• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN INDIVIDU PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMK MUHAMMADIYAH 1 WATES 2014/2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "LAPORAN INDIVIDU PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMK MUHAMMADIYAH 1 WATES 2014/2015."

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

iii

LAPORAN INDIVIDU

PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

SMK MUHAMMADIYAH 1 WATES

2014/2015

Disusun untuk Memenuhi Tugas Laporan Individu

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMK Muhammadiyah 1 Wates Dosen Pembimbing : Muslikhah Dwihartanti, S.I.P

Disusun oleh : EMI LISTIAWATI

11402244031

PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN FAKULTAS EKONOMI

(2)
(3)

vi ABSTRAK Emi Listiawati

11402244031

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu sarana bagi mahasiswa untuk belajar dan melatih diri dalam mempersiapkan kehidupan di masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu di bidang akademik seperti yang didapatkan di perkuliahan tetapi juga mampu melaksanakan serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh untuk diabdikan kepada masyarakat. PPL bertujuan untuk melatih mahasiswa agar memiliki pengetahuan dan pengalaman nyata tentang proses belajar mengajar.

Kegiatan PPL ini diharapkan mahasiswa memiliki bekal untuk mengembangkan diri sebagai tenaga kependidikan yang profesional. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran tempat pelaksanaan program PPL pada semester khusus tahun 2014 ini adalah di lingkungan masyarakat sekolah, yaitu masyarakat SMK Muhammadiyah 1 Wates khususnya seluruh siswa SMK Muhammadiyah 1 Wates. Kegiatan PPL dilaksanakan pada tanggal 1 Juli sampai dengan 17 September 2014.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa selama pelaksanaan PPL meliputi praktek mengajar yang mulai menggunakan kurikulum 2013, di mana mahasiswa terjun secara langsung ke lapangan atau tatap muka langsung dengan siswa di dalam kelas untuk mengajar. Kegiatan praktik mengajar dilaksanakan setiap hari Senin (Jam ke 3-4) di kelas X AP 2, (Jam ke 6-7) di kelas X AP 3 dan (Jam ke 8-9) di kelas X AP 4 Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Pada kurikulum 2013 ini kelas X praktikan mengampu mata pelajaran Pengantar Administrasi Perkantoran. Dengan diterjunkannya mahasiswa di lingkungan masyarakat sekolah, diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman tentang pelaksanaan proses pembelajaran dan kegiatan persekolahan atau kependidikan.

(4)

v DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR LAMPIRAN……… v

ABSTRAK ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Analisis Situasi ... 1

B. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan PPL ... 13

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL ... 17

A. Persiapan ... 17

B. Pelaksanaan Kegiatan PPL ... 24

C. Analisis Hasil Pelaksanaan PPL ... 31

D. Refleksi ……….. 33

BAB III PENUTUP ... 35

A. Kesimpulan ... 35

B. Saran ... 35

DAFTAR PUSTAKA ... 37

(5)
(6)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Matriks Program kerja PPL 2. Kartu Bimbingan PPL

3. Format observasi pembelajaran di kelas dan observasi peserta didik 4. Silabus

5. Agenda mengajar

6. Laporan dana pelaksanaan PPL

7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 8. Daftar hadir siswa

9. Materi pembelajaran 10. Perangkat evaluasi

a. Kisi – kisi soal b. Soal ulangan harian c. Lembar jawaban

d. Kunci jawaban ulangan harian e. Pedoman penilaian ulangan harian f.Analisis hasil ulangan harian 11. Program Perbaikan/Pengayaan 12. Daftar nilai

a. Tugas

b. Ulangan harian c. Perbaikan

d. Lembar pengamatan penilaian sikap 13. Dokumentasi kegiatan PPL

(7)
(8)

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji dan syukur saya panjatkan hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan kegiatan Praktek

Pengalaman Lapangan (PPL) di SMK Muhammadiyah 1 Wates ini dengan lancar. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan pada tanggal 1 Juli sampai dengan 17 September 2014.

Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dapat terlaksana dengan baik dan berjalan lancar karena kerja sama dari pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada :

1. Allah SWT yang senantiasa melindungi dan melimpahkan rahmat serta ridho-Nya di setiap kegiatan.

2. DR. Rochmat Wahab, MPd. M.A., selaku Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

3. Tim LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta.

4. Ibu Dra. Armintari, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Wates, 5. Ibu Dra. Suprih, Koordinator PPL SMK Muhammadiyah 1 Wates,

6. Ibu Muslikhah Dwihartanti, SIP., Dosen Pembimbing Lapangan Praktek Pengalaman Lapangan,

7. Ibu Dra. Peni Akhadiyati, Guru Pembimbing,

8. Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMK Muhammadiyah 1 Wates, 9. Peserta didik SMK Muhammadiyah 1 Wates,

10.Rekan-rekan Tim PPL UNY 2014

11.Pihak-pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan Praktek Pengalaman

Lapangan (PPL) di SMK Muhammadiyah 1 Wates.

Penyusun menyadari bahwa laporan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar laporan ini menjadi lebih baik.

Demikian laporan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), semoga bermanfaat bagi penyusun khususnya dan para pembaca umumnya.

Wates, 20 September 2014

(9)

1 BAB I

PENDAHULUAN

Kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan proses

pembelajaran mahasiswa melalui kegiatan terjun langsung di sekolah dan

lembaga. Peran mahasiswa dalam kegiatan ini adalah mampu sebagai motivator,

fasilitator, dan dinamisator dalam pemberdayaan program-program sekolah guna

menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, mahasiswa PPL

berusaha untuk merancang dan melaksanakan program-program PPL yang sejalan

dengan program sekolah sebagai upaya untuk lebih memajukan sekolah di

berbagai bidang.

SMK Muhammadiyah 1 Wates merupakan lokasi sekolah yang dijadikan

sasaran KKN-PPL oleh UNY. Diharapkan pasca program ini, SMK

Muhammadiyah 1 Wates lebih aktif, kreatif, dan inovatif. PPL yang dilaksanakan

di SMK Muhammadiyah 1 Wates bertujuan untuk mempersiapkan dan

menghasilkan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi sesuai dengan

disiplin ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa. Adanya pendekatan menyeluruh

diharapkan lingkungan sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi peserta didik

dalam mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM), dalam hal ini pendekatan

dilakukan secara kognitif, afektif maupun psikomotorik siswa, mendapatkan

ruang partisipasi yang luas. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan bantuan

pemikiran tenaga dan ilmu pengetahuan dalam merencanakan dan melaksanakan

program pengembangan sekolah dengan seluruh civitas akademik di SMK

Muhammadiyah 1 Wates.

A. Analisis Situasi

Sekolah yang menjadi tujuan PPL UNY ini adalah sekolah kejuruan

Kelompok Bisnis dan Manajemen yang selalu berupaya untuk menyejajarkan

sumber daya manusia yang dimiliki dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi. Analisis situasi dilakukan dengan maksud untuk menggali semua

potensi dan kelemahan yang dimiliki SMK Muhammadiyah 1 Wates. Dari hasil

observasi yang telah dilaksanakan, didapatkan berbagai informasi mengenai SMK

Muhammadiyah 1 Wates tersebut. Sehingga dapat dijadikan sebagai dasar acuan

untuk menyusun program kerja. Berdasarkan observasi, mahasiswa PPL telah

(10)

2

1. Visi, Misi dan Tujuan SMK Muhammadiyah 1 Wates

a. Visi :

Menghasilkan lulusan yang beriman, bertaqwa, profesional dan mandiri

serta mampu berkompetisi di era global.

b. Misi :

1. Menegakkkan keyakina dan tauhid yang Islami berdasarkan tuntunan

Al-Quran dan As-Sunah.

2. Melaksanakan proses belajar teori dan praktik secara efektif dan

efisien dalam rangka mempersiapkan siswa teramil, mandiri, dan

produktif.

3. Mewujudkan SDM yang menjunjung tinggi nilai – nilai kedisiplinan,

rasa kekeluargaan, solidaritas berperilaku hidup bersih dan sehat.

4. Menjalin hubungan kerjasama dengan pemangku kepentingan dalam

rangka koordinasi dan konsolidasi program dan kegiatan sekolah.

c. Tujuan :

1. Menghasilkan lulusan yang beriman, bertaqwa dan profesional di

bidang Bisnis, Manageman, dan Informatika.

2. Menghasilkan lulusan yang mandiri, mampu memilih karir dan

mampu berkompetisi di era global.

3. Menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja serta

menyumbangkan jiwa kewirausahaan.

4. Menghasilkan lulusan yang menjunjung tinggi nilai – nilai

kebudayaan daerah, memiliki sikap nasionalisme, dan berwawasan

global.

2. Letak Geografis

SMK Muhammadiyah 1 Wates berlokasi di Gadingan, Wates, Kulon

Progo, Yogyakarta. Tepatnya terletak di RT 41/RW 20 Gadingan, Wates,

Kulon Progo. Meskipun lokasi SMK Muhammadiyah 1 Wates sebenarnya

tidak terlihat dari jalan raya, namun sekolah sudah memberikan tanda untuk

menunjukkan arah sekolah. Sehingga sekolah ini dapat dijangkau oleh

orang-orang yang mencari keberadaan SMK Muhammadiyah 1 Wates. Dilihat dari

letaknya, sekolah ini sangat strategis sehingga mudah dijangkau oleh

kendaraan umum.

Penataan dan penghijauan taman yang teratur menjadikan SMK

Muhammadiyah 1 Wates menjadi nampak asri dan memberikan suasana yang

(11)

3

Wates merasa nyaman dalam melakukan segala aktivitas di sekolah ini. SMK

Muhammadiyah 1 Wates berada di tengah-tengah penduduk Dusun Gadingan,

sehingga memudahkan warga sekolah untuk saling berinteraksi dengan warga

sekitar.

3. Sejarah SMK Muhammadiyah 1 Wates

SMK Muhammadiyah 1 Wates didirikan pada tanggal 16 Januari 1973

berdasarkan putusan Majelis Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan no.

3153/N.594/DIY.73/77 tertanggal 1 September 1997. Semula bernama SMEA

Muhammadiyah 1 Wates, karena perkembangan dan perubahan Peraturan

Pemerintah beralih nama menjadi SMK Muhammadiyah 1 Wates kelompok

bisnis dan managemen dengan status disamakan berdasarkan keputusan

Depdikbud Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah no.

16/C.C7/Kep/MN/1997 tanggal 6 Maret 1997.

Pada tahun 2009 SMK Muhammadiyah 1 Wates telah terareditasi

dengan nilai A, untuk semua program studi yaitu, Akuntansi, Perkantoran, dan

Pemasaran dengan SK BASN : MK.000148/000149/000150 tanggal 12

Oktober 2009. Pada tahun ajaran 2012/2013 menambah 1 jurusan lagi yaitu

Tenik Komputer dan Jaringan ( TKJ ). Saat ini SMK Muhammadiyah 1 Wates

termasuk salah satu sekolah swasta terbesar kelompok bisnis dan managemen

di Kulon Progo.

4. Kondisi Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Wates

SMK Muhammadiyah 1 Wates memiliki luas tanah sebesar 6554 m2

dan memiliki luas gedung sekolah sebesar 4572 m2. SMK Muhammadiyah 1

Wates ini menjadi salah satu sekolah favorit yang ada di Kulon Progo. Hal

tersebut dapat dilihat dari jumlah siswa yang mendaftar di SMK

Muhammadiyah 1 Wates. SMK Muhammadiyah 1 Wates didukung oleh

tenaga pengajar sebanyak 61 guru, terdiri dari 24 PNS dan 37 guru honorer.

Jumlah karyawan di SMK Muhammadiyah 1 Wates 17 orang termasuk

pegawai TU, Keamanan, Laboratorium, Mushola, Kantin dan Dapur. Pada

tahun ajaran 2014/2015 SMK Muhammadiyah 1 Wates memiliki Jumlah

Pesera Didik 540 dari kelas X sampai kelas XII. Selain itu untuk

mempermudah akses Internet SMK Muhammadiyah 1 Wates juga dilengkapi

(12)

4 a. Kondisi Fisik Sekolah

SMK Muhammadiyah 1 Wates memiliki sarana prasarana

penunjang kegiatan belajar mengajar yang sudah lengkap. Adapun secara

garis besar dapat diuraikan sebagai berikut:

a) Fasilitas Fisik yang tersedia:

1) Ruang belajar teori

 Terdiri dari 22 ruang belajar teori

(13)

5 b) Fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar

 Modul belajar

 Media pembelajaran

 Buku

 LCD

 Komputer

c) Peralatan Praktek yang tersedia

 Komputer

e) Sarana dan prasarana Olahraga

 Lapangan Badminton

 Bola (sepak, voli, basket, dsb)

 Net

 Matras

b. Potensi Siswa

Jumlah peserta didik di SMK Muhammadiyah 1 Wates yaitu 540

orang, yang terdiri dari 22 kelas serta mempunyai empat jurusan yaitu

Akuntansi (AK), Administrasi Perkantoran (AP), Pemasaran (PM), Teknik

Komputer dan Jaringan (TKJ). Di lihat dari segi kualitas input, SMK

Muhammadiyah 1 Wates memiliki kualitas masukan yang sangat baik.

Selain itu sekolah ini juga melengkapi kegiatan siswa dengan mengadakan

berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti pandu Hizbul Wathan (HW),

jurnalistik, KIR, debat bahasa inggris, seni desain grafis, basket, voli,

bulutangkis, PMR, tapak suci, qiroah dan lain sebagainya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin-Sabtu setelah kegiatan

belajar mengajar selesai. Melalui kegiatan inilah siswa dapat menyalurkan

dan mengembangkan bakatnya masing – masing. Hal ini dibuktikan

(14)

6

Dilihat dari segi prestasi yang telah diraih oleh SMK Muhammadiyah 1

Wates sangat membanggakan, karena prestasi tidak hanya di tingkat

kabupaten tetapi juga sampai tingkat propinsi bahkan sampai tingkat

nasional. Kejuaraan tersebut berasal dari berbagai macam bidang lomba

yang diikuti oleh SMK Muhammadiyah 1 Wates seperti lomba keagamaan

(MTQ, kaligrafi), seni, olahraga, bahasa, juga beberapa lomba akademik

lainnya. Berikut daftar prestasi untuk tiga tahun terakhir:

a. Tahun 2011

No Prestasi Tahun Keterangan

1. Bidang Organisasi Pimpinan

Keagamaan tingkat SMK/

SMA Kab. Kulon Progo.

2011 Juara I

b. Tahun 2012

No Prestasi Tahun Keterangan

1. Debat Bahasa Inggris

(Best Speaker)

Matematika, Non Teknologi,

Kab. Kulon Progo.

( Maju ke Provinsi )

(15)

7

c. Tahun 2013

No Prestasi Tahun Keterangan

1. Lomba Pengolahan Limbah

Sampah T – DAYS , KBM FT

4. LKS Basket Putri, Dikpora

DIY.

2013 Juara III

d. Tahun 2014

No Prestasi Tahun Keterangan

1. Lomba Lari Tingkat

No Prestasi Tahun Keterangan

4 Juara Pawai 17-an (TONTI

PUTRI) Kec. Wates

2014 Juara III

5 Maket dalam rangka:

a. Puncak Fortasi PD IPM

b. Lomba MSQ

2014

Juara II

Juara II

(16)

8

c. Lomba Poster

d. Lomba Geguritan

Juara II

SMK Muhammadiyah 1 Wates termasuk sekolah yang sangat

disiplin dan merupakan sekolah swasta unggulan di Kabupaten Kulon

Progo.

c. Potensi Guru dan Karyawan

SMK Muhammadiyah 1 Wates dipimpin oleh seorang kepala

sekolah dengan empat orang wakilnya, masing-masing wakasek

mempunyai tanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing-masing

yang satu sama lainnya saling berkaitan. Jumlah tenaga pengajar di SMK

Muhammadiyah 1 Wates berjumlah 61 orang yang terdiri dari 24 PNS dan

37 orang honorer. Di samping itu, SMK Muhammadiyah 1 Wates juga

didukung oleh karyawan 17 orang yang terdiri dari karyawan TU,

keamanan, laboratorium, kantin, dapur, koperasi, mushola, sopir,

kebersihan dan piket malam.

Kerja guru dalam proses belajar mengajar di SMK Muhammadiyah 1

Wates cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dengan terprogramnya

seluruh rangkaian kegiatan belajar mengajar yang akan dilakukan di kelas

dengan perangkat pembelajaran yaitu Silabus dan Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) oleh para guru di SMK Muhammadiyah 1 Wates.

Para guru dalam penyampaian materi terlihat sangat menguasai, selain itu

juga siswa dapat dengan cepat memahami materi yang disampaikan.

Pada saat proses pembelajaran berlangsung sebagian besar dari para

guru yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Wates menggunakan metode

pembelajaran dengan penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab kepada

siswanya. Proses pembelajaran mulai dari pembukaan pelajaran, penyajian

materi, penggunaan bahasa, penggunaan waktu, teknik bertanya dan

memotivasi peserta didik, teknik penguasaan kelas, penggunaan media,

serta bentuk dan cara evaluasi hingga penutupan pelajaran sudah cukup

baik. Masing-masing guru telah memiliki strategi untuk menciptakan

suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi setiap siswa.

Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas itu sendiri,

secara umum telah berjalan dengan baik, tertib dan lancar, meskipun ada

(17)

9

yang kurang ideal. Suasana sekolah sangat kondusif untuk kegiatan

pembelajaran karena letak sekolah berada di area Ex pedukuhan Gadingan

yang tidak jauh dari jalan raya. Kegiatan Belajar di SMK Muhammadiyah

1 Wates untuk kelas X dan XII karena sudah memakai kurikulum 2013 pada hari Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu dimulai pukul 07.00 – 14.00 WIB, khusus untuk hari Selasa dan Kamis kegiatan belajar mengajar dimulai

pukul 07.00 – 14.40 WIB. Kemudian untuk kelas XII pada hari

Senin-Kamis dan Sabtu dimulai pukul 07.00 – 13.40 WIB, khusus untuk hari

Jumat kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.00 – 13.00 WIB,

dengan diawali kegiatan Tadarus Al-Qur’an, sedangkan untuk bulan

Ramadhan setiap satu jam pelajarannya hanya 35 menit.

d. Perpustakaan

Perpustakaan SMK Muhammadiyah 1 Wates terletak di samping

Ruang BK. Buku-buku di dalamnya cukup lengkap akan tetapi dalam

penataan kurang rapi dan tidak sesuai dengan urutan buku. Sebelum

masuk ruang perpustakaan, terlebih dahulu harus menulis daftar kehadiran,

sehingga petugas mudah dalam mengontrol pengunjung yang hadir ke

perpustakaan. Selain itu, di perpustakaan ini dilengkapi dengan fotocopy

dan Televisi. Koleksi buku-buku cukup lengkap untuk bidang keahlian

masing-masing. Ada beberapa kategori peminjaman buku:

a) Buku cetak yang dapat di bawa pulang maksimal dua buku,

b) Fasilitas lainnya adalah adanya kotak kritik dan saran, buku tamu bagi

siswa dan guru,

c) Koleksi lain seperti novel dan majalah.

e. Bimbingan Konseling

Ruang BK terletak di samping Ruang Lab. Pemasaran. Personalia

bimbingan konseling di sekolah ini terdapat 5 orang guru BK. Bimbingan

konseling dilakukan dengan pembelajaran di kelas-kelas dengan alokasi

waktu 1 jam pelajaran bagi kelas X, XI dan XII, selain itu bimbingan juga

dilakukan di luar kelas. Tugas dari BK adalah menangani siswa yang

bermasalah, tata tertib dan kedisiplinan siswa, perijinan, kunjungan rumah,

konsultasi belajar dan memantau minat serta bakat siswa jika ingin

(18)

10 f. Bimbingan Belajar

Terdapat berbagai bimbingan belajar, antara lain pendalaman

materi tambahan pelajaran, remedial. Tambahan pelajaran diberikan untuk

kelas XII setelah jam pelajaran yaitu. Remedial diperuntukkan bagi siswa

yang memiliki nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Kurikulum yang digunakan kelas X dan XI adalah Kurikulum 2013

disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kemudian

untuk kelas XII menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

(KTSP) yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dengan acuan

kompetensi-kompetensi dasar (SK-KD) dengan beberapa spektrum

kurikulum. Karena adanya perubahan kurikulum 2013, SMK

Muhammadiyah 1 Wates sudah menerapkannya namun hanya di kelas X

dan XI.

g. Ekstrakurikuler

Berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler di SMK Muhammadiyah

1 Wates ditawarkan kepada siswa. Di antaranya ekstrakurikuler Seni

Suara, KIR, PMR, Olahraga Basket, Olahraga Voli, Olahraga Bela Diri,

Debat Bahasa Inggris, untuk kelas X diwajibkan mengikuti HW (Hizbul

Wathan) dan Qiroah.

Berbagai ekstrakulikuler tersebut telah memberikan kontribusi

terhadap prestasi sekolah melalui berbagai perlombaan basket, seni suara,

dan lainnya.

h. Organisasi dan Fasilitas IPM

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 1

Wates berjalan baik. IPM SMK Muhammadiyah 1 Wates dipimpin oleh

seorang Ketua Umum IPM yang merupakan siswa kelas XII dan dibantu

oleh seorang Ketua I dan seorang Ketua II yang berasal dari siswa kelas

XI. Ketua IPM terpilih mendapat wewenang untuk mengadakan

recruitment pengurus IPM lain untuk membantu tugasnya. Pengurus IPM baru yang telah terpilih kemudian mengikuti kegiatan Latihan Dasar

Kepemimpinan dalam bentuk Diklat. IPM SMK Muhammadiyah 1 Wates

terdiri dari 5 Seksi Bidang, yaitu:

a. Seksi bidang kewirausahaan,

b. Seksi bidang kajian dakwah islam,

(19)

11

d. Seksi bidang seni budaya dan olahraga,

e. Seksi bidang perkaderan,

Untuk menunjang kelancaran tugas pengurus IPM, sekolah

menyediakan fasilitas ruang IPM yang berada dalam keadaan cukup baik.

i. Organisasi dan Fasilitas UKS

UKS SMK Muhammadiyah 1 Wates mempunyai 2 ruangan yang

cukup nyaman yaitu ruang UKS Putri dan ruang UKS Putra. Namun

fasilitas juga masih cukup minim. Terdapat 1 lemari dan tempat tidur yang

cukup memadai, serta sebuah lemari obat yang tersedia masih kurang

lengkap. Bahkan peralatan medis seperti tabung, pernapasan juga belum

tersedia. UKS juga digunakan sebagai basecamp KKN PPL UNY 2014.

j. Administrasi (karyawan, sekolah, dinding)

Ruang Tata Usaha terdapat di lantai 1, yang terdiri dari kepala TU,

bendahara, dan untuk staf TU. Masing-masing terdapat komputer dan

telepon. Personalia Tata Usaha terdiri dari karyawan terdiri dari karyawan

tetap dan tidak tetap, setiap karyawan mendapat giliran piket. Piket

dilakukan pada pagi dan siang hari, atau sebelum dan setelah jam kerja

Tata Usaha, sehingga apabila ada yang memerlukan bantuan Tata Usaha

dapat segera ditangani.

k. Karya Tulis Ilmiah Remaja

Karya Ilmiah Siswa merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler

yang kurang diminati siswa. Kendala yang dihadapi dalam

penyelenggaraan ekstrakulikuler ini:

f. Banyak anak yang tidak suka dengan IPA, meskipun pembimbing tidak

hanya menekankan terhadap penelitian sains saja tetapi juga sosial

tetapi saja ekstrakulikuler ini kurang diminati,

g. Alat-alat penelitian kurang memadai (tidak ada laboratorium khusus

untuk penelitian).

l. Karyawan Ilmiah Guru

Pihak sekolah sangat mendukung adanya karya ilmiah guru.

Tetapi, dari pihak guru sendiri belum ada yang berminat untuk membuat

(20)

12 m. Tempat Ibadah

Setiap hari warga sekolah menggunakan Mushola An-Najah.

Mushola tersebut merupakan Mushola milik SMK Muhammadiyah 1

Wates. Mushola dilengkapi dengan peralatan ibadah seperti mukena,

sajadah dan Al Quran. Selain itu, terdapat papan jadwal waktu sholat,

kipas angin, pengeras suara, kotak infak, papan informas. Tempat wudhu

terletak di sebelah selatan dan utara mushola dalam keadaan bersih.

n. Kesehatan Lingkungan

Cukup rindang dengan tanaman yang ada. Jumlah tempat sampah

juga sudah memadai. Di setiap kamar mandi terdapat fasilitas pendukung

sabun, tempat sampah, dan kaca.

5. Kondisi Lembaga

a. Struktur organisasi tata kerja

Struktur organisasi di lembaga ini sudah ada pembagian kerja

secara jelas. Misal guru melaksanakan tugas sesuai dengan mata

pelajarannya, karyawan Tata Usaha bekerja sesuai dengan

bagian-bagiannya ada yang mengurus mengenai persuratan, kepegawaian,

kesiswaan, keuangan, perlengkapan, dan urusan rumah tangga. Pembagian

tugas ini telah berdasarkan SK Kepala SMK Muhammadiyah 1 Wates.

b. Program kerja lembaga

Program kerja di lembaga ini telah tersusun secara rapi dan dibuat

secara rinci untuk memudahkan dalam pelaksanaan dan evaluasi.

c. Pelaksanaan kerja

Masing-masing bagian selama ini telah melaksanakan tugas dan

tanggung jawabnya sesuai dengan perannya dalam lembaga, tetapi dalam

pelaksanaannya masih terdapat kendala yaitu terbatasnya sumber daya

manusia, sehingga para karyawan sebagian ada yang merangkap

pekerjaan.

d. Iklim kerja antar personalia

Selama ini suasana kerja dan semangat kerja di lembaga dikatakan

baik. Hubungan antar personal dijalin secara kekeluargaan.

e. Evaluasi program kerja

Laporan evaluasi dilaksanakan tiap akhir tahun dan dilaporkan

kepada Kepala SMK Muhammadiyah 1 Wates kemudian

(21)

13 f. Hasil yang dicapai

Setiap ada program kerja yang direncanakan, maka pelaksanaannya

dilakukan secara maksimal untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang

ditargetkan. Akan tetapi yang menjadi prioritas adalah usaha dalam

pencapaian atau keberhasilan suatu program kerja.

g. Program pengembangan

Dari pihak lembaga lebih memfokuskan ke arah pelayanan prima

terhadap konsumen (siswa dan masyarakat). Untuk pengembangan

peningkatan kualitas pendidikan bagi para siswa telah dilaksanakan

program bimbingan belajar tambahan mata pelajaran oleh para guru

pengampu bagi kelas XII.

B. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan PPL

Kegiatan PPL di sekolah untuk meningkatkan potensi bakat dan minat

siswa guna menunjang proses belajar mengajar, meningkatkan kondisi lingkungan

sekolah yang mendukung proses belajar mengajar. Pelaksanaan kegiatan PPL di

SMK Muhammadiyah 1 Wates ini mempunyai beberapa manfaat, di antaranya:

1. Bagi kepala sekolah akan membantu meningkatkan pengelolaan sarana

belajar mengajar yang efektif,

2. Bagi guru akan lebih membantu terciptanya situasi belajar mengajar yang

efektif, lebih aktif, dan inovatif,

3. Bagi siswa dapat menyalurkan dan mengembangkan kreativitas serta minat

dan bakat lebih berkembang,

4. Bagi penyusun dengan program PPL diharapkan dapat membantu jiwa

profesionalisme seorang tenaga kependidikan,

5. Bagi sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat membantu sekolah dalam

mendukung kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan kualitas sekolah

secara akademik maupun nun-akademik.

Rangkaian kegiatan PPL dimulai sejak mahasiswa dikampus yang diawali

dengan kegiatan pengajaran mikro selama satu semester dan pembekalan PPL

oleh pihak LPPMP. Rancangan kegiatan PPL yang dilaksanakan di SMK

Muhammadiyah 1 Wates adalah program PPL yang merupakan bagian dari mata

kuliah sebesar 3 SKS yang harus ditempuh oleh mahasiswa kependidikan. Materi

yang ada meliputi program mengajar teori dan praktek di kelas dengan dikontrol

oleh guru pembimbing masing-masing. Pelaksanaan program Praktek Pengalaman

(22)

14

PPL dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam melaksanakan

praktek kependidikan dan persekolahan yang sudah terjadwal.

Rancangan kegiatan PPL disusun setelah mahasiswa melakukan observasi

di kelas sebelum penerjunan yang bertujuan untuk mengamati kegiatan guru,

siswa di kelas dan lingkungan sekitar. Hal tersebut dimaksudkan agar pada saat PPL, mahasiswa benar–benar siap diterjunkan untuk praktik mengajar. Di bawah ini dijelaskan rencana kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan:

1. Persiapan di Kampus

a. Pengajaran Mikro

b. Pembekalan PPL

2. Observasi sekolah dan observasi pembelajaran di kelas

3. Konsultasi dengan guru pembimbing

4. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

5. Persiapan materi pembelajaran

6. Penyusunan administrasi guru

7. Melaksanakan praktik mengajar mata pelajaran Pengantar Administrasi

perkantoran di kelas X AP 2, X AP 3, dan X AP 4

8. Evaluasi pembelajaran

9. Menyusun laporan PPL.

Demikian rancangan kegiatan PPL yang pokok, sedangkan program

lainnya bersifat insidental sesuai dengan keadaan yang terjadi selama pelaksanaan

PPL.

Observasi Pra PPL a. Observasi Lapangan

Observasi lapangan dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2014

secara individu oleh setiap peserta PPL di SMK Muhammadiyah 1

Wates. Kegiatan ini bertujuan agar sebelum praktek mengajar di kelas

dapat mengetahui sarana di dalam kelas dan mengetahui situasi dan

kondisi lapangan sebelum praktek mengajar. Beberapa hal yang diamati

dalam proses observasi sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Wates di

antaranya:

a) Kondisi Fisik Sekolah

b) Potensi Guru

c) Potensi Karyawan

d) Fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar/Media

e) Perpustakaan

(23)

15

g) Bimbingan Konseling

h) Bimbingan Belajar

i) Ekstrakurikuler

j) Organisasi dan Fasilitas OSIS/IPM

k) Organisasi dan Fasilitas UKS

l) Administrasi (karyawan)

m) Karya Tulis Ilmiah Remaja dan Guru

n) Koperasi Sekolah

o) Mushola/Tempat Ibadah

p) Kesehatan Lingkungan

b. Observasi Proses Belajar

Observasi proses belajar mengajar dilaksanakan di ruang kelas

atau ruang teori. Observasi ini bertujuan agar mahasiswa PPL melihat

dan mengamati secara langsung bagaimana proses belajar mengajar

berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Wates. Beberapa hal yang

perlu dilakukan pada saat observasi di antaranya :

a) Kelengkapan Administrasi Guru

b) Cara membuka pelajaran

c) Cara guru menyampaikan materi

d) Cara guru memotivasi siswa dalam belajar

e) Usaha guru mengaktifkan peserta didik

f) Penggunaan waktu

g) Metode yang digunakan guru dalam mengajar

h) Media pembelajaran

i) Penampilan guru dan penguasaan bahasa guru

j) Cara Guru menutup pembelajaran

c. Praktek Mengajar

Kegiatan praktek mengajar dimulai bersamaan dengan tahun

ajaran baru 2014/2015. Setiap mahasiswa bertugas untuk mengampu

mata pelajaran sesuai dengan jurusan atau kompetensi mengajar

masing-masing dan mempunyai kewajiban mengajar minimal 10 kali

pertemuan. Kegiatan PPL ini dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan

antara mahasiswa PPL bersama guru pembimbingnya atau hingga

kegiatan PPL di SMK Muhammadiyah 1 Wates berakhir.

d. Penyusunan Laporan PPL

Setelah mahasiswa selesai melaksanakan kegiatan PPL, tugas

(24)

16

penyusunan laporan dilaksanakan di minggu terakhir sebelum

(25)

17 BAB II

PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

A. Persiapan

Kegiatan PPL ini dilaksanakan selama kurang lebih dua setengah bulan,

terhitung mulai tanggal 1 Juli sampai dengan 17 September 2014. Selain itu

terdapat juga alokasi waktu untuk observasi sekolah dan observasi kelas yang

dilaksanakan sebelum PPL dimulai. Program yang direncanakan untuk

dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Wates untuk Program Individu meliputi

persiapan, pelaksanaan dan analisis hasil. Untuk mempersiapkan mahasiswa

dalam melaksanakan PPL baik yang dipersiapkan berupa persiapan fisik maupun

mental untuk dapat mengatasi permasalahan yang akan muncul selanjutnya dan

sebagai sarana persiapan program apa yang akan dilaksanakan nantinya. Maka

sebelum diterjunkan ke lokasi PPL, terlebih dahulu mahasiswa PPL melakukan

beberapa persiapan yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran sebagai bekal

mahasiswa dalam melaksanakan PPL. Persiapan yang dilaksanakan adalah

sebagai berikut:

1. Pengajaran Mikro

Guru adalah sebagai pendidik, pengajar pembimbing, pelatihan,

pengembangan program, pengelolaan program dan tenaga profesional. Tugas

dan fungsi guru tersebut menggambarkan kompetensi yang harus dimiliki

oleh guru yang profesional. Persiapan paling awal yang dilakukan oleh

praktikan adalah mengikuti kuliah pengajaran mikro. Secara praktis bekal

kemampuan mengajar dapat dilatihkan melalui kegiatan microteaching atau

pengajaran mikro.

Kuliah pengajaran mikro (micro teaching) adalah mata kuliah wajib

yang dilaksanakan sebelum penerjunan mahasiswa PPL. Micro teaching

bertujuan untuk melatih dan mendidik mahasiswa agar mampu mengajar

yang baik saat berada dilapangan serta membekali praktikan agar lebih siap

dalam melaksanakan PPL. Disini praktikan sekaligus melakukan praktek

mengajar pada kelas yang kecil. Persyaratan yang diperlukan untuk

mengikuti mata kuliah ini adalah mahasiswa yang telah menempuh minimal

semester VI. Kuliah ini dilaksanakan mulai bulan Februari s.d. Juni 2014

dengan sistem kelas – kelas kecil yang terdiri dari kurang lebih 20 mahasiswa

di setiap kelas dan dibimbing oleh 1 dosen sekaligus sebagai DPL PPL.

(26)

18

ditentukan oleh pihak jurusan. Mahasiswa PPL telah melakukan praktek

pengajaran mikro sebanyak 4 kali.

Dalam pelaksanaan perkuliahan, mahasiswa diberikan materi tentang

bagaimana mengajar yang baik dengan disertai praktek untuk mengajar

dengan peserta yang diajar adalah teman sekelompok atau peer teaching.

Keterampilan yang diajarkan dan dituntut untuk dimiliki dalam pelaksanaan

mata kuliah ini adalah berupa keterampilan-keterampilan yang berhubungan

dengan persiapan menjadi seorang calon guru atau pendidik.

2. Pembekalan PPL

Sebelum pelaksanaan PPL, praktikan diharuskan mengikuti

pembekalan PPL. Pembekalan PPL dilaksanakan pada tanggal 13 Februari

2014 bertempat di GE4 dengan materi yang disampaikan antara lain

Mekanisme Pelaksanaan PPL di sekolah maupun di lembaga, teknik

pelaksanaan PPL, dan teknik untuk menghadapi sekaligus mengatasi

permasalahan yang mungkin akan terjadi selama pelaksanaan PPL.

Pembekalan PPL bertujuan untuk memberikan gambaran pada mahasiswa

mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan – kegiatan PPL di

sekolah dan bagaimana bersikap yang baik saat diterjunkan ke sekolah.

3. Observasi Pembelajaran di Kelas

Observasi merupakan kegiatan awal yang perlu dilakukan oleh

mahasiswa PPL agar dapat mengetahui kondisi dan situasi pembelajaran yang

terjadi di sekolah. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara antara lain,

melakukan pengamatan secara langsung atau melakukan wawancara terhadap

warga sekolah. Kemudian mahasiswa diharapkan dapat memperoleh

gambaran pengetahuan dan pengalaman mengenai tugas-tugas seorang guru

di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati bagaimana proses

pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebagai persiapan bagi mahasiswa

PPL dalam melaksanakan kegiatan PPL.

Observasi pembelajaran di kelas dilakukan dengan cara mengikuti

kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru pembimbing. Observasi

pembelajaran di kelas dilaksanakan pada 24 Februari 2014 di kelas XI AP 1

dengan guru pembimbing Dra. Peni Akhadiyati. Praktikan mendapat

kesempatan mengajar sebanyak 3 kali dalam satu minggu selama pelaksanaan

(27)

19

a. Perangkat Pembelajaran

1) Kurikulum

Guru di SMK Muhammadiyah 1 Wates menggunakan

pedoman yang terdapat dalam kurikulum 2013 yang dikembangkan

sendiri oleh sekolah sebagai pedoman dalam mengajar kelas X dan

XI. Sedangkan untuk kelas XII masih menggunakan kurikulum

KTSP.

2) Silabus

Silabus di SMK Muhammadiyah 1 Wates sedah sesuai dengan

prinsip ilmiah, sistematis, relevan, actual, konstektual, flexible dan

menyeluruh.

3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RRP ini mencakup kompetensi inti yang dijabarkan kompetensi dasar,

kemudian dijabarakan lagi menjadi indikator pencapaian.

b. Proses Pembelajaran

1) Membuka pelajaran

Tujuan membuka pelajaran adalah supaya siswa siap untuk

memperoleh bahan ajar. Membuka pelajaran meliputi beberapa

kegiatan berikut:

- Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa,

- Presensi peserta didik,

- Apersepsi bahan ajar,

- Menyampaikan bahan materi yang akan dicapai,

2) Penyajian materi

Materi yang disajikan menyesuaikan dengan silabus dan

pembagian jam yang telah disusun melalui perhitungan jumlah jam

efektif dan program semester. Agar penyampaian materi dapat

berjalan dengan lancar maka guru harus menciptakan suasana kelas

yang kondusif. Materi bersumber dari modul, buku-buku yang

berhubungan dengan pengantar administrasi perkantoran ditambah

dengan referensi dari internet.

3) Metode pembelajaran

Metode dalam pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode

(28)

20

- Penyampaian materi

Metode ini digunakan untuk menyampaikan materi yang

memerlukan uraian atau penjelasan dan memuat konsep-konsep

atau pengertian.

- Latihan Soal

Metode ini digunakan untuk memperdalam pengetahuan siswa

dan untuk meningkatkan keterampilan siswa.

- Diskusi

Metode ini digunakan untuk mendiskusikan materi yang dipelajari

agar siswa lebih jelas dan paham.

- Games

Metode ini digunakan agar siswa tidak jenuh dalam belajar. Guru

menyelipkan games setelah penyampaian materi. Sehingga siswa

lebih paham tentang materi yang diajarkan. Selain itu pelajaran

juga tidak terasa menegangkan.

4) Penggunaan bahasa

Selama mengajar, praktikan harus bisa menggunakan bahasa

yang sopan dan menunjukkan pribadi seorang guru. Bahasa yang

digunakan selama praktek mengajar adalah Bahasa Indonesia yang

baku dan Bahasa Jawa yang sopan. Sebab sebagai guru harus bisa

memberi contoh penggunaan bahasa yang baik dan benar.

5) Penggunaan waktu

Penggunaan waktu yang efektif digunakan untuk pembelajaran

yaitu 45 menit tiap jam pelajaran. Waktu dialokasikan untuk

membuka pelajaran, apersepsi, menyampaikan materi (ceramah),

tanya jawab, dan latihan, serta menutup pelajaran.

6) Gerak

Selama di dalam kelas, praktikan berusaha untuk tidak selalu

di depan kelas, tetapi berjalan ke arah siswa dan memeriksa pekerjaan

mereka untuk mengetahui secara langsung apakah mereka sudah

paham tentang materi yang telah disampaikan.

7) Cara memotivasi siswa

Cara memotivasi siswa dengan memberikan penilaian lebih

pada keaktifan. Kemudian memotivasi siswa dalam penyampaian

materi dilakukan dengan pertanyaan-pertanyaan dan memberi

reward/penghargaan kepada siswa yang mau menyampaikan

(29)

21

8) Teknik bertanya

Teknik bertanya yang digunakan adalah dengan memberikan

pertanyaan terlebih dahulu kemudian memberikan kesempatan siswa

untuk menjawab pertanyaan tersebut.

9) Teknik penguasaan kelas

Teknik penguasaan kelas yang dilakukan oleh praktikan

adalah dengan berjalan keliling kelas dan meneliti satu persatu hasil

pekerjaan yang telah dibuat oleh siswa, baik individu maupun

kelompok. Dengan demikian diharapkan praktikan dapat memantau

apakah siswa di kelas konsentrasi dalam mengikuti pelajaran.

Praktikan memberikan teguran kepada siswa yang tidak

memperhatikan atau yang mengajak bermain teman sebangku atau

teman lainnya.

10)Penggunaan media

Media yang digunakan selama proses pembelajaran bertujuan

untuk mempermudah pemahaman siswa akan materi yang sedang

praktikan sampaikan. Media yang digunakan praktikan mengajar yaitu

menggunakan white board, spidol, modul, kertas manila warna dan

hand out.

11)Bentuk dan cara evaluasi

Evaluasi hasil belajar bertujuan untuk mengetahui tingkat

keberhasilan siswa dalam penguasaan materi yang telah diajarkan.

Evaluasi yang diberikan kepada siswa berupa tes uraian, tes obyektif,

penugasan, latihan soal dan pemberian pertanyaan pada saat

pembelajaran.

12)Menutup pelajaran

Pembelajaran ditutup dengan memberikan kesimpulan atas

proses belajar yang telah dilaksanakan bertujuan untuk menekankan

materi yang telah diajarkan. Kemudian menyampaikan materi yang

akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya.

c. Perilaku Siswa

1) Perilaku siswa di dalam kelas

Perilaku siswa di dalam kelas berarti bagaimana sikap siswa

dalam menanggapi setiap proses pembelajaran materi dan seberapa

besar keterlibatan siswa menghidupkan suasana kelas yang kondusif

(30)

22 2) Perilaku siswa di luar kelas

Perilaku siswa di luar kelas berarti bagaimana sikap siswa

terhadap guru selaku pengajar sekaligus sebagai sosok yang harus

dihormati. Berikut adalah beberapa hal penting hasil kegiatan

observasi pra-PPL yang dilakukan di kelas XI AP 1 yang berkaitan

dengan kegiatan belajar mengajar:

1) Cara guru membuka pelajaran dengan memberikan motivasi

dan mengutarakan apa yang akan dipelajari atau dibahas pada

pertemuan hari ini,

2) Guru memberikan handout atau modul kepada siswa

mengenai materi yang akan diterangkan pada saat kegiatan

pembelajaran,

3) Interaksi guru dengan siswa dengan mengajak diskusi dan

tanya jawab.

4) Cara guru memantau kesiapan siswa dengan memberikan

pertanyaan kepada siswa tentang materi yang telah lalu,

5) Cara guru menutup pelajaran dengan mengutarakan apa yang

akan dipelajari pada minggu depan,

6) Gerakan guru cukup bervariasi dari duduk, berdiri

mengelilingi kelas, melakukan bimbingan secara langsung

ketika siswa sedang melaksanakan praktikum dan terkadang

menulis di papan tulis.

Dari observasi di atas didapatkan suatu kesimpulan bahwa

kegiatan belajar mengajar sudah berlangsung sebagaimana mestinya.

Sehingga peserta PPL hanya tinggal meningkatkan saja, dengan

membuat persiapan mengajar seperti:

a. Administrasi guru

b. Rencana Pembelajaran

c. Catatan agenda mengajar

d. Lembar praktek harian dan modul

e. Rekapitulasi nilai

f. Alokasi waktu

g. Soal evaluasi

d. Konsultasi dengan Guru Pembimbing

Guru pembimbing praktikan selama kegiatan PPL di SMK

(31)

23

sangat membantu praktikan tentang bagaimana memberikan materi

pelajaran kepada siswa yang baik. Dengan konsultasi kegiatan belajar

mengajar berjalan dengan lancar, maka sebelum mengajar praktikan

melakukan konsultasi dengan guru pembimbing tentang Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan mengenai materi yang telah

dibuat praktikan. Sehingga harapan guru dan penulis bisa sejalan tanpa

adanya perbedaan yang mempengaruhi pembelajaran.

e. Persiapan Mengajar

Sebelum pelaksanaan mengajar di kelas berlangsung, praktikan

terlebih dahulu melakukan beberapa persiapan demi kelancaran dalam

proses belajar mengajar, yang telah dilaksanakan penulis. Persiapan

tersebut meliputi :

1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Sebelum melakukan praktek mengajar, praktikan membuat RPP

sesuai dengan kompetensi yang akan diajarkan. Hal yang tercantum

dalam RPP terdiri dari: kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan

pembelajaran, pendekatan dan metode yang digunakan, sumber,

alat, dan bahan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan

penilaian, serta soal dan kunci jawaban.

2) Materi pembelajaran

Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk

mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran

dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam

silabus. Penulis juga mengembangkan soal latihan dan handout

untuk siswa agar memudahkan dalam praktek melaksanakan

pembelajaran.

3) Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah alat penunjang yang digunakan untuk

mencapai tujuan pembelajaran. media yang dikembangkan dengan

mengacu materi yang akan diajarkan.

4) Rekapitulasi nilai

Rekapitulasi nilai terdiri dari nilai kognitif, afektif, dan

psikomotorik. Penilaian afektif dilihat pada sikap kerja sama dan

keaktifan siswa saat penugasan kelompok. Penilaian kognitif

merupakan penilaian terhadap penguasaan pengetahuan siswa,

(32)

24

psikomotorik ditunjukkan pada praktek siswa terhadap kegiatan

pembelajaran.

5) Buku pegangan

Buku pegangan yang digunakan oleh praktikan adalah sebagai

berikut :

- Endang R, Mulyani, dkk. 2010. Memahami Prinsip – Prinsip

Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran. Jakarta :

Erlangga.

- The Liang Gie. 2007. Administrasi Perkantoran Modern.

Yogyakarta.

Beberapa buku pegangan digunakan sebagai pelengkap

materi yang akan disampaikan kepada siswa. Praktikan tidak hanya

terpacu dengan satu buku, akan tetapi beberapa buku untuk

melengkapi materi pembelajaran yang akan disampaikan.

B. Pelaksanaan Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

Pelaksanaan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dimulai dari

tanggal 1 Juli sampai dengan 17 September 2014. Dalam kesempatan ini

praktikan telah melaksanakan program-program PPL di lokasi SMK

Muhammadiyah 1 Wates, di antaranya sebagai berikut:

1. Kegiatan Praktek Mengajar

a) Pelaksanaan Mengajar

Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan setelah persiapan

mengajar dibuat. Dalam pelaksanaannya, praktek mengajar dibagi

menjadi dua:

1) Praktek Mengajar Terbimbing

Praktek mengajar terbimbing adalah praktek mengajar di

mana praktikan masih mendapat arahan saat proses pembuatan

komponen pembelajaran oleh guru pembimbing yang telah

ditunjuk. Komponen–komponen yang dimaksud meliputi

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media

pembelajaran, dan metode pembelajaran yang akan digunakan

saat mengajar di kelas. Dalam praktek terbimbing ini semua

praktikan mendapat bimbingan dari guru bidang studinya

masing-masing. Bimbingan dilaksanakan sebelum praktikan

mengajar di kelas, dan bentuk bimbingan yang diberikan oleh

(33)

25

tempat mengajar, contoh-contoh komponen pembelajaran

lainnya seperti, buku-buku referensi yang dapat digunakan

sebagai acuan mengajar.

2) Praktek Mengajar Mandiri

Dalam praktek mengajar mandiri, praktikan

melaksanakan praktek mengajar yang sesuai dengan bidang

ajar guru pembimbing masing-masing di kelas yang diampu.

Kegiatan praktek mengajar meliputi proses sebagai berikut:

a. Membuka pelajaran

- Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya

(diskusi) aktif dua arah

- Menjawab pertanyaan siswa

- Memotivasi siswa untuk aktif

c. Menutup Pelajaran

- Membuat kesimpulan

- Penegasan materi

- Memberi evaluasi

- Salam penutup

Praktek mengajar merupakan kegiatan pokok

pelaksanaan PPL. Praktikan langsung terlibat dalam proses

pelaksanaan belajar mengajar di kelas dengan tujuan agar

praktikan mempunyai pengalaman mengajar secara langsung.

Kegiatan utama PPL yaitu mengajar, sehingga tiap–tiap

mahasiswa diberikan kesempatan untuk dapat membagi

keilmuannya kepada para siswa. Begitu pula dengan

praktikan, praktikan diberi kesempatan untuk mengajar

Pengantar Administrasi Perkantoran. Praktikan diberi

kesempatan untuk mengajar kelas X AP2, X AP3 dan X AP4.

Dengan jadwal yang relevan ini, dalam artian tidak

terlalu banyak, cukup membantu praktikan dalam berinteraksi

dengan siswa, dalam praktek mengajar di kelas mengajarkan

(34)

26

bagaimana dapat menguasai banyak kepribadian yang berbeda

untuk dijadikan satu visi dan misi. Dengan batas minimal

mengajar 10 kali pertemuan dirasa cukup untuk mahasiswa

dapat belajar untuk mengajar dan dengan kesempatan yang

diberikan sudah mendukung upaya pihak kampus mengajari

mahasiswanya untuk belajar kompak dalam Tim melalui

kegiatan PPL karena antara mahasiswa yang satu dengan yang

lainnya harus bekerja sama dan saling membantu.

Praktek mengajar yang dilaksanakan oleh

masing-masing mahasiswa PPL sesuai dengan jadwal yang telah

ditentukan oleh guru pembimbing masing-masing. Jadwal

mengajar, materi pembelajaran, daftar hadir siswa dan daftar

nilai siswa, RPP, lembar kerja dan hasil evaluasi terdapat

dalam laporan ini. Berikut ini adalah jadwal mengajar beserta

pertemuan mengajar selama PPL di SMK Muhammadiyah 1

c) Jumlah jam mengajar selama PPL di SMK Muhammadiyah 1 Wates

(35)

27

3- 4 Evaluasi berbagai

(36)
(37)

29

Dalam pelaksanaan mengajar metode pembelajaran yang

digunakan yaitu dengan menerapkan metode penyampaian materi

dengan teknik tanya jawab, metode diskusi kelompok, games dan

latihan soal. Dalam pemberian materi diupayakan kondisi siswa dalam

keadaan tenang dan kondusif agar memudahkan semua siswa dalam

mencerna pelajaran yang disampaikan. Disela–sela penyampaian

materi diberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk

menyampaikan pertanyaan bila dalam penjelasan masih terdapat hal

yang kurang jelas, setelah itu diberikan penjelasan secara lengkap.

e) Media Pembelajaran

Keterbatasan sarana dan prasarana pendukung proses belajar

(38)

30

untuk belajar dan membaca agak kurang. Media yang dimiliki sekolah

ini sederhana atau sama dengan media yang digunakan pada sekolah

lain pada umumnya, yaitu papan tulis dan perlengkapan lainnya.

Dengan kondisi yang semacam ini, praktikan berupaya untuk

membuat media dan alternatif agar siswa mampu memahami materi

yang disampaikan.

Media yang digunakan praktikan untuk memperlancar

kegiatan pembelajaran yaitu dengan cara pembuatan handout atau

modul menyangkut materi yang akan diberikan. Modul ini nantinya

akan dibagikan seluruhnya kepada siswa, sehingga harapannya siswa

akan lebih memahami terhadap materi yang diberikan.

f) Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan bentuk evaluasi yang

dilakukan adalah dengan mengadakan ulangan harian, untuk

mengetahui sampai sejauh mana siswa dapat memahami materi yang

telah disampaikan. Siswa yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria

Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 75 akan mengikuti remidi.

2. Umpan Balik dari Guru Pembimbing

a. Sebelum Praktek Mengajar

Guru pembimbing memberikan arahan dalam menyusun persiapan

praktek mengajar, baik sikap maupun mental. Praktikan diharapkan harus

selalu aktif dalam konsultasi kepada guru pembimbing. Selain itu,

konsultasi juga memberikan kesempatan kepada guru pembimbing untuk

memberikan beberapa pesan dan masukan yang akan disampaikan

sebagai bekal praktikan mengajar di kelas.

b. Sesudah Praktek Mengajar

Dalam hal ini, guru pembimbing memberikan gambaran kemajuan

mengajar praktikan, memberikan arahan, masukan dan saran baik secara

visual, material maupun mental serta evaluasi bagi praktikan, agar

nantinya praktikan dapat mengajar dengan lebih baik.

c. Kegiatan Insidental

Selain praktik mengajar yang telah terprogram, terdapat pula

kegiatan insidental yang praktikan lakukan. Adapun kegiatan insidental

(39)

31

AP 1 dalam mata pelajaran Pengantar Administrasi Perkantoran yang

diampu oleh Ibu Dwi Artati.

3. Penyusunan Laporan

Kegiatan penyusunan laporan dilaksanakan pada minggu terakhir dari

kegiatan PPL setelah praktek mengajar mandiri. Laporan ini berfungsi

sebagai bahan pertanggungjawaban atas pelaksanaan program PPL. Dalam

kegiatan penyusunan laporan ini, praktikan juga masih mendapat bimbingan

dan arahan dari guru pembimbing.

4. Evaluasi

Evaluasi digunakan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki

mahasiswa maupun kekurangannya serta untuk dijadikan bahan

pengembangan dan peningkatan pelaksanaan PPL, maupun untuk masa

mendatang. Evaluasi ini dilakukan oleh guru pembimbing.

C. Analisis Hasil Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

Praktik mengajar merupakan inti dari kegiatan PPL selama mahasiswa

terjun di lapangan. Dalam melaksanakan PPL di SMK Muhammadiyah 1 Wates

praktikan mulai mengajar tanggal 11 Agustus 2014 dan berakhir tanggal 15

September 2014. Ada beberapa kegiatan PPL antara lain :

1. Pembuatan RPP

Pembuatan RPP dilakukan untuk mempermudah praktikan dalam proses

pengajaran di kelas. Praktikan membuat RPP untuk kelas X AP saja.

Pembuatan RPP langsung dibuat sebelum mengajar, kemudian diserahkan ke

guru pembimbing setiap hari senin.

2. Praktik Mengajar di Kelas

Pelaksanaan praktik mengajar disesuaikan dengan jadwal mengajar guru

pembimbing untuk kelas yang akan digunakan praktik mengajar dan

ketentuan minimal jam mengajar yang ditetapkan oleh pihak kampus UNY.

Dalam kegiatan pembelajaran praktikan diberikan kebebasan dalam

mengajar mengenai metode, buku panduan, dan media pembelajaran yang

tetap sesuai dengan silabus. Praktikan menggunakan beberapa metode selain

ceramah, yaitu : diskusi, games, snowball throwing, make a match dan lain –

lain. Media yang digunakan untuk mengajar adalah papan tulis, spidol, dan

(40)

32

3. Analisis Hasil Ulangan Harian dan Nilai

Ulangan harian merupakan tugas dan kewajiban bagi seorang guru untuk

mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa tentang materi yang telah

disampaikan oleh guru. Ulangan harian ini selain analisis nilai juga

dilakukan analisis soal yang didalamnya terdapat nilai – nilai siswa. Guru

harus dapat menyimpulkan bagaimana hasil yang telah dicapai siswa

tersebut. Siswa dinyatakan tuntas apabila mencapai Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM) yaitu 75. Namun dalam pelaksanaannya sebagian besar

siswa belum tuntas belajar.

Dalam melaksanakan PPL ini banyak sekali faktor-faktor yang

mendukung dan menghambat proses dalam PPL, diantaranya:

1. Faktor Pendukung

a. Kedisiplinan tinggi dari seluruh komponen sekolah menjadi faktor

pendukung yang penting demi tercapainya efektivitas dan efisiensi

kegiatan belajar mengajar.

b. Motivasi dari seluruh komponen untuk menjadi yang terbaik sangat

mendorong semangat bagi praktikan agar mampu mengajar dengan baik.

c. Hubungan yang baik dengan guru pembimbing, dosen pembimbing dan

seluruh komponen sangat membantu praktikan dalam melaksanakan

praktik mengajar.

d. Partisipasi siswa yang sangat baik dalam setiap kegiatan pembelajaran

sehingga bisa membantu kelancaran praktikan dalam mengajar.

e. Besarnya perhatian pihak SMK Muhammadiyah 1 Wates kepada

praktikan juga sangat membantu kelancaran kegiatan praktik mengajar.

2. Faktor Penghambat

a. Kurang matangnya observasi yang dilakukan sebelumnya sehingga banyak

hal yang seharusnya diketahui lebih awal, terutama model pembelajaran.

Solusinya dengan memperbanyak konsultasi dengan guru pembimbing.

b. Masih ada siswa yang kurang aktif, tidak memperhatikan praktikan

sehingga menghambat proses belajar mengajar. Solusinya dengan mencoba

metode yang lain misalnya games yang dapat diperhatikan seluruh siswa.

c. Setiap siswa yang mempunyai karakter dan kemampuan yang berbeda

sehingga praktikan mengalami kesulitan ketika perbedaan tersebut sangat

(41)

33

dengan melakukan pendekatan personal kepada siswa – siswa tersebut atau

dengan menggunakan cara belajar yang diinginkan siswa.

Secara keseluruhan program dapat terlaksana dengan baik sesuai

dengan target yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa

pada tahap persiapan (pembekalan) sudah cukup memberikan bekal bagi

praktikan untuk terjun ke lapangan karena sudah relevan dengan hal yang

sebenarnya yang ada di lapangan. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan

PPL antara lain:

1. Mahasiswa dapat merasakan dan mengenal bagaimana kehidupan seorang

pendidik yang sebenarnya serta dapat berusaha untuk membentuk sikap

pendidik yang profesional.

2. PPL menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang guru,

administrasi guru, dan kegiatan lain yang menunjang kelancaran KBM.

3. Kegiatan PPL dapat memberikan kegiatan nyata dari kondisi dan situasi

lingkungan yang ada untuk menghadapi lingkungan kerja di masa

mendatang.

D. Refleksi

Pelaksanaan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) secara

keseluruhan berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Praktikan

dapat menjalankan semua tugas mengajarnya dengan baik dan sesuai dengan

harapan. Dengan adanya praktik mengajar, praktikan mempunyai bekal yang

cukup untuk menjadi calon guru.

Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan wahana bagi

praktikan untuk melatih meningkatkan kualitas diri melalui pembelajaran di

sekolah. Kegiatan PPL sangat bermanfaat bagi praktikan karena diberikan

kesempatan untuk menambah pengalaman dengan cara mengajar di sekolah.

Praktikan merancang beberapa program Praktik Pengalaman Lapangan

yang dapat menunjang proses belajar mengajar. Program tersebut diantaranya

menyususn Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi pembelajaran,

evaluasi, rekapitulasi nilai, dan lain-lain. Praktikan dapat menjalankan semua

tugas mengajar sesuai dengan harapan.

Pada kegiatan awal pembelajaran, praktikan sudah memiliki rasa percaya

diri dalam memberikan materi kepada siswa. Namun, dalam penyampaian materi

praktikan terkesan kurang tegas. Sehingga siswa suka mengajak bercanda pada

(42)

34

pembelajaran dengan menggunakan metode yang aktif, kreatif, inovatif, dan

menyenangkan. Praktikan menggunakan metode “games puzzle” untuk

membahas tentang Unsur – Unsur Administrasi Perkantoran. Siswa sangat

antusias, sehingga keaktifan siswa dapat terlihat dari cara menyampaikan

pendapat dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

Pada pertemuan berikutnya, praktikan mencoba untuk membagikan hand

out kepada siswa tentang materi yang akan disampaikan. Siswa merasa senang

karena tidak perlu mencatat. Di akhir pembelajaran, praktikan menyelipkan

games yang bertujuan agar siswa selalu mengingat materi yang disampaikan.

Games-games yang disajikan terdiri dari mencari pasangan, cari kata, snowball

throwing, dan course review horay.

Sebagai tahap evaluasi, praktikan menggunakan metode ulangan harian

untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat memahami materi-materi yang telah

disampaikan. Praktikan membuat soal pilihan ganda dan uraian yang memiliki

bobot nilai berbeda-beda. Soal pilihan ganda terdiri dari 20 nomor dan uraian 3

nomor. Nilai yang didapatkan siswa cukup membuat praktikan bangga, walaupun

terdapat beberapa peserta didik yang harus mengikuti remidi. Nilai tertinggi

(43)
(44)

35 BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu

bentuk pengabdian diri mahasiswa atas apa yang telah didapatkannya dibangku

kuliah. Kegiatan PPL lebih menekankan kepada pembelajaran dan peningkatan

profesionalitas seorang pendidik di dalam melaksanakan tugasnya. Setelah

melaksanakan PPL di SMK Muhammadiyah 1 Wates, diperoleh pengalaman baik

secara langsung maupun tidak langsung yang dapat praktikan simpulkan sebagai

berikut:

1. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman tentang seluk-

beluk sekolah, lingkungan sekolah dan proses belajar mengajar siswa

secara langsung,

2. Budaya senyum, salam, sapa serta tatakrama antar warga sekolah begitu

terasa sehingga menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan tentram.

3. PPL merupakan suatu kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan

pengalaman yang berhubungan dengan dunia pendidikan,

4. PPL merupakan tolak ukur kemampuan mahasiswa dalam pengurusan

bidang perkuliahan yang sudah ditempuh,

5. PPL memberikan bekal berupa pengalaman yang nantinya dapat

dipergunakan apabila mahasiswa terjun dalam pekerjaan,

6. Mahasiswa mengetahui secara langsung kegiatan persekolahan yang

menunjang proses belajar mengajar,

7. Hubungan yang terjalin harmonis antara guru, siswa, dan karyawan

dengan mahasiswa sangat membantu kelancaran PPL.

Selama kurang lebih dua setengah bulan melaksanakan PPL di SMK

Muhammadiyah 1 Wates mahasiswa PPL mendapatkan banyak ilmu dan

pengalaman baru sebagai bekal menjadi seorang pendidik yang profesional.

B. Saran

Demi mewujudkan pelaksanaan program PPL yang akan dapat membawa

hasil secara maksimal di masa yang akan datang, yang sekiranya mendapat

perhatian sehubungan dengan pelaksanaan PPL adalah sebagai berikut :

1. Untuk Mahasiswa

a. Mahasiswa hendaknya lebih meningkatkan konsultasi dengan Guru

(45)

36

b. Mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan baik.

c. Dalam penyampaian materi pembelajaran perlu meningkatkan

penggunaan metode yang komunikatif dan partisipatif.

d. Menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan sesama

mahasiswa PPL maupun seluruh warga sekolah.

2. Untuk Pihak Sekolah

a. Kerja sama dengan mahasiswa PPL hendaknya dipertahankan dan

lebih ditingkatkan,

b. Kesadaran diri dari seluruh komponen untuk menciptakan lingkungan

belajar yang baik serta meminimalkan adanya jam kosong bagi peserta

didik,

c. Membina dan meningkatkan kompetensi peserta didik, khususnya

dalam bidang akademik agar peserta didik lebih berprestasi.

d. Meningkatkan dan mempertahankan hubungan dengan UNY yang

sudah berjalan dengan baik.

3. Untuk Pihak LPPMP

a. Perlu adanya peningkatan koordinasi antara LPPMP, Dosen

Pembimbing Lapangan (DPL) dan sekolah tempat mahasiswa PPL

melakukan praktek mengajar,

b. Kejelasan tentang batasan program PPL di sekolah perlu untuk

ditingkatkan sosialisasinya,

c. Informasi DPL sebaiknya dilakukan sesegera mungkin, mengingat

pentingnya koordinasi dengan DPL.

4. Untuk Guru Pembimbing

Semakin terbuka dalam memberikan kritik, saran kepada

mahasiswa PPL agar menjadi bekal mahasiswa dalam proses menjadi

(46)

37

DAFTAR PUSTAKA

Tim PPL UNY. (2014). Panduan PPL 2014 Universitas Negeri Yogyakarta.

Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Tim Penyusun LPPMP. 2014. Panduan Pengajaran Mikro UNY 2014. Yogyakarta:

Universitas Negeri Yogyakarta.

Tim Penyusun LPPMP. 2014. Materi Pembekalan Pengajaran Mikro UNY 2014.

(47)

Referensi

Dokumen terkait

Observasi dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa memiliki pengetahuan serta pengalaman pendahuluan sebelum melaksanakan tugas mengajar yaitu kompetensi - kompetensi

Mahasiswa PPL yang melaksanakan praktek mengajar di SMA Negeri 3 Bantul telah selesai dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang direncanakan, praktek mengajar di kelas dimulai

Mahasiswa PPL yang melaksanakan praktek mengajar di SMA Negeri 3 Bantul telah selesai dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang direncanakan, praktek mengajar di

Pengajaran mikro dilaksanakan mulai Februari sampai Juni 2015. Dalam Pengajaran mikro mahasiswa melakukan praktek mengajar pada kelas kecil. Adapun yang berperan sebagai

Sebelum melaksanakan PPL, mahasiswa juga melakukan observasi sekolah dan observasi kelas untuk mengenal lingkungan tempat mahasiswa akan mengajar nantinya.

Praktik mengajar merupakan kegiatan pokok pelaksanaan PPL. Praktikan langsung terlibat dalam proses pelaksanaan belajar mengajar di kelas dengan tujuan agar

Kegatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Mahasiswa UNY 2014 dilaksanakan bersamaan dengan kegitan KKN yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli sampai dengan 17 September

Kegiatan PPL difokuskan pada kemampuan mengajar yang meliputi : penyusunan rancangan pembelajaran, pelaksanaan praktek mengajar yang selanjutnya menyusun dan