• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perilaku dan Pola Asuh Induk (Parental Care) terhadap Anak Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Taman Margasatwa Ragunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perilaku dan Pola Asuh Induk (Parental Care) terhadap Anak Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Taman Margasatwa Ragunan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Persentase Perilaku asuh induk terhadap anak gajah di Taman Margasatwa Ragunan
Gambar 3. Persentase perilaku asuh allomother di Taman Margasatwa Ragunan  Konservasi  ex-situ  seperti  TMR  mencegah
Tabel 1. Pola perilaku asuh anak yang dilakukan induk gajah Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan  No
Gambar 4. Frekuensi pola asuh induk gajah Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan  asuh  allomother  atau  pengasuhan  dari  gajah
+2

Referensi

Dokumen terkait

Kajian tentang pakan gajah sumatera dilakukan pada bulan Januari – Februari 2014 bekerjasama dengan WWF-Indonesia di Resort Pemerihan, Taman Nasional Bukit

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian tentang identifikasi nematoda dan trematoda saluran pencernaan pada gajah sumatera di Pusat Konservasi Gajah, Taman Nasional Way

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek pengelolaan kesejahteraan dan menilai tingkat kesejahteraan gajah sumatera yang dilakukan di Flying Squad WWF Taman

Strategi konservasi gajah sumatera di SM Padang Sugihan yaitu pembuatan koridor satwa terutama di luar kawasan yang terdapat kelompok satwa gajah, manajemen populasi gajah di

Mengenai bagaimana perilaku makan dari gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) Flying Squad dan jenis vegetasi yang dimakan oleh gajah sumatera (Elephas

Berdasarkan pembandingan pada kedua perlakuan pakan, feses dari gajah yang diberi pakan berupa rumput gajah menghasilkan proporsi gas metana:karbondioksida yang

Berdasarkan pembandingan pada kedua perlakuan pakan, feses dari gajah yang diberi pakan berupa rumput gajah menghasilkan proporsi gas metana:karbondioksida yang

Preferensi jelajah harian gajah sumatera lebih dominan berada pada area tutupan lahan hutan dan semak belukar sehingga dapat diasumsikan bahwa area tersebut memiliki sumber pakan yang