PENYEDIAAN JASA PEMELIHARAAN SISTEM CCTV KANTOR PUSAT SKKMIGAS

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

SURAT PERJANJIAN

PENYEDIAAN JASA PEMELIHARAAN SISTEM CCTV KANTOR PUSAT SKKMIGAS

A N T A R A

SATUAN KERJA KHUSUS PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (SKKMIGAS)

DENGAN

PT. ...

Nomor : PJN - ………../SKKG3000/2015/S7

Pada hari ini Jum’at, tanggal …. (…..), bulan …….., tahun 2015 (dua ribu lima belas), para pihak yang bertandatangan dibawah ini :

I. SATUAN KERJA KHUSUS PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (SKKMIGAS), suatu satuan kerja khusus yang diberikan tugas oleh Pemerintah Republik Indonesia c.q. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM) untuk menyelenggarakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2012 jo. Peraturan Presiden Nomor 09 Tahun 2013 jo. Peraturan MESDM Nomor 09 Tahun 2013, berkantor di Gedung Wisma Mulia, Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 42, Jakarta 12710, dalam perbuatan hukum ini secara sah diwakili oleh ………….. selaku Kepala Bagian Internal, bertindak untuk dan atas nama satuan kerja tersebut, selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA,

II. PT. ..., suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan Akta Notaris ..., Nomor ... Tanggal ..., berkedudukan di Jakarta dan berkantor di ..., dalam perbuatan hukum ini secara sah diwakili oleh …………. selaku ………., bertindak untuk dan atas nama perusahaan tersebut, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, secara bersama-sama disebut sebagai Para Pihak dan secara sendiri-sendiri disebut sebagai Pihak, terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut: - Guna menjaga ketersediaan operasional CCTV SKK Migas yang telah t e r i m p l e m e n t a s i

saat ini di lingkungan PIHAK PERTAMA, PIHAK PERTAMA memerlukan kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan Sistem CCTV di PIHAK PERTAMA.

- Untuk itu, PIHAK PERTAMA telah melakukan proses pemilihan penyedia jasa tersebut sesuai dengan tata cara dan prosedur internal yang berlaku di PIHAK PERTAMA.

- Berdasarkan proses pemilihan penyedia jasa tersebut, diketahui bahwa PIHAK KEDUA adalah perusahaan yang mempunyai pengalaman dalam bidang sejenis, serta bersedia ditunjuk sebagai pemenang penyedia jasa tersebut, dengan nilai jasa sebagaimana disebutkan dalam Berita Acara Negosiasi Nomor : --- tanggal ...

- Sehubungan dengan hal tersebut diatas, PIHAK KEDUA telah ditunjuk sebagai pemenang untuk melaksanakan Pengadaan Penyediaan Jasa Pemeliharaan Sistem CCTV, berdasarkan Surat Penunjukan Pemenang Lelang melalui surat Nomor : ……….. tanggal ……….

- Sebagai bentuk kesanggupan PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan, PIHAK KEDUA membuat Surat Kesanggupan Melaksanakan Pekerjaan Nomor : ……… tanggal ...

- PIHAK PERTAMA telah mengeluarkan perintah kerja sebagai dasar PIHAK KEDUA untuk

mulai melaksanakan pekerjaan melalui surat Nomor : ………. tanggal ... perihal Surat Perintah Mulai Kerja (“SPMK”).

OLEH KARENA ITU, dengan mempertimbangkan pengertian dan permufakatan Para Pihak yang diuraikan dalam Perjanjian ini, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini setuju untuk membuat dan menandatangani Surat Perjanjian Pengadaan Penyediaan Jasa Pemeliharaan Sistem CCTV Kantor Pusat SKK Migas, untuk selanjutnya disebut “PERJANJIAN”, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut :

(2)

PEKERJAAN

PIHAK PERTAMA dengan ini menunjuk PIHAK KEDUA untuk melaksanakan Penyediaan Jasa Pemeliharaan Sistem CCTV, untuk selanjutnya disebut “Pekerjaan”, dengan ruang lingkup sebagai berikut :

1. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan jasa pemeliharaan sistem CCTV secara end to end dengan detail pekerjaan yang disebutkan dalam dokumen ini.

2. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan pengganti perangkat sistem CCTV atau perbaikan sesuai dengan permintaan SKK Migas dengan mekanisme yang disebutkan dalam dokumen ini. 3. Pembuatan dokumentasi lengkap konfigurasi perangkat aktif.

PASAL 2

KEWAJIBAN DAN HAK PIHAK PERTAMA 1. PIHAK PERTAMA, berkewajiban:

a. Melakukan pembayaran untuk pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan Cara dan Syarat Pembayaran sebagaimana disebutkan dalam Pasal 9 PERJANJIAN ini.

b. Memberi ijin kepada PIHAK KEDUA untuk memasuki Lokasi sehubungan dengan Pekerjaan ini.

c. Memberikan data-data dan keterangan yang cukup kepada PIHAK KEDUA untuk mendukung kegiatan di dalam pelaksanaan Pekerjaan. Keakuratan serta kelengkapan data dan informasi yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA ataupun oleh pihak yang ditunjuk untuk mewakili PIHAK PERTAMA merupakan tanggung jawab PIHAK PERTAMA.

Materi ataupun informasi yang diberikan kepada PIHAK KEDUA tidak akan melanggar hak cipta ataupun hak Pihak Ketiga yang mungkin timbul.

d. Mengawasi dan memastikan bahwa pemenuhan ketersediaan/availability atas Software Support dapat terpenuhi dengan baik.

e. Berkoordinasi secara berkala terhadap PIHAK KEDUA atas pelaksanaan Pekerjaan termasuk permasalahan yang mungkin timbul dan alternatif solusinya.

2. PIHAK PERTAMA, berhak:

a. Memperoleh Software Support sesuai dengan ketentuan/spesifikasi teknis yang ditetapkan PIHAK PERTAMA dalam PERJANJIAN ini.

b. Menempatkan pekerja dari pihak Kelompok Kerja Operasi Teknologi Informasi sebagai “Pengawas Pekerjaan” yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan Pekerjaan serta akan memberikan masukan konstruktif, diskusi, klarifikasi dan konfirmasi, serta pendampingan bagi PIHAK KEDUA di dalam pelaksanaan Pekerjaan.

c. Menentukan perubahan jadwal kerja atas kepentingan dan kelancaran operasional PIHAK PERTAMA dengan pemberitahuan selambat – lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum pelaksanaan.

d. Memberikan teguran, saran-saran atau petunjuk kepada PIHAK KEDUA guna memperbaiki kelemahan-kelemahan / ketidaktepatan / penyimpangan yang mungkin ditemukan selama pelaksanaan Pekerjaan berlangsung.

e. Mencairkan dan menyetorkan Jaminan Pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA untuk kemudian diteruskan/disetorkan pada kas Negara apabila PIHAK KEDUA tidak

melaksanakan pekerjaannya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung mulai tanggal ...

f. Memutuskan PERJANJIAN ini secara sepihak sebagaimana diatur dalam Pasal 19. 3. PIHAK PERTAMA dilarang:

a. Menggunakan Support untuk tujuan yang dilarang oleh hukum atau perundang-undangan yang berlaku.

b. Menyalahgunakan pemakaian Support selain yang diatur dalam PERJANJIAN ini.

PASAL 3

KEWAJIBAN DAN HAK PIHAK KEDUA 1. PIHAK KEDUA, berkewajiban:

(3)

a. PIHAK KEDUA harus melaksanakan Pekerjaan sesuai dengan jadwal/rencana kerja pelaksanaan Pekerjaan yang telah disepakati Para Pihak.

b. Menjamin bahwa Pekerjaan akan dilaksanakan dengan menggunakan segala keahlian, metodologi, proses dan perangkat yang komprehensif dan efektif berdasarkan pedoman dan standar teknis yang ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA.

c. Menyediakan pekerja/teknisi dengan jumlah dan kualifikasi yang cukup untuk memenuhi ketersediaan/availability yang dipersyaratkan. Semua pekerja/teknisi yang digunakan oleh PIHAK KEDUA dalam melaksanakan Pekerjaan ini adalah sebagai pekerja PIHAK KEDUA.

d. Menyediakan Software Support sesuai dengan ketentuan/spesifikasi teknis dalam PERJANJIAN ini. Dalam hal ini, Peralatan yang digunakan harus dalam kondisi asli (genuine), baru (bukan bekas pakai) dan memiliki support warranty dari Authorized

Distributor atau local principal untuk Software Support yang berupa layanan technical

support online 7 (tujuh) hari seminggu selama 1 x 24 jam dan perbaikan (corrective maintenance) di lokasi PIHAK PERTAMA sehingga kerusakan/gangguan dapat diperbaiki. Beban biaya perbaikan akan ditanggung PIHAK KEDUA.

e. Software Support yang digunakan dan pelaksanaan Pekerjaan dalam PERJANJIAN ini

tidak melanggar ketentuan perundang-undangan, pelanggaran yang terjadi merupakan tanggung jawab dan atas beban PIHAK KEDUA.

f. Memiliki asuransi untuk segala resiko selama Software Support dioperasikan baik menyangkut resiko kerugian (termasuk kerugian konstruksif), kerusakan ataupun kehilangan dengan alasan apapun.

g. Memiliki lokasi technical support di area jabodetabek dengan fasilitas lengkap dan memadai untuk melakukan corrective maintenance.

h. Melakukan perencanaan melalui koordinasi dengan Pengawas Pekerjaan untuk menjaga ketersediaan/avaliability selalu tercapai.

i. Bertanggung jawab penuh atas tindakan pekerja/teknisinya dalam melaksanakan Pekerjaan berdasarkan PERJANJIAN ini.

j. Membayar denda kepada PIHAK PERTAMA apabila PIHAK KEDUA melakukan keterlambatan dan/atau kelalaian dalam memenuhi ketentuan dalam PERJANJIAN ini, kecuali jika keterlambatan/kelalaian tersebut diakibatkan karena hal-hal sebagaimana diatur dalam Pasal 11 ayat (4) PERJANJIAN ini.

2. PIHAK KEDUA, berhak:

a. Menerima pembayaran untuk pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan Cara dan Syarat Pembayaran sebagaimana disebutkan dalam Pasal 9 PERJANJIAN ini.

b. Memasuki Lokasi dalam rangka melaksanakan Pekerjaan.

c. Memberikan saran-saran dan rekomendasi guna memperbaiki kelemahan-kelemahan dan/atau kesalahan-kesalahan yang mungkin ditemukan sebagai hasil review.

d. Menggunakan data, perangkat lunak, desain, utilitas, peralatan, model, sistem dan metodologi lain dan know-how ("Materi") yang PIHAK KEDUA miliki atau lisensi dalam melaksanakan jasa-jasa dalam PERJANJIAN ini.

e. Mendapatkan pendampingan dari Pengawas Pekerjaan yang mampu bekerjasama dengan PIHAK KEDUA, tidak berubah-ubah dalam menentukan kebutuhan/requirement, Peralatan dapat memberikan informasi yang jelas dan benar terkait kebutuhan/requirement Peralatan dan hasil pengembangan yang dilakukan PIHAK KEDUA.

f. Menerima kembali seluruh jaminan yang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA, bilamana PIHAK KEDUA telah menyelesaikan seluruh kewajibannya berdasarkan PERJANJIAN ini.

PASAL 4 JANGKA WAKTU

1. Jangka waktu Jasa Pemeliharaan Sistem CCTV untuk selanjutnya disebut “Pekerjaan”, dengan periode support selama 5 (lima) bulan di lokasi kantor PIHAK PERTAMA Kantor SKK Migas, Gedung Wisma Mulia Jl. Jenderal Gatot Subtoro No. 42, Jakarta – 12710 (“Lokasi”)

2. Kick Off Meeting dilaksanakan maksimal 1 (satu) hari setelah Surat Perintah Mulai Kerja

(SPMK) diterima oleh PIHAK KEDUA.

3. Pengiriman dokumen Software Support ke PIHAK PERTAMA dilaksanakan maksimal 3 (tiga) minggu setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterima oleh PIHAK KEDUA.

(4)

4. Setelah proses renewal Enterprise Support selesai dilakukan, maka PIHAK KEDUA wajib mengundang Pengawas Pekerjaan dari unit Kelompok Kerja Operasi Teknologi Informasi untuk melaksanakan pembuktian terhadap seluruh Software Support di Lokasi.

5. Laporan Penyelesaian Pekerjaan dan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan renewal Software Support selesai dilakukan dengan baik.

PASAL 5 JAMINAN LAYANAN

Untuk memberikan kepercayaan kepada PIHAK PERTAMA bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang ada, maka PIHAK KEDUA akan melaksanakan hal-hal sebagai berikut : 1. Melakukan kegiatan kendali mutu pada setiap rangkaian proses didasari oleh prinsip doing the

right things first time atau best practice untuk mencapai hasil yang memenuhi persyaratan

PIHAK PERTAMA.

2. Maintenance Support adalah merawat dan menjaga kualitas operasional yang dituangkan

dalam kegiatan diagnosis gangguan dengan resiko penuh (all risk) sesuai dengan mekanisme sebagaimana tersebut dalam Lampiran A.

- Pengertian resiko penuh (all risk) disini adalah seluruh biaya yang timbul dari kegiatan maintenance termasuk ongkos kerja menjadi tanggungan PIHAK KEDUA.

3. Menjamin agar Software Lisensi dapat berfungsi baik sesuai fungsinya, sehingga hasil Pekerjaan yang dicapai benar-benar dapat diandalkan baik dari sisi kualitas dan kuantitas. 4. Menjamin bahwa semua Software Lisensi yang digunakan untuk pelaksanaan Pekerjaan adalah

asli (genuine).

5. Berkoordinasi dengan Pengawas Pekerjaan untuk pelaksanaan perbaikan/maintenance support.

6. Menangani pencatatan seluruh kasus gangguan (masalah teknis) dari PIHAK PERTAMA mulai dari penanganan pelaporan (Telephone Call), pencatatan ke dalam database, penanganan gangguan, proses eskalasi dan monitoring.

7. Pelayanan proses penanganan gangguan akan diberikan PIHAK KEDUA selama 24 jam sehari dan selama hari kerja.

7. PIHAK KEDUA akan melayani secara profesional setiap gangguan yang dialami PIHAK PERTAMA.

PASAL 6

SERVICE LEVEL AGREEMENT 1. Tujuan

Service Level Agreement (SLA) ini bertujuan memberikan rincian layanan perawatan yang akan diberikan oleh PIHAK KEDUA sebagai penyedia layanan kepada PIHAK PERTAMA sebagai pihak penerima layanan. Layanan yang diberikan merupakan dukungan teknis terhadap Software Lisensi.

2. Ruang Lingkup Service

Bentuk dukungan teknis yang diberikan PIHAK KEDUA, meliputi : (i) Melakukan update dan upgrade versi Software sesuai dengan kebutuhan PIHAK PERTAMA, (ii) Melakukan perbaikan

Software dengan secara remote ataupun on site visit ke lokasi PIHAK PERTAMA segera

setelah menerima laporan dari PIHAK PERTAMA. 3. Ketersediaan Service

Waktu service yang disediakan oleh PIHAK KEDUA adalah sebagai berikut: - Laporan gangguan akan diterima setiap hari selama seminggu ( 1x 24 jam).

4. Penanggulangan yang diberikan

PIHAK KEDUA wajib memberikan tindak lanjut terhadap gangguan berdasarkan laporan yang diterima, sebagai berikut:

a. PIHAK KEDUA akan mendatangkan langsung tenaga teknis untuk memperbaiki gangguan.

b. Respon time yang diberikan adalah maksimal 2 jam terhitung sejak diterimanya laporan

(5)

c. Permasalahan akan diselesaikan maksimal 1 x 24 jam sejak diterimanya laporan gangguan.

PASAL 7 DENDA & SANKSI

1. PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1‰(satu permil) dari Nilai Perjanjian untuk setiap hari apabila PIHAK KEDUA melakukan keterlambatan dalam pengiriman dan instalasi Peralatan (tanpa ada alasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA). Penghitungan denda dimaksud akan diperhitungkan dari tahapan Pekerjaan yang belum dibuatkan User Acceptance.

2. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat memberikan Corrective Maintenance selama masa maintenance baik melalui telepon, email, maupun onsite saat diperlukan (tanpa ada alasan yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA), terhitung 7 (tujuh) hari berturut-turut sejak diterimanya laporan Gangguan dari PIHAK PERTAMA, maka PIHAK PERTAMA akan memberikan pemberitahuan/peringatan tertulis kepada PIHAK KEDUA.

3. PIHAK KEDUA dibebaskan dari denda sebagaimana dimaksud diatas, apabila :

a. Dapat membuktikan bahwa keterlambatan dimaksud terjadi diakibatkan Keadaan Kahar, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 14 PERJANJIAN ini.

b. Keterlambatan dimaksud disebabkan karena perintah tertulis dari PIHAK PERTAMA, dan/atau adanya penundaan karena ketidaksiapan data atau fasilitas dari PIHAK PERTAMA.

c. Permintaan perpanjangan waktu pelaksanaan dan penyelesaian Pekerjaan dalam PERJANJIAN ini disetujui secara tertulis oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 8

PENGAWASAN PEKERJAAN

1. PIHAK PERTAMA menunjuk Kepala Kelompok Kerja Operasi TI sebagai Ketua Pengawas Pekerjaan PIHAK PERTAMA atau wakil yang ditunjuk oleh pejabat yang bersangkutan untuk mewakili PIHAK PERTAMA di dalam mengawasi Pekerjaan.

2. Wakil tersebut memiliki kewenangan dalam memberikan disposisi (instruksi/pemberitahuan) serta bertanggung jawab atas pengawasan pelaksanaan PERJANJIAN ini.

3. PIHAK KEDUA mengangkat seorang perwakilan utama untuk mengawasi Pekerjaan serta mengambil tindakan atau melaksanakan setiap instruksi PIHAK PERTAMA yang diberikan menurut PERJANJIAN.

PASAL 9 NILAI PERJANJIAN

1. Biaya yang telah disepakati oleh Para Pihak dalam PERJANJIAN ini (“Nilai Perjanjian”) adalah sebesar Rp……….. (………...) sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10%. Adapun rincian Nilai Perjanjian diuraikan dalam Lampiran Perjanjian.

2. Pembebanan biaya atas pekerjaan ini, sumber pembiayaannya berasal dari DIPA SKK Migas Tahun 2015 sesuai Surat Pengesahan DIPA BUN TA 2015 No. 999.08.1.999975/2015.

PASAL 10

CARA DAN SYARAT PEMBAYARAN

1. Total biaya yang telah disepakati oleh para Pihak dalam PERJANJIAN ini (“Nilai Perjanjian”) adalah sebesar Rp………… ………..(……….) sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% dengan rincian sebagaimana dijelaskan dalam Lampiran Perjanjian.

2. PIHAK PERTAMA akan melakukan pembayaran Pembayaran biaya jasa pemeliharaan setiap 3 bulan dengan memperhitungkan hal-hal sebagai berikut :

a. Realisasi pelaksanaan maintenance selama 3 bulan yang dihitungkan secara proporsional. b. SLA availability sistem CCTV selama 3 bulan.

(6)

c. Perhitungan penggunaan perangkat call off.

3. Sebelum dilakukan pembayaran oleh PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA menyerahkan Surat Permohonan Pembayaran (tagihan) yang harus dilengkapi dokumen pendukung antara lain : a. Copy Surat Perjanjian

b. Tagihan/invoice asli bermaterai cukup c. Kwitansi asli bermeterai cukup

d. Faktur Pajak

e. Deliverables yang telah disetujui dan ditandatangani oleh Ketua Pengawas Pekerjaan

PIHAK PERTAMA atau wakil yang ditunjuk oleh pejabat yang bersangkutan untuk mewakili PIHAK PERTAMA di dalam mengawasi Pekerjaan.

f. Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan sebagaimana dijelaskan ayat (1) diatas, yang telah ditanda tangani oleh Panitia Penguji dan Penerima Barang/Jasa PIHAK PERTAMA, Ketua Pengawas Pekerjaan atau wakil yang ditunjuknya, dan pejabat PIHAK KEDUA.

Tagihan harus diserahkan kepada Kepala Bagian Internal SKK Migas.

4. PIHAK PERTAMA akan melaksanakan pembayaran dalam jangka waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja setelah tagihan/invoice diterima PIHAK PERTAMA dengan catatan semua dokumen pendukungnya dinyatakan lengkap.

5. Pembayaran dalam bentuk transfer oleh PIHAK PERTAMA kepada rekening PIHAK KEDUA sebagai berikut :

Nama Bank : ... Cabang : ... Atas Nama : …………..

Nomor Rekening : A/C : ………..

6. PIHAK PERTAMA berhak menolak tagihan/invoice dan menangguhkan tagihan/invoice atas suatu jasa-jasa/kegiatan yang telah dikerjakan dan/atau Deliverables yang telah diserahkan dalam tempo selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah tagihan/invoice diterima pihak Keuangan PIHAK PERTAMA dengan memberitahukan alasan penolakan tagihan/invoice atau penangguhan pembayaran kepada PIHAK KEDUA. Pembayaran hanya akan dilakukan setelah tercapai penyelesaian perselisihan tersebut.

7. Pembayaran atas setiap tagihan PIHAK KEDUA tidak akan mengurangi hak PIHAK PERTAMA untuk mempertanyakan kebenarannya serta untuk melakukan koreksi di kemudian hari jika ternyata ditemukan kesalahan dalam pembayaran.

PASAL 11

PAJAK DAN PUNGUTAN

1. Jumlah pembayaran Nilai Perjanjian yang dibayarkan kepada PIHAK KEDUA sudah termasuk PPN. PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap penanganan dan pembayaran atas seluruh pajak dan pungutan yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA atau para pegawainya sebagai akibat dari Pekerjaan yang dilaksanakan berdasarkan PERJANJIAN ini. Kecuali jika secara khusus disepakati lain, maka setiap jumlah yang harus ditahan (dimana PIHAK PERTAMA diwajibkan oleh undang-undang atau otoritas-otoritas pajak untuk menahan) dan kelebihan pembayaran kepada otoritas perpajakan sehubungan dengan pembayaran berdasarkan PERJANJIAN ini akan dianggap telah dibayarkan kepada PIHAK KEDUA. Jika PIHAK PERTAMA diwajibkan oleh suatu otoritas perpajakan untuk membayar setiap pajak atau pungutan tersebut, termasuk denda atau bunga yang berlaku, untuk kepetingan atau atas nama PIHAK KEDUA atau para pegawainya, maka PIHAK PERTAMA berhak memotong pembayaran-pembayaran tersebut dari setiap pembayaran yang harus dibuat kepada PIHAK KEDUA.

2. PIHAK PERTAMA berhak, tanpa bertanggung jawab terhadap PIHAK KEDUA, memotong pajak Penghasilan atau pajak-pajak lain dari pembayaran-pembayaran oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA sepanjang bahwa pemotongan pajak tersebut disyaratkan oleh Peraturan Perundang-Undangan. PIHAK PERTAMA akan memberikan kepada PIHAK KEDUA, tanda terima yang diterbitkan oleh Otoritas Pemerintah yang membuktikan pembayaran atas nama PIHAK KEDUA dari jumlah pajak yang dipotong tersebut. Untuk kepentingan

(7)

pembayaran dalam pasal ini, Nomor Pokok Wajib Pajak (“NPWP”) PIHAK KEDUA adalah ……….. atas nama ...

PASAL 12

JAMINAN PELAKSANAAN

1. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond) yang diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan/BPR) atau cabang Bank Asing di Indonesia kepada PIHAK PERTAMA sebesar 5% (lima persen) dari Nilai Perjanjian sebagaimana disebutkan dalam Pasal 9 PERJANJIAN ini.

2. Jaminan Pelaksanaan tersebut terhitung mulai tanggal ……… sampai dengan 1 (satu) bulan setelah jangka waktu sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (1) PERJANJIAN ini berakhir.

3. PIHAK KEDUA menyerahkan surat pernyataan keabsahan/keaslian Jaminan Pelaksanaan kepada PIHAK PERTAMA yang ditanda tangani diatas meterai.

4. PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap akibat hukum dan biaya yang timbul berkaitan dengan keabsahan jaminan atau keaslian Jaminan Pelaksanaan tersebut.

5. PIHAK PERTAMA berhak untuk mencairkan Jaminan Pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam pasal ini tanpa persetujuan terlebih dahulu dari PIHAK KEDUA, apabila :

a. PIHAK KEDUA mengundurkan diri setelah ditandatanganinya PERJANJIAN ini.

b. PIHAK KEDUA tidak dapat melaksanakan atau menyelesaikan Pekerjaan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan PIHAK PERTAMA, termasuk pailit, kecuali disebabkan Keadaan Kahar.

c. PIHAK PERTAMA memutuskan PERJANJIAN ini sebelum berakhirnya masa PERJANJIAN seperti disebutkan dalam Pasal 19 ayat (1).

6. Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA 1 (satu) bulan setelah jangka waktu dalam PERJANJIAN ini berakhir.

PASAL 13 AUDIT

1. PIHAK PERTAMA berhak untuk memeriksa semua pembukuan, pencatatan dan dokumen terkait dengan pelaksanan Pekerjaan milik PIHAK KEDUA, yang diperlukan oleh PIHAK PERTAMA untuk dapat melakukan audit (selanjutnya disebut Dokumen Audit) agar dapat memastikan kepatuhan PIHAK KEDUA terhadap PERJANJIAN ini.

2. PIHAK KEDUA sepakat untuk memiliki satu set Dokumen Audit, dan untuk menyediakan Dokumen Audit tersebut apabila diminta oleh PIHAK PERTAMA.

3. Dokumen Audit harus cukup memadai sehingga auditor PIHAK PERTAMA dapat melaksanakan audit sesuai dengan ketentuan pada umumnya.

4. PIHAK PERTAMA berhak memperoleh bantuan dari pekerja PIHAK KEDUA agar dapat melaksanakan audit secara efisien, dan PIHAK KEDUA menjamin pekerja tersebut akan membantu.

5. Audit akan dilakukan pada jam kerja PIHAK KEDUA.

6. PIHAK PERTAMA akan menginformasikan kepada PIHAK KEDUA permasalahan apapun yang timbul akibat audit tersebut yang mengakibatkan adanya penyesuaian, penyesuaian tersebut harus segera dilakukan melalui reimbursement kepada PIHAK PERTAMA atau cara lain.

PASAL 14 KEADAAN KAHAR

1. Salah satu Pihak dalam PERJANJIAN tidak dapat menuntut Pihak lain atas kegagalan dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam PERJANJIAN ini apabila kejadian tersebut disebabkan oleh Keadaan Kahar atau kejadian yang berada di luar kemampuan Para Pihak.

(8)

2. Yang dimaksud dengan Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang diakibatkan oleh pelaksanaan Undang-Undang, Peraturan-Peraturan dan instruksi-instruksi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, kebakaran, ledakan, banjir, gempa bumi, topan/badai, hujan yang luar biasa, peperangan, huru hara, keributan, blokade, perselisihan perburuhan, pemogokan dan wabah penyakit dan/atau kekuasaan Tuhan.

3. Dalam hal timbulnya Keadaan Kahar, pihak yang mengalami Keadaan Kahar wajib memberitahukan kepada pihak lainnya secara tertulis dalam kurun waktu selambat-lambatnya 3 x 24 jam setelah terjadinya Keadaan Kahar tersebut dengan disertai bukti-bukti yang sah dan asli dari instansi atau badan yang berwenang untuk itu.

4. Apabila Keadaan Kahar ditolak oleh pihak yang tidak mengalami Keadaan Kahar dengan alasan yang kuat, maka syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam PERJANJIAN ini tetap berlaku dan mengikat kedua belah pihak.

PASAL 15

HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL

1. PIHAK KEDUA harus menggunakan upaya terbaik untuk memastikan penggunaan Perangkat berdasarkan PERJANJIAN ini tidak melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual dari Pihak Ketiga. Istilah Hak Atas Kekayaan Intelektual meliputi paten, merek, desain industri, hak cipta dan hak-hak lain yang sejenis.

2. Segala permasalahan tentang hak atas kekayaan intelektual (hak paten, hak cipta dan merek) barang yang berhubungan dengan PERJANJIAN ini wajib diselesaikan dan merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA.

3. PIHAK KEDUA menjamin bahwa aplikasi/sistem yang dihasilkan tidak melanggar hak atas kekayaan intelektual (hak paten, hak cipta dan merek) sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA atas segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga apabila terdapat pelanggaran hak atas kekayaan intelektual (hak paten, hak cipta dan merek)

PIHAK KEDUA dibebaskan dari tuntutan apabila : (1) Kesalahan pengguna atau modifikasi dari

Deliverables yang dihasilkan oleh PIHAK PERTAMA, (2) Kegagalan PIHAK PERTAMA dalam

melakukan koreksi atau perbaikan yang disediakan PIHAK KEDUA, (3) Penggunaan Deliverables yang dihasilkan oleh PIHAK PERTAMA yang dikombinasikan dengan produk atau informasi yang bukan dimiliki atau dikembangkan oleh PIHAK KEDUA, (4) Distribusi, pemasaran atau penggunaan untuk kepentingan pihak ketiga atas hasil Pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA, atau (5) Informasi, arahan, spesifikasi atau bahan-bahan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA atau oleh Pihak Ketiga manapun sebagaimana diminta oleh PIHAK PERTAMA.

4. PIHAK KEDUA tidak mempunyai kewajiban sehubungan dengan suatu tuntutan atau tindakan berdasarkan Pasal ini, kecuali apabila PIHAK KEDUA diberitahu secara tertulis oleh PIHAK PERTAMA tentang tuntutan Pihak Ketiga segera setelah PIHAK PERTAMA menerima pemberitahuan tertulis/gugatan dari Pihak Ketiga dengan tetap memperhatikan pasal-pasal lain dalam PERJANJIAN ini.

5. Apabila tuntutan hukum Pihak Ketiga sebagaimana disebutkan dalam ayat (2) Pasal ini dikabulkan oleh pengadilan atau forum lainnya, maka PIHAK KEDUA harus menjamin bahwa Deliverables yang dihasilkan tetap dapat dipergunakan oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 16

TANGGUNG JAWAB HUKUM 1. PERLINDUNGAN PIHAK PERTAMA

a. Harta Benda

PIHAK PERTAMA wajib melindungi, melepaskan, membela, mengganti rugi dan membebaskan PIHAK KEDUA termasuk tanggung-jawab atas biaya pengadilan dan biaya pengacara, dalam setiap dan semua kasus yang berkaitan dengan kerusakan pada atau

(9)

hilangnya harta benda yang termasuk peralatan dan perlengkapan milik PIHAK PERTAMA, kontraktornya dan para pekerjanya yang timbul secara langsung atau tidak langsung dari atau berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan PERJANJIAN ini.

b. Pekerja

PIHAK PERTAMA wajib melindungi, melepaskan, membela, mengganti rugi dan membebaskan PIHAK KEDUA dan para pekerjanya, termasuk tanggung jawab atas biaya pengadilan dan biaya pengacara, dalam setiap dan semua kasus atas cedera, keadaan sakit, timbulnya penyakit, atau kematian pekerja PIHAK PERTAMA, kontraktornya dan para pekerjanya yang timbul secara langsung atau tidak langsung dari atau berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan PERJANJIAN ini.

2. PERLINDUNGAN PIHAK KEDUA a. Harta Benda

PIHAK KEDUA wajib melindungi, melepaskan, membela, mengganti rugi dan membebaskan PIHAK PERTAMA termasuk tanggung-jawab atas biaya pengadilan dan biaya pengacara, dalam setiap dan semua kasus yang berkaitan dengan kerusakan pada atau hilangnya harta benda yang termasuk peralatan dan perlengkapan milik PIHAK KEDUA kontraktornya dan para pekerjanya yang timbul secara langsung atau tidak langsung dari atau berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan PERJANJIAN ini.

b. Pekerja

PIHAK KEDUA wajib melindungi, melepaskan, membela, mengganti rugi dan membebaskan PIHAK PERTAMA dan para pekerjanya, termasuk tanggung jawab atas biaya pengadilan dan biaya pengacara, dalam setiap dan semua kasus atas cedera, keadaan sakit, timbulnya penyakit, atau kematian pekerja PIHAK PERTAMA, kontraktornya dan para pekerjanya yang timbul secara langsung atau tidak langsung dari atau berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan PERJANJIAN ini.

3. Perlindungan terhadap Pihak Ketiga

Meskipun terhadap ketentuan yang menyebutkan lain dalam PERJANJIAN ini, masing-masing pihak akan melindungi, membela dan membebaskan pihak lainnya termasuk tanggung jawab atas biaya pengadilan dan biaya pengacara dalam setiap dan semua kasus yang berkaitan dengan kerugian, tuntutan ganti rugi, biaya dan gugatan sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan berdasarkan PERJANJIAN ini yang dilakukan atas nama atau yang dilakukan langsung oleh Pihak Ketiga, akibat cedera, kematian, kerusakan atau kehilangan harta benda Pihak Ketiga tersebut.

4. Perlindungan terhadap kerugian tidak langsung

Bagi PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA tidak bertanggung jawab terhadap Pihak lainnya atas kerugian atau kerusakan tidak langsung (indirect damage), kerugian konsekuensial

(consequential damage), kerugian isidentil (incidental damage), pengeluaran yang bersifat

khusus atau menghukum (special or punitive expenses), termasuk namun tidak terbatas pada kehilangan keuntungan atau hasil, interupsi pengguna fasilitas, atau interupsi pengguna peralatan, yang dialami pihak lain tersebut bahkan apabila pihak yang menimbulkan pengeluaran atau menderita kerugian atau kehilangan telah diberitahukan mengenai kemungkinan timbulnya hal tersebut.

5. Pemberitahuan Klaim

Setiap Pihak harus segera menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada pihak lain mengenai setiap klaim yang diajukan terhadap pihaknya yang timbul sebagai akibat dari atau dalam hubungannya dengan PERJANJIAN ini.

6. Upaya hukum eksklusif PIHAK PERTAMA untuk setiap tuntutan yang timbul dari PERJANJIAN ini adalah bahwa PIHAK KEDUA, setelah menerima pemberitahuan secara tertulis, harus menggunakan usaha komersial secara wajar untuk memperbaiki pelanggaran tersebut atas biayanya, kegagalan untuk memenuhi hal tersebut akan mengakibatkan PIHAK KEDUA mengembalikan seluruh biaya yang telah dibayarkan sehubungan dengan pekerjaan yang berkaitan dengan PERJANJIAN ini.

(10)

KERAHASIAAN

1. PIHAK KEDUA wajib menjaga kerahasiaan semua data terkait kegiatan usaha (baik sekarang maupun yang akan datang), prosedur, kebiasaan, rencana, keuangan, fasilitas, organisasi, pekerja atau afiliasi PIHAK PERTAMA yang diperoleh atau diketahui PIHAK KEDUA dalam pelaksanaan Pekerjaan (selanjutnya disebut Informasi Rahasia).

2. PIHAK KEDUA tidak dapat mengungkapkan Informasi Rahasia kepada Pihak Ketiga atau menggunakan data-data tersebut selain pelaksanaan PERJANJIAN ini.

3. Dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah PERJANJIAN berakhir, PIHAK KEDUA akan mengembalikan kepada PIHAK PERTAMA semua informasi/dokumen yang telah diberikan kepada PIHAK KEDUA.

4. Kecuali Hak Atas Kekayaan Intelektual PIHAK KEDUA, semua informasi yang dikembangkan oleh PIHAK KEDUA berdasarkan PERJANJIAN ini akan menjadi milik eksklusif PIHAK PERTAMA, dan semua bahan terkait data tersebut harus diserahkan kepada PIHAK PERTAMA apabila diminta.

5. PIHAK KEDUA menjamin bahwa agen dan pekerjanya, yang melaksanakan Pekerjaan ini akan mematuhi ketentuan Pasal ini. Pelanggaran ketentuan ini oleh PIHAK KEDUA dapat mangakibatkan pemutusan PERJANJIAN secara sepihak.

6. Tidak ada ketentuan dalam PERJANJIAN ini yang melarang atau membatasi penggunaan salah satu Pihak atas informasi (termasuk namun tidak terbatas pada ide, konsep, pengetahuan, teknik dan metodologi) yang : (i) telah diketahui sebelumnya olehnya tanpa adanya kewajiban kerahasiaan, atau (ii) dikembangkan secara independen olehnya atau untuknya, atau (iii) diperolehnya dari pihak ketiga yang diketahui secara luas tidak memiliki kewajiban kerahasiaan berkenaan dengan informasi tersebut, atau (iv) yang merupakan atau menjadi diketahui publik bukan karena pelanggaran PERJANJIAN ini, atau (v) dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mengungkapkan dengan ketentuan bahwa penerima informasi harus segera memberitahukan pihak pengungkap secara tertulis mengenai ketentuan tersebut sebelum mengungkapkannya sebagaimana diperlukan oleh peraturan tersebut.

7. Pasal kerahasiaan ini akan tetap berlaku walaupun PERJANJIAN ini berakhir, dan setiap penyimpangan atau pelanggaran oleh PIHAK KEDUA atas ketentuan ini dianggap sebagai pelanggaran yang dapat dituntut oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 18 SUB-KONTRAK

1. PIHAK KEDUA dilarang mengalihkan atau mensubkontrak-kan seluruh Pekerjaan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA. Tidak ada persetujuan yang dapat membebaskan PIHAK KEDUA dari setiap tanggung jawabnya menurut PERJANJIAN ini.

2. PIHAK KEDUA harus bertanggung jawab kepada PIHAK PERTAMA atas jasa-jasa/kegiatan yang dikerjakan atau Deliverables yang diserahkan oleh Subkontraktornya sama dengan tanggung jawabnya bilamana jasa-jasa/kegiatan yang dikerjakan atau Deliverables tersebut diserahkan oleh PIHAK KEDUA.

3. PIHAK KEDUA harus menjamin bahwa semua kontraknya dengan para Subkontraktornya memuat ketentuan-ketentuan yang sesuai dengan, dan tidak boleh ringan dari ketentuan dalam PERJANJIAN ini.

4. Apabila ketentuan ini dilanggar maka PIHAK PERTAMA berhak untuk membatalkan PERJANJIAN ini dan PIHAK KEDUA maupun pihak yang menerima pengalihan (Subkontraktor) akan dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

PASAL 19

PEMUTUSAN PERJANJIAN

1. Dengan mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia, PIHAK PERTAMA berhak secara sepihak memutuskan PERJANJIAN dengan pemberitahuan secara tertulis sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum waktu pemutusan PERJANJIAN, dalam hal PIHAK KEDUA melakukan salah satu dari hal-hal sebagai berikut :

(11)

a. Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender berturut-turut sejak tanggal ………., PIHAK KEDUA belum mulai melaksanakan Pekerjaan.

b. Dalam 30 (tiga puluh) hari kalender berturut-turut tidak melanjutkan Pekerjaan yang telah dimulainya.

c. Terbukti secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian Pekerjaan.

d. Memberikan keterangan/pelaporan dan/atau jaminan-jaminan yang tidak benar sehingga dapat merugikan PIHAK PERTAMA.

e. Menyerahkan atau mensubkontrak-kan seluruh Pekerjaan ini kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

f. Sanksi sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (2) PERJANJIAN ini.

g. Tidak hanya terbatas pada butir-butir yang disebutkan diatas, namun berpotensi merugikan negara.

2. Sebaliknya, PIHAK KEDUA berhak secara sepihak memutuskan PERJANJIAN dengan memberikan pemberitahuan tertulis, dalam kondisi sebagai berikut :

a. Ijin Operasional PIHAK PERTAMA di cabut oleh Pemerintah dan/atau adanya Perubahan Organisasi PIHAK PERTAMA akibat adanya peraturan perundang-undangan yang diterbitkan oleh pemerintah.

b. PIHAK KEDUA tidak dapat menjalankan Pekerjaan menurut ketentuan hukum atau kewajiban professional yang berlaku.

3. Para Pihak sepakat untuk memutuskan PERJANJIAN apabila Keadaan Kahar melebihi 30 (tiga puluh) hari kalender berturut-turut berdasarkan ketentuan pada Pasal 14. Dalam hal ini masing-masing pihak tidak dapat menuntut ganti rugi dan atau kompensasi lainnya kecuali atas hak-hak dan kewajiban-kewajiban Para Pihak yang telah dilaksanakan sebelum tanggal pemutusan. 4. Apabila terjadi pemutusan PERJANJIAN secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana

dimaksud dalam ayat (1) Pasal ini, maka PIHAK KEDUA wajib melakukan hal-hal sebagai berikut :

a. Menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA segala data, dokumen, informasi, arsip, hasil Pekerjaan dan data-data lain yang berhubungan dengan PERJANJIAN.

b. Tidak diperkenankan memperbanyak, mempublikasikan atau menyerahkan data/informasi/ hasil Pekerjaan yang berkaitan dengan PERJANJIAN dengan cara/bentuk apapun dan kepada pihak manapun.

5. Dalam hal terjadi pemutusan PERJANJIAN sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini, maka PIHAK PERTAMA akan mencairkan Jaminan Pelaksanaan sebagaimana diatur dalam Pasal 12 ayat (5) PERJANJIAN.

Sebaliknya apabila terjadi pemutusan PERJANJIAN secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA berhak atas sisa harga yang telah dikerjakan, yaitu selisih antara prestasi Pekerjaan yang telah dilaksanakan dengan prestasi yang telah dibayar oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 20

PERUBAHAN LINGKUP KERJA

1. Dengan tetap memperhatikan ketentuan Pasal 8 mengenai Nilai Perjanjian, apabila dalam pelaksanaan Pekerjaan PIHAK PERTAMA menghendaki perubahan, penambahan atau pengurangan lingkup pekerjaan diluar ketentuan dalam PERJANJIAN, maka hal tersebut harus memperoleh kesepakatan Para Pihak.

2. Apabila perubahan sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini menyebabkan penambahan atau pengurangan biaya, atau Jangka Waktu Pekerjaan dan/atau setiap variasi terhadap isi PERJANJIAN, maka harus dituangkan dalam bentuk Addendum.

3. Para Pihak sepakat untuk melakukan perubahan lingkup pekerjaan diluar ketentuan dalam PERJANJIAN apabila peraturan/ketentuan yang berlaku mengharuskan pelaksanaan Pekerjaan tidak melewati tanggal 31 Desember 2015.

4. Perubahan ruang lingkup sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini, harus tetap memperhatikan keahlian PIHAK KEDUA, sebagaimana yang telah diatur dalam PERJANJIAN ini.

(12)

PASAL 21

LARANGAN BERBISNIS

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini mengakui bahwa PERJANJIAN ini akan berhubungan dengan Pekerja yang dianggap sebagai ahli dalam bidangnya masing-masing, karena ini PIHAK PERTAMA tidak boleh mengadakan kesepakatan bisnis terhadap Pekerja PIHAK KEDUA selama masa PERJANJIAN dan 2 (dua) tahun setelah berakhirnya PERJANJIAN ini.

PASAL 22

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Apabila terjadi perselisihan terkait PERJANJIAN ini, Para Pihak sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender.

2. Dalam hal penyelesaian perselisihan secara musyawarah tidak tercapai, maka akan diselesaikan melalui arbitrase di Jakarta sesuai dengan ketentuan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dan bersifat final dan mengikat.

PASAL 23 KETENTUAN LAIN 1. Hukum dan peraturan

PERJANJIAN ini diatur, di-interpretasikan dan tunduk pada Peraturan Perundangan- undangan dan ketentuan hukum Republik Indonesia.

2. Pihak yang menandatangani PERJANJIAN ini adalah wakil yang sah dan berwenang.

3. Dalam hal terdapat perbedaan penafsiran antara PERJANJIAN ini dengan lampiran-lampiran, maka penafsiran yang digunakan adalah penafsiran dalam PERJANJIAN ini.

4. Pemberitahuan.

Setiap surat menyurat, komunikasi dan korespondensi dalam pelaksanaan PERJANJIAN ini akan diberitahukan atau disampaikan oleh salah satu Pihak kepada Pihak lainnya pada alamat seperti tercantum dibawah ini :

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

PT. ... SKKMIGAS

ALAMAT PERUSAHAAN Gd. Wisma Mulia Lt. 30

Jl. Jendral Gatot Subroto No. 42

Jakarta 12710

NO TELEPON PERUSAHAAN Telp. (021) 29241607 NO FAKSIMILI PERUSAHAAN Facs (021) 29249999/29249962

U/p. ... U/p. ...

Masing-masing pihak akan segera memberitahukan secara tertulis kepada pihak lain apabila terjadi perubahan alamat atau tempat.

5. Para Pihak sepakat untuk menerapkan praktik bisnis umum seperti keadilan, kejujuran, profesionalisme dan akuntabilitas dengan penuh hormat. Tidak melakukan praktik yang akan dianggap sebagai hal-hal yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hukum/ peraturan/undang-undang yang berlaku.

6. Perwakilan PIHAK KEDUA dan perwakilan PIHAK PERTAMA yang ditugaskan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan PERJANJIAN ini, baik secara langsung atau tidak langsung, diwajibkan untuk tidak terlibat dalam segala kegiatan yang dapat menyebabkan konflik kepentingan dengan pekerjaan berdasarkan PERJANJIAN ini.

7. Para Pihak tidak akan mengambil keuntungan dari adanya kesalahan, kekeliruan dari ketentuan, dan syarat-syarat dalam PERJANJIAN ini.

(13)

8. Kegagalan dari salah satu pihak untuk memberlakukan semua atau bagian manapun dari syarat-syarat serta kondisi-kondisi PERJANJIAN ini, dari waktu ke waktu, tidak akan diartikan sebagai pelepasan terhadap syarat-syarat serta kondisi-kondisi tersebut.

9. Judul-judul yang terkandung dalam PERJANJIAN ini hanya untuk identifikasi serta rujukan, dan tidak akan dipakai dalam menafsirkan bagian manapun dari PERJANJIAN ini.

10. PERJANJIAN ini merupakan perjanjian yang utuh antara Para Pihak mengenai pokok permasalahan. Tidak ada tulisan, diskusi atau percakapan lain yang akan dipandang sebagai bagian dari PERJANJIAN ini. Ia dapat dirubah atau dimodifikasikan hanya dengan instrumen tertulis yang dilaksanakan dengan baik oleh penandatangan PERJANJIAN, atau dalam hal yang bersangkutan berhalangan, penggantinya, atau orang yang ditunjuknya, atau atasan yang tertinggi.

11. PERJANJIAN ini dinyatakan berakhir setelah Jangka Waktu dalam PERJANJIAN ini selesai dilaksanakan.

PERJANJIAN ini berikut lampiran-lampirannya dibuat dengan tujuan dan itikad baik dan ditanda tangani oleh Para Pihak pada hari dan tanggal sebagaimana tersebut di bagian awal PERJANJIAN ini, dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli bermeterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan berlaku sebagai lembar yang asli untuk kepentingan masing-masing Pihak.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

PT. ... SKKMIGAS

Direktur, ...,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :