• Tidak ada hasil yang ditemukan

134957 AKJ 2006 05 15 Korupsi APBD Pejabat Di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "134957 AKJ 2006 05 15 Korupsi APBD Pejabat Di Indonesia"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

NASKAH APA KABAR JOGJA

Judul : Korupsi APBD Pejabat di Indonesia

Lokasi : UCY

Reporter & Camerawan : Widi

Tanggal Liptan : 6 Mei 2006

ACC Redaktur Narator Editor

1 Pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini menjadi perbincangan menarik // Apalagi saat ini kasus mantan presiden suharto sedang dalam pertimbangan presiden SBY / apakah akan dilanjutkan apa tidak // Korupsi yang terjadi sudah sangat parah // Namun apresiasi yang baik terhadap pemerintah SBY juga patut diberikan // Setidaknya jika dibandingkan masa pemerintahan megawati yang hanya memberikan ijin pemeriksaan pejabat hanya satu ijin saja / yakni ijin pemeriksaan atas kepala daerah Nangro aceh Darussalam // Untuk Pemerintahan SBY / sudah mengeluarkan sebanyak 80 ijin pemeriksaan pejabat atas indikasi korupsi //

Hal ini dikatakan Denny Indrayana / Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu // Ditambahkan Denny / dari 80 ijin yang dikeluarkan presiden / dirinya masih belum sepenuhnya bahwa ijin tersebut murni untuk pemeriksaan tanpa ada catatan lain // Hal ini dikatakannya karena transparasi dalam mengeluarkan ijin dan akses masyarakat untuk dapat melihat langsung seperti apa ijin yang diberikan sangat minim //

Sebagai pucuk pemerintahan presiden dapat segera melakukan perubahan mendasar termasuk dalam bidang hokum //

--- Statement : Denny Indrayana / Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi --- Note : ngomong ttg hrs dikeluarkannya inpres darurat korupsi…

Pembicara lain yang hadir / Sardan Marbun / stafkhusu presiden Bidang Korupsi mengatakan / pemberantasan korupsi membutuhkan peran masyarakat terutama kepekaan terhadap lingkungan // Sementara dari KPK mengatakan bahwa penanganan kasus korupsi akan dapat dilakukan prosesnya apabila terdapat bukti // sayangnya mereka yang melakukan korupsi cukup pintar pula menghilangkan bukti //

Referensi

Dokumen terkait