Nomor : 357/M.PAN/12/2001 Jakarta, 24 Desember 2001 Lampiran : 1 berkas
Perihal : Langkah-langkah Efisiensi dan Penghematan serta hidup sederhana di lingkungan
Aparatur Negara
Kepada Yth.
1. Para Menteri Kabinet Gotong Royong 2. Panglima TNI
3. Jaksa Agung
4. Gubernur Bank Indonesia
5. Para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen
6. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara 7. Para Gubernur dan Bupati/Walikota
di
Tempat
Dalam rangka melaksanakan TAP MPR No. X/MPR/2001 angka 2 huruf f, dan mewujudkan program kerja Kabinet Gotong Royong serta dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional dan keuangan negara, dipandang perlu untuk melakukan upaya pelaksanaan efisiensi, penghematan dan pola hidup sederhana disertai dengan meningkatkan produktivitas kerja dalam lingkungan instansi Pemerintahan di Pusat dan di Daerah, seperti diuraikan terlampir.
Demikian agar menjadi maklum.
Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara Feisal Tamin
Tembusan Yth.
Lampiran Surat Edaran Men. PAN Nomor 357/M.PAN/12/2001 Tanggal 24 Desember 2001
I. EFISIENSI DALAM KEGIATAN TATA NASKAH DINAS, SARANA DAN PRASARANA
KERJA APARATUR NEGARA
Pertama : Efisiensi dalam kegiatan Tata Naskah Dinas diantaranya :
(1) Penggunaan kertas Naskah Dinas maksimal 70 gram, sedangkan penggunaan kertas di atas 70 gram hanya digunakan untuk jenis-jenis Naskah Dinas yang mempunyai nilai keasaman tertentu dan nilai kegunaan dalam waktu yang lama; (2) Untuk menyelenggarakan sarana komunikasi perkantoran seperti surat, laporan,
formulir dan produk hukum, digunakan kepala surat berlambang Negara atau logo instansi untuk kepentingan dinas atau surat dalam lingkup eksternal Instansi Pemerintah, sedangkan tembusannya cukup berupa foto copy dan di antaranya disahkan oleh Pejabat Tata Usaha dalam hal surat dinas atau produk hukum; dalam penggunaan amplop dinas yang berlambang Negara atau logo instansi, hanya untuk kepentingan dinas dalam lingkup eksternal Instansi Pemerintah, sedangkan untuk lingkup internal serta tembusan surat tidak dibenarkan menggunakan amplop dinas;
(3) Pengetikan sarana komunikasi perkantoran dengan menggunakan huruf PICA, Arial 12 dan spasi 1.5.
Kedua : Efisiensi dalam kegiatan Sarana Kerja Aparatur diantaranya :
(1) Pengadaan baru sarana kerja berupa peralatan kerja kantor termasuk Alat Tulis Kantor (ATK) selama Tahun Anggaran 2002 agar dibatasi dan mengoptimalkan penggunaannya;
(2) Kendaraan dinas operasional pada masing-masing Instansi Pemerintah tidak digunakan di luar kedinasan;
(3) Pengadaan bahan bakar dan biaya pemeliharaan kendaraan dinas Pejabat dan Kendaraan dinas Operasional, agar dilakukan penghematan.
Ketiga : Efisiensi dalam kegiatan Parasarana Kerja Aparatur meliputi :
(1) Penghematan dalam penggunaan listrik di lingkungan kantor, antara lain dengan mematikan sinar listrik pada ruangan kerja yang memiliki akses cahaya alam; (2) Penggunaan telepon kantor dibatasi hanya untuk kepentingan tugas kedinasan; (3) Penggunaan air di kantor untuk kegiatan apapun dilakukan sehemat mungkin.
II. PEMBATASAN KEGIATAN APARATUR NEGARA DAN KESEDERHANAAN HIDUP
(1) Tidak menyelenggarakan resepsi dan pesta-pesta kedinasan dan perorangan Aparatur Negara di tempat-tempat yang dikategorikan mewah dan berlebihan oleh masyarakat;
(2) Tidak melakukan penyambutan, pengawalan dan penghormatan yang melebihi ketentuan yang berlaku;
(3) Tidak menerima hadiah/tanda kenang-kenangan berupa uang, benda dan apapun, termasuk oleh isteri dan anak-anaknya dari siapapun yang patut diduga terkait langsung dan tidak langsung dengan jabatan dan pekerjaannya;
(4) Tidak melakukan pungutan dalam kegiatan apapun, langsung dan tidak langsung yang dapat berdampak pada ekonomi biaya tinggi;
(5) Meniadakan penyelenggaraan hari ulang tahun Instansi Pemerintah dalam bentuk acara pesta, selamatan dan lainnya, kecuali dalam bentuk upacara bendera.
Kelima : Perjalanan Dinas Dalam negeri maupun Luar Negeri dibatasi hanya untuk kegiatan yang sifatnya penting dan mendesak. Jumlah anggota rombongan dan jumlah hari Perjalanan Dinas, dibatasi.
Keenam : Para pimpinan Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah agar menindaklanjuti Surat Edaran ini. Sanksi yang dikenakan atas pelanggaran yang terjadi, harus memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku.
III. PAKAIAN KERJA APARATUR NEGARA
Ketujuh : 1. Pakaian Kerja Harian a. Kantor dan Lapangan :
Pakaian Dinas Harian (PDH) lengan panjang/pendek atau Pakaian Kerja Harian lainnya;
b. Pakaian Seragam Instansi (tidak menggunakan jas)
2. Pakaian Sipil Lengkap (PSL) hanya digunakan untuk acara tertentu.
3. Pakaian untuk Upacara diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1990 pasal 22 ayat (3).
Menteri Negara