Penyaluran KUR bagi usaha mikro dipermudah, perbankan diberi keleluasaan ke segmen mikro Written by Artikel
Thursday, 16 September 2010 09:28 -
JAKARTA Pemerintah akan makin memberi kemudahan bagi usaha mikro untuk memperoleh kredit usaha rakyat dengan menerbitkan nota kesepahaman (MoU) relaksasi pengucuran KUR yang berisi empat poin kemudahan. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sjarifuddin Hasan mengatakan MoU relaksasi akan diteken bersama 19 perbankan di kantor Menko Perekonomian hari ini.
"MoU relaksasi tersebut dimaksudkan supaya [penyerapan KUR bagi usaha mikro]
dipermudah," kata Sjarifuddin menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini.
Dari empat butir kemudahan yang akan tertuang dalam MoU relaksasi tersebut, Menkop hanya memberikan tiga isi materinya. Pertama, kebijakan untuk menaikkan plafon maksimal kucuran KUR bagi usaha mikro yang awalnya Rp5 juta menjadi Rp 20 juta dan tanpa agunan.
Kedua, semua perbankan diberi keleluasan untuk menyalurkan KUR ke segmen mikro, yang tadinya hanya diperkenankan dilakukan oleh BRI. [Nantinya) semua boleh [menyalurkan ke segmen mikro], supaya lebih terserap, lebih luas. Sebelumnya hanya BRI, karena selama ini BRIpaling siap," kata Sjarifuddin.
Ketiga, pemerintah menaikkan penjaminan KUR dari awalnya 70% menjadi 80% khusus untuk industri di hulu.
6 Bank pemerintah
Menkop mengatakan MoU disusun dari kesepakatan hasil rapat di Kemenko Perekonomian. Hadir di acara tersebut 19 perbankan, Menteri Perdagangan, Menteri BUMN, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menko Perekonomian. Adapun 19 perbankan tersebut terdiri dari enam bank pemerintah, dan 13 bank pembangunan daerah.
Seperti diketahui pemerintah memutuskan untuk meningkatkan alokasi batas maksimal pengucuran niIai KUR bagi usaha mikro yang semula maksimal Rp5 juta menjadi Rp20 juta untuk meningkatkan wirausaha yang masuk ke sektor hulu industri pertanian, kelautan, dan industri kecil.
Payung hukumnya dalam bentuk MoU yang mengubah plafon maksimal KUR tanpa agunan dari Rp5 juta menjadi Rp20 juta tanpa agunan tersebut, dan tidak memerlukan surat keputusan menteri keuangan dan tidak memerlukan surat keputusan menteri keuangan.
Upaya untuk mempercepat penyalur KUR juga dilakukan dengan mengoptimalkan peranan koperasi simpan pinjam maupun unit simpan pinjam (KSP/USP) di seluruh provinsi untuk mendongkrak penyaluran permodalan UMKM melalui program kredit usaha rakyat (KUR).
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi, Choirul Djamhari, mengatakan optimalisasi KSP/ USP merupakan instruksi langsung dari Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan.
Penyaluran KUR bagi usaha mikro dipermudah, perbankan diberi keleluasaan ke segmen mikro Written by Artikel
Thursday, 16 September 2010 09:28 -
Sumber : Bisnis Indonesia