya adalah PLC sebagai kendali pada

(12)

mesin injeksi sehingga penulis dapat belajar lebih banyak lagi terutama  pada bagian perencanaan dan perancangan program pada PLC.

2. Alasan Pemilihan Bidang Praktik Industri

Penulis melaksanakan praktik di departemen maintenance and engineering   yang bertugas untuk menangani perawatan dan perbaikan mesin pada industri. Pada departemen ini penulis diberi tugas untuk membuat perencanaan dan perancangan program mesin injection moulding plastic  berbasis PLC ( Programmable Logic Control). Tugas yang diberikan oleh pembimbing industri sangat sesuai dengan bidang keahlian yang penulis pelajari dalam perkuliahan, yaitu konsentrasi otomasi industri atau arus lemah pada jurusan Pendidikan Teknik Elektro.

B. Tujuan Praktik Industri 1. Tujuan Umum

Dengan melaksanakan kegiatan Praktik Industri, mahasiswa dapat mengetahui situasi dan kondisi yang terjadi di industri sehingga akan memperoleh pengalaman dan pengetahuan. Dalam pelaksanaan praktik industri, mahasiswa mencoba menerapkan teori dan ilmu yang telah diperoleh saat perkuliahan dengan keadaan nyata di lapangan.

2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan secara khusus yang diharapkan setelah melaksanakan Praktik Industri di PT Sutanto Arifchandra Electronic adalah:

a. Mengetahui dan memahami pengaplikasian langsung ilmu teknik elektro pada industri

 b. Memperoleh pengetahuan dan ketrampilan keteknikan baru maupun  pengalaman langsung dalam kegiatan praktik industri

c. Mempelajari manajemen, struktur organisasi serta proses kerja pada PT Sutanto Arifchandra Electronic

(13)

e. Membantu merancang pemrograman PLC pada departemen maintenance and engineering  di PT Sutanto Arifchandra Electronic f. Mengembangkan ilmu keelektroan, sistem kendali, dan maintenance

alat di industri

C. Manfaat Praktik Industri

Adapun manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan Praktik Industri ini adalah :

1. Bagi Mahasiswa

a. Mengetahui kondisi nyata suatu perusahaan baik dari segi manajemen yang diterapkan, kondisi fisik,teknologi yang digunakan, kinerja para karyawan serta proses produksi di industri

 b. Mengetahui dan dapat mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi sesuai dengan tuntutan perkembangan industri

c. Memperoleh pengalaman yang nyata untuk meningkatkan keterampilan teknik sesuai dengan program studi yang ditekuni

d. Mencoba memecahkan solusi dari permasalahan yang ada selama melaksanakan praktik industri

e. Dapat membina hubungan baik dengan industri 2. Bagi Lembaga Pendidikan

a. Menciptakan hubungan kerjasama antara pihak Universitas Negeri Yogyakarta dengan industri

 b. Mendapat umpan balik untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga selalu sesuai dengan perkembangan dunia industri

c. Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam pengaplikasian disiplin ilmu yang didapat di perkuliahan dengan keadaan nyata di lapangan 3. Bagi Perusahaan

a. Memperoleh masukan- masukan baru dari lembaga pendidikan melalui mahasiswa yang sedang dan telah melaksanakan Praktik Industri

(14)

 b. Menciptakan terjalinnya hubungan yang baik dengan lembaga  pendidikan khususnya Fakultas Teknik Universitas Negeri

Yogyakarta

c. Menjalin hubungan Industri terhadap dunia pendidikan dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Industri

(15)

BAB II

PROFIL INDUSTRI

A. Manajemen Industri

1. Profil PT Sutanto Arifchandra Electronic

 Nama Perusahaan : PT Sutanto Arifchandra Electronic

Alamat Perusahaan : Jalan Soepardjo Roestam Km.4 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah 53181

Telepon : (0281) 6440951 E-mail : [email protected] Website : www.kitani.co.id

2. Sejarah PT Sutanto Arifchandra Electronic

Pada awal berdiri tahun 1990 industri ini sebelumnya bernama PT Sutan Makmur Satria Karya dan berlokasi di Kalibogor, Banyumas, Jawa Tengah. Setelah lima tahun berdiri PT Sutan Makmur Satria Karya  berganti nama menjadi PT Sutanto Arifchandra Electronic dan berpindah lokasi di Jalan Soepardjo Roestam Km.4 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. PT Sutanto Arifchandra Electronic sendiri merupakan sebuah industri perusahaan yang dikelola secara kekeluargaan dan bergerak di  bidang produksi kabel. Adapun produk yang dihasilkan dari perusahaan ini antara lain kabel audio video, dan juga kabel low voltage seperti NYA,  NYM dan NYY.

PT Sutanto Arifchandra Electronic dipimpin oleh Sutanto selaku  presiden direktur dan Chandra Sutanto yang merupakan anaknya menjadi direktur di PT Sutanto Arifchandra Electronic. Perusahaan ini sempat mengalami keterpurukan akibat krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 dan membanjirnya produk luar sehingga menyebabkan managemen terpaksa memberlakukan kebijakan menggilir hari masuk kerja karyawan.

(16)

PT Sutanto Arifchandra Electronic juga sempat memberhentikan kegiatan  produksi karena order produksi yang tidak ada.

Setelah menyelesaikan studi managemennya di University of New South Wales Australia tahun 2002, Chandra Sutanto langsung diberi amanah menjadi direktur PT Sutanto Arifchandra Electronic. Untuk menyelamatkan perusahaannya yang sedang dalam masa sulit itu, Chandra Sutanto mulai membenahi SDM yang ada di perusahaan. Kemudian untuk mengembalikan kepercayaan konsumen akan produk yang dihasilkan oleh  perusahaan, hal yang dilakukan adalah dengan membenahi proses  produksi dan standarisasi produksi. Selain itu juga dengan menerapkan sistem kendali mutu dengan metodeSix Sigma Quality dimana metode ini merupakan pengendalian untuk menghapus semua cacat produk atau kesalahan proses produksi. Metode brandingmerk produk yang dihasilkan menjadi “KITANI” dengan slogan “Kabel Kita Kabel KITANI” sukses untuk mengembalikan kepercayaan kosumen untuk membeli produk yang dihasilkan perusahaan ini. Untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan PT Sutanto Arifchandra Electronic telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2000 pada tahun 2006, dan untuk saat ini telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2008. Selain itu juga telah memperoleh sertifikat SPLN LMK dari PLN dan SNI untuk produk- produk yang dihasilkan.

PT Sutanto Arifchandra Electronic saat ini memiliki tiga main distributor untuk produk yang dihasilkan. CV Agung Permai yang berada di kawasan Manggu Dua Jakarta bertugas untuk melayani pemasaran wilayah operasional Jakarta dan Bandung. Toko LIK yang berada di Purbalingga bertugas untuk melayani pemasaran wilayah operasional dari kota Malang Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga kota Tasikmalaya Jawa Barat. Adapun CV Sinar Permain melayani pemasaran wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Ketiga main distributor ini saling berhubungan dengan distributor dan toko- toko lain di wilayah operasionalnya. Secara total PT Sutanto Arifchandra Electronic memiliki 5.000 distributor kecil

(17)

3. Struktur Organisasi Perusahaan

Penyusunan struktur organisasi by function  pada PT Sutanto Arifchandra Electronic bertujuan agar tidak terjadi kekacauan dalam  pelaksanaan tugas pada setiap bagian fungsional, sehingga setiap anggota organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien. Struktur organisasi PT Sutanto Arifchandra Electronic dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Struktur Organisasi Perusahaan

Tugas dan tanggung jawab pada masing- masing jabatan pada struktur organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Presiden Direktur bertugas memimpin, mengawasi dan meningkatkan kerja para bawahan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Selain itu juga bertanggung jawab untuk menempatkan subkontrak order dan memastikan jika seluruh persyaratan yang termasuk dalam inquiry dan dokumen subkontrak sudah di review  sebelum dijalankan. Presiden Direktur juga bekerja sama dengan manajer dalam menyusun anggaran perusahaan, merumuskan strategi perusahaan dan sasaran kegiatan operasional perusahaan. Dalam prakteknya juga sebagai

(18)

 pembuat sekaligus pengambil keputusan dan kebijakan tentang segala masalah yang terjadi dalam perusahaan.

 b. Direktur bertanggung jawab dalam memimpin dan membina  perusahaan secara efektif dan efisien dengan mengoordinir tugas dari  para manajer. Mewakili perusahaan dalam pengadaan perjanian- perjanjian, merencanakan dan mengawasi pelaksanaan tugas  personalia yang bekerja pada perusahaan serta memelihara dan mengawasi kekayaan perseroan terbatas juga merupakan tugas dari Direktur.

c.  Finance Manager  bertanggung jawab dalam mengelola fungsi akuntasi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu seperti misalnya pembayaran kewajiban pajak  perusahaan yang efisien, akurat, tepat waktu dan sesuai dengan  peraturan pemerintah yang berlaku.  Finance Manager  juga mengepalai  Finance Supervisor dan  Accounting Supervisor . Sementara itu  Finance Supervisor   memiliki tanggung jawab melaksanakan kebijakan perusahaan pada sistem dan prosedur akuntansi serta pengawasan internal dengan baik dan benar. Menyetujui dan menandatangani pengeluaran uang kas perusahaan yang bersifat umum dan rutin sesuai dengan batas jumlah pengeluaran yang ditetapkan, memeriksan dan menganalisis laporan hutang dagang perusahaan juga merupakan tanggung jawab dari  Finance Supervisor. Untuk bagian  Accounting Supervisor   sendiri memiliki tanggung jawab menyiapkan laporan rencana dan realisasi cash flow  baik per minggu maupun per bulan, melakukan cek dan kontrol dari data- data pendukung transaksi akuntansi dari departemen yang ada kemudian menyusun transaksi yang dilakukan sesuai dengan data/ fakta yang ada, serta menyusun laporan keuangan bulanan sebagai informasi keuangan bagi perusahaan induk.

(19)

d. General Manager memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinir tugas dari para manajer, melaksanakan tugas dan kebijakan Direktur Utama, serta bersama- sama dengan dewan direksi untuk menetapkan langkah pembangunan perusahaan.

e.  Maintenance and Engineering Supervisor bertanggung jawab untuk melaksanakan pemeliharaan alat- alat produksi dan membuat SOP  perbaikan dan pemeliharaan mesin produksi. Selain itu juga bertugas untuk membuat laporan apabila terjadi kerusakan pada mesin  produksi.

f. Quality Control Supervisor  bertanggung jawab untuk memantau, menganalisi, meneliti dan menguji semua produk yang dihasilkan oleh  perusahaan dengan memastikan apabila kualitas barang yang diproduksi sudah sesuai standar. Apabila terdapat hasil produksi yang kurang baik maka bertugas untuk merekomendasikan pengolahan ulang produk tersebut dan juga membuat dokumentasi inspeksi dan tes yang dilakukan pada hasil produksi.

g.  Logistic Supervisor bertanggung jawab untuk membuat daftar barang masuk yang akan di produksi, memastikan ketersediaan barang yang dibutuhkan untuk proses produksi yang kemudian membuat laporan untuk setiap barang yang keluar dan masuk untuk proses produksi. Selain itu juga bekerja sama dengan bidang produksi untuk mengetahui kualitas produk yang tersedia.

h.  Production Supervisor  bertanggung jawab untuk membuat  perencanaan, mengatur dan mengawasi proses produksi dan juga  bertanggung jawab penuh atas pencapaian taret produksi. Dalam langkahnya untuk memenuhi target maka Production Supervisor juga memiliki tanggung jawab untuk selalu memeri bimbingan, menjaga ketertiban, kedisiplinan, kebersihan dan keselamatan kerja  bawahannya. Selain itu juga harus membuat laporan dan analisa  permasalahan agar target produksi yang direncanakan dapat tercapai.  Production Supervisor juga mengepalai Assistance Supervisor  KAV

(20)

yang bertugas untuk mengawasi proses produksi kabel audio video dan Assistance Supervisor  KLV yang membantu mengawasi produksi kabel low voltage.

i.  Marketing and Promotion Supervisor  bertanggung jawab untuk mendapatkan pencapaian yang tinggi dalam keseluruhan proses  penjualan dan memaksimalkan potensial keuntungan serta mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang baik dengan klien maupun antar departemen. Sebagai bagian yang berurusan langsung dengan konsumen maka  Marketing and Promotion Supervisor juga memiliki tugas untuk memberikan laporan kepada General Manager untuk setiap keluhan, komentar atau saran dari konsumen yang nantinya dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas produk.

4. Visi dan Misi Perusahaan

Adapun visi dan misi dari PT Sutanto Arifchandra Electronic yaitu a. Visi :

Menjadi produsen kabel terkemuka di Indonesia b. Misi :

1. Memproduksi kabel berkualitas dengan pengiriman yang cepat dan pelayanan yang prima

2. Berusaha keras mencapai yang terbaik dengan kerja sama lintas fungsi, cara berfikir yang gesit dan perbaikan terus menerus 3. Mencapai pertumbuhan yang mantap dan laba yang sehat

sehingga meningkatkan nilai semua pemegang andil dalam  perusahaan

B. Manajemen Mutu

Untuk tetap menjaga kepercayaan dari para konsumen, maka PT Sutanto Arifchandra Electronic menerapkan sistem manajemen mutu supaya produk

(21)

 penerapan budaya Six Sigma Quality  yang merupakan metode pengendalian untuk menghapuskan semua cacat produk atau kesalahan proses produksi. Sasaran dari manajemen mutu perusahaan adalah menerapkan dan menjaga sebuah sistem mutu yang dapat memberikan kepuasan produk yang dihasilkan. Selain itu produk dari PT Sutanto Arifchandra Electronic juga sudah memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 dan sudah memenuhi SPLN LMK dari PLN dan SNI. Oleh karena itu dalam proses pengendaliannya haruslah dengan sistem manajemen mutu yang baik dengan cara mengadakan kegiatan  perencanaan dokumen, pengendalian mutu, peralatan kerja yang memadai,  peralatan inspeksi yang memadahi dan personil yang terlatih. Dalam hal  penerapan standar mutu Departemen QC (Quality Control ) memberikan 3  pernyataan terhadap produk yang dihasilkan, yaitu :

1.  Acceptable,  berarti produk yang mendapatkan pernyataan ini diperbolehkan dalam produksi penuh.

2.  Repair,  berarti produk yang mendapatkan pernyataan ini terdapat  penyimpangan, tetapi dapat diperbaiki untuk dilanjutkan ke proses  berikutnya.

3.  Reject,  berarti produk yang mendapatkan pernyataan ini terdapat kesalahan dan harus dibuang atau tidak diperbolehkan untuk dilanjutkan  proses berikutnya.

C. Peralatan, Bahan dan Proses Produksi

Departemen produksi adalah bagian pusat dari semua kegiatan untuk melakukan proses produksi. Kegiatan produksi dilakukan apabila perusahaan menerima pesanan dari konsumen (by order ). Bahan yang dibutuhkan dalam  proses produksi antara lain :

1. Kawat Alumunium atau Tembaga

Kawat alumunium atau tembaga merupakan bahan utama yang digunakan dalam kegiatan proses produksi di PT Sutanto Arifchandra Electronic. Kawat ini berfungsi sebagai konduktor yang berfungsi untuk

(22)

menghantarkan arus listrik dari satu tempat ke tempat yang lain. Kawat tembaga yang digunakan dalam proses produksi seperti yang terdapat pada gambar 2.

Gambar 2. Kawat Tembaga 2. PVC

 Polivinil Chloride atau biasa disingkat dengan PVC digunakan untuk melapisi kawat alumunium atau tembaga yang sudah diproses dan  berfungsi sebagai isolator pada kabel. PVC dipilih sebagai bahan isolator kabel karena sifatnya yang cenderung elastis sehingga sangat cocok sebagai pelapis kabel low voltage. Dalam proses pembuatan kabel PVC yang digunakan berupa raw material seperti pada gambar 3.

Gambar 3. PVC

Alur produksi dari perusahaan ini berawal dari bagian marketing yang menerima pesanan dan kemudian dilanjutkan ke bagian logistik dan produksi. Pada proses produksi terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: drawing, annealing,

(23)

1.  Drawing 

Prinsip kerja dari proses ini adalah dengan menarik kawat alumunium atau tembaga melalui satu atau beberapa cetakan berbentuk  bulat yang keras atau tahan gesek secara bertahap dari diameter kawat yang lebih besar ke lebih kecil, jadi tujuan dari proses ini adalah untuk memperkecil diameter kawat dari 7.5 mm menjadi 1.35 mm atau 0.5 mm. Bentuk fisik dari mesin drawing  dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Mesin Drawing  2.  Annealing

Proses ini merupakan proses pemanasan material kabel dan kemudian di dinginkan secara perlahan. Pada proses yang menggunakan mesin annealing seperti terlihat pada gambar 5 ini bertujuan untuk menurunkan kekerasan, memperbaiki sifat mekanik dan memperhalus ukuran butir dari kawat alumunium atau tembaga agar tidak mudah putus.

(24)

3.  Insulating

Proses insulating   adalah proses dimana material kabel diberikan  bahan isolasi. Jenis plastik yang umum digunakan pada proses pembuatan kabel adalah PVC dan XLPE. Untuk memberikan bahan isolasi ini menggunakan mesin ekstruder. Gambar 6 merupakan mesin extruder  yang digunakan untuk proses insulating .

Gambar 6. Mesin Extruder untuk proses insulating  4. Cabling 

Proses cabling  adalah proses penggabungan antara beberapa kabel yang sudah dilapisi oleh bahan isolasi agar menjadi satu kesatuan. Gambar 7 merupakan mesin cabling  yang digunakan oleh PT Sutanto Arifchandra Electronic.

(25)

5. Sheating 

Proses melakukan extrusi kembali setelah dilakukan proses cabling . Sama halnya dengan proses insulation  yang materialnya menggunakan PVC untuk membuat lapisan isolasinya.

6.  Rolling and Packing 

Merupakan proses finishing dimana kabel akan digulung dan dikemas sesuai panjang yang diinginkan. Mesin ini berbasis elektro  pneumatik dan PLC sehingga dapat dijalankan secara otomatis. Terlihat  pada gambar 8 terdapat HMI (human machine interface) pada mesin yang

digunakan untuk mengatur kendali mesin.

(26)

BAB III

KEGIATAN KEAHLIAN

A. Kegiatan Mahasiswa Praktik di Industri

PT Sutanto Arifchandra Electronic (SAE) yang beralamat di Jalan Soepardjo Roestam Km. 4 Sokaraja, Banyumas merupakan industri yang dikelola oleh swasta dan bergerak di bidang produksi KLV (Kabel  Low Voltage) dan KAV (Kabel Audio Video) dimana dalam proses produksinya menggunakan berbagai macam mesin pada setiap prosesnya. Selain memproduksi kabel, PT SAE juga memproduksi antena televisi dan aksesoris telfon sepertiwall socket , dan antena penguat sinyal handphone. Semua produk yang dihasilkan sudah memenuhi SNI dan SPLN sehingga merupakan produk kabel yang dapat diandalkan.

Kegiatan industri yang dilakukan di awal praktik industri adalah obsevasi, yaitu observasi alat dan mesin yang digunakan dalam tahap produksi di PT SAE. Observasi mesin yang dilakukan antara lain pada tahap drawing, annealing, insulating, cabling, sheating, rolling dan packing . Selain mesin-mesin yang terdapat pada tahap produksi tersebut, penulis juga mengobservasi mesin injection moulding plastic dan braiding . Dari kegiatan observasi mesin yang penulis lakukan, didapat bahwa fokus kegiatan untuk dilaksanakan selama praktik industri di PT SAE adalah membuat perancangan dan  perencanaan program PLC pada mesin Injection Moulding Plastic.

Fokus kegiatan ini penulis ambil karena terdapat beberapa kesalahan  prinsip kerja pada mesin injection moulding plastic terutama pada saat mesin dijalankan secara otomatis yang sepenuhnya dikendalikan oleh PLC dan menyebabkan mesin tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk membantu proses produksi. Sehingga dengan melaksanakan kegiatan praktik dengan membuat perancangan dan perencanaan program PLC pada mesin injection moulding plastic diharapkan dapat membantu perusahaan dalam

(27)

memperbaiki mesin tersebut agar nantinya dapat digunakan kembali dalam membantu proses produksi.

B. Peralatan yang Digunakan

Dalam bidang keahlian yang dilakukan saat melaksanakan praktik industri di PT SAE penulis fokus pada perencanaan dan perancangan program PLC mesininjection molding plastic. Pengoperasian mesininjection molding plastic terbagi menjadi dua yaitu manual dan otomatis, dimana pada pengoperasian otomatis kendali sepenuhnya dilakukan oleh PLC. Dalam proses perencanaan dan perancangan program PLC yang akan dibuat maka diperlukan beberapa  peralatan yang digunakan. Adapun peralatan dan software yang digunakan yaitu seperangkat komputer, mesin injection molding plastic, PLC dan  softwareSTEP 7-MicroWIN SMART beserta perlengkapan lainnya.

1. PLC Siemens S7-200

PLC atau Programmable Logic Controller merupakan sebuah modul yang dapat mengontrol berbagai aplikasi otomasi. Pada prinsipnya PLC akan menerima sebuah input  data yang berupa sinyal dari peralatan input  luar (external input device) dari sistem yang dikontrol. Data- data yang diterima masih berupa sinyal analog dan akan diubah menjadi sinyal digital melalui modul input A/D (analog to digital input module). Peralatan input luar yang dimaksud antara lain berupa sensor, limit switch, tombol dan lain- lain. Sinyal analog yang sudah diubah menjadi sinyal digital selanjutya akan diproses oleh central processing unit  (CPU) dan disimpan dalam ingatan (memory). Supaya PLC dapat terhubung ke komputer maka diperlukan PC/PPI kabel, communication processor (CP) card,kabel MPI (multi point interface) dan sebuah kabel komunikasi yang dilengkapi oleh MPI card .

(28)

Gambar 9. PLC Siemens S7-200

Pada sebuah PLC Siemens S7-200 memiliki jumlah I/O sebanyak 14 untuk input dan 10 untuk bagian output. S7-200 menjalankan program secara berulang dan siklus ini biasa dinamakan dengan scan cycle. Pada siklus kerja scan cycle seperti gambar 10 bagian input yang ada pada PLC mendeteksi atau membaca adanya masukan analog yang kemudian diubah menjadi masukan digital dan kemudian masuk ke dalam area memori. Pada area memori nantinya akan dieksekusi oleh program yang sudah ada disana sebelumnya. Program perintah yang sudah ada pada area memori sebelumnya disesuaikan dengan perintah yang kita butuhkan. Setelah diproses sesuai dengan program kemudian dilanjutkan ke bagian output yang nantinya akan menjalankan perintah dari program yang ada pada PLC. Namun proses ini bergantung pada kondisi PLC itu sendiri, apakah  berada pada posisi RUN atau STOP. Apabila PLC berada pada posisi RUN

maka program akan tereksekusi, namun jika pada posisi STOP maka  program tidak akan dieksekusi atau dijalankan.

(29)

Gambar 10.Scan Cycle pada PLC Siemens

Selain itu juga pemrograman yang terdapat di PLC dapat kita lindungi dengan menggunakan  password perlindungan. Terdapat pula beberapa komponen penyusun, antara lain :

a. CPU (central processing unit ) yang berfungsi sebagai eksekutor  program dan tempat penyimpanan data untuk pengendalian tugas otomaatisasi atau proses. Pada CPU juga terdapat catu daya yang menyediakan daya listrik supaya PLC dapat bekerja. Input dan output  poin juga berada pada bagian ini yang berfungsi sebagai penerima sinyal dari perangkat di lapangan dan sebagai pengendali output seperti motor, lampu atau perangkat lainnya. Lampu indikator yang terdapat pada CPU berfungsi sebagai pemberi informasi visual tentang keadaan PLC ( RUN  atau STOP ), keadaan I/O, dan indikator error  jika terjadi kesalahan.

 b. Memori adalah tempat penyimpanan data yang ada pada PLC. Biasanya memori sudah menjadi satu modul dengan CPU, namun apabila berbentuk memori eksternal maka itu merupakan memori tambahan. Data- data yang tersimpan di dalam memori seperti misalnya operating system PLC biasanya berupa ROM ( Read Only  Memory) dimana hal ini tidak bisa merubah isi memori kecuali oleh user . Kemudian status I/O memori data berupa RAM ( Random Acces Memory), dapat berubah sesuai dengan kondisi yang diinginkan dan

(30)

akan kembali ke kondisi awal apabila PLC mati. Program yang dibuat oleh pengguna juga akan tersimpan dalam RAM. Memori pada  program yang dibuat oleh pengguna juga dapat berupa EEPROM ( Electrical Erasable Programmable Read Only Memory) yaitu jenis ROM yang pembuatan dan penghapusan program dapat dilakukan oleh pengguna.

c.  Expansion module digunakan sebagai penyedia tambahan I/O apabila  pada suatu sistem otomasi jumlah I/O yang disediakan oleh PLC Siemens S7-200 dirasa kurang. Gambar 11 merupakan gambaran dari expansion module.

Gambar 11. Expansion module pada PLC Siemens

2. STEP 7-MicroWIN SMART

Software STEP 7-MicroWIN SMART V2.0 merupakan sebuah  program komputer yang digunakan untuk pemrograman PLC merk Siemens khususnya tipe S7-200. Pada  software ini tidak hanya menggunakan ladder diagram saja sebagai instruksi pemrogramannya, namun juga menggunakan  statement list dan  function block . Untuk membuka aplikasi ini mula- mula double-click   pada ikon STEP 7-MicroWIN lalu kemudian akan muncul halaman kerja untuk membuat  program. Pada halaman kerja atau editor program tersedia beberapa  pilihan gerbang logika dan tabel yang memudahkan pengguna untuk

(31)

tree  banyak terdapat instruksi untuk mengatur bagian kendali pada  program seperti misalnya timer, counter, compare dan masih banyak lagi.

Gambar 12. Tampilan pada STEP 7-MicroWIN SMART V2.0

Berikut ini merupakan instruksi atau perintah dasar yang nantinya akan menjadi kendali atau kontrol dari program yang akan dibuat menggunakan bahasa ladder diagram :

a. Load dibutuhkan jika urutan kerja suatu sistem kontrol hanya membutuhkan satu kondisi logika saja dengan mengeluarkan satu output dan bentuknya seperti NO pada relay.

 b. Load not dibutuhkan jika urutan kerja suatu sistem kontrol hanya membutuhkan satu kondisi logika saja dengan mengeluarkan satu output hampir sama seperti load namun bentuknya seperti NC pada relay.

c. AND dibutuhkan apabila urutan kerja suatu sistem kontrol membutuhkan lebih sari satu kondisi logika dengan semuanya sudah

Program Editor

(32)

memiliki keluaran atau output. Logikanya seperti NO pada r elay yang dipasang secara seri.

d. OR dibutuhkan apabila urutan kerja suatu sistem kontrol membutuhkan lebih dari satu kondisi logika dengan semuanya sudah memliki keluaran atau output. Bentuk gerbang logikanya hampir saa seperti AND namun pada OR gerbang logika di pasang paralel

e.  NAND (Not And) dibutuhkan apabila urutan kerja suatu sistem kontrol membutuhkan lebih dari satu kondisi

f.  NOR (Not Or) dibutuhkan apabila urutan kerja suatu sistem kontrol hanya membutuhkan salah satu saja dari beberapa kondisi logika untuk mengeluarkan satu output dan logikanaya seperti kontak NC  pada relay.

3. Mesin Injection Molding Plastic

a. Pengertian mesininjection molding plastic

Mesin injection molding plastic adalah sebuah mesin yang Gambar 13. Ladder

diagram load ,load not  dan and 

Gambar 14. Ladder diagram or, nand dannor

(33)

 pembuatannya menggunakan bahan plastik dan cetakan (mold ) untuk kesesuaian bentuk. Pada PT Sutanto Arifchandra Electronic mesin ini digunakan untuk mencetak pegangan pada steker kabel. Mesin injection molding plastic yang terdapat pada industri ini berbasis elektro pneumatik untuk pengoperasian secara manual dan PLC sebagai pengoperasian otomatis.

 b. Komponen pada mesin

Pada umumnya mesin injection molding plastic terdiri dari clamping unit , injection unit,  mold unit, valve atau solenoid dan motor.

Gambar 15. Mesin injection molding plastic

1. ClampingUnit

Clampingunit berfungsi untuk membuka dan menutup mold  dan

menjaganya dengan memberikan tekanan penahan (clamping Hopper Barrel Screw Clamping unit Molding unit Motor Valve/ solenoid

(34)

 pressure) terhadap mold   agar plastik yang diinjeksi pada mold  tidak meresap keluar pada saat proses berjalan. Gambar 16 dibawah ini menunjukan dua macam clamping unit pada saat membuka dan menutup.

Gambar 16. Clampingunit

2.  Injection Unit

 Injection unit berfungsi untuk melelehkan plastik dengan suhu

yang disesuaikan dengan material plastik hingga mendorong cairan plastik kedalam cavity dengan waktu, tekanan, temperatur dan kepekatan tertentu.

Bagian- bagian dari injection unit dan fungsinya :

a. Cylinder Screw Ram,  berfungsi untuk mempermudah

gerakan  screw dengan menggunakan momen inersia sekaligus menjaga putaean  screw agar tetap konstan, sehingga didapatkan tekanan dan kecepatan yang konstan saat dilakukan injeksi.

 b.  Hopper, berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan material

 plastik sebelum masuk ke barrelatau tabung.

c.  Barrel, berfungsi sebagai tempat screw dan selubung yang

menjaga aliran plastik ketika dipanasi oleh heater,  pada  bagian ini terdapat elemenheater  untuk memanaskan plastik.

(35)

e.  Nonreturn Valve,  berfungsi untuk menjaga aliran plastik yang telah meleleh agar tidak kembali saat screw berputar. 3.  Mold Unit

 Moldingunit berfungsi untuk mebentuk benda yang akan dicetak. Bagian- bagian mold unit adalah sebagai berikut :

a. Cavity side,  berfungsi sebagai bagian yang membentuk  plastik yang dicetak, cavity side berada pada stationary plate

yang tidak bergerak saat dilakukan ejecting.

 b. Core side, berfungsi sebagai bagian yang ikut memberikan  bentuk plastik yang akan dicetak. Core side berada pada

moving plate yang dihubungkan dengan ejector sehingga akan ikut bergerak saat dilakukan ejecting.

c.  Ejector system,  berfungsi sebagai bagian untuk melepas  produk dari cavity mold .

Gambar 17. Bagian- bagian mold unit 4. Valve/ Solenoid

Valve atau solenoid berfungsi untuk menggerakan cylinder dan sebagai output yang dikendalikan oleh PLC. Terdapat enam buah

 solenoid yang digunakan pada mesin injection molding plastic. Gambar 18 merupakan gambar solenoid yang digunakan pada mesin injection molding plastic di PT Sutanto Arif Chandra Electronic.

(36)

Gambar 18. Valve/solenoid pada mesin 5. Motor

Motor merupakan bagian dari mesin yang berfungsi untuk mengalirkan sirkulasi oli kedalam cylinder  supaya dapat bergerak secara normal. Pada mesin injection molding plastic jenis motor yang digunakan seperti pada gambar 19.

Gambar 19. Motor pada mesin c. Sistem kerja mesin

Langkah awal yang harus dilakukan adalah memasukan bahan  baku yang berupa butiran plastik kedalam sebuah torong atau hopper .

Untuk memulainya maka diperlukan setting manual terlebih dahulu. Posisikan selektor pada posisi manual. Kemudian yang perlu dipersiapkan untuk memluai setting manual yaitu menyalakan heater

(37)

heater terpasang pada tabung atau barrel   sehingga ketika tabung sudah panas maka kemudian menghidupkan screwagar butiran plastik yang berada pada torong dapat mengalir ke barrel.  Tekan tombol inject untuk mengetahui apakah butiran plastik tadi sudah meleleh dengan sempurna atau belum.

Saat plastik sudah meleleh dengan sempurna kemudian tekan

tombol rotary feed untuk menghidupkan  screw  bergerak keatas

supaya mengalirkan butiran plastik. Pindahkan selektor ke posisi auto. Prinsip kerja mesin pada saat posisi auto ketika tombol start ditekan maka molding unit akan menutup (mold close) oleh clamping unit.  Injection unit akan bekerja turun menekan plastik untuk masuk ke dalam mold   atau cetakan. Screw akan berputar naik untuk mengisi kembali barrel dengan butiran plastik yang ada pada hopper .

Sebelum clamping unit naik, ada jeda waktu selama beberapa detik

untuk mendinginkan plastik yang berada pada mold atau dapat juga disebut dengan cooling time. Proses selanjutnya seharusnya adalah clamping unit akan naik (mold open). Namun permasalahan yang terjadi pada mesin ini adalah setelah cooling time berakhir clamping unit tidak bergerak naik, sehingga sistem kerja mesin tidak dapat  bekerja sebagaimana mestinya.

C. Proses Perencanaan dan Perancangan Program

Perencanaan dan perancangan program PLC Siemens S7-200 pada mes in injection molding plasticdilakukan menggunakan software STEP 7-MicroWin SMART. Langkah awal yang dilakukan dalam perencanaan dan perancangan yaitu menentukan kebutuhan I/O PLC yang digunakan serta penomorannya. Hal ini dilakukan supaya lebih memudahkan dalam pembuatan program agar tidak terjadi kesalahan pada proses pemrograman. Setelah I/O sudah ditentukan maka langkah selanjutnya adalah membuat step kerja mesin untuk mempermudah dalam pembuatan program. Langkah terakhir yang dilakukan

(38)

1. Menentukan I/O yang digunakan

Tabel 1 menunjukkan input yang digunakan serta pengalamatannya  pada software. Tabel 2 menunjukkan output serta pengalamatannya pada  software yang digunakan dalam membuat ladder diagram mesin injection

molding plastic.

Tabel 1. Alamat input

 Nomor kabel Alamat pada

 software Keterangan

X0 I0.0 Auto dan mold close

X1 I0.1 Manual dan mold close

X2 I0.2 Injection

X3 I0.3 Rotary feed

X4 I0.4 Sweep back

X5 I0.5 Mold open

X6 I0.6 Eject

X7 I0.7 Start

X8 I1.0 Limit switch bawah 1 X9 I1.1 Limit switch bawah 2 X10 I1.1 Limit switch bawah 3 X11 I1.2 Limit switch atas 1 X12 I1.3 Limit switch atas 2 X13 I1.4 Timer (T2)/ sweep back time

(39)

Tabel 2. Alamat output

 Nomor kabel Alamat pada

 software Keterangan Y0 Q0.0 Y0 Y1 Q0.1 Y1 Y2 Q0.2 Y2 Y3 Q0.3 Y3 Y4 Q0.4 Y4 Y5 Q0.5 Y5 Y6 Q0.6 Y6 Y7 Q0.7 Y7 Y9 Q1.0 Y9 Y10 Q1.1 Y10

2. Membuat step kerja mesin

Untuk memudahkan dalam pembuatan ladder diagram  maka perlu untuk membuat step kerja atau flowchart . Pada gambar xx merupakan  flowchart  pergerakan mesin injection molding plastic dengan  pengoperasian secara otomatis dalam satu siklus.

Gambar 20. Flowchart kerja mesin

3. Membuat ladder diagram  menggunakan  software STEP 7-MicroWin SMART

Langkah- langkah membuat ladder diagram menggunakan software STEP 7-MicroWin SMART adalah:

(40)

a. Masuk ke aplikasi STEP 7-MicroWin SMART

 b. Setelah aplikasi terbuka, maka langkah selanjutnya adalah membuat sebuah project baru dengan langkah seperti berikut:

Klik File > New

Gambar 21. Membuat file baru pada aplikasi

c. Kemudian akan muncul window  seperti Gambar 22 dan dapat memulai membuat ladder diagram menggunakan instruksi- instruksi yang tersedia pada toolbar .

Gambar 22. Tampilan window STEP 7-MicroWin Smart

(41)

e. Kemudian setelah memencet simbol, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini dan masukan alamat yang sesuai dengan tabel yang sudah dibuat sebelumnya.

Gambar 23. Membuat input program

f. Setelah melakukan pengalamatan input maka akan muncul kontak NO dengan alamat I0.0 dan symbol CPU_Input0.

Gambar 24. Input pada program

g. Untuk memasukkan output pada ladder diagram dapat menggunakan simbol yang tersedia padatoolbar .

h. Kemudian setelah memilih simbol untuk output maka dilakukan  pengalamatan output seperti saat menambahkan pengalamatan input.

(42)

Gambar 25. Pengalamatan output Gambar 25. Pengalamatan output

Gambar 26.

Gambar 26. Ladder Ladder diagramdiagram i.

i. Setelah program selesai dibuat langkah selanjutnya yaitu transferSetelah program selesai dibuat langkah selanjutnya yaitu transfer  program

 program ke PLke PLC. NamuC. Namun karenn karena PLa PLC Siemens C Siemens tidaktidak compatiblecompatibleuntukuntuk sistem operasi Windows 7 keatas, maka langkah ini tidak bisa penulis sistem operasi Windows 7 keatas, maka langkah ini tidak bisa penulis lakukan. Hanya sampai ke langkah perancangan program saja.

lakukan. Hanya sampai ke langkah perancangan program saja. 4.

4.  Ladder Ladder diagramdiagram mesinmesin injection molding plasticinjection molding plastic Lampiran 11 menunjukkan

Lampiran 11 menunjukkan ladderladder diagramdiagram  pada  pada mesinmesin injectioninjection molding plastic

(43)

BAB IV BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN SARAN

A.

A. KesimpulanKesimpulan

Setelah melaksanakan kegiatan Praktik Industri di PT Sutanto Arifchandra Setelah melaksanakan kegiatan Praktik Industri di PT Sutanto Arifchandra Electronic yang terletak di Jalan Soepardjo Roestam Km. 4 Sokaraja, Electronic yang terletak di Jalan Soepardjo Roestam Km. 4 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah mulai dari tanggal 3 Juli

Banyumas, Jawa Tengah mulai dari tanggal 3 Juli –  –  15 Agustus 2017 dapat 15 Agustus 2017 dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu :

diambil beberapa kesimpulan, yaitu : 1.

1. Pada mesinPada mesin injection molding plasticinjection molding plastic PLC yang digunakan yaitu PLCPLC yang digunakan yaitu PLC Siemens S7-200 dan diprogram menggunakan

Siemens S7-200 dan diprogram menggunakan  software software STEP 7-STEP 7-MicroWin SMART.

MicroWin SMART. 2.

2. Dalam proses perencanaan dan perancangan program PLC pada mesinDalam proses perencanaan dan perancangan program PLC pada mesin injection molding plastic

injection molding plastichal- hal yang harus dilakukan adalah identifikasihal- hal yang harus dilakukan adalah identifikasi I/O yang digunakan, prinsip kerja mesin, membuat

I/O yang digunakan, prinsip kerja mesin, membuat flowchart flowchart step kerjastep kerja mesin, membuat pengalamatan I/O yang akan digunakan dan yang terakhir mesin, membuat pengalamatan I/O yang akan digunakan dan yang terakhir adalah membuat

adalah membuatladder diagramladder diagram pada pada software softwaresesuai dengan prinsip kerjasesuai dengan prinsip kerja mesin.

mesin. 3.

3. Ketika akan melakukan pemrograman ulang sebaiknya pada saatKetika akan melakukan pemrograman ulang sebaiknya pada saat melakukan identifikasi I/O dan prinsip kerja mesin kondisi rangkaiannya melakukan identifikasi I/O dan prinsip kerja mesin kondisi rangkaiannya masih baik dan utuh sehingga akan memudahkan dalam proses masih baik dan utuh sehingga akan memudahkan dalam proses  pengerjaannya nanti.

 pengerjaannya nanti.

B.

B. SaranSaran

Adapun saran yang dapat diberikan setelah melaksanakan kegiatan Praktik Adapun saran yang dapat diberikan setelah melaksanakan kegiatan Praktik Industri yaitu:

Industri yaitu: 1.

1. Mengutamakan K3 dalam setiap pekerjaan agar meminimalisir setiapMengutamakan K3 dalam setiap pekerjaan agar meminimalisir setiap kecelakaan kerja yang terjadi.

kecelakaan kerja yang terjadi. 2.

2. Melakukan pengenalan dan pelatihan kepada teknisi yang ada dibawahMelakukan pengenalan dan pelatihan kepada teknisi yang ada dibawah departmen

departmen Maintenance  Maintenance and and Engineering Engineering   apabila terdapat mesin- mesin  apabila terdapat mesin- mesin  baru yang berbasis PLC.

(44)

3.

3. Dalam melaksanakan perencanaan dan perancangan program PLC harusDalam melaksanakan perencanaan dan perancangan program PLC harus sering berdiskusi dengan pembimbing maupun teknisi yang lebih sering berdiskusi dengan pembimbing maupun teknisi yang lebih  berpengalaman mengenai prinsip kerja mesin.

(45)

DAFTAR PUSTAKA

Amri, Alfian.(2009). Pengaruh Pendingin dalam Proses  Injection Molding Pembuatan Acetabulator Cup Pada Sambungan Hip. Laporan Tugas Akhir. Arahman, Riyan.(2016). Prototype Mesin Sentrifugal Casting   Menggunakan

Variable Speed Control  pada Motor Induksi 3 Phasa di UPT Logam Yogyakarta. Laporan Praktik Industri.

Dewi, Tiar Kusuma dan Priyo Sasmoko.(2013). Aplikasi  Programmable Logic Controller  (PLC) Omron CP1E NA20 DRA Dalam Proses Pengaturan Sistem Kerja Mesin Pembuat Pelet Ikan. Gema Teknologi. Volume[17]: 170- 177. Jatmiko, Pandu Igeng.(2017). Pengujian Kualitas PVC sebagai Bahan Konduktor

dan Isolator Kabel Sesuai Standar SNI di PT Sutanto Arifchandra Electronic. Laporan Kerja Praktik.

Putra, Pandu Brilian.(2016). Pembuatan Desain Frame Mesin Vertical Centrifugal Castingdi UPT Logam Yogyakarta. Laporan Praktik Industri.

Sangaji.(2014). Penjelasan Tentang S7-200 PLC Siemens. Diakses dari : http://sir.stikom.edu/1412/4/BAB_III.pdf  pada tanggal : 9 Agustus 2017,  pukul : 15.14 WIB

Siemens.(2008). SIMATIC S7-200 Programmable Controller System Manual . Tian, Salsabila Ulfah.(2016). Analisis Pembangkit Listrik Tenaga Sur ya Sistem 120

V di PLTH Bayu Baru Pandansimo Bantul Yogyakarta. Laporan Praktik Industri.

Tim Praktik Industri.(2017). Pedoman Praktik Industri Fakultas Teknik Universitas  Negeri Yogyakarta.

(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)

Gambar

Gambar 1. Struktur Organisasi Perusahaan
Gambar 2. Kawat Tembaga 2. PVC
Gambar 4. Mesin Drawing  2.  Annealing
Gambar 7. Mesin Cabling
+7

Referensi

Dokumen terkait